Informasi Dokumen
- Penulis:
- Marice
- Pengajar:
- Prof.Dr.Robert Sibarani,M.S.
- Prof.Dr.Jawasi Naibaho
- Dr.Sugiyono
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Linguistik
- Topik: Bahasa Batak Toba Di Kota Medan (Kajian Interferensi Dan Sikap Bahasa)
- Tipe: disertasi
- Tahun: 2010
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan penelitian, etnik dan bahasa Batak Toba, serta asumsi dan hipotesis. Latar belakang menjelaskan pentingnya kajian bahasa Batak Toba di Medan sebagai bahasa yang mengalami interferensi dengan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interferensi dalam bahasa Batak Toba, mengukur sikap penutur terhadap bahasa tersebut, dan melihat hubungan antara sikap bahasa dengan interferensi. Manfaat penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian linguistik dan sosiolinguistik serta memberikan informasi bagi masyarakat Batak Toba.
1.1 Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah menjelaskan keragaman etnik dan bahasa di Indonesia, serta fenomena bilingualisme yang terjadi di kalangan masyarakat Batak Toba di Medan. Dalam konteks ini, interferensi bahasa terjadi ketika penutur bahasa Batak Toba menggunakan unsur dari bahasa Indonesia dalam tuturan mereka. Hal ini dapat menyebabkan penyimpangan dalam penggunaan bahasa Batak Toba yang seharusnya. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana kontak bahasa mempengaruhi penggunaan bahasa daerah di perkotaan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah terdiri dari empat pertanyaan utama yang mengarahkan penelitian ini. Pertama, bagaimana pola interferensi yang terjadi dalam bahasa Batak Toba di Medan? Kedua, bagaimana sikap bahasa penutur Batak Toba berdasarkan variabel demografis? Ketiga, bagaimana hubungan antara sikap bahasa penutur Batak Toba dengan interferensi? Dan keempat, bagaimana penggunaan bahasa Batak Toba di Medan saat ini? Pertanyaan-pertanyaan ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena interferensi dan sikap bahasa secara mendalam.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Batak Toba, mengukur sikap penutur terhadap bahasa Batak Toba, serta melihat hubungan antara sikap bahasa dengan interferensi. Melalui tujuan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi bahasa Batak Toba di Medan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya di kalangan penutur bilingual.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu linguistik dan sosiolinguistik, serta memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat Batak Toba untuk mempertahankan bahasa mereka sebagai identitas budaya. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai interferensi bahasa dan sikap bahasa di masyarakat bilingual.
1.5 Batasan Penelitian
Batasan penelitian ini mencakup kajian struktural dan sosiolinguistik, dengan fokus pada interferensi bahasa Indonesia ke dalam bahasa Batak Toba. Penelitian ini akan menganalisis data yang diperoleh dari tuturan Batak Toba di Medan, dengan tujuan untuk menemukan pola-pola interferensi yang terjadi dan mengkorelasikannya dengan sikap bahasa penutur.
1.6 Etnik dan Bahasa Batak Toba
Bagian ini menjelaskan tentang etnik Batak Toba dan bahasa yang mereka gunakan. Etnik Batak Toba merupakan salah satu sub-etnik di Indonesia yang memiliki bahasa dan budaya yang kaya. Pemahaman tentang etnik dan bahasa Batak Toba penting untuk konteks penelitian ini, karena akan membantu dalam menganalisis bagaimana interaksi antara bahasa Batak Toba dan bahasa Indonesia mempengaruhi penggunaan bahasa di kalangan penutur di Medan.
II. BERBAGAI KAJIAN TENTANG INTERFERENSI, SIKAP BAHASA DAN BAHASA BATAK TOBA
Bagian ini menguraikan kajian-kajian terkait interferensi, sikap bahasa, dan bahasa Batak Toba. Kajian tentang interferensi membahas bagaimana unsur-unsur dari bahasa Indonesia dapat masuk ke dalam bahasa Batak Toba, menyebabkan penyimpangan di berbagai tataran bahasa. Sedangkan kajian tentang sikap bahasa mengkaji bagaimana penutur Batak Toba memandang bahasa mereka dan bagaimana sikap ini berpengaruh terhadap penggunaan bahasa. Kajian tentang bahasa Batak Toba memberikan gambaran umum tentang struktur dan kaidah bahasa ini serta perannya dalam identitas budaya masyarakat Batak Toba.
2.1 Pengantar
Pengantar memberikan gambaran umum tentang pentingnya kajian interferensi dan sikap bahasa dalam konteks masyarakat bilingual. Hal ini menekankan bahwa pemahaman tentang interferensi dan sikap bahasa sangat penting untuk memahami dinamika penggunaan bahasa di masyarakat yang memiliki lebih dari satu bahasa.
2.2 Kajian Tentang Interferensi
Kajian tentang interferensi mencakup definisi dan teori-teori yang menjelaskan fenomena ini. Interferensi terjadi ketika unsur-unsur dari satu bahasa mempengaruhi bahasa lain, yang sering kali terlihat dalam bentuk penyimpangan pada tataran fonologis, gramatikal, dan leksikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola-pola interferensi yang terjadi dalam bahasa Batak Toba di Medan.
2.3 Kajian Tentang Sikap Bahasa
Kajian tentang sikap bahasa mengungkapkan bagaimana penutur Batak Toba memandang bahasa mereka sendiri. Sikap ini dapat berpengaruh pada penggunaan bahasa Batak Toba dalam interaksi sehari-hari dan dapat mempengaruhi keberlangsungan bahasa tersebut. Penelitian ini berusaha untuk mengukur sikap bahasa penutur Batak Toba berdasarkan variabel demografis seperti jenis kelamin, usia, dan pemakaian bahasa.
2.4 Kajian Tentang Bahasa Batak Toba
Kajian tentang bahasa Batak Toba memberikan pemahaman tentang struktur dan kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa ini. Hal ini penting untuk memahami bagaimana bahasa Batak Toba berfungsi dalam konteks komunikasi dan bagaimana interferensi dari bahasa lain dapat mempengaruhi penggunaannya. Penelitian ini juga mencakup analisis perbandingan antara bahasa Batak Toba dan bahasa Indonesia.
III. KONSEP BILINGUALISME, INTERFERENSI, DAN SIKAP BAHASA
Bagian ini membahas konsep-konsep dasar yang terkait dengan bilingualisme, interferensi, dan sikap bahasa. Bilingualisme adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan dua bahasa atau lebih, yang sering kali menyebabkan fenomena seperti interferensi. Interferensi dapat terjadi pada berbagai tataran bahasa, dan sikap bahasa penutur dapat mempengaruhi sejauh mana interferensi ini terjadi. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji hubungan antara bilingualisme dan interferensi dalam konteks bahasa Batak Toba.
3.1 Pengantar
Pengantar menjelaskan pentingnya memahami konsep bilingualisme dalam konteks penelitian ini. Bilingualisme bukan hanya tentang kemampuan bahasa, tetapi juga tentang bagaimana dua bahasa dapat saling mempengaruhi satu sama lain dalam penggunaan sehari-hari.
3.2 Konsep Bilingualisme
Konsep bilingualisme menjelaskan berbagai aspek penggunaan dua bahasa dalam masyarakat. Bilingualisme dapat menguntungkan, tetapi juga dapat menyebabkan interferensi, di mana unsur-unsur dari satu bahasa masuk ke dalam bahasa lain. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana bilingualisme mempengaruhi penggunaan bahasa Batak Toba di Medan.
3.3 Konsep Interferensi
Konsep interferensi menjelaskan bagaimana dan mengapa penyimpangan dalam penggunaan bahasa terjadi. Interferensi dapat terlihat dalam berbagai bentuk, seperti perubahan bunyi, struktur kalimat, atau penggunaan kosakata. Penelitian ini akan mengidentifikasi pola-pola interferensi yang terjadi dalam bahasa Batak Toba di Medan.
3.4 Ciri-ciri Sikap Bahasa
Ciri-ciri sikap bahasa mencakup kesetiaan, kebanggaan, dan kesadaran norma bahasa. Sikap ini dapat mempengaruhi bagaimana penutur menggunakan bahasa mereka dan seberapa besar mereka mempertahankan bahasa daerah. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana sikap bahasa penutur Batak Toba berhubungan dengan interferensi yang terjadi.
3.5 Kerangka Teori
Kerangka teori memberikan dasar untuk analisis penelitian ini. Teori-teori yang digunakan mencakup teori kontak bahasa dan teori sikap bahasa, yang membantu dalam memahami fenomena interferensi dan sikap bahasa penutur Batak Toba. Penelitian ini akan menggunakan kerangka teori ini untuk menganalisis data yang diperoleh.
IV. METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk metode penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang interferensi dan sikap bahasa penutur Batak Toba. Metode pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan wawancara, yang diharapkan dapat memberikan data yang akurat dan relevan.
4.1 Pengantar
Pengantar menjelaskan tujuan dan pentingnya metodologi dalam penelitian ini. Metodologi yang tepat akan memastikan bahwa data yang diperoleh dapat dipercaya dan relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
4.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini mencakup pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang lebih mendalam mengenai fenomena interferensi dan sikap bahasa di kalangan penutur Batak Toba.
4.3 Metode Kajian
Metode kajian menjelaskan teknik-teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti observasi partisipatif, wawancara, dan angket. Teknik-teknik ini dirancang untuk mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai penggunaan bahasa Batak Toba dan sikap penutur terhadapnya.
4.4 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai teknik, termasuk observasi dan wawancara dengan penutur Batak Toba di Medan. Data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk mengidentifikasi pola-pola interferensi dan sikap bahasa yang ada.
4.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian mencakup angket dan tes yang dirancang untuk mengukur sikap bahasa dan mengidentifikasi interferensi dalam tuturan. Instrumen ini akan digunakan untuk mengumpulkan data dari responden yang terlibat dalam penelitian.
V. INTERFERENSI DALAM BAHASA BATAK TOBA
Bagian ini menguraikan berbagai bentuk interferensi yang terjadi dalam bahasa Batak Toba, termasuk interferensi fonologis, gramatikal, dan leksikal. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana unsur-unsur dari bahasa Indonesia mempengaruhi penggunaan bahasa Batak Toba di Medan, serta bagaimana hal ini dapat menyebabkan penyimpangan dalam struktur dan kaidah bahasa Batak Toba.
5.1 Pengantar
Pengantar menjelaskan pentingnya memahami interferensi dalam konteks bahasa Batak Toba. Interferensi dapat memiliki dampak signifikan terhadap penggunaan bahasa dan identitas budaya penutur.
5.2 Interferensi Fonologis
Interferensi fonologis mencakup perubahan bunyi yang terjadi ketika penutur Batak Toba menggunakan unsur-unsur dari bahasa Indonesia. Penelitian ini akan mengidentifikasi pola-pola perubahan bunyi yang terjadi dalam tuturan penutur Batak Toba di Medan.
5.3 Interferensi Gramatikal
Interferensi gramatikal terjadi ketika penutur Batak Toba mengadopsi struktur gramatikal dari bahasa Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana struktur kalimat dalam bahasa Batak Toba dapat terpengaruh oleh bahasa Indonesia.
5.4 Interferensi Leksikal
Interferensi leksikal melibatkan penggunaan kosakata bahasa Indonesia dalam tuturan bahasa Batak Toba. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana penutur Batak Toba mengintegrasikan kosakata bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari.
5.5 Simpulan
Simpulan dari analisis interferensi dalam bahasa Batak Toba akan memberikan gambaran tentang bagaimana fenomena ini mempengaruhi penggunaan bahasa dan identitas budaya penutur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai dinamika bahasa di masyarakat bilingual.