Program Bimbingan Pribadi

Top PDF Program Bimbingan Pribadi:

Implementasi program bimbingan pribadi dan social di SMK Pustek Serpong

Implementasi program bimbingan pribadi dan social di SMK Pustek Serpong

Ada beberapa hal yang menjadi masalah dalam implementasi program bimbingan pribadi dan sosial di sekolah seperti, keterbatasan jumlah guru BK yang sangat minim tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada di sekolah, guru BK yang bukan berlatar belakang bidang bimbingan dan konseling, belum optimalnya guru bimbingan dan konseling dalam implementasi program bimbingan pribadi dan sosial, kurangnya minta siswa dalam pelayanan bimbingan, permasalah penurunan minat belajar, masalah pergaulan, penyesuaian diri, pacaran, minuman keras, tawuran, obat terlarang, sulit beradaptasi, konflik dengan guru, teman, dan lingkungan, pelanggaran tata tertib, kurangnya tindakan preventif himbauan untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi individu maupun kelompok.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI – SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI – SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI SISWA.

Penelitian ini berlatar belakang beberapa fenomena kehidupan siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah misalnya datang selalu terlambat,tidak masuk tanpa keterangan, membolos saat jam pelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui profil penyesuaian diri siswa Kelas XI SMA N 2 Sekampung Tahun Ajaran 2013/2014, (2) Mengetahui gambaran setiap aspek penyesuaian diri siswa Kelas XI SMAN 2 Sekampung Tahun Ajaran 2013/2014, (3) memperoleh rancangan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa SMA N 2 Sekampung Tahun Ajaran 2013/2014. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran angket menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian dibuat sebagai dasar pembuatan program hipotetik bimbingan pribadi sosial unuk meningkatkan penyesuaian diri siswa SMA N 2 Sekampung Tahun Ajaran 2013/2014. Dari sampel sebanyak 113 siswa, hasil penelitian menunjukkan kemampuan penyesuaian diri siswa berada pada kategori tinggi sebesar 80%, rendah sebanyak 15%, rendah sekali sebanyak 1%, untuk kategori tinggi sekali 4% peserta didik. Hasil yang diperoleh adalah Program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa. Penelitian merekomendasikan Program bimbingan pribadi sosial menjadi acuan dan pedoman untuk membantu siswa meningkatkan penyesuaian diri.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA.

Dani Tohir (2015). Program Bimbingan Pribadi Sosial untuk Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa (Studi Pra Eksperimen pada Siswa Kelas VIII MTs. Al Bidayah Kabupaten Bandung Barat Tahun Pelajaran 2014/2015). Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena siswa yang kurang memiliki kepercayaan diri, padahal kepercayaan diri itu sangat penting dimiliki oleh siswa karena kepercayaan diri merupakan modal dasar dalam proses pengembangan diri. Disamping itu di MTs. Al Bidayah belum ada program bimbingan dan konseling yang khusus untuk peningkatan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan program bimbingan pribadi sosial untuk peningkatan kepercayaan diri siswa dan melihat efektivitas program bimbingan pribadi sosial dalam meningkatkan kepercayaan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pra-eksperimen. Partisipan penelitian adalah siswa kelas VIII MTs. Al Bidayah kab. Bandung Barat tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 63 siswa, teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Untuk melihat efektifitas program dilakukan ujicoba terhadap 11 orang siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Alat pengumpul data menggunakan instrumen tertulis berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan: (1) berdasarkan penimbangan pakar, program bimbingan pribadi sosial untuk peningkatan kepercayaan diri siswa terdiri atas materi: memiliki arah dan nilai-nilai yang dipegang, memiliki motivasi, memiliki emosi yang stabil, berpikir positif, sadar diri, berperilaku fleksibel, senang tantangan untuk mengembangkan diri, enerjik dan memiliki kesehatan mental yang baik, siap menghadapi risiko, dan memiliki tujuan yang jelas; (2) pada perhitungan paired sample t-test menunjukkan besarnya t hitung yaitu sebesar -5.123
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA.

Siswa adalah seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Perkembangan siswa tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis, maupun sosial. Sifat inheren lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup dan perkembangan warga masyarakat. Apabila perubahan tersebut sulit diprediksi, di luar jangkauan kemampuan, atau kurang siap dalam menghadapinya maka menghasilkan diskontinuitas perkembangan perilaku siswa, seperti terjadinya stagnansi (kemandegan) perkembangan, masalah- masalah pribadi, atau penyimpangan perilaku dan masalah-masalah sosial. Karena itulah siswa membutuhkan bantuan dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul pada penyelesaian tugas-tugas perkembangannya tersebut.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK.

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK PENINGKATAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK.

The experiment was conducted based on a preliminary study in SMAN 12 Tangerang which showed quite high demands of schools that include (1) the demands of school academic material in the form of common materials and entrepreneurship; (2) the demands adaptation of learners to the school environment; (3) the emergence of concerns over the high expectations of parents after graduating from high school; and the absence of special programs such as private tutoring programs to increase the independence of learners. The purpose of research is to produce effective personal guidance program to increase the independence of learners. The method used is a quasi experimental design with non-equivalent pretest-posttest control group design. The sampling technique refers to a purposive sampling or subject aims. Subjects were students of class XI in the school year 2013/2014 as many as 60 students consisting of a group of experimental classes totaling 30 students (8 male and 22 female) and grade control group were 30 students (10 male and 20 women). Data collection tool in the form of a questionnaire independence. Analysis of data using inferential statistical techniques t-test. The results obtained are effective personal guidance program to increase the independence of learners. The study recommends a reference program of personal guidance and guidelines to enhance the independence of learners.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN PESERTA DIDIK.

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN PESERTA DIDIK.

Penelitian yang dilakukan Dini Anggriani terhadap peserta didik SMA se- kota Bandung (2007:65) menunjukkan bahwa aspek-aspek kedisiplinan yang tergolong tinggi tingkat pelanggarannya adalah pada aspek sopan santun (43%), kehadiran (37%), kegiatan belajar (33%), dan penampilan (41%). Sedangkan sisanya tergolong dalam kategori sedang yaitu menjaga sarana dan prasarana (30%) serta dari aspek upacara (28%), dengan kata lain tingkat kedisiplinan peserta didik sangat rendah, artinya individu peserta didik tersebut belum mampu mengatur dirinya sendiri dalam belajar dan mentaati peraturan yang diberikan oleh guru dan lembaga sekolah yang perlu di awasi dan dikontrol dari luar dirinya oleh para guru, selain itu bahwa harus benar-benar dalam pengawasan dan kontrol dari luar diri pribadi mereka, meskipun kadang-kadang ada kalanya muncul seketika pada situasi dari dalam diri mereka dalam belajar dan mentaati peraturan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI SIWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI SIWA.

Data hasil penelitian menggambarkan bahwa siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung Tahun Ajaran 2012-2013 berada pada kategori konsep diri positif, maka dari itu rekomendasi untuk guru BK SMA PGRI 1 Bandung yaitu upaya pengembangan, pemeliharaan, dan pencegahan dalam bentuk layanan bimbingan baik klasikal ataupun layanan informasi agar konsep diri positif yang dimiliki oleh siswa masih tetap terjaga. Namun pada setiap aspek dan indikator konsep diri masih harus dikembangkan lebih lanjut, terutama pada aspek dan indikator pada kategori negatif. Aspek dan idikator yang perlu dikembangkan yaitu:
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI BERDASARKAN PROFIL PENALARAN MORAL PESERTA DIDIK : studi deskriprif terhadap program bimbingan pribadi di SMP negeri 2 Lembang tahun ajaran 2014/2015.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI BERDASARKAN PROFIL PENALARAN MORAL PESERTA DIDIK : studi deskriprif terhadap program bimbingan pribadi di SMP negeri 2 Lembang tahun ajaran 2014/2015.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku tidak bermoral di kalangan peserta didik SMP. Peserta didik SMP yang masuk pada kategori remaja seharusnya sudah sudah bisa bersikap dengan menggunakan penalaran moral pada tahap otonom. Penalaran moral menjadi salah satu prediktor tindakan moral dan kemungkinan masalah dalam penalaran moral menyebabkan tingkah laku moral . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil penalaran moral peserta didik serta merumuskan program bimbingan pribadi berdasarkan profil penalaran moral peserta didik yang layak untuk diterapkan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Lembang Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 334 peserta didik. Jenis instrumen yang digunakan adalah angket dengan cerita dilema moral. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Profil penalaran moral peserta didik kelas VIII SMP berada pada tahapan penalaran moral otonom; (2) rumusan program bimbingan pribadi berdasarkan profil penalaran moral peserta didik meliputi: rasional, deskripsi kebutuhan, tujuan, visi dan misi program, sasaran program, komponen program, pengembangan rencana pelaksanaan layanan, serta evaluasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER HUMANIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA:Studi Pra Eksperimen pada Siswa Kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, Tahun Ajaran 2011-2012.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER HUMANIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA:Studi Pra Eksperimen pada Siswa Kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, Tahun Ajaran 2011-2012.

1. Program Bimbingan pribadi-sosial berbasis experiential learning melalui kegiatan di masyarakat adalah proses bantuan yang diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling kepada para siswa Kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, Tahun Ajaran 2011-2012 yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari program pendidikan supaya para siswa Kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, dapat memahami dirinya dan lingkungannya sehingga mereka sanggup mengarahkan diri dan bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga dan masyarakat. Bentuk aktivitas program ini adalah para siswa kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, belajar langsung dan mengalami langsung kehidupan masyarakat desa dengan tinggal dan mengikuti aktivitas masyarakat selama beberapa waktu. Selama tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat para siswa mengambil nilai-nilai yang berharga bagi dirinya dan merefleksikannya untuk dijadikan miliknya. 2. Karakter humanis adalah seperangkat nilai dasar yang membangun pribadi
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN MORAL PESERTA DIDIK.

EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN MORAL PESERTA DIDIK.

Generasi muda yang dimaksud salah satunya adalah peserta didik. Agar peserta didik dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu berakhlak mulia, maka diperlukan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar membantu peserta didik agar berhasil dalam belajar, untuk itu sekolah hendaknya memberikan bantuan kepada peserta didik untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan belajar peserta didik. Dalam kondisi seperti ini pelayanan bimbingan dan konseling sangat penting untuk dilaksanakan guna membantu peserta didik mengatasi beberapa masalah yang dihadapinya, sehingga dapat dipahami bahwa proses pendidikan di sekolah tidak akan berhasil secara baik apabila tidak didukung dengan penyelenggaraan yang baik pula.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN DIRI SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN DIRI SISWA.

Di lingkungan sekolah sebetulnya sudah ada tata tertib untuk mengatur siswa, namun kenyataannya masih terdapat pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaannya. Hal tersebut dapat dilihat dari siswa yang terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan tugas, malas belajar, dan gaduh saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Pembinaan disiplin perlu diadakan baik di sekolah maupun di rumah. Pembinaan disiplin di sekolah dapat dilakukan dengan cara memberikan bimbingan, penyuluhan dan menumbuhkan kesadaran pada siswa akan pentingnya disiplin belajar. Shariffudin (2011) disiplin diri adalah sebagai arah positif dari perilaku yang standar yang di tetapkan oleh kode etik berdasarkan alasan, penilaian dan pertimbangan orang lain.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK PENINGKATAN KONSEP DIRI SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK PENINGKATAN KONSEP DIRI SISWA.

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berada pada masa perkembangan remaja yang berusia sekitar 15-18 tahun. Siswa yang berumur 12-21 tahun merupakan masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak ke dewasa. Siswa yang berada pada masa remaja mengalami masa yang sangat sensitif dan penuh dengan gejolak atau sturm and drang. Dengan adanya berbagai tuntutan atas dasar pertumbuhan dan perkembangannya, siswa sangat rawan akan segala ganguan yang dapat menimbulkan masalah dalam hidupnya baik secara pribadi maupun sosial. Tentunya kondisi buruk ini tidak akan terjadi apabila siswa memiliki ketahanan diri yang kuat sehingga dapat terhindar dari segala pengaruh yang tidak baik. Ketahanan diri dapat berupa konsep diri yang positif atau dengan kata lain, siswa dapat merespon segala sesuatu secara positif dan konstruktif. Keadaan ini berawal pada kemampuan seseorang memahami dan menilai dirinya secara positif atau dalam istilah yang lebih populer siswa memiliki suatu konsep diri yang baik.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

ppl2_1301409002_R112_1349744175. 302.84KB 2013-07-11 22:13:28

ppl2_1301409002_R112_1349744175. 302.84KB 2013-07-11 22:13:28

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL II) yang didalam jurusan Bimbingan Konseling biasa disebut Praktik Lapangan Bimbingan Konseling (PL-BK) ini memiliki beberapa tujuan yang harus dicapai, baik itu tujuan umum maupun tujuan khusus. Selama melaksanakan praktik di SMA Negeri 2 Ungaran, praktikan berusaha untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditargetkan. Secara umum, tujuan umum dan khusus dari pelaksanaan PL-BK II telah tercapai, meskipun belum bisa dikatakan sempurna. Tujuan umum PL-BK yaitu meningkatkan keterampilan dan nilai kode etik dalam penyelenggaraan layanan bimbingan konseling di sekolah telah tercapai yaitu ditandai dengan praktikan mampu menyusun program bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan di sekolah, mampu mengelola program bimbingan dan konseling di sekolah, serta telah bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam penyusunan dan pengelolaan program bimbingan konseling di sekolah. Dengan adanya hal tersebut secara tidak langsung wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap mahasiswa dalam penyelenggaraan layanan bimbingan di sekolah meningkat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

s ppb 0806884 chapteriii

s ppb 0806884 chapteriii

Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah kuantitatif karena diperlukan data hasil penelitian mengenai kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang akan mengukur kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Data dari hasil penelitian berupa skor (angka- angka) dan akan diproses melalui pengolahan statistik lalu d ideskripsikan untuk mendapatkan gambaran kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Kemampuan komunikasi interpersonal siswa di sekolah yang digambarkan akan dijadikan sumber dalam penyusunan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

S BK 1101258 chapter1

S BK 1101258 chapter1

Pendapat lainya yaitu pendapat Yusuf (2009, hlm. 11), menyatakan bahwa bimbingan pribadi sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah pribadi sosial. Yang tergolong dalam masalah-masalah pribadi sosial ini adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik. Inti dari pengertian bimbingan pribadi sosial yang dikemukakan oleh Syamsu Yusuf adalah bantuan yang diberikan kepada individu untuk menyelesaikan masalah sosial pribadi yang dialaminya seperti masalah hubungan sosial, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat, serta dapat menyelesaikan konflik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP PENIN

LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP PENIN

Teknik pengumpulan data menggunakan pengumpulan triangulasi data yaitu dokumentasi, wawancara, dan angket. Ketiga cara ini akan dijabarkan sebagai berikut:Observasi adalah aktivitas yang dilakukan terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, atau untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kunjungan dan diskusi dengan guru bimbingan dan konseling, serta seluruh staf pengajar di sekolah objek penelitian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Kebutuhan Bimbingan Pribadi dengan Konsep Diri Siswa Kelas XI di SMK Teknolgi dan Industri Kristen Salatiga T1 132007006 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Kebutuhan Bimbingan Pribadi dengan Konsep Diri Siswa Kelas XI di SMK Teknolgi dan Industri Kristen Salatiga T1 132007006 BAB V

Hasil penelitian ini menujukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara Kebutuhan Bimbingan Pribadi dengan Konsep Diri. Dan sudah dikorelasikan per sub konsep kebutuhan bimbingan pribadi dengan konsep diri dengan hasil tidak ada hubungan yang signifikan. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan penelitian ini diharapkan dapat menggunakan multiple correlation.

Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA.

kemudian ditarik kesimpulannya. Pada populasi kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Bandung tahun ajaran 2012/2013, diambil sampel untuk pengolahan data awal yang akan dijadikan landasan pembuatan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling), maksudnya setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel pengolahan data awal pembuatan program. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel sesuai dengan penjelasan Sugiyono yaitu jumlah sampel ditentukan berdasarkan pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel yang diperlukan dan begitu pula sebaliknya. Sugiyono memberikan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dan populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU SEKSUAL SEHAT REMAJA: Studi Deskriptif tentang Perilaku Seksual Siswa Kelas IX SMPN 4 CimahiTahun Ajaran 2012/2013.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU SEKSUAL SEHAT REMAJA: Studi Deskriptif tentang Perilaku Seksual Siswa Kelas IX SMPN 4 CimahiTahun Ajaran 2012/2013.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan variabel-variabel yang bisa dijelaskan dengan angka-angka maupun kata-kata. Pendapat tersebut memberi makna bahwa metode penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan suatu peristiwa pada saat sekarang yang nampak dalam suatu situasi. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh data mengenai perilaku seksual sehat pada siswa kelas IX SMPN 4 Cimahi sehingga dapat dirancang program yang tepat yang dapat membantu siswa untuk dapat meningkatkan pemahaman perilaku seksual yang sehat pada remaja. 3. Teknik Pengumpulan Data
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1 132008052 Daftar Pustaka

T1 132008052 Daftar Pustaka

Reni, Agricola (2010). Pengembangan Model Layanan Bimbingan Belajar berdasarkan Analisis Sikap dan Kebiasaan Belajar Siswa di SMP Pangudi Luhur Tlogo. Salatiga : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...