• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis peran pasar trdisional aikmel - etheses UIN Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis peran pasar trdisional aikmel - etheses UIN Mataram"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh Muhammad Ilyas

NIM 170501123

JURUSAN EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

(2)

ii

ANALISIS PERAN PASAR TRADISIONAL AIKMEL

DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PEDAGANG SAYUR ASONGAN DI DESA MAMBEN DAYA KECAMATAN WANASABA

KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai

Gelar Serjana Ekonomi

Oleh

MUHAMMAD ILYAS 170501123

JURUSAN EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

(3)

iii

(4)

iv

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi oleh :Muhammad Ilyas NIM: 170501123 dengan judul “Analisis Peran Pasar Tradisional dalam Meningkatkan Perekonomian Pedagang Sayur Asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji. Disetujui pada tanggal : 21 Juni 2021

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag Muh. Baihaqi S.H.I., M.SI NIP. 196508171997031001 NIP. 197808102006041002

(5)

v

NOTA DINAS PEMBIMBING

Mataram,21 Juni 2021 Hal : Ujian skripsi

Yang terhormat

Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Di Mataram

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi saudara,

Nama Mahasiswa : Muhammad Ilyas

NIM : 170501123

Jurusan Prodi : Ekonomi Syari’ah

Judul :Analisis Peran Pasar Tradisional dalam Meningkatkan Perekonomian Pedagang Sayur Asongan di desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur

Telah memenuhi syarat untuk diujikan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di munaqasyahkan.

Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag Muh. Baihaqi S.H.I., M.SI NIP. 196508171997031001 NIP. 197808102006041002

(6)

vii

(7)

viii MOTTO

Artinya :”Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.1[QS Ibrahim ayat 7]

1 QS. Ibrahim [7], Departemen Agama RI, Al-Quran dan Maknanya, (Bandung: CV Penerbit J-Art, 2004)

(8)

ix

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan skripsi ini untuk kampus ku tercinta, semua guru, dosen Universitas Islam Negeri Mataram”dan juga kepada ayahku Muridin dan Ibuku palah yang tercinta serta kepada semua keluarga besarku dan para sahabat - sahabatku yang saya banggakan”.

(9)

x

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji hanya milik allah SWT, tuhan semesta alam, yang telah memberikan hidayahnnya, sehingga skripsi ini terselesaikan dengan judul skripsi “Analisis Peran Pasar Tradisional Aikmel Dalam Meningkatkan Perekonomian Pedagang Sayur Asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur”. Shalawat serta salam tak lupa pula kita aturkan kepada baginda nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga, sahabat, serta pengikutnya.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa peroses menyelesaikan skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih sebanyak- banyaknya kepada berbagai pihak yang telah membantu, sehingga skripsi ini bisa selesai tepat waktu yaitu kepada:

1. Bapak Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag. Selaku pembimbing I dan Bapak Muh. Baihaqi, S.H.I., M.SI selaku pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan motivasi dan memberikan koreksi dan catatan kepada penulis untuk perbaikan, terus menerus tanpa bosan di tengah kesibukan sehingga skripsi ini dapat dapat selesai.

2. Drs. Ma’ruf, S.H., M. Ag dan Hj. Suharti, S.Ag., M.Ag selaku dosen penguji skripsi yang telah memberikan saran kontruktif bagi penyempurnaan skripsi ini.

3. Bahrur Rosyid MM Selaku Ketua Jurusan di Prodi Ekonomi Syari’ah.

(10)

xi

4. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M. Ag Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

5. Prof. Dr. H. Mutawali, M. Ag selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi fasilitas bagi penulis utuk menuntut ilmu.

6. Kedua orang tua tercinta, Muridin dan palah , keluarga besar dan sahabat, penulis sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas doa, motivasi dan semangat yang tak terhigga, sehingga penulis mamapu menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.

7. Bapak Muh. Baihaqi, M.Si selaku dosen wali yang selalu membimbing, memberi arahan dan motivasi.

8. Bapak ibu pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan berguna bagi penulis.

Semoga bantuan dari semua pihak yang bersangkutan menjadi amal shaleh di sisi Allah SWT. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini, oleh karena itu saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini akan diterima dengan senang hati.

Semoga skripsi ini bisa memberikan manfaat, khususnya bagi penulis sendiri dan pembaca pada umumnya untuk perkembangan pengetahuan.

Martaram, Senin,26 Juli 2021 Penulis

Muhammad Ilyas NIM.170501123

(11)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN LOGO ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

NOTA DINAS PEMBIMBING ... v

PERN YATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vi

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xi

ABSTRAK ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang Masalah ... 1

B.Rumusan Masalah ... 5

C.Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

A.Kerangka teori ... 7

1. Pengertian Peran ... 7

2. Pengertian Pasar ... 9

3. Pasar Tradisional ... 11

4. Peran Pasar Tradisional ... 13

5. Peran Pasar Meningkatkan Perekonomian ... 14

6. Peningkatan Perekonomian ... 15

7. Pedagang Asongan ... 20

B.Telaah Pustaka... 21

C.Kerangka Berfikir ... 25

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A.Metode Penelitian ... 26

(12)

xiii

B.Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 27

C.Waktu dan Tempat Penelitian ... 28

D.Jenis dan Sumber Data ... 28

E. Instrumen Penelitian ... 30

F. Metode Pengumpulan Data ... 31

G.Teknis Analisis Data ... 33

H.Validasi Data ... 35

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 37

A.Hasil Penelitian ... 37

1.Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 37

a. Letak Geografis Pasar Tradisional Aikmel ... 37

b. gambaran umum pasar aikmel ... 38

c. keadaan fisik dan prasarana pasar aikmel ... 39

2.pasar aikmel dan peningkatan perekonomian pedagang sayur asongan ... 40

3.Deskripsi Data informan... 42

4.Peran Pasar Tradisional Dalam Meningkatkan Perekonomian 43 B.Pembahasan ... 60

1.Analisis Peran Pasar Tradisional Aikmel Dalam Meningkatkan Perekonomian ... 60

BAB V PENUTUP ... 71

A.Kesimpulan... 71

B.Saran ... 71 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(13)

xiv

ANALISIS PERAN PASAR TRADISIONAL AIKMEL

DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN PEDAGANG SAYUR ASONGAN DI DESA MAMBEN DAYA KECAMATAN WANASABA

KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Oleh:

Muhammad Ilyas NIM 170501123

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pasar tradisional aikmel dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wansaba Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang di gunakan untuk menggambarkan masalah dan untuk mencari data-data secara langsung di lapangan agar bisa mendapatkan data primer dan skunder.Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, dokumentasi, dan observasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa peran pasar tradisional aikmel dapat meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan, hal ini terbukti dari banyaknya para pedagang sayur asongan yang mengandalkan pasar tradisional Aikmel ini dalam membantu mereka mendapatkan barang dagangan para pedagang sayur asongan, karena di pasar tradisional ini para pedagang sayur asongan membeli barang dagangannya dengan harga yang cukup murah yang kemudian barang yang sudah dibeli akan dijual kembali demi mendapatkan keuntungan yang lumayan sehingga perekonomian para pedagang sayur asongan ini meningkat dari keuntungan yang didapatkan.

Kata Kunci :Pasar Tradisional, Peran Pasar, Pedagang Sayur Asongan

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi antara penjual dan pembeli secara langsung dengan adanya peroses tawar-menawar, bangunannya biasanya terdiri dari kios-kios atau grai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, barang, elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar tradisional harus tetap di jaga keberadaannya sebab iya adalah refresentasi dari ekonomi rakyat, ekonomi kelas bawah, serta tempat bergantung para pedagang sekala kecil menengah. Pasar tumpuan bagi para petani, peternak, atau produsen lainnya selaku pemasok.2

Penciptaan lapangan pekerjaan atau usaha terdapat pula di pasar. Pasar sudah menjadi bagian yang melakat dari kehidupan bermasyarakat. Sebagian orang bahkan mengantungkan pekerjaan sehari-hari dari pasar maka dari itu, keberadaan pasar sangatlah vital bagi masyarakat serta bagi perekonomian dalam kegiatan sehari-hari pasar bisa diartikan sebagai tempat bertemunya

1 Herman Malano, Selamatkan Pasar Tradisional: Potret Ekonomi Rakyat Kecil, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011), hlm. 159.

(15)

penjual dan pembeli namun dalam bidang ekonomi pasar tidak diartikan sebagai tempat, namun lebih menguntamakan pada kegiatan jual beli tersebut.

Tidak hanya itu pasar juga merupakan penunjang peningkatan anggaran pendapatan daerah, sehingga keberadaan pasar dalam lingkungan sangatlah dibutuhkan baik itu pasar tradisional maupun pasar modern.3

Pasar tradisional merupakan pasar yang sangat berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. keberadaan pasar tradisional ini sangat membantu tidak hanya bagi pemerintah daerah ataupun pusat tetapi juga pada masyarakat yang menggantungkan hidupnya dalam kegiatan berdagang, karna didalam pasar tradisional terdapat banyak aktor yang memiliki arti penting dan berusaha untuk mensejahterakan kehidupannya baik itu para pedagang, para pembeli, pekerja panggul dan sebagainya.

Pasar tradisional sangat membantu pedagang sayur asongan yang menggantungkan perekonomiannya dari pasar teradisional dikarenakan para pedagang sayur asongan ini membeli barang jualannya dari pasar tradisional yang nantinya akan, dijual kembali ke perumahan-perumahan warga. Bagi pedagang sayur asongan pasar merupakan tempat mereka mencari nafkah, pasar juga wadah interaksi sosial dan representasi nilai-nilai tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung bangunan pasar

3 Diaul Muhsinat, “Potensi Pasar Tradisional dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat menurut Perspektif Ekonomi Islam“. (Skripsi, FEBI UIN Makasar, Makasar, 2016), hlm.1.

(16)

tradisional biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai los dan dasaran terbuka yang di buka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.

Di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba, keberadaan pedagang sayur asongan ini sangatlah membantu terlebih para pedagang sayur asongan ini langsung datang ke rumah-rumah warga dikarenakan kebanyakan masyarakatnya tidak memiliki waktu untuk pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan pangan mereka sehingga sekarang banyak masyarakat berprofesi menjadi pedagang sayur asongan kebutuhan rumah tangga, pedagang sayur asongan merupakan pedagang yang barang jualannya berbagai jenis sayuran dan tidak sedikit dari mereka juga menjual beberapa kebutuhan pangan lainya seperti ikan, ayam, dan lain sebagainya yang sudah dibeli dari pasar dengan harga yang cukup murah, untuk dijual kembali kerumah-rumah warga guna memenuhi kebutuhan konsumen pedagang sayur asongan ini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Keberadaan pedagang sayur asongan ini membuat masyarakat lebih mudah untuk membeli sayuran kebutuhan pangan masyarakat.

Para pedagang sayur asongan ini membeli barang-barang dagangannya dari pengepul di pasar tradisional sekitar, seperti: pasar tradisonal Aikmel, pasar Paok Motong, para pedagang sayur asongan ini ada juga yang membeli barang daganganya dari distributor atau pengepul-pengepul sayuran, bumbu- bumbu dapur yang akan dijualnya, tentu dengan harga yang lebih murah karna sudah berlanggangan dan juga masih di pihak pertama. Dari aktifitas di pasar ini mampu meningkatkan perekonomian baik perekonomian pedagang

(17)

sayur asongan maupun para distributor atau pengepul. Pedagang sayur asongan ini berkeliling ke rumah-rumah warga dan biasanya sudah memiliki konsumen masing-masing sehingga sudah barang tentu dagangan yang para pedagang bawa habis atau hampir habis sehingga tingkat keuntungannya sudah pasti.

Dalam berjualan para pedagang sayur asongan ini keliling dengan memikul jualannya, keliling di rumah-rumah warga yang sudah menjadi langganannya, ada juga beberapa pedagang yang memakai motor, kemudian mangkal didepan rumah-rumah warga, ada juga masyarakat yang sudah memesan sayuran atau barang tertentu ke pedagang sayur asongan untuk dibawakan besok atau hari yang sudah disepakati.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian terkait peningkatan perekonomian pedagang sayur asongan, karna akhir-akhir ini begitu banyak masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk pergi ke pasar sehingga banyak masyarakat yang tertarik memilih beralih propesi atau memilih profesi menjadi pedagang sayur asongan ini, karna di Desa Mamben Daya ini para pedagang sayur asongan ini begitu banyak masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari di pedagang sayur asonagn ini khususnya pada kebutuhan makan sehari-hari, bahkan ada masyarakat yang berpropesi menjadi pedagang sayur asongan ini berjualan ke kampung- kampung terdekat yang sudah menjadi langganannya, untuk mencari langganannya yang sudah biasa membeli kebutuhan pangan ke pedagang sayur itu sendiri.

(18)

Dari latar belakang ini sebagaimana dikemukakan di atas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat judul permasalahan “Analisis Peran Pasar Tradisional Aikmel Dalam Meningkatkan Prekonomian Pedagang Sayur Asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran pasar tradisional dalam meninngkatkan perekonomian pedagang sayur asongan. ?

C. Tujuan dan Manfaat penelitian 1. Tujuan penelitian

Dari beberapa rumusan masalah diatas yang diajukan oleh peneliti maka tujuan dari penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peran pasar tradisioanal dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan.

2. Manfaat penelitiaan

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

a) Secara teoritis

Hasil penelitian dapat bermanfaat dalam memberikan sumbangan wawasan pemikiran yang berupa teori-teori yang berkenaan tentang analisis peran pasar tradisional dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan.

(19)

b) Secara Praktis

Sedangkan mamfaat penelitian ini secara praktisnya, penelitian ini dapat memberikan atau menambah wawasan, informasi dan pengalaman langsung terkait tentang bagaimana peran pasar meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan. Bagi pedagang asongan itu sendiri maupun masyarakat yang mau berpropesi sebagai pedagang sayur asongan itu sendiri

(20)

7 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kerangka Teori

Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa teori yang men dasarinya, yaitu:

1. Pengertian Peran

Teori peranan (role theory) mengemukakan bahwa peranan adalah sekumpulan tingkah laku yang dihubungkan dengan suatu posisi tertentu.

Peran yang berbeda membuat jenis tingkah laku yang berbeda pula. Tetapi apa yang membuat tingkah laku itu sesuai dalam suatu situasi dan tidak sesuai dalam situasi lain relatif bebas pada seseorang yang menjalankan peranan tersebut.4

Peranan adalah aspek dinamis yang berupa tindakan atau perilaku yang dilaksanakan oleh seseorang yang menempati atau memangku suatu posisi dan melaksanakan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya. Jika seseorang menjalankan peranan tersebut dengan baik, dengan sendirinya akan berharap bahwa apa yang dijalankan sesuai keinginan dari lingkungannya.5

Peranan merupakan dinamisasi dari status ataupun penggunaan dari pihak dan kewajiban atau disebut subyekti f. Peran dimaknai sebagai tugas atau pemberian tugas kepada seseorang atau sekumpulan orang. Peranan memiliki aspek-aspek sebagai berikut:

4 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Rajawali Press, 2002), hlm.

221.

5 Ibid., hlm. 223.

(21)

a. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan masyarakat.

b. Peranan adalah suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.

c. Peranan juga dapat diartikan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dinyatakan bahwa peranan merupakan seperangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Seseorang yang mempunyai kedudukan tertentu dapat dikatakan sebagai pemegang peran. 6 Suatu hak sebenarnya merupakan wewenang untuk berbuat atau tidak berbuat, sedangkan kewajiban adalah beban atau tugas. Peran dalam suatu lembaga berkaitan dengan tugas dan fungsi, yaitu dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh seseorang atau lembaga.

Tugas merupakan seperangkat bidang pekerjaan yang harus dikerjakan dan melekat pada seseorang atau lembaga sesuai dengan fungsi yang dimilikinya. Fungsi berasal dari kata dalam Bahasa Inggris function, yang berarti sesuatu yang mengandung kegunaan atau manfaat. Fungsi suatu lembaga atau institusi formal adalah adanya kekuasaan berupa hak dan tugas yang dimiliki oleh seseorang dalam kedudukannya di dalam organisasi

6Muammar Himawan, Pokok-Pokok Organisasi Modern, (Jakarta: Bina Ilmu, 2004), hlm. 50-51.

(22)

untuk melakukan sesuatu sesuai dengan bidang tugas dan wewenangnya masing-masing. Fungsi lembaga atau institusi disusun sebagai pedoman atau haluan bagi organisasi tersebut dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan organisasi.7

2. Pengertian Pasar

Pasar merupakan suatu mata rantai yang menghubungkan antara produsen dan konsumen, ajang pertemuan antara penjual dan pembeli antara dunia usaha dengan masyarakat konsumen. Menurut Sofyan Assauri menyatakan bahwa pasar adalah merupakan arena pertukaran potensial baik dalam bentuk fisik sebagai tempat berkumpul atau bertemunya para penjual dan pembeli, maupun yang berbentuk fisik yang memungkinkan terlaksananya pertukaran, karena dipenuhi persyaratan pertukaran, yaitu minat dan citra serta daya beli.8

Sedangkan menurut Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia dalam keputusannya menyatakan bahwa pasar adalah tempat bertemunya pihak penjual dan pihak pembeli untuk melaksanakan transaksi dimana proses jual beli terbentuk yang menurut kelas mutu pelayanan dapat digolongkan menjadi pasar tradisional dan pasar modern, dan menurut sifat pendistribusiannya dapat digolongkan menjadi pasar eceran dan pasar perkulakan/grosir.9

7 Muammar Himawan, Pokok-Pokok Organisasi Modern, (Jakarta: Bina Ilmu, 2004), hlm. 51.

8 Windhu Putra, Ekonomi Industri, (Bandung, Alfabeta CV, Oktober 2008), hlm.53

9 Pasal 1 ayat 41 (Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, Nomor 23/MPP/1/1998 tentang Lembaga-Lembaga Usaha Perdagangan)

(23)

Pasar merupakan salah satu tempat ataupun media untuk berjual beli, dimana penjual ingin menukar barang/jasa dengan uang dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang/jasa.10 Sedangkan pengertian pasar secara luas, yakni suatu proses dimana penjual dan pembeli saling berinteraksi untuk menetapkan harga keseimbangan.

Pasar adalah tempat atau keadaan yang mempertemukan antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) untuk setiap jenis barang, jasa, atau sumber daya. Pembeli meliputi konsumen yang membutuhkan barang dan jasa, sedangkan bagi industri membutuhkan tenaga kerja, modal dan barang baku produksi baik untuk memproduksi barang maupun jasa.

Penjual termasuk juga untuk industri menawarkan hasil produk atau jasa yang diminta oleh pembeli. Pekerja menjual tenaga dan keahlianya, pemilik lahan menjual atau menyewakan asetnya, sedangkan pemilik modal menawarkan pembagian keuntungan dari kegiatan bisnis tertentu. Secara umum semua orang akan berperan ganda, yaitu sebagai penjual dan pembeli.11

Dalam pandangan Islam pasar merupakan wahana atau tempat transaksi ekonomi ideal, tetapi memiliki berbagai kelemahan yang cukup memadai percapaian tujuan ekonomi yang Islami. Secara teoritik maupun praktikal pasar memiliki beberapa kelemahan, misalnya mengabaikan distribusi pendapatan dan keadilan, tidak selarasnya antara prioritas individu

10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:

Balai Pustaka, 1998), hlm. 883.

11 Adiwarman Karim, Ekonomi Mikro Islam, Edisi Kelima, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007) hlm. 6

(24)

dengan sosial antara berbagai kebutuhan, adanya kegagalan pasar, ketidak sempurnaan persaingan dan lain-lain.

Islam sangat Menghargai perniagaan yang halal dan baik. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah, QS. An-Nisa/4:29.

ْهَع ًة َراَجِت َنىُكَت ْنَأ َّلَِإ ِلِطاَبْلاِب ْمُكَىْيَب ْمُكَلا َىْمَأ اىُلُكْأَت َلَ اىُىَمآ َهيِذَّلا اَهُّيَأ اَي اًمي ِح َر ْمُكِب َناَك َ َّاللَّ َّنِإ ۚ ْمُكَسُفْوَأ اىُلُتْقَت َلَ َو ۚ ْمُكْىِم ٍضا َزَت .{

QS An- Nisa :(29)}

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu”.12

3. Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.13

12 Departemen Agama RI, Al-Quran dan Maknanya, (Bandung: CV Penerbit J-Art, 2004) hlm. 83.

13 Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Moderen.

(25)

Adapun ciri-ciri pasar tradisional sebagai berikut:

a. Pasar tradisional dimiliki, dibangun dan atau dikelola oleh pemerintah daerah.

b. Adanya sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli.

Tawar menawar ini adalah salah satu budaya yang terbentuk di dalam pasar. Hal ini yang dapat menjalin hubungan sosial antara pedagang dan pembeli yang lebih dekat.

c. Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama Meskipun semua berada pada lokasi yang sama, barang dagangan setiap penjual menjual barang yang berbeda-beda.

Selain itu juga terdapat pengelompokan dagangan sesuai dengan jenis dagangannya, seperti kelompok pedagang ikan, sayur, buah, bumbu dan daging.

d. Sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan lokal.

Barang dagangan yang dijual di pasar tradisional ini adalah hasil bumi yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Meskipun ada beberapa dagangan yang diambil dari hasil bumi dari daerah lain yang berada tidak jauh dari daerah tersebut namun tidak sampai meng impor keluar pulau atau negara.

Dari berbagai ciri-ciri di atas, Pasar Aikmel memenuhi ciri-ciri pasar tradisional yang telah ditentukan oleh menteri perdagangan Indonesia. Lahan dan bangunan Pasar Aikmel dimiliki, dibangun dan dikelola oleh pemerintah daerah Aikmel, Lombok Timur.

(26)

4. Peran Pasar Tradisional

Sejak lama masyarakat Indonesia selalu mencari dan berbelanja kebutuhannya di pasar tradisional, baik itu masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan. Selain menawarkan harga yang lebih murah, berbagai kebutuhan di pasar tradisional masih bisa ditawar. Hal ini sangat cocok dengan karakter masyarakat Indonesia yang pada khususnya masyarakat golongan masyarakat menengah kebawah yang khususnya mencari kebutuhannya dengan harga yang lumayan cukup murah sesuai dengan kondisinya meskipun kadang dengan kualitas yang cukup rendah yang dibandingkan dengan ritel modren seperti supermarket dan mal.14

Adapun beberapa peran pasar bagi perekonomian daerah yaitu sebagai berikut :

a) Pasar sebagai sumber retribusi daerah b) Pasar sebagai tempat pertukaran barang

c) Pasar sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat d) Pasar sebagai pusat perputaran uang daerah

e) Pasar sebagai lapangan pekerjaan

Peran pasar tradisional dapat dikatakan dari waktu ke waktu semakin menurun hingga sekarang. Berkurangnya peran pasar tradisional akan mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah. Karena sebagian masyarakat yang ada di Indonesia tergolong dalam ekonomi menengah ke bawah, jadi diharapkan

14 Herman Malano, Selamatkan Pasar Tradisional, hlm. 61.

(27)

pemerintah lebih serius dalam memerhatikan keberadaan pasar tradisional tersebut, diharapkan juga mampu meningkatkan pembangunan perekonomian yang ada di daerah.15

5. Peran Pasar Meningkatkan Perekonomian

Peran pasar dalam meningkatkan perekonomian karena kegiatan pasar merupakan salah satu jalur perantara dalam penyampain barang dan jasa kepada konsumen atau dengan kata lain pasar adalah wadah untuk segala aktivitas masyarakat itu sendiri. Pasar akan berjalan lancar apabila distribusi barang dan jasa berjalan lancar juga, apabila ada keterlambatan dalam distribusi akan berakibat terhadap tersendaknya keberadan barang dan jasa itu sendiri yang ada di pasar yang kemudian akan dapat mengakibatkan terhambatnya kegiitan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya atau kebutuhhan pokok lainnya. Dalam usaha produksi, kedudukan produsen dan konsumen sama pentingnya yang dimaksud disini adalah ada satu pihak yang menghasilkan, ada juga satu pihak yang membutuhkan jadi sama-sama saling mengunntunngkan satu sama lain untuk menyampaikan barang dan jasa kepada konsumen ada banyak cara yang dilakukan salah satu nya adalah melalui pasar. Karna banyaknya masyarakat yang datang ke pasar untuk membeli berbagai macam kebutuhan rumah tangga terjadinya transaksi yang mengakibatkan pereputaran uang. Oleh karna itu dapat di katakan pasar menjadi penggerak ekonomi rakyat.

15 Made Santana Putra Adiyadnya dan Nyoman Djinar Setiawina, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Analisis Tingkat Efektivitas Dan Daya Saing Program Revitalisasi Pasar Tradisional di Pasar Agung Peninjoan Desa Peguyangan Kangin, Vol. 4 No. 4, Tahun 2015.

(28)

Menurut prof. simon Kuznets, ada beberapa indikator peningkatan perekonomian masyarakat yaitu, terjadi nya pertumbuhhan ekonomi masyarakat dan juga keluarnya berbagai jenis produk baru karna dengan adanya produktifitas masyarakat, terjadinya prubahan struktural masyarakat serta terjadi nya arus barang dan modal yang semakin meningkat.16

6. Peningkatan Perekonomian

Peningkatan perekonomian merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk mendapatkan keterampilan atau kemampuan agar menjadi pribadi yang lebih baik.17 Sedangkan perekonomian yang mempunyai kata dasar ekonomi berasal dari kata oikos dan nomos. Oikos merupakan rumah tangga dan nomos berarti mengatur. Dari dasar ekonomi lalu mendaptkan kata imbuhan per-dan-an sehingga menjadi kata perekonomian yang memiliki pengertian tindakan aturan atau tata cara tetantang mengelola ekonomi rumah tangga dan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam bermasyarakat.18 Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan perekonomian masyarakat adalah cara atau usaha yang dilakukan oleh masyarakat dalam mengatur perekonomian rumah tangga untuk menjadi lebih baik dengan tujuan dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam bermasyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah analisis peran pasar tradisional dalam meningkatan perekonomian masyarakat

16 Suryana, Ekonomi Pembangunan Problematika Dan Pendekatan, (Jakarta, Selemba

Empat, 2000)

17 Moelinio, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 1998) hlm.158.

18 Gunawan Sumodiningrat, Membangun Perekonomian Rakyat, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm. 24.

(29)

pedagang sayur asongan yang ada di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Jadi dengan adanya pasar tradisional ini masyarakat pedagang sayur asongan sangat mengantungkan perekonomian di pasar tradisional tersebut.

7. Pedagang Asongan

Pedagang asongan merupakan salah satu pelaku usaha mikro.

Pedagang asongan adalah pedagang yang menjual barang dagangannya berupa barang-barang yang ringan dan mudah dibawa seperti air mineral, Koran, rokok, permen, tisu, dan lain-lain dan banyak kita jumpai di perempatan jalan, di kota-kota, halte, terminal, di bus, kereta api, stasiun.

Pedagang asongan sebagai salah satu pelaku aktivitas ekonomi di sektor imformal turut menyumbangkan kontribusi besar bagi perekonomian nasional dengan meyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, hal ini sesuai dengan sistem ekonomi islam. Pedagang asongan sistem jual beli barang dagangannya yang terjadi yakni penjualan secara serah terima langsung atau penjualan yang bersifat face to face. Mekanisme penetapan harga yang dibuat oleh pedagang asongan adalah dimana mereka menetapkan berapa modal yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan barang yang akan didagangkan lagi, kemudian menghitung berapa biaya yang dikeluarkan untuk lokasi berjualan.

Namun sesuai dengan perinsip ekonomi, jika harga barang rendah, dan susah maka harga barang itu akan naik, teori ini disebut denngan teori inflasi. Maka penetapan harga oleh pedagang sayur asongan ini sesuai

(30)

dengan kondisi perekonomian masyarakat pada saat itu bila dicermati diberbagai tempat transaksi perdagangan pedagang asongan masih sesuai dengan perinsip ekonomi islam. Maka keberadaan pedagang asongan sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi dimasyarakat.19 B. Telaah pustaka

Berdasarkan studi pustaka yang peneliti lakukan, kajian tentang peningkatan tentang kesejahteraan ekonomi masyarakat memang sudah cukup banyak, tetapi yang membahas tentang upaya peningkatan perekonomian masyarakat khususnya perekonomian pedagang sayur asongan melalui analisis peran pasar tradisional aikmel dalam meningkatan perekonomian pedagang sayur asongan, penulis merasa masiih sedikit.

Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti telah melihat beberapa hasil penelitian buku-buku, dan jurnal terdahulu yang topik pembahasannya sejalan. Jadi pustaka yang diteliti harus memiliki signifikasi dan relevansi dengan fokus penelitian. Dalam hal ini peneliti membaca beberapa hasil penelitian yang sudah diteliti sebelummnya beberapa hasil penelitiannya adalah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Sapari yang berjudul

“Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Keliling di Desa Purwodadi Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya.” Dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan para pedagaang sayur keliling yang ada di desa purwodadi

19 Hadi, N. (2019). “Transaksi Pedagang Asongan Menurut Ekonomi Syariah Tribakti:

Jurnal Pemikiran Kislaman, hlm. 308-323

(31)

berdasarkan analisa yang dilakukan oleh pedagang sayur keliling ini, dapat di lihat dari. Biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha berdagang sayur keliling oleh masing-masing pedagaang berkisar Rp.6.416.543 sedangkann penerimaann yang diperoleh oleh masing- masing pedagang sebesar Rp. 9.510.000 dan pendapatan atau keuntungan yang diterima oleh masing-masing pedagang dalam perbulan berkisar Rp. 3. 062 346, Kelayakan usaha pedagang sayur keliling rata-rata adalah sebesar 1, 48 hal ini berarti pedagang sayur keliling dalam menjalankan usahanya mendapatkan penerimaan sebasar 1, 48 rupiah untuk setiap rupiah yang dikeluarkan ( usaha pedagang sayur keliling sudah laykak karna R/C dari keseluruhan pedagang sama dengan lebih besar dari 1).20

Adapun penelitian yang akan dilakukan oleh Muhammad Sapari sama-sama meneliti tentang pendapatan pedagang sayur keliling, akan tetapi peneliti lebih menekankan pada peran pasar tradisional dalam meningkatkan prekonomian pedagang sayur asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba kabupaten Lombok timur.

2. Penelitian yang di lakukan oleh Nikmmatul Maskuroh yang berjudul“

Peran Pasar Tradisional Dalam Peningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Perspektif Islam.” hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Pasar Payungi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Yosomulyo

20 Muhammad Sapari, “Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Di Desa Purwodadi Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya”, (Skripsi Universitas Teuku Umar Meulaboh-Aceh Barat, 2016)

(32)

Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, Pasar Yosomulyo Pelangi telah berpotensi dalam peningkatan perekonomian masyarakat Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro dari bidang kreatifitas dan keterampilan ekonomi di masyarakat. Salah satunya adalah unit usaha yang dikembangkan, seperti wahana-wahana permainan, spot foto, permainan tradisional dan lain-lain. Artinya Payungi yang memiliki nilai lebih di bidang peningkatan perekonomian khususnya pasar, diharapkan dapat menjadi tolak ukur munculnya pasar-pasar yang lebih berpotensi dalam peningkatan perekonomian masyarakat yang tentunya sesuai dengan ekonomi Islam.21

Adapun dalam penelitian yang dilakukan oleh Nikmatul Maskurah sama-sama meneliti tentang peran pasar tradisional dalam peningkatan perekonomian masyarakat, akan tetapi penelitian ini lebih berfokus pada peningkatan perekonomian masyarakat menurut perspektif Islam sedangkan peneliti lebih berfokus pada peran pasar tradisional dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Lalu Setiawan yang berjudul “ Peran Pasar Tradisional Dalam Meningkatkan Perkembangan Usaha Masyarakat” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah dalam mengakomodasi perkembangan Pasar Tradisional Pasar Cemara di Kelurahan Monjok Timur Kecamatan

21Nikmaatul Maskuroh, “Peran Pasar Tradisional Dalam Peninngkatan Perekonomian Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam” (Studi Kasus Pasar Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro), (Skripsi IAIN Metro, Lampung 2019)

(33)

Selaparang Kota Mataram, serta fungsi Pasar Tradisional dalam meningkatkan perkembangan usaha masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data sesuai dengan poin-poin utama dalam fokus penelitian dan mengkerucut pada isu-isu utama yang akan dijawab dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pasar tradisional dalam meningkatkan perkembangan usaha masyarakat telah berhasil walaupun belum optimal, hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang mengandalkan Pasar Tradisional ini dengan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengeluaran yang minimal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan.

Perhatian pemerintah terhadap manajemen pasar masih perlu ditingkatkan, terutama perluasan ruang parkir kendaraan dan mengurangi keluhan pedagang tentang retribusi pasar harian yang dianggap cukup tinggi.22

Adapun persamaan pada penelitian ini dengan penelitian yang akan saya lakukan sama-sama meneliti tentang peran pasar tradisional dalam meningkatkan perekonomian, adapun yang membedakannya dalam penelitiaan ini memfokuskan pada perekembangan usaha masyarakat sedangkan penelitian yang akan difokuskan peneliti lebih memfokuskan

22Lalu Setiawan, “Peran Pasar Tradisional Dalam Meningkatkan Perkembangan Usaha Masyarakat” (Studi Kasus Di Pasar Cemara Kelurahan Monjok Timur Kecamatan Selaparang Kota Mataram) Skripsi universtas islam negeri Mataram, Mataram, 2019)

(34)

terkait dengan peningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaaba Lombok Timur.

4. Hera wahdania, Potensi Pasar Tradisional Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Pasar Cekkeng di Kab. Bulukumba) penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagiamana potensi pasar tradisional dalam meningkatkan perekonomian masyarakat menurut pespektif ekonomi Islam.Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sosiologis karena peneliti melakukan interaksi lingkungan sesuai dengan unit sosial, Individu, Kelompok, Lembaga atau Masyarakat. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah Survey pustaka, Observasi dan Wawancara. Lalu, teknik pengelolaan dan analisa data dilakukan dengan melalui tiga tahap, yaitu: Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data, dan tahap akhir adalah penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi pasar tradisional Cekkeng berpotensi dalam meningkatkan ekonomi pedagang.

Sedangkan perbedaan yang terdapat dalam penelitian ini lebih berfokus ke bagaiamana peran pasar tradisional dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan.23

23 Hera Wahdaniah “Potensi Pasar Tradisional Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam”, Jurnal, Universitas Muhammadiyah Makasar vol. 3 tahun 2020

(35)

5. Istijabidatul Aliyah Strategi Penguatan Peran Pasar Tradsioanal Sebagai Produk Budaya di Surakarta penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model yang tepat untuk menguatkan peran pasar tradisional dalam memberdayakan masyarakat pedagang kecil di Surakarta. Populasi dalam pennelitian ini adalah semua elemen pemangku kepentingan (stakeholder) yang berkaitan dengan penguatan pasar tradisional dan pemberdayaan masyarakat pedagang kecil. Teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam dan menggunakan metode simak. Data dianalisis mennggunakan teknik analisis model intraktif dan SWOT.

Hasil penelitian mengunggapkan bahwa dalam merumuskan rancangan model menuju pemantapan model Service Quality improvement Model (SQIM) terdapat beberapa catatan yang harus diperhatikan, khususnya berkaitan dengan berkaitan dengan kualitas layanan oleh para pedagang kecil di pasar tradisional. Dalam penelitian yang dilakukan ini memfokuskan pada strategi penguatan peran pasar tradisional sedangkan peneliatian yang saya lakukan ini memfokuskan bagaimana peran pasar tradisional dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan.24

24 Istijabadatul Aliyah, “Strategi Penguatan Peran Pasar Tradisional Sebagai Produk Budaya Di Kota Surakarta,” Jurnal, Universitas Surakarta, Vol. 5 Tahun 2018

(36)

C. Kerangka berfikir

Kerangka berfikir merupakan sintesa tentang variabel yang akan disusun dari berbagai kerangka teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisa secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut, selanjutnya untuk digunakan untuk merumuskan hipotesisnya.25

Dengan adanya pasar tradisional aikmel ini sangat membantu para pedagang sayur asongan yang akan membeli barang daganganya di sana, di pasar tradisional ini juga para pedagang sayur asongan menggantungkan hidup nya dari pasar tradisional tersebut, tanpa adanya pasar tradisonal ini aktivitas dari pedagang sayur asongan ini tidak akan berjalan dengan lancar.

25 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kkualitatif dan R&B,(Bandung:

Alabeta,2013), hlm.60

Peningkatan perekonomian Pasar tradisional

Peran pasar tradisional

Pedagang sayur asongan

(37)

24 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah suatu ilmu mengenai jalan yang harus ditetapkan secara ilmiah bertanggung jawab untuk mencapai pemahaman, dan data yang dicari untuk membangun/memperoleh pemahaman harus melalui syarat ketelitian, yaitu harus dipercaya kebenarannya.26

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Studi Kasus atau case study adalah suatu proses untuk memahami, menelaah, menjelaskan, dan menguji secara komprehensif, intensif dan rinci atau detail, tentang suatu: latar alamiah sesuai konteksnya (natural setting and context), satu orang subyek (one single subject), tempat penyimpanan dokumen (one single depository of document) atau suatu peristiwa tertentu (one particular event) dan sebagainya.27

26 Cholid Narbuko, dan, H. Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), hlm. 3.

27 I Wayan Suwendra, Metodelogi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan

Kebudayaan dan Keagamaan, (Bandung: CV Nilacakra, 2018), hlm 35-36.

(38)

B. Jenis dan pendekatan penelitian 1. Jenis penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (filed research) penelitian lapangan adalah metode untuk menemukan secara sepesifik tentang fenomena yang terjadi.

Fenomena dapat berasal dari dunia nyata (praktik) maupun kesenjangan teori dan research gap. Fenomena tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam merumuskan masalah penelitian dan membuat pertanyaan penelitian.28 Dilihat dari jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari lapangan yang dikumpulkan menggunakan naskah wawancara dan catatan hasil penelitian dilapangan, sehingga tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realita empiris dibalik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas. Penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat gambaran secara sistematik, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

2. Pendekatan penelitian

Pendekatan penelitan yang digunakan adalah penelitian kualitatif.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, bersifat deskriptif, lebih

28 Rully Indrawan dan Poppy Yaniawati, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan campuran, (Bandung: PT Refika Aditama, 2016), hlm.133.

(39)

mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokus, memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabasahan data, rancangan penelitiannya bersifat sementara dan hasil penelitiannya disepakati oleh kedua belah pihak baik peneliti maupun subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan pada kondisi alamiah pada masyarakat yang berperopesi sebagai pedagang sayur asongan tanpa ada rancangan sebelumnya penelitian ini bersifat deskriptif, menjabarkan, Analisis Peran Pasar Tradisional Dalam Meningkatkan Perekonomian Pedagang Sayur Asongan yang ada di Desa Mamben Daya Kecamtan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 23 Februari 2021 karena dalam penelitian ini dilakukan pada tahun 2021 sesuai dengan dikelurkannya surat penelitian oleh pihak kampus. Adapun tempat penelitian ini dilakkukan di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba untuk mengetahui bagaimana peran pasar tradisional aikmel dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan.

D. Jenis Data dan Sumber Data a. Jenis Data

Jenis data dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu : 1) Data Kualitatif

Data kualitataif adalah prosedur penelitian data deskriptif berupa kata-kata atau lisan tentang orang-orang

(40)

perilaku yang dapat diamati oleh akal sehat manusia. Data kualitatif bersumber dari kata-kata, tindakan, sumber data tertulis, foto dan statistik.36 Data kualitatif dalam penelitian ini adalah data dalam bentuk kata-kata yang didapat melaui wawancara mendalam kepada narasumber.

2) Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik, jika disertai dengan gambar, tabel, grafik, atau tampilan lainnya.

Namun didalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis data kualitatif untuk mengetahui bagaimana peran pasar tradisional aikmel dalam meningkatkkan perekonomian pedagang sayur asongan yang ada di Desa Mamben Daya .

b. Sumber Data

Lofland mengatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata atau tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain sebagainnya.29

29 Lexy J Meleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakaryam, 2009). hlm. 157

(41)

Sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sumber dari mana data diperoleh.30 Dalam penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi dua macam, diantaranya :

1) Sumber Data Primer

Data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petugasnya) dari sumber pertamanya.31 Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah para pedagang sayur asongan yang ada di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Lombok Timur.

2) Sumber Data Skunder

Data sekunder adalah data yang tidak dikumpulkan langsung oleh peneliti, didapatkan melaui sumber lain, seperti dokumen atau rekaman.32 Data skunder didapat melalui dokumentasi, yang meliputi data para pedagang asongan dan para pedagang asongan yang ada di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

E. Istrumen penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Salah satu penelitian kualitatif adalah peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpulan data. Instrumen selain manusia (seperti: angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan

30 Suharismi Arikunto, Prosedur Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm 129

31 Sumadi Suryabrata, Metode Penelitian, (Jakarta: Rajawali 2012), hlm. 93.

32 Sekaran U. Research Methods For Business. (United States Of America: Hermitage Publishing Services, 2000), hlm. 57.

(42)

sebagainya) dapat pula digunnakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai instrumen kunci. Oleh karena itu kehadiran peneliti sangat mutlak, karena peneliti harus berintraksi langsung dengan lingkungan baik dengan manusia maupun non manusia yang ada dalam kancah penelitian.

Kehadiran peneliti di lapangan harus dijelaskan apakah kehadirannya di lapangan diketahui atau tidak diketahui oleh subyek penelitian ini berkaitan dengan keterlibatan peneliti, apakah terlibat aktif atau pasif.33 F. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data. Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, peneliti menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data, yaitu : observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka.34

a. Observasi

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan pisikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.35 Aktivitas dan perilaku ini dapat berupa kebiasaan memantau dari segi harga, tempat berdagang, tingkat penjualan barang dagangan yang habis terjual dan yang masih tersisa. Cara bersikap pedagang terhadap sesama pedagang dan pedagang sesama itu konsumen juga dapat menjadi bahan

33 Budur Anufia Dan Thalla Alhamid, “ Resume:Instrumen Pengumpulan Data”, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, 2019. hlm 4.

34 Suharsimi Arikunto, Prosedur..., hlm. 136

35 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 229.

(43)

observasi. Observasi sangat membantu peneliti di dalam memahami kondisi alamiah yang sesungguhnya. Observasi ini dapat digunakan sebagai pelengkap maupun pembanding hasil wawancara.

Observasi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu observasi partisipasi dan observasi non partisipasi Dalam observasi partisipasi, observerasi ikut ambil bagian, yaitu terlibat langsung dalam kegiatan secara aktif dalam objek yang diteliti. Jadi, observer ikut berpartisipasi pada aktivitas yang dilakukan pada objek penelitian. Sedangkan dalam observasi non-partisipasi, observer tidak melibatkan diri secara langsung dalam objek yang diteliti. Jadi, peneliti hanya melakukan pengamatan untuk mendapatkan gambaran tentang objek yang diteliti.

Peneliti pada penelitian ini melakukan observasi nonpartisipasi.

Metode ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui keadaan dan tidak terlibat dalam proses kegiatan yang diteliti. Namun peneliti hanya melakukan pengamatan untuk mendapatkan gambaran tentang objek yang diteliti.

b. Wawancara

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikostruksikan makna dalam suatu data tertentu, dengan wawancara maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam

(44)

menginterpretasikan situasi dan fenomena yang terjadi, di mana hal ini tidak ditemukan melalui observasi.36

Wawancara dapat berupa wawancara terstruktur atau tidak terstruktur dan dapat dilaksanakan dengan bertatap muka, via telpon atau online (komputerisasi). Penelitian ini menggunakan jenis wawancara tidak tersturktur, yaitu wawancara yang pertanyaannya tidak disusun terlebih dahulu atau dengan kata lain sangat tergantung dengan keadaan atau subyek. Narasumber menyampaikan pandangannya yang kemudian dicatat/direkam oleh peneliti. Peneliti dapat mengajukan pertanyaan diluar daftar pertanyaan yang telah dibuat dengan tujuan memperdalam pemahaman atas masalah yang diteliti.37 Adapun informan dalam penelitian ini adalah para pedagang sayur asongan dan keapala pasar tradisional aikmel dan data dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana peran pasar bagi pedagang sayur asongan di desa mamben daya.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah lalu bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang.

Peneliti menggunakan teknik ini untuk mendapatkan data pengusaha- pengusaha baik itu perorangan atau perkelompok. Data tersebut

36Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung: Pustaka Setia, 2008), hlm. 190

37 Ibid, …, hlm. 222-225.

(45)

digunakan untuk melengkapi informasi yang telah didapat sebelumnya melalui proses wawancara dan observasi.38

G. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja, seperti yang disarankan oleh data.39 Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lainnya, sehingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.40 Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, sehingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain dan diri sendiri. Mengingat peneliti menggunakan kualitatif, maka peneliti menggunakan metode analisis, adapun analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Reduksi data

Reduksi data adalah bagian dari analisa data. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data

38Djam’an Satori & Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014),. hlm. 148.

39 Lexy J Moleong, Metodologi penelitian kulitatif…, hlm. 103.

40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 244.

(46)

dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dann diverifikasi.

b. Penyajian data

Setelah direduksi maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan data atau hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

c. Penarikan kesimpulan

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapaat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, akan tetapi mungkin juga tidak, seperti yang telah dikemukakan bahwa rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berekembang setelah dilakukan nya penelitian yang akan dilakukan di lapangan.

H. Validasi data

Validasi data digunakan untuk membuktikan keabsahan data yang digunakan oleh peneliti. Adapun beberapa langkah dari validasi data yang akan peneliti gunakan adalah sebegai berikut:

a. Kekuatan pengamatan

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan keabsahan yang tinggi, maka jalan penting adalah dengan kekuatan ketekunan dalam pengamatan dilapangan. Pengamatan adalah teknik

(47)

pengumpulan data yang dialkuakn dengan semua kemampuan pancaindra. Baik berupa pendengaran, perasaan, dan insting peneliti.41

b. Triangulasi

Triangulasi adalah suatu gabungan atau kombinasi berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari sudut pandang dan perspektif yang berbeda.42 Triangulasi digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber data. Triangulasi sumber data adalah menggali kebenaran informai tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. Misalnya, selain melalui wawancara dan observasi, peneliti bisa menggunakan dokumen tertulis, arsif, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi dan gambar atau foto.

Tentu masing-masing cara itu akan menghasilkan bukti atau data yang berbeda, yang selanjutnya akan memberikan pandangan (insting) yang berbeda pula mengenai fenomena yang diteliti. Untuk memperoleh kredibilitas atas keabsahan data dapat dilakukan dengan jalan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pemeriksaan teman sejawat, dan kecukupan refrensi.43

c. Kecukupan refrensi

Selain menggunakan teknik diatas, peneliti juga menggunakan teknik kecukupan refrensi. Dalam hal ini peneliti mneggunakan

41 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif…, hlm. 254.

42 Ibid,. hlm. 330.

43 Lexi. J Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda Kariya Offaet, 2007), hlm. 175

(48)

dokumetasi buku, jurnal, skripsi, dan catatan-catatan penting yang berkaitan dengan judul yang penulis bahas.

d. Pemeriksaan Teman Sejawat

Teknik ini digunakan untuk menambah wawasan hasil akhir atau hasil sementara yang didapatkan melalui bentuk diskusi rekan-rekan sejawat. Tujuannya adalah untuk mendapatakan pandangan lebih luas dari rekan-rekan yang memiliki kompetensi dibidang hal yang diteliti, baik itu hal pendapat, sanggahan, masukan terhadap apa yang diteliti oleh peneliti terkait analisis peran pasar tradisional aikmel dalam meningkatkan perekonomian pedagang sayur asongan yang ada di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

(49)

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Letak Geografis Pasar Tradisional Aikmel

Pasar tradisional Aikmel terletak di samping pertokoan aikmel dan sebelum polsek aikmel dan rumah warga, Puskesmas Aikmel Jln Raya Labuan Lombok, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu tempat jual beli berbagai macam kebutuhan elektronik dan kebutuhan alat pertanian dan lain sebagainya, karena pasar tradisional ini terletak di pinggir Jln. Raya Lombok sehingga banyak pertokoan yang di dirikan di sekitar pasar tradisional ini, adapun batas-batasnya sebagai berikut:

Sebelah Utara :Pertokoan Aikmel

Sebelah Selatan :Kapolsek Aikmel, Puskesmas Aikmel Sebelah Barat :Pertokoan Aikmel

Sebelah Timur :Rumah Warga

Dilihat dari batas-batas tersebut dapat disimpulkan bahwa lokasi pasar tradisional Aikmel ini terletak cukup strategis karena tidak terlalu jauh dari perumahan-peerumahan warga terlebih pada masyarakat yang ada di Aikmel itu sendiri dan masyarakat sekitar nya. Dari letak nya yang strategis akan memudahkan masyarakat yang membeli kebutuhan hidup nya sehari-hari dan bagi para pedagang sayur yang membeli barang

(50)

dagangannya di pasar tradisional Aikmel ini yang akan dijual kembali demi mendapatkan keuntungan yang lebih.

b. Gambaran Umum Pasar Tradisional Aikmel

Pasar tradisional Aikmel merupakan salah satu pasar yang terletak di Kecamatan Aikmel Lombok Timur. Pasar tradisional ini dengan pedagang tetap 905 orang pedagang dengan fasilitas berupa 6 unit los pasar serta 118 unnit toko, menjual berbagai macam produk kebutuhan pokok, pangan, dan sembako seperti beras, ikan, pakain, perlatan rumah tangga, ayam, daging, sayur mayur, buah-buahan, jajanan tradisional, telur, ayam dan lain sebagainya, dan masih banyak lagi kebutuhan sehari-hari lainnya. Kelebihan yang dimiliki di pasar tradisional Aikmel ini adalah produk yang dijualnya dengan harga yang merakyat, sehingga harga nya bisa dikatakan lumayan murah bagi rakyat yang sering berbelanja di pasar tradisional Aikmel ini. Ilustrasi foto pasar Aikmel di bawah ini.

(51)

Pasar tradisional Aikmel merupakan pasar tradisional dengan status bisa dikatakan masuk kedalam tipe A, karena dilihat dari luas pasar tradisional Aikmel ini dengan luas 5.000 meter persegi, jumlah pedagang yang ada di pasar tradisional Aikmel mencapai 905 pedagang , sebagaimana dalam undang undang Mentri Perdagangan Reublik Indonesia sebagaimna dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan pasar rakyat dengan oprasional pasar harian jumlah kapasitas pedagang paling sedikit 400 orang dan luas lahan paling sedikit 5000 meter persegi. pasar ini beralamatkan di Jln. Raya Labuhan Lombok, Kelurahan Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat dengan Kode pos 83653 berdiri dan beraktifitas setiap hari. Kepala pasar tradisional Aikmel mengatakan potensi ekonomi meningkatkan perekonomian masyrakat di pasar ini cukup tinggi di lihat dari perputaran uang perharinya bisa mencapai Rp. 1 miliar hingga Rp. 2 miliar perharinya di lihat dari pengunjunng pasar tradisional aikmel ini yang setiap harinnya mengalami peningkatan pengunjungnya adalah penduduk desa Aikmel dan ada juga dari desa lain di sekitaran pasar Aikmel tersbut.

Dengan berdirinya pasar tradisional Aikmel ini, masyarakat sangat terbantu terlebih-lebih pasar tradisonal ini memiliki letak yang cukup strategis dan memberikan harga yang murah dan produk yang dijualnya lebih bervariasi sehingga masyarakat lebih mudah untuk mencari bahan pokok kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan

Referensi

Dokumen terkait

Sebagian besar responden, yaitu 29 orang, memilih pasar modern jika waktu yang tersedia untuk berbelanja sangat terbatas dengan alasan tata letak barang lebih mudah

d. Faktor pendapat keluarga yang menyarankan siswa berbelanja di tempat yang membuat siswa merasa nyaman juga mempengaruhi perilaku siswa SMA Negeri 8 Kota Jambi dan

Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah sebuah proses interaksi dua arah yaitu antara guru dengan siswa, akan tetapi hubungan aktif itu tidak akan brmakna apabila tidak mempunyai

Planetarium Planetarium adalah sarana yang dijadikan sebagai tempat pembelajaran terkait dengan dunia astronomi luar angkasa yang didalamnya terdapat miniatur, pertunjukan serta

Berdasarkan hasil data yang diperoleh pada pelaksanaan siklus III menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran sangat memotivasi siswa didalam memahami suatu

Para pelaku usaha tersebut baru menyadari bahwa informasi apapun terkait dengan produk bisnisnya sangat berharga ketika sudah ada pesaing, selama ini mereka merasa tidak ada masalah

Oleh karena itu, media dakwah ini dapat berupa material barang, orang, tempat, kondisi tertentu dan lain sebagainya.11 Model dakwah yang digunakan di daerah desa wisata kembang kuning

Dari penelitian yang dilakukan oleh Lia Maharani dalam karya ilmiah/ skripsi dengan judul “ Pengaruh Persepsi Dosen tentang Perbankan Syariah Terhadap Minat Menabung di bank Syariah.”