TUGAS TERSTRUKTUR
STUDI KASUS PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI BIDANG KARIR Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kulih Bimbingan dan Konseling yang diampu oleh
Dr. Naharus Surur, M.Pd.
Disusun Oleh:
Natasya Maymuna K5418052
Kelas B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2020
A. IDENTIFIKASI MASALAH 1. Keterangan Pribadi
- Nama : N (Nama Inisial)
- Kelas : XII
- Sekolah : SMA N 2 Surakarta - Jenis Kelamin : Perempuan
- Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 28 Januari 2002 - Cita-Cita : -
- Hobi : Olahraga, jalan-jalan, bermain.
2. Keterangan Lama Pendidikan
- Taman Kanak-Kanak : Tahun - Sekolah Dasar : 6 Tahun - Sekolah Menengah Pertama : 3 Tahun 3. Keterangan Keluarga
a. Ayah
- Nama : U (Nama Inisial) - Pendidikan : SMA
- Pekerjaan : PNS b. Ibu
- Nama : F (Nama Inisial) - Pendidikan : S1
- Pekerjaan : Wiraswasta 4. Keterangan Tempat Tinggal
a. Tinggal dengan : Orang tua
b. Ke sekolah dengan menggunakan : Sepeda motor c. Jarak dari rumah ke sekolah : 7 km
5. Fasilitas Belajar dan Pendukung a. Kelengkapan Belajar
- Buku paket : Lengkap - Buku catatan : Lengkap - Ruang khusus belajar : -
- Laptop : Lengkap
b. Bimbingan Orang Tua - Ayah : Tidak Ada - Ibu : Tidak Ada - Saudara : Tidak Ada c. Waktu Belajar
- Keteraturan waktu belajar : Kurang teratur - Lama waktu belajar mandiri : 2 Jam
B. ANALISIS DATA
Data yang digunakan dalam studi kasus permaslaahan peserta didik ini diperoleh melalui informasi dari peserta didik dengan melakukan pendekatan dengan peserta didik. Selai itu data juga diperoleh dari guru sekolah dan teman-teman tedekatnya. Hasil data tersebut diolah dan dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut memiliki kebingungan mengenai pemilihan jurusan perguruan tinggi.
C. SINTESIS
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis dapat diketahui bahwa peserta didik ini termasuk masih mengalami kebingungan mengenai apa yang diinginkan olehnya.
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 12 akan dihadapkan pada gerbang perkuliahan. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas 12 terutama dalam pemilihan studi lanju. Pada kasus ini, peserta didik tidak mengetahui minat dan bakat yang ada dalam dirinya. Selain itu peserta didik juga tidak mengetahui kemampuan apa yang menonjol dan mencirikandirinya. Oleh karena itu peserta didik ini memerlukan bantuan layanan dari bimbingan dan konseling untuk mengatasi permasalahan dalam penentuan jurusan untuk studi lanjutan di Perguruan Tinggi.
D. DIAGNOSIS
Diagnosis merupakan salah satu langkah untuk mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab dari masalah yang sedang dihadapi oleh peserta didik. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa penyebab siswa belum mengetahui jurusan yang diinginkan karena:
1. Faktor Internal
- Peserta didik belum mengetahui siapa dirinya dan apa kelebihan serta kekurangan yang dimiliki.
- Peserta didik tidak mengetahui kemampuan yang ada pada dirinya.
- Peserta didik kurang mengembangkan dirinya.
- Peserta didik kurang update dalam mencari informasi mengenai perguruan tinggi.
- Terdapat keraguan dalam memilih jurusan apakah sesuai dengan apa yang diinginkan atau sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Peserta didik belum menyadari pentingnya mempersiapkan perencanaan karir untuk masa depan.
2. Faktor Eksternal
- Lingkungan pertemanan yang kurang suportif dengan perencanaan karir.
- Dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi ikut dengan teman-teman tanpa memikirkan apakah sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.
- Lingkungan keluarga yang kurang memberi semangat dalam pendidikan peserta didik.
- Orang tua terlalu memaksanakan anaknya supaya memilih jurusan yang diinginkan orang tua tanpa melihat minat dan kemampuan anaknya.
E. PROGNOSIS
Setelah mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan peserta didik mengalami kebingungan dalam menentukan jurusan pendidikan di perguruan tinggi. Maka selanjutnya yaitu tahap prognosis, pada tahap ini dapat dinalisis kemungkinan apa saja yang akan terjadi apabila peserta didik tidak segera mendapat bantuan atau layanan dari bimbingan dan konseling:
- Peserta didik salah menentukan pilihan jurusan pendidikan lanjutan karena tanpa ada pertimbangan dalam memilih jurusan.
- Peserta didik akan memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya dan akan berdampak pada hasil belajarnya.
- Peserta didik akan kurang cocok dengan jurusan yang dipilih sehingga tidak memiliki semangat untuk belajar.
- Peserta didik akan tidak nyaman dalam pendidikannya dan cenderung akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi pada tahun berikutnya.
F. TREATMENT
Pada tahap treatment, peserta didik diberikan berbagai bantuan pelayanan bimbingan dan konseling yang dirumuskan dalam tahap prognosis, bedasarkan permasalahan peserta didik maka trearment yang sesuai adalah:
- Sekolah terutama bimbingan dan konseling harus siap dan bersedia membantu dan membimbing peserta didik yang mengalami permaslahan terkait sekolah lanjutan.
Bimbingan dan konseling dapat menggunakan program yang tepat, data yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
- Sekolah bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk melakukan tes kepribadian diri untuk mengetahui bakat serta minat setiap peserta didik. Hasil tes ini dapat membantu peserta didik untuk mengetahui tentang dirinya.
- Sekolah bekerjasama dengan perguruan tinggi supaya dapat memberi bantuan dan pengarahan mengenai dunia perkuliahan yang akan ditempuh siswa pada nantinya.
- Guru bimbingan dan konseling bekerjasama dengan pihak kemahasiswaan untuk menghimpun data-data alumni sekolah yang telah masuk ke perkuliahan. Hal ini dignakan untuk membantu peserta didik apabila ingin mengetahui informasi mengenai dunia perkuliahan sesuai dengan jurusan alumni asal sekolahnya.
- Sekolah dapat mengadakan program pengenalan dunia perkuliahan misalnya adalah kegiatan expo kampus. Dalam kegiatan ini sekolah mengajak alumni- alumni yang telah masuk di universitas atau perguruan tinggi lainnya untuk datang dan membantu kegiatan expo kampus, selain itu sekolah juga dapat bekerjasaa dengan pergutuan tinggi lainnya untuk hadir dalam kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan ini maka siswa akan lebih memiliki gambaran mengenai duni perkuliahan.
G. FOLLOW UP
Setelah tahap treatment supaya hasil yang diperoleh dapat maksimal untuk membantu peserta didik dalam mengatasi permaslahannya. Maka diperlukan beberapa follow up seperti:
- Selalu memantau perkembangan peserta didik dengan bantuan guru mata pelajaran dan guru wali kelas.
- Selalu memberi motivasi kepada peserta didik supaya lebih semangat untuk menempuh hasil yang maksimal.
- Selalu membantu, membimbing, dan memberi arah atau masukan kepada peserta didik sesuai dengan kondisi peserta didik.