• Tidak ada hasil yang ditemukan

Praktik Berkelanjutan dan Etis untuk Nilai Merek

Dalam dokumen Strategi Penjenamaan di Era Digital (Halaman 148-156)

BRAND VALUE)

F. Meningkatkan Brand Value

7. Praktik Berkelanjutan dan Etis untuk Nilai Merek

Menjadi semakin jelas bahwa konsumen menghargai produk dan etika mereka. Berfokus pada keberlanjutan dan praktik etis memberikan kontribusi positif di seluruh dunia dan meningkatkan pengalaman pelanggan serta loyalitas terhadap merek-merek bernilai. Perusahaan dengan pengalaman yang konsisten mengalami loyalitas pelanggan yang lebih besar karena semakin banyak pelanggan yang tertarik pada merek yang selaras dengan nilai dan keyakinan mereka.

134

Meningkatkan pengalaman pelanggan adalah aspek penting lainnya dalam membangun nilai merek jangka panjang. Merek yang secara konsisten memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa, termasuk layanan yang dipersonalisasi, produk berkualitas tinggi, dan dukungan purna jual yang sangat baik, akan menarik pelanggan tetap dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Oleh karena itu, pendekatan berkelanjutan dan berpusat pada pelanggan terhadap kesehatan merek dan membangun nilai jangka panjang dapat dianggap sebagai dua sisi dari mata uang yang sama.

G. Kesimpulan

Brand value adalah nilai finansial dari merek dagang bila ingin menjualnya untuk memenuhi kebutuhan. Brand value mampu meningkatkan kredibilitas karena tidak hanya diukur kepuasan konsumen pada sebuah merek atau produk saja, melainkan juga dinilai dari pemasaran dan analisis keuangan yang positif. Sehingga, lebih kompleks untuk mengembangkan dan menentukan nilai suatu merek dibandingkan brand equity- nya. Brand value juga merupakan nilai yang mewakili suatu merek dan menyatakan kepuasan konsumen. Secara lengkap, brand value dapat diartikan sebagai nilai sebuah merek yang diukur dari segi finansial dan membentuk kepribadian, kualitas, pesan, ciri khas, dan nilai jual bagi produk dari merek tersebut.

Nilai inti merek adalah fondasi perusahaan dan apa yang telah dilakukan. Ini membantu perusahaan membentuk kisah merek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan audiens target.

Nilai-nilai inti penting karena mengingatkan kita bahwa di balik setiap merek atau perusahaan terdapat orang-orangnya.

Beruntungnya, merek terkenal di dunia mampu menghasilkan lebih dari sekadar desain yang tidak biasa. Startup dan usaha kecil dapat memanfaatkan nilai rancangan dengan berinvestasi dalam tim desain atau menyewa konsultan desain.

Mereka harus ingat bahwa ada lebih banyak hal yang harus dirancang daripada yang terlihat. Merancang adalah cara orang

135 berpikir, meneliti, dan berkomunikasi. Ini adalah proses yang berkembang seiring pertumbuhan, namun juga merupakan proses yang mendorong dan memandu pertumbuhan. Menjadi perusahaan yang berpusat pada rancangan tidak terjadi dalam semalam. Namun rancangan brand value akan menjadi penting bagi organisasi dalam jangka panjang. Berinvestasi dalam desain meningkatkan nilai merek di masa depan dan memungkinkan perusahaan menciptakan produk yang dibutuhkan dan ingin digunakan pelanggan.

Baik bisnis kecil maupun perusahaan besar, ada kalanya harus membuat pilihan sulit. Namun jika memiliki nilai-nilai inti yang terus-menerus mengingatkan tentang apa yang penting bagi bisnis dan orang-orang yang dilayani, membuat keputusan yang tepat bukanlah hal yang sulit. Perusahaan juga dapat merasa tenang karena mengetahui bahwa pilihan ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang selaras dengan misi dan visi brand perusahaan. Singkatnya, mengembangkan merek dan meningkatkan nilainya sangat penting bagi organisasi mana pun. Dan saat ini, pelanggan lebih memilih untuk membeli produk atau jasa dari perusahaan yang memberikan layanan yang konsisten dan produktif, disamping brand value dapat menjadi fondasi bisnis apa pun.

Oleh karena itu, ekspansi menjadi strategi bisnis yang penting untuk memantau secara ketat kesadaran merek di pasar.

Jika kita memulai bisnis atau mengubah bisnis yang sudah ada, maka perlu mengembangkan ekuitas merek sejak awal. Jika ragu dalam mengembangkan nilai merek, dapat mengikuti langkah- langkah diatas, sehingga dapat memandu membuat merek menonjol dari yang lain dengan menjalankan strategi merek yang efektif.

Membangun ekuitas merek untuk organisasi juga membutuhkan pemasaran yang hebat. Ini adalah model untuk mengembangkan apa yang membuat produk atau layanan menonjol. Jadi jika ingin membangun brand yang terpercaya, fokuslah pada manfaat bahwa karyawan yang bahagia akan menghasilkan produk inovatif, layanan pelanggan terbaik, dan

136

banyak lagi. Jika menyukai dan mengikuti tren yang muncul di masyarakat, nilai merek bisa meningkat. Mengikuti tren saat ini secara tidak langsung mempengaruhi brand awareness produk.

Demikian gambaran singkat tentang merancang brand value yang diyakini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai merek produk. Selain itu, penting untuk diingat bahwa membangun ekuitas merek saja tidak cukup, namun juga harus mengoptimalkan faktor lain yang dapat mempengaruhi brand.

137 DAFTAR PUSTAKA

Abratt, R. (2008). Corporate Identity, Corporate Branding and Corporate Reputations: Reconciliation and Integration.

Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 287.

Ardiansyah, A., A., M. U., Adha, S., Istiyanto, B., Tegowati, T., Sani, I., Reniawaty, D., Lustono, L., Kusuma, H. W., Yuliati, E., Masruchin, M., Utama, J. W., Yuhendra, A., & Djatola, H. R.

(2023). Branding (Elemen Pemasaran yang Efektif). In E. P.

Sari (Ed.), Eureka Media Aksara. Eureka Media Aksara.

Baker, M. J. (2012). The Marketing Book. The Marketing Book, 1–836.

https://doi.org/10.4324/9780080496405

Berens, G. a J. M. (2004). Corporate branding : The development of corporate associations and their influence on stakeholder reactions.

236. http://www.erim.eur.nl

Braun, T. (2004). The Philosophy Of Branding. Kogan Page Limited.

Caroline Therése Lanetoft. (2013). The Value of Brand Values. An empirical research study about how brands can generate value for consumers. Procedia Economics and Finance, 6, 444–

448. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(13)00161-5

Gerald Zaltman. (2003). How Customers Think: Essential Insights into the Mind of the Market. Harvard Business School.

Gupta, S., Gallear, D., Rudd, J., & Foroudi, P. (2020). The impact of brand value on brand competitiveness. Journal of Business

Research, 112(February), 210–222.

https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2020.02.033

Huang, B. (2010). Brand Value And New Product Quality - Measurement, Theory, and Evidence. The University of

Michigan, 9(1), 76–99.

https://deepblue.lib.umich.edu/bitstream/handle/2027.42 /91375/bohuang_1.pdf;sequence=1

138

Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). Marketing Management. In S.

Yagan (Ed.), Prentice Hall (14th ed., Vol. 14, Issue 1). Prentice Hall. https://doi.org/10.1080/03031853.1972.9523871 Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0 Moving

from Traditional to Digital. John Wiley & Sons, Inc.

Kusuma, H. W. (2021). Effect of Service Quality on Consumer Satisfaction at the Jakarta Claim Center Division Pt. Wahana Tata Insurance. Journal of Economics, Finance And Management

Studies, 04(09), 1697–1705.

https://doi.org/10.47191/jefms/v4-i9-13

Kusuma, H. W. (2024). Analisis Pengaruh Promosi Terhadap Penjualan Pada Unit Toko Grosir Badan Usaha Milik Desa Bojongkulur Teladan Mandiri (BUMDESA BTM). FLURALIS,

3(1), 58–71.

https://doi.org/https://doi.org/10.61252/fjeb.v3i1.133 Li, X., & Sun, C. (2015). A Study on the Core Values of the Brand.

Journal of Service Science and Management, 08(06), 868–873.

https://doi.org/10.4236/jssm.2015.86087

Omar, M., Williams, R. L., & Lingelbach, D. (2009). Global brand market-entry strategy to manage corporate reputation.

Journal of Product and Brand Management, 18(3), 1770–187.

https://doi.org/10.1108/10610420910957807

Raggio, R. D., & Leone, R. P. (2011). The Theoretical Separation of Brand Equity and Brand Value: Managerial Implications for Strategic Planning. SSRN Electronic Journal.

https://doi.org/10.2139/ssrn.894109

Sallam, M. A. (2016). The Impact of Brand Image and Corporate Branding on Consumer’s Choice: The Role of Brand Equity.

International Journal of Marketing Studies, 8(1), 98.

https://doi.org/10.5539/ijms.v8n1p98

139 Wirasmara Kusuma, H., & Azizi, E. (2023). Effective Marketing Training for Msmes With the Concept of Technopreneur. Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(3), 869.

https://doi.org/10.32832/abdidos.v7i3.1925

140

TENTANG PENULIS

Hero Wirasmara Kusuma, S.E., M.M.

Universitas Faletehan

Penulis lahir di Serang, tanggal 10 November 1967. Saat ini berprofesi sebagai dosen tetap pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Faletehan.

Telah menyelesaikan pendidikan D3 Manajemen Keuangan (Financial Management) di Akademi Pimpinan Perusahaan (Departemen Perindustrian RI). Menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Pemasaran di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, dan melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen di Fakultas Pasca Sarjana Universitas Krisnadwipayana. Penulis juga telah menggeluti dan berpengalaman dalam bidang bisnis di Industri Jasa Keuangan selama lebih dari 32 tahun, aktif sebagai pengurus pada organisasi profesi dan sosial kemasyarakatan, serta aktif sebagai penggiat UMKM lokal dan nasional.

141

BAB

7

BRAND AWARENESS

Meydy Fauziridwan, S.M.B., M.M.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

A. Pendahuluan

Ada satu hal yang penting dalam pertumbuhan bisnis, yaitu brand awareness. Ketika kamu mendengar kata pasta gigi, brand apa yang pertama kali muncul dalam pikiran kita? Apabila muncul sebuah brand atau merek, maka itu merupakan salah satu contoh yang paling sederhana dari brand awareness? Nah, jadi apa itu brand awareness? Kenapa brand awareness itu penting?

Lalu strategi apa yang efektif dalam membangung dan meningatkan brand awareness?

Dalam dokumen Strategi Penjenamaan di Era Digital (Halaman 148-156)