PROSPEKTUS
PROSPEKTUS PENA W ARAN UMUM PERD ANA SAHAM PT ARKHA JA YANTI PERSAD A Tbk. T AHUN 2019
Jl. Lanbau No. 8, Kp Gudang RT 06 / RW 09, Kel. Karang Asem Barat, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Jawa Barat, 16810
Telp : 021 - 87918903, Fax : 021-87916364
PT ARKHA JAYANTI PERSADA Tbk
JADWAL
Tanggal Efektif : 28 Juni 2019 Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 9 Juli 2019
Masa Penawaran Umum : 1 – 5 Juli 2019 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan (Refund) : 9 Juli 2019
Masa Penjatahan : 8 Juli 2019 Tanggal Pencatatan Saham Pada BEI : 10 Juli 2019
OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN
PT ARKHA JAYANTI PERSADA TBK DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”)
PT ARKHA JAYANTI PERSADA Tbk.
Kegiatan Usaha Utama:
Menjalankan usaha dalam bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat, karoseri body dump truck, kontruksi baja, fabrikasi Oil &
Gas equipment dan jasa pengangkutan batubara
Perseroan memiliki jaringan kerja yang terdiri dari 1 Kantor Pusat, 2 unit pabrik yang berlokasi di Bogor.
Berkedudukan di Cibinong Bogor, Indonesia Kantor Pusat dan Pabrik 1 : Lanbau Plant (Manufaktur & Fabrikasi)
Jl. Lanbau No. 8, Kp Gudang RT 06 / RW 09, Kel. Karang Asem Barat, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Jawa Barat, 16810 Telp : 021 - 87918903, Fax : 021-87916364
E mail : [email protected] Website : www.arkhajayanti.co.id
Pabrik 2 : Pabuaran Plant (Cutting Center) Jl. Bumi Pabuaran Indah No. 9, Cibinong, Bogor 16900
Telp : 021-87916261-63, Fax : 021-87916364
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM
Sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham atau sebanyak 25%
(dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum, yang dikeluarkan dari simpanan (portepel) Perseroan, yang ditawarkan kepada Masyarakat dengan Harga Penawaran sebesar Rp236 (dua ratus tiga puluh enam Rupiah) setiap saham yang ditetapkan berlaku untuk seluruh Saham Baru (“Saham Yang Ditawarkan”), yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”). Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum adalah sebesar Rp118.000.000.000 (seratus delapan belas miliar Rupiah).
Saham Yang Ditawarkan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk antara lain hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian saham bonus dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Hak-hak tersebut sesuai dengan Pasal 52 ayat 1 UUPT.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK DAN PENJAMIN EMISI EFEK
PT UOB Kay Hian Sekuritas
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK DAN PENJAMIN EMISI EFEK MENJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT) TERHADAP PENAWARAN UMUM PERSEROAN
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO TIDAK TERSEDIANYA PASOKAN BAHAN BAKU, RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
RISIKO TERKAIT DENGAN KEPEMILIKAN ATAS SAHAM PERSEROAN YAITU TIDAK LIKUIDNYA SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM PERDANA INI, MESKIPUN PERSEROAN AKAN MENCATATKAN SAHAMNYA DI BEI, NAMUN TIDAK ADA JAMINAN BAHWA SAHAM PERSEROAN YANG DIPERDAGANGKAN TERSEBUT AKAN AKTIF ATAU LIKUID KARENA TERDAPAT KEMUNGKINAN SAHAM PERSEROAN AKAN DIMILIKI SATU ATAU BEBERAPA PIHAK TERTENTU YANG TIDAK MEMPERDAGANGKAN SAHAMNYA DI PASAR SEKUNDER. DENGAN DEMIKIAN, PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMPREDIKSIKAN APAKAH PASAR DARI SAHAM PERSEROAN AKAN AKTIF ATAU LIKUIDITAS SAHAM PERSEROAN AKAN TERJAGA.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”).
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 2019
PT Arkha Jayanti Persada Tbk., (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “OJK”) dengan Surat No. 105/AJP/OJK/
XII/18 tanggal 28 Desember 2018. Sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608, (selanjutnya disebut sebagai “UUPM”).
Perseroan merencanakan akan mencatatkan saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana ini pada PT Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut sebagai “BEI”) sesuai dengan Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas Nomor S-00802/BEI.PP2/02-2019 tanggal 13 Februari 2019. Apabila syarat-syarat pencatatan Saham di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum batal demi hukum dan pembayaran pesanan Saham tersebut wajib dikembalikan kepada para pemesan sesuai ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek dan Peraturan IX.A.2.
Seluruh Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar modal yang disebut dalam Prospektus bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukannya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor pasar modal, dan kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing.
Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, setiap pihak yang terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek, serta para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam Penawaran Umum ini dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
Selanjutnya penjelasan mengenai hubungan afiliasi dapat dilihat pada Bab XII tentang Penjaminan Emisi Efek dan Bab XIII tentang Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal.
PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN INI TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM INI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM INI TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURIDIKSI DI LUAR INDONESIA TERSEBUT.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING DAN RELEVAN YANG TIDAK DIKEMUKAKAN YANG MENYEBABKAN INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL DALAM PROSPEKTUS INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN.
i ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ……… Ii
DEFINISI DAN SINGKATAN ………... iv
RINGKASAN ……….. x
I. PENAWARAN UMUM ………. 1
II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM……… 4
III. PERNYATAAN UTANG ……….. 5
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING………. 21
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN……….. 24
1. UMUM……….. 24
2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL USAHA………... 24
3. ANALISA KEUANGAN………. 26
4. ANALISA RASIO KEUANGAN ……… 42
5. LIKUIDITAS DAN SUMBER MODAL………. 43
6. BELANJA MODAL ……… 45
7. SEGMEN OPERASI ………. 45
8. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN……… 49
9. KEJADIAN YANG SIFATNYA LUAR BIASA DAN TIDAK BERULANG LAGI DIMASA DATANG …. 54 10 PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN……….. 54
11. KEBIJAKAN PEMERINTAH ……… 55
VI. FAKTOR RISIKO……….. 56
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK……… 61
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA ……….. 64
A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN……… 64
1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN ………. 64
2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN………. 66
3. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN……….. 68
4. TATA KELOLA DAN MANAJEMEN RISIKO PERSEROAN……….. 71
5. SUMBER DAYA MANUSIA ………... 80
6. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN ……….. 83
7. KETERANGAN TENTANG PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM…………. 83
8. KETERANGAN MENGENAI ASET TETAP PERSEROAN………... 86
9. PERJANJIAN PENTING YANG DIMILIKI PERSEROAN……….. 91
10. TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI………. 168
11. PERJANJIANASURANSI ……….. 173
12. PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, SERTA ANGGOTA DIREKSI DAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS PERSEROAN
174
B. KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN………. 174
1. TINJAUAN UMUM………... 174
2. KEUNGGULAN KOMPETITIF………... 178
3. PERSAINGAN USAHA………... 180
4. STRATEGI USAHA ………. 180
5. BAHAN BAKU DAN PASOKAN BAHAN BAKU……….. 182
6. PENJUALAN PRODUK PERSEROAN ……… 183
7. PEMASARAN DAN DISTRIBUSI……….. 184
8. SERTIFIKASI DAN ASOSIASI ………... 185
9. ANALISA MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN………... 186
10. HAKI (Hak Kekayaan Intelektual)……….. 186
11. TATA KELOLA PERSEROAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERANCE)………… 186
12. KETERANGAN TENTANG INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN ………. 187
IX. EKUITAS ………... 198
X. KEBIJAKAN DIVIDEN ………. 200
XI. PERPAJAKAN ……….. 201
XII. PENJAMINAN EMISI EFEK ………. 203
XIII. LEMBAGA PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL……… 205
XIV. KETENTUAN PENTING DALAM ANGGARAN DASAR DAN KETENTUAN PENTING LAINNYA TERKAIT PEMEGANG SAHAM………. 207
XV. TATACARA PEMESANAN SAHAM……….. 224
XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ………... 229
XVII. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM……… 230
XVIII LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN………. 280
iii
iv
DEFINISI DAN SINGKATAN
Afiliasi : Yang dimaksud afiliasi adalah:
(a) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
(b) hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut;
(c) hubungan antara 2 (dua) Perseroan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;
(d) hubungan antara Perseroan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh Perseroan tersebut;
(e) hubungan antara 2 (dua) Perseroan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama; atau
(f) hubungan antara Perseroan dan pemegang saham utama.
BAE : Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Perseroan melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek, yang dalam hal ini dilaksanakan oleh PT Adimitra Jasa Korpora.
Bapepam-LK : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang merupakan penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden No. 62 Tahun 2005 dan KMK No. 606/KMK.01/2005 tanggal 31 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Bapepam dan LK jo. Peraturan Menteri Keuangan No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan. Per tanggal 31 Desember 2012, fungsi Bapepam dan LK telah beralih ke OJK.
BEI atau Bursa Efek
Indonesia : Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara mereka, yang dalam hal ini diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan.
BNRI : Berita Negara Republik Indonesia.
Daftar Pemegang Saham
(DPS) : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang kepemilikan saham oleh Pemegang Saham dalam Penitipan Kolektif di KSEI berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.
Daftar Pemesanan
Pembelian Saham (DPPS) : Berari Daftar yang memuat nama-nama pemesan saham dan jumlah yang dipesan dan disusun berdasarkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham yang dibuat oleh masing-masing Penjamin Emisi Efek.
Formulir Konfirmasi
Penjatahan Saham (FKPS) : Berarti suatu formulir yang mengkonfirmasi hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti pemilikan atas Saham Yang Ditawarkan di pasar perdana.
Formulir Pemesanan
Pembelian Saham (FPPS) : Berarti salinan asli dari formulir pemesanan pembelian terkait Saham Yang Ditawarkan yang harus dibuat dalam 5 (lima) rangkap, masing-masing rangkap mana harus diisi secara lengkap, dibubuhi tanda tangan asli pemesan, dan diajukan oleh calon pembeli kepada para Penjamin Emisi Efek,
dan agen penjualan (jika ada) pada waktu memesan Saham Yang Ditawarkan selama Masa Penawaran Umum.
Harga Penawaran : Harga Penawaran berarti harga setiap saham yang ditawarkan melalui Penawaran Umum yang harganya telah ditentukan melalui proses Penawaran Awal, yaitu Rp236,- (dua ratus tiga puluh enam Rupiah).
Hari Bank : Berarti hari pada setiap saat Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.
Hari Bursa : Berarti hari-hari di mana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut.
Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia bukan sebagai Hari Kerja biasa.
KAP : Berarti Kantor Akuntan Publik.
KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta, yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam UUPM, yang dalam emisi saham bertugas mengadministrasikan saham berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Efek di KSEI pada penitipan kolektif.
Kustodian : Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
Manajer Penjatahan : Berarti PT UOB Kay Hian Sekuritas, yang bertanggung jawab atas penjatahan atas penjualan saham yang ditawarkan yang akan dilakukan jika jumlah pesanan atas saham-saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, berdasarkan Peraturan No. IX.A7.
Masa Penawaran Umum : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan.
Masyarakat : Berarti perorangan dan/atau badan-badan, baik Warga Negara Indonesia/badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/badan asing baik bertempat tinggal/berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan hukum di luar negeri
Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dahulu bernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia yang berubah nama menjadi Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia, dan terakhir berubah menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
v vi Otoritas Jasa Keuangan
atau OJK : Otoritas Jasa Keuangan atau OJK berarti lembaga yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 22 November 2011 (tentang Otoritas Jasa Keuangan ("UU No. 21 Tahun 2011"). Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Bapepam dan LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55 UU No. 21 Tahun 2011.
Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek dan/atau sub Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.
Pemegang Saham Utama : Pemegang Saham Utama berarti Pihak yang, baik secara langsung maupun tidak langsung, memiliki paling sedikit 20% (dua puluh persen) hak suara dari seluruh saham yang mempunyai hak suara yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau jumlah yang lebih kecil dari itu sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.
Penawaran Umum atau Penawaran Umum Perdana Saham
: Penawaran Umum atau Penawaran Umum Perdana Saham adalah kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Perseroan untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya
Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersarna oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh KSEI sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
Penjamin Emisi Efek : Berarti Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan perserta sindikasi Penjamin Emisi Efek (apabila ada) yang mengadakan kesepakatan dengan Perseroan dan akan bertanggung jawab, secara sendiri-sendiri dan tidak bersama untuk menawarkan dan menjual Saham Yang Ditawarkan kepada Masyarakat dengan kesanggupan penuh (full commitment) serta melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum di pasar perdana kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan memperhatikan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
Penjamin Pelaksana Emisi
Efek : Berarti pihak yang akan bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.
Peraturan No. IX.A.2 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.A.7 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 November 2011 tentang
Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.E.1 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Peraturan No. IX.E.2 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Peraturan No. IX.J.1 : Berarti Peraturan Bapepam-LK No.IX.J.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok- Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perseroan Publik.
Peraturan OJK No. 7/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk.
Peraturan OJK No. 8/2017 : Berarti Peraturan OJK No.8/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Bersifat Ekuitas.
Peraturan OJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Peraturan OJK No. 32/2014 : Peraturan OJK No.32/2014 berarti Peraturan OJK No.32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
Peraturan OJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/2014 tentang Direksi dan Komisaris Emiten atau Perseroan Publik.
Peraturan OJK No. 34/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perseroan Publik.
Perjanjian Penjaminan Emisi
Efek : Berarti Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No.22 tanggal 28 Desember 2018, yang diubah dengan Perubahan 3 (tiga) Perjanjian Penjaminan Emisi Efek No.14 tanggal 22 Januari 2019, Akta Addendum IV No. 05 tanggal 7 Mei 2019, dan Akta Addendum V No. 14 tanggal 25 Juni 2019, yang seluruhnya dibuat oleh dan antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek di hadapan Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta.
Perjanjian Pengelolaan
Administrasi Saham : Berarti Akta Perjanjian Pengelolaan Saham No. 21 tanggal 28 Desember 2018 yang diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham No. 15 tertanggal 22 Januari 2019 dan Akta Addendum II Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham No. 15 tertanggal 25 Juni 2019, yang dibuat oleh dan antara Perseroan dengan BAE di hadapan Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta.
vii
viii Perjanjian Pendaftaran Efek
: Berarti Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas di KSEI No SP- 105/SHM/KSEI/1118. tanggal 3 Desember 2018 yang bermaterai cukup dan dibuat dibawah tangan oleh dan antara Perseroan dengan KSEI.
Pernyataan Efektif
: Berarti terpenuhinya seluruh ketentuan yang terdapat pada Peraturan No.
IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum nomor 4, yakni sebagai berikut:
1) atas dasar lewatnya waktu, yakni:
a) 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaflaran dalam rangka Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum; atau
b) 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal perubahan terakhir yang disampaikan Emiten atau yang diminta OJK dipenuhi; atau
2) atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan.
Pernyataan Pendaftaran
: Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum.
Perseroan
: Berarti PT Arkha Jayanti PersadaTbk Prospektus
: Prospektus berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar Pihak lain membeli Efek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 nomor 26 UUPM dan Peraturan OJK No.8/2017.
Prospektus Awal
: Berarti suatu informasi tertulis yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai jumlah Saham Yang Ditawarkan namun dapat memuat informasi awal sehubungan dengan jumlah maksimum Saham Yang Ditawarkan, Harga Penawaran, penjaminan emisi efek atas penerbitan atau hal lainnya terkait syarat-syarat penawaran yang belum dapat ditentukan pada saat itu, sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/2017.
Prospektus Ringkas
: Prospektus Ringkas berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal.
Rekening Efek
: Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik pemegang saham yang diadministrasikan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan kontrak pembukaan rekening efek yang ditandatangani pemegang saham dan Perseroan efek dan/atau Bank Kustodian.
Rekening Penawaran Umum
: Berarti rekening atas nama Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada bank penerima untuk menampung dana yang diterima dari investor.
RUPS : RUPS berarti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, UUPT, dan UUPM.
RUPSLB
: Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, UUPT, dan UUPM.
Saham Baru Berarti saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah)
: setiap saham yang akan dikeluarkan dari dalam simpanan (portepel) Perseroan, yang ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum dalam jumlah sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) lembar saham, yang selanjutnya dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan.
Saham Yang Ditawarkan
: Berarti Saham Baru, yaitu sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) lembar saham, yang ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat oleh Para Penjamin Emisi Efek melalui Penawaran Umum, yang selanjutnya akan dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan.
SKS : Berarti Surat Koleklif Saham.
Tanggal Distribusi
: Berarti tanggal yang sama dengan Tanggal Pembayaran, yaitu selambat- lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan, pada tanggal mana Saham Yang Ditawarkan didistribusikan secara elektronik oleh KSEI kepada Penjamin Emisi Efek untuk kemudian didistribusikan kepada pemesan.
Tanggal Pembayaran
: Tanggal Pembayaran berarti tanggal pembayaran hasil penjualan Saham Yang Ditawarkan pada pasar perdana yang harus disetor oleh Penjamin Emisi Efek kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Tanggal Pencatatan
: Berarti tanggal pencatatan saham untuk diperdagangkan di Bursa Efek dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi.
Tanggal Pengembalian
: Berarti tanggal untuk pengembalian uang pemesanan pembelian saham yang ditawarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Penjamin Emisi Efek kepada para pemesan yang sebagian atau seluruh pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya penjatahan atau dalam hal Penawaran Umum Saham Perdana dibatalkan atau ditunda, pengembalian uang pemesanan Efek kepada pemesan wajib dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak keputusan penundaan atau pembatalan tersebut.
Tanggal Penjatahan
: Berarti selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa Penawaran Umum Saham Perdana.
TDP : Berarti Tanda Daftar Perseroan.
UU Pasar Modal
: Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No.64 Tahun1995, Tambahan No. 3608.
UU Perseroan Terbatas
: Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
ix
x
RINGKASAN
Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari, dan harus dibaca bersama-sama dengan, keterangan yang lebih terperinci dan laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini.
Ringkasan ini dibuat berdasarkan fakta dan pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini bersumber dari laporan keuangan yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah kecuali dinyatakan lain dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
1. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PERSEROAN
PT Arkha Jayanti Persada (selanjutnya disebut “Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas PT Arkha Jayanti Persada No. 83 tanggal 24 November 1999 yang dibuat di hadapan B. Wirastuti Puntaraksma, S.H., M.Kn., Notaris di Depok, yang telah mendapat pengesahan dari Menkumham sesuai dengan Surat Menkumham No. C-11154 HT.01.01.TH.2003 tanggal 21 Mei 2003 persetujuan mana diberikan karena telah sesuai dengan Format Isian Akta Notaris Model 1 yang tersimpan dalam database, salinan Akta Perseroan Terbatas PT Arkha Jayanti Persada No. 83 tertanggal 24 November 1999 dibuat oleh Berna- dette Wirastuti Puntaraksma, S.H., Notaris di Depok (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”). Akta Pendirian tersebut telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No.3 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 102715200876 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Depok pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok No. 360/BH/10-27/II/2004 pada tanggal 20 Februari 2004. Akta pendirian telah dimuat dalam BNRI No. 18 tanggal 2 Maret 2004, Tambahan No. 2223 tahun 2004. Modal dasar Perseroan pada saat didirikan berjumlah Rp20.000.000 yang terbagi atas 4000 lembar saham masing- masing saham bernilai nominal Rp5.000, modal ditempatkan dan disetor penuh berjumlah Rp5.000.000 yang terdiri dari 1.000 lembar saham.
Anggaran Dasar Perseroan diubah beberapa kali, diantaranya dengan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 18 tanggal 26 Oktober 2018, yang dibuat di hadapan Rahayu Ningsih, S.H.,Notaris di Jakarta, akta mana telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Keputusan No. AHU-0023750.AH.01.02. TAHUN 2018 tanggal 01 November 2018, diterima pemberitahuan perubahan Anggaran Dasarnya berdasarkan Surat No. AHU- AH.01.03-0259283 tanggal 01 November 2018 yang dan diterima pemberitahuan perubahan data Perseroan berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0259284 tanggal 01 November 2018, serta telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU- 0145904.AH.01.11 Tahun 2018 tanggal 01 November 2018 (selanjutnya disebut “Akta No. 18 tanggal 26 Oktober 2018”), yang mana para pemegang saham menyetujui untuk merubah seluruh Anggaran Dasar sehubungan perubahan status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, dimana para pemegang saham menyetujui penyesuaian seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal termasuk Peraturan Bapepam Nomor: IX.J.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbuka tanggal 8 Desember 2014 dan perubahannya yaitu Peraturan OJK Nomor 10/POJK.04/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbuka tanggal 14-03-2017 (empat belas Maret dua ribu tujuh belas) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 33/POJK.04/2014, tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perseroan Publik tanggal 8 Desember 2014, yang perubahan seluruh anggaran dasarnya sebagaimana telah dibagikan kepada para pemegang saham, dan menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan Perseroan, yang merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel sebanyak 25% (dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum selesai dilaksanakan atau sejumlah sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham baru, yang ditawarkan kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan (Initial Public Offering/IPO), masing-masing saham tersebut dengan nilai nominal Rp100,00 (seratus Rupiah) dengan memperhatikan Peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek yang berlaku di tempat di mana saham-saham Perseroan dicatatkan. Kemudian, dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 25 ayat (2) UUPT Perseroan, Anggaran Dasar Perseroan diubah, untuk mengubah status perseroan dari Perseroan Terbuka menjadi Perseroan Tertutup berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Arkha Jayanti Persada Tbk Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 3 tanggal 3 Mei 2019 dibuat di hadapan Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta No.
3 tanggal 3 Mei 2019”) dan telah persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No.AHU- 0024055.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 6 Mei 2019 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Arkha Jayanti Persada, persetujuan mana diberikan berdasarkan Data Format Isian Perubahan yang disimpan dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU-0072085.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 6 Mei 2019. Selanjutnya, terakhir kali Anggaran Dasar Perseroan diubah untuk mengubah kembali status perseroan dari
Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Arkha Jayanti Persada Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 4 tanggal 7 Mei 2019 dibuat di hadapan Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta No. 4 tanggal 7 Mei 2019”) dan telah memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024153.AH.01.02.Tahun 2019 tertanggal 7 Mei 2019 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT. Arkha Jayanti Persada Tbk, persetujuan mana diberikan berdasarkan Data Format Isian Perubahan yang disimpan dalam database Sisminbakum sebagaimana salinan Akta No. 4 tanggal 7 Mei 2019. Perubahan anggaran dasar tersebut di atas telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU-0072287.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 7 Mei 2019, sehingga para pemegang saham telah menyesuaikan kembali Anggaran Dasar Perseroan dengan ketentuan UUPT.
2. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 7 Mei 2019, kegiatan usaha Perseroan adalah berusaha dalam bidang real estate, perdagangan, jasa dan pariwisata. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang sebagai berikut:
1. Perdagangan 2. Pembangunan 3. Industri 4. Pengangkutan 5. Jasa
6. Pertanian; dan 7. Percetakan
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Perdagangan lokal, antar pulau, ekspor, impor, pengecer, agen, supplier, leveransir, grosir, distributor dan perwakilan dari perusahaan lain baik atas tanggungan sendri maupun atas tanggungan pihak lain, secara amanat atau komisi;
2. Kontraktor bangunan, gedung, bendungan, jembatan, jalan, taman, dermaga laut, pelabuhan udara, instalasi air minum, gas, listrik, telekomunikasi, pengairan, penggalian, pengurugan, pemerataan tanah dan pekerjaan tehnik sipil lainnya;
3. Industri perangkat keras, perangkat lunak, kosmetik, farmasi, alat-alat kesehatan, makanan dan obat serta kimia, kehutanan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, pengolahan kekayaan hasil hutan, hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil peternakan, hasil pertambangan, hasil kekayaan laut, furniture, meubel, peralatan rumah tangga dan kantor, percetakan, penjilidan, penerbitan dan pengepakan;
4. Menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan di darat (transportasi) pada umumnya baik untuk pengangkutan penumpang maupun barang;
5. Menjalankan kegiatan jasa pelayanan cleaning service, jasa catering, jasa persewaan mobil dan kendaraan alat-alat berat, jasa pelatihan dan konsultasi dibidang kimia dan sejenisnya kecuali dalam bidang hukum dan pajak.
Prospek usaha Perseroan
Seiring dengan mulai membaiknya harga komoditas bisa meningkatkan permintaan kebutuhan industri alat berat di Indonesia.
Gencarnya pembangunan di sektor konstruksi, dan naiknya aktivitas sektor pertambangan di dalam negeri akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi), dalam dua tahun terakhir ada kenaikan produksi alat berat. Pada 2016, produksi mencapai 3.678 unit dan 2017 menjadi sebanyak 5.609 unit. Sementara itu, produksi di kuartal I tahun 2018 tercatat 1.684 unit yang diproduksi.
Produksi alat berat sepanjang kuartal pertama tersebut, naik sebesar 46,05 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Produksi ini didominasi untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan pertambangan. Adapun alat berat jenis hydraulic excavator menjadi kontributor tertinggi dari total produksi di kuartal I/2018 yang mencapai 1.534 unit atau 91,09 persen, diikuti bulldozer 89 unit, dump truck 60 unit, dan motor grader 1 unit. Sepanjang tahun 2018, produksi alat berat ditarget Hinabi bisa tembus 7.000 unit. Untuk mendongkrak daya saing industri alat berat nasional, Kementerian Perindustrian mendorong sektor ini terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi sesuai kebutuhan pasar saat ini. Pemerintah juga akan memfasilitasi pemberian super deductible tax bagi industri yang berinovasi. Industri alat berat berperan penting mendukung kegiatan usaha lain, seperti di sektor pertambangan, pengolahan lahan hutan, pembangunan infrastruktur, serta perkebunan dan pertanian. Hal ini mendukung akselerasi program pemerintah dalam menerapkan kebijakan hilirisasi.Kebijakan tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk industri lanjutan.
Sedangkan untuk perkembangan usaha jasa pengangkutan batu bara. Indonesia saat ini menempati peringkat ke-9 dengan sekitar 2.2 persen dari total cadangan batubara global terbukti berdasarkan BP Statistical Review of World Energy. Sekitar 60
xi xii persen dari cadangan batubara total Indonesia terdiri dari batubara kualitas rendah yang lebih murah (sub-bituminous) yang memiliki kandungan kurang dari 6100 cal/gram.
Ada banyak kantung cadangan batubara yang kecil terdapat di pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, namun demikian tiga daerah dengan cadangan batubara terbesar di Indonesia adalah:
1. Sumatra Selatan 2. Kalimantan Selatan 3. Kalimantan Timur
Industri batubara Indonesia terbagi dengan hanya sedikit produsen besar dan banyak pelaku skala kecil yang memiliki tambang batubara dan konsesi tambang batubara (terutama di Sumatra dan Kalimantan).
Sejak awal tahun 1990an, ketika sektor pertambangan batubara dibuka kembali untuk investasi luar negeri, Indonesia mengalami peningkatan produksi, ekspor dan penjualan batubara dalam negeri. Namun penjualan domestik agak tidak signifikan karena konsumsi batubara dalam negeri relatif sedikit di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan penjualan batubara domestik yang pesat karena pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap program energi ambisiusnya (menyiratkan pembangunan berbagai pembangkit listrik, yang sebagian besar menggunakan batubara sebagai sumber energi karena Indonesia memiliki cukup banyak cadangan batubara). Selain itu, beberapa Perseroan pertambangan besar di Indonesia (misalnya penambang batubara Adaro Energy) telah berekspansi ke sektor energi karena harga komoditas yang rendah membuatnya tidak menarik untuk tetap fokus pada ekspor batubara, sehingga menjadi Perseroan energi terintegrasi yang mengkonsumsi batubara mereka sendiri.
Ekspor batubara Indonesia berkisar antara 70 sampai 80 persen dari total produksi batubara, sisanya dijual di pasar domestik.
3. STRUKTUR PERMODALAN PADA SAAT PROSPEKTUS DITERBITKAN
Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 26 Oktober 2018 , struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Keterangan Nilai Nominal Rp. 100 Per saham
Jumlah
Saham Jumlah Nilai Nominal
Saham (Rp) Persentase Kepemilikan %
Modal Dasar 6.000.000.000 600.000.000.000
Modal Ditempatkan Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Arkha Tanto Prima 1.046.250.000 104.625.000.000 69,75%
2. PT JAF Asia Investment 452.500.000 45.250.000.000 30,17%
3. Dwi Hartanto 1.250.000 125.000.000 0,08%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.500.000.000 150.000.000.000 100,00%
Jumlah Saham dalam Portepel 4.500.000.000 450.000.000.000 -
4. PENAWARAN UMUM
Jumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham baru atau sebanyak 25%
(dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum.
Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah)
Harga Penawaran : Rp 236 (dua ratus tiga puluh enam Rupiah) per saham
Nilai Penawaran Umum : Sebesar Rp118.000.000.000 (seratus delapan belas miliar Rupiah).
Tanggal Penawaran Umum : 1 – 5 Juli 2019 Tanggal Pencatatan di BEI : 10 Juli 2019
Dalam rangka Penawaran Umum ini, Saham Baru yang ditawarkan seluruhnya terdiri dari saham biasa atas nama yang berasal dari portepel dan akan memberikan kepada pemegang hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya
dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus , hak atas sisa kekayaan Perseroan dalam hal terjadi likuidasi dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam UUPT.
Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum ini, struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum ini secara proforma adalah sebagai berikut:
Keterangan
Sebelum Penawaran Umum Perdana Saham Setelah Penawaran Umum Perdana Saham Nilai Nominal Rp 100 per Saham Nilai Nominal Rp 100 per Saham Jumlah Saham Jumlah Nilai
Nominal (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai
Nominal (%)
Modal Dasar 6.000.000.000 600.000.000.000 6.000.000.000 600.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
1.PT Arkha Tanto Prima 1.046.250.000 104.625.000.000 69,75% 1.046.250.000 104.625.000.000 52,31%
2.PT JAF Asia Investment 452.500.000 45.250.000.000 30,17% 452.500.000 45.250.000.000 22,63%
3. Dwi Hartanto 1.250.000 125.000.000 0,08% 1.250.000 125.000.000 0,06%
4.Masyarakat - - - 500.000.000 50.000.000.000 25,00%
Jumlah Modal
Ditempatkan dan Disetor
Penuh 1.500.000.000 150.000.000.000 100,00% 2.000.000.000 200.000.000.000 100,00%
Saham dalam Portepel 4.500.000.000 450.000.000.000 4.000.000.000 400.000.000.000
Saham baru yang ditawarkan seluruhnya terdiri dari saham yang dikeluarkan dari portepel yang memberikan pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
5. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek akan digunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk modal kerja.
Keterangan lebih lanjut mengenai Rencana Penggunaan Dana dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.
6. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Perseroan meyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagaimana berikut ini akan mendukung Perseroan dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya.
a. Kebijakan Perseroaan untuk selalu menjamin kualitas produksi.
b. Manajemen dan sumber daya manusia yang handal.
c. Posisi Perseroan berada dalam prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat.
d. Memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan pemasok di seluruh Indonesia & luar negeri.
e. Memiliki hubungan jangka panjang yang baik dengan pelanggan.
f. Memiliki manajemen waktu yang akurat dalam memenuhi ekspektasi pelanggan.
Keterangan lebih lanjut mengenai keunggulan kompetitif Perseroan dapat dilihat pada bab VIII pada Prospektus ini 7. STRATEGI USAHA
Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan dengan peraturan yang berlaku di industrinya, Perseroan menjalankan strategi usaha sebagai berikut:
a. Memaksimalkan kapasitas mesin yang ada serta memperkuat posisi sebagai Market Leader.
b. Membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan untuk menjaga dan menaikkan pangsa pasar Perseroan dan meraih peluang pasar baru.
c. Terus fokus untuk menjaga kualitas produk Perseroan.
d. Meningkatkan Brand Value.
e. Peningkatan efisiensi dan keunggulan operasional.
f. Melanjutkan strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan standar operasi keselamatan kerja .
xiii
xiv 8. FAKTOR RISIKO
Risiko usaha dan risiko umum yang diungkapkan dalam Prospektus berikut ini merupakan risiko-risiko yang material bagi Perseroan. Risiko tersebut telah disusun berdasarkan risiko yang memberikan dampak paling besar hingga dampak paling kecil terhadap kinerja usaha dan kinerja keuangan Perseroan, setiap risiko yang tercantum dalam Prospektus ini dapat berdampak negatif dan material terhadap kegiatan usaha, arus kas, kinerja operasional, kinerja keuangan atau prospek usaha Perseroan.
A. Risiko Utama yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha yaitu risiko Tidak Tersedianya Pasokan Bahan Baku
B. Risiko Usaha
1. Risiko ketergantungan pendapatan terhadap beberapa pelanggan dan supplier utama.
2. Risiko persaingan usaha.
3. Risiko bisnis Perseroan sebagai industri padat modal yang membutuhkan Investasi dan modal kerja serta. ketidak mampuan Perseroan memperoleh sumber dana kebutuhan tersebut.
4. Risiko utang yang tinggi.
5. Risiko tidak mendapatkan pinjaman baru dari Bank.
6. Risiko ketergantungan terhadap pemegang saham utama Perseroan.
7. Risiko ketidakmampuan untuk mempertahankan atau merekrut tenaga kerja terampil.
8. Risiko kecelakaan kerja.
9. Risiko kerusakan alat produksi.
10. Risiko Teknologi.
C. Risiko Umum
1. Risiko fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, berpotensi berdampak buruk pada kondisi keuangan dan operasional perseroan.
2. Risiko terhadap kewajiban dari tuntutan hukum dari pihak ketiga.
3. Risiko bencana alam dan kejadian di luar kendali Perseroan.
4. Risiko kepatuhan.
5. Kondisi perekonomian secara makro dan global.
6. Risiko kebijakan pemerintah.
D. Risiko Terkait lnvestasi Saham Perseroan 1. Risiko atas likuiditas saham
2. Risiko atas fluktuasi harga saham Perseroan 3. Risiko atas pembagian dividen
Seluruh faktor risiko usaha dan risiko umum yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan dampak masing-masing risiko terhadap kegiatan usaha dan keuangan Perseroan.
Keterangan lebih lanjut mengenai risiko usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus ini.
9. KEBIJAKAN DIVIDEN
Para pemegang saham baru yang berasal dari Penawaran Umum Perdana ini akan memperoleh hak-hak yang sama dan sederajat dengan pemegang saham lama Perseroan, termasuk hak untuk menerima dividen.
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 72, Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku Perseroan berakhir sepanjang diatur dalam anggaran dasar Perseroan.
Pembagian dividen interim tersebut dapat dilakukan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dengan memperhatikan kondisi-kondisi di mana:
1) Setelah pembagian dividen interim tersebut, jumlah kekayaan bersih Perseroan tidak menjadi lebih kecil dari pada jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib; dan
2) Pembagian dividen interim tersebut tidak boleh mengganggu atau menyebabkan Perseroan tidak dapat memenuhi kewajibannya pada kreditor atau mengganggu kegiatan Perseroan.
Dalam hal setelah tahun buku berakhir ternyata Perseroan menderita kerugian, dividen interim yang telah dibagikan tersebut harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen interim.
Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Manajemen Perseroan memiliki kebijakan untuk membayarkan dividen dengan
rasio sebanyak-banyaknya 30% (tiga puluh persen) dari laba tahun berjalan setelah menyisihkan untuk cadangan wajib yang dimulai dari tahun buku 2022, dalam bentuk uang tunai kepada seluruh pemegang saham Perseroan
sekurang-kurangnya sekali dalam setahun, namun dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Dividen tunai akan dibayarkan dalam Rupiah. Pemegang saham pada recording date akan memperoleh hak atas dividen dalam jumlah penuh dan dikenakan pajak penghasilan yang berlaku dalam ketentuan perpajakan di Indonesia. Dividen tunai yang diterima oleh pemegang saham dari luar Indonesia akan dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia.
Tidak ada negative covenant yang dapat menghambat Perseroan untuk melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham.
10. PERKARA MATERIAL YANG SEDANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN
Perseroan menyatakan bahwa sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus: (i) Perseroan tidak sedang terlibat dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN); (ii) Perseroan tidak sedang terlibat dalam sengketa perpajakan di Pengadilan Pajak; (iii) Perseroan tidak sedang terlibat dalam perselisihan yang diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI); (iv) Perseroan tidak terdaftar sebagai Termohon maupun Pemohon dalam perkara kepailitan dan/atau sebagai Pemohon dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang di Pengadilan Niaga; dan (v) Perseroan tidak sedang terlibat dalam suatu sengketa atau gugatan perdata dan/atau perkara pidana yang terdaftar di Pengadilan Negeri. Namun, sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini Perseroan masih terlibat dalam proses berperkara di lingkungan Pengadilan Hubungan Industrial, yaitu:
1) Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1222K/Pdt.Sus-PHI/2017 tanggal 19 Oktober 2017 den- gan total nilai klaim kepada Perseroan sebesar Rp. 1.383.600.598,- (satu miliar tiga ratus juta delapan puluh tiga juta enam ratus ribu lima ratus sembilan puluh delapan Rupiah) yang sampai tanggal dikeluarkannya Prospektus ini masih dalam proses pemeriksaan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung Republik Indonesia;
Perkara ini muncul karena adanya gugatan perselisihan hubungan industrial yang diajukan oleh 45 (empat puluh lima) orang karyawan Perseroan selaku Penggugat terhadap Perseroan selaku Tergugat terkait adanya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Perseroan dalam rangka nasionalisasi terhadap 147 (seratus empat puluh tujuh) orang kary- awan Perseroan.
2) Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1077K/Pdt.Sus-PHI/2017 tanggal 04 Oktober 2017 dengan total nilai klaim kepada Perseroan sebesar Rp. 1.324.144.310,- (satu miliar tiga ratus dua puluh empat juta sera- tus empat puluh empat ribu tiga ratus sepuluh Rupiah) yang sampai tanggal dikeluarkannya Prospektus ini masih dalam proses pemeriksaan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Perkara ini muncul karena adanya gugatan perselisihan hubungan industrial yang diajukan oleh 54 (lima puluh empat) orang karyawan Perseroan selaku Para Penggugat terhadap Perseroan selaku Tergugat terkait adanya keterlambatan pembayaran upah sehingga Para Penggugat meminta agar dilakukan pemutusan hubungan kerja dan menuntut Perseroan agar membayar upah yang be- lum dibayarkan termasuk uang pesangon dan uang penggantian hak.
Perseroan menyatakan bahwa perkara-perkara hukum sebagaimana diuraikan di atas tidak berdampak material pada harta kekayaan dan kelangsungan kegiatan usaha Perseroan, karena Perseroan telah mencadangkan dana pada Akun liabilitas imbalan pasca kerja yang nilainya lebih dari cukup untuk menjamin pembayaran nilai pesangon yang ditetapkan dalam Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung.
Sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini, anggota Direksi, Direksi Independen, dan Komisaris dan Komisaris Independen dari Perseroan berdasarkan Surat Pernyataan masing-masing tertanggal 26 November 2018 menyatakan masing- masing anggota Direksi, Direksi Independen, dan Komisaris dan Komisaris Independen tidak sedang terlibat suatu perkara, yaitu: (i) suatu sengketa atau perkara perdata maupun pidana yang tercatat dalam register Pengadilan Negeri; (ii) perselisihan yang diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI); (iii) pengajuan Pailit atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang terdaftar pada Pengadilan Niaga; (iv) perkara Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) maupun perkara Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah dan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat; dan (v) sengketa tata usaha negara melalui Pengadilan Tata Usaha Negara serta; (vi) sengketa atau perkara perpajakan pada Pengadilan Pajak yang berwenang.
11. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
xv xvi Akna Suhri & Rekan, auditor independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI dengan opini tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs. Suganda Akna Suhri.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam Jutaan Rupiah) 31 Desember
2018 2017 2016* 2015*
Jumlah Aset 360.487,20 352.123,29 359.058,31 371.199,89
Jumlah Liabilitas 354.207,50 485.390,89 461.738,43 444.077,63
Jumlah Ekuitas 6.279,70 (133.267,60) (102.680,12) (72.877,75)
*Penyajian kembali
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam Jutaan Rupiah) 31 Desember
2018 2017 2016*
Penjualan 104.333,36 102.412,26 52.592,85
Beban pokok penjualan 85.090,58 85.564,49 44.327,85
Laba (rugi) usaha sebelum pajak 5.584,74 (4.466,54) (34.315,39) Laba (rugi) bersih tahun berjalan 2.111,29 (30.595,06) (29.920,34) Laba/(rugi) komprehensif tahun berjalan 2.047,29 (30.587,48) (29.802,37)
Laba per saham (dalam rupiah penuh) 4,06 (20,40) (19,95)
*Penyajian kembali Rasio Keuangan
(dalam persen, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 31 Desember
2018 2017 2016
Liquidity Ratios
Current Ratio 73,01% 38,69% 25,59%
Cash Ratio 0,28% 1,38% 1,35%
Quick Ratio 48,80% 14,89% 7,57%
Leverage (Solvabilitas Ratios)
Debt to Total asset 98,26% 137,85% 128,60%
Debt to Equity Ratio 5.640,52% -364,22% -449,69%
Operating Ratios
Rasio Operating Efficiency (BOPO) 92,33% 95,51% 112,34%
Total Aset Turnover (kali) 0,29 0,29 0,15
Account Receivable Turnover (days) 155 139 313
Profitability Ratios
%COGS 81,56% 83,55% 84,28%
Gross profit margin 18,44% 16,45% 15,72%
Operating profit margin 92,33% -4,36% -55,74%
Net profit margin 2,02% -29,87% -56,89%
Return on Asset 0,59% -8,69% -8,33%
Return on Equity 33,62% 22,96% 29,14%
EBITDA margin 39,70% 25,20% 18,66%
EBIT margin 0,14% 5,33% -18,76%
EBT margin 5,35% -4,36% -65,25%
Growth Ratios (%)
Total Aset 2,38% -1,93% -3,27%
Total Liabilitas -27,03% 5,12% 3,98%
Revenue 1,88% 94,73% -15,88%
xvi Akna Suhri & Rekan, auditor independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI dengan opini tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Drs. Suganda Akna Suhri.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam Jutaan Rupiah) 31 Desember
2018 2017 2016* 2015*
Jumlah Aset 360.487,20 352.123,29 359.058,31 371.199,89
Jumlah Liabilitas 354.207,50 485.390,89 461.738,43 444.077,63
Jumlah Ekuitas 6.279,70 (133.267,60) (102.680,12) (72.877,75)
*Penyajian kembali
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam Jutaan Rupiah) 31 Desember
2018 2017 2016*
Penjualan 104.333,36 102.412,26 52.592,85
Beban pokok penjualan 85.090,58 85.564,49 44.327,85
Laba (rugi) usaha sebelum pajak 5.584,74 (4.466,54) (34.315,39) Laba (rugi) bersih tahun berjalan 2.111,29 (30.595,06) (29.920,34) Laba/(rugi) komprehensif tahun berjalan 2.047,29 (30.587,48) (29.802,37)
Laba per saham (dalam rupiah penuh) 4,06 (20,40) (19,95)
*Penyajian kembali Rasio Keuangan
(dalam persen, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 31 Desember
2018 2017 2016
Liquidity Ratios
Current Ratio 73,01% 38,69% 25,59%
Cash Ratio 0,28% 1,38% 1,35%
Quick Ratio 48,80% 14,89% 7,57%
Leverage (Solvabilitas Ratios)
Debt to Total asset 98,26% 137,85% 128,60%
Debt to Equity Ratio 5.640,52% -364,22% -449,69%
Operating Ratios
Rasio Operating Efficiency (BOPO) 92,33% 95,51% 112,34%
Total Aset Turnover (kali) 0,29 0,29 0,15
Account Receivable Turnover (days) 155 139 313
Profitability Ratios
%COGS 81,56% 83,55% 84,28%
Gross profit margin 18,44% 16,45% 15,72%
Operating profit margin 92,33% -4,36% -55,74%
Net profit margin 2,02% -29,87% -56,89%
Return on Asset 0,59% -8,69% -8,33%
Return on Equity 33,62% 22,96% 29,14%
EBITDA margin 39,70% 25,20% 18,66%
EBIT margin 0,14% 5,33% -18,76%
EBT margin 5,35% -4,36% -65,25%
Growth Ratios (%)
Total Aset 2,38% -1,93% -3,27%
Total Liabilitas -27,03% 5,12% 3,98%
Revenue 1,88% 94,73% -15,88%
Halaman ini sengaja dikosongkan
1 1
I. PENAWARAN UMUM
Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang mewakili sebanyak 25% (dua puluh lima persen) dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Keseluruhan saham tersebut ditawarkan kepada Masyarakat dengan Harga Penawaran Rp236 (dua ratus tiga puluh enam Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (“FPPS”). Nilai Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebesar Rp118.000.000.000 (seratus delapan belas miliar Rupiah).
Saham-saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini seluruhnya adalah Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS, hak atas pembagian saham bonus dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam UUPT.
Kegiatan Usaha Utama :
Menjalankan usaha dalam bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat, karoseri body dump truck, kontruksi baja, oil & gas equipment dan jasa pengangkutan batubara.
Perseroan memiliki jaringan kerja yang terdiri dari 1 Kantor Pusat, 2 unit pabrik yang berlokasi di Bogor.
Berkedudukan di Cibinong Bogor, Indonesia Kantor Pusat dan Pabrik 1 : Lanbau Plant (Manufaktur & Fabrikasi)
Jl. Lanbau No. 8, Kp Gudang RT 06 / RW 09, Kel. Karang Asem Barat, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Jawa Barat, 16810 Telp :021 - 87918903, Fax : 021-87916364
E mail : [email protected] Website :www.arkhajayanti.co.id
Pabrik 2 :
Pabuaran Plant (Cutting Center)
Jl. Bumi Pabuaran Indah No. 9, Cibinong, Bogor 16900 Telp :021-87916261-63, Fax : 021-87916364
FAKTOR RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO TIDAK TERSEDIANYA PASOKAN BAHAN BAKU, RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
RISIKO TERKAIT DENGAN KEPEMILIKAN ATAS SAHAM PERSEROAN YAITU TIDAK LIKUIDNYA SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM PERDANA INI. MESKIPUN PERSEROAN AKAN MENCATATKAN SAHAMNYA DI BEI, NAMUN TIDAK ADA JAMINAN BAHWA SAHAM PERSEROAN YANG DIPERDAGANGKAN TERSEBUT AKAN AKTIF ATAU LIKUID KARENA TERDAPAT KEMUNGKINAN SAHAM PERSEROAN AKAN DIMILIKI SATU ATAU BEBERAPA PIHAK TERTENTU YANG TIDAK MEMPERDAGANGKAN SAHAMNYA DI PASAR SEKUNDER. DENGAN DEMIKIAN, PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMPREDIKSIKAN APAKAH PASAR DARI SAHAM PERSEROAN AKAN AKTIF ATAU LIKUIDITAS SAHAM PERSEROAN AKAN TERJAGA.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM- SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”).