• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aji Jehan Fellani, S.Pd.

SMPN 1 Saguling

Kabupaten Bandung Barat

Provinsi Jawa Barat

[email protected]

Abstrak

Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh para siswa di SMPN 1 Saguling. Hal ini karena para siswa tidak memahami makna kata yang ada dalam pelajaran tersebut. Salah satu materi yang belum bisa dikuasai dengan baik dalam mata pelajaran bahasa Inggris adalah penggunaan kalimat perintah. Kalimat perintah adalah salah satu kalimat yang digunakan dalam teks prosedur. Teks prosedur sendiri adalah teks yang berisi langkah-langkah. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menyampaikan materi kalimat perintah adalah melalui metode TPR. Metode ini menuntut siswa untuk aktif untuk memperagakan gerakan sesuai dengan perintah yang ada. Tujuannya adalah siswa diharapkan mampu menggunakan kalimat perintah yang tepat dalam teks prosedur. Ada dua siklus yang digunakan oleh penulis untuk melihat peningkatan siswa dalam menggunakan kalimat perintah dalam teks prosedur. Pada siklus pertama hanya 36.6% siswa yang mampu mencapai atau melewati KKM. Setelah siklus kedua, siswa yang mencapai atau melampaui KKM meningkat menjadi 96.6%. Hal ini menunjukkan bahwa metode TPR mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Kata kunci:Peningkatan; kemampuan berbicara; kalimat perintah; teks prosedur; TPR (Total Physical Response)

115 Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Siswa kelas 9 di SMPN 1 Saguling seperti halnya para siswa di sekolah lainnya di Indonesia haruslah memahami lima teks berjenis short essay yang akan dihadapi di Ujian Nasional, yaitu: Narrative, Recount, Descriptive, Report, dan Procedure.

Teks prosedur adalah teks yang bertujuan untuk memperlihatkan cara membuat atau menggunakan sesuatu. Teks tersebut menggunakan kata-kata perintah (imperative). Apabila siswa kelas 9 tidak mampu menggunakan kalimat perintah dalam bahasa Inggris dalam teks prosedur dengan baik, maka sudah dapat dipastikan para siswa tersebut tidak akan mampu mengerjakan soal yang berkaitan dengan teks prosedur tersebut di ujian nasional.

Pada ulangan yang dilakukan di kelas 7 tentang pembahasan teks prosedur, memperlihatkan bahwa siswa masih lemah dalam penggunaan kalimat perintah.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengajarkan kalimat perintah kepada siswa adalah dengan metode TPR (total physical response). Metode ini sangat baik digunakan karena metode ini menekankan kepada keaktifan siswa. Metode ini berhubungan dengan kegiatan fisik dan gerakan.

Metode tersebut juga sangat baik digunakan karena mudah dan murah untuk dilakukan di jenjang kelas manapun termasuk untuk para siswa di SMP.

B. Perumusan Masalah

Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah sebagian besar siswa kelas IX A kurang mampu menggunakan kalimat perintah dalam teks prosedur dalam bahasa Inggris.

Bertitik tolak dari uraian di atas, maka dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

Apakah penggunaan metode TPR (Total Physical Response) dapat meningkatkan kemampuan penggunaan kalimat perintah pada teks prosedur di kelas IX A SMPN 1 Saguling?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui apakah penggunaan metode TPR dapat meningkatkan kemampuan penggunaan kalimat perintah pada teks prosedur di SMPN 1 Saguling.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:

a. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada pelajaran bahasa Inggris

116 b. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan

penelitian yang sejenis.

c. Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, melalui pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

d. Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran, karena suasana pembelajaran menyenangkan, motivasi belajar siswa meningkat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

E. Kajian Pustaka a. Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang dirancang untuk menggambarkan bagaimana sesuatu dicapai melalui urutan tindakan atau langkah-langkah.

Djuharie (2006) menyatakan bahwa teks prosedur adalah teks yang bertujuan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah melakukan sesuatu.

Ciri-ciri teks prosedur adalah :

1. Langkah-langkah yang dituliskan berbentuk kalimat perintah 2. Menggunakan action verb

3. Menggunakan temporal conjunction (first, next, after that, last) Struktur dari teks ini adalah sebagai berikut:

1. Aim/goal (tujuan teks prosedur)

2. Materials (bahan-bahan yang dibutuhkan) 3. Steps (langkah-langkah)

Tujuan komunikatif dari teks prosedur adalah bagaimana seorang penulis mampu memahamkan pembaca tentang cara menyelesaikan, melakukan, atau mencapai sesuatu dengan cara yang runtut dan benar atau procedural.

b. Total Physical Response

Total Physical Response (TPR) merupakan metode yang dikembangkan oleh seorang profesor di San Jose State University. TPR adalah metode yang mana para siswa dituntut untuk melakukan aktivitas fisik dan gerakan untuk memahami bahasa asing.

Metode TPR itu sendiri bersumber dari teori behavioristik yang dikemukakan oleh B.F. Skinner. Teori behavioristik tersebut menyatakan bahwa pembelajaran adalah akibat dari pembentukan imitasi, praktik, penguatan, dan kebiasaan.

Dimyati (2010) mengemukakan bahwa belajar yang baik adalah melalui pengalaman langsung. Metode TPR menuntut siswa untuk belajar secara langsung yaitu melalui tindakan atau gerakan. Penyampaian materi melalui metode pembelajaran TPR haruslah melalui gerakan langsung atau pengalaman langsung yang diberikan berulang-ulang.

117 Pada dasarnya ada beberapa hal agar seseorang memiliki pemahaman bahasa asing. Hal tersebut adalah:

a. Kemampuan pemahaman diikuti gerakan tubuh

b. Keahlian didapat melalui mendengar yang ditransfer ke keahlian lain c. Pengajaran harus meminimalkan rasa stress para peserta didik

Langkah-langkah dalam proses pembelajaran menggunakan metode TPR adalah sebagai berikut:

1. Guru memberikan kata kerja baru dalam bahasa Inggris yang berhubungan dengan materi yang dipelajari.

2. Guru meminta siswa mendengarkan dan mengamati perintah yang diucapkan secara berulang-ulang

3. Siswa mempraktikkan kalimat perintah yang sudah dicontohkan

Model pembelajaran menggunakan TPR ini sangat tepat untuk mengajarkan kata kerja (imperative) pada teks prosedur. Hal ini karena model pembelajaran ini mampu memenuhi tipe model pembelajaran yang baik. Menurut Isjoni (2007), model pembelajaran yang baik adalah bisa meningkatkan motivasi, sikap berpikir kritis, keterampilan sosial, dan pencapaian hasil belajar.

Metode

A. Metode Penelitian

Metode deskriptif analitis adalah metode yang tepat untuk penelitian ini. Hal ini dikarenakan metode tersebut digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menafsirkan, dan menyimpulkan data sehingga diperoleh gambaran yang sistematis dalam peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.

B. Lokasi, Subjek, dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas IX A SMPN 1 Saguling. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Kelas tersebut dijadikan subjek penelitian karena hanya sebanyak 48.2% siswa yang nilai rata-rata pada mata pelajaran bahasa Inggrisnya untuk materi prosedurmencapai atau melampaui KKM yaitu sebesar 70.

Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017 sebanyak dua siklus. Tiap pertemuan sebanyak 2 jam pelajaran. Setiap jam pelajaran selama 40 menit.

C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya adalah soal uji tes kompetensi, gambar, alat elektronik sederhana, lembar observasi guru dan siswa.

118 Prosedur penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

Refleksi awal yang dilanjutkan dengan siklus 1. Pada siklus 1 yang dilakukan adalah:

1. Perencanaan

2. Pelaksanaan tindakan 3. Pengamatan/observasi 4. Refleksi

Setelah itu dilanjutkan dengan siklus 2. Pada siklus 2, urutan hal yang dilakukan sama seperti pada siklus 1.

Prosedur penelitian digambarkan melalui diagrsssam berikut:

Diagram 4.1 Prosedur penelitian

Setelah penulis memperoleh data, penulis melakukan analisis data menggunakan teknik kuantitatif berupa perhitungan (rata-rata dan persentase). Selain itu, penulis juga menggunakan teknik kualitatif yaitu menggali lebih dalam data yang sudah dikumpulkan dengan maksud memperkuat, memperluas, atau meyakinkan kebenarannya. Data kualitatif didapat dari wawancara. Wawancara pada penelitian ini menggunakan wawancara tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes, di mana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan-ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai hatinya. Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pendapat siswa mengenai penerapan metode TPR untuk mengingatkan kembali kepada siswa materi yang telah disampaikan.

Data yang telah dikelompokkan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang berguna untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu. Penyajian data ini ditulis dalam paparan data.

Data yang diperoleh dicari pola , hubungan, atau hal-hal yang sering timbul dari data tersebut kemudian dihasilkan simpulan sementara. Penarikaan simpulan dilakukan terhadap temuan peneliti yang selanjutnya dilakukan refleksi sehingga memperoleh simpulan akhir. Hasil simpulan akhir dilakukan refleksi untuk menentukan atau menyusun rencana tindakan berikutnya.

119 Prestasi belajar dikatakan berhasil apabila siswa secara individual telah memperolah nilai 70 atau lebih, dan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika lebih dari 85 % siswa mendapat nilai diatas 70.

Di samping itu dilakukan juga metode analisis deskriptif yang merupakan pemaparan dari hasil penerapan pembelajaran.

Penulis menggunakan rumus rata-rata sebagai berikut: (βˆ‘ π‘π‘–π‘™π‘Žπ‘–: βˆ‘π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž) π‘₯100

Rumus ini dipergunakan untuk mengetahui perkembangan dan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi antara siklus satu dengan siklus lainnya.

Dari kegiatan penghitungan rata-rata, selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan ditemukan bahwa selama pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung tidak mampu menggunakan kalimat perintah dalam teks prosedur.Pada kegiatan refleksi awal diketahui bahwa pembelajaran berbicara yang diberikan masih dengan metode mencatat, mengulang, dan mengingat. Maka dari itu, motivasi siwa juga kurang karena siswa cenderung pasif.

Selanjutnya dilakukan refleksi atau pemaknaan terhadap perilaku siswa tersebut. Berdasarkan hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa siswa kurang mampu menggunakan kalimat perintah bahasa inggris dalam pelajaran teks prosedur.

Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh guru yang bertindak sebagai peneliti, pada saat berlangsungnya proses pembelajaran diperoleh data kondisi dan permasalahan pembelajaran yang terjadi pada siswa kelas IX A SMPN 1 Saguling kurang memahami kalimat perintah yang ada pada teks prosedur. Berdasarkan kondisi yang ada, maka peneliti merencanakan pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan metode TPR, agar siswa termotivasi dalam belajar, sehingga prestasi belajarnya meningkat.

A. Pembahasan Siklus I

Pada tahap awal guru memperlihatkan alat yang digunakan di rumah. Pada awal kegiatan pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat mempelajari kalimat perintah dalam teks prosedur.

Guru harus selalu mengingatkan agar siswa mau memperhatikan, dan siswa kurang bersemangat dan cenderung pasif.Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung kurang berminat untuk segera menyelesaikan kalimat perintah dalam teks prosedur. Namun setelah penulis menggunakan metode TPR, siswa terlihat lebih bersemangat dan antusias.

120 Hasil belajar siswa pada siklus pertama tampak pada tabel di bawah ini:

NO

NAMA SISWA Nilai Ket

URT INDUK

1 1415.7.005 Anisa Alabil Janah 70 L

2 1415.7.006 Anisa.M.P 67 BL 3 1415.7.011 Chintya Amelia R 78 L 4 1415.7.020 Euis Komariah 60 BL 5 1415.7.022 Eulis Latifah 67 BL 6 1415.7.023 Febriani Suwandi 69 BL 7 1415.7.027 Fitriani Wulandari 66 BL 8 1415.7.028 Fuji Lestari 68 BL 9 1415.7.033 Intan Nuraeni 69 BL 10 1415.7.038 Isfahani 67 BL 11 1415.7.041 Kiki Rahmawati 78 L 12 1415.7.047 Mira Anggraeni 78 L 13 1415.7.048 Mita ApriIia 68 BL

14 1415.7.053 Muhamad Iqbal Fauzi 78 L

15 1415.7.055 Neng Dila Selviana 65 BL

16 1415.7.057 Neng Ineu Nurlelah 68 BL

17 1415.7.058 Neng Rani 80 L

18 1415.7.060 Neng Saniah 68 BL

19 1415.7.061 Neng Sumarni 67 BL

20 1415.7.066 Peby Pebriyanti 67 BL

21 1415.7.072 Rika Nur meilasari 68 BL

22 1415.7.073 Rismala Setiawati 68 BL

23 1415.7.080 Rohmat 70 L

24 1415.7.082 Rosdiana Nur asiah 67 BL

25 1415.7.083 Rosidawati 75 L 26 1415.7.088 Sopa Nursopiah A 67 BL 27 1415.7.089 Sumi Nuraeni 78 L 28 1415.7.091 Susi Yanti 75 L 29 1415.7.095 Triawanti 68 BL 30 1415.7.097 Wita Puspitasari 75 L Rata-rata 70.3

Tabel 4.1 Hasil Belajar pada Siklus Pertama

Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 70.3 dan pada siklus I yang tuntas ada 11 siswa (36.6%) yang tidak tuntas ada 19 siswa (63.3%).

121 B. Pembahasan Siklus II

Pada siklus II siswa masih sama dengan siklus I. Kali ini siswa dibentuk dalam kelompok secara heterogen. Dalam kegiatan pembelajaran siswa sudah mulai tampak aktif. Guru menjelaskan kalimat perintah dalam teks prosedur mulai dari awal pembelajaran.

Pada siklus kedua ini siswa lebih aktif dalam bertanya apabila mereka merasa tidak bisa membuat kalimat perintah. Siswa yang kurang termotivasi, cenderung ada peningkatan kinerjanya, mereka lebih antusias memperagakan kalimat perintah yang ada pada teks prosedur.

Hasil belajar siswa pada siklus kedua tampak pada tabel di bawah ini:

NO

NAMA SISWA Nilai Ket

URT INDUK

1 1415.7.005 Anisa Alabil Janah 76 L

2 1415.7.006 Anisa.M.P 73 L 3 1415.7.011 Chintya Amelia R 84 L 4 1415.7.020 Euis Komariah 66 BL 5 1415.7.022 Eulis Latifah 73 L 6 1415.7.023 Febriani Suwandi 75 L 7 1415.7.027 Fitriani Wulandari 72 L 8 1415.7.028 Fuji Lestari 74 L 9 1415.7.033 Intan Nuraeni 75 L 10 1415.7.038 Isfahani 73 L 11 1415.7.041 Kiki Rahmawati 84 L 12 1415.7.047 Mira Anggraeni 84 L 13 1415.7.048 Mita ApriIia 74 L

14 1415.7.053 Muhamad Iqbal Fauzi 84 L

15 1415.7.055 Neng Dila Selviana 71 L

16 1415.7.057 Neng Ineu Nurlelah 74 L

17 1415.7.058 Neng Rani 86 L

18 1415.7.060 Neng Saniah 74 L

19 1415.7.061 Neng Sumarni 73 L

20 1415.7.066 Peby Pebriyanti 73 L

21 1415.7.072 Rika Nur meilasari 74 L

22 1415.7.073 Rismala Setiawati 74 L

23 1415.7.080 Rohmat 76 L

24 1415.7.082 Rosdiana Nur asiah 73 L

25 1415.7.083 Rosidawati 81 L 26 1415.7.088 Sopa Nursopiah A 73 L 27 1415.7.089 Sumi Nuraeni 84 L 28 1415.7.091 Susi Yanti 81 L 29 1415.7.095 Triawanti 74 L 30 1415.7.097 Wita Puspitasari 81 L Rata-rata 76.3

122 Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 76.3dan pada siklus kedua yang tuntas terdapat 29 siswa (96.6%) yang tidak tuntas ada 1siswa (3.3%).

C. Hasil Wawancara Kepada Para Siswa

Dari hasil wawancara kepada beberapa siswa secara acak, mereka menjawab bahwa metode TPR ini membuat mereka lebih termotivasi dalam mempelajari kalimat perintah yang terdapat pada teks prosedur.Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa mereka bisa lebih mengingat lebih lama kosakata kata kerja yang digunakan di kelas.

Selain itu, para siswa yang diwawancara juga mengatakan bahwa mereka lebih bisa merasa nyaman ketika belajar menggunakan metode ini.Para siswa juga mengatakan bahwa dengan mempraktikkan dengan gerakan, mereka bisa lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa Inggris.

Gambar 1.Siswa mempraktikkan cara menggunakan mikser disertai pengucapannya dalam bahasa

Inggris

Gambar 2.Siswa mempraktikkan cara menggunakan headset disertai pengucapannya dalam bahasa

123

Gambar 3.Siswa mempraktikkan cara memasang baterai disertai pengucapannya dalam bahasa Inggris

Simpulan

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang tertera pada tabel 4.1 dan 4.2 menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dalam menggunakan kata kerja pada teks prosedur. Ini artinya kemampuan menggunakan kata kerja pada teks prosedur mereka meningkat.

Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa motivasi dan kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris untuk teks prosedurjuga meningkat.

Ini berarti metode TPR mampu meningkatkan kemampuan penggunaan kata kerja dalam teks prosedur pada mata pelajaran Inggris di kelas IX A SMPN 1 Saguling. B. Saran

Pada penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah:

1. Bagi guru bahasa Inggris, hasil penlitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada materi prosedur text di kelas. 2. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan

penelitian yang sejenis.

3. Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pelatihan.

Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mereka pada penggunaan kata kerja dalam teks prosedur.

124 Daftar Pustaka

Brown, H Douglas. 2015. Teaching by Principles: an Interactive Approach to Language Pedagogy. New York: Pearson Education.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris

SMP & MTs. Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djuharie, Setiawan. 2006. Teks dalam Bahasa Inggris. Bandung: Rosdakarya.

125

Optimalisasi Peran Organisasi Profesi Guru Dalam