Perwujudan Lembaga D emokrasi yang Makin Kokoh
3. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa
Di bidang komunikasi dan informasi, terjamin-nya kebebasan dan independensi pers merupakan keuntungan bagi semua pihak, baik masyarakat maupun Pemerintah. Media massa diharapkan dapat memainkan peran yang sangat strategis untuk menyukseskan Pemilu 2009 dan menjadi
watchdog yang dapat menjadi mata dan telinga masyarakat untuk mengawal proses politik yang sangat penting ini. Semua pihak berkepentingan pelembagaan pers yang mendukung transparansi dan akuntabilitas proses penyelenggaraan pemi-lu.
Dalam kaitan ini, telah ditetapkan UU No. 14 Ta-hun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang perlu segera disusun peraturan pelak-sanaan serta sosialisasinya kepada publik. Selain itu, dalam rangka mewujudkan tujuan pro-gram ini telah diterbitkan sejumlah PP bidang penyiaran, khususnya perizinan dalam rangka mewujudkan efektivitas pelaksanaan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Melalui peraturan ini diharapkan hak-hak masyarakat mendapatkan informasi (right to know) akan semakin terjamin, juga kewajiban Pemerintah untuk menyampaikan informasi publik yang dibutuhkan oleh masyara-kat (obligation to tell). Berkaitan dengan prinsip ini, Pemerintah juga menyusun beberapa per-aturan perundangan berupa PP dan Menteri (Per-men), khususnya di bidang penyiaran dan pers. Penyusunan draft Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) tentang PNBP Bidang Penyiaran, telah
se-lesai dan telah dikirim ke Departemen Keuangan (Depkeu).
Di samping itu, Pemerintah telah menyusun Per-men terkait dengan perizinan. PerPer-men yang di-maksud adalah Permen yang berkaitan dengan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), yaitu:
1. Permen Nomor 17 Tahun 2006 tanggal 7 Juni 2006 tentang Tatacara Penyesuaian IPP bagi LPS yang Telah Memiliki ISR dari Ditjen Pos-tel dan/atau Izin Siaran Nasional untuk TV dari Departemen Penerangan dan bagi LPB yang telah Memiliki Izin Penyelenggaraan TV Berbayar dari Ditjen Postel dan/atau Izin Pe-nyelenggaraan Siaran TV Berlangganan dan Departemen Penerangan;
2. Permen Nomor 08 Tahun 2007 tentang Tata-cara Perizinan dan Penyelenggaraan Penyiar-an LPS;
3. Permen Nomor 14 Tahun 2007 Tanggal 24 April 2007 tentang Tatacara dan Kriteria Seleksi Penggunaan Spektrum Frekuensi Ra-dio untuk Penyelenggaraan Penyiaran;
4. Permen Nomor 15 Tahun 2007 tanggal 26 April 2007 tentang Perubahan atas Permen Kominfo Nomor 08 Tahun 2007 Tentang Tatacara Perizinan dan Peneyelenggaraan Pe-nyiaran LPS;
5. Permen Nomor 22 Tahun 2007 Tanggal 30 April 2007 tentang Perubahan Kedua atas Permen Kominfo Nomor: 08 Tahun 2007 ten-tang Tatacara Perizinan dan Penyelenggaraan Penyiaran LPS. Berdasarkan Permen-permen tersebut di atas, telah dikeluarkan izin untuk LPS Radio sebanyak 315 IPP, dan LPS TV se-banyak 10 IPP;
6. Permen Nomor 25 Tahun 2007 tanggal 1 Mei 2007 tentang Penggunaan Sumberdaya Dalam Negeri Untuk Produk Iklan yang di-siarkan melalui Lembaga Penyiaran. Permen ini merupakan finalisasi dari Rancangan Per-men tentang Siaran Iklan Layanan Masyara-kat pada Lembaga Penyiaran.
175 E v a lu a si 4 T a h u n P e la k sa n a a n R P JM N 2 0 0 4 -2 0 0 9
Kegiatan lain yang terkait dengan program ini adalah meningkatkan sarana e-government di pusat dan daerah; peningkatan dan pemberdaya-an masyarakat dalam pempemberdaya-anfaatpemberdaya-an teknologi informasi termasuk sarana prasarananya serta pengembangan sistem jaringannya; dan kajian terhadap kebijakan yang terkait dengan kominfo. Di samping itu, untuk meningkatkan layanan in-formasi publik dilakukan kegiatan peningkatan arus informasi melalui berbagai media, pengem-bangan dan pembinaan jaringan komunikasi dan informasi, serta perencanaan dan pengembangan kebijakan kominfo termasuk penyusunan per-aturan pelaksanaannya.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai kelanjut-an dalam mempercepat pencapaikelanjut-an target ykelanjut-ang ditetapkan antara lain peningkatan arus infor-masi dengan lembaga media dengan menyusun data dan informasi media elektronik di beberapa provinsi, serta pemberian bantuan TV dan ra-dio untuk daerah terpencil dan perbatasan. Di samping itu, perencanaan dan pengembangan kebijaksanaan bidang komunikasi dan informasi dengan melakukan sosialisasi pemetaan segmen-tasi pasar usaha penyiaran di beberapa provinsi (Kaltim, Papua, Maluku, NTB, Aceh, Riau, Jambi, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat), kajian dan sosialisasi siaran digital serta monitoring dan evaluasi terhadap uji coba siaran digital (Suraba-ya, Jakarta, Medan, Makasar, Banjarmasin dan Jayapura).
Dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM aparatur Pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha dan masyarakat di bidang komunikasi dan informatika sesuai dengan standar kompetensi profesi, dilaksanakan kegiatan pemberian beasiswa pendidikan gelar Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3) bidang kominfo di dalam dan di luar negeri bagi masyarakat umum, institusi pendidikan serta pimpinan Pemerintahan pusat dan daerah. Pada 2007, beasiswa diberikan untuk S2/S3 dalam ne-geri sebanyak 55 orang dan untuk S2/S3 luar nene-geri sebanyak 75 orang. Program ini dilanjutkan pada 2008 dengan menyediakan beasiswa untuk S2/S3
di dalam negeri bagi 169 orang dan ke luar negeri untuk sebanyak 54 orang. Pemberian beasiswa ini diharapkan meningkatkan daya saing, yang pada gilirannya akan meningkatkan literasi dan profe-sionalisme masyarakat di bidang kominfo.
Terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut di-harapkan akan meningkatkan pelayanan Peme-rintah dan media massa dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang baik dan benar serta bertanggungjawab. Dengan demikian, misi pembangunan jangka panjang mewujudkan masyarakat demokratis berdasar-kan hukum dengan memperkuat peran ma-syarakat sipil dan menjamin pengembangan dan kebebasan media pada saatnya nanti dapat diwu-judkan secara bertahap.
3.8.3.2. Per m asalahan Pencapaian Sa-saran
Beberapa persoalan menonjol yang akan dihadapi pada 2009 adalah menyangkut rendahnya kapa-sitas dan kredibilitas parpol. Padahal dengan me-nguatnya tuntutan dan aspirasi politik masyara-kat, keberadaan parpol sebagai infrastruktur demokrasi diharapkan semakin kokoh.
Masalah lain adalah pengawasan yang lemah dan kurang transparannya sistem penyelenggaraan Pemilu, serta masih rendahnya pamahaman atas etika politik para penyelenggara negara. Oleh karena itu, peningkatan capacity building lem-baga-lembaga penyelenggara negara masih tetap fokus pada 2009, dengan tekanan pada penting-nya akuntabilitas politik dan publik.
Selain itu, media massa yang sering dianggap sebagai pilar keempat demokrasi belum mampu memainkan perannya secara optimal dalam alat kontrol sosial politik dan pencerdasan masyara-kat. Di satu sisi, media massa masih menghadapi berbagai ancaman non-teknis seperti ancaman kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan. Pada sisi lain, profesionalisme media massa dalam menjalankan peran strategisnya masih lemah. Lebih jauh, secara obyektif dapat dikatakan
bah-176 P E N C A P A IA N S E B U A H P E R U B A H A N
wa masih adanya inkonsistensi peraturan perun-dangan dalam bidang media massa. Seringkali, media massa menghadapi tuntutan kriminal berat dalam menjalankan profesinya, yang sesungguh-nya dilindungi perundang-undangan, karena per-masalahan etika jurnalistik. Faktor penghambat lain adalah tidak optimalnya persiapan pelaksa-naan kegiatan terutama dalam mempertimbang-kan ketersediaan waktu, misalnya terkait dengan penyelesaian revisi undang-undang bidang politik dan peraturan perundangan lainnya.
3.8.4. T indak Lanjut
3.8.4.1. U paya yang A kan D ilakukan unt uk M encapai Sasaran
Peningkatan transparansi dan akuntabilitas pe-laksanaan Pemilu 2009 menentukan tingkat par-tisipasi politik aktif dan kepercayaan masyara-kat pada lembaga-lembaga demokrasi di masa mendatang. Kegagalan atau kurang berhasilnya Pemilu 2009 dapat merupakan langkah mundur bagi konsolidasi demokrasi Indonesia. Sebaliknya penyelenggaraan Pemilu 2009 secara sukses akan membawa kita pada proses konsolidasi demokrasi yang lebih tinggi dan lebih maju.
Untuk menindaklanjuti berbagai kegiatan dalam program perwujudan lembaga demokrasi yang kokoh, maka upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran RPJMN 2004-2009 yang termuat dalam Agenda Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis adalah: 1. Meningkatkan kapasitas dan kredibilitas
lembaga-lembaga demokrasi. Hal ini perlu dirumuskan secara cermat. Keseluruhan lem-baga-lembaga ini diharapkan dapat melak-sanakan tugas dan kewenangan seoptimal mungkin secara terarah dan bertahap;
2. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pe-milu 2009 dan Pilkada, tidak hanya pada as-pek kelembagaannya saja, tetapi juga dalam mempersiapkan masyarakat menjelang
Pe-milu 2009 agar dapat berpartisipasi aktif. Dalam hal ini, kegiatan komunikasi perlu dirumuskan untuk lebih memperkuat ker-jasama antar-lembaga Pemerintahan dan juga interaksinya dengan masyarakat dalam mem-persiapkan pelaksanaan Pemilu 2009;
3. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya yang ada melalui pendalaman dokumen pe-rencanaan, khususnya RPJMN dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas capaian kegiatan-ke-giatan yang telah ditetapkan;
4. Menyikapi keterlambatan penyelesaian RUU KIP dengan mendorong Departemen Ko-munikasi dan Informatika dan DPR untuk berkomitmen menyelesaikannya sesuai de-ngan target yang ditetapkan. Hal ini mengi-ngat semakin besarnya tuntutan publik ter-hadap informasi yang cepat, akurat dan benar sesuai UUD 1945 pasal 28 F. Isi pasal ini men-jamin hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengem-bangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan me-nyampaikan informasi dengan mengguna-kan segala jenis saluran yang tersedia. Untuk 2008, berbagai hal ini menjadi prioritas pe-nyelesaian dan target pembuatan peraturan pelaksanaan.
3.8.4.2. Perkiraan Pencapaian Sasaran RPJM N 2004- 2009
Melalui berbagai upaya sejak awal pelaksanaan RPJMN 2004-2009, perkiraan pencapaian akhir dari sasaran-sasaran tersebut adalah:
1. Program Penyempurnaan dan Penguatan Kelembagaan Demokrasi
Sasaran RPJMN 2004-2009 melalui program ini akan dilaksanakan melalui upaya peningkatan kapasitas, kredibilitas, dan akuntabilitas lembaga demokrasi serta peningkatan partisipasi politik masyarakat. Adapun perkiraan pencapaian sasar-an tersebut disasar-antarsasar-anya:
177 E v a lu a si 4 T a h u n P e la k sa n a a n R P JM N 2 0 0 4 -2 0 0 9
1. Terfasilitasinya penyelesaian perbaikan UU bidang politik dan penyusunan peraturan pe-laksanaan serta sosialisasinya;
2. Terfasilitasinya penyempurnaan dan har-monisasi peraturan perundang-undangan di daerah khusus, terutama Provinsi NAD dan Papua;
3. Peningkatan kualitas, kredibilitas dan akun-tabilitas lembaga eksekutif;
4. Peningkatan kapasitas kelembagaan KPU Pu-sat/Provinsi/Kabupaten/Kota dan lembaga penyelenggara pemilu lainnya;
5. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi apa-ratur Pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu dalam menghadapi Pemilu 2009; 6. Terfasilitasinya pendidikan politik bagi
pe-milih di seluruh provinsi dan kabupaten/kota serta perwakilan RI di luar negeri;
7. Terlaksananya penelitian dan pengkajian, terutama yang terkait dengan pemantapan pelaksanaan desentralisasi dan Otoda, sistem Pemerintahan, sistem kepartaian, dan sistem pemilu;
8. Terfasilitasinya peningkatan kapasitas kelem-bagaan DPR, DPRD, DPD dan MPR;
9. Terfasilitasinya peningkatan kapasitas dan kredibilitas DPR, DPRD, DPD, dan MPR dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang-nya;
10. Terfasilitasinya peningkatan efektivitas me-kanisme atau saluran partisipasi dan peng-awasan politik masyarakat terhadap DPR, DPRD, DPD dan MPR; serta
11. Terfasilitasinya peningkatan peran partai politik dan masyarakat sipil.
2. Program Perbaikan Proses Politik
Seperti halnya Program Penyempurnaan dan Pe-nguatan Kelembagaan Demokrasi, Program Per-baikan Proses Politik ini akan dilaksanakan untuk mencapai sasaran suksesnya pelaksanaan Pemilu 2009, khususnya Pemilu legislatif dan
menurun-nya praktik-praktik disinsentif yang menghambat penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Adapun capaian yang diharapkan akan terwujud meliputi:
1. Perbaikan mekanisme Pemilu dan Pilkada; 2. Fasilitasi penyelenggaraan Pilkada; 3. Peningkatan komunikasi politik;
4. Penyelesaian peraturan pelaksanaan/petun-juk pelaksanaan/petunpelaksanaan/petun-juk teknis untuk penye-lenggaraan Pemilu 2009;
5. Penyempurnaan dan perbaikan data pemilih; 6. Verifikasi peserta Pemilu dan validasi calon
anggota legislatif;
7. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung Pemilu 2009;
8. Penyediaan logistik Pemilu 2009;
9. Perbaikan proses penyusunan dan penerapan kebijakan publik nasional; serta
10. Pengembangan penelitian dan pengkajian ke-bijakan publik nasional.
3. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa.
Untuk program ini, sasaran RPJMN 2004-2009 adalah memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik. Berbagai kegiatan telah dilak-sanakan untuk mencapai sasaran ini. Adapun perkiraan pencapaian sasaran Program Pengem-bangan Komunikasi, Informasi, dan Media Massa adalah:
1. Disempurnakannya UU Pers dan Penyiaran serta peraturan pelaksanaan dan sosialisasi; 2. Diselesaikannya UU Kebebasan Memperoleh
Informasi Publik (KIP atau Keterbukaan In-formasi Publik) serta peraturan pelaksanaan dan sosialisasi;
3. Ditetapkannya UU KIP yang DIM-nya saat ini sedang dalam tahap penyelesaian pemba-hasan. Setelah itu dilanjutkan pula dengan peraturan pelaksanaan dan sosialisasi;
178 P E N C A P A IA N S E B U A H P E R U B A H A N
4. Dilaksanakannya pengkajian dan penelitian bidang komunikasi dan informasi;
5. Terfasilitasinya peningkatan SDM bidang ko-munikasi dan informasi;
6. Terlaksananya sosialisasi nilai-nilai demokra-si dan kebangsaan melalui berbagai media; 7. Meningkatnya komunikasi politik
antar-pe-nyelenggara negara bidang komunikasi dan informasi;
8. Meningkatnya kerjasama dengan lembaga in-formasi masyarakat dan media; serta
9. Menguatnya kelembagaan komunikasi dan informasi.
3.8.5. Penut up
Pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan dalam 3 kebijakan program Agenda Mewujudkan In-donesia yang Adil dan Demokratis diharapkan dapat mewujudkan sasaran prioritas Perwujudan Lembaga Demokrasi yang Makin Kokoh. Sasaran prioritas tersebut bertujuan memelihara momen-tum awal konsolidasi demokrasi yang sudah
ter-bentuk berdasarkan hasil Pemilu 2004. Sasaran ini juga bertujuan agar terlaksananya peran dan fungsi lembaga penyelenggara negara dan lem-baga kemasyarakatan sesuai konstitusi dan per-aturan perundangan yang berlaku, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambil-an keputuspengambil-an kebijakpengambil-an publik, dpengambil-an terlakspengambil-ana- terlaksana-nya Pemilu yang demokratis, jujur, dan adil pada 2009. Namun demikian, efektivitas dari seluruh pencapaiannya tersebut sangat tergantung pada pelaksanaan dan hasil yang ditargetkan.
Secara keseluruhan, seluruh kegiatan yang di-laksanakan sudah sesuai dengan kegiatan pokok yang ditetapkan guna mencapai sasaran dan arah kebijakan Agenda Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis. Hingga akhir RPJMN 2004-2009, diperkirakan sejumlah pencapaian dalam 4 tahun terakhir masih belum mampu mendorong pencapaian target pada akhir kelima. Namun de-mikian, hasil yang telah diraih itu merupakan pijakan dalam proses mewujudkan lembaga de-mokrasi yang makin kokoh. Efektivitas, konsis-tensi, dan kesinambungan harus terus diupayakan agar sasaran RPJMN 2004-2009 dapat tercapai.
Bab 4.1 Pengantar Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat