• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PERNIKAHAN HARMONIS DALAM ... - repository iiq

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KONSEP PERNIKAHAN HARMONIS DALAM ... - repository iiq"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi, Pembatasan Dan Perumusan Masalah

Bagaimana pandangan Abdurra'uf As-Singkili, Hasbi Ash-Shidiqi dan Buya Hamka tentang ayat Al-Qur'an tentang rukun nikah. Apa persamaan dan perbedaan antara Abdurra'uf As-Singkili, Hasbi Ash-Shidiqi dan Buya Hamka dalam tafsir ayat Al-Quran tentang rukun nikah.

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Tinjauan Pustaka

Metodologi Penelitian

Untuk mendapatkan data dan fakta yang obyektif dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu suatu rangkaian penelitian yang berhubungan dengan pengumpulan data dan literatur dari literatur yang berhubungan dengan judul penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dikembangkan menjadi suatu hipotesis. Untuk memperoleh data dalam penulisan ini, penulis menggunakan sumber data yang relevan dengan judul proposal ini. Mengenai sumber primer tulisan ini, penulis akan menggunakan kitab tafsir yang sesuai dengan judul Tafsir Tarjumanul Mustafid karya Abdurra'uf As-Singkili, Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shidiqi, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka .

Teknik Dan Sistematika Penulisan

Bab keempat, bab ini merupakan penjelasan tentang penafsiran tiga tokoh ulama tafsir yaitu, bagaimana pandangan Abdurra'uf As-Singkili, Hasbi Ash-Shidiqi dan Buya Hamka terhadap ayat-ayat Alquran terkait rukun nikah Apa persamaan dan perbedaan antara Abdurra' uf As-Singkili, Hasbi Ash-Shidiqi dan Buya Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran tentang pernikahan yang harmonis. Maka dari itu penulis akan mulai mengupas tentang apa itu rukun nikah, manfaat dan tujuannya, penjelasan singkat tentang tiga tokoh mufasir dan tafsir ayat nikah menurut ketiga tokoh mufasir Nusantara tersebut.

GAMBARAN UMUM PERNIKAHAN HARMONIS

Definisi Pernikahan Harmonis

Jadi pengertian perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. Namun dari konsep pernikahan dan keharmonisan, arti pernikahan yang harmonis adalah pernikahan yang menjadikan keluarga harmonis bahagia, tertib, disiplin, hormat, penuh maaf, suka menolong, etos kerja baik, tetangga yang baik, taat beribadah, mencintai ilmu. , dan manfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang positif.

Dasar Hukum Nikah

Rukun Dan Syarat Nikah

Wali hendaklah memenuhi syarat wali, walinya lelaki, baligh, sihat akal dan tidak cacat, tidak dalam keadaan terpaksa menjadi wali, soleh, tidak dalam keadaan haji ihram. Kehadiran wali dalam akad nikah adalah sesuatu yang bukan merupakan akad nikah yang sah, yang tidak dipenuhi oleh wali. maksud "hukuman Tuhan" di sini ialah perkataan "saya kahwin" atau "saya kahwin".15 Dalil yang mereka gunakan ialah akad nikah ada disebut dalam al-Quran seperti ini "maka kahwinkanlah mereka" dengan suara An -Nisaa ayat 25.16.

Manfaat Rumahtangga Menurut Ajaran Islam

Tujuan Pernikahan Dalam Islam

Untuk mengetahui tafsir Abdurra'uf as-Singkili, Hasbi ash-Shidiqi dan Buya Hamka terhadap ayat-ayat Al-Qur'an terkait rukun nikah. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara Abdurra'uf as-Singkili, Hasbi ash-Shidiqi dan Buya Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an terkait rukun nikah. Karya tulis Siti Adlah berupa disertasi dari Fakultas Ushuluddin, Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta pada tahun 2005.

26 Lysa Safitri, “Perkawinan Ideal Menurut Al-Qur'an” (ulasan Tafsir Al-Misbah), disertasi yang diajukan untuk program sarjana di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta: 2008. Yanggo, et al. , Pedoman Penulisan Tesis, Tesis, Disertasi Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, (Jakarta:IIQ Press, 2011), Cet. Baca selengkapnya di Tim Penyusun, Tafsir al-Qur`an Tematik jilid 2, (Jakarta: Kamil Pustaka, 2014), Cet.

Pendapat ini hanyalah fatwa terhadap penafsiran Al-Qur'an dalam bahasa selain bahasa Arab. Dari tuturan Abdurra'uf as-Singkili di atas, dapat disimpulkan bahwa laki-laki harus menguasai perempuan dalam rumah tangga. 2 Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy, Tafsir al-Qur`an Majid An-Nur, (semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 1995), Cet.

Selengkapnya dalam Teungku Muhammad Hasbi as-Shiddiqy, Tafsir al-Qur`anul Majid an-Nur, h. Perbedaan yang penulis dapat peroleh dari teknik penafsiran yang digunakan oleh mufassir sendiri untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, beliau , seperti Abdurra'uf, menafsirkan hanya dalam bahasa pendek.

Cirri-ciri Pernikahan Harmonis

Cara Mengatasi Problematika Pernikahan

  • Riwayat Hidup Syekh Abdurra‟uf as-Singkili
  • Profil Tafsir
  • Latar Belakang Penulisan
  • Sumber Penafsiran
  • Metode dan Corak Penafsiran
  • Karya-karya Syekh Abdurra‟uf as-singkili

Jadi menurut tafsir Hamka dalam tafsir al-Azhar, laki-laki adalah pemimpin perempuan, bukan perempuan memimpin laki-laki. Kemiripan yang terlihat dari para mufassir dalam penafsiran ayat ini adalah Abdurra'uf, Hasbi ash-Shiddiqy dan Hamka, keduanya mengatakan bahwa laki-laki adalah pemimpin, pelindung, pengurus, pengatur hak dalam mahligai rumah tangga. Pertama, dari Abdurra'uf sendiri, bahasa laki-laki menggunakan "mengeras (penguasa)" atas semua perempuan, sedangkan Hasbi dan Hamka menggunakan bahasa yang sama, yaitu sebagai "pemimpin".

Dari uraian Addurra'uf as-Singkili di atas dapat disimpulkan bahwa perempuan dan laki-laki adalah pakaian untuk keduanya, ia tidak menjelaskan arti dari pakaian tersebut. Dari uraian Abdurra'uf as-Singkili dapat disimpulkan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan yaitu laki-laki dan perempuan dan perempuan ini berasal dari sperma laki-laki. Dari uraian Abdurra'uf di atas, dapat disimpulkan bahwa laki-laki harus mendidik istrinya dengan perbuatan baik, ucapan yang baik dan menafkahi istrinya, serta rukun dengannya.

Dari uraian Hasbi ash-Shiddiqy di atas dapat disimpulkan bahwa laki-laki memperlakukan istrinya dengan baik dan membahagiakan hatinya tanpa menyakitinya. Dilihat dari ketiga tokoh mufassir dalam tafsir surah an-Nisaa ayat 34, keduanya dikatakan laki-laki. Maka penulis dapat menyimpulkan dari uraian di atas bahwa persamaan ketiga tokoh mufassir dalam tafsir ayat ini adalah wajib bagi laki-laki memperlakukan istrinya secara ma'ruf dan menjaganya serta membahagiakan hatinya. .

Biografi Hasbi as-shiddiqy (1975 M)

  • Sisetematika Penafsiran
  • Karya Hasbi ash-shiddiqy

Biografi Buya Hamka

  • Sistematika Penafsiran
  • Karya Buya Hamka

Keahliannya dalam Islam diakui oleh masyarakat internasional sehingga ia mendapat gelar kehormatan dari Universitas Al-Azhar pada tahun 1955 dan dari Universitas Nasional Malaysia pada tahun 1976. Kemudian pada tahun 1927 ia berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. 23 Buya Hamka dikenal namanya, ia tidak hanya dikenal sebagai peneliti, tetapi juga sebagai politikus dan penulis. Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka pertama kali dibawakan oleh penerbit Pembina Masa yang dipimpin oleh H.

Ada dua faktor yang melatarbelakangi Buya Hamka menulis tafsir al-Azhar, yaitu: Pertama, antusiasme pemuda muslim di Indonesia dan sekitar daerah berbahasa Melayu yang sangat ingin mengetahui kandungan Al-Qur'an, keyakinan dalam hati mereka. untuk tumbuh. 24 Akmal Rizki Gunawan Hasibuan, Dimensi Politik Tafsir Al-Azhar Hamka: Kajian Nilai-Nilai Pancasila, (Tangerang Selatan: CB Media, 2016), Cet. Banyak sekali pemuda muslim yang ingin mengabdikan diri pada agamanya, karena banyaknya tantangan dari luar dan dalam, semangat mereka terhadap agama sudah mulai tumbuh, maka disinilah Buya Hamka menulis tafsir pertamanya khusus untuk remaja putri di waktu itu.

Dalam al-Azhar, tafsir Buya Hamka bil ro‟yi menggunakan sumber dengan mengemukakan pendapat sendiri tentang tafsiran ayat-ayat tersebut. Kemudian sumber rujukan tafsir al-Azhar, Hamka tidak fanatik terhadap satu karya tafsir dan tidak terpaku pada satu mazhab, beliau memetik dari pelbagai kitab bukan sahaja kitab tafsir, tetapi kitab hadis dan sebagainya. Jika dilihat dari susunan huruf menggunakan tarib mushafi. Kaedah yang digunakan oleh Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar ialah kaedah Tahlili.

PENAFSIRAN AYAT-AYAT PERNIKAHAN HARMONIS

Penafsiran QS. an-Nisa [4] ayat 34

Penafsiran QS. al-Baqarah [2] ayat 187

Penafsiran QS. ar-Rum [30] ayat 21

Penafsiran QS. an-Nisa [4] ayat 19

Penafsiran QS. al-Baqarah [2] ayat 288

Penafsiran QS. an-Nur [24] ayat 26

Penafsiran QS. al-Baqarah [2] ayat 237

Penafsiran QS. al-Fueqan [25] ayat 74

Analisis Persamaan dan Perbedaan Penafsiran

Kedua, dari segi penafsiran, Abdurra'uf menjelaskan menurut penafsirannya sendiri tanpa menggunakan bahasa yang panjang, hanya singkat dan jelas. Kemiripan antara Abdurra'uf, Hasbi dan Hamka dalam penafsiran ayat ini memiliki arti yang sama, yaitu pergaulan. Namun perbedaan yang dapat penulis simpulkan dari teknik tafsir yang digunakan oleh mufassir itu sendiri, seperti Abdurra'uf, hanya menafsirkan ijmali.

Abdurra'uf hanya menafsirkan ayat tersebut tanpa menggunakan bahasa yang luas, tidak seperti Hasbi, tetapi dia menafsirkan ayat ini menurut penafsirannya sendiri. Abdurra'uf menggunakan kata cantik, dalam kamus bahasa Melayu, cantik, yang artinya tidak ada kelakuan buruk, adab. Menafsirkan dua teknik tafsir Abdurra'uf yang berbeda tanpa bahasa yang panjang secara singkat dan jelas.

Penjelasan Mufasir tentang surah al-Nur ayat 26 memiliki persamaan penafsiran ayat ini, misalnya Abdurra'uf dan Hasbi sama-sama mengartikan wanita yang baik untuk pria yang baik dan pria yang baik untuk wanita yang baik. Kedua, dilihat dari teknik penafsirannya, mufasir Abdurra'uf hanya menggunakan bahasa pendek, dan Habi menafsirkan sesuai tafsirnya, kemudian Hamka menafsirkan secara luas. Namun perbedaan yang dapat penulis ambil adalah dari teknik mufasir dalam penafsiran ayat seperti Abdurra'uf hanya menafsirkan secara singkat dan jelas, Hasbi dan Hamka menjelaskan lebih luas Penjelasan Hasbi tidak jauh berbeda dengan Hamka.

PENUTUP

Saran

Adlah, Siti “Pembinaan Keluarga Menurut Perspektif Al-Qur’an Kajian Komparatif antara Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Maraghi dalam Al-Qur’an Surah at-Tahrim/66:6)”, disertasi yang diajukan oleh program sarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ). Bakri, Sidi Nazar, Kunci Kesatuan Rumah Tangga (Keluarga Sakinah), Jakarta: Pedoman Ilmu CV Jaya, 1993. Kajian Nilai-Nilai Pancasila, Tangerang Selatan: CB Media, 2016 Hawari, Dadang, Al-Qur`an Psikiatri dan kesehatan jiwa.

Hidayati, Nurul “Peran Suami dalam Membentuk Keluarga Sakinah (Studi Tafsir Tematik)”, skripsi yang diajukan untuk program sarjana di Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta: 2015. Riswarni, “Konsep Keluarga Sakinah Menurut Tafsir Al-Maraghi”, disertasi diserahkan untuk program sarjana di Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta: 2001 Sabiq, Sayyid Fiqh Sunah Sayyid Sabiq vol 2, penerjemah: Amir Hamzah, . Yasir Abdul Muthalib, Bagi Anda yang sudah menikah dan menikah, Jakarta Timur: Perpustakaan Al-Kautsar, 2006.

Al-„Umr, Nashir bin Sulaiman, Sendi Kebahagiaan Suami Isteri, Jakarta Timur: Perpustakaan Al-Kausar, 1993. Al-`utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shalih, Sahih Fiqh Wanita Ifølge Al-Koranen og As-Sunnah , Jakarta: Akbarmedia, 2009. Yanggo, Huzaimah T., et al., Garis Panduan Penulisan Khusus, Tesis, Disertasi Institut Pengajian Al-Qur`an (IIQ) Jakarta, Jakarta: IIQ Press, 2011, Undang-undang Keluarga dalam Islam, Jakarta: Ikapi , 2013 Zuhaili, Wahbah Al-Fiqhu Asy-Syafi'i Al-Muyassar, Darul Fikr, Beirut: 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Penafsiran ayat yang ke 24 dalam Tafsir Al-Misbah dijelaskan “Yusuf as adalah anak muda yang tampan itu telah bermaksud juga melakukan sesuatu denganya, andaikata dia tidak melihat

perihal ayat-ayat yang menunjukkan truth claim dalam tafsir an-Nur adalah metode. hermeneutika

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, penafsiran ayat-ayat Al- Qur`an terkait peran perempuan dalam membangun perekonomian keluarga menurut tafsir al-jâmi‟ li ahkâm al-Qur‟an karya

Tujuan mereka dalam hal ini adalah untuk menafikan syariat.26 Dari sini terlihat adanya perbedaan antara tafsir kaum Bathiniyah dengan tafsir sufi yaitu bahwa tafsir sufi tidak

Tinjauan Pustaka Sejauh ini, menurut pengamatan penulis, di antara mereka yang meneliti judul yang mirip dengan judul yang di angkat oleh penulis yaitu “Penafsiran Ayat-Ayat Syifa’

Untuk alasan inilah, penulis memberi judul penelitian ini dengan, “Konsep Tadarruj Dalam Internalisasi Al-Qur‟an Studi Analisis Tafsir Kronologis Muhammad „Âbid al-Jâbirî dan Teori

Mencari makna berkah dalam Al-Qur‟an dengan menggunakan metode tafsir tematik adalah sebuah solusi dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul mengenai konsep berkah yang terdapat di dalam

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, penafsiran ayat-ayat Al- Qur`an terkait peran perempuan dalam membangun perekonomian keluarga menurut tafsir al-jâmi’ li ahkâm al-Qur’an karya