• Tidak ada hasil yang ditemukan

AINUL HURRIYAH

Dalam dokumen TERPELESET MENULIS (Halaman 32-40)

Artikel Populerku Oleh :

AINUL HURRIYAH

Artikel bukan sesuatu hal yang baru dalam kehidupan dan kegiatan sehari-hari saya dalam perkuliahan atau kehidupan sehari-hari. Banyak tugas dari kampus yang mengharuskan kita mencari sebuah artikel tentang mata kuliah yang bersangkutan. Namun dalam hal membuat artikel sendiri, merupakan sesuatu hal yang baru dan mungkin tidak pernah saya duga dan bayangkan hingga sejauh ini. Terniat di benak saya, apa yang akan saya tulis untuk membuat sebuah artikel. Banyak referensi dan bantuan-bantuan untuk mempermudah saya menulis sebuah artikel, baik referensi dari sebuah buku atau dari internet. Itupun masih membuat saya kebingungan hingga melamun sendiri, untuk menulis artikel. Bahkan terkadang saya malas-malasan untuk menulis dan melanjutkan

33

tugas artikel tersebut, dikarenakan tidak ada ide yang dapat saya tuangkan dalam artikel.

Artikel yang saya tulis, biasanya bersifat personal. Tidak terfokus pada suatu bagian, baik pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dikarenakan kemampuan yang minim dalam hal menulis artikel. Setiap menulis artikel, saya memiliki banyak hambatan. Mulai dari malas, tidak berkonsentrasi, adanya tugas-tugas yang harus lebih didahulukan. Artikel tersebut sepertinya selesai dengan jangka waktu yang cukup lama, karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung, yang membuat artikel tersebut sulit untuk rampung dan dapat dikumpulkan. Artikel yang dibuat pun tidak dapat dikatakan layak atau bagus, tanpa adanya penilaian dari yang membaca. Judul-judul yang biasa saya gunakan untuk artikel saya, biasanya tentang bahasa sehari-hari kita sebagai anak muda, salah satunya mengenai komunikasi jarak jauh, yang banyak dilakukan oleh anak muda baru-baru ini. Kurangnya inspirasi atau masukan untuk membuat artikel merupakan hambatan tersendiri dalam penyelesaiannya. Baik hambatan seperti kurang adanya semangat, bad mood, sampai tidak adanya

34

bahasan yang baik untuk dibentuk menjadi sebuah artikel. Suka duka banyak saya alami dalam menulis sebuah artikel, suka yang saya temui adalah dapat menghibur diri sendiri disaat mengalami suatu masalah. Saya meluapkan segalanya, apa yang ada di pikiran dan benak, saya tuangkan dalam artikel tersebut, sehingga dengan menulis tersebut beban pikiran yang ada, sedikit berkurang bahkan dapat menemukan solusi yang bagus dalam masalah yang ada. Sedangkan dukanya adalah benar-benar tidak bisa mengontrol emosi dan kemauan yang ada, artikel yang sedang saya kerjakan terkadang dirobek atau dicorat-coret, sehingga saya harus mengulanginya lagi. Membuat yang sama persis bahkan kalau bisa lebih bagus dari yang sudah saya hancurkan. Terkadang saya pun menyesali tindakan yang sudah saya lakukan tersebut. Akibat adanya masalah yang sangat besar, sehingga saya tidak bisa mengontrol emosi, tindakan, hingga sikap saya sendiri dan meluapkan segalanya kepada artikel yang sedang saya kerjakan dan dalam proses finishing.

Dongkol, marah, emosi saya rasakan dan tuangkan dalam artikel yang sedang saya tulis. Bahkan saat sedang

35

berselisih paham dengan pacar yang membuat semakin malas atau bahkan tidak sedikitpun menyentuh laptop untuk melanjutkan artikel yang sedang saya kerjakan tersebut. Namun disaat lagi semangat untuk menulis artikel tersebut hingga tidak sadar sudah larut malam, bahkan juga tidak sadar belum makan dikarenakan asyiknya menyelesaikan artikel. Keinginan menulis itu timbul sejak saya masih duduk di bangku SMP. Semuanya mengalir sejak kurangnya atau bahkan tidak adanya aktifitas yang saya lakukan, karena saat itu masih duduk di bangku SMP tepatnya kelas 1. Disaat senggang saya mulai menulis, menuangkan segala hal yang ada di otak dan pikiran.

Bila inspirasi atau ide itu tidak ada, saya keluar rumah cari makan atau sekedar beli camilan untuk menemukan ide tau gagasan untuk menyelesaikan artikel. Saya lebih senang dan lebih nyaman menulis artikel di dalam kamar, dengan situasi yang sepi dan tenang tanpa gangguan sedikitpun, karena bila ada gangguan sedikit saja, konsentrasi akan terganggu dan biasanya akan enggan melanjutkannya, bahkan cenderung emosi dengan orang yang membuat gangguan itu. Tantangan tersendiri dalam menulis artikel adalah bila tidak dapat

36

menyelesaikan artikel ini sesuai waktu yang telah saya targetkan. Saya sendiri merasa telah gagal menulis, karena seharusnya saya dapat bersikap profesional dalam artikel ini. Bahkan faktor yang membuat artikel atau artikel saya tidak dapat rampung sesuai jadwalnya, seperti kesibukan disaat duduk di kelas 3 SMP dan tengah sibuk dengan persiapan ujian akhir, maka artikel tersebut akan terbengkalai bahkan tidak diperiksa sedikitpun. Terkadang saya rindu ingin menulis, menuangkan segala ide-ide saya, namun situasi yang ada belum memungkinkan, ada hal yang lebih penting untuk didahulukan yaitu Ujian Akhir. Saya harus berkonsentrasi penuh terhadap ujian yang akan saya hadapi.

Lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan ke bangku SMA, dan nasib artikel saya masih belum diketahui. Namun semenjak masuk SMA, saya mulai melanjutkan lagi hobby saya dalam menulis dan membaca. Saya mulai mencari referensi-referensi yang lebih baru untuk menambah ide artikel. Semenjak masuk SMA, saya memiliki semangat baru untuk menulis kembali, meskipun saya sendiri kurang yakin dengan artikel yang akan saya tulis kali ini, seperti nasib-nasib artikel

37

saya sebelumnya. Inspirasi-inspirasi dalam artikel, saya dapatkan dari sahabat-sahabat, teman dekat serta keluarga yang memberikan support. Dengan tujuan agar nantinya hobby tersebut dapat berkembang dan bermanfaat untuk diri saya. Namun kepercayaan diri tersebut masih sulit saya tumbuhkan pada diri sendiri. Terkadang bila saya tidak menemukan ide dalam artikel, saya mencoba mencari bantuan atau referensi dari internet, yang digunakan hanya sebagai panduan sekilas. Tidak hanya menulis artikel, saya juga terkadang menulis cerpen yang saya tulis sendiri. Saya ambil dari kisah nyata dalam kehidupan sehari-hari saya. Perjalanan hidup bahkan asmara saya sendiri, saya tulis dalam cerpen tersebut.

Alhamdulillah hasil artikel saya yang kali ini berbentuk cerpen

terpilih dan dapat diterbitkan di Mading kelas, yang saya sendiri kurang yakin akan hasil saya. Semenjak hari itu, kepercayaan diri saya tumbuh. Setiap ada libur sekolah, saya mulai membuat artikel yang lebih baru lagi dengan judul-judul yang lebih trend di zamannya. Karena hanya saat liburan sekolah waktu yang tepat untuk menulis dengan baik dan intensitas yang sering karena tidak adanya gangguan seperti rutinitas sekolah, tugas,

38

dan bimbingan belajar. Terkadang saya memulai artikel saya ditempat Hang-out dengan fasilitas Free Wi-fi dengan tujuan dapat lebih mudah mengakses untuk menambah referensi dalam artikel saya. Setelah dibaca-baca, saya terkadang merasa artikel tersebut kurang terasa gregetannya, kurang menarik, itu semua terjadi terkadang karena kekesalan saya terhadap kekasih dan hal tersebut saya lampiaskan terhadap artikel saya, sehingga artikel saya yang amburadul. Komunikasi jarak jauh banyak terjadi kepada hubungan yang biasanya memiliki jarak yang jauh (long distance relationship). Hal tersebut sangat sulit dilakukan antara yang cowok atau cewek. Banyak hal yang menjadi kendala, mulai dari biaya, jaringan, dan kesibukan. Masih banyak juga yang mengatakan jika hubungan tersebut tidak akan berumur panjang dikarenakan intensitas pertemuan yang akan sulit dilakukan, serta komunikasi yang dilakukan kurang lancar. Saya mendapatkan referensi ini dari pengalaman saya dan teman-teman yang mengalami.

Tidak berhenti sampai disitu, saya terus menulis dan menulis. Melanjutkan hobby saya yang semakin saya cintai ini. Meskipun terkadang rasa malas itu menghinggapi saya,

39

begitupun rasa bosan, jenuh hingga dongkol tidak ada hentinya saya rasakan. Hingga akhirnya saya pun lulus SMA dan nasib artikel saya pun tidak diketahui ujungnya. Tapi sebagian artikel saya dapat terselesaikan dengan baik, meskipun artikel saya tidak dapat dimuat dan diterbitkan. Bila tidak ada kesibukan, terkadang saya mengoreksi kembali artikel-artikel saya tersebut. Agar hasilnya dapat lebih baik dari sebelumnya. Saat ini saya cenderung lebih sering menulis cerita-cerita pribadi saya sendiri pada sebuah catatan atau diary untuk meluapkan segalanya.

40

Dalam dokumen TERPELESET MENULIS (Halaman 32-40)