1. Jody: Momen tepat biasanya di saat terapi dan TV membahas “ummat yg mengaku islam”.
2. Jody: Point pertama yang saya lontarkan. Percayakah Anda bahwa Islam mengajarkan kebencian, mengumandangkan peperangan, dan mendiskreditkan kaum hawa?
3. Jody: Point kedua. Tahukah Anda bahwa di Saudi Arabia banyak penghafal Al Qur’an menjadi atheis?
4. Jody: Point ketiga. Tahukah Anda bahwa penyebabnya adalah banyaknya ayat kontradiktif dalam Al-Quran yang mereka baca?
5. Jody: Point keempat. Tahukah Anda bahwa Mushaf Qur’an itu banyak lho di luar sana? Tapi, kenapa kita yakini dan kita pakai sekarang hanyalah satu mushaf, yakni Mushaf Utsman dengan jumlah ayat paling sedikit dibanding yg lain. Ke mana ayat-ayat lainnya? 6. Jody: Buat mereka yang tidak tahu
ini jadi pengetahuan baru. Buat yang sudah tahu, ini membuat mereka galau dan mulai tidak yakin dengan mushaf Usman
7. Jody: Point kelima. Banyak yang meyakini bahwa Allah menjaga orginalitas Al Quran sampai akhir zaman. Pertanyaannya, Al Quran yg mana? Al Quran yang tersimpan di Lauh Mahfudz atau Mushaf Quran yg berbeda- beda jumlah ayat dan tafsirannya? 8. Jody: Point keenam. Mushaf itu
artinya catatan.mungkinkah sebuah catatan dipalsukan, ditambah, atau dikurangi sehingga beginilah yang terjadi pada ummat kita sekarang? 9. Jody: Point selanjutnya, bila mereka
penasaran, kita tunjukkan hasil bahasan kita di grup ini mengenai ayat-ayat kontradiktif di mushaf Utsman.
12/23/15, 20:40:10: Jody H Bayuaji: Ini mah sekedar berbagi pengalaman di klinik ttg issue mushaf akang2 12/23/15, 20:41:59: Jody H Bayuaji: Dan ini juga saya menggunakan apa yg Mbap posting di sini, point2 penting yg mencoba membuat pola pikir para pasien di klinik terbuka dan mengalir
12/23/15, 20:45:07: Jody H Bayuaji: Biasanya celah masuknya selalu disaat sedang nerapi di TV sedang membahas segala sesuatu ttg “ummat yg mengaku islam” baik itu issue kelompok radikal atau kelakuan ustadz2 poligamiers
12/23/15, 20:47:54: Jody H Bayuaji: Point pertama yg saya lontarkan selalu begini...Percayakah anda bahwa Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamiin yg membawa perdamaian itu seperti ini??...mengajarkan kebencian, mengumandangkan peperangan dan
mendiskreditkan kaum hawa??...Mungkinkah Tuhan itu memperlakukan mahluk‑Nya seperti itu??
12/23/15, 20:48:38: Jody H Bayuaji: Biasanya semua diam, ngahuleng dan mulai galau
12/23/15, 20:48:50: Jody H Bayuaji: Setelah itu point kedua
12/23/15, 20:50:01: Jody H Bayuaji: Tahukah anda bahwa di Saudi Arabia terjadi Ledakan Atheisme yg jumlahnya justru lebih besar dari Negara yg notabene menganut faham Sekularisme??
12/23/15, 20:51:17: Jody H Bayuaji: Ironisnya itu justru mereka yg memproklamirkan diri sbg kaum Atheis adalah mereka2 yg hafal Al Qur’an
12/23/15, 20:52:01: Jody H Bayuaji: Dan ternyata akang2, saya sendiri takjub mendengar mrk jg sdh tahu ttg berita ini
12/23/15, 20:52:26: Jody H Bayuaji: Setelah itu point ketiga
12/23/15, 20:53:38: Jody H Bayuaji: Tahukah anda bhw setelah ditelusuri knp mereka murtad, ternyata
penyebabnya adalah banyaknya ayat2 kontradiktif dalam Al Quran yg mereka baca??
12/23/15, 20:54:50: Jody H Bayuaji: Krn sedang coba didrive nggausah diperpanjang dgn ayat2 apa saja itu supaya point2nya mereka dengar dulu
12/23/15, 20:57:00: Jody H Bayuaji: Point ke‑4: Tahukah anda bhw ternyata Mushaf Qur’an itu banyak lhoo di luar sana, tapi kenapa yg lain ngga pernah kita dengar dan yang kita yakini dan kita pakai sekarang hanyalah satu mushaf yakni Mushaf Usman yg notabene jumlah ayatnya paling sedikit dibanding yg lain...kamaraaaana atuh ayat2 lainnya
12/23/15, 20:58:19: Jody H Bayuaji: Buat mereka yg ngga tahu ini jadi pengetahuan baru, buat yg sdh tahu ini membuat mereka galau dan mulai ngga yakin sama mushaf Usman
12/23/15, 21:01:58: Jody H Bayuaji: Point ke 5: Banyak yg meyakini bhw Allah menjaga orginalitas Al Quran sampai akhir zaman kaan...pertanyaannya Al Quran yg mana??? Al Quran yg tersimpan di Lauh Mahfudz atau Mushaf Quran yg jumlahnya berbeda2 ayat dan tafsiran2 berbeda itu??
12/23/15, 21:03:05: Jody H Bayuaji: Baru segitu yg saya sampaikan pada mereka dan itu sudah membuat mereka ngahuleng di saat pulang
12/23/15, 21:03:43: Jody H Bayuaji: Pada saat OD kmrn Mbap mengupdate lagi dgn tambahan point ke 6 yg nanti bisa disampaikan
12/23/15, 21:04:59: Jody H Bayuaji: Mushaf itu artinya CATATAN...mungkinkah sebuah catatan itu bisa dipalsukan, ditambah atau dikurangi...sehingga beginilah yg terjadi pada ummat kita skrg??
12/23/15, 21:06:31: Jody H Bayuaji: Dan point
selanjutnya bila mereka penasaran nanti maka baru kita tunjukkan hasil bahasan kita di grup ini mengenai ayat2 kontradiktif dlm mushaf Usman yg membuat jumlah ummat Islam berkurang dan banyak kaum penghafal Quran yg jadi atheis
12/23/15, 21:07:44: Jody H Bayuaji: Pasti nanti “senjata” kita akan ditambah lagi sama Mbap...begiiitu pengalaman saya akang2
12/23/15, 21:11:10: Faishal Hermawan: Mantabs kang Jody teknik triggernya
12/23/15, 21:17:33: Wilman Ramdhani (Bogor): Merubah redaksi yg tdk selalu presisi copas....
12/23/15, 21:18:19: Wilman Ramdhani (Bogor): Dng strategi n pendekatan seperti itu kan jd menyesuaikan dng audiens
12/23/15, 21:23:10: Wilman Ramdhani (Bogor): Mungkin ini sebuah strategi ya, bisa jd ini ide begini. Untuk memberikan pemahaman ke rekan2 kita tdk hrs sama redaksi simbol bahasanya. Kita triger dlm redaksi yg lain....
‑‑‑‑‑
Abdi copas presisi deui nu di luhur tadi....
12/23/15, 21:23:36: Wilman Ramdhani (Bogor): Itu contohnya yg diungkapkan kang jody
12/23/15, 21:23:46: Dani Ramdhani: Kemarin setelah OD ada ysng minta untuk ada diskusi kelompok, soalna galau keneh cenah..
12/23/15, 21:29:53: Wilman Ramdhani (Bogor): Mangga dilajeungkeun... Sambil kongkow2.... Tiasa dimana wae....
12/23/15, 21:30:37: Dani Ramdhani: Di bumi kang Yoli we nya.. Bari dibimbing
12/23/15, 21:36:46: Wilman Ramdhani (Bogor): Prinsipna hrs diingat bhw saat ini waktu sdh dikejar krn mau reset. Jd strateginya ya mesti ight, daek teu daek. Kerahkan semua tindak tanduk kita dimanapun untuk mengarah pada kesadaran....
12/23/15, 21:53:03: Wilman Ramdhani (Bogor): Atuh kl msh mempersoalkan info sensitif or info no sensitif, blh disebar n tdk blh disebar janten “message” dakwah na teu dugi ka handap.
12/23/15, 21:53:53: Wilman Ramdhani (Bogor): Hayu ayeu na mah urang masing sapertos kang jody, menggunakan istilah2 yg kira2 pas sesuai audiens...
12/23/15, 21:54:22: Wilman Ramdhani (Bogor): Nu penting message kesadaran na keuna....
12/23/15, 21:54:29: Setiabudi Hi: Nah, itu udah ada perbandingan yang bagus dari Kang Jody
12/23/15, 22:11:51: Ashari: akang dan teteh yang terhormat, .. di grup ini kan yang pemahamannya sudah lumayan banyak, yang menguasai IT juga ada, KD dengan open dialog kemarin sudah terbuka. menurut saya sih tinggal tinggal akang ‑ teteh bikin artikel, disepakatiboleh dewan redaksi, lalu publish di website. Bisa web khusus yang pakai login atau kalau materinya bisa diadaptasi dalam bahasa orang awam bisa di situs terbuka.
menurut saya sih itu bisa jadi langkah awal
menyamakan persepsi dan membangun kesadaran komunal..
kalau mengandalkan aspel dan pelatih.. punten nih menurut saya tidak efektif. karena berapa sih pelatih yang benar masih turun melatih, aspel yang ada juga sedikit dan masih hijau.
KD sudah terbuka, tinggal lapis keduanya yang harus cekatan backup terbuka juga.
itu masukan dari saya supaya wacana jadi action
12/23/15, 22:31:56: Dani Ramdhani: Menurut saya pemahaman seperti ini baiknya dengan komunikasi langsung.. Melalui diskusi.. Karna akan menyesuaikan melalui bahasa verbal, bahasa tubuh, pancingan, tarik ulurnya, tek toknya dll.
12/23/15, 22:51:20: Dani Ramdhani: Sell..
Iya intinya penyampaian pemahaman di grup ini perlu seni komunikasi.
12/24/15, 00:52:57: Syamsu: Akang & teteh yg memerlukan rekaman audio Open Dialog tgl 20 des 2015, dari awal sampe akhir.
Silahkan japri alamat emailnya. Tidak perlu posting di grup...
12/24/15, 05:20:07: Aulia Pradipta (Yoli): Hayu kang Dan... plus di(jus)balimbingan lah.. diutamakan para pelatih/pengurus aktif ranting dulu.
adakan rutin, kalau perlu sampai pesertanya bikin paper 2‑3 halaman A4 utk melihat wawasan mrk. Kg Jod...
Cukup sampai teknik trigger. Teknik trigger itu berhenti sampai pertanyaan. Meninggalkan audiens dng
Jangan menambahkan pernyataan. Pernyataan akan keluar apabila audiensnya merespon balik dng pertanyaan lanjutan yg menandakan otaknya sdh mulai mengolah menelusur.
Pernyataan yg muncul diawal‑awal (biasanya) akan memunculkan antipati.