Penyelenggaraan Kegiatan Menteri Keuangan
10.2. Realisasi/Pencapaian tahun 2011 1. Capaian IKU
Tabel 10.1. Target dan Realisasi IKU Pushaka Tahun 2011
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target Realisasi
1 Layanan dan dukungan yang optimal
kepada Menteri Keuangan
1,1 1,2
Tingkat kepuasan terhadap dukungan Pushaka
Persentase penyusunan kebijakan pengelolaan kinerja individu/pegawai
76 100%
78,75 8,50%
2 Penyusunan agenda dan indikator
kinerja berdasarkan skala prioritas 2,1
2,2 2,3
Persentase penyusunan agenda menteri keuangan yang berasal dari aplikasi DANS
Persensate realisasi dari agenda yang direncanakan
Persentase pembangunan scorecard kinerja Kementerian Keuangan
69% 70% 100% 71,08% 90,64% 98,03%
3 Tata kelola dan dokumentasi
kebijakan Menteri Keuangan yang tertib dan handal
3,1 3,2 3,3 3,4
Waktu rata-rata penyelesaian PMK/ KMK di Menteri Keuangan
Waktu rata-rata penyelesaian laporan rapat
Jumlah analisis kebijakan menteri keuangan
Persentase UPR yang menerapkan manajemen risiko 3 HR 5 HR 6 60% 3.13 HR 4,24 HR 7 90,56% 4 Efektivitas edukasi pengelola kinerja 4,1 Tingkat efektivitas sosialisasi konsep
dan aplikasi BSC
75 81,23
5 Monitoring dan evaluasi
Implementasi kebijakan Menteri Keuangan yang aktual
5,1
5,2
Index ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja kepada Menteri Keuangan
Persentase penyelesaian tindak lanjut kebijakan Menteri Keuangan hasil rapim
70
85%
65
83,61%
6 Pengelolaan SDM yang optimal 6,1 Persentase penyelesaian pembangunan
scorecard kinerja
100% 95,83%
7 Efektifitas organisasi 7,1 Persentase penerapan manajemen
risiko
100% 100%
8 Pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi
8,1 Jumlah digitalisasi dokumen Menteri Keuangan
600 609
9 Pengelolaan anggaran yang optimal 9,1 Persentase penyerapan DIPA (non
belanja pegawai) 80% 70,81% Penyelenggaraan Kegiatan Menteri Keuangan
10
BAB10.2.2. Evaluasi dan Analisis Kinerja
1. Layanan dan dukungan yang optimal kepada Menteri Keuangan. i. Tingkat Kepuasan Menteri Keuangan terhadap dukungan Pushaka.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan Menteri Keuangan terhadap dukungan Pushaka dengan menggunakan alat ukur kuesioner survei sebanyak dua kali dalam setahun. Kisaran indeks kepuasan yang digunakan adalah berikut ini.
Range Indeks Keterangan
0 ≤ X ≤ 20 Sangat Tidak Memuaskan
20 < X ≤ 40 Tidak Memuaskan
40 < X ≤ 60 Kurang Memuaskan
60 < X ≤ 80 Memuaskan
80 < X ≤ 100 Sangat Memuaskan
Realisasi tingkat kepuasan Menteri Keuangan terhadap dukungan Pushaka pada tahun 2011 adalah 78 (memuaskan). Capaian ini telah melampaui target yang ditetapkan, yaitu 76.
ii. Persentase penyusunan kebijakan pengelolaan kinerja individu/pegawai.
Komponen IKU ini adalah penyelesaian RKMK Penilaian Kinerja (bobot 35 persen), sosialisasi RKMK (bobot 30 persen), dan penyusunan RKMK terkait tunjangan pegawai (bobot 35 persen). KMK penilaian kinerja telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan (100 persen). Sosialisasi KMK telah dilaksanakan melalui sosialisasi di unit eselon I serta Workshop ToT KMK Penilaian Kinerja (100 persen). Adapun RKMK tunjangan pegawai masih dalam bentuk draft (50 persen), sehingga capaian tahun 2011 untuk IKU ini secara keseluruhan adalah = 82,50 persen. Peran Pushaka dalam IKU ini terutama dalam penyusunan KMK Penilaian Kinerja, sedangkan untuk 2 komponen lainnya, yang bertindak sebagai penyelenggara utama adalah Biro SDM dan Biro Cankeu (Pushaka hanya sebagai penunjang).
iii. Penyusunan agenda dan indikator kinerja berdasarkan skala prioritas.
a. Persentase penyusunan agenda Menteri Keuangan yang berasal dari Aplikasi DAMS.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan Daily Activity Monitoring System (DAMS) dalam pengelolaan kebijakan Menteri Keuangan. Realisasi IKU ini adalah 71,08 persen, sedangkan yang ditargetkan adalah 69 persen. Dari keseluruhan agenda yang pada tahun 2011, terdapat 376 usulan yang berasal dari Aplikasi DAMS.
b. Persentase realisasi dari agenda yang direncanakan.
IKU ini bertujuan untuk menjaga suatu acara berada pada prioritas yang sesuai dengan tingkat kepentingan. Realisasi dari IKU ini sebesar 90,64 persen, yaitu 978 agenda dari 1.079, sedangkan yang ditargetkan adalah sebesar 70 persen. Pencapaian yang cukup tinggi ini disebabkan usulan agenda kegiatan Menteri Keuangan telah sesuai dengan arahan Menteri Keuangan.
c. Persentase pembangunan scorecard kinerja Kementerian Keuangan.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui progress penyelesaian pembangunan BSC. Dari target sebesar 100 persen, dapat terealisasi 98,03 persen. Adapun rincian scorecard yang telah dibangun adalah Kementerian Keuangan (1), eselon I (12), eselon II (211), eselon III (1.715), eselon IV (8.403), serta eselon V, pelaksana, dan fungsional (50.660) dari total 61.001 scorecard yang akan dibangun. Secara umum, penyebab belum selesainya pembangunan scorecard adalah adanya mutasi pegawai, reorganisasi, dan pegawai yang baru kembali dari tugas belajar.
iv. Tata kelola dan dokumentasi kebijakan Menteri Keuangan yang tertib dan handal. a. Waktu rata-rata penyelesaian PMK/KMK di Menteri Keuangan.
IKU ini bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian PMK/KMK. Selama tahun 2011, telah terselesaikan PMK/KMK sebanyak 473 buah. Waktu rata-rata proses penyelesaian PMK/KMK adalah 3,13 hari kerja, sementara waktu rata-rata yang ditargetkan adalah 3 hari.
b. Waktu rata-rata penyelesaian laporan rapat.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu penyelesaian pendokumentasian kebijakan/ keputusan Menteri Keuangan yang berasal dari rapat berupa Nota Dinas, Risalah, dan Matriks Tindak Lanjut. Selama tahun 2011, Pushaka telah menyelesaikan laporan rapat sebanyak 1.032 laporan/ risalah rapat. Realisasi proses penyelesaian laporan/risalah rapat tersebut memakan waktu 4,24 hari dan tidak melebihi target yang telah ditetapkan, yaitu 5 hari.
c. Jumlah analisis kebijakan Menteri Keuangan.
IKU ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada pimpinan tentang kebijakan yang akan atau telah diambil. Dari target sebanyak 6 buah, terealisasi 7 buah, yaitu:
(1) Endowment Fund dan Dana Cadangan Pendidikan;
(2) Penerapan Statistik Keuangan Pemerintah (Government Finance Statistics/GFS) di Indonesia: Manfaat dan Tantangan yang dihadapi;
(3) Kelayakan Peraturan Pelaksana Pemberian Insentif Pajak dan Kepabeanan sebagai Tindak Lanjut PP Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pengalokasian Sebagian Pendapatan Badan Usaha untuk Peningkatan Kemampuan Perekayasaan, Inovasi, dan Difusi Teknologi;
(4) Subsidi Pangan;
(5) Divestasi Saham PT. Newmont; (6) Penyelesaian Tunggakan KUT; dan (7) Anggaran Berimbang.
d. Persentase UPR yang menerapkan Manajemen Risiko.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko oleh setiap unit eselon II yang disebut Unit Pemilik Risiko (UPR) di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebagai langkah awal, diharapkan setiap UPR menerapkan manajemen risiko sesuai tahapan yang ditentukan dalam PMK 191/PMK.09/2010. Dari target sebesar 60 persen telah terealisasi 93,33 persen. Adapun rincian data realisasi UPR yang menerapkan per eselon I adaah: Setjen = 93,33 persen, DJA = 100 persen, DJP = 100 persen, DJBC = 76,79 persen, DJPB = 60,53 persen, DJKN = 96 persen, DJPK = 100 persen, DJPU = 100 persen, Itjen = 100 persen, Bapepam-LK = 100 persen, BKF = 100 persen, dan BPPK = 100 persen.
Penyelenggaraan Kegiatan Menteri Keuangan
10
BABv. Efektivitas edukasi pengelolaan kinerja.
Tingkat efektivitas sosialisasi konsep dan aplikasi BSC.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi konsep dan aplikasi BSC yang diukur melalui kuesioner evaluasi yang diisi oleh peserta sosialisasi. Adapun aspek yang diukur adalah tingkat pemahaman atas materi sosialisasi dan umpan balik bagi narasumber. Range Indeks yang digunakan adalah berikut ini.
Tanggal Penyampaian Indeks Keterangan
≤19 100 Sangat Tepat Waktu
(Tgl 19-21)
21 80
Tepat Waktu
24 60 (Tgl 22-24)
Kurang Tepat Waktu
27 40 (Tgl 25-27)
Tidak Tepat Waktu
30/31 20 (Tgl 28-30/31)
Sangat Tidak Tepat Waktu (Tgl 30/31-3)
Tanggal 3 bulan erikutnya 0
Keterangan : Perhitungan angka indeks absolute menggunakan metode interpolasi linier
Range Indeks Keterangan
0 ≤ X ≤ 20 Sangat Tidak Efektif
20 < X ≤ 40 Tidak Efektif 40 < X ≤ 60 Kurang Efektif
60 < X ≤ 80 Efektif
80 < X ≤ 100 Sangat Efektif
Dari kuesioner yang telah disampaikan kepada responden diperoleh data tingkat efektivitas sosialisasi sebesar 81,23 (efektif) yang melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 75. Pada triwulan IV tahun 2011, tidak terdapat kegiatan sosialisasi yang dilakukan atas inisiasi Pushaka. Nilai efektivitas penyampaian materi sosialisasi dihitung atas sosialisasi yang dilakukan pada bulan Juni 2011 di beberapa kota. Peserta sosialisasi berasal dari DJP, DJPB, DJBC, dan DJKN.
vi. Monitoring dan evaluasi kebijakan implementasi kebijakan Menteri Keuangan yang aktual. a. Indeks ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja Kepada Menteri Keuangan.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketepatan penyampaian laporan kinerja kepada Menteri Keuangan berdasarkan KMK No. 12/KMK.01/2010 tentang pengelolaan kinerja di lingkungan Kementerian Keuangan. Laporan pencapaian kinerja Kementerian Keuangan disampaikan kepada Menteri Keuangan pada setiap kuartal, yaitu paling lambat pada tanggal 24 bulan April, Juli, Oktober, dan Januari (3 minggu setelah periode pelaporan berakhir). Penghitungannya menggunakan indeks berikut ini.
Berdasarkan laporan kinerja yang telah disampaikan diperoleh realisasi indeks sebesar 65 (tepat waktu) sedangkan target yang ditetapkan sebesar 70.
b. Persentase penyelesaian tindak lanjut kebijakan Menteri Keuangan dari hasil Rapat Pimpinan. IKU ini bertujuan untuk mendorong implementasi kebijakan dan keputusan Menteri Keuangan. Sampai dengan berakhirnya tahun 2011, penyelesaian matrik tindak lanjut kebijakan Menteri Keuangan hasil Rapim mencapai 83,61 persen. Angka ini dibawah target yang telah ditetapkan, yaitu 85 persen. Dari 1.597 tindak lanjut yang harus diselesaikan (1.671 tindak lanjut yang ada dikurangi 74 tindak lanjut yang masih dalam proses tetapi belum jatuh tempo), telah diselesaikan sebanyak 1.336 tindak lanjut. vii. Pengelolaan SDM yang optimal.
Persentase pembangunan scorecard kinerja individu Pushaka.
IKU ini bertujuan untuk mendorong penerapan manajemen kinerja berbasis BSC di lingkungan Pushaka sekaligus mendukung IKU sejenis di tingkat Kementerian Keuangan (Kemenkeu Wide). Dari jumlah pegawai sebanyak 72 orang yang aktif, 3 orang pegawai belum menandatangani kontrak kinerja karena baru kembali dari tugas belajar pada bulan Agustus 2011.
viii. Efektivitas organisasi.
Persentase penerapan manajemen risiko.
IKU ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko di lingkungan Pushaka. Penerapan manajemen risiko berdasarkan PMK No. 191/2010 meliputi assessment Semester I dan Semester II melalui tujuh tahap.
ix. Pemantauan teknologi informasi dan komunikasi. Jumlah digitalisasi dokumen Menteri Keuangan.
IKU ini bertujuan untuk membuat back up data agar dimasa depan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengambilan keputusan. Jumlah digitalisasi dokumen Menteri Keuangan yang telah dilakukan pada tahun 2011 sebanyak 609 file sesuai dengan yang telah ditargetkan.
x. Pengelolaan anggaran yang optimal.
Persentase penyerapan DIPA (non belanja pegawai).
IKU ini bertujuan untuk mengukur pelaksanaan rencana anggaran, sehingga dapat dilakukan perbaikan dalam proses perencanaan kedepan, khususnya belanja barang dan modal. Pagu DIPA 2011 yang dikelola Pushaka untuk belanja barang dan belanja modal adalah sebesar Rp8.217.893.000. Realisasi kedua jenis belanja tersebut pada tahun 2011 adalah sebesar Rp5.819.073.810 atau 70,81 persen. Capaian ini masih lebih rendah dari yang ditargetkan sebesar 85 persen. Tidak tercapainya target disebabkan:
(1) adanya Dana Tambahan untuk pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Kementerian Keuangan ke dalam DIPA PUSHAKA Tahun 2011 sebesar Rp1.995.750.000 baru masuk pada tanggal 25 Oktober 2011; dan
(2) adanya efisiensi dalam pelaksanaan beberapa kegiatan, termasuk pelaksanaan Raker yang direncanakan di luar kota, namun dilaksanakan di kantor.
Tabel 10.2. Realisasi Belanja Pushaka Tahun 2011
Sumber: Pushaka
No. Jenis Belanja Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Persen (%)
1. Belanja Pegawai (51) 3.243.927.000 3.194.830.584 98,49 2. Belanja Barang (52) 7.980.933.000 5.589.815270 70,04 3. Belanja Modal (53) 236.960.000 229.258.540 96,75 Jumlah 11.461.820.000 9.013.904.394 78,64 Penyelenggaraan Kegiatan Menteri Keuangan