• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Pendidikan Islam (Khusus)

C. Tujuan Pendidikan Islam

2. Tujuan Pendidikan Islam (Khusus)

3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.

Menurut al-Abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan Islam menjadi: (1) pembinaan akhlak; (2) menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat; (3) penguasaan ilmu; (4) keterampilan bekerja dalam masyrakat. Menurut Asma Hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan Islam dapat diperinci menjadi: (a) tujuan keagamaan; (b) tujuan pengembangan akal dan akhlak; (c) tujuan pengajaran kebudayaan; (d) tujuan pembicaraan kepribadian. Menurut Munir Mursi, tujuan pendidikan islam menjadi: (1) bahagia di dunia dan akhirat; (2) menghambakan diri kepada Allah; (3) memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat Islam; (4) akhlak mulia.

Secara operasional, ZakiahDarajat (1992 : 30) mengemukakan beberapa tujuan pendidikan yaitu:

1.

Tujuan umum

2.

Tujuan akhir

3.

Tujuan sementara

4.

Tujuan operasional Ad.l. Tujuan Umum

Tujuan umum ialah tujuan yang ingin dicapai dengan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran, atau dengan cara lain.

Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan dan pandangan. Tujuan umum ini memiliki perbedaan pada setiap tingkat umur, kecerdasan, situasi, dan kondisi dengan kerangka yang sama. Sebagai contoh, bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang yang sudah dididik (ZakiahDarajat, 1992 : 30).

Selanjutnya Abdul Fatah Jalal (1988 : 122) mengatakan bahwa tujuan umum pendidikan dan pengajaran dalam Islam adalah

mempersiapkan manusia yang abid, yang menghambakan dirinya kepada Allah SWT. Pengertian ibadah dalam konteks tersebut di atas adalah mencakup segala pikiran, perasaan dan perbuatan manusia, selama semua itu dihadapkan kepada Allah SWT. Dalam kerangka pandangan yang menyeluruh tentang ibadah ini, maka tujuan umum pendidikan Islam dapat disimpulkan yaitu mempersiapkan manusia yang beribadah, yang memiliki sifat-sifat yang diberikan Allah SWT.

Sejalan dengan uraian di atas, terdapat pula tujuan umum pendidikan Islam yang dikemukakan oleh al-Abrasy sebagaimana dikutip Ramayulis (1994 : 26) bahwa tujuan rumusan umum pendidikan Islam dibagi dalam lima hal pokok yaitu : a) pembentukan akhlak mulia; b) persiapan untuk kehidupan di dunia dan akhirat; c) persiapan untuk mencari rejeki dan pemeliharaan segi- segi pemanfaatannya, keterpaduan antara agama dan ilmu akan membawa manusia kepada kesempurnaan; d) menumbuhkan ruh ilmiah para pelajar dan memenuhi keinginan untuk mengetahui serta memiliki kesanggupan untuk mengkaji ilmu tidak hanya sekedar sebagai ilmu; mempersiapkan para, pelajar untuk suatu profesi tertentu sehingga mudah mencari penghidupan.

Dari pendapat di atas, maka tujuan umum pendidikan Islam adalah meliputi pembentukan moral yang tinggi dengan cara menanamkan akhlak yang mulia membiasakan mereka berpegang kepada moral yang tinggi dan menghindari hal-hal yang tercela.

Ad. 2. Tujuan Akhir

Menurut Saleh Abd. Aziz dan Abd. Najib (1994 : 26), tujuan akhir pendidikan Islam ialah untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

dalam mengusahakan penghidupan, Sedangkan menurut ZakiahDarajat (1992 : 31), tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah meninggal dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai sebagai akhir dan proses hidup, jelas berisi kegiatan pendidikan. Inilah akhir dari proses pendidikan itu yang dapat dianggap sebagai tujuan akhir pendidikan Islam.

Tujuan akhir dari pendidikan Islam yang dikemukakan di atas, didasarkan pada firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman takwalah kamu kepada Allah sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam". (Q. S. Ali Imran : 102). Dari ini terlihat bahwa, tujuan akhir pendidikan Islam ialah hati dalam keadaan berserah diri kepada Allah dengan mengharap ridha-Nya menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Ad.3. Tujuan Sementara

Tujuan sementara adalah tujuan yang dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang dicanangkan dalam suatu pendidikan formal. Tujuan operasional dalam bentuk tujuan instruksional yang dikembangkan menjadi tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus (TN dan TIK), dapat dianggap tujuan sementara dengan sifat yang ada berbeda (ZakiahDaraiat, 1992 : 31-32). Selanjutnya menurut Langeveld sebagaimana dikutip oleh Muhaimin dkk. (1993 : 158), tujuan sementara adalah tujuan yang mgin dicapai pada fase-fase tertentu dan tujuan umum, seperti anak belajar membaca, dan menulis dan sebagainya.

Rumusan mengenai tujuan sementara pendidikan Islam juga dikemukakan oleh Moh. Fadlil al-Jamaly (1986 : 3) yaitu :

a. Memperkenalkan kepada manusia akan tempatnya di antara makhluk-makhluk dan tanggung jawab perseorangan dalam kehidupan ini.

b. Memperkenalkan kepada manusia akan hubungan sosial dan tanggung jawab dalam satu sistem sosial manusia.

c. Memperkenalkan kepada manusia akan makhluk dan mengajaknya untuk memahami hikmah (rahasia).

Penciptanya dalam penciptaan dan memungkinkan manusia untuk menggunakannya (investement).

d. Memperkenalkan kepada manusia akan pencipta alam an.

Dengan memperhatikan empat macam tujuan sementara di atas, maka terlihat bahwa masing-masing tujuan tersebut terkait satu dengan yang lainnya di mana tujuan pertama sampai tujuan ketiga adalah perantara untuk mencapai tujuan keempat yaitu mengenal Allah SWT dan bertakwa kepada-Nya.

Satu hal yang harus diingat dalam tujuan sementara pendidikan Islam adalah tujuan yang diharapkan tercapai pada masing-masing tingkat dan jenjang pendidikan, Tujuan itu berbeda, sebagai contoh yang bisa dikemukakan adalah Tmgkat TK, MTs, dan MA. Tujuan pendidikan Islam pada Tingkatt TK berbeda dengan tujuan pendidikan Islam pada tingkat SD atau pada tingkat MTs berbeda dengan tingkat MA. Meskipun demikian, polanya sama, yaitu takwa sebagai isi dari insan kamil, sekalipun berbeda pada ranah bobot dan mutunya. Namur, gambaran insan kamil itu harus sudah kelihatan pada pribadi seseorang. Selain itu, perlu dikemukakan bahwa yang termasuk tujuan sementara pendidikan Islam adalah Tujuan Insruksional Umum dan Tujuan Instruksional Khusus (TU dan TIK) atau yang sekarang dikenal dengan istilah Tujuan Pembelajaran Umum dan Tujuan Pembelajaran Khusus. Tujuan Instruksional Umum/TIU atau Tujuan Pembelajaran Umum adalah tujuan yang diarahkan pada penguasaan atau pengalaman suatu bidang studi secara umum atau gars besamya sebagai satu kebulatan. Sedangkan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) atau Tujuan Pembelajaran Khusus adalah tujuan yang diarahkan kepada setiap bidang studi yang harus dikuasai dan diamalkan oleh setiap didik.

Dengan demikian, tujuan sementara pendidikan Islam merupakan perantara atau jalan yang dapat mengantarkan atau menghubungkan kits dengan tujuan selanjutnya.

Ad.4. Tujuan Operasional

Tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu (ZakiahDarajat, 1992 : 32). Selanjutnya, sebagaimana yang telah dikemukakan pada bagian

adalah tujuan yang mempunyai sasaran teknis manajerial yang mencakup enam bagian, yaitu:

a. Tujuan umum. Tujuan umum (tujuan total) ini mengupayakan bentuk manusia kamil, yaitu manusia yang dapat menunjukkan keselarasan dan keharmonisan antara jasmani dan rohani, baik dalam segi kejiwaan dan kehidupan individu maupun untuk kehidupan bersama.

b. Tujuan khusus. Tujuan ini sebagai indikasi tercapainya tujuan umum, yaitu tujuan pendidikan yang disesuaikan dengan keadaan tertentu, baik yang berkaitan dengan cita-cita pembangunan suatu bangsa, tugas dari suatu badan atau lembaga pendidikan, hakekat kemampuan anak didik, seperti memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak untuk bekal dasar persiapan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

c. Tujuan tak lengkap. Tujuan ini berkaitan dengan kepribadian manusia dari sate aspek saja, yang berhubungan dengan mlai- mlai hidup tertentu, misainya kesusilaan, keagamaan, keimanan, kemasyarakatan, pengetahuan dan sebagainya. Masing-masing mendapatkan skala prioritas dalam upaya mengembangkan pendidikan.

d. Tujuan insidental atau seketika. Tujuan ini bersifat mendadak dan bersifat sesaat, misalnya mengadakan shalat jenazah ketika ada orang meninggal.

e. Tujuan sementara. Tujuan yang ingin dicapai pada fase-fase tertentu dari tujuan umum, seperti anak belajar membaca, menulis, dan sebagainya.

f. Tujuan intermediaer. Tujuan yang berkaitan dengan penguasaan suatu pengetahuan dan keterampilan demi tercapainya tujuan sementara, misalnya anak belajar membaca dan menulis, menghitung dan sebagainya.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dipahami bahwa tujuan operasional pendidikan Islam adalah tujuan yang harus dicapai setelah melakukan suatu kegiatan tertentu. Oleh karenanya, bila kits prediksikan sate unit kegiatan pendidikan dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan. dan diperkirakan akan tercapai tujuan tertentu, maka itu disebut tujuan operasional. Dalam pendidikan formal, tujuan operasional ini disebut juga dengan tujuan instruksional yang selanjutnya dikembangkan menjadi Tujuan Instruksional Umum dan Tujuan Instruksional Khusus (TIU dan TIK). Tujuan instruksional ini merupakan tujuan pengajaran yang direncanakan dalam unit-unit kegiatan pengajaran. Komponen-komponen tujuan yang diharapkan tercapai yang dirumuskan dalam bentuk TIK tidak hanya terfokus pada tujuan yang bersifat teoritis yang sasarannya pada pemberian kemampuan teori kepada anak didik semata, tetapi bertujuan praktis yang sasarannya pada pembenan kemampuan praktis pada anak didik. Hal ini akan menyebabkan anak didik setelah menyelesaikan studinya, mereka dapat mengaplikasikan ilmunya secara profesional mengingat kompetensi yang telah dimilikinya telah memadai.

Dari semua rumusan tujuan pendidikan Islam yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam pada intinya terfokus pada terbentuknya kepribadian muslim yang utuh, yang sanggup dan mampu melaksanakan togas dan kewajibannya Berta bertanggung. jawab dalam kehidupannya.

Terbentuknya insan kamil yang sanggup dan mampu secara optimal menjalankan dan mengharmoniskan trilogi hubungan manusia dalam kehidupannya, yaitu hubungan manusia dengan Allah SWT., hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam semesta. Terbentuknya kepribadian manusia yang demikian akan membawa dan menghantarkan manusia kepada pencapaian tujuan hidup manusia yaitu memperoleh kesejahteraan dunia dan kebahagiaan akhirat.