Top PDF Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan Chapter III VI

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan Chapter III VI

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan Chapter III VI

Kegiatan FGD yang dilakukan pada partisipan perawat Puskesmas, didapatkan beberapa manfaat yang dirasakan yaitu mementingkan keluarga, sistem kolaborasi, melibatkan keluarga, hemat biaya, melakukan sendiri, mengontrol kondisi pasien, pasien tidak berobat lagi keluar, bisa merawat di rumah, modal pengetahuan yang diajarkan, percaya diri, kerjasama, sharing informasi, gak perlu bolak-balik kerumah sakit, caregiver lebih mengerti, memberdayakan caregiver, mampu mengajarkan pasien stroke dirumah, keluarga mampu untuk mandiri, keluarga mengetahui keberhasilan pasien, terbina hubungan yang baik, meringankan beban kerja perawat, ada kepuasan tersediri, mengurangi angka kesakitan pada pasien, tujuan akhir tercapai, perawatan yang berkualitas, yang tidak tahu menjadi tahu, meminimalkan konflik, memperjelas masalah, mempermudah dalam memberikan pelayanan keperawatan, masukan ilmu, pasien menjadi semangat, dihargai, diperhatikan, perubahan dipasien langsung kelihatan, pasien terbantu. Manfaat tersebut dinyatakan oleh beberapa partisipan seperti pada ungkapan berikut ini:
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Proses yang dihasilkan dari penyakit kronis terjadi ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas secara mandiri dan bebas maka dibutuhkan caregiver yang memberikan rangkaian perawatan. Peran caregiver yang optimal membutuhkan pendekatan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Salah satu model yang dapat diterapkan bagi caregiver pasien stroke adalah family centered care. Model FCC diterapkan pada pasien stroke dapat membangun sistem kolaborasi, berfokus pada kekuatan dan sumber-sumber daripada kelemahan keluarga, mengakui keahlian keluarga dalam merawat pasien, membangun pemberdayaan daripada ketergantungan, meningkat lebih banyak sharing informasi dengan pasien, caregiver dan pelayanan kesehatan daripada informasi hanya diketahui oleh profesional, menciptakan program yang fleksibel dan tidak kaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model FCC bagi caregiver yang merawat pasien stroke dirumah dan dapat dijadikan sebagai panduan oleh perawat dan caregiver dalam merawat pasien stroke dirumah. Desain penelitian ini adalah action research, yang terdiri dari tahapan reconnaissance, planning, acting, observing dan reflecting. Metode pengumpulan data dilakukan melalui FGD, penyebaran kuesioner, dan observasi partisipan. Partisipan yang berkontribusi dalam penelitian ini adalah 31 orang caregiver pasien stroke. Analisis data menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui hasil FGD, dan hasil observasi, sedangkan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner FCC dan pengkajian status menelan pasien stroke dan hasil observasi, dianalisa dengan menggunakan uji statistik deskriptif. Penelitian ini telah menghasilkan Model FCC yang menjadi acuan dalam melakukan perawatan pasien stroke gangguan disfagia di Puskesmas Simalingkar Medan, dan berdampak positif terhadap bertambahnya keterampilan, kemampuan latihan menelan dan pengkajian kemampuan menelan dalam merawat pasien stroke gangguan disfagia. Dampak lain dari hasil pengembangan Model FCC di Puskesmas Simalingkar Medan adalah caregiver telah mampu mengaplikasikan nilai-nilai FCC saat merawat pasien stroke gangguan disfagia. Kata kunci : Model family centered care, action research, caregiver, latihan menelan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Shelton, Jeppson, & Johnson (1987) menyatakan jika model FCC diterapkan pada pasien stroke dapat membangun sistem kolaborasi, berfokus pada kekuatan dan sumber-sumber keluarga daripada kelemahan keluarga, mengakui keahlian keluarga dalam merawat pasien seperti sebagaimana profesional, membangun pemberdayaan dari pada ketergantungan, meningkatkan lebih banyak sharing informasi dengan pasien, caregiver dan pelayanan kesehatan daripada informasi hanya diketahui oleh professional, menciptakan program yang fleksibel dan tidak kaku.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

The process yielded from a chronic disease has caused incapacity to do any activity independently; therefore, a caregiver is needed for providing a series of nursing care. An optimal role of a caregiver needs an appropriate approach to increase that capacity. One of the models which can be applied for a caregiver in stroke patients is family centered care (FCC). FCC model which is applied in stroke patients can build a collaboration system which is focused on the strength and the weakness of a family, recognize the skill of a family in taking care of patients, build empowerment instead of dependency, increase information sharing with patients, caregivers, and health care instead of information which is known only by professionals, and create flexible program. The objective of this research was to develop FCC model for caregivers who took care of stroke patients at home and to use it as a guide for nurses and caregivers in taking care of stroke patients at home. The research used action research method with consisted of the stages of reconnaissance, planning, acting, observing, and reflecting. The data were gathered by conducting FGD, distributing questionnaires, and participant observation. There were 31 caregivers of stroke patients as the participants. The gathered data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result of the research showed that FCC model which was used as the reference in doing swallowing exercise in the working area of Simalingkar Puskesmas, Medan, had positive impacts on the increase in knowledge, skill, and attitude of the caregivers in taking care of stroke patients, especially in teaching patients to swallow. It is expected that the Puskesmas management continue to supervise in order to evaluate the implementation of FCC model in the working area of SimalingkarPuskesmas.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

langsung atau kompensatori bertujuan meningkatkan kekuatan otot-otot menelan tanpa merubah secara langsung fisiologi menelan. Teknik ini termasuk merubah posisi kepala, posisi badan, merubah metode pemberian makan, atau memodifikasi konsistensi makanan atau cairan yang dikonsumsi. Intervensi merubah posisi kepala antara lain dengan mengatur posisi pasien duduk tegak minimal 70 derajat atau semi fowler dan kepala agak ditekuk kedepan. Dengan posisi kepala seperti ini dilaporkan mampu menurunkan risiko aspirasi, sehingga esofageal lebih membuka dan trakhea menutup. Merubah metode pemberian makan dapat dilakukan berbagai cara, antara lain; perawat duduk atau berdiri berhadapan wajah pada saat memberikan makan, menciptakan lingkungan tenang, menganjurkan pasien tidak berbicara ketika sedang makan, meletakkan makanan pada sisi mulut yang sehat, menggunakan senduk kecil, dan menghindari penggunaan sedotan (Bulechek, Butcher, Dochterman, Wagner, 2013).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Pengembangan Model Family Centered Care (FCC) Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Gangguan Disfagia Di Rumah Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan

Navarro, J, C., Baroque, A, C., Lokin, J, K., & Venketasubramanian, N. (2014). The real stroke burden in the Philippines. International Journal Stroke. 9 (5), 640-1. Diperoleh tanggal 27 Desember 2015 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24844610.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Edukasi Manajemen Diri Terhadap Perilaku Sehat dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Medan Chapter III VI

Pengaruh Edukasi Manajemen Diri Terhadap Perilaku Sehat dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Medan Chapter III VI

Untuk jenis latihan pada responden kelompok intervensi sebelum dan sesudah edukasi lebih banyak melakukan latihan ringan, sedangkan pada responden kelompok kontrol sebelum edukasi melakukan latihan berat namun sesudah edukasi banyak melakukan latihan ringan. Secara keseluruhan perilaku latihan responden baik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah edukasi tinggi yaitu mencapai > 90%. Hal ini tidak menutup kemungkinan, berdasarkan kegiatan promosi kesehatan Puskesmas responden mendapatkan edukasi tentang kesehatan diantaranya tentang modifikasi gaya hidup termasuk latihan. Namun edukasi belum terstruktur dengan baik karena kegiatan latihan yang dilakukan terkadang tidak memperhatikan waktu yang disarankan. Latihan tidak diimbangi dengan informasi tentang cara melakukan latihan yang benar sehingga berdampak pada penurunan tekanan darah secara drastis.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PSIKOEDUKASI KELUARGA MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT ODGJ DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG

PSIKOEDUKASI KELUARGA MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT ODGJ DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG

memberdayakan ODGJ dalam bentuk bantuan berupa: tenaga, dana, fasilitas, pengobatan bagi ODGJ dan perlindungan terhadap tindakan kekerasan, menciptakan lingkungan yang kondusif, memberikan pelatihan keterampilan, serta mengawasi penyelenggaran pelayanan di fasilitas yang melayani ODGJ (Kemenkes, 2014). Gangguan jiwa merupakan deskripsi sindrom dengan variasi penyebab, banyak yang belum diketahui dengan pasti dan perjalanan penyakit tidak selalu bersifat kronis, pada umumnya ditandai adanya penyimpangan yang fundamental, karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta adanya afek yang tidak wajar atau tumpul (Maslim, 2002, dalam Yusuf, Fitriyasari & Nihayati, 2014).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Stroke - Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga sebagai Caregiver dalam Merawat Pasien Stroke di Rumah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Stroke - Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga sebagai Caregiver dalam Merawat Pasien Stroke di Rumah

Dukungan lingkungan fisik terdiri dari tempat tinggal, makanan, dan fasilitas lainnya yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi caregiver dan pasien. Menanamkan kebiasaan hidup sehat yaitu melakukan tindakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan selama proses pemberian perawatan. Caregiver dan pasien saling mendukung untuk meningkatkan kesehatan seperti makan teratur dan olahraga. Mengeluarkan perasaan yaitu menemukan suatu cara untuk mengungkapkan perasaan dan frustasi selama proses pemberian perawatan. Caregiver bisa komunikasi dengan intens dengan orang lain untuk mengungkapkan perasaannya atau dengan menulis dan metode lain untuk mengekspresikan perasaannya. Menjauh darinya diartikan bahwa caregiver ingin menjauh dari situasi tuntutan penyakit, pengobatan, dan proses pemberian perawatan. Akan tetapi, secara hati nurani, caregiver merasa bersalah untuk meninggalkan pasien (Williams, 2007).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

12. Untuk Sahabat saya Andarianto P.M dan Penda Elfrida S yang selalu menjadi penyemangat saya dalam penyusunan skripsi ini dan juga menjadi tempat bertukar pikiran dan menemani saya dalam pengerjaan skripsi ini 13. Teman sekelas saya di LBPP LIA Medan yang selalu menghibur saya dan

9 Baca lebih lajut

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang bersifat merusak, melibatkan gangguan berfikir, persepsi, emosional dan gangguan perilaku. Peningkatan kasus skizofrenia membutuhkan penanganan dari berbagai pihak terkhusus keluarga penderita. Keluarga umumnya malu untuk mengakui salah seorang anggota keluarganya menderita skizofrenia karena adanya stigma negatif masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pengalaman yang dirasakan keluarga sebagai caregiver. Tujuan penelitian ini mengeskplorasi pengalaman keluarga sebagai caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di rumah. Desain penelitian menggunakan metode fenomenologi, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah partisipan sepuluh orang. Analisa data menggunakan metode Colaizzi. Adapun kriteria partisipan dalam penelitian ini 1) Keluarga penderita skizofrenia (ayah, ibu, suami/istri, anak, saudara, atau anggota keluarga lain) yang merawat penderita skizofrenia di rumah, 2) Tinggal satu rumah dengan penderita skizofrenia, 3) Penderita skizofrenia yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa dan di izinkan untuk menjalani rawat jalan di Poli klinik Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M.Ildrem, Medan. Hasil penelitian ini diperoleh empat tema yaitu, (1) Mengenali perubahan perilaku, pemahaman tentang penyakit dan menentukan tindakan pengobatan, (2) Memenuhi kebutuhan dasar pasien skizofrenia, (3) Merasakan penderitaan selama merawat anggota keluarga yang menderita skizofrenia dirumah, (4) Mendapat hikmah dan harapan setelah merawat pasien skizofrenia di rumah. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa seluruh caregiver merasakan masa-masa sulit selama menjadi caregiver. Diharapkan bagi pelayanan keperawatan memberikan pendidikan bagi keluarga mengenai cara merawat penderita skizofrenia selama dirumah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Merawat pasien skizofrenia tidaklah mudah, khususnya keluarga sebagai caregiver utama. Schwartz dan Gildron (dalam Nainggolan dan Hidayat, 2013) menyatakan bahwa keluarga yang anggota keluarganya ada penderita skizofrenia merasakan beban yang berbeda dengan keluarga lain pada umumnya. Fausiah (dalam Nainggolan dan Hidayat, 2013) menemukan bahwa beban fisik dan mental yang dialami oleh keluarga sebagai caregiver dari penderita skizofrenia.

6 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Masase Nifas pada Ibu Pascasalin di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Sunggal Chapter III VI

Pelaksanaan Masase Nifas pada Ibu Pascasalin di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Sunggal Chapter III VI

pada awal masa nifas dapat meningkatkan serotonin dan dopamin, dan menurunkan kortisol dan norepinefrin. Efek peningkatan level serotonin dapat menurunkan nyeri punggung dan tungkai. Peningkatan dopamine, penurunan kortisol dan norepinefrin dapat meningkatkan kualitas tidur ibu dan mengurangi masalah psikologis ibu setelah melahirkan (MaHTAS, 2015). Masase nifas sudah sangat umum di praktikkan oleh masyarakat terutama ibu nifas di Medan Sunggal. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh responden bahwa sebagian besar responden mengatakan tindakan masase dilakukan karena anjuran dari orang tua atau keluarga sendiri dan sudah menjadi tradisi atau mereka menginginkan untuk di masase karena meyakini tindakan tersebut dapat mempercepat pemulihan atau meningkatkan kebugaran tubuh ibu setelah persalinan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Akses dan Motivasi Terhadap Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2012

Pengaruh Akses dan Motivasi Terhadap Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2012

Menurut Sofianti (2002) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya cakupan Antenatal Care (ANC) adalah kondisi sosial ekonomi termasuk tingkat pendidikan serta keterbatasan jangkauan pelayanan ANC disebabkan kondisi geografis, keterbatasan fasilitas pelayanan serta kuantitas tenaga kesehatan, sementara menurut Yulifah (2009) penyebab ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan adalah karena ibu sakit, tidak ada transportasi, tidak ada yang menjaga anak yang lain, kurangnya motivasi, dan takut atau tidak mau ke pelayanan kesehatan. Hasil penelitian Rukmini (2005) terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan kesehatan yang diperoleh ibu hamil disebabkan juga karena rendahnya status ekonomi dan juga kemampuan yang rendah dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Perbedaan Tingkat Kooperatif Anak Usia Prasekolah yang Sudah Pernah dan Tidak Pernah Dilakukan Family Centered Care di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Perbedaan Tingkat Kooperatif Anak Usia Prasekolah yang Sudah Pernah dan Tidak Pernah Dilakukan Family Centered Care di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Sarjana Keperawatan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2016 dengan Judul “Perbedaan Tingkat Kooperatif Anak Usia Prasekolah Yang Sudah Pernah Dan Tidak Pernah Dilakukan Family Centered Care Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan”.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai di Puskesmas Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2016

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai di Puskesmas Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2016

Pengaruh Fungsi Kepemimpinan Kepala Puskesmas Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan.. Medan, FKM USU.[r]

3 Baca lebih lajut

COPING STRES PADA CAREGIVER PASIEN STROKE HALAMAN DEPAN  Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

COPING STRES PADA CAREGIVER PASIEN STROKE HALAMAN DEPAN Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

Researcher uses qualitative method with research informants consisting of 4 key informants and 4 supporting informants. Key informant is the main family who has a role as stroke patient's main caregiver, meanwhile supporting informant is person close to caregiver and know about caregiver's activity in caring stroke patient. In this research, researcher uses interview method as data collection instrument.

18 Baca lebih lajut

PERAN KELUARGA DALAM UPAYA MEMINIMALISASI SERANGAN STROKE PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Kandang

PERAN KELUARGA DALAM UPAYA MEMINIMALISASI SERANGAN STROKE PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Kandang

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi keluarga terkait upaya meminimalisasi serangan stroke pada pasien hipertensi di rumah. Pasien dan keluarga diharapkan bisa lebih terbuka dalam menyampaikan keluhan dan masalah-masalahnya baik pada keluarga atau perawat sehingga bisa merawat dan meminimalisasi sendiri di rumah.

15 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

prosedur pelaksanaan penelitian yang dilakukan. Penelitian menjelaskan bahwa penelitian dijaga kerahasiaannya dengan tidak mencantumkan nama pada lembar pengumpulan data, tetapi dengan memberi kode pada masing-masing lembar kuesioner. Peneliti mengakui hak-hak caregiver dalam menyatakan kesediaan atau ketidaksediaan menjadi subjek penelitian dan memiliki hak untuk membuat keputusan sendiri. Jika caregiver bersedia, maka caregiver diminta untuk menandatangani lembar persetujuan penelitian dan memberikan kuesioner untuk diisi.

34 Baca lebih lajut

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

1. Penelitian ini adalah salah satu kegiatan dalam menyelesaikan proses belajar mengajar Program Studi Pendidikan Ners di Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman keluarga sebagai caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di rumah.

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...