BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada 18 Mei 2021beberapa mahasiswa mengungkapkan bahwa mahasiswa profesi ners tidak dapat melakukan praktik langsung sehingga yang dirasakan hanya mengulang teori yang didapat saat pembelajaran di tahap akademik. Selain itu, mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring karena kondisi jaringan yang hilang timbul, kuota internet yang terbatas, gadget yang tidak mendukung, listrik padam yang berdampak pada jaringan yang tidak stabil selain itu mahasiswaProfesi Ners yang seharusnya praktik di rumah sakit tetapi karena adanya pandemi COVID-19 mengharuskan untuk melakukan pembelajaran daring. Pembelajaran secara daring juga mengakibatkan rasa bosan dan jenuh karena tidak bisa berinteraksi langsung dengan teman-teman dan para dosen.
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang diteliti oleh Aan Widiyono menunjukkan bahwa perkuliahan daringkurang optimal dari segi pemahaman materi karena banyaknya tugas (Aan Widiyono, 2020).
Mahasiswa Profesi Ners memiliki Capaian Kompetensi pembelajaran menurut koordinator profesi ners STIKes Dharma Husada Bandung adalah tercapainya kompetensi melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja. Evaluasi kompetensi ini
didapatkan melalui ujian yang disebut dengan Ujian Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Yang memiliki capaian 100% adalah praktik lapangan menjadi kesulitan dalam memenuhi capaiannya.
Tahap profesi ini merupakan tahap pendidikan yang sepenuhnya dilaksanakan di lapangan atau lahan praktik seperti rumah sakit, puskesmas,klinik bersalin, panti wherda, dan keluarga serta masyarakat atau komunitas. Disiplin akademik lebih menekankan pada pengetahuan dan pada teori yang bersifat deskriptif,sedangkan disiplin profesional diarahkan pada tujuan praktis,sehingga menghasilkan teori preskriptif dan deskriptif. Disiplin profesi hanya akan didapat di lingkungan klinis atau lahan praktik karena lingkungan klinis merupakan lingkungan multiguna yang dinamik sebagai tempat pencapaian berbagai kompetensi praktik klinis dalam kurikulum profesional oleh mahasiswa (Reilly. 2017)
STIKes Dharma Husada Bandung telah menerapkan perkuliahan daring sejak tanggal 16 Maret tahun 2020, sesuai dengan edaran ketua STIKes kepada seluruh civitas akademika STIKes Dharma Husada Bandung tentang pengalihan kegiatan belajar mengajar dengan pembelajaran daring. Hal tersebut mengacu pada surat keputusan bersama 4 Menteri Nomor 01/KB/2020 tanggal 15 juni 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang menyepakati bahwa proses pembelajaran khususnya di jenjang pendidikan tinggi semester gasal tahun akademik 2020/2021 di semua zona wajib diselenggarakan secara daring untuk mata kuliah teori. Sementara, kegiatan praktikum dan penelitian
di laboratorium bila memungkinkan diselenggarakan secara daring atau waktunya ditunda di bagian akhir semester atau semester berikutnya dengan tetap memenuhi protokol kesehatan dan keselamatan peserta.
Berkaitan dengan adanya wabah COVID-19 pada awal tahun 2020, pemerintah kemudian mengeluarkan himbauan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah. Hal ini dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus dan menjaga keamanan serta keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, Dengan adanya himbauan tersebut maka proses pembelajaran dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi dan media internet. (Hodges, 2020).
Pembelajaran daring memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik dosen maupun mahasiswa. Bagi mahasiswa, pembelajaran daring muncul sebagaialah satu metode alternatif belajar yang tidak mengharuskan mereka hadir di kelas atau di dalam ruang khusus. Pembelajaran daring ini juga membentuk kemandirian belajar dan juga mendorong interaksi antar mahasiswa (Hodges, 2020).
Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan akses bagi peserta didik untuk memperoleh pembelajaran yang lebih baik dan bermutu. Sebab, dengan pembelajaran daring akan memberikan kesempatan peserta didik untuk dapat mengikuti pembelajaran atau mata kuliah tertentu dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka secara langsung (Veletsianos, 2020).
Metode pembelajaran daring pada dasarnya tidak menuntut mahasiswa untuk hadir di dalam ruangan yang sama (kelas), mahasiswa dapat mengakses pembelajaran
melalui media internet. Pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan penerapan dari pendidikan jarak jauh secara online (Veletsianos, 2020).
Metode pembelajaran daring adalah metode pengajaran yang menggunakan jaringan untuk berkomunikasi, membaca, dan menulis yang dilakukan pada waktu yang sama namun tidak dalam ruang yang sama dengan menggunakan berbagai teknologi dan multimedia (komputer, vidio, audio, smartphone dan lain sebagainya)(Hodges, 2020). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melihat persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring khususnya pada mahasiswa profesi ners yang sebagian besar meningkatkan skill dalam memiliki kendala dalam melaksanakan pembelajaran ini karena keterbatasan pemahaman dan kelatihan skill dilapangan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang diteliti secara kualitatif tentang bagimana “Persepsi mahasiswa profesi ners angkatan 2020-2021 terhadap pembelajaran daring di STIKes Dharma Husada Bandung”.
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk menggalimengenai “Persepsi mahasiswa profesi ners mengenai pembelajaran daring di STIKes Dharma Husada Bandung”.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui persepsi mahasiswa Profesi Ners Tahun 2020-2021 tetang Faktor Pendukung pembelajaran dengan metode daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
b. Untuk mengetahui persepsi Faktor Penghambat terhadap pembelajaran dengan metode daring pada mahasiswa profesi ners 2020-2021 di STIKes Dharma Husada Bandung.
D. Manfaat Penelitian
Diharapkan dari hasil penelitian bisa bermanfaat antara lain:
a. Secara Teoritis
Diharapkan dapat memberikan masukan bagi kita semua tentang penggunaan metode daring sebagai media pendukung sistem pembelajaran konvensional yang terbatas dengan waktu dan tempat. Dan diharapkan dapat memberikan informasi bagi kita untuk mengoptimalisasikan kemampuan dan fasilitas yang kita miliki dengan sebaik-baiknya.
b. Secara Praktis 1) Bagi Mahasiswa
Adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung
2) Bagi Pengajar
Sebagai bahan masukan supaya ada peningkatan kemampuan dan pengetahuan pengajar, Metode Pembelajaran Daring melalui merupakan salah satu proses pembelajaran yang efektif selama masa New Normal.
3) Bagi Institusi
Memberi dampak positif pada keaktifan belajar melalui metode Daring selama masa New Normal.
4) Bagi Peneliti Selanjutnya
Menambah pengetahuan dan wawasan peneliti pada penerapan metode Daring disaat masa New Normal ini.
E. Ruang Lingkup Penelitian a. Ruang lingkup waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan April-September tahun 2021 b. Ruang lingkup tempat
Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Dharma Husada Bandung dan pada saat wawancara dilaksanakan di kediaman masing-masing.
c. Ruang lingkup materi
Fokus dari penelitian ini adalah persepsi mahasiswa profesi ners terhadap pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Informan
dalam penelitian ini adalah mahasiswa Profesi Ners STIKes Dharma Husada Bandung.