• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian Siklus I

Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran

HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian Siklus I

Hasil Penelitian Siklus I

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut: 1) Guru mulai terlihat dalam meotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran; 2) Guru mulai terlihat dalam pengelolaan waktu; dan 3) Siswa kurang begitu antusias selama pembelajaran berlangsung.

Tabel 1. Rekapitulasi PBM Siklus I

No Komponen Persentase

1 Aktivitas Guru 57%

2 Aktivitas Siswa 40%

3 Motivasi 68%

4 Hasil Belajar 45%

Dari keterangan di atas dapat dirangkumkan hasil aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi siswa, dan hasil belajar siklus I dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut.

Gambar 1. Grafik Rangkuman PBM Siklus I

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan, sehinggan perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Revisi yang akan dilakukan pada siklus berikutnya adalah: 1) Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran, di mana siswa diajak untuk terlibat langsung

0% 20% 40% 60% 80% 57% 40% 68% 45% Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Motivasi Siswa Hasil Belajar

dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan; 2) Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan; dan 3) Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bisa lebih antusias.

Hasil Penelitian Siklus II

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut: 1) Guru mulai berkembang dalam memotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran; 2) Guru mulai berkembang dalam pengelolaan waktu, membimbing siswa merumuskan kesimpulan, dan menemukan konsep; 3) Siswa mulai berkembang dalam mengerjakan LKPD dan menjawab pertanyaan guru; dan 4) Antusias siswa mulai berkembang selama pembelajaran berlangsung.

Tabel 2. Rekapitulasi PBM Siklus II

No Komponen Persentase

1 Aktivitas Guru 79%

2 Aktivitas Siswa 79%

3 Motivasi Siswa 80%

4 Hasil Belajar 63%

Dari keterangan di atas dapat dirangkumkan hasil aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi belajar, dan hasil belajar siklus II adalah berturut-turut sebesar 79%, 79%, 80%, dan 63%. Selain itu hasil aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi siswa, dan hasil belajar siklus II dapat dirangkum dalam bentuk grafik sebagai berikut.

Gambar 2. Grafik Rangkuman PBM Siklus II

Pelaksanaan kegiatan belajar pada siklus II ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Maka perlu adanya revisi untuk dilaksanakan pada siklus III antara lain: 1) Guru dalam memotivasi siswa hendaknya dapat membuat siswa lebih termotivasi selama proses belajar mengajar berlangsung; 2) Guru harus lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan takut dalam diri siswa baik untuk mengemukakan pendapat atau bertanya; 3) Guru harus lebih sabar dalam membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep; 4) Guru harus mendistribusikan waktu seara baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan; dan 5) Guru sebaiknya menambah lebih banyak contoh soal dan memberi soal-soal latihan pada siswa untuk dikerjakan pada setiap kegiatan belajar mengajar.

0% 20% 40% 60% 80% Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Motivasi Siswa Hasil Belajar 79% 79% 80% 63% Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Motivasi Siswa Hasil Belajar

Hasil Penelitian Siklus III

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih mulai terlihat dalam proses belajar mengajar dengan penerapan strategi pembelajaran kooperatif model NHT. Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar; 2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung; 3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik; dan 4) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.

Tabel 3. Rekapitulasi PBM Siklus III

No Komponen Persentase

1 Aktivitas Guru 93%

2 Aktivitas Siswa 93%

3 Motivasi Siswa 95%

4 Hasil Belajar 84%

Dari keterangan di atas dapat dirangkumkan hasil aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar, dan motivasi belajar siklus III adalah bertururt-turut sebesar 93%, 93%, 95%, dan 84%. Selain itu hasil aktivitas guru, aktivitas siswa, motivasi siswa, dan hasil belajar siklus II dapat dirangkum dalam bentuk grafik sebagai berikut.

Tabel 3. Grafik Rangkuman PBM Siklus III

Pada siklus III guru telah menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tinddakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

78% 80% 82% 84% 86% 88% 90% 92% 94% 96%

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Motivasi Siswa Hasil Belajar

93% 93% 95% 84% Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Motivasi Siswa Hasil Belajar

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil dari pengamatan dan analisa data untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah terjadi peningkatan mulai dari siklus I, siklus II, hingga siklus III. Pada siklus I terdapat aspek yang kurang baik antara lain: guru mengkondisikan kelas, menyampaikan tujuan pembelajaran, mengadakan apersepsi, menggunakan media pembelajaran dan berbagai sumber belajar, menyampaikan materi pelajaran, menjelaskan aturan permainan dalam model pembelajaran NHT, menyiapkan pertanyaan, memberikan pertanyaan kepada siswa, memberikan pertanyaan kepada siswa, memberikan kesempatan kepada siswa yang nomornya disebut untuk memikirkan jawabannya, memberikan kesempatan kepada siswa yang nomornya sama dalam tiap kelompok untuk menjawab pertanyaan secara bergantian, menilai jawaban siswa setiap kelompok, bersama siswa mengadakan evaluasi, membimbing siswa untuk menyimpulkan pelajaran, menutup pelajaran, pengelolaan waktu, dan guru antusias.

Pada siklus II hal-hal yang kurang pada siklus I telah diminimalkan bahkan dihilangkan pada siklus II namun aspek yang perlu diperhatikan dalam siklus II adalah mengadakan apersepsi, memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan, menemukan konsep, dan pengelolaan waktu pembelajaran. Pada siklus III berdasarkan hasil pengamatan telah lebih baik dan meningkat daripada siklus II, guru telah menerapkan strategi pembelajaran kooperatif model NHT dengan baik serta telah mengadakan apersepsi, memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan, menemukan konsep, dan pengelolaan waktu pembelajaran juga dengan baik. Aktivitas guru yang juga dominan pada siklus I antara lain guru membuka pelajaran, membentuk siswa dalam enam kelompok, membagikan nomor kepada semua siswa secara individu, dan memberikan LKPD. Adapun yang dominan pada siklus II adalah memberikan pertanyaan kepada siswa dengan menyebutkan nomor siswa secara acak dan bergantian dalam setiap kelompok dan hal ini lebih meningkat jika dibandingkan pada siklus I, sedangkan pada siklus III peningkatannya telah tampak di semua aspek mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data untuk aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung mulai siklus I terdapat aspek yang kurang antara lain memberikan pertanyaan kepada siswa dengan menyebutkan nomor siswa secara acak dan bergantian dalam setiap kelompok, siswa juga kurang memahami pelajaran, kurang memahami tugas yang diberikan, kurang mendengarkan penjelasan guru, serta kurangnya antusias siswa pada pelajaran IPS. Pada siklus II telah terdapat peningkatan aktivitas siswa, hal ini dikarenakan siswa telah mulai terbiasa dengan strategi pembelajaran kooperatif model NHT sehingga kekurangan di siklus I dapat diminimalkan.

Pada siklus III semua aspek mengalami peningkatan, yang berarti kekurangan pada siklus I dan II telah dapat dikurangi. Aktivitas siswa yang juga dominan terdapat pada siklus I adalah menjawab salam dan berdoa bersama, kesiapan siswa menerima pelajaran, mencatat sambil mendengarkan penjelasan guru, kemampuan siswa mengerjakan LKPD, dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Adapun yang dominan pada siklus II adalah siswa bekerjasama dalam kelompok dan kemampuan siswa mengerjakan LKPD. Siklus III secara

keseluruhan telah meningkat pada semua aspek. Aktivitas siswa dalam proses strategi pembelajaran kooperatif model NHT dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan analisa data untuk motivasi belajar siswa baik pada siklus I, siklus II, dan siklus III mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan adanya pengaruh baik dari dalam maupun luar diri siswa, sehingga siswa memiliki adanya suatu dorongan untuk melakukan yang lebih baik guna mencapai pada tujuan pembelajaran. Motivasi siswa dalam penelitian ini yang menggunakan strategi pembelajaran model NHT tergolong tinggi.

Berdasarkan hasil analisa data ketuntasan hasil belajar siswa mulai dari siklus I, siklus II, dan siklus III terdapat peningkatan. Hal ini diketahui dari jumlah siswa sebanyak 38 siswa di kelas V.A pada siklus I siswa yang telah tuntas hanya 17 siswa, di siklus II sebanyak 24 siswa yang telah tuntas dan pada siklus III, siswa yang telah tuntas 32 siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran kooperatif model NHT, sehingga membuat siswa menjadi lebih terbiasa dan lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Ketuntasan hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh aktivitas guru, aktivitas siswa, dan motivasi siswa itu sendiri baik dari dalam maupun dari luar diri siswa. Dari hasil kriteria ketuntasan minimal (KKM) mengajar di sekolah yang telah ditetapkan sebesar 70 telah terpenuhi secara bertahap dari siklus I hingga siklus III dengan presentase ketuntasan belajar yang meningkat. Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif model NHT memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

KESIMPULAN

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terjadi peningkatan aktivitas guru dalam proses pembelajarannya, hal ini terlihat dalam hasil pengamatan, yaitu adanya peningkatan aktivitas guru dalam pelaksanaan siklus I ke siklus II, dan siklus II ke siklus III. Hal ini menyatakan bahwa aktivitas guru dalam proses pembelajaran sangat baik; 2) Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajarannya, hal ini terlihat dalam hasil pengamatan, yaitu adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dari pelaksanaan siklus I ke siklus II, dan siklus II ke siklus III. Semua aspek yang ada pada aktivitas siswa mengalami peningkatan yang baik; 3) Terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran yang terlihat dalam presentase peningkatan dari pelaksanaan siklus I ke siklus II dan dari siklus II ke siklus III. Sehingga motivasi sangat berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa; dan 4) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heaad Together (NHT) telah memberikan dampak positif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan meningkatnya

ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, dengan penerapan model pembelajaran tipe NHT mempunyai pengaruh yang positif, yaitu: 1) dapat meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa; 2) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil komunikasi langsung dengan beberapa siswa yang rata-rata pernyataannya menyatakan bahwa mereka tertarik dan bersemangat; dan 3) dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa.

SARAN

Dari hasi penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar IPS lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut: 1) Guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif model NHT sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran di kelas dan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa. 2) Siswa diharapkan untuk lebih aktif dan kreatif dalam belajar dengan membiasakan diri bekerjasama dalam kelompok belajar. 3) Dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran dari hal yang sederhana sampai yang rumit, sehingga siswa dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep baru, dan keterampilan beragam dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. 4) Perlunya peran dari semua tenaga pendidik di sekolahh untuk menerapkan proses pembelajaran model NHT dalam pengajarannya supaya proses pembelajaran bervariasi, tidak hanya tergantung dari satu metode saja karena model ini tidak memerlukan sarana dan prasarana yang rumit dan mahal, hanya perlu perubahan langkah dalam proses pelaksanaannya. 5) Perlunya sosialisasi model pembelajaran NHT ini kepada semua guru sebagai salah satu upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 6) Diharapkan sekolah dapat mendukung kegiatan pembelajaran dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang proses pembelajaran IPS yang kreatif. 7) Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan dua bulan tahun ajaran 2015/2016, untuk penelitian serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Antonius. 2015. Buku Pedoman Guru. Bandung: Yrama Widya.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan untuk Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas. Yogyakarta: Aditya Media.

Aunurrahman. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: BSNP.

Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar.

Mulyasa, H.E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. 2014. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Oemar, Hamalik. 2010. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Rusman. 2014. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Press.

Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana.

Sudjana, Nana. 2014. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono, 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Trianto. 2011. Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Teori dan Praktik. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KELAS VI PADA