• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH NASB (UPDATED): 2:25-29

Dalam dokumen Surat Paulus kepada: Jemaat di Roma (Halaman 75-80)

TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN

NASKAH NASB (UPDATED): 2:25-29

25Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. 26 Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat? 27Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat. 28Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. 29Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

2:25 “sunat” Paulus masih menggunakan diatribe (serangan kata-kata). Seseorang akan mengangkat

suatu pernyataan bahwa, paling tidak saya telah disunat (lih. Kej 17:10-11). Kita adalah keturunan Abraham. Paulus secara tegas dan penyakitkan menelanjangi pengharapan yang sangat disukai orang Yahudi. (Mat 3:7-10; Yoh 8:31-59).

Seluruh tetangga Israel kecuali Filistin adalah orang-orang bersunat. Bukanlah tindakannya itu sendiri yang penting artinya; namun adalah iman yang terus-menerus dari penerimanya (ay 26-27). Hal ini berlaku bagi semua ritual agama. Orang beragama sering menginginkan berkat perjanjian Allah, namun tanpa adanya suatu tanggung jawab.

2:25-26 “jika…jika…jika” Ini adalah tiga buah kalimat THIRD CLASS CONDITIONAL yang

menunjuk kepada kemungkinan tindakan di masa depan. Ketaatan (lih. Ul 27-30) adalah kunci dalam argument Paulus di pasal 2, namun bukan di 3:21-31 (lih. Gal 3)

2:26-27 Ayat-ayat ini menawarkan pengharapan bahwa beberapa orang bukan Yahudi telah menanggapi

terang yang mereka miliki. Satu-satunya contoh Alkitabiah dari hal ini adalah Kornelius dalam Kis 10. Meskipun ia tidak cocok betul dengan ayat ini karena ia adalah orang yang takut pada Allah dan menyembah di sinagog setempat.

Ayat-ayat ini dalam kenyataannya adalah suatu point yang saling melengkapi dengan argument Paulus tentang perlunya keselamatan bagi orang Yahudi. Roma 3:23 adalah ringkasan bahwa semua manusia akan terhilang secara rohani tanpa Kristus. Jika ada orang bukan Yahudi yang hidup sesuai dengan terang yang mereka miliki dari ciptaan dan suatu kesadaran moral batiniah, Allah akan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menanggapi Kristus – entah bagaimana, dengan cara tertentu, pada waktu tertentu.

2:28-29 “bukan orang Yahudi. . .orang Yahudi” Ini adalah diskusi yang sangat penting sekali karena

perkembangan teologi modern tentang dispensasionalisme dan upayanya untuk memisahkan dan mengkotak-kotakkan uamt Allah dalam PL dari umat Allah dalam PB. Hanya ada satu perjanjian dan satu umat (lih. Rom 9:6; Gal 3:7-9, 29; 6:16; I Pet 3:6). Perjanjian Baru adalah mengembangan dan penggenapan dari yang lama. Umat Allah telah selalu menjadi umat oleh iman dan bukan karena

keturunan. Mereka adalah “manusia hati”, bukan manusia ritual atau rasial. Iman, bukan orang tua, inilah kuncinya. Pikiran perjanjian dan bukannya tanda perjanjian, idilah tandanya.

‰ “lahiriah” Lihat Topik Khusus pada 1:3

2:29 Tanda perjanjian sunat (lih. Kej 17:14) adalah penggambaran dalam PL untuk keperbukaan seseorang kepada Allah. Penggambaran ini berkembang dalam beberapa cara (1) sunat hati (lih. Ul 10:16; Yer 4:4); (2) sunat telinga (lih.Yer 6:10); dan (3) sunat bibir (lih. Kel 6:12,30). Hukum Taurat tidak pernah dimaksudkan sebagai aturan-aturan lahiriah, melainkan suatu prinsip yang mengubahkan kehidupan. Lihat Topik Khusus: Pandangan Paulus terhadap Hukum Taurat” pada 13:9.

‰

NASB “sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah” NKJV “sunat di dalam hati, dalam Roh, bukan dalam tulisan/surat” NRSV “adalah hal di dalam hati – rohani dan bukan hurufiah” TEV “adalah pekerjaan Roh Allah, bukan Hukum tertulis”

JB “dalam hati – sesuatu yang bukan dari yang tertulis, namun dari roh”

Frasa ini mendua dalam bahasa Yunani. Beberapa terjemahan menunjuk pada pertentangan antara hal rohani dan hokum tertulis (bandingkan NRSV, The Twentieth Century New Testament, terjemahan Knox, terjemahan George A. Lamsa dari Peshitta, terjemahan Willam dan Versi New Berkeley). Terjemahan-terjemahan lain melihatnya sebagai kontras antara Roh Kudus (lih. 7:6; II Kor 3:6, di mana penyusunan yang serupa muncul) dan naskah tertulis (bandingkan NASB, NKJV, NEB, NIV, dan TEV). Paulus telah mendiskusikan kenyataan bahwa beberapa orang bukan Yahudi mungkin memiliki perbuatan yang menyukakan Allah, terlepas dari Hukum Taurat. Jika ini benar, maka anak-anak Allah akan mencakup lebih dari mereka yang telah disunat secara fisik (lih. Galatia). Keluarga Allah lebih lebae dari ras Yahudi (Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5); Ayub, Melkisedek, Jetro, Kaleb, Rahab, dan Rut adalah bukan dari ras Yahudi. Bahkan suku Efraim dan Manase adalah setengah Mesir (lih. Kej 41:50-52).

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator.

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan definitif.

1. Bagaimana ketidak-setiaan orang Yahudi mempengaruhi perjanjian (3:3-4)? 2. Apakah sebagai orang Yahudi ada kelebihannya di hadapan Allah (3:1-8)? 3. Apakah diatribe itu?

4. Apakah point dari yang semestinya adalah diatribe dalam ay 5-8?

5. Bagaimana satu jiwa terhitung jika pembenaran itu diberikan oleh anugerah melalui iman, dan terlepas dari perbuatan (3:8)?

6. Apakah konsep teologi mengenai perbuatan jahat itu (3:10-18)

7. Apakah maksud diberikannya Hukum Musa, atau hukum pada umumnya (3:20; Gal 3:24-25) 8. Mengapa setan tidak disebut dalam pasal 1-3 yang membahas ketersesatan manusia?

9. Apakah perjanjian-perjanjian PL bersyarat atau tak bersyarat?

10. Apa maksud tujuan Hukum Musa dalam kehidupan: (1) orang bukan Yahudi; dan (2)Orang Yahudi

11. Buat garis besar dengan kata-kata sendiri argumen Paulus dalam 1:18-3:20 paragraf demi paragraf.

ROMA 3

PEMBAGIAN PARAGRAF DARI

TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN

UBS* NKJV NRSV TEV JB

Orang Yahudi dan Hukum Taurat (2:17-3:8)

Penghakiman Allah Dipertahankan

Keuntungan dari Orang Yahudi

Orang Yahudi dan Hukum Taurat (2:17-3:8)

Janji-janji Allah Tidak Akan Menyelamatkan Mereka

3:1-8 3:1-8 3:1-8 3:1-4 3:1-8

3:5-6

3:7-8

Tak Ada yang Benar Semua Telah Berdosa Semua Bersalah Tak Ada Manusia yang Benar Semua Bersalah

3:9-20 3:9-20 3:9-18 3:9-18 3:9-18

3:19-20 3:19-20 3:19-20

Kebenaran Melalui Iman Kebenaran Allah melalui Iman Kebenaran yang Sejati

Bagaimana Allah Menjadikan Manusia Benar

Pernyataan Keadilan Allah

3:21-26 3:21-26 3:21-26 3:21-26 3:21-26

Bermegah Dilarang Bermegah Dilarang Apa Yang Dikerjakan oleh Iman

3:27-31 3:27-31 3:27-31 3:27-31 3:27-31

SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv)

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator.

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja.

1. Paragraf pertama 2. Paragraf kedua 3. Paragraf ketiga 4. Dst.

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL

A. Ayat 1-8 isinya berkaitan, namun sukar untuk mengikuti logika Paulus karena ia menggunakan teknik penulisan yag disebut diatribe (suatu penentang bayangan).

B. Nampaknya Paulus mengantisipasikan bagaimana beberapa orang Yahudi akan menanggapi 2:2729, sehingga ia menjawab tentangan mereka (Corley, Vaughan, Surat Roma, hal. 37-39).

1. Pertanyaan Pertama. Apakah benar-benar tidak ada keuntungan bagi Orang Yahudi? (ay 1-2) 2. Pertanyaan kedua. Apakah Firman Allah gagal karena beberapa Orang Yahudi tidak berlaku

setia? (ay 3-4)

3. Pertanyaan ketiga. Jika Allah memakai orang Yahudi untuk menyatakan karakterNya, apakah Orang Yahudi masih harus bertanggung jawab secara hukum?

C. Kesimpulannya kembali pada 2:11. Tidak ada favoritisme dengan Allah. Semua manusia bertanggung jawab untuk kehidupannya yang terpisah dari terang yang mereka miliki (perwahyuan alamiah dan/atau perwahyuan khusus).

D. Ayat 9-18 adalah suatu rentetan kutipan PL yang menggambarkan dosa orang Yahudi. E. Ayat 19-20 meringkas kondisi rohani Israel dan maksud dari PL (lih. Gal 3.)

F. Ayat 21-31 adalah ringkasan dari 1:18-3:20. Kesemuanya adalah point teologis yang pertama dari Injil (lihat garis besar ringkas, hal. 2).

KAJIAN KATA DAN FRASA

Dalam dokumen Surat Paulus kepada: Jemaat di Roma (Halaman 75-80)