QYWOERHIRKERPIFMLWTIWM½OEKEVHETEX
2.2.4. T indak Lanjut
2.2.4.2.4. Program Peningkat an Kuali- Kuali-t as Pelayanan I nfor m asi
a h u n P e la k sa n a a n R P JM N 2 0 0 4 -2 0 0 9
2. Peningkatan kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik dan pemulihan wilayah pasca-konflik di enam lokasi;
3. Pembentukan sekretariat bersama antar-umat beragama terutama di wilayah konflik dan pasca-konflik;
4. Peningkatan kepekaan aparat Pemerintah untuk mendeteksi dan mengurangi potensi konflik yang ada; serta
5. Pembentukan Crisis Center untuk pemulihan psikologis bagi para korban konflik.
2.2.4.2.2. Program Peningkat an Kom it -m en Persat uan dan Kesat uan N asional
Untuk penguatan kebangsaan dan terjaganya har-monisasi di dalam masyarakat, program ini akan dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan:
1. Pelaksanaan dialog serta kegiatan seni dan budaya untuk peningkatan pemahaman nilai persatuan;
2. Peningkatan koordinasi dan komunikasi ber-bagai pihak dalam penyelesaian konflik; 3. Pelaksanaan sosialisasi kebangsaan dan cinta
tanah air oleh 200 ormas;
4. Fasilitasi dalam mendorong rekonsiliasi di daerah;
5. Pengembangan berbagai kegiatan kebang-saan dan cinta tanah air;
6. Pengembangan forum kewaspadaan dini; ser-ta
7. Kajian serta evaluasi pelaksanaan penangan-an konflik.
2.2.4.2.3. Program Penat aan H ubungan N egara dan M asyarakat
Dengan sasaran terjaminnya peningkatan kapa-sitas dan peran organisasi kemasyarakatan; serta semakin mantapnya penguatan fondasi
kerjasa-ma antara aparatur Pemerintah dan kerjasa-masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial politik kemasyarakatan, program ini akan dilak-sanakan dengan kegiatan utama:
1. Fasilitasi/dorongan bagi Pemda untuk men-jamin kapasitas dan peran organisasi ma-syarakat sipil daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan daerah dan penyelesaian per-soalan sosial politik kemasyarakatan;
2. Pelembagaan forum penyusunan kebijakan publik terhadap masyarakat; dan
3. Pengembangan profesionalisme aparatur Pe-merintah dalam menangani berbagai persoal-an sosial politik kemasyarakatpersoal-an.
“Kegiatan-kegiatan yang telah dilak-sanakan terus diupayakan mempunyai kesinambungan untuk dapat mewujud-kan sasaran yang amewujud-kan dicapai di akhir 2009”
2.2.4.2.4. Program Peningkat an Kuali-t as Pelayanan I nfor m asi Pu-blik
Sesuai dengan sasaran yang ditetapkan yaitu me-ningkatkan layanan informasi yang dibutuhkan masyarakat, kegiatan-kegiatan utama yang akan dilaksanakan melalui program ini adalah:
1. Penguatan kelembagaan komunikasi dan in-formasi;
2. Penyebaran informasi melalui berbagai media massa komunikasi dan informasi;
3. Fasilitasi pemanfaatan jaringan komunikasi informasi masyarakat; serta
4. Pembangunan dan penguatan media center
26 P E N C A P A IA N S E B U A H P E R U B A H A N
konflik (NAD, Poso, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan NTB) serta daerah tertinggal dan perbatasan.
“U ntuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai maka upaya peningkat-an rasa saling percaya dpeningkat-an harmonisasi antarkelompok masyarakat merupakan salah satu faktor penting”
Dengan dilaksanakannya 4 program kegiatan tersebut, maka diharapkan akan ada peningkatan rasa aman dan damai yang tercermin dari menu-runnya ketegangan dan ancaman konflik antarke-lompok maupun golongan masyarakat; menurun-nya angka kriminalitas secara menurun-nyata di perkotaan dan perdesaan; serta menurunnya secara nyata angka perampokan dan kejahatan di lautan dan penyelundupan lintas batas. Namun demikian, efektivitas dari pencapaiannya sangat tergantung pada pelaksanaan dan hasil yang ditargetkan serta keberhasilan program-program pendukung lainnya yang terkait.
2.2.5. Penut up
Untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai maka upaya peningkatan rasa saling per-caya dan harmonisasi antarkelompok masyarakat merupakan salah satu faktor penting. Untuk itu, sikap ini harus terus dipelihara dan dibangun se-hingga sasaran pembangunan di bidang ini dapat tercapai.
Pada awal penyusunan RPJMN 2004-2009, kon-disi Indonesia diwarnai oleh berbagai persoalan seperti: kesenjangan sosial dan ekonomi yang berpotensi menjadi awal terjadinya disintegrasi nasional. Begitu juga, rekonsiliasi penyelesaian konflik nasional masih belum efektif, sementara
peran Pemerintah sebagai fasilitator dan media-tor serta kebijakan komunikasi dan informasi na-sional masih belum optimal.
Namun, sejalan dengan dilaksanakannya program dalam RPJMN maka konflik yang berdimensi ke-kerasan di beberapa daerah sudah memperlihat-kan gejala penurunan. Meskipun, faktor-faktor pemicu konflik tampaknya belum sepenuhnya dapat dikendalikan sehingga berpotensi menjadi faktor pemicu pecahnya konflik baru.
Untuk itu, arah kebijakan untuk mencapai sasaran tersebut ditempuh melalui 4 program yaitu: (1) Pemulihan wilayah pasca-konflik; (2) Peningkat-an komitmen persatuPeningkat-an dPeningkat-an kesatuPeningkat-an nasional; (3) Penataan hubungan negara dan masyarakat; serta (4) Peningkatan kualitas pelayanan infor-masi publik.
Rangkaian program tersebut dalam pelaksanaan-nya telah melibatkan partisipasi berbagai pihak seperti Pemerintah pusat dan daerah, masyarakat sipil, ormas, dan pranata adat setempat. Dengan cara tersebut, berbagai kemajuan telah diraih di antaranya: meningkatnya kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik dan pemulihan wilayah pasca-konflik; menguatnya kapasitas aparatur Pemerintah dan ormas dalam mening-katkan rasa kebangsaan yang diindikasikan de-ngan efektifnya koordinasi terkait penyelesaian masalah Aceh dan Papua. Sehingga, meningkat-kan kondusivitas kondisi sosial politik di Aceh dan Papua.
Sementara itu, pelaksanaan program melalui berbagai kegiatan yang ditetapkan selama 2008 dinilai cukup baik dan memadai serta dapat di-laksanakan sesuai rencana. Namun demikian, guna mencapai sasaran dalam RPJMN 2004-2009 perlu dilakukan upaya perbaikan terkait dengan kurang relevannya pelaksanaan kegiatan dengan sasaran; serta kekurangsesuaian antara kegiatan yang dilaksanakan dengan program.
27 E v a lu a si 4 T a h u n P e la k sa n a a n R P JM N 2 0 0 4 -2 0 0 9
Secara umum, faktor penghambat dalam penca-paian sasaran adalah belum optimalnya perenca-naan kegiatan, terkait dengan prioritas program serta sumberdaya yang tersedia. Akibatnya, ke-luaran program menjadi kurang optimal. Selain itu, terdapat pula faktor penghambat lain seperti: perkembangan dinamika politik, ekonomi, dan sosial dalam negeri yang mengharuskan dilaku-kannya perubahan atas program; serta belum memadainya sumberdaya yang ada dalam pelak-sanaan program.
Meskipun demikian, Pemerintah tetap berkomit-men untuk berkomit-menyelesaikan segenap persoalan so-sial politik di daerah. Dengan pelaksanaan pro-gram yang hampir menyeluruh dan merupakan kesinambungan dari kegiatan yang telah
dilaku-kan tahun sebelumnya, rencana program diharap-kan adiharap-kan semakin intensif sehingga dapat menca-pai target dan sasaran yang telah ditetapkan. Selain itu, penguatan peran institusi kemasyara-katan perlu terus dilanjutkan untuk semakin me-mantapkan peran masyarakat sipil dan aparatur Pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. Sehingga, dapat mem-berikan dampak yang besar bagi masyarakat se-cara sistematis. Upaya meningkatkan koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan antar-instansi juga perlu ditingkatkan lebih baik dari sebelumnya, sehingga keluaran yang dica-pai dapat optimal. Dengan demikian, diharapkan upaya meningkatkan rasa aman dan damai dapat terwujud sesuai dengan sasaran yang ditetapkan.
29 E v a lu a si 4 T a h u n P e la k sa n a a n R P JM N 2 0 0 4 -2 0 0 9