• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL STASTISTIK I PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODUL STASTISTIK I PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL STASTISTIK I

PROGRAM STUDI

TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK

PAKAM

(2)

SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI

INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM Nomor : 089.B/03.3/INKES-MLP/XI/2019

TENTANG

DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2019 – 2020 FAKULTAS FARMASI INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

DEKAN FAKULTAS FARMASI INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

MENIMBANG : 1. Bahwa Untuk Melaksanakan Tugas Pendidikan dan Pengajaran Perlu Ditetapkan Dosen Pengampu Mata Kuliah Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2019 - 2020 di Lingkungan Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam;

2.

3.

Bahwa berdasarkan Kalender Akademik Semester Ganjil Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Tahun Akademik 2019-2020 maka perkuliahan akan dimulai pada Februari 2020 dan berakhir pada Juli 2020;

Bahwa untuk keperluan dimaksud diatas maka perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam sebagai pengesahannya.

MENGINGAT : 1. Undang – Undang RI Nomor : 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Surat Keputusan Dirjend DIKTI Nomor : 297/KPT/I/2017, Tentang izin Institut Kesehatan MEDISTRA Lubuk Pakam dan 161/D/O/2001 tentang izin penyelenggaraan Program Studi ;

3. Undang-Undang RI Nomor : 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen;

4. Undang-Undang RI Nomor : 12 Tahun 2012, Tentang Pendidikan Tinggi;

5. Peraturan Pemerintah RI Nomor : 42 Tahun 2007, Tentang Sertifikasi Dosen;

Peraturan Pemerintah RI Nomor : 37 Tahun 2009, Tentang Dosen;

6. Peraturan Pemerintah RI Nomor : 23 Tahun 2013, Tentang Perubahan Atas Standar Nasional Pendidikan;

7. Peraturan Pemerintah RI Nomor : 4 Tahun 2014, Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tingggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

8. Kalender Akademik Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam T.A 2019 - 2020.

Jl. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang – Sumatera Utara (20512) Telp. (061) 7952234 – 7952262 Faximile : (061) 7952234

Email : [email protected], Website: www.medistra.ac.id

(3)

2.

YAY-M/VI/2016, tentang penetapan honorarium mengajar dan pemberian insentif bagi setiap kegiatan akademik yang termasuk dalam lingkup pendidikan dan pengajaran;

Hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal Fakultas Farmasi Semester Genap T.A 2019-2020.

MEMUTUSKAN MENETAPKAN

Pertama : Menugaskan Dosen untuk Menjadi pengampu Mata Kuliah bagi mahasiswa di lingkungan Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam (roster dan daftar nama terlampir).

Kedua : Kepada para dosen sebagaimana dimaksud diwajibkan untuk menaati Kode Etik Dosen dan Standar Pembelajaran yang telah ditetapkan serta berhak mendapatkan honorarium mengajar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Yayasan Medistra Lubuk Pakam.

Ketiga

Keempat

:

:

Pada setiap akhir semester, akan dilakukan penilaian Indeks Keinerja Dosen (IKD) pengampu mata kuliah berdasarkan survei tingkat kepuasan mahasiswa.

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lubuk Pakam Pada Tanggal : 12 November 2019

Dekan,

Romauli Anna Teresia Marbun, S.Farm., M.Si NPP. 06.15.12.08.1991

(4)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

VISI

Menghasilkan laboran yang unggul dan profesional dalam bidang mikrobiologi molekuler menuju tingkat Asia tahun 2028.

MISI

1) Menyelenggarakan proses belajar mengajar yang kondusif dengan sistem yang mendukung pada FF sehingga pembelajaran tersebut menghasilkan prodi yang dapat menghasilkan alumni berkarakter unggul dan profesional.

2) Menyelenggarakan proses praktik laboratorium yang kondusif dan handal di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

3) Mengoptimalkan dan mengimplementasikan penelitian mikrobiologi molekuler klinis dengan menggunakan pendekatan riset.

4) Mengimplementasikan program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset untuk menyelesaikan berbagai permasalahan teknologi laboratorium medik.

5) Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan, pelayanan, organisasi, dan stakeholders baik dalam maupun luar negeri

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami Panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas Karunia dan izin-Nya, sehingga Kami dapat menyelesaikan Modul Teori

“STASTISTIKA I”. Pada kesempatan ini pula, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak yang mendukung dan mengarahkan kami sehingga Modul ini dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat dalam pembelajran, Kami menyadari bahwa dalam penyusunan modul ini, masih banyak kekurangan yang ditemui. Untuk itu, kami mengharapkan adannya saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan Modul ini . Akhir kata, semoga Modul ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua terutama bagi para pembaca dan pelajar dibidang Laboratorium.

Lubuk Pakam,

Tim Penulis

(6)

DAFTAR ISI

COVER ... i

SK DEKAN ... ii

VISI MISI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vi

BAB I PENDAHULUAN STASTIKA ... 1

1.1. PENGERTIAN STATISTIKA ... 1

1.2 PENGERTIAN STASTIKA MENURUT PARAAHLI ... 3

BAB II DESAIN PENELITIAN ... 18

2.1 TIPE-TIPE DESAIN ... 18

2.2 RISET EKSPERIMENTAL ... 24

2.3. POPULASI DAN SAMPEL ... 24

2.4. PENGERTIAN CROSS-SECTION ... 24

2.5. TUJUAN CROSS-SECTION ... 24

BAB III JENIS TEKNIK PENGOLAHAN DATA ... 27

3.1 TUJUAN PENGOLAHAN DATA ... 31

3.2 PENDEKATAN PENGOLAHAN ... 33

3.3 TAHAPAN PERSIAPAN DALAM PENGOLAHAN DATA ... 38

3.4 PENGOLAHAN DATA DALAM AUDIT KINERJA ... 38

3.5. TEKNIK PENGOLAHAN DATA KUANTITATIF ... 38

3.6. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL ... 38

3.7. DEFENISI VARIABEL DAN JENIS-JENISNYA ... 38

BAB IV PENGOLAH DATA HASIL PENELITIAN ... 40

4.1 DATA BERDASARKAN SUMBERNYA ... 48

4.2 DATA BERDASARKAN BENTUK DAN SIFATNYA ... 48

4.3. DATA MENURUT WAKTU PENGUMPULAN ... 48

4.4. DATA MENURUT SUSUNAN ... 48

4.5. UKURAN PEMUSATAN DAN PENYEBARAN DATA ... 48

4.6. MENGOLA DATA HASIL PENELITIAN TENTANG DISTRIBUSI FREKUENSI, PEMUTASAN DAN DATA PENYEBARAN ... 48

(7)

BAB V MENYAJIKAN DATA HASIL PENELITIAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI

... 68

5.1. METODE PENELITIAN ... 78

5.2. PENYAJIAN DATA ... 89

DAFTAR PUSTAKA ... 141

(8)

BAB I

PENDAHULUAN STATISTIK I

1.1 PENGERTIAN STATISTIK

Statistik berkembang diawali karena kebutuhan pemerintah atau penguasa untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan data kependudukan. Pada umumnya, statistik berarti sekumpulan data yang terdiri atas angka-angka.

Statistik adalah suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh. Dalam arti sempit, statistik adalah data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif). Sebagai suatu bidang studi, statistik memiliki dua bagian utama, yaitu:

a. Statistika deskriptif, adalah ilmu statistik yang mempelajari tentang teknik pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami, misalnya dalam bentuk tabel atau grafik.

Contoh aplikasi Statistika Deskriptif:

Sebanyak 128,06 juta penduduk Indonesia adalah angkatan kerja, jumlahnya bertambah 2,62 juta orang dari Agustus 2016. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,33 poin. Dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 10 ribu orang, sementara TPT turun sebesar 0,11 poin. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah 4 Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,41 persen. Statistika deskriptif pada contoh tersebut hanya menguraikan apa yang terjadi, tanpa menarik sebuah kesimpulan. Materi yang dipelajari dalam Statistika Deskriptif antara lain Penyajian Data, Ukuran Pemusatan, Ukuran Penyebaran, Angka Indeks, Deret Berkala dan Peramalan.

(9)

b. Statistika inferensi (statistika induktif) adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populasi tersebut.

Contoh:

Data tentang penjualan laptop merek „ABC‟ perbulan di suatu toko di Tangerang selama tahun 2017. Dari data tersebut pertama akan dilakukan deskripsi terhadap data seperti menghitung rata-rata penjualan dan standar deviasinya.  Kemudian baru dilakukan berbagai inferensi terhadap hasil deskripsi seperti : perkiraan penjualan laptop tersebut bulan Januari tahun berikut, perkiraan rata-rata penjualan laptop tersebut di seluruh Indonesia Salah satu contoh dari penerapan ilmu statistika terhadap bidang perekonomian adalah perhitungan pertumbuhan ekonomi, inflasi, jumlah uang beredar, tingkat kemiskinan, jumlah pengangguran, dan lainnya.

Dalam bidang industri dapat dicontohkan pada perhitungan jumlah produksi barang atau jasa yang mencapai keuntungan maksimum, kapan waktu yang tepat untuk mengembangkan produk baru atau menambah produksi.

Terdapat 5 langkah sistematis dalam statistika, yaitu:

a. Pengumpulan data Merupakan tahap pencarian informasi yang dapat dilakukan dengan cara pengamatan atau pengukuran yang akan mengasilkan data.

b. Pengolahan data Merupakan suatu proses untuk memperoleh data dengan rumusan tertentu untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Hal ini dilakukan untuk membantu peneliti mencapai tujuan penelitian,

c. Penyajian data Data yang didapat dari proses pengumpulan data biasanya tidak beraturan sehingga diperlukan proses lebih lanjut

(10)

agar data mudah untuk dibaca dan dipahami. Penyajian data dapat berbentuk tabel ataupun grafik.

d. Penganalisisan data Analisis data dapat menggunakan statistik deskriptif ataupun statistik inferensi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti.

e. Penarikan kesimpulan Setelah melakukan analisis pada data, maka penarikan kesimpulan dapat dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian berdasarkan dengan hasil yang sudah didapatkan dari analisis data.

1.2 pengertian statistik menurut para ahli a. Modenhall

Statistik yaitu salah satu bidang sains yang mana ada hubungannya dengan ekstrasi informasi pada sebuah data numerik dan dipakai untuk membuat keputusan pada suatu populasi yang mana data itu didapatkan.

b. Kendal & Stuart

Mereka menjelaskan bahwa statistik yaitu cabang dari metode ilmiah yang mana ada kaitannya dengan pengumpulan data yang dikumpulkan dengan cara mengukur sifat-sifat pada populasi yang ditemukan.

c. Asher

berpendapat bahwa statistik sendiri ada kaitannya dengan suatu langkah atau metode untuk menarik sebuah kesimpulan dari hasil uji coba.

d. Mood, Graybill & Boes

Mereka berpendapat bahwa statistik yaitu suatu teknologi yang berasal dari salah satu metode ilmiah serta ada kaitan dengan percobaan, penyelidikan dan juga penarikan kesimpulan.

(11)

e. Anderson & Bancroft

Mereka berdua menjelaskan bahwa statistik sebagai ilmu serta seni perkembangan dan juga metode yang paling tepat dan efektif untuk pengumpulan, mentabulasikan serta menginterprestasikan data-data kuantitatif.

f. Stoel Torrie

Stoel Torrie menjelaskan bahwa statistik yaitu sebagai cara maupun metode yang memberikan langkah-langkah untuk menilai ketidak pastian dari kesimpulan yang bersifat induktif.

(12)

BAB II

DESAIN PENELITIAN

2.1 TIPE-TIPE DESAIN

Metode adalah bagian dari metodologi (metode, teknik, prosedur, dan berbagai macam alat (tools), dengan tahap-tahap tertentu dalam suatu penelitian) disebut dengan metodologi.

Metode penelitian bisa juga disebut dengan desain penelitian.Cara mengkatagorisasikan penelitian bisa dilakukan dengan melihat metode penelitian ataupun dengan melihat riset desainnya atau ada juga yang membaginya berdasarkan dikotonomi penelitian dasar dan penelitian aplikatif. Metode penelitian dan metodologi penelitian, keduanya berbeda namun saling terkait satu sama lainnya. Metode penelitian merupakan suatu teknik atau prosedur untuk mengumpulkan dan menganalisa data.

Contoh Metode penelitian:

a. Variabel penelitian b. Model yang digunakan c. Rancangan penelitian d. Teknik pengumpulan data e. Analisa data

f. Cara penafsiran dan pengumpulan hasil penelitian

2.2 RISET EKSPERIMENTAL

Untuk menggambarkan riset eksperimental bisa dilakukan pada dua kelompok dimana kelompok satu disebut kontrol tanpa diberi perlakukan apapun sedangkan pada kelompok ke dua diberikan perlakuan (treatment). Diasumsikan kedua kelompok ini sama.

(13)

❖ CAUSAL – COMPERATIVE RESEARCH

Causal – Comparative Research disebut juga dengan penelitian sebab akibat. Penelitian kausal bisa dimasukkan dalam penelitian eksperimen dan bentuk lain misalnya dalam bentuk komperatif riset.

Indipendent variable pada penelitian komperatif tidak bisa dimanipulasi dan tidak bisa diberikan perlakuan (treatment). Penelitian komperatif lebih terfokus pada dampak yang terjadi dengan mencari penyebab dari dampak tersebut dan melihat perbedaan yang terjadi diantara dua grup atau lebih serta penjelasan terhadap perbedaan diantara kedua kelompok/grup.

❖ Correlational Research

Pengukuran dua variabel Metode penelitian dan rata-rata grade point Determine degree of relationship between them Koefisien korelasi ( misl r = 0.50) Deskripsi dan prediksi dari setiap hubungan Unlike experiment, tidak ada varibel yang dikontrol. Correlational Research adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dialakukan untuk melihat hubungan diantara dua variable.Korelasi tidak menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat), tetapi kausaliti menjamin adanya korelasi.

❖ SURVEY RESEARCH

Penelitian survei termasuk ke dalam penelitian kuantitatif untuk meneliti perilaku suatu individu atau kelompok. Pada umumnya penelitian survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.

Jumlah populasi yang cukup besar jika penelitinya menginginkan hasil yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Metode survei ini sangat popular dan banyak digunakan dalam penelitian sosial dan bisnis karena cepat dan mudah untuk dilaksanakan.

(14)

Contoh:

a. Survey Research Pengambilan sampel sensus statistik.

b. Contoh penggunaan Quick Count pada saat pemilu.

c. Pembentukan opini belum tentu samplingnya benar, hal tersebut tergantung pada sampling tekniknya representatif atau tidak.

d. Informasinya harus distandarisasi dengan mengajukan pertanyaannya yang bersifat tertutup dan terbuka.

e. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik campuran antara wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden.

2.3 Populasi dan sampel

Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. Anggota Populasi disebut elemen populasi.

Kerangka sampel adalah daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk mengambil sampel. Unit sampel adalah suatu elemen atau sekelompok elemen yang menjadi dasar untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan sampel dapat dilakukan satu tahap atau beberapa tahap.

❖ Metode pemilihan sampel probabilitas

Simple random sampling yaitu pemilihan sampel dengan menggunakan angka random atau acak. Sytematic sampling yaitu pengambilan sampel secara sistematis Stratified sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara bertingkat dan biasanya digunakan oleh peneliti apabila di dalam populasi terdapat strata atau tingkatan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Cluster Sampling yaitu pengambilan sampel dengan memilih kelompok tertentu secara acak dan biasanya digunakan oleh peneliti apabila di dalam populasi terdapat kelompok yang mempunyai ciri tersendiri.

(15)

❖ Metode pemilihan sampel non-probabilitas

Convience sampling yaitu pemilihan unit-unit analisa sesuai dengan penelitian Purposive sampling biasanya digunakan oleh peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya. Quota sampling Snowball sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan karakteristik tertentu.

2.4 Pengertian cross-sectional

Studi atau penelitian cross-sectional adalah penelitian yang pada saat melakukan desain penghimpunan data dilaksanakan pada satu waktu, bila dilihat dari kejadian yang sedang diteliti maka penghimpunan data dilaksanakan dalam satu waktu. Cross-sectional memiliki fungsi kegunaan untuk menjabarkan status kejadian atau keterkaitan kejadian dalam satu waktu.Pada saat pelaksanaannya penelitian cross sectional tidak ada follow-up dan pada saat pemeriksaanya akan melihat status dan karakteristik dari fenomena atau kejadian yang sedang diteliti.

Ketika penghimpunan data penelitian ini akan melakukannya pada satu waktu, dimana datanya akan diklasifikasikan menjadi empat, yakni:

Orang yang terkena paparan dan sakit.

Terkena paparan dan tidak sakit.

Tidak terkena paparan dan sakit

Tidak terkena paparan dan tidak sakit.

Karakteristik dari cross sectional adalah jumlah kesemuanya dari sampel (n) memiliki ciri tetap dan ditentukan secara acak dari dalam populasi dan selanjutnya setiap subjek akan dikategorikan berdasarkan status paparan dan penyakitnya.

Berikut merupakan table dari pemaparan di atas:

(16)

2.5 Tujuan Cross Sectional

Mendapatkan kebiasaan dan insidensi satu atau lebih dari suatu masalah yang telah ditetapkan pada satu waktu di dalam masyarakat.

Terjadinya sebab akibat akan diperhitungkan secara jelas pada sebuah permasalahan yang ada di masyarakat.

Memperkirakan risiko pada setiap golongan, relatif, risiko dan atribut.Pengetahuan mengenai penelitian cross sectional hingga penjabaran ini bisa dikatakan merupakan cara pengumpulan dan analisis data yang dilaksanakan satu waktu. Berikut merupakan parameter dari penelitian cross-sectional yang wajib dimengerti oleh setiap peneliti: Penelitian ini bisa melakukan lebih dari satu masalah, penelitian ini dalam pelaksanaanya bisa mengimplementasikan pada banyak variasi. Variasi yang dimaksud bisa berupa masyarakat, keluarga, organisasi dsb. Variabel yang dikaitkan juga bisa bervariasi mulai dari pendidikan, perolehan uang, pengeluaran.

Pada penelitian ini data akan dikumpulan dalam satu kali jalan. Artinya adalah peneliti akan melakukan penelitian cross sectional dan memasukan data yang telah dihimpun dan diolah dalam satu waktu, tanpa batas tanpa penundaan.

Keterkaitan setiap variabel yang ada dapat menciptakan berbagai topik. Agar lebih mendalam mengenai penelitian ini, peneliti bisa melihat cara kerja dari penelitian eksperimental, dimana data akan dihimpun dan dianalisis pada waktu yang runtut.

Data dapat dihitung atau kuantitatif. Data jenis kuantitatif dapat dipakai untuk melakukan penelitian cross sectional. Selain itu data kontekstual pada teks yang merupakan data wawancara juga dapat dipakai asal nantinya bisa dihitung atau dikuantifikasi. Maksud dari data kuantitatif ini adalah dalam pengukuran atau penilaiannya harus jelas, sehingga penelitian ini sering digolongkan sebagai penelitian kuantitatif.

2.6 Metode Penelitian Cross Sectional

Identifikasi variabel serta mengenali aspek yang berhubungan mengenai resiko dan akibat.

Menentukan subjek penelitian, mulai dari situasi dan jumlah sampel yang diambil pada aktivitas penelitian.

Observasi variabel yang memiliki aspek resiko dan aspek akibat dengan cara bersama, ini berlandaskan pada status situasi variabel pada pengumpulan data.

(17)

Analisis perbandingan atau korelasi ukuran setiap hasil grup yang diobservasi pada aktivitas penelitian.

2.7 Kelebihan dan Kekurangan Cross Sectional 1. Kelebihan

Peneliti tidak perlu memerlukan waktu yang panjang saat melaksanakan penelitian. Karena peneliti bisa melaksanakan penghimpunan data dsb dalam satu waktu.

Sebagai langkah pertama sebagai penelitian lanjutnya untuk penelitian cohort dan penelitian eksperimental.

Dapat dilaksanakannya penelitian pada beberapa aspek pada satu waktu.

Bisa untuk mempermudah program budgeting dan perencanaan.

2. Kelemahan

• Susah dalam menentukan hubungan sebab akibat dalam data observasi pada satu waktu.

Tidak dapat dipraktikan pada penelitian dengan masalah yang jarang atau langka terjadi

.

(18)

BAB III

JENIS TEKNIK PENGOLAHAN DATA

3.1 Tujuan pengolahan data

Pengolahan data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan untuk mendapatkan simpulan hasil evaluasi.

3.2 Pendekatan Pengolahan

Data Pendekatan yang dilakukan dalam pengolahan data dalam modul ini adalah pendekatan kuantitatif terutama untuk data yang diperoleh dari hasil survai.

Analisis data kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan statistik tergantung pada tujuannya. Bila tujuan analisis hanya bersifat eksploratif dan deskriptif, maka teknik statistiknya pun cukup dengan statistik deskriptif.

Sedangkan bila tujuan analisis adalah untuk melihat hubungan dan atau perbedaan antar variabel, atau membuat prediksi, maka teknik statistik yang dibutuhkan adalah statistik inferensial. Dikaitkan dengan tahapan dalam audit kinerja sektor publik maka teknik statistik yang sesuai adalah statistik deskriptif, yaitu menentukan tingkat keandalan pengendalian manajemen khususnya soft control, indeks kepuasan pegawai dan indeks kepuasan pelanggan.

3.3 Tahap Persiapan Dalam Pengolahan Data

Secara garis besar pengolahan atau analisis data dilakukan setelah seluruh data yang diperlukan telah terkumpul. Sebelum dilakukan analisis perlu dilakukan persiapan data untuk memudahkan proses analisis data dan interpretasi hasilnya, yaitu: pengeditan, pemberian kode dan pemrosesan data.

(19)

❖ Pengeditan (Editing)

Pengeditan merupakan proses pengecekan dan penyesuaian yang diperlukan terhadap data untuk memudahkan proses pemberian kode dan pemrosesan data dengan teknik statistik. Data yang diperoleh dari hasil survai atau observasi perlu diedit dari kemungkinan kekeliruan dalam proses pencatatan yang dilakukan oleh pengumpul data, serta dari pengisian kuesioner yang tidak lengkap atau tidak konsisten. Tujuan pengeditan data adalah untuk menjamin kelengkapan, konsistensi dan kesiapan data dalam proses analisis. Proses pengeditan dapat dilakukan di lapangan (field editing) sesaat setelah melakukan pengecekan terhadap isian kuesioner. Pengeditan dapat juga dilakukan di tempat pemrosesan data (in house editing) setelah beberapa atau semua data terkumpul, misalnya karena field editing sulit dilakukan. Prosedur pengeditan akan memudahkan proses pemberian kode dan data entry.

❖ Pemberian Kode (Coding)

Pemberian kode merupakan proses identifikasi dan klasifikasi data ke dalam skor numerik. Proses pemberian kode (coding) ini diperlukan terutama untuk data yang dapat diklasifikasikan, misal: jawaban dari tipe pertanyaan tertutup (close-ended questions) yang tidak memberikan alternatif kepada responden selain pilihan jawaban yang tersedia.

Pemberian kode pada jawaban dari tipe pertanyaan terbuka (open-ended questions) relatif lebih sulit karena memerlukan judgement dalam menginterpretasikan jawaban responden. Tujuan pemberian kode pada tipe pertanyaan terbuka adalah untuk mengurangi variasi jawaban responden menjadi beberapa kategori umum sehingga dapat diberi skor numerik.

Teknis pemberian kode dapat dilakukan sebelum atau setelah pengisian kuesioner. Proses pemberian kode akan memudahkan dan meningkatkan efisiensi proses data entry ke dalam komputer.

(20)

❖ Pemrosesan Data (Data Processing)

Setelah kedua tahap di atas dilaksanakan, maka data siap untuk diolah atau dianalisis. Analisis yang sesuai dengan tahapan audit kinerja sektor publik adalah analisis statistik deskriptif.Berikut akan dibahas secara rinci teknik analisis tersebut.

a. Definisi

Statistik deskriptif pada dasarnya merupakan proses transformasi data dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan. Tabulasi menyajikan ringkasan, pengaturan atau penyusunan data dalam bentuk tabel numerik dan grafik. Ukuran yang digunakan dalam deskripsi antara lain berupa: frekuensi, tendensi sentral (rata-rata, median, modus), dan dispersi (deviasi standar dan varian).

b. Tujuan

Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk melihat data secara apa adanya untuk memperoleh gambaran umum mengenai variabel-variabel yang diukur pada sampel.

c. Jenis-jenis Analisis Deskriptif

Analisis statistik deskriptif yang umum dilakukan diantaranya adalah:

1) Analisis potret data (frekuensi dan persentase).

2) Analisis kecenderungan sentral data (nilai rata-rata, median, dan modus).

3) Analisis sebaran data (range/kisaran dan simpangan baku atau varian).

3.4 Pengolahan Data dalam Audit Kinerja a. Pengumpulan Data

Sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya, data dikumpulkan pada tahapan diagnosis pengendalian manajemen, penilaian

(21)

IKK dan capaian kinerja serta audit rinci. Pada tahapan tersebut data diperoleh melalui teknik reviu dokumen, penyebaran kuesioner, wawancara maupun observasi.

• Reviu Dokumen Reviu

Dokumen merupakan langkah awal auditor dalam tahap perolehan informasi mengenai Kinerja perusahaan yakni pada saat survai pendahuluan. Reviu dilakukan atas dokumen umum yang didapat. Hasil reviu dokumen diharapkan dapat memberikan gambaran sejauh mana suatu kondisi atau fakta dalam perusahaan memenuhi kriteria yang ada.

• Kuesioner

Metode penyebaran kuesioner digunakan untuk menjaring tanggapan responden atas pertanyaan maupun pernyataan yang diberikan.

Biasanya responden diharapkan memberikan tanggapan yang berupa penilaian skala (mis. 1 s.d. 5) atas pertanyaan tertutup dan/atau jawaban atas pertanyaan terbuka.

Kuesioner bermanfaat untuk :

• Membantu memperoleh informasi dengan menerjemahkan tujuan yang ingin dicapai dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.

• Membantu menstandarisasi kategori pertanyaan dan respon terhadap pertanyaan yang dapat mengarahkan responden pada pemahaman yang sama.

• Membantu memotivasi responden dalam menjawab pertanyaan- pertanyaan melalui penggunaan kata-kata yang praktis, urutan pertanyaan yang baik, serta penyajian yang baik pula.

• Menjadi arsip permanen dalam suatu kegiatan

• Mempercepat analisis data dengan penggunaan komputer.

(22)

Kelebihan kuesioner :

• Menjangkau banyak responden dalam satu waktu

• Hasilnya Lebih mudah dikelompokkan karena sudah terarah

• Informasi bersifat kuantitatif sehingga lebih mudah diolah secara statistik

• Dapat menjadi dokumen riset / evaluasi yang permanen

Kekurangan kuesioner:

• Informasi yang diperoleh bersifat subjektif

• Kalimat kuesioner yang kurang tepat dapat menghasilkan informasi yang bias

• Memerlukan pemahaman yang cukup mengenai bahasa / istilah yang lazim digunakan responden

• Terdapat kemungkinan bahwa yang mengisi kuesioner bukan orang yang dimaksud.

• Wawancara dan observasi

Hasil wawancara memuat simpulan dari pendapat auditan terhadap masalah yang ditanyakan. Hasil wawancara ditabulasikan dan atau dikategorisasikan berdasarkan jawaban yang diberikan. Sementara itu untuk metode observasi juga harus dibuat simpulannya.

Lembaran kerja observasi setidaknya memuat informasi mengenai:

1. Teknik observasi yang digunakan 2. Hal-hal yang diobservasi

3. Simpulan Hasil observasi.

(23)

3.5 Teknik pengolahan data kuantitatif

Data merupakan bahasa jamak dari datum. Data dapat diartikan sebagai hasil dari pengukuran atau pengamatan suatu objek tertentu dalam kurun waktu tertentu yang mana output yang dihasilkan biasanya berupa kata-kata atau angka. Menurut sifatnya, data dibagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data dalam bentuk label atau nama yang tidak mengandung angka. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang berupa numerik dengan skala pengukuran nominal atau ordinal. beberapa contoh metode pengolahan data kuantitatif.

1. Analisis komperasi

Analisis komparasi atau analisis perbandingan merupakan prosedur statistik yang menguji perbedaan antara dua atau lebih variabel data.

Kita dapat menggunakan Uji T, analisis varian ANOVA, MANOVA (Multivariate Analysis of Variance), ANCOVA (Analysis of Covariance), MANCOVA (Multivariate of Covariance). Tujuan dari metode komparasi ini adalah untuk mengetahui atau menguji perbedaan dua kelompok atau lebih sehingga dapat menentukan mana yang lebih baik atau mana yang sebaiknya dipilih. Teknik ini dapat dilakukan dengan menyelidiki hubungan sebab-akibat dan mencari kembali faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2. Analisis Regresi

Analisis regresi merupakan metode yang digunakan untuk mengembangkan model yang persamaan yang menjelaskan hubungan sebab akibat beberapa variabel. Tujuan dari analisis regresi adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat. Analisis regresi terbagi menjadi beberapa jenis antara lain regresi sederhana (yang terdiri dari regresi linier sederhana dan

(24)

regresi nonlinear sederhana) dan regresi berganda (yang terdiri dari regresi linier berganda dan regresi non linier berganda)

3. Analisis Korelasi

Analisis korelasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua variabel. Terdapat beberapa jenis analisis korelasi, antara lain:

❖ Analisis Korelasi Pearson, merupakan statistik korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antar variabel secara linier.

❖ Analisis Korelasi Peringkat Kendall, merupakan uji non parametrik yang mengukur kekuatan ketergantungan antara dua variabel.

❖ Analisis Korelasi Spearman, merupakan uji non parametrik yang mengukur tingkat hubungan antara dua variabel tanpa membawa asumsi apapun tentang distribusi data.

4. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan analisis yang bertujuan untuk memberikan gambaran distribusi data seperti pengukuran tendensi pusat dan pengukuran bentuk. Adapun teknik yang digunakan antara lain persentase, rata-rata, standar deviasi. Penelitian yang menggunakan analisis deskriptif biasanya tergolong penelitian yang sederhana dan mudah dilakukan dikarenakan tidak perlu memiliki pemahaman statistik yang terlalu dalam. Analisis deksriptif umumnya digunakan ketika peneliti ingin mengukur karakteristik suatu populasi atau fenomena yang menjadi objek penelitian.

(25)

3.6 Teknik pengambilan sampel

A. Pengertian Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Pengambilan Sampel adalah suatu cara atau proses untuk memperoleh sampel daru suatu populasi

B. Macam-Macam Teknik Pengambilan Sampel

Jenis teknik pengambilan sampel dapat dibedakan berdasarkan 2 hal, yaitu :

1. Proses Pemilihannya

• Teknik Pengambilan Sampel dengan Pengembalian (Sampling With Replacement) Caranya : setiap anggota sampel yang terpilih dikembalikan lagi ke tempatnya sebelum pemilihan selanjutnya dilakukan. Hal ini memungkinkan bahwa suatu sampel akan terpilih lebih dari sekali.

• Teknik Penarikan Sampel Tanpa Pengembalian (Sampling Without Replacement) Caranya : setiap anggota sampel yang terpilih tidak dikembalikan lagi ke dalam satuan populas.

C. Peluang Pemilihannya

1. Teknik Penarikan Sampel Probabilitas (Probability Sampling) Pemilihan sampel dalam sampling probability dilakukan secara acak dan objektif. Hal bermakna bahwa pemilihan sampel tidak hanya didasarkan pada keinginan peneliti, sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan tertentu untuk terpilih sebagai sampel.

2. Teknik Penarikan Sampel Sistematik (Systematic Sampel) Cara sistematik tidak jauh berbeda dengan cara acak. Cara sistematik merupakan cara acak yang dilakukan secara sistematik, yaitu mengikuti suatu pola tertentu dari nomor anggota populasi yang dipilih secara acak berdasarkan jumlah sampel yang sudah ditetapkan.

Contoh : Seorang peneliti ingin memilih sampel sebanyak 40 dari suatu populasi yang berjumlah 200. Berilah nomor setiap objek dari populasi dengan 16 nomor urut 1 sampai dengan 200. Kemudian bagi objek tersebut menjadi 40 kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri atas 5 individu. Kelompok

(26)

pertama beranggotakan objek dengan nomor 1 sampai 5, kelompok kedua beranggotakan objek dengan nomor 6 sampai 10 dan seterusnya sampai kelompok ke-40 beranggotakan objek dengan nomor 196-200. Masing-masing kelompok diambil satu objek untuk ditetapkan sebagai sampel.

3. Teknik Penarikan Sampel Berstrata (Stratified Sampling) Pengambilan sampel secara strata biasanya dilakukan terhadap populasi yang berkelompok. Hal ini dilakukan supaya anggota populasi terpilih secara acak dan setiap kelompok yang ada dalam popualsi dapat terwakili. Pada teknik ini banyaknya sampel pada setiap kelompok berjumlah sama.

4. Teknik Penarikan Sampel Klaster (Cluster Sampling) Pengambilan sampel secara klaster, anggota populasi dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian dipilih semuanya atau dapat juga sebagian elemen dari setiap kelompok yang terpilih untuk dijadikan sampel. Contoh : Penelitian untuk mengetahui rata-rata penghasilan keluarga pada sebuah daerah. Daftar yang mungkin diperoleh adalah daftar namanama desa di daerah tersebut. Desa merupakan kumpulan keluarga. 17 Sehingga desa dianggap sebagai klaster. Pemilihan sampel dilakukan dengan memilih secara acak klaster-klaster tersebut

D. Teknik Penarikan Sampel Non-Probabilitas (Non-Probability Sampling)

Teknik penarikan sampel non-probabilitas merupakan pengembangan dari teknik sampel probabilitas. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab kesulitan yang timbul dalam mengaplikasikan teknik sampel probabilitas.

Kesulitan-kesulitan tersebut terutama dalam hal biaya dan kerangka sampel. Sampel yang termasuk dalam kategori sampel nonprobabilitas diantaranya:

1. Teknik Penarikan Sampel Kemudahan (Convenience Sampling) Pada teknik ini, sampel diambil secara spontanitas.

Hal ini diartikan bahwa siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan memenuhi kriteria yang sesuai, maka orang tersebut dapat dijadikan sebagai sampel. Teknik ini didasarkan pada pertimbangan kemudahan dan kepraktisan menurut pandangan peneliti. Kekurangan pada teknik ini yang

(27)

paling utama adalah kesulitan untuk generalisasi dari data yang diperoleh.

2. Teknik Penarikan Sampel Judgement (Judgement Sampling / Purposive Sampling) 18 Teknik penarikan sampel ini dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan terhadap anggota dari populasi yang disesuaikan dengan tujuan atau rumusan masalah penelitian. Dalam hal ini, subjektifitas dan pengalaman peneliti memiliki andil yang besar.

3. Teknik Penarikan Sampel Kuota (Quota Sampling) Teknik ini mengandung arti bahwa apabila peneliti mengambil sampel dari suatu populasi penelitian dengan cara menentukan sejumlah anggota sampel secara kuota. Tahapan dalam penarikan sampel secara kuota, yang pertama adalah menetapkan jumlah sampel yang dibutuhkan, lalu menetapkan banyaknya kuota. Kuota tersebut yang dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang dibutuhkan.

4. Snowball Sampling Snowball Sampling adalah salah satu bentuk judgement sampling yang sangat tepat digunakan jika populasinya kecil dan spesifik. Cara penarikan sampel dengan teknik ini dilakukan secara berantai. Artinya semakin lama, jumlah sampel semakin besar, layaknya bola salju yang menggelinding. Dalam prakteknya, responden yang diwawancarai diminta untuk menyebutkan responden lainnya yang memiliki spesifikasi yang sama (karena biasanya mereka saling mengenal) sampai diperoleh sampel sebanyak yang dibutukan oleh peneliti.

3.7 Definisi Variabel dan Jenis-Jenisnya A. Pengertian Variabel

Variabel adalah sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian. Nilai untuk setiap variabel dapat bervariasi. Variabel dari suatu penelitian dapat diamati atau dihitung dan diukur.

B. Macam-Macam Variabel

Variabel dapat dikelompokkan menurut beragam cara. Namun terdapat tiga jenis pengelompokkan variabel yang sangat penting dan mendapatkan penekanan

1. Variabel Bebas dan Variabel Terikat

Variabel Bebas sering disebut Variabel Independent. Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan

(28)

atau timbulnya variabel terikat. Sedangkan Variabel Terikat atau disebut juga sebagai Variabel Dependent, diartikan sebagai variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.

Contoh : Penelitian dalam Bidang Pendidikan. Variabel Terikat yang biasa diteliti di antaranya : Prestasi Belajar. Selanjutnya, untuk mengetahui faktor-faktor yang 21 mempengaruhi prestasi belajar, yang kemudian disebut sebagai Variabel Bebas, di antaranya : Kecerdasan, Metode Pembelajaran, Suasana Kelas, Tingkat Ekonomi, dan sebagainya. Untuk lebih memahami tentang variabel bebas dan variabel terikat, akan dijelaskan pada jenis-jenis variabel berikutnya.

2. Variabel Aktif dan Variabel Atribut

Variabel Aktif adalah variabel bebas yang dimanipulasi. Contoh penggunaan atau pemilihan metode pembelajaran yang berbeda terhadap suatu kelompok (kelas) dengan kelompok (kelas) lainnya. Variabel Atribut adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi. Hal ini berarti variabel atribut merupakan variabel yang sudah melekat dan merupakan ciri dari subjek penelitian.

Contoh : Kecerdasan, Jenis Kelamin, Tingkat Ekonomi, Daerah Geografis suatu wilayah, dan sebagainya. Ketika seorang peneliti melakukan penelitian, maka subjek-subjek dalam penelitian tersebut sudah membawa variabel-variabel (atribut) itu. Yang membentuk subjek penelitian tersebut di antaranya adalah Lingkungan, Keturunan, dan Kondisi-Kondisi lainnya.

3. Variabel Kualitatif dan Variabel Kuantitatif

Variabel Kualitatif merupakan Variabel Kategori. Variabel kualitatif berkaitan dengan suatu jenis pengukuran. Yang termasuk variabel kualitatif adalah Variabel Nominal dan Variabel Ordinal. 22 Pengukuran tersebut dinamakan pengukuran nominal. Dalam pengukuran nominal terdapat 2 himpunan bagian ataupun lebih yang merupakan bagian dari himpunan objek yang diukur. Objek-objek tersebut dikategorikan menurut ciri-ciri yang dimiliki dari objek tersebut, di mana ciri-ciri tersebut merupakan penentu suatu himpunan bagian.

Contoh Variabel Kategori :

a. Jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) b. Bentuk negara (republik dan demokrat) c. Warna kulit (kulit putih dan kulit hitam) d. Kewarganegaraan (WNI dan WNA)

(29)

e. Agama f. Pendidikan g. Pekerjaan

Suatu variabel yang secara teoritis dapat menyandang nilai yang terletak di antara dua buah nilai tertentu disebut sebagai variabel kontinu. Jika tidak demikian, kita menyebutnya sebagai variabel diskrit. Furqon (1999:10) berpendapat bahwa ada beberapa peubah (variable) yang sangat penting dipahami, antara lain:

a. Peubah Terikat (Dependent Variabel), yaitu peubah yang dipengaruhi oleh peubah lain.

b. Perubah Bebas (Independent Variable), yaitu peubah yang mempengaruhi peubah lain.

c. Peubah Kontrol (Control Variable), yaitu peubah yang pengaruhnya kepada peubah terikat dikendalikan.

d. Peubah Moderator (Moderator Variable), yaitu peubah yang mempengaruhi hubungan antara peubah bebas dengan peubah terikat. Contoh : • “Usia” adalah gejala kualitatif, akan tetapi gejala yang bersifat kualitatif itu dilambangkan dengan angka, misalnya: 17 tahun, 25 tahun dan sebagainya. • “Nilai Ujian”

pada dasarnya adalah gejala kualitas yang dilambangkan dengan angka, seperti : 5, 7, 8, 50, 70 dan sebagainya.

C. Kegunaan Variabel Penelitian Berikut adalah beberapa kegunaan variabel penelitian :

1. Untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data 2. Untuk mempersiapkan metode analisis atau pengolahan data 3. Untuk pengujian hipotesis.

D. Kriteria Variabel Penelitian Variabel penelitian yang baik, memiliki kriteria sebagai berikut :

1. Relevan dengan tujuan penelitian 2. Dapat diamati dan diukur

3. Dalam suatu penelitian, variabel perlu diidentifikasi, diklasifikasi, dan didefinisikan secara operasional dengan jelas dan tegas. Agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data dan juga dalam pengujian hipotesis.

(30)

E. Pengertian Variabel Penelitian Menurut Ahli (Pakar)

5. Menurut Suharsimi Arikunto (1998), pengertian variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian suatu penelitian.

6. Menurut Sugiyono (2009), pengertian variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

7. Menurut Kerlinger (2006), pengertian variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari yang mempunyai nilai yang bervariasi. Variabel adalah simbol atau lambang yang padanya kita letakkan sembarang nilai atau bilangan.

F. Klasifikasi Variabel Penelitian

Variabel dapat diklasifikasikan berdasarkan antara lain:

1. skala pengukurannya, 2. konteks hubungannya, dan

3. dapat tidaknya variabel dimanipulasi.

G. Macam Variabel Berdasarkan skala pengukurannya

Variabel penelitian berdasarkan skala pengukurannya yaitu antara lain:

1. Variabel Nominal 2. Variabel Ordinal 3. Variabel Interval 4. Variabel Rasio

1. Variabel nominal

Variabel nominal adalah variabel dengan skala paling sederhana karena fungsinya hanya untuk membedakan atau memberi label suatu subjek atau kategori. Contoh variabel nominal: jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).Variabel nominal merupakan variabel dengan derajat paling rendah.

Variabel ini mempunyai ciri-ciri yaitu tidak bisa dilakukan operasi matematis sebab bentuk datanya adalah kualitatif. Sesuai contoh diatas misalnya jenis

(31)

kelamin. Tidak bisa dilakukan operasi matematis misalnya laki-laki ditambah perempuan menjadi sesuatu.Beda halnya dengan data interval atau rasio yang dapat dilakukan operasi matematis misalnya berat badan 50 Kg ditambah 10 Kg = 60 Kg.

Selain itu, variabel nominal ini berbeda dengan variabel ordinal atau bertingkat. Jadi tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, lebih baik ata lebih buruk dan lain sebagainya yang menunjukkan perbedaan tingkat. Seperti contoh diatas misalnya, jeis kelamin laki-laki belum tentu lebih baik dari pada jenis kelamin perempuan.

2. Variabel ordinal

Variabel ordinal adalah variabel yang dibedakan menjadi beberapa secara bertingkat. Contoh variabel ordinal adalah: status sosial ekonomi rendah, sedang, tinggi.Variabel ordinal ini sifatnya hampir sama dengan variabel nominal, hanya saja perbedaannya yaitu disini bertingkat. Artinya ada yang lebih baik atau buruk.

Misalnya status sosial ekonomi tinggi adalah lebih baik dari pada status sosial ekonomi sedang. Dan ekonomi sedang lebih baik dari pada ekonomi rendah, begitu pula sebaliknya.

Variabel ordinal berbeda dengan variabel interval atau rasio, dimana disini juga tidak dapat dilakukan operasi matematis.

3. Variabel interval

Variabel interval adalah variabel yang selain dimaksudkan untuk membedakan, mempunyai tingkatan, juga mempunyai jarak yang pasti atau satu kategori dengan kategori lainnya, contoh prestasi belajar atau motivasi belajar: 5, 6, 7, 8, dst.

4. Variabel rasio

Variabel rasio merupakan variabel selain bersifat membedakan, mempunyai tingkatan yang jaraknya pasti, dan setiap nilai kategori diukur dari titik yang sama, contoh variabel rasio adalah: berat badan, tinggi badan, dst.

Variabel rasio ini sebenarnya sama dengan variabel interval, namun mempunyai perbedaan yaitu dalam variabel rasio ada nilai 0 absolut yang artinya diukur dari titik awal atau titik mula yang sama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa variabel rasio merupakan variabel dengan derajat tertinggi.

(32)

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan urutan derajat variabel dari yang terendah ke yang tertinggi adalah sebagai berikut: Nominal, Ordinal, Interval kemudian Rasio.

H. Variabel numerik berdasarkan perolehannya

Variabel numerik berdasarkan perolehannya ada 2 macam yaitu variabel kontinyu dan variabel diskrit.

1. Variabel Kontinyu

Variabel Kontinyu adalah variabel numerik yang cara perolehannya dari menghitung. Misalnya nilai ulangan Bahasa Indonesia.

2. Variabel Diskrit

Variabel Diskrit adalah variabel numerik yang cara perolehannya dari mengukur. Misalnya Suhu Badan. Dalam hal ini mendapatkan nilai suhu bada maka harus melakukan pengukuran misalnya menggunakan alat termometer.

I. Variabel Penelitian Berdasarkan konteks hubungannya

Variabel dalam suatu penelitian jumlahnya bisa lebih dari satu.

Variabel-variabel tersebut saling berhubungan dan jika ditinjau dari konteks hubungannya ini, maka jenis variable dapat dibedakan menjadi variabel antara lain:

1. Variabel bebas 2. Variabel Terikat

3. Variabel Moderator atau Interveining 4. Variabel Perancu

5. Variabel Kendali 6. Variabel Rambang

(33)

J. Penjelasan Jenis Variabel Berdasarkan Konteks Hubungannya:

1. Variabel bebas atau independent variable

Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel lainnya, yaitu variable terikat.Contoh variabel bebas adalah misalnya dalam penelitian yang berjudul: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa. Dalam hal ini, motivasi belajar diduga mempengaruhi prestasi belajar. Maka motivasi belajar sebagai variabel bebas. Dikatakan bebas sebab nilanya dapat berubah-ubah dan setiap perubahan itu mempengaruhi nilai variabel terikat.

2. Variabel terikat atau dependent variable

Variabel terikat merupakan variabel yang nilainya tergantung dari nilai vaiabel lainnya.Contoh variabel terikat adalah misalnya seperti yang dijelaskan dalam poin pertama diatas, yaitu dalam penelitian yang berjudul: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa. Dalam hal ini, prestasi belajar diduga dipengaruhi oleh motivasi belajar. Maka prestasi belajar sebagai variabel terikat. Dikatakan terikat karena nilainya tergantung kepada variabel bebas yaitu motivasi belajar.

3. Variabel moderator atau variable intervening

Variabel moderator merupakan variable yang juga mempengaruhi variabel terikat, namun dalam penelitian pengaruhnya tidak diutamakan.

Variabel interveining disebut juga variabel perantara, sebab keberadaannya dapat mempengaruhi hubungan variabel bebas dengan

(34)

variabel terikat.Contoh variabel interveining adalah misalnya dalam penelitian yang berjudul pengaruh IQ terhadap nilai matematika melalui frekuensi belajar. Konsep dari judul tersebut, diduga IQ mempengaruhi nilai matematika siswa namun harus melalui frekuensi belajar. Sebab meskipun IQ tinggi tetapi tidak belajar maka nilai ujian matematika juga akan diduga rendah.

4. Variabel perancu (confounding variable)

Variabel perancu merupakan variabel yang berhubungan variabel bebas dan variabel terikat, tetapi bukan variable antara.

5. Variabel kendali

Variabel kendali merupakan variabel yang juga mempengaruhi variabel terikat, tetapi dalam penelitian keberadaannya dijadikan netral.

(35)

BAB IV

MENGOLAH DATA HASIL PENELITIAN

4.1 DATA BERDASARKAN SUMBERNYA A. DATA PRIMER

Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber data utama. Data primer disebut juga sebagai data asli asli atau data baru yang memiliki sifat up to date.untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara primer antara lain observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner.

B. DATA SEKUNDER

Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dan berbagai sumber yang telah ada (peneliti senagai tangan ke dua). Data sekunder dapat di pereroleh dari berbagai sumber seperti biro pusat statistik(BPS) buku, laporan, dan lainnya.

4.2 DATA BERDASARKAN BENTUK DAN SIFATNYA

Data mencari dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu data kualitatif (berbentuk kata-kata/kalimat) dan data kuantitatif (berbentuk angka). Data kuantitatif dapat sujud berdasarkan cara untuk dapatkan yaitu data diskrit dan data kontinium. Berdasarkan seperti data kuantitatif terdiri atas data norminal, data urut, data selang dan data rasio.

A. DATA KUALITATIF

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata,bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumendiskusi terfokus atau observasi yang telah dan dalam catatan lapangan (transkip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman vidio.

(36)

B. DATA KUANTITATIF

Data kualitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuk, bentuk data kuantitatif dapat diperoleh atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika.

Data kuantitatif terdapat dua bentuk yaitu:

A. Data diskrit adalah data dalam bentuk angka (bilangan) yang diperoleh dengan cara membilang. Contoh data diskrit misalnya:

❖ Jumlah sekolah dasar negara di kecamatan XXX sebanyak 20

❖ Jumlah siswi laki-laki di SD YYY sebanyak 67 orang B. Data kontinum adalah data dalam bentukangka/bilangan yang

diperoleh berdasarkan hasil pengukuran. Data kontinium dapat berbentuk bilangan bulat atau ini tergantung jenis skala

pengukuran yang digunakan. Contoh data kontinium adalah:

❖ Tinggi badan budi adalah 150,5 sentimen

❖ IQ budi adalah 120.

4.3 DATA MENURUT WAKTU PENGUMPULANYA A. Data berkala (time series)

Data berkala adalah data yang berkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan harga bahan pokok selama 10 bulan terakhir yang terkumpul setiap bulan.

B. Data cross section

Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu. Misalnya hasil ujian semester 1, datasensus penduduk tahun 2010.

(37)

4.4 Data menurut susunan

A. Data acak atau data tunggal

Data acak atau tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval

B. Data kelompok

Data kelompok adalah data yangsudah tersusun atau dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau frekuensi.

4.5 UKURAN PEMUSATAN DAN PENYEBARAN DATA A. UKURAN PEMUSATAN DATA

Ukuran pemusatan data adalah ukuran yang banyak dipakai sebagai alat atau parameter untuk digunakan sebagai bahan pegangan dalam menafsirkan suatu gejala yang akan diteliti berdasarkan hasil pengolahan data. Ukuran pemusatan terdiri dari:

❖ Rata-rata hitung

❖ Rata-rata ukur

❖ Rata-rata hormonik

❖ Modus

❖ Meedian

B. UKURAN PENYEBARAN DATA

Selain ukuran pemutusan data, juga terdapat ukuran penyebaran data. Ukran ini digunakan untuk menunjukan seberapa jauhnya suatu data menyebar dari rata-ratanya. Ukuran penyebaran data terdiri dari :

❖ Jangkauan data(range)

❖ Jangkauan antar kuartil

❖ Simpangan kuartil

❖ Simpangan rata-rata

(38)

4.6 MENGOLA DATA HASIL PENELITIAN TENTANG DISTRIBUSI FREKUENSI, PEMUTASAN DAN DATA PENYEBARAN

A. Distribusi Frekuensi

Data pertama yang diperoleh pada suatu observasi disebut dengan data mentah (raw data). Data ini belum tersusun secara numerik. Sebagai contoh data mengenai tinggi badan siswa yang penyajiannya masih dalam bentuk presensi kehadiran yang biasanya hanya diurutkan berdasarkan alphabet nama siswa. Terkadang data mentah disajikan berdasarkan urutan naik (ascending) atau urutan turun (descending). Bentuk penyajian seperti ini disebut array. Selisih antara nilai data terbesar dan terkecil disebut rentang (range). Dalam bekerja dengan jumlah data yang cukup besar, biasanya lebih menguntungkan jika data ini disajikan dalam kelas-kelas atau kategori tertentu bersamaan dengan frekuensi yang bersesuaian.

Frekuensi yang dimaksud adalah banyaknya kejadian yang ada pada kelas- kelas tertentu. Suatu tabel yang menyajikan kelas-kelas data beserta frekuensinya disebut distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.

Macam-macam distribusi frekuensi yaitu :

1. Distribusi frekuensi menurut bilangan adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelas-kelasnya dinyatakan dalam angka-angka atau secara kuantitatif.

2. Distribusi frekuensi menurut kategori adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelas-kelasnya berdasarkan atas macam-macam data, atau golongan data.

(39)

BAB V

MENYAJIKAN DATA HASIL PENELITIAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI

5.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan peneliti adalah analisis teks media, dalam penelitian komunikasi yang khususnya berkaitan dengan media konvensional maupun media televisi. Beberapa definisi dalam menganalisis isi media antara lain, sebagai metode pembelajaran dan menganalisa komunikasi secara sistematis, secara objektif, dan bersifat kuantitatif. Tabel distribusi frekuensi adalah cara penyajian data berdasarkan pengelompokan data dalam kelas interval dengan frekuensi tertentu. Penyajian data dengan tabel distribusi frekuensi berfungsi untuk memudahkan pembaca atau mengkomunikasikan sekumpulan data yang sangat banyak. Pengelompokan data dengan frekuensi ke dalam kelas interval dapat diurutkan dari data terkecil ke data terbesar dan sebaliknya.

Adapun beberapa alternatif dalam menganalisa (terutama teks) media, yakni analisis wacana, hermeneotik, semiotika, dan analisis isi20. Dalam menganalisis media massa ada 4 metode penelitian dalam analisis teks media yang sering di lakukan oleh banyak peneliti, alias analisis media yaitu:

1. Analisis Isi Analisis isi (Content Analysis) adalah Suatu metode untuk menganalisis isi sebuah pesan atau teks.Pendekatan media ini adalah kuantitatif yang ditafsirkan dalam unit analisis yang bisa dihitung.Analisis isi bertujuan untuk mendapatkan pemahaman struktur makna sebuah teks dan pesan secara konsisten.

2. Analisis Isi Wacana

Analisis wacana adalah metode penelitian yang bersifat konstruktivisme, suatu analisis untuk membongkar maksud- maksud dan makna-makna tertentu dan suatu upaya

(40)

pengungkapan maksud tersembunyi dari subyek yang mengemukakan suatu pertanyaan.

3. Analisis Semiotika

Pengertian semiotika secara terminologis adalah ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Menurut Eco, semiotik sebagai “ilmu tanda” (sign) dan segala yang berhubungan dengannya cara berfungsinya, hubungannya dengan kata lain, pengirimannya, dan penerimaannya oleh mereka yang mempergunakannya. Menurut Eco, ada sembilan belas bidang yang bisa dipertimbangkan sebagai bahan kajian untuk semiotik, yaitu semiotik binatang, semiotik tanda-tanda bauan, komunikasi rabaan, kode-kode cecapan, paralinguistik, semiotik medis, kinesik dan proksemik, kode-kode musik, bahasa yang diformalkan, bahasa tertulis, alfabet tak dikenal, kode rahasia, bahasa alam, komunikasi visual, sistem objek, dan sebagainya Semiotika di bidang komunikasi pun juga tidak terbatas, misalnya saja bisa mengambil objek penelitian, seperti pemberitaan di media massa, komunikasi periklanan, tanda- tanda nonverbal, film, komik kartun, dan sastra sampai kepada musik.

4. Analisis Framing nalisa

Framing adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas aktor, kelompok, atau apa saja yang bisa dikonstruksi oleh media. Analisa framing memiliki dua konsep yakni konsep pskiologis dan sosiologis.Konsep psikologis lebih menekankan pada bagaimana seseorang memproses informasi pada dirinya sedangkan konsep sosiologis lebih melihat pada bagaimana konstruksi sosial atas realitas. Analisis Framing

(41)

sendiri juga merupakan bagian dari analisis isi yang melakukan penilaian tentang wacana persaingan antar kelompok yang muncul atau tampak di media.

5.2 PENYAJIAN DATA

Data populasi atau sample yang sudah terkumpul selanjutnya diatur, disusun dan disajikan dalam bentuk yang jelas dan komunikatif.

Secara umum terdapat beberapa cara penyajian data statistik, yaitu dengan menggunakan Narasi, Tabel, Grafik dan Diagram.

1. TABEL

❖ Tabel Biasa

Penyajian data statistik ataupun data hasil penelitian dengan menggunakan tabel lebih efisien dan komunikatif, sehingga banyak digunakan.

❖ Tabel Distribusi Frekuensi

Yaitu penyusunan suatu data dalam bentuk kelompok mulai dari yang terkecil sampai ke yang terbesar berdasarkan kelas-kelas interval atau kategori tertentu. Tabel Distribusi Frekuensi disusun bila jumlah data yang akan disajikan cukup banyak sehingga tidak akan efektif dan kurang komunikatif bila disajikan dengan tabel biasa.

2. GRAFIK

Grafik adalah lukisan pasang surutnya suatu keadaan (turun naiknya hasil statistik)

❖ Histogram (Batang)

❖ Poligon (Garis) 3. DIAGRAM

Merupakan gambaran untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu data yang akan disajikan.

(42)

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Imam, Pengantar Statistika Inferensial, Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

Budiyono. 2009. Statistika Untuk Penelitian. Surakarta: Rajawali Press.

Sireger, Syofia. 2011. Statistik Deskriptif untuk Penelitian. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Usman, Husaini. 2012. “Pengantar Statistika”. Jakarta:PT Bumi Aksara

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono, 2006. Statistik Untuk Penelitian, Bandung : CV. Alfa Beta. Surakhmad, Winarno.

2006. Metodologi Penelitian. Bandung: Tarsito.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta Sugiono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

2) Peritoneum viseral: melapisi semua organ yang berada dalam rongga abdomen. 3) Ruang yang berada diantara kedua lapisan disebut ruang peritoneal. 4) Didalam

Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran darah yang berfungsi untuk mengedarkan darah dari jantung ke berbagai organ dan jaringan tubuh

Pada uji Iod, hanya amilum yang menunjukkan hasil positif termasuk polisakarida dengan menunjukkan perubahan warna menjadi biru kehitaman.Dalam tubuh manusia,

Sub-CP Mata kuliah (Sub-CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada

140 bekerja sama, dan mengalami saat-saat biasa dan istimewa dengan orang-orang lawan jenis tanpa hubungan asmara. Kedua, persahabatan yang lebih istimewa. Adalah

Kata- kata “ reagen” dan “reaktan” dapat digunakan secara bergantian. Reaksi kimia dapat terjadi ketika dua atau lebih reaktan digabungkan bersama. Reaktan harus

Potensial dari setiap elektrode yang terukur dibandingkan terhadap elektrode referensi yang terbuat dari perak/perak Chloride dengan voltase(tegangan) yang stabil dan tetap.

baik atau tidak baik, hal itu akan terlihat dan dapat dikenali melalui penggunaan bahasa Indonesianya. Pengembanan fungsi demikian seyogianya mendapat pencermatan agar kita