Judul : Pelayanan Obstetri Ekstensif pada “Ibu Memberikan Pelayanan Kehamilan pada Ny.
Manfaat
Memberikan pelayanan neonatal pada Ny. Memberikan pelayanan keluarga berencana pada Ny.
Ruang Lingkup
Sebagai kontribusi terhadap peningkatan pelayanan KIA secara menyeluruh sesuai dengan arahan pemerintah khususnya dalam pelaksanaan upaya promotif dan preventif bagi profesi bidan agar lebih memperhatikan pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif.
Sistematika Penulisan
Dapat meningkatkan mutu pendidikan kebidanan khususnya dengan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, bayi baru lahir hingga antenatal serta evaluasi kompetensi peserta didik dalam memberikan asuhan kebidanan, sehingga dapat dihasilkan bidan yang terampil, profesional dan mandiri. . Digunakan untuk memperoleh data-data dasar ilmiah dari berbagai sumber baik berupa buku, tulisan ilmiah, bahan perkuliahan, internet, dan lain-lain yang berkaitan dengan skripsi ilmiah ini yaitu tentang kebidanan yang meliputi pelayanan kehamilan, pelayanan bersalin, pelayanan nifas dan bayi baru lahir, serta bayi baru lahir. peduli. pelayanan keluarga berencana. .
Konsep Dasar Manajemen Kebidanan
Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Normal Trimester III
Pengkajian
Pola kesehatan fungsional meliputi pola makan yang terdiri dari makanan, yaitu seluruh ibu hamil sebaiknya mendapat suplemen zat besi berupa besi besi 30 mg per hari (150 mg besi sulfat, 300 mg besi glukonat atau 100 mg besi fumaret) pada trimester kedua dan ketiga ( Varney dan cairan minimal 8 gelas 250 ml/hari, selain itu kebutuhan cairan ekstra juga membantu melembutkan kulit, mengurangi kemungkinan sembelit, mengeluarkan racun dan produk limbah dari dalam tubuh, mengurangi pembengkakan berlebihan dan mengurangi rasa sakit. risiko infeksi saluran kemih (Heidi Murkoff, 2006), hingga pola eliminasi pada trimester ketiga, akibat pembesaran rahim sehingga mengurangi kapasitas kandung kemih sehingga mengakibatkan sering buang air kecil. 1 sampai 2 jam setiap hari sehari, 8 jam tidur setiap malam (Doenges, 2001) untuk pola aktivitas selama hamil Ibu akan mudah lelah karena menurunnya laju metabolisme basal, sehingga ibu hamil dapat melakukan pekerjaan sehari-hari selama ringan (Sarwono, 2010) untuk pola kebersihan diri, ibu hamil sebaiknya tetap menjaga kebersihan tubuh untuk mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi, perawatan payudara persiapan persalinan, puting susu yang sehat. Usahakan agar puting pipih menonjol dengan memijatnya setiap kali selesai mandi. Perawatan gigi diperlukan selama kehamilan karena gigi yang baik menjamin pencernaan yang sempurna. 20x/menit), untuk pemeriksaan perut bunyi peristaltik usus normal pada orang dewasa adalah 5-35 kali per menit, rata-rata denyut jantung janin kurang lebih 140 kali per menit (bpm) dengan variasi normal 20 bpm di atas atau di bawah nilai rata-rata. - Rata-rata yang merupakan nilai normal denyut jantung janin adalah 120 – 160 bpm. Bunyi yang biasa terdengar pada pemeriksaan denyut jantung janin adalah bunyi tali pusat, bunyi usus, dan bunyi akibat gerakan janin.
Interpretasi Data Dasar
Identifikasi Diagnosis/Masalah Potensial
Identifikasi kebutuhan tindakan segera
Intervensi
Rasional : Dengan mengetahui tanda-tanda bahaya pada ibu hamil, ibu dan keluarga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan mengobatinya dengan cepat dan tepat (Salmah menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup. Rasional : Istirahat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme yang berhubungan dengan pertumbuhan jaringan ibu/ janin (Doenges Ia menyarankan ibu untuk tidur miring ke kiri.
Implementasi
Rasional : Memberikan kesempatan berkembangnya kelompok pendukung terhadap berbagai reaksi emosional pada kehamilan dan mempersiapkan kelahiran yang sukses (Doenges. Jadwalkan ibu untuk kunjungan berulang. Rasional : Memberikan pelayanan antenatal yang ideal selama kehamilan untuk segera mendeteksi kemungkinan adanya kelainan sehingga memungkinkan dilakukan tindakan preventif atau korektif. tindakan (Doenges, 2001).
Evaluasi
- Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Persalinan Normal
Selain itu, pada pemeriksaan Hodge-IV, skor Hodge I adalah 5/5 jika bagian terbawah janin teraba sempurna di atas simfisis pubis. Dan yang terakhir Hodge IV yaitu 1/5 bila hanya 1 dan 5 jari yang sudah teraba pada pangkal janin yaitu diatas simfisis dan 4/5 bagiannya sudah masuk ke dalam rongga panggul.
Identifikasi Diagnosa/Masalah Potensial
0/5, bila bagian bawah janin tidak teraba pada pemeriksaan luar dan seluruh bagian bawah janin sudah masuk ke dalam rongga panggul (JNPK-KR, 2008). d) Pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan laboratorium yaitu nilai Hb normal diatas 11 gr%, pemeriksaan albumin urin negatif dan penurunan urin negatif (Neonatal Care Guide, 2011), dan pemeriksaan radiologi yaitu USG (Varney, 2008).
Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera
Intervensi Kala I
Sebab kandung kemih yang penuh berpotensi menunda proses persalinan (Varney, 2008). c) Setiap 4 jam yaitu pembukaan serviks, turunnya kepala, kondisi cairan ketuban, molase dan tekanan darah ibu. Dehidrasi dapat menunda kontraksi dan/atau membuat kontraksi menjadi tidak teratur dan kurang efektif (JNPK-KR KIE ibu tentang proses persalinan.
Identifikasi Diagnosis/Masalah Potensial Diagnosis/Masalah Potensial : Tidak Ada
Berbaring telentang juga akan mempercepat proses persalinan dan menyulitkan ibu untuk mengejan secara efektif (Normal Childbirth Care, 2008). g) Memberikan petunjuk untuk melaksanakan pembelajaran dengan baik dan benar. Rasional : Telusuri punggung hingga kaki untuk memudahkan proses kelahiran (JNPK-KR, 2008). n) Kaji tangisan bayi, pernafasan, gerak dan warna kulit serta letakkan bayi dalam kandungan ibu.
Identifikasi Diagnosi/Masalah Potensial Diagnosis/Masalah Potensial : Tidak Ada
Alasan: Keluarkan plasenta dengan tali pusat menghadap ke atas dan dukung plasenta dengan tangan yang lain untuk ditempatkan pada wadah penampung. Pada pemeriksaan perut tampak mengecil dan alat kelamin ada/tidak ada, tidak terdapat lebam atau hematoma (Varney, 2008), sedangkan pada palpasi perut dapat teraba rahim pada bagian tengah perut. terasa keras, bulat (Varney, 2008).
Dentifikasi Diagnosis/Masalah Potensial Diagnosis/Masalah Potensial : Tidak Ada
Intervensi Kala IV
- Konsep dasar manajemen asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal I. Pengkajian
Hidung terlihat simetris, pernafasan pada lubang hidung tidak terlihat, sekret hidung berupa lendir putih encer, bersin (Wong. 2009), telinga terlihat simetris, sekret/serumen tidak terlihat, telinga lunak dan lentur (Stright, 2005), mulut terlihat simetris, terdapat tidak ada labio palato schisis dan labio schisis serta gigi, bibir tidak terlihat pucat, mukosa mulut lembab, bayi banyak menangis, reflek menghisap baik, keluarnya lendir tidak berlebihan dan berlebihan. keluarnya cairan merupakan tanda dari fistula trakeoesofagus (Stright, 2005). Perut terlihat simetris, terasa kembung, tidak ada massa, tali pusat tampak seperti 2 arteri dan 1 vena, tali pusat tampak putih, tidak terlihat adanya perdarahan tali pusat (Stright, 2005), punggung tampak simetris, tidak terdapat depresi pilonidal, tidak terdapat gangguan mobilitas tulang belakang, tidak terlihat spina bifida, klitoris terlihat pada alat kelamin wanita, tidak terlihat sekret, labia minora menutupi labia mayora (Sitiava, 2012), labia dan klitoris biasanya edema, meatus uretra di belakang klitoris, vernix caseosa di antara labia (Wong, 2009), laki-laki tidak menunjukkan hipospadia dan epispadia, testis tampak tidak turun (Sitiava, 2012), testis teraba pada tiap skrotum, skrotum biasanya besar, edema, terjumbai dan tertutup lipatan serta anus mempunyai anus terbuka, mekonium keluar dalam waktu 48 jam ( Wong 2009).
Identifikasi Diangnosa / Masalah Potensial
Maryunani, dkk 2008), ekstremitas jari tangan tampak lengkap, tidak terlihat kelainan, tidak terlihat polidaktili dan sindaktili, dasar kuku berwarna merah muda dengan sianosis sementara segera setelah lahir (Wong.2009), jari kaki tampak lengkap, terdapat Tidak ada kelainan, tidak terlihat polidaktili dan sindaktili, dasar kuku berwarna merah muda dengan sianosis sementara segera setelah lahir, gerakan tampak aktif, tonus otot bilateral terutama resistensi terhadap counterflexion pada telapak kaki, menyebabkan terlihat lipatan plantar (Myles, 2008) pada dua pertiga bagian kaki depan, tanpa penyimpangan posisinya, tampak simetris (Wong, 2009).
Identifokasi Kebutuhan Tindaka Segera
- Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Nifas Normal
Hal ini perlu diteliti untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada proses persalinan yang dapat mempengaruhi masa nifas saat ini (Ambarwati, dkk. 2009). Untuk mengetahui apakah pasien pernah ikut keluarga berencana (KB) dengan metode kontrasepsi apa, berapa lama dan apakah ada keluhan selama penggunaannya.
Identifikasi Diagnosis / Masalah Potensial
- Konsep dasar manajemen asuhan kebidanan pada neonatus normal
Terkadang ibu nifas mengalami kesulitan buang air kecil karena otot cincin uretra mengalami tekanan dari kepala janin dan kejang akibat iritasi pada sfingter ani saat melahirkan. Pelaksanaan tersebut dapat dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010 Bab III tentang pelaksanaan praktik kebidanan pasal 10 ayat (2d) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelayanan bagi ibu normal setelah melahirkan.
Interpretasi
- Konsep Dasar Menejemen Asuhan Kebidanan Pada Calon Akseptor KB I. Pengkajian
Langkah ini juga perlu merumuskan tindakan antisipatif agar potensi permasalahan tidak muncul. diagnosis/Potensi diagnosis dan potensi masalah mungkin tidak ada. Langkah ini juga diperlukan untuk merumuskan tindakan antisipatif agar potensi diagnosis/masalah tersebut tidak muncul.
Identifikasi Kebutuhan Tindakan segera
Latar Belakang: Dokumentasi dan evaluasi tindakan yang dilakukan pada kartu nama klien dapat mencegah kesalahan pada saat pemasangan atau penyelenggaraan KB. Dan Pasal 12 (b) Bidan yang memberikan pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana bagi perempuan berwenang memberikan alat kontrasepsi oral dan kondom.
Konsep Dasar Teori
Konsep Dasar Teori Kehamilan a. Definisi Kehamilan
Pemeriksaan hemoglobin sangat diperlukan pada ibu hamil, karena berguna untuk mengetahui kemungkinan terjadinya anemia pada ibu hamil. Pada Pasal 10 (3d), bidan berwenang memberikan tablet Fe kepada ibu hamil pada saat memberikan pelayanan, ayat (3h) penyuluhan dan konseling, serta ayat (3) bimbingan kelompok ibu hamil.
Konsep Dasar Teori Persalinan a. Definisi Persalinan
Ibu multigravida mempunyai pengalaman kehamilan dan persalinan yang lebih banyak sehingga dapat mempengaruhi sikap ibu hamil dalam persiapan persalinan. Berdasarkan penelitian ternyata 30 orang responden ibu multigravida (100%) mempunyai sikap dalam persiapan persalinan dalam kategori siap yaitu sesuatu yang normal 5) Membantu.
Konsep Dasar Teori Bayi Baru Lahir a. Definisi Bayi Baru Lahir
Masa bayi baru lahir merupakan masa yang dimulai sejak bayi meninggalkan perut ibu hingga bulan pertama kehidupannya (Varney, 2007). Bayi baru lahir berisiko terkena flu karena luas permukaan bayi relatif lebih besar sehingga lebih banyak mengalami paparan.
Konsep Dasar Teori Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas a. Pengertian Nifas
Standar Pelayanan Pelayanan Pasca Persalinan (PNC) 1) Standar 13 yaitu pelayanan bayi baru lahir. 2) Standar 14 yaitu pelayanan pada dua jam pertama setelah melahirkan. 3) Standar 15 yaitu pelayanan terhadap ibu dan bayi pada masa nifas. Kewenangan bidan dalam memberikan pelayanan obstetrik pada masa nifas Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010, Bab III tentang Penyelenggaraan Praktik Kebidanan, Pasal 10 ayat ( 2d) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat tersebut meliputi pelayanan bagi ibu nifas normal.
Konsep Dasar Teori Neonatus a. Definisi Neonatus
Tidak ada jawaban: kelainan pada keterampilan motorik kasar. m) Refleks Babinski (menghilang pada usia 1 tahun), yaitu menyentuh telapak kaki bayi. Tidak responsif/persisten: gangguan sistem saraf. p) Refleks berenang (menghilang pada usia 4-6 bulan), yaitu bayi diletakkan tengkurap di permukaan air.
Konsep Dasar Teori Pelayanan Kontrasepsi a. Definisi
Peserta KB aktif adalah pasangan usia subur (PUS) yang saat ini masih menggunakan satu metode atau alat kontrasepsi. Kontrasepsi non hormonal terdiri dari metode amenore laktasi, kondom, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), kontrasepsi stabil (vasektomi dan tubektomi).
Rancangan Penelitian
Lokasi dan Waktu
Subyek kasus
Teknik Pengumpulan dan Analisa Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Analisis data
Analisis data adalah proses pengorganisasian secara sistematis transkrip wawancara, data observasi, data checklist, dan bahan-bahan lainnya kemudian, secara individu atau bersamaan, dimaknai dan disajikan sebagai temuan penelitian (Denim, 2003). Analisis data yang penulis gunakan untuk mengubah data penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menarik kesimpulan menggunakan manajemen obstetri menurut Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP.
Instrumen
Kerangka kerja
Dokumentasi SOAP subjek penelitian Ny. Pelayanan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, bayi baru lahir dan kontrasepsi.
Etika Penelitian
Respect for person
Beneficence dan non maleficence
Justice
TINJAUAN KASUS
Dokumentasi Asuhan Kebidanan Antenatal Care
- Asuhan Kebidanan Antenatal Care Kunjungan ke-2 Tanggal/waktu pengkajian : 04 April 2017 / 16.00 WITA
- Asuhan Kebidanan Antenatal Care Kunjungan ke-III
- Persalinan Kala II Pukul: 038 WITA
- Persalinan Kala III Pukul : 000 WITA
- Persalinan Kala IV Pukul: 03.20 WITA
- Asuhan Kebidanan Post Natal Care Kunjungan ke-I
- Asuhan Kebidanan Post Natal Care Kunjungan ke-III ( Nifas hari ke-14/ 2 minggu)
- Asuhan Kebidanan Neonatus Kunjungan ke I (6 jam)
- Asuhan Kebidanan Neonatus Kunjungan ke-III (Hari ke-14) Tanggal/Waktu Pengkajian : 28 April 2017/Pukul 09.30WITA
Dada: Bentuk dada simetris, tidak ada retraksi dinding dada, irama jantung teratur, denyut jantung 82x/menit, tidak ada bunyi mengi atau ronki. Wajah: simetris, tidak ada chloasma gravidarum, tidak tampak pucat, tidak teraba benjolan/massa, tidak teraba edema.
PEMBAHASAN
Pembahasan Proses Asuhan Kebidanan
- Pembahasan Asuhan Kebidanan Kehamilan
- Pembahasan Asuhan Kebidanan Intranatal
- Pembahasan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir
- Pembahasan Asuhan Kebidanan Postnatal
- Pembahasan Asuhan Kebidanan Neonatus
- Pembahasan Asuhan Kebidanan Pelayanan Kontrasepsi
Penulis menyimpulkan bahwa tanda-tanda persalinan yang dialami Ny. H sesuai dengan teori yang ada, sehingga tidak terjadi gap antara teori dan praktek. Tanggal 14 April 2017 pukul 09.00 WITA, pemeriksaan 6-8 jam setelah melahirkan, ditemukan lochea Ny. H lochea rubra.
Keterbatasan Pelaksanaan Asuhan
PENUTUP
Kesimpulan
Konseling dilakukan pada tanggal 28 April 2017 untuk membantu ibu dalam menentukan pilihan penggunaan kontrasepsi sejak dini. Setelah melakukan penyuluhan tentang pelayanan kontrasepsi, Ny. H memutuskan untuk menggunakan suntik KB 3 bulanan pada tanggal 26 Mei 2017.
Saran