• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Dalam dokumen Buku Isbd Baru (Halaman 61-69)

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

4. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui, maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi, karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe. Walaupun temannya pria itu juga, namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya, yang kemudian berketurunan pula, dan seterusnya.

Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudara-saudaranya. Bertapa dan menyendiri itu, hanyalah untuk semntara waktu saja, dan bersifat temporer. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. Ia dirawat, disuapi, dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri, ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya.

Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhluk-makhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan, dia tak akan dapat hidup sendiri. Seekor anak ayam misalnya, walaupun tanpa induknya, mampu untuk mencari makan sendiri; demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing, anjing, harimau, gajah, atau yang lainnya. Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. Bayi misalnya, harus disusui, disuapi dimandikan, dirangsang untuk berlatih berjalan, bermain, makan, dan lain sebagainya. Jadi sejak manusia lahir, ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. Lagi pula, manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. Harimau misalnya, diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri; burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair; ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. Akan tetapi manusia tidak demikian; fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar, akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya, bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah, yaitu akal. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup, akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan.

Hewan-hewan seperti sapi, keledai, beruang, kuda, sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan

perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin, bahkan panas dari terik matahari sekalipun. Dalam menghadapi alam sekeliling, manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. Apabila manusia hidup sendirian, misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain, maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain, disebut gregariousness. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial, hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama).

Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. Misalnya, kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi, entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakan-tindakan orang lain, karena sejak dilahirkan, manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu:

1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat)

2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya

Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya, manusia mempergunakan akal pikiran, perasaan, dan karsanya. Dalam menghadapi lingkungan alam; misalnya udara dingin, panas yang menyengat, atau lainnya, manuia menciptakan rumah, pakaian, penghangat, penyejuk dan lain-lain. Manusia juga harus makan, agar badannya tetap sehat, untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar, dengan mempergunakan akalnya. Di daerah pantai, manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan; apabila alam sekitarnya hutan, maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. Kesemuanya itu menimbulkan kelompok-kelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini, karena manusia tak mungkin hidup sendiri. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan

bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu:

1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.

2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.

3) Memiliki rasa senasib seperjuangan.

4) Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.

Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut.

1. Physical Needs 2. Safety Needs 3. Love Needs 4. Esteem Needs

5. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia

Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan, minum dan lainnya. Tujuannya semata-mata agar survive. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya, yaitu rasa aman. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian, tempat tinggal, dan lainnya.

Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi

1 2 3 4 5

berikutnya. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi; rasa tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling menghor-mati dan menghargai. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya.

Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini, yaitu sifat ingin selalu dihormati. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. Misalnya dalam hal pakaian, pergaulan, atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang, ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. 5. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Sepanjang peradaban manusia, tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri, tanpa kawan, tanpa komunikasi. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan :

1) menyimpang dari norma kolektif ; terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

2) Kehilangan individualitasnya (resesif) ; terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya.

3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) ; terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya.

Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga, yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial.

Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage, or adoption. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A.M. Rose. Menurut beliau, a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage, marriage, and or adoption. Menurut kedua batasan tersebut, keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan, atau adopsi.

The family is a small social group, normally commposed of a father, a mother, and one or more children, in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons, demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. Bogardus. Dalam batasan tersebut, disamping sebagai kelompok sosial, juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. Merrill. In functional terms, the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection, rearing, and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga, yaitu:

1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.

2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan, dan atau adopsi.

3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab.

4) fungsi keluarga ialah memelihara, merawat, dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.

Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family, yaitu kesatuan sosial

yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anak-anaknya, melainkan juga nenek, paman, bibi, kemenakan, dan saudara-saudara lainnya. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar : Extended family dan Nuclear Family

Keterangan: = laki-laki = bersuami istri = perempuan = bersaudara = beranakkan

Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi, kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. Nuclear Family Exte nded Family

Kedudukan individu dalam keluarga orientasi dan prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi

Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. Fungsi pengawasan sosial, pendidikan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. Karena proses industrialisasi, urbanisasi, dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. Namun dalam perubahan masyarakat, fungsi utama keluarga tetap melekat, yaitu melindungi, memelihara, sosialisasi, dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya

Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial, yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah :

1) Pengaturan seksual 2) Reproduksi 3) Sosialisasi 4) pemeliharaan 5) penempatan anak dalam masyarakat 6) Pemuas kebutuhan seseorang 7) Kontrol sosial

Seiring perkembangan jaman, nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan. Modernisasi, industrialisasi, kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi, nilai-nilai yang berubah, kontrak sosial yang longgar, manusia yang semakin individualistik, merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang.

KELUARGA ORIENTASI DAN PROKREASI

Keluarga Orientasi

Keluarga Prokreasi

Dalam dokumen Buku Isbd Baru (Halaman 61-69)