• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOPIK KHUSUS: PENGKUDUSAN

Dalam dokumen Surat Paulus kepada: Jemaat di Roma (Halaman 137-140)

TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN

TOPIK KHUSUS: PENGKUDUSAN

PB menegaskan bahwa ketika orang-orang berdosa datang kepada Yesus dalam pertobatan dan iman, mereka secara instan dibenarkan dan disucikan. Ini adalah posisi baru mereka dalam Kristus. KebenaranNya telah diberikannya pada mereka (Rom 4). Mereka dinyatakan benar dan kudus (tindakan forensik Allah).

Pertanyaan modern mengenai keharusan dari baptisan untuk keselamatan tidak disebutkan dalam Perjanjian Baru; semua orang percaya diharapkan untuk dibaptis. Namun demikian, seseorang harus juga menjaga diri terhadap suatu mekanikalisme sacramental! Keselamatan adalah masalah iman, bukan soal tempat yang tepat, kata-kata yang tepat, ataupun tindakan ritual yang tepat!

Namun PB juga mendorong orang-orang percaya kepada kesucian dan pengkudusan. Hal ini adalah suatu posisi teologis dalam karya paripurna Yesus Kristus dan suatu panggilan menjadi seperti Kristus dalam sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana keselamatan adalah suatu anugerah cuma-cuma dan gaya hidup yang mengorbankan segalanya, demikian pula pengkudusan.

Tanggapan Mula-mula Keserupaan dengan Kristus yang Bertumbuh

Kisah 20:23; 26:18 Roma 6:19 Roma 15:16 II Korintus 7:1 I Korintus 1:2-3; 6:11 I Tesalonika 3:13; 4:3-4,7; 5:23 II Tesalonika 2:13 I Timotius 2:15 Ibrani 2:11; 10:10,14; 13:12 II Timotius 2:21 I Petrus 1:1 Ibrani 12:14 I Petrus 1:15-16

‰ “Kristus telah dibangkitkan” Dalam konteks ini penerimaan dari Allah Bapa dan persetujuan dari

Firman dan Perbuatan AnakNya dinyatakan dalam dua peristiwa yang besar. 1. kebangkitan Yesus dari maut

2. kenaikan Yesus menuju ke tangan kanan Bapa

‰ “kemuliaan Bapa” Untuk “kemuliaan” lihat Topik Khusus pada 3:23. Untuk “Bapa” lihat Topik

Khusus pada 1:7.

6:5 “jika” Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut

pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Paulus mengasumsikan pembacanya adalah orang-orang percaya.

‰ “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan – Nya” Ini adalah suatu PERFECT ACTIVE

INDICATIVE yang dapat diterjemahkan, “telah dan terus menjadi satu bersama,” atau “telah dan terus ditanam/memulai bersama.” Kebenaran ini secara teologis beranalogi dengan kata “tinggal” dalam Yohanes 15. Jika orang-orang percaya telah menjadi sama dengan kematian Yesus (lih. Gal 2:19-20; Col 2:20; 3:3-5), secara teologis mereka seharusnya menjadi sama dengan hidup kebangkitanNya (lih. ay 10).

Aspek penggambaran baptisan sebagai kematian dimaksudkan untuk menunjukkan (1) bahwa kita telah mati terhadap kehidupan lama, perjanjian lama, (2) kita hidup untuk Roh, perjanjian baru. Oleh karena itu, Baptisan Kristen tidaklah sama dengan baptisan Yohanes, yang adalah nabi PL terakhir. Baptisan adalah kesempatan bagi pengakuan iman kepada umum dari gereja mula-mula. Rumusan baptisan mula-mula, yang harus diulang oleh orang yang dibaptis, adalah “Saya percaya Yesus adalah Tuhan” (lih. Rom 10:9-13). Pengumuman ke masyarakat ini adalah tindakan formal dan ritual dari apa yang telah dialami dalam pengalaman terdahulu. Baptisan bukan suatu mekanisme pengampunan, keselamatan atau kedatangan Roh Kudus, namun kesempatan untuk pernyataan dan pengakuan kepada masyarakat (lih. Kis 2:38). Namun demikian, ini juga bukan merupakan pilihan. Yesus

memerintahkannya (lih. Mat 28:19-20), dan memberikan teladan, (lih. Mat 3; Mar 1; Luk 3) dan hal ini menjadi bagian dari khotbah-khotbah dan prosedur-prosedur Kerasulan sebagaimana dalam Kisah Para Rasul.

6:6

NKJV “mengetahui hal ini, manusia lama kita telah disalibkan bersama Dia” NRSV “kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan (bersama Dia)”

TEV “Dan kita tahu hal ini: keberadaan kita yang lama telah dimatikan bersama Kristus di salibNya”

JB “Harus kita sadari bahwa diri kita yang dahulu telah disalib bersama Dia”

Ini adalah suatu AORIST PASSIVE INDICATIVE yang berarti “diri kita yang lama telah sekali untuk selamanya disalip oleh Roh Kudus.” Kebenaran ini sangatlah penting bagi hidup keKristenan yang berkemenangan. Orang percaya harus menyadari hubungan barunya dengan dosa (lih. Gal 2:20; 6:14). Diri lama manusia yang telah jatuh (secara Adam) telah mati bersama Kristus (lih. ay 7; Ef 4:22 and Kol 3:9). Sebagai orang percaya kita sekarang memiliki pilihan mengenai dosa sebagaimana dimiliki Adam pada mulanya.

‰

NASB, NKJV “hingga tubuh dosa kita bisa diberhentikan”

NRSV “demikian sehingga tubuh dosa kita bisa dimusnahkan” TEV “supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya”

JB “untuk memusnahkan tubuh yang penuh dosa ini”

Paulus menggunakan kata “tubuh” (soma) dengan beberapa frasa GENITIVE. 1. tubuh dosa (ini), Rom 6:6

2. tubuh yang fana ini, Rom 7:24 3. tubuh kedagingan ini, Kol 2:11

Paulus sedang berbicara mengenai kehidupan fisik dari jaman dosa dan pemberontakan ini. Tubuh kebangkitan Yesus yang baru adalah tubuh dari jaman kebenaran yang baru (lih. II Kor 5:17). Masalahnya adalah bukan Kejasmaniahan ini (filsafat Yunani), namun dosa dan pemberontakan. Tubuh tidaklah jahat. KeKristenan meneguhkan kepercayaan akan tubuh jasmani dalam kekekalan (lih. I Kor 15). Namun demikian, tubuh jasmaniah ini adalah medan peperangan dari pencobaan, dosa, dan diri sendiri.

Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE SUBJUNCTIVE. Kata “diberhentikan” berarti “dibuat tidak dapat bekerja,” “dibuat tidak berkuasa”, atau “dibuat tidak produktif”, bukan “dirusak”. Ini adalah kata kata favorit Paulus, digunakan lebih dari dua puluh lima kali. Lihat Topik Khusus pada 3:3. Tubuh jasmaniah kita secara moral adalah netral, namun tubuh ini sekaligus juga merupakan suatu medan pertempuran dari pertentangan rohani yang berkelanjutan. (lih. ay 12-13; 5:12-21; 12:1-2).

6:7 “siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa” Ini adalah sebuah AORIST ACTIVE

PARTICIPLE dan sebuah PERFECT PASSIVE INDICATIVE, yang artinya “ia yang telah mati, telah dan terus akan bebas dari dosa” Karena orang-orang percaya adalah ciptaan baru dalam Kristus mereka telah dan akan terus dibebaskan dari perbudakan dosa dan dari diri sendiri yang adalah warisan dari kejatuhan Adam. (lih. 7:1-6).

Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “dibebaskan” di sini adalah kata yang di semua bagian lain dalam pasal-pasal pembukaan diterjemahkan sebagai “dibenarkan” (ASV). Dalam konteks ini “dibebaskan” menjadi lebih masuk akal. (mirip dengan penggunaannya dalam Kis 13:39). Ingat, kontekslah yang menentukan arti suatu kata, bukan sebuah kamus atau sebuah definisi teknis yang ada. Kata-kata hanya memiliki arti bila ada dalam kalimat, dan kalimat hanya mempunyai arti bila ada dalam paragraf.

Dalam dokumen Surat Paulus kepada: Jemaat di Roma (Halaman 137-140)