• Tidak ada hasil yang ditemukan

Murdiono 160402021 Tesis - etheses UIN Mataram

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Murdiono 160402021 Tesis - etheses UIN Mataram"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

IdentifikasiMasalah

Pelaksanaan wasiat wajib dalam Shalat Barat terkait dengan at-tabanny, validu et-tabanny, cucu yang mahjub dan orang lain.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pelaksanaan wasiat wajib masyarakat Sasak di Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Untuk mengetahui konsep Surat Wasiat Wajib Guru di Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah tentang Surat Wasiat Wajib.

Manfaat Penelitian

Tinjauan Pustaka

Perbedaan peneliti ini dengan peneliti sebelumnya adalah: Penjelasan (peneliti sebelumnya) ahli waris pengganti yang sah dalam hukum positif (KHI) dan hukum faraid dan penjelasan pandangan para pemuka agama tentang hukum ahli waris pengganti dalam hukum faraid dan pasal 185 KHI tahun Lombok Timur. lingkaran. 16Abdul Khabir, “Pandangan tokoh agama tentang kontroversi hukum ahli waris pengganti antara hukum Faraid dengan Pasal 185 KHI di Kabupaten Lombok Timur” (Tesis, IAIN Mataram.

Kerangka Teori

  • Konsep Wasiat Wajibah
  • Maqashid Syar’iyah (Tujuan Syari’at)
  • Metode Penelitian
    • Penelitian Kualitatif
    • Tehnik Pengumpulan Data
    • Analisis Data
    • Validasi Data

Dari kaidah di atas dijelaskan bahwa amalan atau tradisi yang dianggap baik berdasarkan kesepakatan dalam suatu kelompok disebut 'urf' atau adat istiadat. Prinsip mewujudkan maslahah sebagai tujuan syari'ah memiliki konsekuensi dan implikasi yang sangat luas, karena di atas prinsip ini telah dibangun beberapa kaidah usuliyyah, yaitu kaidah istisan, kaidah sadd al-zari'at dan kewajiban untuk memperhatikan. untuk 'urf (tradisi) orang.

Sistematika Pembahasan

Bab kedua, Pembahasan, analisis dan gambaran umum lokasi penelitian yang menjadi landasan teori dalam wasiat wajib yang terdiri dari konsep wasiat wajib menurut Tuan Guru, pelaksanaan yang terjadi di masyarakat, disertai landasan hukumnya itu. Bab ketiga, Ketentuan umum yang berkaitan dengan wasiat dan wasiat wajib meliputi pengertian Tuan Guru dan konsep wasiat wajib menurut Tuan Guru, dasar hukum wasiat wajib, wasiat wajib menurut KHI, rukun dan syarat wasiat wajib, orang siapa yang berhak menerima wasiat wajib, perbedaan wasiat biasanya dengan wasiat wajib, perbedaan wasiat wajib dan hukum wasiat wajib serta bagian-bagiannya jelas.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Konsep Tuan Guru Tentang WasiatWajibah

  • Menurut TGH Abd. Salam Mansur
  • Menurut TGH Lalu Nurul Maswa Ibrahim
  • MenurutTGH Muh. Daud Muhsin

Manakala wasiat tidak boleh dilaksanakan sekiranya orang yang membuat wasiat wajib itu belum meninggal dunia. Nurul Maswa Ibrahim, wasiat wajib ialah sejenis pemberian atau wasiat yang mana tirkahnya diagihkan kepada anak ugut (anak angkat) atau kepada waris yang sah seperti cucu, sama ada cucu atau cucu atau anak angkat (anak ugut). Menurut pandangan Fiqh, wasiat wajib ialah wasiat yang diberikan kepada ahli waris atau kerabat terdekat.

Wasiat wajib menurut Tuan Guru ialah perbuatan yang dilakukan untuk merealisasikan kemaslahatan orang lain dan. Bagi ibu bapa angkat yang tidak menerima wasiat, wajib mewasiatkan sebanyak 1/3 daripada harta pusaka anak angkat. Bagi at-tabanny (anak angkat) yang tidak mendapat bahagian dalam wasiat, wasiat wajib diberikan sebanyak satu pertiga daripada harta pusaka ibu bapa angkat.66.

Salam Mansur Pendapatnya tentang wasiat wajib adalah pemberian yang harus dilaksanakan setelah kematian kepada keluarga, baik ahli waris (wasiat biasa) maupun bukan ahli waris (wasiat wajibah). Mengingat hal tersebut, wajar jika ahli waris yang berbeda agama dengan pewaris juga menerima wasiat wajib. Pemberian wasiat wajib merupakan tawassut (jalan tengah) yang ditempuh mayoritas ulama.

Tabel 2  No  Konsep Wasiat
Tabel 2 No Konsep Wasiat

Implementasi Wasiat Wajibah di Kecamatan Praya Barat

Wasiat

Pembagian tirkah dengan konsep wasiat wajib di Kecamatan Praya Barat merupakan sistem pembagian tirkah (warisan) yang dipraktikkan oleh masyarakat Kecamatan Praya Barat sejak lama, dengan memberikan wasiat kepada tabanny (anak angkat), cucu yang mahjub (dihalangi dari mewarisi) atau orang lain (dicintai dan dicintai). Pembagian tirkah (warisan) kepada at-tabanny, cucu laki-laki yang mahjub dan orang lain yang menggunakan metode wasiat wajib didasarkan pada dalil Alquran surat al-Baqarah ayat 180. Menurut Tuan Guru Daud, hukumnya tentang wasiat wajib dapat berubah tergantung keadaan dan keadaan orang yang membuat wasiat, barang yang diwariskan dan orang yang menerima wasiat.

Pada dasarnya ketentuan wajib wasiat bersumber dari hasil ijtihad para ulama dalam tafsir surat al-Baqarah ayat 180 yang menjadi dalil utama mengenai wasiat. Oleh karena itu, pembahasan ini akan lebih fokus pada dalil-dalil para ulama yang menerapkan wasiat yang mengikat. Maka penyelesaian yang diberikan menurut KHI adalah cara pemberian wasiat yang mengikat dengan ketentuan tidak lebih dari 1/3 (sepertiga).

Dibandingkan dengan aturan yang ada dalam kompilasi hukum Islam yang mengatur tentang wajibnya wasiat bagi anak angkat dan orang tua angkat, maka wajar jika ahli waris yang berbeda agama juga mendapat bagian dari harta warisan melalui wasiat wajib. Penerapan Wasiat Wajib di Pengadilan Negeri Praya Barat Setelah melihat dan meneliti, penulis dapat mengetahui kasus-kasus tersebut. Ini termasuk dalam wasiat wajib dimana wasiat wajib ini didahulukan dari wasiat ikhtiariyah.

Wasiat sukarela ialah wasiat yang dibuat secara sukarela, manakala wasiat wajib ialah wasiat yang diwajibkan oleh undang-undang. Kes ini adalah pelaksanaan wasiat wajib yang diberikan kepada sepupunya yang berstatus sebagai anak lelaki.

WasiatWajibah

Secara umumnya, wasiat wajib mesti memenuhi syarat-syarat berikut, iaitu: orang yang membuat wasiat (mushi), orang yang menerima wasiat (musha lahu), barang yang diwasiatkan (mushabi) dan shigat (editor ) wasiat. Kewujudan subjek hukum bermaksud orang yang membuat wasiat dan orang yang diberi wasiat (mushi dan musha lahu). Dalam hal ini berlaku perselisihan tentang orang yang tidak meninggalkan waris sama ada wasiatnya kekal 1/3 daripada hartanya atau berbeza dengan Imam Malik dan al-auza'i mengatakan wasiat itu tetap meninggalkan 1 . /3 harta waris, tidak boleh lebih dari itu.

Akan tetapi jika terjadi pertentangan antara wasiat yang satu dengan wasiat yang lain, meskipun diwariskan kepada orang yang sama, maka 1/3 tirkah tidak cukup untuk menunaikan wasiat, sedangkan ahli waris tidak bersedia memberikan lebih dari 1/3 dari harta tersebut, maka Tuan Guru dalam madzhab Maliki Hanafi dan Syafi'i mengatakan bahwa 1/3 dari harta dibagi-bagikan di antara mereka menurut jumlah wasiatnya masing-masing, dengan catatan bahwa masing-masing menanggung resiko pengurangan harta. proporsional dengan bagian mereka. Selain itu, Tuan Guru juga menyatakan bahwa jika terjadi benturan wasiat yang dibuat oleh pemberi wasiat, maka yang akan dilakukan adalah kata-kata terakhir dari orang yang membuat wasiat tersebut. Jika di antara wasiat ada yang wajib dan tidak wajib, maka wasiat wajib yang diutamakan.

Imam Malik dalam salah satu riwayatnya mengatakan bahwa wasiat melebihi ukuran 1/3 tirkah, jika wasiat tersebut.

Konsep WasiatWajibah

Sebelum penulis membahas tentang konsep Tuan Guru, terlebih dahulu penulis akan mendefinisikan apa itu Tuan Guru. Tuan Guru adalah orang yang pernah menunaikan ibadah haji, pemuka agama, mengajar di pesantren pada umumnya, memiliki banyak pengikut (jamaah pengajian, santri) dan memiliki kharisma di tengah masyarakat. 101 Edward Alexander Westermarck, Ritual and Belief in Morocco, (New York, 1968), vol Sebelumnya, istilah Tuan Guru tidak dikenal oleh masyarakat Sasak. 103.

Kedua, pengusaha Tuan Guru adalah Tuan Guru yang bergelut dengan dunia usaha dan bisnis, serta pengurus pondok pesantren. Ketiga, Tuan Guru Budayawan adalah Tuan Guru yang bergelut dengan seni budaya dan menjadikan daerah ini sebagai media dakwah. Keempat, Tuan Guru Intelektual adalah Tuan Guru yang berkecimpung dalam dunia pemikiran dan perkembangan dunia ilmu106.

Secara umum, menurut Tuan Guru, konsep wasiat wajib merupakan bagian dari rahmat Allah SWT, memudahkan manusia untuk menjadi lebih baik dan tidak lebih baik.

Implementasi WasiatWajibah

Di bawah undang-undang Islam, orang yang membuat wasiat disyaratkan bahawa Mushi mempunyai keupayaan untuk melepaskan hak harta kepada orang lain. Selepas itu, ulama Mazhab Malik dan Mazhab Syafi'i meyakini bahawa wasiat tetap sah melalui isyarat yang boleh difahami walaupun orang yang berwasiat itu mampu bercakap dan. Dalam perlaksanaan wasiat, ulama fiqh menetapkan bahawa orang yang menerima wasiat bukanlah salah seorang daripada orang yang berhak mewarisi daripada orang yang membuat wasiat, kecuali apabila ahli waris lain membenarkannya.

Dalam perundangan Islam, pengikatan wasiat pada umumnya lebih didasarkan pada akal sehat, yang pada satu sisi bertujuan untuk memberikan rasa keadilan kepada orang yang dekat dengan ahli waris, tetapi menurut syar'i tidak mendapat bagian dari benih. . jalan idh. Dari sudut fiqh, wasiat yang wajib ialah wasiat yang dikhususkan kepada ahli waris atau kerabat, yang tidak mengambil bahagian dalam harta peninggalan si mati, kerana adanya gangguan mata. Orang yang berhak menerima wasiat yang mengikat itu ialah ibu bapa dan kaum kerabat yang tidak termasuk/dikategorikan sebagai ahli waris.123 Mengenai pengertian kerabat, menurut Ibn Hazm, mereka adalah orang-orang yang bertemu dengan jenazah dari garis keturunan hingga ke keturunan. ayah. yang manakah boleh dikenali apabila ia diwarisi.

Wasiat kepada ibu bapa atau orang yang boleh mewarisi dalam apa jua keadaan dibenarkan dengan nota bahawa mereka tidak menerima harta pusaka atas sebarang sebab. 137.

PENUTUP

ImplikasiTeoritis

Implikasi teoritis dan praktis yang diharapkan dari penelitian tentang “Konsep Wajib Wasiat Menurut Tuan Guru dan Pelaksanaan Wajib Wasiat di Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah” antara lain; Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan hukum Islam khususnya dalam bidang wasiat wajib, sehingga diharapkan lebih bermanfaat dalam memecahkan permasalahan hukum wasiat wajib di masyarakat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan bahan penelitian ilmiah terkait wasiat wajib sesuai konsep guru besar, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Bagi pejabat yang berwenang mengambil keputusan dan kebijakan, seperti Kementerian Agama, Peradilan Agama, MUI, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumbangsih pemikiran dalam perumusan aturan hukum tentang wasiat wajib.

Saran dan masukan

Hanafi, Muhammad, “Studi Hukum Islam Tentang Praktek Berbagi Harta Istri Tidak Mewaris Dalam Keluarga: Studi Kasus Di Kelurahan Ampenen Kota Matram” (Skripsi, IAIN Mataram, 2015). Al-Yasa, Abu Bakar, Wajib Wasiat dan Anak Angkat, Juornal Hukum, No.29, Th VII, Jakarta: al-Hikam dan DITBINBAPERA ISLAM, 1996 Ali, Al-Khafif, Ahkam al-Washiyah: Buhus Muqaranah Tadammanat Syarh. Laonso, Hamid dan Jamil, Muhammad, Alternatif Solusi Hukum Islam Terhadap Masalah Fiqh Kontemporer, Jakarta: Restu Ilahi, 2005.

Pandangan Syuhada, Marzuki, Ulama tentang wasiat wajib dan perkembangannya di berbagai negara muslim, Kamis 2 Januari 2014. Mustika, Dian, Wajib wasiat bagi non muslim dalam perspektif hukum Islam: Analisis Putusan Mahkamah Agung RI Republik Indonesia Edisi 51.K/AG/1999, Innovatio, Vol.X No2, Juli-Desember 2011 Roihan, Rasyid, Wajib Waris dan Wasiat Pengganti, Kompilasi Hukum Islam dan Peradilan Agama dalam Sistem Hukum Nasional, (Editor: Cik Hasan Bisri) , Ciputat: Logos, 1999.

NÅR DU ER INTERVIEW MED TGH.MOH.DAUD MUHSIN (PARNEY OF PP.MUHSININ BATUJAI) PRAYA BARAT LOMBOK TENGHA.

Gambar

Tabel 2  No  Konsep Wasiat

Referensi

Dokumen terkait

Apa yang dimaksud konsep wasiat wajibah perspektif Ibnu Hazm adalah pemberian kepemilikan harta dari pewasiat baik harta yang ditinggalkan tersebut banyak

Judul Tesis : PEMBUATAN WASIAT WAJIBAH BAGI ANAK ANGKAT YANG BERAGAMA ISLAM DI HADAPAN NOTARIS MENURUT KETENTUAN HUKUM ISLAM Dengan ini menyatakan bahwa Tesis yang saya buat adalah

MR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok

b Manfaat Praktis 1 Bagi guru matematika Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terhadap guru matematika mengenai konsep bangu datar dan bangun ruang pada pembuatan dan

Sehingga dapat dikatan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif Pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana 7 Berdasarkan nilai signifikansi : dari tabel

Seiring bergulirnya waktu, Tesis yang berjudul " ,Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akidah dan Akhlak Siswa Di MA Baiturrahman NW Pemepek” akhirnya

KECAMATAN AIMERE KABUPATEN NGADA SKRIPSI Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Mataram untuk melengkapi Persyaratan Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Islam OLEH

Tujuan penelitian ini adalah sejauh mana implemntasi Kepatuhan Syariah pada akad Ijarah Muntahiya Bittamlik IMBT di KSPPS BMT Gumarang Akbar Syariah dan KSU BMT Al-Hidayah Berdasarkan