• Tidak ada hasil yang ditemukan

1Made Reina Candradewi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana Denpasar, Indonesia

[email protected].

2Agoes Ganesha Rahyuda

2Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana Denpasar, Indonesia

[email protected]

Abstractβ€”Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial indicators, corporate governance dan variabel makro ekonomi terhadap financial distress pada perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini diharapkan akan memberikan penyelesaian dan wawasan kepada perusahaan dalam menanggulangi financial distress. Selain itu, penelitian ini diharapkan akan memperkaya khasanah keilmuan mengenai pengaruh financial indicators, corporate governance, variabel makro ekonomi terhadap financial distress.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2016-2018. Teknik penentuan sampel yaitu dengan purposive sampling method dan sampel akhir pada penelitian ini adalah 136 perusahaan. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa liquidity ratio berpengaruh secara negatif signifikan terhadap financial distress, leverage ratio berpengaruh secara positif signifikan terhadap financial distress, activity ratio berpengaruh secara negatif signifikan terhadap financial distress dan ukuran dewan direksi berpengaruh secara negatif signifikan terhadap financial distress.

Kata Kunci- corporate governance, financial distress, financial indicators, variabel ekonomi makro I. PENDAHULUAN

Perekonomian suatu negara sangat dipengaruhi oleh pergerakan dunia bisnis. Suatu negara dapat dikatakan memiliki perekonomian yang baik, apabila terjadi peningkatan pergerakan dunia bisnis. Namun, perekonomian negara dikatakan semakin memburuk, yaitu ketika menurunnya pergerakan dunia bisnis yang ditandai dengan banyaknya perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan bahkan kebangkrutan. Perindustrian memiliki peran yang cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri manufaktur memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada tahun 2017, industri manufaktur menyumbang sebesar Rp2.103,07 triliun bagi perekonomian Indonesia, atau sekitar 21,22%

dari PDB Indonesia.

Permasalahan yang terjadi yaitu di tahun 2018 tercatat sejumlah 33 perusahaan industri manufaktur di BEI yang memiliki Earning Per Share (EPS) negatif. Perusahaan yang memiliki EPS negatif mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mengalami financial distress atau kesulitan keuangan. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena financial distress merupakan suatu tanda atau sinyal awal akan terjadinya kebangkrutan pada perusahaan.

Financial distress dan risiko kebangkrutan yang dialami oleh perusahaan di industri manufaktur secara tidak langsung akan dapat menurunkan kondisi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam mengenai faktor apa yang dapat mempengaruhi financial distress yang terjadi pada perusahaan industri manufaktur di BEI.

005-2

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, financial indicators, corporate governance dan variable ekonomi makro merupakan faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi financial distress. Financial indicators mencerminkan kondisi keuangan perusahaan dalam hal liquidity, leverage dan activity ratio. Indikator penting dari corporate governance yang perlu diperhatikan yaitu proporsi komisaris independen, ukuran dewan direksi dan kepemilikan manajerial. Selain itu, faktor eksternal yang penting untuk dicermati yaitu variabel ekonomi makro meliputi inflasi, nilai tukar dan suku bunga.

Penelitian mendalam mengenai bagaimana pengaruh financial indicators, corporate governance dan variabel ekonomi makro dalam mempengaruhi financial distress masih sangat diperlukan. Masih sedikit penelitian yang menganalisis secara keseluruhan dengan mengintegrasikan ketiga faktor tersebut. Dilaksanakannya penelitian ini diharapkan akan membantu perusahaan di Indonesia untuk menanggulangi terjadinya financial distress, sehingga perusahaan mampu untuk bertahan dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Financial indicators mencerminkan kinarja keuangan suatu perusahaan. Ketika kinerja keuangan suatu perusahaan baik, yang terukur dari liquidity ratio, leverage ratio, activity ratio, maka perusahaan cenderung akan terhindar dari risiko terjadinya financial distress [1] [2] [3]. Oleh karena itu, dirumuskan tiga hipotesis berikut:

Hipotesis 1: Liquidity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Hipotesis 2: Leverage ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress Hipotesis 3: Activity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress

Corporate governance merupakan faktor internal penting bagi suatu perusahaan dalam menanggulangi kemungkinan terjadinya financial distress [4] [5] [6]. Setelah dilakukan kajian teoritis dan empiris, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis 4: Proporsi komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Hipotesis 5: Ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Hipotesis 6: Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress

Selain faktor internal perusahaan, penting juga untuk mengetahui pengaruh faktor eskternal dalam mempengaruhi financial distress [7] [8] [9], utamanya yaitu faktor ekonomi makro seperti inflasi, nilai tukar dan suku bunga.

Berdasarkan kajian teoritis dan penelitian terdahulu, maka dirumuskan hipotesis berikut:

Hipotesis 7: Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress Hipotesis 8: Nilai tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress Hipotesis 9: Suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress II. METODE DAN PROSEDUR

A. Desain Penelitian

Penelitian menggunakan rancangan kausalitas untuk membuktikan hubungan antara sebab dan akibat dari beberapa variabel [10]. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh liquidity, leverage, activity ratio, komisaris independen, ukuran dewan direksi, kepemilikan manajerial, inflasi, nilai tukar dan suku bunga terhadap financial distress. Objek penelitian adalah financial distress pada perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018. Desain penelitian dalam penelitian ini dapat dicermati pada Gambar 1.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Indonesia yaitu pada perusahaan-perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2016 sampai 2018. Lokasi ini dipilih karena BEI merupakan satu-satunya bursa efek di Indonesia.

C. Penentuan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder, dimana seluruh data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari laporan keuangan tahunan masing-masing perusahaan yang dipublikasikan pada website BEI, melalui BPS dan website Bank Indonesia (BI).

D. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar pada industri manufaktur di BEI tahun 2018. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling method. Terdapat sejumlah 136 perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria sampel.

E. Definisi Operasional Variabel

1. Liquidity Ratio (X1) diukur dengan menggunakan current ratio (CR).

2. Leverage Ratio (X2) diukur dengan menggunakan debt to equity ratio (DER).

3. Activity Ratio (X3) diukur dengan menggunakan rasio total assets turnover (TAT).

4. Proporsi Komisaris Independen (X4) diukur dengan membagi jumlah komisaris independen perusahaan dengan jumlah total komisaris pada perusahaan.

5. Ukuran Dewan Direksi (X5) merupakan jumlah seluruh anggota dewan direksi pada perusahaan.

6. Kepemilikan Manajerial (X6) diukur dengan membagi jumlah saham yang dimiliki oleh dewan direksi dan komisaris dengan jumlah total saham pada perusahaan.

7. Inflasi (X7), diukur dengan merata-ratakan inflasi setiap tahun yang diperoleh dari hasil publikasi BI.

8. Nilai Tukar (X8), diukur dengan nilai tengah antara kurs jual dan beli rupiah dari hasil publikasi BI.

9. Suku Bunga (X9), diukur dengan merata-ratakan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh BI setiap tahun, yang diperoleh dari hasil publikasi BI.

10. Financial Distress (Y) merupakan kesulitan keuangan diukur dengan menentukan kriteria yaitu perusahaan memiliki EPS negatif. Variabel ini merupakan variable dummy (perusahaan financial distress = 1, perusahaan non-financial distress = 0).

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistic menggunakan program SPSS [11]. Persamaan regresi dari model empirik penelitian ini dapat dituliskan dalam persamaan berikut:

ln 𝑃

1βˆ’π‘ƒ= 𝛼 + 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2+ 𝛽3𝑋3+ 𝛽4𝑋4+ 𝛽5𝑋5+ 𝛽6𝑋6+ 𝛽7𝑋7+ 𝛽8𝑋8+ 𝛽9𝑋9+ 𝑒………..(1) Keterangan:

ln 𝑃

1βˆ’π‘ƒ = Probabilitas financial distress 𝛼 = Konstanta regresi

𝛽1βˆ’ 𝛽9 = Koefisien regresi variabel independen e = Residual error

GAMBAR 1. DESAIN PENELITIAN III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Sebelum melakukan analisis regresi logistik maka harus dilakukan uji kelayakan model dengan menggunakan uji Hosmer dan Lemeshow, perbandingan nilai -2LL awal dengan nilai -2LL akhir, uji koefisien determinasi dan matriks klasifikasi. Seluruh hasil pengujian menyimpulkan bahwa model regresi layak untuk digunakan. Selanjutnya dilakukan analisis regresi logistik dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 1 dapat disusun persamaan model regresi logistik sebagai berikut:

ln 𝑃

1βˆ’π‘ƒ= 3,679 βˆ’ 0,006𝑋1+ 0,173𝑋2βˆ’ 1,412𝑋3βˆ’ 1,586𝑋4βˆ’ 0,224𝑋5+ 0,008𝑋6+ 0,568𝑋7+ 0,000𝑋8βˆ’

0,397𝑋9+ 𝑒 ………...……… (2)

Hasil analisis menunjukkan bahwa liquidity ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Leverage ratio memiliki pengaruh positiff dan signifikan terhadap financial distress. Activity ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress.Hal ini menunjukkan bahwa ketika perusahaan memiliki

X1 : Liquidity Ratio

005-4

tingkat liquidity dan activity ratio yang tinggi, maka perusahaan akan cenderung terhindar dari risiko terjadinya financial distress. Perusahaan penting untuk memperhatikan tingkat leverage, karena tingkat leverage yang lebih tinggi akan cenderung meningkatkan risiko terjadinya financial distress pada perusahaan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel proporsi komisaris independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap financial distress. Ukuran dewan direksi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress.

Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap financial distress. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan juga penting untuk mempertimbangkan ukuran dewan direksi, karena peningkatan ukuran dewan direksi pada perusahaan terbukti mampu untuk mencegah terjadinya financial distress.

Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap financial distress. Nilai tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap financial distress. Suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap financial distress. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi makro bukan faktor pendorong utama yang berpengaruh terhadap financial distress. Faktor ekonomi makro tidak berpengaruh besar terhadap kecenderungan terjadinya financial distress pada perusahaan, selama perusahaan mampu untuk meningkatkan kondisi internal perusahaan.

Penelitian ini menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap financial distress pada perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018 adalah liquidity, leverage, activity ratio dan ukuran dewan direksi. Sedangkan kelima faktor lainnya yaitu proporsi komisaris independen, kepemilikan manajerial, inflasi, nilai tukar dan tingkat suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan. Penelitian di masa mendatang, penting untuk memperhatikan faktor eksternal perusahaan lainnya seperti harga minyak dunia dan keadaan politik dalam mempengaruhi financial distress.

UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada LPPM Universitas Udayana yang telah memberikan pendanaan penelitian ini melalui Hibah Penelitian Unggulan Program Studi Universitas Udayana tahun 2019.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Pulungan, K.P.A. et al. 2017. Pengaruh Likuiditas dan Leverage Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Sub Sektor Keramik, Porselen dan Kaca yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Financial. Vol. 3 (2), pp.1-9.

[2] Pranowo, K., Achsani, N.A., Manurung, A.H., dan Nuryartono, N. 2010. Determinant of Corporate Financial Distress in an Emerging Market Economy: Empirical Evidence from the Indonesian Stock Exchange 2004-2008. International Research Journal of Finance and Economics. Issue 52. Pp: 81-90

[3] Dewi, N.K.U.G. dan Dana, M. 2017. Variabel Penentu Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Manajemen Unud. Vol. 6 (11), pp.5834-5858.

[4] Debby, J.F., Mukhtaruddin, Yuniarti, E., Saputra, D. dan Abukosim. 2014. Good Corporate Governance, Company’s Characteristics and Firm’s Value: Empirical Study of Listed Banking on Indonesian Stock Exchange. GSTF Journal on Business Review (GBR), Vol.3(4), pp.81-88

[5] Salloum, C.C. dan Azoury, N.M. 2013. Board of directors’ effects on financial distress evidence of family owned businesses in Lebanon. International Entrepreneurship and Management Journal. Vol 9, pp: 59-75

[6] Arieany, W.D. 2012. Analisis Pengaruh Mekanisme Corporate governance Terhadap Financial distress. Diponegoro Journal of Accounting. Vol.1 (1), pp.13

[7] Munthe, K. 2008. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Makroekonomi, dan Kinerja Perusahaan Terhadap Kesulitan Keuangan Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 4 (73).

[8] Darminto.2010. Pengaruh Faktor Eksternal dan Berbagai Keputusan Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Aplikasi Manajemen.Vol.8, No.1.

[9] Brigham, E.F., dan Houston, J.F. 2015. Fundamentals of Financial Management. 8th Edition Concise. USA: Cengage Learning.

[10] Saunders, M., Lewis, F., Thornhil, A. 2016. Research Methods for Business Students, Italy: Pearson Education [11] Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SENASTEK) – The International Conference on Science, Technology and Humanities (ICoSTH)

Bali, Indonesia, 14-15 November 2019 Paper No. 006

006-1

Analisis Peran Pemerintah dan Modal Sosial

Garis besar

Dokumen terkait