• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH NASB (UPDATED): 5:6-11

Dalam dokumen Surat Paulus kepada: Jemaat di Roma (Halaman 120-124)

TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN

NASKAH NASB (UPDATED): 5:6-11

6Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. 7Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar—tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati—. 8Akan tetapi Allah

1. thlipsis - Wah 1:9; 2:9-10,22; 7:14 2. orgē - Wah 6:16-17; 11:18; 16:19; 19:15

3. thumos - Wah 12:12; 14:8,10,19; 15:2,7; 16:1; 18:3

B. Yohanes juga menggunakan istilah ini dalam Injilnya untuk mencerminkan permasalahan yang dihadapi orang percaya di setiap jaman - Yohanes 16:33.

menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. 9Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 11Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

5:6

NASB “karena waktu kita masih tanpa pertolongan” NKJV “karena waktu kita masih tanpa kekuatan” NRSV “karena waktu kita masih lemah”

TEV “karena waktu kita masih tanpa pertolongan” NJB “waktu kita masih tanpa pertolongan”

KATA KERJA ini adalah suatu PRESENT PARTICIPLE. Ini menunjuk kepada kejatuhan manusia seperti Adam. Manusia tidak berkuasa atas dosa. Kata ganti “kita” menerangkan dan memparalelkan KATA BENDA diskriptif dalam ay 6b “murtad”, ay 8 “orang berdosa”, dan ay 10 “musuh”. Ayat 6 dan 8 secara teologis memiliki struktur yang paralel.

‰

NASB, NRSV “pada waktu yang tepat” NKJV “pada saat jatuh tempo”

TEV “pada waktu yang ditentukan oleh Allah” JB “pada saat yang ditunjukNya”

Ini bisa menunjuk secara historis kepada (1) kedamaian di Roma yang mengijinkan orang untuk bepergian secara bebas; (2) bahasa Yunani yang mengijinkan komunikasi antar budaya; dan (3) kematian dari dewa dewa Romawi dan Yunani yag menghasilkan suatu dunia yang penuh harap, lapar rohani (lih. Mar 1:15; Gal 4:4; Ef 1:10; Titus 1:3). Secara teologis inkarnasi adalah suatu event Illahi yang telah direncanakan (lih. Luk 22:22; Kis 2:23; 3:18; 4:28; Ef 1:11).

5:6,8,10 “mati untuk… orang-orang durhaka” Ini adalah suatu AORIST INDICATIVE ACTIVE.

Hal ini memandang kematian dan kehidupan Yesus sebagai suatu kesatuan event. “Yesus membayar hutang yang tidak dipinjamNya dan kita meminjam suatu hutang yang tak mampu kita bayar” (lih. Gal 3:13; I Yoh 4:10).

Kematian Kristus adalah tema berulang dalam tulisan-tulisan Paulus. Ia menggunakan beberapa istilah dan frasa yang berbeda untuk menunjuk kepada kematian penebusan Kristus.:

1. “darah” (lih. 3:25; 5:9; I Kor 11:25,27; Ef 1:7; 2:13; Kol 1:20) 2. “memberikan DiriNya” (lih. Ef 5:2,25)

3. “menyerahkan” (lih. Rom 4:25; 8:32) 4. “mengorbankan” (lih. I Kor 5:7)

5. “mati” (lih. Rom 5:6; 8:34; 14:9,15; I Kor 8:11; 15:3; II Kor 5:15; Gal 5:21; I Tes 4:14; 5:10) 6. “salib” (lih. I Kor 1:17-18; Gal 5:11; 6:12-14; Ef 2:16; Flp 2:8; Kol 1:20; 2:14)

7. “penyaliban” (lih. I Kor. 1:23; 2:2; II Kor 13:4; Gal 3:1) Apakah KATA DEPAN huper dalam konteks ini berarti 1. perwakilan, “atas nama kita”

Normalnya arti dasar dari kata huper dengan suatu GENITIVE adalah “atas nama” (Louw dan Nida). Hal ini menyatakan beberapa keuntungan yang bertumbuh pada orang-orang (Kamus Internasional Baru

dari Teologia Perjanjian Baru, vol. 3, hal. 1196). Namun demikian, huper memiliki pengertian yang

sama dengan anti, yang menyatakan “di tempat dari” yang secara teologis menunjuk pada suatu penebusan suatu tebusan oleh orang (lih. Mar 10:45; Yoh 11:50; 18:14; II Kor 5:14; I Tim 2:6). M. J. Harris (NIDOTTE, vol. 3, hal. 1197) mengatakan, “namun mengapa Paulus tidak pernah berkata bahwa Kristus mati anti hēmōn (I Tim 2:6 adalah yang terdekat ia datang–antilutron huper pantōn)? Barangkali karana kata depan huper, tidak seperti anti, bisa secara serentak menyatakan perwakilan dan penggantian.”

M. R. Vincent, Mempelajari Kata-kata, vol. 2, berkata

“Banyaklah dipertentangkan apakah huper, atas nama, bisa memiliki arti yang sama dengan anti, sebagai ganti dari. Penulis-penulis klasik menyediakan contoh-contoh dimana artinya

nampaknya bisa dipertukarkan. Namun demikian, arti dari bagian ini, sedemikian tidak pastinya sehingga terbukti tidak bisa disebutkan dengan demikian saja. Kata depannya mungkin memiliki arti lokal, yaitu atas kematian. Tak satupun dari bagian-bagian ini dapat dihargai sebagai hal yang menentukan. Apa yang paling bisa dikatakan adalah bahwa huper berbatasan arti dengan anti.

Sebagai ganti dari didikung secara luas oleh bidang dogmatik. Dalam mayoritas besar dari

bagian-bagian ini pengertiannya jelas-jelas adalah demi, atas nama dari. Penjelasan yang benar nampaknya adalah bahwa, dalam bagian yang dipertanyakan ini, bagian-bagian ini berhubungan degan kematian Kristus, seperti di sini, Gal 3:13; Rom 14:15; I Pet 3:18, huper menggambarkan usulan yang umum dan lebih tidak dibatasi–Kristus mati atas nama-yang meninggalkan pengertian istimewa yaitu atas nama pihak yang belum ditentukan, yang akan diterangkan oleh bagian lain. Arti “sebagai ganti” mungkin tercakup di dalamnya, namun hanya “dalam kesimpulannya” (hal. 692).

5:7 Ayat ini menunjukkan kasih manusia sementara ay 8 menunjukkan kasih Allah!

‰

NASB, NKJV,

TEV “untuk orang yang benar” NRSV “untuk seorang yang benar” JB “untuk orang baik”

Kata ini digunakan dengan pengertian yang sama sebagaimana Nuh dan Ayub adalah orang yang benar dan tak bercela. Mereka mengikuti syarat-syarat keagamaan jaman itu. Ini tidak menyatakan bahwa mereka tidak berdosa. Lihat Topik Khusus pada 1:17.

5:8 “Allah menunjukkan kasih-Nya” Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE INDICATIVE (lih. 3:5).

Bapa mengutus AnakNya (lih. 8:3,32; II Kor 5:19). Kasih Allah bukan sekedar rasa haru, namun berorientasi pada tindakan (cf. John 3:16; I John 4:10) dan tetap.

5:9 “lebih-lebih” Ini adalah pernyataan favorit Paulus (lih. ay 10,15,17). Jika Allah mengasihi

sedemikian rupa ketika mereka masih merupakan pendosa, betapa lebih besarlah kasihNya kepada mereka yang sekarang telah menjadi anakNya (lih. 5:10; 8:22).

“sekarang telah dibenarkan” Ini adalah bentuk AORIST PASSIVE PARTICIPLE, yang menekankan

mengulangi kebenaran dari ay 1. Juga catat paralelisme antara kata “dibenarkan” (ay 9) dan “diperdamaikan” (ay 10-11).

‰

‰

“oleh darahNya” Ini adalah menunjuk kepada “kematian pengorbanan” Kristus (lih. 3:5; Mar 10:45;

II Kor 5:21). Konsep pengorbanan ini, sebuah kehidupan tak berdosa diberikan untuk menggantikan kehidupan yang berdosa, kembali ke Im 1-7 dan kemungkinan Kel 12 (domba Paskah), dan secara teologis beraku pada Yesus dalam Yes 53:4-6. Hal ini dikembangkan dalam suatu pengertian Kristologis dalam buku Ibrani. Kitab Ibrani sesungguhnya membandingkan Perjanjian Lama dengan Baru dpada sejumlah titik bahasan.

“kita pasti akan diselamatkan” Ini adalah bentuk FUTURE PASSIVE INDICATIVE (lih. ay 10).

Hal ini menunjuk kepada keselamatan yang tertinggi yang disebut “pemuliaan (glorifikasi)” (lih. ay 2; 8:30, I Yoh 3:2).

PB menjelaskan keselamatan dalam semua bentuk KATA KERJA:

1. suatu tindakan yang lengkap (AORIST), Kis 15:11; Rom 8:24; II Tim 1:9; Titus 3:5 2. tindakan di masa lalu yang menghasilkan kondisi saat ini (PERFECT), Ef 2:5,8

3. proses yang progresif (PRESENT), I Kor 1:18; 15:2; II Kor 2:15; I Tes 4:14; I Pet. 3:21 4. penyempurnaan di masa depan (FUTURE), Rom 5:9,10; 10:9.

Lihat Topik Khusus pada 10:13. Keselamatan dimulai dengan suatu keputusan awal namun berkembang menjadi suatu hubungan yang satu hari nanti akan disempurnakan. Konsep ini sering dijelaskan dengan tiga istilah teologis: pembenaran, yang berarti “dilepaskan dari hukuman dosa”; pengkudusan, yang berarti “dilepaskan dari kuasa dosa”; dan glorifikasi (pemuliaan), yang artinya dilepaskan dari kehadiran dosa.”

Layaklah dicatat bahwa pembenaran dan pengkudusan, keduanya adalah tindakan anugerah Allah, diberikan kepada orang percaya melalui iman dalam Kristus. Namun demikian, PB juga berbiara soal pengkudusan sebagai suatu proses yang berjalan untuk mencapai keserupaan dengan Kristus. Untuk alasan ini par teolog berbicara mengenai “pengkudusan posisional” dan “pengkudusan progresif”. Inilah misteri dari sebuah keselamatan yang cuma-cuma yang berhubungan dengan kehidupan yang kudus ‰ “dari murka Allah” Ini adalah suatu konteks eskatologis. Alkitab menceritakan tentang kasih Allah

yang agung, tak bersyarat, tak berdasar kelayakan, namun juga secara jelas menceritakan tentang perlawanan tetap Allah atas dosa dan pemberontakan. Allah telah menyediakan suatu jalan keselamatan dan pengampunan melalui Kristus namun meeka yang menolak Dia akan berada dibawah kemurkaan (lih. 1:18-3:20). Ini adalah suatu frasa yang bersifat antropomorfis, namun menyatakan suatu realitas. Adalah hal yang mengerikan untuk jatuh kedalam tangan dari Allah yang sedang marah (Ibr 10:31).

5:10 “jika” Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut

pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Manusia ciptaan Allah yang tertinggi, menjadi musuh! Manusia (lih. Kej 3:5) dan Setan (lih. Yes 14:14; Yeh 28:2,12-17) mempunyai masalah yang sama, suatu hasrat untuk berdiri sendiri, hasrat untuk mengendalikan, hasrat menjadi illah-illah.

‰ “kita,… diperdamaikan dengan Allah… kita, yang sekarang telah diperdamaikan” Ini ini

adalah AORIST PASSIVE INDICATIVE dan AORIST PASSIVE PARTICIPLE. KATA KERJA “diperdamaikan” aslinya berarti “dipertukarkan”. Allah telah mempertukarkan dosa kita dengan kebenaran Yesus (lih. Yes 53:4-6). Perdamaian dipulihkan (lih. ay 1)!

‰ “oleh kematian Anak-Nya” Injil pengampunan didasarkan pada (1) kasih Allah; (2) karya Kristus;

(3) perebutan oleh Roh Kudus, dan (4) tanggapan iman/pertobatan dari seseorang. Tak ada jalan lain untuk menjadi benar dengan Allah. (lih. Yoh 14:6). Jaminan keselamatan didasarkan atas karakter dari Allah TriTunggal, bukan prestasi perbuatan manusia! Paradoksnya adalah bahwa perbuatan manusia setelah keselamatan adalah bukti dari keselamatan yang cuma-cuma tersebut. (lih. Yakobus dan I Yohanes).

‰ “kita… akan diselamatkan” PB berkata tentang keselamatan sebagai yang lalu, sekarang, dan masa

depan. Di sini masa depan menunjuk pada keselamatan tertinggi kita yang sepenuhnya pada saat Kedatangan Kedua. Lihat catatan pada ay 9 dan Topik Khusus pada 10:13.

‰ “oleh kehidupanNya” Kata Yunani untuk kehidupan adalah zoa. Kata ini dalam tulisan Yohanes

selalu menunjuk kepada hidup kebangkitan, kehidupan kekal, atau kehidupan berkerajaan. Paulus juga menggunakan kata ini dalam pengertian yang sama. Dukungan bagi konsep ini adalah bahwa karena Allah telah membayar dengan harga yang sedemikian tinggi untuk pengampunan bagi orang percaya Ia pasti akan terus melakukan hal ini.

“Kehidupan” dapat menunjuk pada baik (1) kebangkitan Yesus (lih. 8:34; I Kor 15); (2) pekerjaan syafaat Yesus (lih. 8:34; Ibr 7:25; I Yoh 2:1); atau (3) Roh Kudus membentuk Kristus dalam kita (lih. Rom 8:29; Gal 4:19). Paulus menjelaskan bahwa kehidupan dan kematian duniawi Yesus dan juga kehidupannya yang ditinggikan adalah dasar dari pendamaian kita.

5:11 “Dan bukan hanya itu saja!” Lihat catatan pada ayat 3.

‰ “kita malah bermegah” Lihat catatan pada 5:2. Ini adalah penggunaan kata “berbangga”

(bermegah) yang ketiga kalinya dalam konteks ini.

1. bermegah dalam pengharapan akan kemuliaan, ay 2 2. bermegah dalam aniaya, ay 3

3. bermegah dalam pendamaian, ay 11

Bermegah secara negative dapat dilihat dalam 2:17 dan 23!

‰ “kita telah menerima pendamaian itu” Ini adalah suatu AORIST ACTIVE INDICATIVE, suatu

tugas yang telah terlaksana. Pendamaian orang percaya juga didiskusikan dalam ay 10 dan II Kor 5:18-21; Ef 2:16-22; Kol 1:19-23. Dalam konteks ini “pendamaian”adalah sinonim teologis dari “pembenaran”.

Dalam dokumen Surat Paulus kepada: Jemaat di Roma (Halaman 120-124)