• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diary Versus Artikel oleh : Marina Tika Raya Oktavia Sibuea

Dalam dokumen TERPELESET MENULIS (Halaman 93-100)

Dimulai dari kebisaaan dan kegemaran saya, merekam dalam ingatan tentang kejadian apa saja yang sepanjang hari telah saya lewati dan menuangkannya melalui tulisan yang sejak kecil saya buat seperti Diary. Saya merasa, dengan menuangkan segala pengalaman, baik itu pengalaman pahit maupun sukacita, membuat merasa lebih lega dan bisa melepaskan segala kepenatan pikiran. Menulis juga membantu ingatan saya menjadi lebih kuat, karena kebisaaan mengamati tiap kejadian sekecil apapun di sekitar lingkungan. Dari sinilah kebisaaan menulis saya mulai terasah.

Kebisaaan menulis Diary semakin saya tinggalkan seiring beranjak dewasa. Saya beralih menyukai Novel, bacaan yang mampu membangkitkan imajinasi mengenai keadaan atau kejadian yang dibaca. Hal ini semakin saya dalami, dengan mencoba menulis novel karya sendiri,s ebagai novel pertama. Sungguh menantang untuk menulis karya sendiri. Tantangan

94

yang berbeda jika di bandingkan dengan saat menulis diary. Novel adalah suatu karya yang nantinya juga dapat di baca orang banyak dan khalayak. Sedangkan dahulu saya menulis diary, seperti “rahasia kecil” dari pengalaman hidup.

Semakin hari saya menerima banyak pengetahuan dan pengalaman. Suatu hari dari hasil pembelajaran (saya lupa tepatnya kapan) kami mendapatkan tugas untuk menulis artikel. Pertama, saya merasa bingung, artikel itu apa?. Seperti apa artikel ini?. Ternyata saat guru menjelaskan artikel saya menerima pengertian sangat berbeda dengan pengalaman menulis yang saya pelajari selama ini. Dalam menulis artikel saya temukan berbagai aturan, tata, dan etika penulisan, yang sebelumnya sangat berbeda dengan tulisan-tulisan yang sudah dibuat. Jika dalam penulisan diary, saya terbiasa terbuka, maka dalam artikel harus tahu aturan tentang ruang publik. Jika kejadian itu kontra dengan kepribadian saya (sedang marah dengan seseorang), maka bisa saja dengan seenaknya menuliskan kata-kata kasar yang sebenarnya tidak patut di ucapkan, karena tulisan ini hanya di ketahui saya sendiri. Berbeda dengan artikel, baik tulisan itu akan di cantumkan di

95

majalah maupun di Koran tentunya akan menjadi tidak sopan dan tidak masuk akal. Jika tata penulisan di diary kita samakan dengan penulisan dalam artikel. Maka melalui mata kuliah Teknik Mencari dan Menulis Berita (TMMB) dan Penulisan Artikel Populer (PAP), saya semakin mengerti tata penulisan dan itu semakin memperkaya \dalam karya tulis. Hal ini juga menunjukkan bahwa tiap model tulisan yang kita tulis tidak dapat di sama ratakan karena semua memiliki aturan dan dibutuhkan penulisan sesuai konteks. Konteks di sini menurut saya menjadi sangat penting dalam menulis berita, artikel maupun jenis karya tulis lain. Bayangkan saja bagaimana jika artikel di Harian Tempo kita terapkan sama dengan penulisan artikel di majalah Gadis, tentu hal ini akan sangat bertolak belakang, dan mungkin bahkan maksud yang disampaikan penulis tidak sampai kepada konsumen karena gaya penulisan yang terlalu kaku. Karena itu sasaran konsumen yang kita tuju sangat menentukan gaya bahasa yang akan kita tuliskan, sehingga mampu di baca dan diterima oleh publik.

I. Pengetahuan Konteks Perihal Topik,Tema, dan Penjudulan

96

Struktur dasar organisasi tulis menulis, dalam konteks penulisan ini merujuk pada cara kita menentukn topik, tema dan judul tulisan (Catatan: struktur adalah cara menyusun atau membangun sesuatu-WW). Topik atau pokok masalah adalah pokok pembicaraan. Topik tersedia secara melimpah di sekitar kita, seperti persoalan sosial-budaya, teknik, keuangan, dan musik. Menentukan topik, berarti kita harus memilih hal atau gagasan apa yang akan di utamakan dan menjadi bahasan pokok dalam artikel kita. Itulah sebabnya dalam memilih topik perlu dipertimbangkan beberapa hal yang benar-benar menguntungkan dari sudut penulis. Perhatikanlah hal-hal berikut ini (lihat: Brook,1979; Sabarti,1988; Wahyu, 2003; E.Zainal 2003).

 Topik tersebut bermanfaat dan layak di bahas. Bermanfaat, berarti bahasan tentang topik itu akan memberikan sumbangan pada ilmu atau profesi kita. Layak di bahas, berarti topik itu memang memerlukan pembahasan yang sesuai dengan bidang yang kita tekuni. Topik-topik

97

yang tidak bermanfaat dan tidak layak untuk di bahas, sebagai contoh,”kecenderungan kawin-cerai para selebritas kita”. ”Aktivitas sehari-hari para istri kepala daerah”, atau “jumlah sepatu dan jenis pakaian dalam yang di koleksi artis dangdut kita”.

 Topik tersebut harus topik yang paling menarik menurut kita. Topik yang menarik perhatian kita otomatis akan meningkatkan kegairahan kita dalam mengembangkan tulisan. Bayangkan bagaimana kegairahan kita tatkala menulis topik “Penggusuran pedagang kaki lima tanpa upaya relokasi”. Mencari topik yang menarik, dapat pula kita lakukan dengan memperhatikan

headline surat kabar atau berita-berita terkini

yang di sajikan surat kabar: masalah aktual apa yang sedang di angkat surat kabar itu;

 Topik tersebut cukup kita kenal dengan baik (berada di sekitar kita). Berada di sekitar kita

98

berarti di sekitar pengalaman atau pengetahuan kita. Hindarilah topik yang jauh dari diri kita, karena akan menyulitkan kita dalam mengarangnya (terutama dalam hal data dan informasi). Agar dapat menulis dengan baik, kita perlu memiliki pengetahuan yang baik mengenai topik itu. Untuk menulis tentang “Bahaya obat-obatan bagi remaja”, sebelumnya kita mesti memahami seluk-beluk obat-obatan tersebut. Akan tetapi, pemahaman itu bukan berarti harus bersifat empirik.

 Topik jangan selalu baru. Baru, sekalipun relatif, mengakibatkan bahan pendukung (data dan informasi) sulit di cari. Artinya, data dan fakta objektif tidak kita miliki. Kita jadinya akan berkutat di seputar subjektivitas belaka, angan-angan dan bahkan impian. Dengan demikian, topik kita hendaknya memiliki sumber acuan yang akan memberikan informasi mengenai pokok masalah yang akan kita tulis.

99

Bayangkanlah, bagaimana kita akan mengembangkan topik “Perjalanan rahasia George W.Bush ke Irak dalam rangka memperingati hari thanksgiving”, sementara perjalanan baru berlangsung dua hari lalu?

100

Pena Terasing

Dalam dokumen TERPELESET MENULIS (Halaman 93-100)