Top PDF Teknologi Pengolahan Pangan dan Mutu Serat Makanan

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan TEKN

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan TEKN

Proses di mana molekul larut air dan larut lemak,Uap dan partikel lain dilepaskan dari kayu yang terbakar dan masuk dalam makanan. Makanan menyerap aroma asap sementara asap mengeringkan makanan dan memperbaiki cita rasa.

9 Baca lebih lajut

Teknologi Pengolahan Pangan Pembuatan Ju

Teknologi Pengolahan Pangan Pembuatan Ju

Puree dapat dibuat dengan tahap-tahap pembuatan yang meliputi pengupasan kulit (menghilangkan bagian-bagian yang tidak dikehendaki), pencucian lalu penghancuran hingga menjadi slurry (bubur). Bubur ini sebaiknya disimpan pada suhu rendah sampai saat digunakan untuk keperluan selanjutnya. Penyimpanan dalam suhu beku dapat mengawetkan selama berbulan-bulan. Selain dari pada itu penambahan bahan pengawet juga dapat mengawetkan produk (Koswara, 2013). Puree adalah produk antara yang dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk makanan dan minuman seperti jus, jelly, dodol dan es krim. Puree harus diawetkan untuk memperpanjang umur simpannya. Salah satu cara pengawetan yang sesuai untuk puree adalah pembekuan (Dewandari dkk, 2009). Sedangkan jus buah merupakan bentuk minuman sari buah yang diperoleh dari proses pemerasan (mesin juicer) tanpa ampas yang merupakan satu cara olahan buah yang dilakukan agar penampilan dan cita rasanya menjadi lebih menarik (situmorang, 2013). Jus buah berasal dari buah segar jenis jajanan yang diproduksi tanpa pengolahan pemasakan/ pemanasan, buah segar dibersihkan dengan air bersih (air mengalir), dipotong-potong, diblender (dihaluskan) dengan menambahkan air dan gula. Jus bukan merupakan produk antara sehingga jus dapat langsung dikonsumsi. (Simamora, 2011).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan pemp

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan pemp

Pempek adalah makanan yang terbuat dari campuran tepung tapioka, daging ikan, air dan garam yang diaduk menjadi satu lalu dibentuk, direbus, dikukus, digoreng atau dipanggang dan dimakan dengan cuka. Pada prinsipnya pembuatan empek-empek dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengolahan ikan, pencampuran, pembentukan dan pemasakan (Komariah, 1995).

12 Baca lebih lajut

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan Peng

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan Peng

 Daging ikan diangkat, sisik ikan, lemak pada bagian perut dan tulang harus dibuang semuanya dan dibersihkan. Daging ikan yang diolah sampai tahap ini ada yang dijual sebagai produk akhir dan disebut Namaribushi. Dulunya Namaribushi merupakan makanan istimewa yang hanya bisa dinikmati di sentra-sentra industri ikan cakalang, tapi sekarang sudah banyak dijual oleh perusahaan yang menerima pesanan yang dikirim lewat paket pos.

8 Baca lebih lajut

Teknologi Pengolahan Pangan Ekstraksi do

Teknologi Pengolahan Pangan Ekstraksi do

tanaman cincau hitam yang mempunyai kegunaan adalah bagian daun dan bagian batangnya yang dapat menghasilkan ekstrak gel cincau yang lebih banyak. Kandungan senyawa fenol yang ada pada cincau hitam berkontribusi pada aktivitas antioksidan den efek scavenging pada radikal bebas. beberapa senyawa fenol antara lain protocatechuic acid , p-hidroxybenzoic acid , vanillic acid , caffeic acid (CA) dan syringic acid . Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa fenol berperan penting terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak cincau hitam dan senyawa CA dari ekstrak tersebut menunjukkan yield dan aktivitas antioksidan paling tinggi. Cincau adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan tertentu dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekulmolekul air. Bahan baku cincau hitam adalah ekstrak tanaman jenggelan ( Mesona palutris ) yang telah dikeringkan. Daun janggelan mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya. Cincau hitam merupakan bahan makanan yang sangat minim kandungan gizinya. Kandungan terbesar adalah air, hampir mencapai 98 % (Tasia dan Widyaningsih. (2014).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan Peng (1)

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan Peng (1)

Tahapan pasca panen yang dapat mempengaruhi mutu, citarasa dan antioksidan pada coklat diantaranya adalah pemeraman buah kakao dan fermentasi biji kakao. Pemeraman bertujuan untuk menyeragamkan kematangan buah serta mempercepat terlepasnya pulp buah pada saat fermentasi, hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan laju respirasi di dalam buah dan selanjutnya mempengaruhi proses metabolisme biji (Susanto, 1994 dalam Pato et al., 2003). Lieberei, (2002) menyatakan bahwa pada saat pemeraman buah terjadi peningkatan senyawa polifenol. Perubahan senyawa polifenol tersebut disebabkan oleh degradasi dan sintetis. Senyawa polifenol dalam kakao ini memiliki beberapa kelompok kelas molekul diantaranya katekin, epikatekin, anthosianin, pro- anthosianidin, asam fenolik, tannin terkondensasi, flavonoid lain dan beberapa komponen minor lainnya (Sanchez-Rabaneda et al., 2003). Dilaporkan senyawa fenolik yang terbesar dikandung dalam bubuk kakao adalah katekin.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN

Ikan pindang yang baik harus memenuhi kriteria tertentu. Cara paling mudah untuk menilai mutu ikan pindang dengan menilai mutu sensorisnya. Memang ada cara pengujian lain yang lebih objektif yaitu pengujian kimia dan mikrobiologis. Namun, kedua cara pengujian itu hanya untuk melengkapi mutu sensoris. Minimal empat parameter sensoris yang perlu dinilai, yaitu rupa dan warna, bau, rasa, dan tekstur. Adanya jamur dan lendir juga diamati. Untuk mendapatkan mutu pindang yang tinggi, diperlukan cara pengolahan yang baik dan benar, diikuti pengawasan mutu yang ketat, serta nilai higienis yang terpelihara
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Implementasi Teknologi Pengolahan Sumber Karbohidrat Nonberas dan Penganekaragaman Pangan Nonterigu untuk Mendukung Ketahanan Pangan | Masithoh | Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Enga

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Implementasi Teknologi Pengolahan Sumber Karbohidrat Nonberas dan Penganekaragaman Pangan Nonterigu untuk Mendukung Ketahanan Pangan | Masithoh | Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Enga

Potensi pangan lokal di Indonesia seharusnya bisa menjadi alternatif, bahkan bahan utama makanan pokok masyarakat. Pada tahun 2011, jumlah penduduk perempuan di DIY tercatat 50,7%. Potensi mereka seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi keluarga atau mengurangi anggaran rumah tangga melalui pemanfaatan sumber pangan lokal yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan peran kelompok ibu-ibu rumah tangga melalui pengenalan teknologi pengolahan sumber pangan nonberas dan nonterigu agar dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi rumah tangga. Luaran dari kegiatan ini adalah produk pangan sumber karbohidrat nonberas dan diversiikasi makanan nonterigu serta peningkatan pemahaman tentang teknologi pengolahan pangan yang berujung pada produk yang siap jual dengan pendampingan pada analisis ongkos produksi dan pemasaran.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Teknologi Pengolahan Pangan Mentega id

Teknologi Pengolahan Pangan Mentega id

Air susu sebagai salah satu makanan yang tinggi nilai gizinya, mepunyai sifat baik untuk menunjang kesehatan manusia tetapi mempunyai sifat baik pula untuk media pertumbuhan mikroorganisme. Sehingga untuk mempertahankan sifat-sifat baik tersebut, perlu dilakukan usaha ditujukan kepada pencegahan terhadap setiap kemungkinan perusakan kualitas air susu (Anjarsari, 2010).

18 Baca lebih lajut

teknologi pengolahan pangan pasteurisasi id

teknologi pengolahan pangan pasteurisasi id

Sebelum dipasteurisasi, susu tidak memiliki gumpalan namun memiliki endapan. Setelah dipasteurisasi gumpalan dan endapan muncul. Mengindikasikan bahwa susu yang memiliki mutu yang kurang bagus jika dilakukan pengolahan akan menghasilkan produk yang kurang bermutu. Uji alcohol berperan dalam memeriksa derajat keasaman susu secara tetrimetri dan untuk mengetahui kualitas susu. Pada saat susu masih dalam kondisi tidak pecah dan tidak menggumpal setelah melewati uji alkohol, maka susu dapat dikatakan sehat dan layak untuk dikonsumsi. Sebaliknya bila susu pecah (muncul endapan) atau menggumpal, maka susu tersebut tidak layak konsumsi atau susu dengan kualitas yang buruk (Dwitania, 2013).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan Dend

Laporan Teknologi Pengolahan Pangan Dend

Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. Hasilnya adalah daging yang asin dan setengah manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan (Anonim, 2014).

15 Baca lebih lajut

Teknologi Pangan Fortifikasi Makanan 1.1

Teknologi Pangan Fortifikasi Makanan 1.1

` Fortifikasi pangan adalah penambahan satan atan lebih zat gizi (nutrien) kepangan. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan tingkat konsumsi dari zat gizi yang ditambahkan untuk meningkatkan status gizi populasi. Harus diperhatikan bahwa peran pokok dari fortifikasi pangan adalah pencegahan detisiensi: dengan demikian menghindari terjadinya gangguan yang membawa kepada penderitaan manusia dan kerugian sosio ekonomis. Namun demikian, fortitkasi pangan juga digunakan untuk menghapus dan mengendalikan defisiensi zat gizi dan gangguan yang diakibatkannya. Untuk menggambarkan proses penambahan zat gizi ke pangan, istilah-istilah lain seperti enrichment (pengkayaan), nutrification (Harris, 1968) atan restoration telah saling dipertukarkan, meskipun masing- masing mengimplikasikan tindakan spesifik. Fortifikasi mengacu kepada penambahan zat-zat gizi pada taraf yang lebih tinggi dari pada yang ditemukan pada pangan asal/awal atau pangan sebanding. Enrichment biasanya mengacu kepada penambahan satu atan lebih zat gizi pada pangan asal pada taraf yang ditetapkan dalam standar intemasional (indentitas pangan). Restoration mengacu kepada penggantian zat gizi yang hilang selama proses pengolahan, dan nutrification berarti membuat campuran makanan atan pangan lebih bergizi. Menurut Banernfeind (1994) istilah nutrification lebih spesifik terhadap ilmu gizi, sementara semua istilah-istilah yang lain diadopsi dari disiplin dan aplikasi lain. (Siagian, 2003)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI PENGOLAHAN MAKANAN DILARANG TIDAK

TEKNOLOGI PENGOLAHAN MAKANAN DILARANG TIDAK

Sejak manusia dapat melakukan budidaya tanaman dan hewan, manusia menghadapi permasalahan melimpahnya hasil produksi panen. Bahan-bahan tersebut ada yang lekas busuk (seperti daging dan buah-buahan) dan terpaksa harus dibuang. Untuk menangani hal tersebut, manusia melakukan pengawetan pangan. Dewasa ini, teknologi pengawetan dan pengemasan makanan yang dikembangkan dalam skala industri pada dasarnya tetap berbasis pada cara-cara tradisional yang lazim digunakan untuk memperpanjang masa konsumsi bahan makanan.

4 Baca lebih lajut

Perkembangan Teknologi dalam Pangan dan

Perkembangan Teknologi dalam Pangan dan

Pengolahan dan Penyimpanan Pangan Pengertian Pengolahan Pangan Pengolahan makanan adalah kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubahbahanba mentah menjadi makanan atau [r]

16 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SAYURAN MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN KESEHATAN

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SAYURAN MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN KESEHATAN

Wortel (daucus carota) seringkali dikatakan sebagai buah karena banyak orang memakannya secara mentah, seperti buah yang dikupas kulitnya, dicuci lalu dimakan. Wortel dengan rasanya yang manis amat disukai anak-anak jika dibuat sayur sop. Wortel bagian akar/umbi yang dimakan dan umumnya bewarna oranye agak kemerahan. Ini menandakan wortel kaya akan kandungan betakaroten (vitamin A). Zat gizi ini sangat baik untuk kesehatan mata dan kulit. Wortel juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga membuatnya memiliki sifat antioksidan tinggi. Selain itu, wortel juga mengandung asam folat, kalsium, mangan, fosfor, kromium, zat besi, dan seng, serta serat. Kandungan wortel yang amat kaya ini menjadikan wortel sangat dianjurkan oleh ahli kesehatan untuk menambahkan wortel dalam konsumsi harian. Banyak manfaat yang bisa dirasakan tubuh bila membiasakan mengonsumsi wortel. Berikut ini beberapa manfaat wortel.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN BUAH SEGAR MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN BUAH SEGAR MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN

Kandungan nutrisi dalam buah sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Secara umum, kandungan utama yang terdapat dalam buah-buahan, adalah air, vitamin dan mineral, serat, antioksidan dan karbohidrat. Dengan mengonsumsi buah kebutuhan air dapat terpenuhi. Buah yang memiliki kandungan air yang tinggi sangat tepat jika dikonsumsi pada cuaca yang panas. Buah yang banyak mengandung air antara lain belimbing, semangka, jeruk, melon, nanas, dan stroberi. Mengonsumsi buah dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan akan air bagi tubuh kita, apabila kita kurang mengonsumsi air sebanyak 2 liter dalam sehari. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada buah dapat membantu metabolisme kerja sel dalam tubuh. Kekurangan vitamin dan mineral menyebabkan metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik sehingga dapat mengganggu kebugaran tubuh.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Pengolahan Pangan Makanan Cepat Saji

Pengolahan Pangan Makanan Cepat Saji

oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi. Maka, makanan cepat saji biasanya identik dengan makanan ala Barat seperti burger, hotdog,kentang goreng, fried chicken (ayam goreng renyah), milkshake, minuman soda, minuman kemasan botol, ataupun makanan kemasan supermarket seperti mie instan, nugget, sosis, makanan dan minuman kaleng, sayuran beku, atau macam-macam lauk pauk yang dibekukan.

3 Baca lebih lajut

Penambahan Rumput Laut Eucheuma cottonii untuk Memperkaya Kandungan Iodium dan Serat Pangan Makanan Jajanan

Penambahan Rumput Laut Eucheuma cottonii untuk Memperkaya Kandungan Iodium dan Serat Pangan Makanan Jajanan

24 jam air perendanmya digani. Dalam hal ini juga diamati pengaruh perendaman terhadap kadar iodium n serat pangannya. Rumput laut basil perendaman selanjutnya diblender selama 60 detik untuk memperoleh bubur rumput laut. Selanjunya bubur rumput laut tersebut ditambahkan ke dalam formula resep, dengan konsenrasi 0 , 10, 2 0 , 30, 40 n 50%. Setelah dibuat formulanya, maka selanjunya diln uji organoleptik (uji hedonik) panelis terhadap makanan yang telah ditambah rumpt laut, untuk mendapatkan fonnula yang paling disukai. menyangkut parameter rasa, tekstur, wana. n aroma.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...