• Tidak ada hasil yang ditemukan

Embun Pagi. Jul 29, For subscription of our Daily Focus, please contact us at MNCN share buyback

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Embun Pagi. Jul 29, For subscription of our Daily Focus, please contact us at MNCN share buyback"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Mimi Halimin +62-21-515-1140 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]

Stock valuations of MNCN, BMTR, MSKY, and BHIT

Embun Pagi

MNCN share buyback

Pada tanggal 17 Juni, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham. Buyback ini akan dilaksanakan selama 18 bulan terhitung setelah MNCN mendapatkan persetujuan dari RUPSLB pada tanggal 27 Juli 2015, dan kemarin (27/7) MNCN mendapat persetujuan. Oleh karena itu, aksi korporasi ini akan dimulai dari 28 Juli 2015 sampai dengan 28 Januari 2017.

Dikatakan bahwa MNCN akan membeli kembali sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor atau maksimum 1.256.620.150 saham atau setinggi-tingginya IDR3.2tr dengan asumsi harga rata-rata buyback Rp2.500/saham. Aksi korporasi ini adalah untuk meningkatkan kinerja saham MNCN.

Serupa dengan MNCN, perusahaan lain di bawah Media Nusantara Citra (MNC) Grup juga melakukan buyback saham. Mereka adalah PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT).

PT MNC Investama Tbk (BHIT), yang merupakan perusahaan induk dari MNCN, BMTR dan MSKY, berencana untuk membeli kembali sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor atau maksimum IDR1.52tr dengan asumsi harga rata-rata buyback Rp400/lembar. Setelah mengumumkan aksi korporasi ini, harga saham BHIT naik c.49.2% (dari 17 Juni - 27 Juli 2015).

Berdasarkan fakta diatas, kami berpikir bahwa harga saham MNCN mungkin akan mengikuti holding company meskipun tampaknya pergerakan harga MNCN lebih lambat. Harga saham MNCN hanya naik sedikit c.3,8% dari 17 Juni-27 Juli, Namun dari 23 Juli-27 Juli 2015, harga saham MNCN telah naik 10,5%. Kami menyarankan investor untuk meninjau kembali MNCN karena pergerakan harga saham yang masih tertinggal dan valuasi yang lebih murah dibandingkan dengan BMTR, MSKY dan BHIT (lihat gambar valuasi di bawah).

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 4,714.8 -1.2 -2.3 -6.2

MSCI EM 891.2 -0.2 -7.0 -17.4

HANG SENG 24,503.9 0.6 -6.2 -1.2

KOSPI 2,039.1 0.3 -1.0 -1.1

FTSE 6,555.3 0.8 -1.7 -4.4

DJIA 17,630.3 1.1 -0.9 3.1

NASDAQ 5,089.2 1.0 1.6 13.4

Valuation

2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)

JCI 14.3 2.3 17.9

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.50 0 -25 -25

3yr 8.04 9 -8 43

10yr 8.53 16 11 50

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 13,465.00 0.0 0.9 16.3

USD/KRW 1,164.69 -0.2 3.5 13.7

USD/JPY 123.56 0.3 0.8 21.0

USD/CNY 6.21 0.0 0.0 0.4

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 48.0 1.2 -18.2 -48.8

Gold 1,095.5 0.1 -7.1 -15.7

Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4

Palm Oil 632.5 0.8 -1.9 -19.4

Rubber 119.7 0.0 -8.6 -12.6

Nickel 11,325.0 2.7 -4.3 -39.3

Copper 5,297.5 2.1 -8.5 -25.2

Tin 16,150.0 2.9 5.4 -30.7

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

1,200 5,500

(pt) JCI MSCI EM (pt)

19.3

25.4

38.8

33.0

15.4 14.1

64.2

23.9

20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0

(x) 5-yr historical P/E 2015F P/E

(2)

Local flashes

JPFA: Semester I/2015, Japfa Comfeed Merugi Rp272 Miliar. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp272,13 miliar pada semester I/2015. Perolehan tersebut berkebalikan dengan yang dicatatkan oleh perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp325,98 miliar.

Dampaknya, perseroan menanggung rugi per saham dasar sebesar Rp26, yang sebelumnya laba Rp31. (Bisnis Indonesia)

BDMN: Ekonomi Melambat, Laba Bank Danamon Turun 16%. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,25 triliun pada semester I 2015. Jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, perolehan laba tersebut turun 16 persen. Pada semester I 2014, laba bersih Bank Danamon tercatat Rp 1,48 triliun. Direktur Utama Bank Danamon, Sng Seow Wah mengatakan, perekonomian yang melambat berdampak pada kerja perseroan. (Liputan 6)

AUTO: Laba Astra Otoparts Anjlok 66,4% Jadi Rp152,2 Miliar. PT Astra Otoparts Tbk.

(AUTO) mengalami penurunan laba bersih 66,4% menjadi Rp152,2 miliar pada semester I/2015 dari sebelumnya Rp454,03 miliar. Sesuai dengan laporan keuangan perseroan yang dirilis hari ini, Rabu (29/7/2015), disebutkan laba per saham dasar juga merosot menjadi Rp32 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp94 per lembar. (Bisnis Indonesia)

AKRA: Laba Corporindo Naik 60% Jadi Rp605,24 Miliar. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp605,24 miliar sepanjang semester I-2015 atau meningkat 60,98 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp375,96 miliar. Mengutip laporan keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7/2015), kenaikan laba bersih justru membuat pendapatan dan penjualan perseroan mengalami penurunan 8,75 persen menjadi Rp10,27 triliun, dari posisi Rp11,25 triliun di semester I-2014. (Metrotvnews)

GIAA: Setelah Rugi Triliunan, Garuda Indonesia Raup Laba Rp368,67 Miliar. Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. boleh bergembira akibat meraup laba bersih US$27,72 juta setara dengan Rp368,67 miliar (Kurs Rp13.300/US$) pada semester I/2015. Sesuai dengan laporan keuangan perseroan yang dirilis hari ini, Rabu (29/7/2015), perolehan laba tersebut berbanding terbalik dengan tahun lalu.

Pada paruh pertama tahun lalu, emiten berkode saham GIAA tersebut menderita rugi bersih US$203,02 juta setara dengan Rp2,7 triliun. (Bisnis Indonesia)

PTBA: Laba Bukit Asam Paruh Pertama 2015 Merosot 31,2% Jadi Rp795 Miliar. Laba bersih PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. merosot 31,2% pada semester I/2015 menjadi Rp795,1 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp1,15 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis hari ini, Rabu (29/7/2015), disebutkan penurunan juga terjadi pada laba per saham dasar menjadi Rp366 dari sebelumnya Rp532. (Bisnis Indonesia)

BSDE: Penjualan Properti BSD Naik 29% Jadi Rp 3,5 Triliun. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) mencatat pra-penjualan Rp 3,5 triliun di paruh pertama 2015. Angkanya naik 29% dibandingkan posisi periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,7 triliun. Direktur BSD Hermawan Wijaya mengatakan, tahun ini perusahaan properti itu membidik pra- penjualan Rp 7,5 triliun. Saat ini realisasi pra-penjualan BSD sudah mencapai 46% dari target 2015. (Detik Finance)

(3)

Technical analysis

View from the Charts

Pelemahan bursa utama asia pasifik sebagai dampak runtuhnya harga-harga saham di pasar china, menjadi katalis negatif yang mengakibatkan berlanjutnya dominasi jual pada pasa modal Indonesia. IHSG kembali gagal bertahan pada support 4,720 dan merosot hingga -1.2% menuju level 4,715 (rekor harga terendah 2015).

Sepanjang sesi perdagangan kemarin, asing kembali membukukan nilai penjualan bersih IDR527.2bn, diseluruh papan perdagangan. Perburuan pada saham-saham murah di sesi kedua perdagangan kemarin, berhasil mendorong IHSG dari posisi overbought 0.0%

menguat pada posisi 1.6% kondisi yang serupa. Hal tersebut, secara tidak langsung, menggambarkan adanya optimisme dari para pelaku pasar bahwa IHSG telah berada pada area support terendah 4,680-4,720 dari target Fibonacci retracement.

Berdasarkan asumsi di atas, IHSG memiliki peluang untuk mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini, untuk selanjutnya mencoba bertahan pada area distribusi koreksi 4,680-4,826. Beberapa saham ‘Big Cap’ seperti ASII ASII BMRI BBCA TLKM BBRI yang telah mengalami tekanan rerata 7.5% sejak IHSG gagal melakukan kembali ke area 5,000 awal bulan Juli 2015, dapat menjadi pemicu untuk membentuk pembalikan arah berdasarkan analisa teknikal (technical rebound).

Chart 1. IHSG Daily Chart Chart 2. IHSG Intraday Chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Recommendation Trading

Close 4,715

Resistance 4,720

Support 4,685

Stop-Loss 4,680

(4)

Stocks on our focus list

PT Astra International, Tbk (ASII)

Pada perdagangan kemarin ASII terpuruk hingga -1.2% ditutup pada level harga IDR6,350, setelah sebelumnya menguji kekuatan support IDR6,300 di awal sesi pembukaan perdagangan. Sejak gagal melakukan penetrasi resistensi IDR7,150, ASII membukukan merosot hingga 10.2% membentuk rekor harga terendah 2015 di level IDR6,325 sekaligus menyeretnya pada posisi 0.0% oversold area stochastic.

Dalam kondisi normal dimana ASII masih berada pada area trend support IDR6,350- 6,340 Decending Broadening Formation, maka ASII memiliki peluang untuku melakukan technical rebound selanjutnya menguji resistensi target di IDR6,450-6,500.

Recommendation Trading

Target Price 6,500

Close 6,350

Resistance 6,400

Support 6,300

Stop-Loss 6,250

Chart 3. ASII

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(5)

BMRI merupakan salah satu saham yang membukukan pelemahan 6.2%, sejak gagal untuk bertahan pada ambang harga IDR10,350. Ditengah maraknya tekanan jual dihampir seluruh sektor kemarin, BMRI terpuruk hingga -1.8% ke level support terendah 2015 di IDR9,375 dan membentuk celah atas IDR9,525.

Munculnya perimbangan antara kekuatan beli terhadap tekanan jual yang membentuk doji diiringi oleh pembalikan arah pada area oversold 8.9% stochastic, membuka peluang bagi BMRI untuk melakukan technical rebound dengan target pencapaian pada penutupan celah IDR9,525

Dengan demikian, kami perkirakan BMRI memiliki peluang bergerak dalam rentang harga IDR9,350-9,550

Recommendation Trading

Target Price 9,525

Close 9,375

Resistance 9,550

Support 9,350

Stop-Loss 9,250

Chart 4. BMRI

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(6)

PT Bank Rakyat Indonesia(Persero), Tbk (BBRI)

Dengan terpuruknya BBRI hingga -3.8% pada area trend support IDR9,350-9,400 dari pola descending broadening formation, emiten tersebut telah membukukan pelemahan sebesar -13.8% sejak gagal melakukan penetrasi resistensi harga IDR11,000.

Hal tersebut menyeret posisi BBRI ke dasar area oversold stochastic 0.0%.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas yang sekaligus disertai meningkatnya total saham yang diperdagangkan hingga mencapai 17.6% di atas rerata total selama 20hari perdagangan, memberikan indikasi serta peluang bagi BBRI untuk melakukan technical rebound dengan basis support IDR9,350.

Kami perkirakan BBRI pada perdagangan hari ini akan mencoba bergerak dalam rentang harga IDR9,400-9,650.

Recommendation Trading

Target Price 9,625

Close 9,400

Resistance 9,500

Support 9,350

Stop-Loss 9,350

Chart 5. BBRI

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(7)

Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price

Note: The latest figure for India is Jul, 27th ;

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 12,800

12,900 13,000 13,100 13,200 13,300 13,400 13,500

4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400

4/28 5/12 5/26 6/9 6/23 7/7 7/21

(IDR)

(pt) JCI Composite Index (L)

USD/IDR (R)

-1.2

-3.2 -3.4

-7.4 -1.0

1.1

3.7

10.2

-12 -8 -4 0 4 8 12

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

-6

-103

-39 -52 -28

-118

-556 -547

-94

-291 -90

-15

-600 -500 -400 -300 -200 -100 0

Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400

40 50 60 70

4/15 5/15 5/15 6/15 6/15 7/15 7/15

Brent (L) CPO(R) (USD)

( (USDmn)

70 75 80 85 90 95 100 105 110 115

4/15 5/15 6/15 7/15

(D-3M=100) Copper Nickel Tin

85 90 95 100 105 110 115 120 125

4/15 5/15 6/15 7/15

Silver Gold Platinum

(8)

Table. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15

BANKING

Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,000 320,515 -3.3 -3.7 -4.1 12.1 19.6 17.4 4.2 3.5 23.3 21.7

Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 9,375 218,750 -1.8 -6.3 -7.2 -8.5 12.7 10.1 2.4 1.8 20.9 19.6

Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 9,400 231,890 -3.8 -7.2 -10.3 -16.1 11.9 9.0 2.9 2.0 27.4 24.1 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 4,745 88,488 -2.2 -6.5 -10.0 -7.0 10.6 7.6 1.9 1.3 20.2 18.2

Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,085 39,153 -0.4 -1.9 -2.7 6.0 16.7 11.6 1.3 1.1 8.1 9.4

Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 3,325 19,419 -4.3 1.4 -6.3 -19.9 12.5 8.8 2.0 1.4 17.2 17.1 PROPERTY

Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 815 3,835 -4.1 -13.8 -18.5 10.1 12.0 8.2 1.9 1.2 16.7 16.8

Ciputra Property Tbk PT CTRP 500 3,075 -2.9 -5.7 -13.0 -34.2 12.8 7.0 1.2 0.7 9.4 11.2

Pakuwon Jati Tbk PT PWON 404 19,456 -4.9 -2.7 -8.6 -2.7 9.9 9.8 4.0 2.6 50.1 26.1

Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 510 10,021 0.0 -4.7 -15.7 -2.9 10.0 7.2 1.8 1.4 19.5 19.9

Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,675 32,238 -4.8 -10.4 -4.6 5.7 8.5 11.9 2.2 1.8 29.9 16.9

CONSTRUCTION

Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 840 2,864 -1.8 -1.2 -1.2 5.0 23.3 15.1 4.8 3.2 21.1 22.2

Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,590 4,665 2.4 -5.1 24.2 -16.7 19.3 12.3 3.6 2.3 19.7 19.1

Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,830 17,402 -3.6 -8.1 8.4 6.8 36.7 24.8 5.7 3.9 17.7 15.7

Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 3,920 18,982 -1.9 -2.2 8.9 73.5 32.5 26.5 7.2 5.8 24.3 25.3

Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,735 24,276 -2.3 -4.7 9.8 119.7 28.3 28.2 5.0 5.2 19.2 14.8

RETAIL & CONSUMER

Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,025 52,902 0.4 -3.2 -9.1 -14.8 18.9 12.4 2.4 1.9 16.0 15.7

Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,655 77,578 -0.3 -2.4 -1.8 -4.3 41.6 32.9 9.1 7.2 23.6 22.6

Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 4,625 7,678 -0.1 -7.3 -17.4 -11.1 112.8 26.7 3.3 2.7 3.0 10.6

Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 40,000 305,200 0.6 -0.6 0.0 30.1 43.0 49.0 53.6 61.4 129.6 128.6

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 12,050 70,263 -1.2 -4.0 -4.4 15.3 29.3 22.8 5.4 4.4 19.5 20.0

Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 700 4,967 -0.7 2.9 1.4 -35.2 15.8 16.8 1.7 1.4 10.8 9.1

Mayora Indah Tbk PT MYOR 26,750 23,924 0.0 4.9 8.7 -10.4 46.3 29.1 4.7 4.7 10.3 18.5

Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 620 10,633 -1.6 -6.1 -3.1 -33.0 24.2 18.5 5.7 3.8 26.0 22.0

Gudang Garam Tbk PT GGRM 47,975 92,308 -4.1 -3.2 8.5 -11.5 21.8 16.0 3.5 2.5 17.2 16.0

Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,070 5,416 -1.4 -7.4 -6.6 -18.3 37.2 22.3 7.3 4.6 21.6 22.2

AUTOMOTIVE

Astra International Tbk PT ASII 6,350 257,071 -1.2 -7.0 -7.0 -17.8 15.7 13.5 3.1 2.5 21.4 18.3

Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 3,405 9,416 -2.7 -3.9 -2.4 -25.0 N/A 22.3 1.9 1.5 -2.2 6.1

Astra Otoparts Tbk PT AUTO 2,195 10,579 -0.2 -0.7 -6.4 -43.7 23.2 16.7 2.2 1.1 9.8 6.5

TELECOMMUNICATION

Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,845 286,776 0.7 0.7 -3.1 7.9 19.1 16.9 4.1 3.8 22.8 22.1

XL Axiata Tbk PT EXCL 2,785 23,788 -6.4 -15.1 -25.9 -48.4 N/A 136.7 3.0 1.7 -6.1 1.1

Indosat Tbk PT ISAT 4,300 23,366 0.5 -0.6 7.5 7.2 20.2 43.0 1.6 1.7 -13.3 3.0

INFRASTRUCTURE

Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 5,525 37,570 -2.2 -3.5 0.5 -14.0 34.2 23.4 4.9 3.5 14.9 15.1

Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 8,400 40,291 -1.8 -6.1 -9.4 1.2 35.3 25.2 11.5 6.2 32.7 30.3 MINING

Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 530 5,055 -3.6 -13.1 -23.7 -58.3 N/A N/A 0.9 0.6 -6.3 0.4

Timah Persero Tbk PT TINS 575 4,282 -3.4 -7.3 -20.7 -59.5 13.5 9.0 1.6 0.8 12.2 7.4

Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 6,425 14,804 2.4 -0.8 -24.4 -44.8 13.5 9.7 3.2 1.5 25.2 17.3 CEMENT

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 20,925 77,030 -1.4 -4.0 -0.2 -16.1 17.5 15.0 3.7 3.0 22.1 19.8

Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 1,485 11,379 -0.3 -1.0 -2.3 -51.0 25.1 20.4 1.9 1.3 7.6 5.4

Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 10,100 59,908 -1.5 -12.7 -16.4 -39.1 17.3 11.1 4.0 2.2 24.8 20.5 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates

(9)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 1,933.6 -2.6 HERO IJ 1785 7,468 10.19

Mining 997.4 0.1 ADRO IJ 600 19,192 8.11

Basic-Industry 398.4 -1.8 JKON IJ 940 15,330 4.44

Miscellaneous Industry 1,121.6 -0.9 ULTJ IJ 3850 11,120 4.05

Consumer Goods 2,162.7 -0.4 SMSM IJ 4795 6,903 2.79

Property & Construction 499.2 -1.7 PTBA IJ 6425 14,804 2.4

Infrastructure 993.5 -0.2 AKRA IJ 6025 23,737 2.12

Finance 663.8 -2.3 BBTN IJ 1200 12,681 1.69

Trade 906.3 -0.5 GIAA IJ 426 11,020 1.67

Composite 4,714.8 -1.2 ITMG IJ 10150 11,469 1.5

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

TLKM IJ 0.7 2,845 BBCA IJ -3.4 13,000

UNVR IJ 0.6 40,000 BBRI IJ -3.8 9,400

ADRO IJ 8.1 600 BMRI IJ -1.8 9,375

PGAS IJ 0.8 3,935 GGRM IJ -4.1 47,975

HERO IJ 10.2 1,785 ASII IJ -1.2 6,350

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

2:00am CHF UBS Consumption Indicator 1.73

2:00am EUR GfK German Consumer Climate 10.1 10.1

4:30am GBP Net Lending to Individuals m/m 3.0B 3.1B

4:30am GBP M4 Money Supply m/m 0.4% 0.5%

4:30am GBP Mortgage Approvals 66K 64K

6:00am GBP CBI Realized Sales 30 29

10:00am USD Pending Home Sales m/m 1.0% 0.9%

10:30am USD Crude Oil Inventories -0.1M 2.5M

2:00pm USD FOMC Statement

2:00pm USD Federal Funds Rate <0.25% <0.25%

6:45pm NZD Building Consents m/m 0.0%

7:50pm JPY Prelim Industrial Production m/m 0.4% -2.1%

8:30pm AUD RBA Gov Stevens Speaks

9:30pm AUD Building Approvals m/m -0.8% 2.4%

9:30pm AUD Import Prices q/q 1.4% -0.2%

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sour ces which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any resp onsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or l iability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position,

Referensi

Dokumen terkait

Diperdagangkan pada titik 84.1 overbought stochastic yang memiliki kecenderungan arah positif, memberikan ruang bagi indeks sektor tersebut untuk bergerak menguat serta

Hit and Run yang terjadi pada BBTN kemarin, pada akhirnya berhasil mengembalikan posisi saham emiten tersebut pada area positif dan di tutup menguat 1.3% di level harga

Serupa dengan pola perdagangan pada sektor perdagangan, indeks sektor consumer pun berhasil melakukan pembalikan arah pada support 1,860.0 bergerak positif dan

Dalam rangka memenuhi kebutuhan berbuka puasa, orang mempunyai selera makan yang tinggi untuk menghabiskan seperti makanan bergizi, suplemen, dan makanan manis..

Melihat kembali pergerakan pasar yang cenderung naik (sebelum penurunan di tanggal 27 April), kami terkejut melihat sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang

Sebagaimana beberapa saham property yang mencatatkan penguatan di penutupan perdagangan kemarin, LPKR pun mengalami penguatan sebesar 3.0% dan ditutup pada harga

Pada saat yang sama, harga emas meningkat c.1,0% dikarenakan oleh ketidakpastian dan volatilitas pasar yang berlangsung lebih lama dari ekspektasi pasar membuat

Ditutup mendekati area Fibonacci retracement 2,000-2,100 setelah berhasil bergerak positif dari swing negatif di area 2,026.9, membuka peluang bagi sektor konsumsi untuk