Margaretha Leon, Farah
Mengelola Keuangan Pribadi/Farah Margaretha Leon
—Jakarta: Salemba Empat, 2018 1 jil., 244 hlm., 15 × 23 cm ISBN: 978-979-061-783-4
1. Manajemen/Profesional 2. Manajemen Keuangan
I. Judul II. Farah Margaretha Leon
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk tidak terbatas pada memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit.
UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerjemahan dan pengadaptasian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerbitan, penggandaan dalam segala bentuknya, dan pendistribusian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada poin kedua di atas yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).
Mengelola Keuangan Pribadi
Farah Margaretha Leon
Manajer Penerbitan dan Produksi: Novietha Indra Sallama Supervisor Editor: Dedy A. Halim
Copy Editor: Anita Nur Hanifah Tata Letak: Dedy Juni Asmara
Desain Sampul: Ferdy Firnaldy, Asyfa Ainur Khasanah Hak Cipta © 2018 Penerbit Salemba Empat Jln. Raya Lenteng Agung No. 101 Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610 Telp. : (021) 781 8616 Faks. : (021) 781 8486
Website : http://www.penerbitsalemba.com E-mail : [email protected]
529.1.01
©penerbit salemba
TENTANG PENULIS
Farah Margaretha Leon adalah dosen tetap yang mengasuh mata kuliah Manajemen Keuangan, Metodologi Penelitian, dan Statistik di Universitas Trisakti sejak tahun 1986. Penulis memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen dari Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti pada tahun 1986. Beliau memperoleh gelar Magister dalam bidang ekonomi pada Program Studi Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990, serta gelar Doktor dari Faculty of Business and Accountancy University of Malaya Kuala Lumpur pada tahun 2006 dalam bidang manajemen keuangan. Farah Margaretha dikukuhkan sebagai guru besar (Profesor) dalam bidang ilmu manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti pada tahun 2009. Sampai saat ini beliau masih aktif mengajar untuk program S-1, S-2, dan S-3 baik di Universitas Trisakti maupun universitas lainnya;
memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM); serta melakukan penelitian di bidang Financial Management, Corporate Finance, Personal Finance, dan Capital Market & Investment. Farah Margaretha juga aktif menulis di jurnal nasional maupun internasional. Saat ini beliau telah menulis lebih dari 6 buku di bidang manajemen keuangan.
iv MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
©penerbit © salemba
PRAKATA
Keuangan pribadi (personal finance) adalah cabang ilmu keuangan yang berhubungan dengan manajemen keuangan pribadi dan keuangan keluarga yang berbeda dengan keuangan perusahaan (corporate finance) yang mempelajari tentang manajemen keuangan perusahaan. Keuangan pribadi sangat bermanfaat dalam membekali individu menjadi wiraswasta ataupun memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.
Buku ini dibuat agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang “melek”
keuangan. Literasi atau pengetahuan keuangan terkait dengan kemampuan seseorang untuk memahami bagaimana uang bekerja. Hal ini mencakup bagaimana seseorang memperoleh, mengelola uang, dan bagaimana ia menginvestasikannya agar uang tersebut menjadi lebih banyak. Pada akhir buku ini disajikan kuis singkat untuk mengukur seberapa Anda memahami literasi keuangan.
Selanjutnya, buku ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan semoga buku kecil ini dapat membuat pembaca “melek” keuangan.
Jakarta, Maret 2018 Farah Margaretha Leon
vi MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
©penerbit © salemba
DAFTAR ISI
Tentang Penulis... iii
Prakata ... ... v
Daftar Isi ... vii
BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN ... 1
BAB 1 DASAR-DASAR PERENCANAAN KEUANGAN ... 3
Manfaat Perencanaan Keuangan ... 4
Membuat Keputusan Keuangan Sendiri ... 5
Menilai Saran dari Penasihat Keuangan ... 5
Menjadi Penasihat Keuangan ... 6
Proses Perencanaan Finansial ... 6
Tahap 1. Mempertimbangkan Posisi Keuangan Saat Ini ... 7
Tahap 2. Menetapkan Tujuan Keuangan ... 11
Tahap 3. Mengidentifikasi dan Mengevaluasi Rencana Alternatif untuk Mencapai Tujuan Keuangan... 13
Tahap 4. Mengevaluasi Alternatif dengan Mempertimbangkan Risiko dan Nilai Waktu dari Uang ... 13
Tahap 5. Evaluasi Rencana Keuangan ... 17
Tahap 6. Memperbaiki Rencana Keuangan ... 18
BAB 2 LAPORAN KEUANGAN PRIBADI ... 21
Laporan Arus Kas Pribadi ... 22
Arus Kas Masuk ... 22
Arus Kas Keluar ... 22
Membuat Laporan Arus Kas Pribadi ... 23
viii MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Arus Kas ... 25
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Arus Kas Masuk ... 25
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Arus Kas Keluar ... 26
Membuat Anggaran ... 27
Mengantisipasi Kekurangan Kas ... 28
Menilai Akurasi dari Anggaran ... 29
Perkiraan Arus Kas Bersih Selama Beberapa Bulan ... 30
Membuat Anggaran Tahunan ... 31
Ketergantungan Keuangan yang Berlebihan ... 32
Neraca Pribadi ... 33
Aset ... 33
Utang ... 35
Kekayaan Bersih ... 35
Membuat Neraca Pribadi ... 36
Perubahan Neraca Pribadi ... 37
Analisis Neraca Pribadi ... 39
Likuiditas ... 39
Tingkat Utang ... 40
Tingkat Tabungan ... 41
Menyesuaikan Penganggaran dengan Rencana Keuangan .... 41
Laporan Laba Rugi ... 42
Analisis Rasio ... 44
BAB 3 NILAI WAKTU DARI UANG ... 51
Pentingnya Nilai Waktu dari Uang ... 52
Perhitungan Bunga Sederhana ... 54
Nilai Masa Depan ... 55
Nilai Masa Depan Anuitas ... 55
Nilai Sekarang ... 57
Nilai Sekarang Anuitas ... 58
Bunga Majemuk ... 60
BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN ... 63
BAB 4 JASA KEUANGAN... 65
Jenis Lembaga Keuangan ... 66
Lembaga Keuangan (Bank)... 66
©penerbit
© salemba
Lembaga Keuangan Nonbank (Nondepositori) ... 67
Layanan Perbankan yang Ditawarkan Lembaga Keuangan .. 68
Pembiayaan Kartu Kredit ... 69
Kartu Debit ... 69
Kotak Penyimpanan ... 69
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ... 69
Suku Bunga Deposito dan Pinjaman ... 70
Suku Bunga Kredit ... 70
Perubahan Suku Bunga ... 71
Memilih Lembaga Keuangan ... 71
Mengevaluasi Rencana Tabungan ... 73
Tingkat Pengembalian ... 73
Bunga Majemuk ... 73
Memperhitungkan Rencana Keuangan Persentase Tingkat Bunga Tahunan Efektif (Effective Annual Rate—EAR) ... 74
Inflasi ... 74
Pajak ... 75
Likuiditas ... 75
BAB 5 MENGELOLA KARTU KREDIT ... 77
Kartu Kredit ... 78
Kelebihan Kartu Kredit ... 78
Kekurangan Kartu Kredit ... 79
Pengajuan Kartu Kredit ... 79
Jenis-Jenis Kartu Kredit ... 80
Batas Kredit ... 83
Overdraft Protection ... 83
Biaya Tahunan ... 83
Insentif untuk Penggunaan Kartu ... 84
Grace Period ... 84
Penarikan Kas ... 84
Pendanaan ... 85
Dampak dari Suku Bunga terhadap Pembayaran Kredit ... 88
Dampak dari Periode Pendanaan terhadap Pembayaran Kredit ... 88
Laporan Kartu Kredit ... 89
Membandingkan Kartu Kredit ... 91
Saran dalam Menggunakan Kartu Kredit ... 93
x MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
Gunakan Kartu Kredit Hanya Jika Anda Mampu
Melunasi Tagihan ... 93
Berlakukan Limit Kredit yang Ketat ... 94
Kurangi Limit Kredit ketika Kondisi Ekonomi Melemah ... 95
Bayar Kartu Kredit Sebelum Menginvestasikan Uang ... 95
Lunasi Utang Kartu Kredit Sebelum Utang Lain ... 97
Hindari Jasa Perbaikan Kredit ... 97
Solusi Perbaikan Kredit ... 97
Memilih Kartu Kredit ... 99
BAB 6 PINJAMAN PRIBADI ... 103
Pinjaman ... 104
Pembayaran Tunggal atau Pembayaran Angsuran... 105
Pinjaman Bunga Tetap atau Variabel ... 105
Sumber Pinjaman ... 106
Mengelola Pinjaman (Kredit)... 107
Beban Keuangan ... 108
Tingkat Bunga Nominal dan Tingkat Bunga Efektif ... 109
Angsuran Pinjaman ... 111
Mengukur Kapasitas Kredit ... 112
Pembayaran Utang terhadap Rasio Pendapatan ... 112
Rasio Utang terhadap Ekuitas ... 112
Standar Kredit ... 113
Mengajukan Permohonan Kredit ... 114
BAB 7 PEMBELIAN DAN PENDANAAN PROPERTI ... 119
Memilih Rumah ... 120
Rumah Tinggal Biasa ... 120
Townhouse ... 121
Kondominium dan Apartemen ... 121
Pertimbangan Harga ... 122
Kemampuan Membayar Uang Muka ... 122
Kemampuan Membayar Cicilan Per Bulan ... 122
Menyewa versus Membeli Rumah ... 124
Keuntungan Menyewa Rumah ... 124
Kerugian Menyewa Rumah ... 125
Keuntungan Memiliki Rumah ... 126
Kerugian Memiliki Rumah ... 127
©penerbit
© salemba
Keuangan Pembelian Rumah ... 127
Menyewa vs Membeli Rumah ... 127
Perhitungan Bunga Kredit ... 128
BAGIAN III PENGELOLAAN INVESTASI ... 131
BAB 8 DASAR-DASAR INVESTASI ... 133
Prinsip Investasi ... 134
Menghitung Imbal Hasil atas Investasi ... 135
Komponen Faktor Risiko ... 136
Risiko inflasi ... 136
Risiko Suku Bunga ... 136
Risiko Kegagalan Usaha ... 138
Risiko Pasar ... 138
Risiko Investasi Global ... 139
Mengukur Risiko ... 139
Trade-Off Antara Imbal Hasil dan Risiko ... 140
Return-Risk pada Saham ... 141
Return-Risk pada Obligasi ... 142
Return-Risk pada Reksa Dana ... 142
Return-Risk Investasi pada Real Estat ... 143
Pertimbangan Dalam Berinvestasi ... 143
Pendapatan Investasi ... 143
Pertumbuhan Investasi ... 144
Likuiditas Investasi ... 144
Instrumen Investasi ... 145
Saham ... 145
Obligasi ... 146
Reksa Dana ... 147
Properti ... 148
Risiko Investasi ... 150
Pasar Modal Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX) .... 154
BAB 9 INVESTASI DALAM SAHAM ... 157
Alasan Perusahaan Menerbitkan Saham Biasa ... 158
Dividen Bukan Merupakan Kewajiban ... 158
Hak Suara dan Mengontrol Perusahaan ... 159
xii MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
Alasan Investor Membeli Saham Biasa ... 159
Mata Uang Berapresiasi terhadap Nilai Saham ... 160
Pendapatan dari Dividen ... 160
Prosedur Pembayaran Dividen ... 161
Pemecahan Saham Oleh Perusahaan ... 163
Saham Biasa Versus Saham Preferen ... 164
Metode Memilih Saham ... 165
Analisis Fundamental ... 165
Analisis Teknikal: “Trend is Your Friend” ... 168
Keuntungan Investasi Saham ... 170
Risiko Investasi Saham ... 170
BAB 10 INVESTASI DALAM OBLIGASI ... 173
Pengertian Obligasi ... 174
Obligasi Berdasarkan Cara Pengalihannya ... 174
Obligasi Berdasarkan Cara Penetapan dan Pembayaran Bunga dan Pokok Pinjaman ... 175
Obligasi Berdasarkan Jangka Waktu ... 175
Obligasi Berdasarkan Jaminan yang Diberikan atau Hak Klaim ... 175
Obligasi Berdasarkan Konvertibilitas ... 176
Obligasi Berdasarkan Cara Pelunasannya ... 176
Obligasi Berdasarkan Pihak yang Menerbitkannya ... 176
Obligasi Syariah ... 177
Obligasi Ritel Indonesia (ORI) ... 177
Risiko Investasi pada ORI ... 178
Perhitungan Obligasi ... 178
Durasi dan Sensitivitas Obligasi ... 181
Strategi dalam Berinvestasi Obligasi ... 184
Keuntungan Berinvestasi Obligasi ... 184
Risiko Berinvestasi Obligasi ... 185
Peringkat Obligasi ... 186
BAB 11 INVESTASI DALAM REKSA DANA ... 189
Alasan Memilih Reksa Dana ... 190
Bentuk Reksa Dana ... 192
Sifat Reksa Dana ... 192
©penerbit
© salemba
Jenis Reksa Dana ... 193
Kinerja Reksa Dana ... 196
Manfaat Investasi di Reksa Dana ... 196
Risiko Berinvestasi di Reksa Dana ... 197
Lampiran 1 Kuis Singkat Literasi Keuangan ... L-1
Lampiran 2 Lembar Penagihan Kartu Kredit ... L-15
Lampiran 3 Surat Pemberitahuan tentang Dividen Kas ... L-17
Lampiran 4 Laporan Konsolidasi Portofolio Investasi ... L-19
Lampiran 5 Konfirmasi Kepemilikan Surat Utang Negara ... L-23
Lampiran 6 E-Statement Kepemilikan Reksa Dana ... L-25
Daftar Pustaka ... D-1
Indeks ... ... I-1
xiv MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
© salemba
MERENCANAKAN
KEUANGAN
BAGIAN I
2 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
©penerbit © salemba
B
ayangkan jika tahun depan Anda akan berlibur. Anda memiliki banyak pilihan untuk membuat perencanaan keuangan. Seberapa besar anggaran liburan Anda dan bagaimana Anda akan mengalokasikannya? Semakin banyak uang yang Anda simpan saat ini, semakin Anda ingin menghabiskan masa liburan Anda.Sekarang, bayangkan jika Anda sedang merencanakan keuangan Anda di masa yang akan datang. Anda memiliki banyak pilihan untuk membuatnya. Jenis rumah seperti apa yang akan Anda beli? Berapa besar anggaran yang harus Anda alokasikan untuk
BAB 1
> TUJUAN BAB:
1. Menjelaskan bagaimana Anda mendapatkan keuntungan dari perencanaan keuangan pribadi.
2. Menganalisis proses pengambilan keputusan keuangan pribadi.
3. Mengembangkan tujuan keuangan.
DASAR-DASAR PERENCANAAN KEUANGAN
https://www.pexels.com/photo/pencil-on-white-smartcase-near-eyeglasses-163185/
4 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
Manfaat Perencanaan Keuangan
Perencanaan keuangan pribadi (disebut juga sebagai personal finance) adalah proses perencanaan pengeluaran, pembiayaan, dan investasi untuk mengoptimalkan situasi keuangan. Rencana keuangan pribadi menentukan tujuan keuangan serta menggambarkan pengeluaran, pembiayaan, dan rencana investasi yang diharapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Banyak orang tidak mengelola keuangan mereka dengan baik. Akibatnya, mereka cenderung menggunakan kredit dan memiliki banyak utang. Pertimbangkan data statistik berikut ini (Madura, 2014):
t -FCJIEBSJKVUBPSBOHEJ"NFSJLBNFOHBMBNJLFCBOHLSVUBOQBEBUBIVO 2008.
t 5JOHLBU UBCVOHBO IBOZB TFLJUBS EBSJ QFOEBQBUBO ZBOH EJQFSPMFI (seperti investasi, termasuk rekening pensiun yang tidak dimasukkan sebagai tabungan).
t 4FLJUBSPSBOHZBOHCFLFSKBQFOVIXBLUV full-time) tidak menabung untuk masa pensiun. Mereka biasa menyimpan uang hanya dalam jumlah yang relatif sedikit.
Kekurangan dari menabung, khususnya problematika yang memberikan dampak pada peningkatan biaya kesehatan dan keperluan lainnya, adalah Anda akan memiliki sejumlah opsi berdasarkan pilihan dari deposit bank, kartu kredit, pinjaman, kebijakan asuransi, investasi, atau rencana pensiun.
Dengan memahami keuangan, Anda akan dapat membuat keputusan dalam meningkatkan situasi keuangan.
makanan dan utilitas? Berapa besar anggaran Anda untuk membeli pakaian? Haruskah Anda menghabiskan semua uang Anda untuk mendapatkan hal-hal tersebut, atau haruskah Anda menggunakan sebagian uang untuk peluang investasi? Apakah Anda harus membeli mobil baru? Apakah Anda harus membeli rumah? Kapan Anda akan pensiun? Apakah Anda ingin meninggalkan harta warisan untuk ahli waris Anda? Semua keputusan memerlukan perencanaan keuangan yang jelas.
Kondisi di mana terdapat beberapa jaminan, perencanaan keuangan yang menyeluruh, manajemen keuangan yang dilakukan secara hati-hati, dan belanja yang cermat, dapat membantu Anda mencapai tujuan keuangan Anda. Proses perencanaan keuangan pribadi (personal finance) memungkinkan Anda untuk memahami rencana keuangan serta mengembangkan rencana keuangan pribadi. Tujuan dasar dari perencanaan keuangan adalah untuk melakukan yang terbaik dalam penggunaan sumber daya yang Anda miliki untuk mencapai tujuan keuangan yang Anda harapkan. Semakin cepat Anda mengembangkan tujuan dan rencana keuangan, maka akan semakin mudah untuk mencapai tujuan yang Anda harapkan.
©penerbit
© salemba
4FCFSBQB CBOZBL ZBOH "OEB LFUBIVJ UFOUBOHperencanaan keuangan pribadi? Berbagai instansi pemerintah di berbagai negara telah berusaha untuk menilai literasi keuangan pada beberapa tahun ini. Hasil survei menyatakan CBIXB NBTZBSBLBU DFOEFSVOH NFNJMJLJ LFUFSBNQJMBO ZBOH UFSCBUBT EBMBN mengelola keuangan pribadi. Dalam survei tambahan yang dilakukan, EJUFNVLBOCBIXBCBOZBLPSBOHZBOHNFNJMJLJLFVBOHBOQSJCBEJZBOHCBJL tetapi tidak memahami konsep dasar keuangan pribadi. Memahami keuangan pribadi memberikan Anda banyak manfaat, termasuk hal-hal berikut.
Membuat Keputusan Keuangan Sendiri
Pemahaman tentang keuangan pribadi memungkinkan Anda untuk membuat LFQVUVTBOUFSLBJUTJUVBTJLFVBOHBO4FUJBQLFQVUVTBOpengeluaran memiliki biaya kesempatan (opportunity costEBONFXBLJMJBQBZBOH"OEBTFSBILBO sebagai hasil dari keputusan tersebut. Dengan menggunakan uang untuk tujuan tertentu, Anda melupakan cara-cara alternatif untuk mengalokasikan uang dan tabungan untuk tujuan masa depan. Misalnya, jika keputusan Anda dalam menggunakan ponsel menghabiskan biaya sebesar Rp100.000 per bulan, Anda telah mengorbankan biaya untuk membeli tiket konser atau menabung untuk membeli mobil baru. Informasi keputusan keuangan yang meningkatkan KVNMBIVBOH"OEBZBOHEJLVNQVMLBOEBSJXBLUVLFXBLUVNFNCFSJLBOCBOZBL fleksibilitas untuk membeli produk dan layanan yang Anda inginkan di masa mendatang.
Menilai Saran dari Penasihat Keuangan
Proses perencanaan keuangan pribadi akan memungkinkan Anda untuk membuat keputusan terkait pengeluaran, tabungan, pembiayaan, dan investasi.
Anda mungkin lebih memilih untuk mengandalkan saran dari berbagai jenis penasihat keuangan. Pemahaman tentang keuangan pribadi membuat Anda dapat menilai nasihat dari penasihat keuangan dan menentukan apakah nasihat mereka adalah pilihan terbaik bagi kepentingan Anda (atau terbaik bagi kepentingan mereka).
CONTOH:
Anda ingin menginvestasikan Rp150 juta dari tabungan Anda. Penasihat keuangan menjamin bahwa investasi Anda akan meningkat sebesar 20 persen (atau Rp30 juta) pada tahun ini, tetapi akan dikenakan biaya 4 persen dari investasi (Rp6 juta) untuk biaya saran yang diberikan. Jika Anda memiliki latar belakang di bidang perencanaan keuangan pribadi, Anda akan mengetahui
6 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
bahwa tidak ada jaminan peningkatan nilai investasi sebesar 20% dalam satu tahun. Oleh karena itu, Anda akan sadar bahwa Anda tidak harus memercayai penasihat keuangan tersebut. Anda juga dapat menyewa penasihat keuangan yang kompeten atau meninjau (review) rekomendasi investasi yang dibuat oleh penasihat keuangan di internet (sering kali bebas biaya).
Menjadi Penasihat Keuangan
Pemahaman tentang keuangan pribadi penting bagi Anda dalam mengejar karier sebagai penasihat keuangan. Penasihat keuangan dibutuhkan karena terdapat banyak orang yang tidak memiliki pemahaman tentang keuangan pribadi atau tidak dapat membuat keputusan keuangan mereka sendiri. Mengikuti kursus singkat di bidang perencanaan keuangan pribadi tidak cukup untuk memulai karier sebagai penasihat keuangan. Namun demikian, mengambil kursus tambahan mungkin Anda perlukan untuk memperoleh kualifikasi yang dibutuhkan.
Proses Perencanaan Finansial
Kekayaan memiliki arti yang berbeda dalam masyarakat. Beberapa orang mengartikan kekayaan dengan mempunyai benda-benda yang mahal dan bernilai. Orang mungkin mengasosiasikan menjadi kaya dengan tidak NFOHLIBXBUJSLBOLFVBOHBOBUBVNBNQVNFNCBZBSCFSCBHBJUBHJIBO#BHJ orang lain, menjadi kaya berarti dapat berkontribusi bagi organisasi yang melibatkan dirinya.
5FSEBQBU CBOZBL DBSB CBHJ PSBOH VOUVL NFOKBEJ LBZB 4FCBHBJ DPOUPI adalah dengan memulai bisnis yang sukses atau mengejar karier dengan penghasilan yang tinggi. Namun, kehidupan yang hemat dan investasi yang CJKBL BLBO NFOHIBTJMLBO LFBNBOBO GJOBOTJBM KBOHLB QBOKBOH %FXBTB JOJ beberapa orang menilai kualitas kehidupan seseorang tidak lagi dilihat dari banyaknya uang atau materi yang dimiliki. Muncul penekanan baru yang digunakan untuk menilai kualitas hidup seseorang, yaitu pada keluarga, teman, dan melayani orang lain.
4FCBHJBOCFTBSPSBOHBLBONFOHBUVSLFVBOHBOOZBTFOEJSJVOUVLNFOEBQBULBO kepuasan penuh dari tiap rupiah yang didapatkan. Untuk mencapai tujuan finansial, seseorang perlu melakukan identifikasi dan membuat prioritas terlebih dahulu.
Kepuasan ini tercapai melalui suatu proses terstruktur yang dinamakan perencanaan keuangan pribadi atau personal financial planning.
©penerbit
© salemba
Perencanaan keuangan pribadi adalah proses mengatur uang untuk mencapai kepuasan ekonomi pribadi. Perencanaan ini membuat Anda dapat NFOHPOUSPMTJUVBTJGJOBOTJBM"OEB4FUJBQPSBOHLFMVBSHBEBOSVNBIUBOHHB mempunyai posisi finansial yang unik, sehingga hal ini harus direncanakan dengan baik untuk mencapai kebutuhan yang spesifik.
Perencanaan finansial yang komprehensif dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kepuasan Anda dengan mengurangi ketidakpastian terkait sumber dan kebutuhan di masa depan. Manfaat dari perencanaan finansial pribadi adalah;
Meningkatkan efektivitas dalam memperoleh, menggunakan, dan melindungi sumber-sumber finansial dalam hidup Anda.
Meningkatkan kontrol dalam urusan keuangan dengan menghindari utang yang berlebihan, kebangkrutan, dan ketergantungan pada pihak lain untuk keamanan keuangan.
Peningkatan hubungan personal yang dihasilkan dari perencanaan yang matang dan komunikasi yang efektif.
3BTBCFCBTEBSJLFLIBXBUJSBOGJOBOTJBMZBOHEJEBQBULBOEFOHBONFMJIBULF masa depan, mengantisipasi pengeluaran, dan mencapai tujuan ekonomi pribadi.
4FNVBPSBOHNFNCVBUCBOZBLLFQVUVTBOTFUJBQIBSJ4FCBHJBOCFTBSEBSJ keputusan tersebut sangat sederhana dan mempunyai konsekuensi yang kecil.
Beberapa keputusan cukup sulit dan mempunyai efek jangka panjang terhadap situasi pribadi maupun finansial. Gambar 1.1 menunjukkan aktivitas finansial pribadi yang meliputi 3 area keputusan menurut Kapoor, dkk. (2015) dan proses perencanaan keuangan.
Tahap 1. Mempertimbangkan Posisi Keuangan Saat Ini Keputusan tentang berapa banyak uang yang dibelanjakan untuk bulan depan, berapa banyak uang yang akan disimpan dalam rekening tabungan, seberapa sering menggunakan kartu kredit, dan bagaimana cara menginvestasikan uang bergantung pada QPTJTJLFVBOHBO4FTFPSBOHZBOHNFNJMJLJTFEJLJUVUBOHEBO memiliki banyak aset akan membuat keputusan yang berbeda dibandingkan EFOHBOPSBOHZBOHNFNJMJLJCBOZBLVUBOHEBONFNJMJLJTFEJLJUBTFU4FPSBOH individu yang tidak memiliki tanggungan akan memiliki perbedaan pandangan mengenai keuangan dibandingkan dengan seseorang yang telah memiliki
8 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
> GAMBAR 1.1 Perencanaan keuangan pribadi
1. PENGELUARAN 2. TABUNGAN 3. BERAMAL
hidup
jangka panjang
membantu orang lain yang membutuhkan
1. Mempertimbangkan keuangan saat ini
PROSES PERENCANAAN
KEUANGAN
2. Menetapkan tujuan
3. Mengidentifikasi dan mengevaluasi neraca alternatif untuk mencapai tujuan
5. Membuat dan melaksanakan rencana keuangan 6. Meninjau dan
merevisi rencana keuangan
4. Mengevaluasi alternatif dengan mempertimbangkan risiko dan nilai waktu dari uang (time value of money)
Sumber: Kapoor, dkk. (2015)
anak, bahkan ketika seorang individu dan orang yang telah menikah memiliki pendapatan yang sama. Rencana yang tepat juga dapat bervariasi dari segi usia dan kekayaan. Jika Anda berusia 20 tahun dan memiliki sedikit dana di rekening, rencana keuangan Anda akan berbeda dibandingkan jika Anda berusia 65 tahun dan telah memiliki banyak penghasilan selama 40 tahun UFSBLIJS4FIJOHHBLFQVUVTBOperencanaan keuangan Anda akan bergantung pada posisi keuangan, pendidikan, dan pilihan karier, seperti yang akan dijelaskan selanjutnya.
4FCBHBJ DPOUPI EBMBN EVB CVMBO LF EFQBO "MEP BLBO NFOZFMFTBJLBO LVMJBIOZB %JB UFMBI CFLFSKB QBSVI XBLUV EJ CFCFSBQB QFSVTBIBBO TFCBHBJ tenaga pemasaran (salesman). Dia mempunyai dana tabungan Rp200 juta dan pinjaman sebesar Rp110 juta.
©penerbit
© salemba
Bagaimana Posisi Keuangan Masa Depan Anda Berkaitan dengan Pendidikan Anda. Posisi keuangan Anda sangat dipengaruhi oleh tingkat QFOEJEJLBOZBOH"OEBNJMJLJ4FNBLJOUJOHHJQFOEJEJLBOZBOH"OEBNJMJLJ TFNBLJO UJOHHJ QFOHIBTJMBO ZBOH "OEB EBQBULBO5BCFM NFOVOKVLLBO CBIXBQFSCFEBBOQFOEBQBUBOUBIVOBOBOUBSBMVMVTBO4."EBOZBOHNFNJMJLJ HFMBS TBSKBOB QBEB UBIVO BEBMBI MFCJI EBSJ 4FCFMVN "OEB memilih jurusan, pertimbangkan terlebih dahulu keterampilan, minat, dan bagaimana pilihan jurusan tersebut dapat mempersiapkan Anda di jalur karier ZBOH CFSCFEB 4FCBHBJ DPOUPI KVSVTBO CJPMPHJ BUBV LJNJB NFNVOHLJOLBO Anda untuk mengejar karier di industri bioteknologi, sementara jurusan bahasa Inggris memungkinkan Anda untuk mengejar karier di bidang jurnalistik.
Bagaimana Posisi Keuangan Masa Depan Anda Berkaitan dengan Pilihan Karier Anda. Pilihan karier Anda dapat memengaruhi penghasilan Anda serta berpotensi untuk menyimpan dan menggunakan uang. Jika Anda menjadi seorang pekerja sosial, Anda akan berada dalam posisi keuangan yang berbeda dibandingkan KJLB "OEB NFNJMJI CFLFSKB TFCBHBJ TFPSBOH TVQFSWJTPS 4FCBHBJ TFPSBOH QFLFSKB sosial, Anda perlu menyimpan banyak penghasilan untuk mencapai tingkatan yang sama dengan tabungan yang Anda dapat kumpulkan jika menjadi seorang supervisor. Jika Anda memilih karier dengan penghasilan yang rendah, maka Anda perlu menetapkan tujuan keuangan yang ingin Anda capai. Anda dapat mempertimbangkan kembali pilihan karier untuk mengejar tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Namun, hal tersebut harus dipertimbangkan secara realistis.
Anda tidak harus memutuskan untuk menjadi seorang dokter hanya karena gaji dokter yang tinggi jika Anda tidak menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan kesehatan.
Anda harus memilih karier yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan Anda. Jika Anda menyukai pekerjaan tersebut, maka Anda akan
Pendidikan
Tingkat pendapatan per tahun
Pascasarjana $55,426
Sarjana 45,773
Diploma 36,333
Kursus tanpa gelar 33,837
Sekolah Menengah Atas 27,240
Tidak lulus sekolah menengah 20,398
> TABEL 1.1 Tingkat pendapatan berdasarkan pendidikan
Sumber: BPS U.S. 2007 (Madura, 2014)
10 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
melakukannya dengan lebih baik. Karena Anda mungkin akan bekerja selama 40 tahun atau lebih, maka Anda harus serius dan berpikir tentang karier yang dapat memenuhi kebutuhan keuangan dan pribadi Anda. Pekerjaan ZBOHUVNCVIQBMJOHDFQBUEBQBUEJMJIBUQBEBLPMPNQFSUBNBEBSJ5BCFM Perubahan yang diharapkan pada tingkat kerja untuk masing-masing posisi ini ditunjukkan pada kolom kedua, sementara tingkat yang diperlukan ditampilkan QBEB LPMPN LFUJHB 1FSIBUJLBO CBIXB BTPTJBTJ BUBV HFMBS TBSKBOB EJQFSMVLBO untuk banyak pekerjaan.
>TABEL 1.2 Perubahan posisi pekerjaan 2000-2010
Posisi pekerjaan
Persentase perubahan
kerja
Ijazah yang dibutuhkan
Sistem jaringan 53% Sarjana
Perawat (personal and home health aides) 51
Teknisi perangkat lunak komputer 45 Sarjana
Teknisi perawat hewan (veterinary technicians) 41
Penasihat keuangan pribadi 41 Sarjana
Perias artis, pertunjukkan, dan pergelaran 40
Asisten medis 35
Dokter hewan 35 Diploma
Konsultan gangguan perilaku dan
penggunaan obat-obatan 34 Sarjana
Dokter spesialis perawatan kulit 34
Analis keuangan 34 Sarjana
Asisten pelayanan manusia dan sosial 34 Agen keamanan untuk manajemen dan
konsumen (Gaming surveillance
officers and investigators) 34
Asisten terapi fisik 32 Diploma
Teknisi farmasi 31
Teknisi ilmu forensik 31 Sarjana
Perawat gigi 30 Diploma
Konsultan kesehatan mental 30 Pascasarjana
Pekerja sosial penggunaan obat-obatan dan
kesehatan mental 30 Pascasarjana
Terapis keluarga dan pernikahan 30 Pascasarjana
Asisten dokter gigi 29
Analis sistem komputer 29 Sarjana
Pengeloladatabase 29 Sarjana
Teknisi perlindungan dan ilmu lingkungan 28 Diploma Sumber: Bureau of Labor Statistics, U.S. Department of Labor, 2008-2009 Occupational Handbook (Madura, 2014)
© salemba
#BOZBLPSBOHZBOHNFOHVCBILBSJFSNFSFLBEBSJXBLUVLFXBLUVTFCBHBJ dampak dari perubahan pekerjaan, seperti beberapa pekerjaan yang terbatas EBOCBSV4FMBJOJUVCFCFSBQBPSBOHNFODBSJLBSJFSCBSVLBSFOBKFOVIEFOHBO pekerjaan mereka. Dengan demikian, pilihan karier tidak terbatas hanya untuk TJTXBZBOHCBSVNFOZFMFTBJLBOQFOEJEJLBONFSFLB4FQFSUJLFQVUVTBOBXBM karier Anda, perubahan karier yang baru harus dipengaruhi oleh pandangan Anda tentang apa yang dapat memuaskan Anda.
#FSCBHBJTJUVTXFCEBQBUNFNCBOUV"OEBVOUVLNFNQFSLJSBLBOUJOHLBU pendapatan pada karier tertentu. Bahkan jika tingkat pendapatan dari karier yang Anda inginkan masih kurang dari apa yang Anda harapkan, Anda mungkin dapat mempertahankan tujuan keuangan yang sama dengan memperpanjang periode dengan harapan Anda dapat mencapai tujuan tersebut.
Bagaimana Posisi Keuangan Masa Depan Anda Berkaitan dengan Perekonomian. Kondisi ekonomi memengaruhi jenis pekerjaan yang UFSTFEJBTFSUBHBKJZBOHEJUBXBSLBOPMFINBTJOHNBTJOHKFOJTQFLFSKBBO)BM ini dapat memengaruhi harga yang Anda bayarkan untuk jenis layanan, seperti QFOZFXBBO)BMUFSTFCVUKVHBNFNFOHBSVIJOJMBJBTFU TFQFSUJSVNBIZBOH Anda miliki serta imbal hasil (return) yang Anda dapatkan dalam berinvestasi.
Krisis keuangan pada tahun 2008–2009 memengaruhi posisi keuangan individu dalam banyak hal. Di antaranya, krisis mengakibatkan harga perumahan lebih rendah; menghasilkan nilai yang lebih rendah dari berbagai jenis investasi, seperti saham; menyebabkan pengurangan lapangan kerja;
mengakibatkan penghapusan beberapa pekerjaan; mengakibatkan penurunan gaji untuk posisi pekerjaan yang ada, sehingga sebagai atasan tidak mampu VOUVLNFNCFSJLBOLFOBJLBOHBKJZBOHUJOHHJLFQBEBLBSZBXBONFSFLB
Tahap 2. Menetapkan Tujuan Keuangan
1FQBUBI MBNB NFOHBUBLBO CBIXB i+JLB "OEB QFSHJ UBOQB UVKVBO "OEB mungkin akan berakhir di tempat yang Anda tidak ketahui.” Pengaturan tujuan keuanganBEBMBIQVTBUEBSJQFOHBNCJMBOLFQVUVTBOGJOBOTJBM5VKVBO keuangan Anda adalah basis untuk perencanaan, implementasi, pengukuran perkembangan dari pembelanjaan, tabungan, dan aktivitas JOWFTUBTJ5VKVBO LFVBOHBO"OEBTFCBJLOZBNFOFSBQLBOQFOEFLBUBO4."35ZBJUV
S—specific(spesifik), Anda mengetahui secara pasti tujuan Anda, sehingga Anda dapat membuat desain rencana untuk mencapai tujuan tersebut.
M—measurable, dapat diukur dengan jumlah spesifik. Contohnya, mengakumulasi Rp5.000.000 pada dana investasi dalam kurun waktu 3 tahun lebih baik
dibandingkan dengan memasukkannya ke dana investasi tanpa nilai yang jelas.
12 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
A—action oriented (berorientasi pada tindakan) menyediakan basis untuk aktivitas keuangan pribadi/personal.
R—realistic(realistis) melibatkan tujuan berdasarkan pendapatan dan situasi kehidupan nyata.
T—time based (berdasarkan waktu) mengindikasikan kurun waktu untuk mencapai sebuah tujuan.
1FSUBNB UFOUVLBO UVKVBO VNVN EBMBN IJEVQ 5VKVBO JOJ UJEBL IBSVT dimasukkan ke dalam istilah keuangan.
Jenis Tujuan Keuangan. 5VKVBO VNVN EBMBN IJEVQ BLBO NFNFOHBSVIJ UVKVBOLFVBOHBO"OEB4FIJOHHB"OEBNFNCVUVILBOVBOHZBOHDVLVQVOUVL mendukung banyaknya tujuan yang Anda miliki. Jika Anda ingin memiliki sebuah keluarga, satu dari tujuan keuangan Anda adalah mendapatkan penghasilan yang DVLVQEBONFOZJNQBOOZBEBSJXBLUVLFXBLUVVOUVLNFOEVLVOHLFVBOHBO keluarga. Jika Anda ingin berlibur ke luar negeri setiap tahun, salah satu tujuan keuangan Anda adalah memperoleh penghasilan yang cukup dan menyimpannya untuk mendukung keuangan saat liburan. Jika Anda ingin rumah yang besar, salah satu tujuan keuangan Anda adalah mendapatkan penghasilan yang cukup dan menyimpannya untuk membeli real estat yang besar. Jika Anda ingin pensiun di usia 55 tahun, hal ini akan mengharuskan Anda untuk menyimpan cukup uang hingga usia tersebut agar Anda dapat berhenti bekerja. Anda juga dapat menetapkan tujuan keuangan seperti membantu anggota keluarga atau memberikan sumbangan kepada badan amal.
Tetapkan Tujuan Keuangan yang Realistis. Anda harus realistis dalam menetapkan tujuan keuangan sehingga Anda dapat memiliki kemungkinan ZBOHCFTBSVOUVLNFODBQBJOZB4FCVBISFODBOBLFVBOHBOZBOHNFOHIBSVTLBO Anda untuk menyimpan hampir semua penghasilan tidak akan berguna jika Anda tidak mampu atau tidak mau mengikuti rencana tersebut. Ketika rencana yang terlalu ambisius ini gagal, Anda mungkin menjadi berkecil hati dan kehilangan semangat atau minat dalam membuat perencanaan. Dengan mengurangi tingkat kekayaan untuk mencapai tingkat yang realistis, Anda akan dapat mengembangkan rencana yang lebih berguna.
Waktu Tujuan Keuangan. 5VKVBOLFVBOHBOEJCBHJNFOKBEJUVKVBOKBOHLB pendek (dalam tahun berikutnya), jangka menengah (biasanya antara satu sampai lima tahun), atau jangka panjang (lebih dari lima tahun). Misalnya, tujuan keuangan jangka pendek yaitu mengumpulkan uang yang cukup untuk NFNCFMJNPCJMEBMBNXBLUVFOBNCVMBO5VKVBOLFVBOHBOKBOHLBNFOFOHBI
©penerbit
© salemba
adalah melunasi QJOKBNBO QFOEJEJLBO EBMBN UJHB UBIVO LF EFQBO5VKVBO keuangan jangka panjang adalah menghemat cukup uang sehingga Anda dapat NFNQFSUBIBOLBOHBZBIJEVQ"OEBEBOQFOTJVOEBMBNLVSVOXBLUVUBIVO LF EFQBO5VKVBO ZBOH MFCJI BHSFTJG EBO BNCJTJVT BLBO EJCVUVILBO EBMBN SFODBOBLFVBOHBO4FCBHBJDPOUPI"MEPNFNQVOZBJCFCFSBQBUVKVBOZBJUV membayar pinjaman, memperoleh gelar sarjana di bidang manajemen bisnis global, dan bekerja untuk perusahaan multinasional.
Tahap 3. Mengidentifikasi dan Mengevaluasi Rencana Alternatif untuk Mencapai Tujuan Keuangan
Anda harus mengidentifikasi dan mengevaluasi rencana keuangan alternatif untuk dapat mencapai UVKVBOLFVBOHBO EJKFMBTLBOQBEB5BIBQEFOHBONFOHJOHBU QPTJTJLFVBOHBO"OEB EJKFMBTLBOQBEB5BIBQ.JTBMOZBVOUVLNFOHVNQVMLBO VBOH ZBOH CBOZBL EBMBN XBLUV UBIVO "OEB EBQBU NFNVUVTLBO VOUVL menyimpan sebagian besar dari penghasilan Anda selama bertahun-tahun. Dengan rencana ini, Anda mungkin dapat mencapai tujuan untuk mengakumulasikan sejumlah uang dalam 10 tahun. Meskipun demikian, rencana ini membutuhkan LFEJTJQMJOBO 4FCBHBJ BMUFSOBUJG "OEB EBQBU NFSFODBOBLBO VOUVL NFOZJNQBO sebagian dari penghasilan Anda untuk investasi yang dapat memberikan imbal hasil yang sangat tinggi sehingga Anda dapat mengumpulkan sejumlah uang yang CBOZBLEBMBNXBLUVUBIVO3FODBOBBMUFSOBUJGJOJUJEBLNFOHIBSVTLBO"OEB untuk menyimpan banyak uang. Namun demikian, hal ini menempatkan Anda pada banyak tekanan untuk memperoleh imbal hasil (return) yang tinggi atas investasi. Untuk mendapatkan imbal hasil (return) yang tinggi, Anda mungkin harus melakukan investasi yang berisiko untuk mencapai tujuan tersebut. Jika Anda tidak mencapai tujuan yang Anda harapkan, hal tersebut mungkin karena investasi alternatif Anda tidak berkinerja dengan baik seperti yang Anda harapkan.
Tahap 4. Mengevaluasi Alternatif dengan Mempertimbangkan Risiko dan Nilai Waktu dari Uang
Anda perlu menganalisis dan memilih rencana yang paling efektif untuk mencapai tujuan Anda. Misalnya, jika Anda disiplin dan konservatif, maka Anda mungkin akan memilih alternatif yang pertama dari dua rencana yang disebutkan dalam paragraf sebelumnya. Jenis rencana yang Anda pilih untuk mencapai tujuan keuangan akan dipengaruhi oleh kesediaan Anda dalam menerima risiko dan tingkat kedisiplinan pada diri Anda.
14 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
Evaluasi Risiko. Ketidakpastian adalah bagian dari pengambilan keputusan.
Memilih jalur kuliah atau memilih karier selalu melibatkan risiko. Bagaimana jika Anda tidak dapat bekerja dalam bidang yang Anda pilih? Pilihan lain mungkin melibatkan risiko yang kecil, seperti menyimpan uang di dalam tabungan asuransi atau membelanjakannya untuk benda yang berbiaya murah.
Kesempatan Anda untuk kehilangan sesuatu yang bernilai besar adalah kecil dalam situasi ini.
Di dalam keputusan finansial, identifikasi dan evaluasi risiko sulit untuk dilakukan (lihat Gambar 1.2). Cara terbaik untuk mempertimbangkan risiko adalah mengumpulkan informasi berdasarkan pengalaman kita dan pengalaman orang lain, serta menggunakan sumber informasi rencana finansial.
Sumber Informasi Rencana Finansial. Ketika bepergian, Anda sering membutuhkan peta. Ketika Anda menelusuri jalur-jalur rencana finansial, Anda membutuhkan bermacam jenis peta (informasi). Informasi yang relevan dibutuhkan dalam setiap tahap proses pembuatan keputusan. Buku ini menyediakan pondasi yang Anda butuhkan untuk membuat keputusan rencana finansial yang tepat.
Perubahan orang-orang, sosial, dan kondisi ekonomi akan menuntut Anda agar selalu memperbarui pengetahuan Anda. Gambar 1.3 memberikan gambaran sumber informasi yang tersedia saat membuat keputusan finansial pribadi.
Menggunakan Internet. Internet membantu Anda mendapatkan berbagai informasi penting untuk membuat keputusan keuangan. Keputusan Anda untuk menghabiskan uang untuk membeli stereo baru atau menyimpannya akan bergantung pada seberapa besar Anda bisa mendapatkan uang dari tabungan.
Keputusan Anda apakah akan membeli mobil baru bergantung pada harga mobil baru dan tingkat pembiayaan kredit mobil. Keputusan Anda apakah akan membeli rumah bergantung pada harga rumah dan tingkat pembiayaan pinjaman rumah. Keputusan Anda apakah akan berinvestasi pada saham dipengaruhi oleh harga saham. Keputusan Anda apakah akan menggunakan asuransi dipengaruhi oleh premi asuransi yang ada pada lembaga asuransi yang CFSCFEB4FNVBLFQVUVTBOLFVBOHBONFNFSMVLBOQFOHFUBIVBOUFOUBOHIBSHB yang berlaku atau suku bunga, di mana hal ini dapat Anda peroleh dari internet.
Internet juga memberikan informasi terbaru pada semua bagian dari rencana keuangan, seperti:
B 5BSJGEBOBUVSBOQBKBLZBOHEBQBUEJHVOBLBOVOUVLQFSFODBOBBOQBKBL b. Kinerja terbaru dari berbagai jenis investasi.
c. Aturan pensiun yang baru dapat digunakan untuk perencanaan jangka panjang.
© salemba
E #BOZBL TJUVT XFC NFOBXBSLBO QFSIJUVOHBOonline yang dapat Anda gunakan untuk berbagai keputusan perencanaan keuangan, seperti:
Memperkirakan pajak.
.FOFOUVLBOCFSBQBCFTBSUBCVOHBOBLBONFOJOHLBUEBSJXBLUVLF XBLUV
Menentukan apakah membeli atau me-leasing mobil adalah tindakan yang tepat.
> GAMBAR 1.2 Jenis risiko
Risiko suku bunga
Risiko pendapatan
Risiko personal
Risiko likuiditas Risiko inflasi
Meningkatnya atau jatuhnya (deflasi) harga menyebabkan perubahan dalam daya beli.
Putuskan apakah akan membeli sesuatu sekarang atau nanti. Jika Anda membeli nanti, Anda mungkin harus membayar lebih.
Perubahan suku bunga memengaruhi biaya (jika Anda meminjam) dan manfaat Anda (jika Anda menabung atau berivestasi).
Meminjamkan uang pada tingkat bunga rendah ketika suku bunga meningkat dapat menguntungkan, karena pembayaran yang lebih tinggi. Jika Anda menabung ketika suku bunga turun, Anda akan mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dengan sertifikat tabungan enam bulan dibandingkan dengan sertifikat yang memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.
Hilangnya pekerjaan dapat terjadi akibat perubahan belanja konsumen atau perluasan penggunaan teknologi.
Individu yang menghadapi risiko pengangguran perlu menabung saat bekerja atau memperoleh keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk mendapatkan berbagai jenis pekerjaan.
Banyak faktor dapat menyebabkan kondisi yang kurang baik. Membeli barang dengan merek tertentu atau dari toko tertentu dapat menciptakan risiko di mana Anda mendapatkan layanan perbaikan di lokasi tertentu.
Risiko personal/pribadi juga dapat berbentuk risiko kesehatan, risiko keamanan, atau biaya tambahan terkait dengan pembelian dari berbagai keputusan keuangan.
Beberapa tabungan dan investasi memiliki potensi untuk pendapatan yang lebih tinggi. Namun, hal tersebut mungkin lebih sulit untuk dikonversi ke tunai atau dijual tanpa kehilangan nilai investasi yang signifikan.
Sumber: Kapoor, dkk., 2015
16 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
Jika Anda menggunakan informasi online untuk membuat keputusan LFVBOHBO QSJCBEJ QFSMV EJJOHBU CBIXB CFCFSBQB JOGPSNBTJ NVOHLJO UJEBL BLVSBU (VOBLBO TVNCFSTVNCFS UFSQFSDBZB TFQFSUJ TJUVT XFC MFNCBHB QFNFSJOUBIBUBVQFSVTBIBBONFEJBLFVBOHBOZBOHNFNJMJLJEBGUBSSJXBZBUZBOH terbukti melaporkan informasi keuangan. Namun, mengenali setiap nasihat keuangan pribadi gratis yang disediakan secara online tidak selalu sesuai untuk situasi setiap orang. Pilihlah pilihan kedua sebelum mengikuti saran online, terutama ketika hal tersebut merekomendasikan Anda untuk menghabiskan atau menginvestasikan uang.
Banyak orang memiliki latar belakang yang terbatas dalam perencanaan keuangan dan bergantung pada kalangan praktisi di industri jasa keuangan VOUVL NFOEBQBULBO OBTJIBU LFUJLB NFOHFNCBOHLBO SFODBOB 4FNFOUBSB TFCBHJBO CFTBS QFOBTJIBU NFMBLVLBO UBOHHVOH KBXBC NFSFLB EFOHBO TFSJVT dan etis, namun ada beberapa penasihat yang bekerja secara tidak etis dan tidak kompeten.
4BMBI TBUV BTQFL EBSJ KBTB LFVBOHBO ZBOH NFODJQUBLBO QPUFOTJ LPOGMJL kepentingan untuk menjadi penasihat adalah berbagai biaya (fee) dan struktur LPNJTJZBOHUFSTFEJBCBILBOVOUVLTBUVQSPEVLTFQFSUJQPMJTBTVSBOTJKJXB5VKVBO Anda harus sama, tetapi metode (atau produk) yang diambil mungkin dipilih karena TUSVLUVSLPNJTJQSPEVLZBOHEJUBXBSLBO5FSEBQBUQPUFOTJLPOGMJLLFQFOUJOHBO setiap kali seorang tenaga penjualan mengenakan biaya atau komisi.
Periksa kredensial penasihat, apakah jasa keuangan profesional tersebut memiliki lisensi untuk produk yang mereka jual, dan mereka harus memenuhi
> GAMBAR 1.3 Sumber informasi untuk merencanakan keuangan
Sumber: Kapoor dkk., 2015 Media Cetak
Buku
Majalah
Surat kabar
Program televisi, radio
Ahli Keuangan Seminar, memberikan respons kepada:
Perencana keuangan
Bankir, akuntan
Agen asuransi
Konsultan kredit
Konsultan pajak
Sumber Digital
Website
Blog
Aplikasi telepon
Video daring (online)
Media sosial Institusi Keuangan Materi, website dari:
Koperasi kredit
Bank
Investasi, asuransi, perusahaan real estat
©penerbit
© salemba
persyaratan pendidikan berkelanjutan untuk mempertahankan lisensi mereka.
5FSEBQBUTFSUJGJLBTJLIVTVTTFQFSUJ$'1¥HFMBS$FSUJGJFE'JOBODJBM1MBOOFSEBO
$-6 $IBSUFSFE -JGF 6OEFSXSJUFS ZBOH NFOVOKVLLBO UJOHLBU LPNQFUFOTJ dalam berbagai aspek perencanaan keuangan.
Jasa keuangan profesional harus memiliki pengetahuan yang luas dalam CJEBOHNFSFLBEBOCFSUBOHHVOHKBXBCVOUVLNFNBTUJLBOCBIXBNFSFLBBLBO melayani kebutuhan Anda. Hal ini harus menjadi pertimbangan keputusan Anda untuk menggunakan jasa keuangan, berapa banyak asuransi yang Anda miliki, dan kapan harus mengubah investasi. Memiliki pengetahuan terkait produk-produk keuangan akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
Tahap 5. Evaluasi Rencana Keuangan
4FUFMBI "OEB NFOHFNCBOHLBO EBO NFOFSBQLBO TFUJBQ LPNQPOFO SFODBOB LFVBOHBO "OEB IBSVT NFNBOUBV LFNBKVBOOZB VOUVL NFNBTUJLBO CBIXB SFODBOBUFSTFCVUCFSKBMBOTFQFSUJZBOH"OEBJOHJOLBO4FCBHBJDPOUPI"MEP mempunyai beberapa opsi untuk masa depannya. Dia dapat bekerja penuh XBLUV full-timeEBONFOVOEBVOUVLXJTVEBLVMJBIEJBEBQBULVMJBIQFOVI XBLUVEFOHBONFOHBNCJMpinjaman lebih banyak; atau dia dapat kuliah paruh XBLUV part-timeEBOCFLFSKBQBSVIXBLUV
4FUJBQ QJMJIBO NFOVUVQ BMUFSOBUJG MBJO $POUPIOZB TFCVBI QJMJIBO berinvestasi saham dapat membuat Anda membatalkan rencana rekreasi.
4FCVBI LFQVUVTBO VOUVL LVMJBI QFOVI XBLUV EBQBU NFNCVBU "OEB UJEBL EBQBUCFLFSKBQFOVIXBLUVBiaya peluang adalah biaya yang muncul dari memutuskan sebuah pilihan. Biaya ini, umumnya dinamakan trade off of decision, tidak selalu dihitung dalam bentuk uang. Biaya peluang dapat dihitung dalam bentuk uang. Contohnya, Anda memilih kuliah dibandingkan bekerja, OBNVOCJBZBJOJKVHBEBQBUEJIJUVOHEBMBNCFOUVLXBLUVZBOHUFSQBLBJVOUVL membandingkan produk saat berbelanja. Pengambilan keputusan akan menjadi CBHJBO ZBOH CFSLFMBOKVUBO EBMBN TJUVBTJ QFSTPOBM EBO GJOBOTJBM 4FIJOHHB Anda perlu mempertimbangkan kesempatan yang hilang sebagai akibat dari keputusan-keputusan yang diambil. Keputusan sangat didasarkan pada situasi masing-masing individu, sehingga biaya peluang akan berbeda-beda pada setiap PSBOH%BSJDPOUPIEJBUBT"MEPNFNVUVTLBOVOUVLCFLFSKBQFOVIXBLUV untuk beberapa tahun ke depan sembari dia (1) membayar uang kuliah, (2) NFOBCVOHVBOHVOUVLXJTVEBEBO NFOHBNCJMLVSTVTQBEBTPSFIBSJBUBV akhir minggu.
18 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
Tahap 6. Memperbaiki Rencana Keuangan
Perencanaan finansial adalah proses dinamis yang tidak berhenti ketika Anda melakukannya. Anda perlu mengevaluasi secara reguler keputusan finansial tersebut. Anda harus mengevaluasi secara menyeluruh keuangan Anda sedikitnya satu kali dalam setahun. Perubahan orang-orang, sosial, dan faktor ekonomi mungkin membutuhkan evaluasi yang lebih sering.
Jika Anda merasa tidak mampu atau tidak dapat mengikuti rencana keuangan yang Anda kembangkan, maka Anda perlu merevisi rencana tersebut VOUVLNFNCVBUOZBMFCJISFBMJTUJT5FOUVTBKBtujuan keuangan Anda mungkin harus dikurangi, jika tidak, maka Anda tidak dapat mempertahankan rencana tersebut untuk mencapai tingkat kekayaan tertentu.
4FJSJOHEFOHBOCFSKBMBOOZBXBLUVposisi keuangan Anda akan berubah, terutama pada tahap-tahap tertentu seperti lulus dari perguruan tinggi, NFOJLBI QFSHBOUJBO LBSJFS BUBV LFMBIJSBO BOBL 4FQFSUJ QFSVCBIBOposisi keuangan, tujuan keuangan Anda juga dapat berubah. Anda perlu merevisi rencana keuangan Anda untuk menunjukkan perubahan tersebut.
CONTOH:
Tahun lalu Sella lulus dari perguruan tinggi dengan gelar di bidang pemasaran.
Setelah mencari pekerjaan selama beberapa bulan, dia diperkerjakan oleh departemen penjualan dari sebuah perusahaan periklanan dan mendapatkan gaji tahunan sebesar Rp40.000.000. Dia ingin memiliki uang yang diperoleh dari gaji tersebut untuk dihabiskan dan berhenti dari pekerjaan paruh waktunya. Sella berencana untuk menyimpan sebagian dari setiap gajinya, sehingga ia dapat menginvestasikan uang tersebut untuk meningkatkan kekayaannya dari waktu ke waktu. Dia menyadari bahwa membuat rencana keuangan akan membatasi pengeluarannya, serta dapat meningkatkan kekayaannya untuk pengeluaran yang lebih besar di masa yang akan datang. Pada titik ini, Sella memutuskan untuk mengembangkan gambaran pada posisi keuangannya saat ini, menetapkan tujuan, dan memetakan rencana untuk dapat mencapai tujuan tersebut, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1.3.
Keputusan penting yang berhubungan dengan rencana keuangan akan diringkas pada setiap akhir bab. Keputusan perencanaan keuangan Anda akan berbeda dari QFSFODBOBBOLFVBOHBO4FMMBBUBVPSBOHMBJO/BNVOEFNJLJBOQSPTFT untuk membangun rencana keuangan adalah sama. Anda harus menetapkan tujuan keuangan, menilai metode alternatif untuk mencapai tujuan, dan memutuskan rencana keuangan yang dapat mencapai tujuan tersebut.
©penerbit
© salemba
> TABEL 1.3 Ringkasan rencana keuangan Sella Tahap 1
Posisi keuangan saat ini
Saat ini saya memiliki sedikit tabungan dan memiliki sebuah mobil tua. Pendapatan Sella sebesar Rp40.000.000 (setelah pajak) dan diharapkan akan meningkat dari waktu ke waktu.
Tahap 2 Tujuan keuangan Saya ingin:
a. Membeli sebuah mobil baru di tahun ini.
b. Membeli sebuah rumah dalam waktu 2 tahun ini.
c. Memiliki investasi yang akan bertambah terus.
d. Memiliki sejumlah tabungan untuk pensiun dalam 20–40 tahun mendatang.
KESIMPULAN
1. Perencanaan keuangan pribadi adalah proses perencanaan pengeluaran, pembiayaan, dan investasi untuk mengoptimalkan situasi keuangan.
Keputusan perencanaan keuangan digunakan untuk mengembangkan rencana keuangan yang melibatkan rangkaian keputusan terkait bagaimana mengelola pengeluaran, pembiayaan, dan investasi.
2. Ketika membuat keputusan keuangan utama, gunakan berbagai sumber informasi untuk melaksanakan proses perencanaan keuangan pribadi: (1) menentukan situasi keuangan Anda saat ini, (2) mengembangkan tujuan keuangan, (3) mengidentifikasi tindakan alternatif, (4) mengevaluasi alternatif, (5) membuat dan melaksanakan rencana keuangan, serta (6) meninjau dan merevisi rencana keuangan.
5VKVBO LFVBOHBO ZBOH "OEB LFNCBOHLBO IBSVT CFSTJGBU SFBMJTUJT EBQBUEJVLVSTFDBSBTQFTJGJL NFNJMJLJLFSBOHLBXBLUVEBO menunjukkan jenis tindakan yang akan diambil.
20 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
©penerbit © salemba
K
e mana semua uang pergi? Hal ini seperti gaji terakhir yang habis sebelum gaji berikutnya diterima. Uang seperti membuat lubang di dalam dompet Anda, meskipun Anda tidak percaya bahwa Anda hidup berlebihan. Bulan lalu Anda membuat keputusan bahwa Anda harus lebih berhemat dari bulan sebelumnya. Namun Anda merasa berada di posisi yang sama seperti bulan sebelumnya. Uang Anda habis, apakah dompet Anda berlubang? Apa saja pengeluaran Anda? Bagi sebagian orang, hambatan pertama adalah menilai pengeluaran mereka yang sebenarnya.BAB 2
LAPORAN
KEUANGAN PRIBADI
> TUJUAN BAB:
1. Menjelaskan bagaimana membuat laporan arus kas pribadi.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi arus kas Anda.
3. Menampilkan bagaimana membuat anggaran berdasarkan ramalan arus kas Anda.
4. Mendeskripsikan bagaimana membuat neraca pribadi.
5. Menjelaskan bagaimana arus kas bersih Anda berkaitan dengan neraca pribadi (sehingga hal tersebut memengaruhi kekayaan Anda).
https://static.pexels.com/photos/372787/pexels-photo-372787.jpeg
22 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
Laporan Arus Kas Pribadi
Anda mungkin sering bertanya apakah Anda mampu untuk membeli televisi baru, mobil baru, meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau liburan. Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menentukan posisi keuangan Anda, khususnya dengan menggunakan apa yang Anda ketahui tentang penghasilan dan kebiasaan belanja Anda untuk memperkirakan berapa banyak uang tunai yang akan Anda miliki pada akhir pekan ini, 3 bulan, 6 bulan, atau tahun depan. Setelah memperoleh perkiraan tersebut, Anda dapat memutuskan apakah ada cara untuk meningkatkan pendapatan atau mengurangi pengeluaran agar uang kas Anda bertambah.
Arus Kas Masuk
Sumber utama dari arus kas masuk bagi orang-orang yang bekerja adalah gaji mereka. Namun terdapat sumber penting lainnya dari pendapatan; deposito di berbagai jenis rekening tabungan dapat menghasilkan arus kas masuk dalam bentuk pendapatan bunga. Beberapa saham juga menghasilkan seperempat pendapatan dividen.
Arus Kas Keluar
Arus kas keluar mewakili semua beban Anda; beban pengeluaran yang besar (misalnya, sewa bulanan) dan beban pengeluaran yang kecil (misalnya, biaya jasa cuci baju). Beban tersebut tidak perlu mendokumentasikan setiap pengeluaran,
Setiap pengeluaran tampak bermanfaat dan tidak berbahaya. Tetapi jika digabungkan, mereka seperti kumpulan ikan piranha yang menguras pendapatan Anda dengan cepat.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengontrol keuangan Anda? Bacalah bab ini dan Anda akan melihat bagaimana cara mengatur keuangan Anda. Bagaimanapun, pekerjaan Anda tidak akan mudah karena hal ini memerlukan disiplin dan mungkin tidak mendapatkan hadiah langsung. Mengatur keuangan hampir sama seperti melakukan diet; mudah untuk memulainya, namun sulit untuk diteruskan. Perlengkapan Anda untuk mengatur keuangan adalah neraca pribadi, arus kas pribadi, dan anggaran.
Tiga laporan keuangan ini akan menunjukkan di mana posisi keuangan Anda, memprediksikan di mana Anda akan berada setelah tiga bulan atau setahun, dan membantu Anda untuk mengatur pengeluaran. Keuntungan dari hal tersebut adalah mengurangi pengeluaran, meningkatkan tabungan dan investasi, serta menenangkan pikiran bahwa keadaan keuangan Anda aman.
©penerbit
© salemba
tetapi Anda seharusnya melacak bagaimana sebagian besar uang Anda dibelanjakan.
Pencatatan transaksi dalam buku kas membantu untuk mengidentifikasi bagaimana Anda menghabiskan uang. Menggunakan kartu kredit untuk pembelanjaan juga memberikan catatan tertulis dari transaksi Anda.
Membuat Laporan Arus Kas Pribadi
Anda dapat membuat laporan arus kas pribadi dengan merekam bagaimana Anda menerima uang tunai selama periode waktu tertentu dan bagaimana menggunakan uang tunai untuk beban.
CONTOH:
Sella mencoba untuk membatasi pengeluarannya di kampus, tetapi dia tidak pernah membuat laporan arus kas pribadi. Sekarang dia memulai kariernya dan mendapatkan gaji. Dia ingin memantau pengeluarannya setiap bulan dan memutuskan untuk membuat laporan arus kas untuk bulan sebelumnya.
Arus kas masuk bulanan. Gaji Sella sekarang adalah Rp8.000.000 per bulan (Rp96juta per tahun) sebelum pajak. Untuk tujuan anggaran, dia tertarik pada arus kas yang diterimanya dari perusahaan, yaitu gaji setelah pajak. Terdapat potongan untuk pajak NPM sebesar Rp2.000.000 per bulan dari gaji tersebut, sehingga dia menggunakan pendapatan setelah pajak:
Gaji bulanan = Rp8.000.000 Pajak bulanan = Rp2.000.000 Arus kas bulanan = Rp6.000.000
Sella mempertimbangkan sumber-sumber potensial lainnya dari arus kas. Namun, dia tidak menerima pendapatan dividen lain dari saham dan tidak mempunyai deposit dalam akun yang membayar bunga. Oleh karena itu, keseluruhan pemasukan bulanan Sella sebagian besar berasal dari gaji. Dia memasukan pemasukan bulanan Rp6.000.000 pada laporan arus kasnya.
Arus kas keluar bulanan. Sella memeriksa catatan keuangannya untuk melihat bagaimana dia menggunakan uang pada bulan sebelumnya. Berbagai pembayaran untuk kebutuhan rumah tangga dalam satu bulan adalah sebagai berikut:
Rp1.000.000 untuk sewa rumah.
Rp300.000 untuk TV kabel.
Rp200.000 untuk listrik dan air.
Rp200.000 untuk pulsa telepon.
Rp1.000.000 untuk belanja bulanan.
Rp500.000 untuk asuransi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan (beban ini dipotong langsung dari gaji).
24 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
Selanjutnya Sella meninjau kembali beberapa tagihan kartu kredit untuk mengestimasi pengeluaran lainnya per bulan:
Rp300.000 untuk pakaian/baju.
Rp500.000 untuk biaya kendaraan (asuransi, perawatan, dan bahan bakar).
Rp1.000.000 untuk rekreasi (termasuk makan di restoran dan keanggota an klub kebugaran).
Sella menggunakan informasi arus kas ini untuk melengkapi laporan arus kasnya yang ditunjukkan pada Tabel 2.1. Total arus kas keluar bulan sebelumnya adalah Rp5.000.000.
Arus kas bersih. Arus kas masuk dan arus kas keluar per bulan dibandingkan dengan mengestimasi arus kas bersih, yaitu dengan mengurangi arus kas masuk dengan arus kas keluar. Sella mengestimasi arus kas bersih untuk menentukan bagaimana dia menutup beban dan berapa banyak kelebihan kas yang dia miliki untuk dialokasikan ke tabungan atau tujuan lainnya. Arus kas bersih Sella bulan lalu adalah:
Arus kas bersih = arus kas masuk – arus kas keluar
= Rp6.000.000 – Rp5.000.000
= Rp1.000.000
Sella memasukkan informasi ini di akhir laporan arus kas pribadinya.
> TABEL 2.1 Laporan arus kas pribadi dari Sella Kas masuk
Gaji (setelah pajak) Rp6.000.000
Bunga deposito 0
Pembayaran deviden 0
Total kas masuk Rp6.000.000
Kas keluar
Sewa rumah Rp1.000.000
TV kabel 300.000
Listrik dan air 200.000
Telepon 200.000
Belanja bulanan 1.000.000
Asuransi kesehatan 500.000
Pakaian 300.000
Biaya kendaraan 500.000
Rekreasi 1.000.000
Total kas keluar Rp5.000.000
Arus kas bersih +Rp1.000.000
©penerbit
© salemba
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Arus Kas
Untuk meningkatkan kekayaan, Anda perlu memaksimalkan arus kas masuk dan meminimalkan arus kas keluar. Arus kas masuk dan arus kas keluar tergantung pada berbagai faktor, seperti yang akan dijelaskan selanjutnya.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Arus Kas Masuk
Arus kas masuk yang tinggi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pendapatan. Faktor–faktor kunci yang perlu untuk dipertimbangkan adalah tahap jalur karier dan keterampilan pekerjaan Anda.
Tahap Jalur Karier Anda. Tahap yang telah Anda capai dalam jalur karier memengaruhi arus kas masuk karena hal tersebut memengaruhi tingkat pendapatan Anda. Arus kas masuk untuk orang yang berada di perguruan tinggi atau baru saja memulai karier (seperti Sella) relatif rendah. Arus kas masuk mereka cenderung meningkat karena mendapatkan pengalaman kerja dan kemajuan dalam karier yang dipilih.
Tahap karier Anda berkaitan erat dengan tempat keberadaan Anda dalam siklus hidup. Orang-orang yang masih muda cenderung berada pada tahap awal karier masing-masing, sedangkan orang-orang yang lebih tua cenderung memiliki lebih banyak pengalaman kerja sehingga berada pada tahapan jalur karier yang lebih lanjut. Oleh karena itu, arus kas masuk cenderung lebih rendah bagi individu yang lebih muda dan jauh lebih tinggi untuk individu pada usia 50 tahunan.
Terdapat banyak pengecualian untuk tren ini, namun beberapa orang yang lebih tua beralih karier, sehingga jalur karier mereka dapat diatur kembali.
Individu yang beralih karier dari industri permintaan rendah ke industri permintaan tinggi mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. Banyak wanita menunda karier mereka selama beberapa tahun untuk membesarkan anak dan kemudian melanjutkan kehidupan profesional mereka.
Tahap akhir dalam siklus hidup yang akan kita perhatikan adalah pensiun.
Arus kas masuk yang berasal dari gaji dihentikan pada saat pensiun. Setelah pensiun, individu mengandalkan pembayaran jaminan sosial dan bunga atau dividen yang diperoleh dari investasi sebagai sumber pendapatan. Akibatnya, individu yang sudah pensiun cenderung memiliki arus kas masuk yang lebih kecil dibandingkan saat mereka bekerja. Arus kas masuk pensiun Anda akan berasal dari pendapatan investasi dan rencana pensiun. Gambar 2.1 meringkas
26 BAGIAN I MERENCANAKAN KEUANGAN
bagaimana usia biasanya memengaruhi arus kas masuk. Perhatikan bahwa terdapat tiga tahap yang berbeda.
Jenis Pekerjaan. Pendapatan juga bervariasi menurut jenis pekerjaan.
Pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus cenderung memberikan gaji yang jauh lebih tinggi daripada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan yang dapat diperoleh dengan sangat cepat dan mudah.
Jumlah Anggota Keluarga yang Berpenghasilan di dalam Rumah Tangga. Jika Anda adalah satu-satunya anggota keluarga yang berpenghasilan, arus kas masuk rumah tangga Anda biasanya akan kurang dibandingkan jika terdapat sumber pemasukan kedua. Sekarang, banyak arus kas rumah tangga mempunyai dua sumber pemasukan, sebuah tren yang secara substansial meningkatkan arus kas untuk rumah tangga.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Arus Kas Keluar
Faktor-faktor penting yang memengaruhi arus kas keluar adalah jumlah keluarga, usia, dan perilaku konsumsi seseorang.
Jumlah Keluarga. Seseorang yang mendukung keluarga biasanya akan dikenakan biaya lebih besar daripada satu orang tanpa tanggungan. Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar jumlah pengeluaran, dan semakin besar arus kas keluar.
Sumber: Madura (2014)
> GAMBAR 2.1 Hubungan arus kas masuk dengan usia
Usia Pensiun Karier
Kuliah
Arus kas masuk
©penerbit
© salemba
Usia. Orang-orang yang lebih tua cenderung menghabiskan lebih banyak uang untuk rumah, mobil, dan liburan. Penyesuaian dalam pengeluaran ini mungkin adalah hasil dari peningkatan pendapatan (arus kas masuk) dari waktu ke waktu sebagai kemajuan di sepanjang jalur karier.
Perilaku Konsumsi Pribadi. Perilaku konsumsi seseorang bervariasi secara substansial. Perilaku ekstrem dalam konsumsi adalah orang-orang yang menghabiskan seluruh gaji mereka dalam beberapa hari setelah menerimanya, terlepas dari ukuran gaji tersebut. Meskipun perilaku ini dimengerti oleh orang yang mempunyai pendapatan rendah, h