Nur Marini +62-21-515-1140 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]
Go-Jek is the new green friend in town
Embun Pagi
The new green friend in town
Sebagai pekerja profesional Indonesia menjalani kehidupan sehari-hari di kawasan bisnis Jakarta, saya melihat perubahan segar di sekitar. Di jalan-jalan, saya menyadari semakin banyak helm dan jaket hijau menggunakan sepeda motor.
Helm dan jaket tersebut penyedia jasa Go-Jek. Go-Jek adalah layanan kurir pengiriman cepat, transportasi, makanan dan belanja dalam bentuk ojek.
Sejak berdirinya pada Januari 2015 Go-Jek tumbuh dengn cepat dan mendapat perhatian. Menurut laporan pers, Gubernur DKI Jakarta meminta aplikasi Go-Jek untuk mendukung operator bus kota milik Transjakarta (Go Busway). Tarif GO-Jek IDR4,000/km, dengan sistem bagi hasil adalah 80 (driver) : 20 (Go-Jek). Driver Go- Jek mengatakan untuk mendapatkan upah minimum di Jakarta (IDR2,700,000 per bulan), mereka harus mendorong 42.2km/hari (dengan asumsi 5 hari kerja), kami menganggap adalah jarak tempuh yang wajar. Yang perlu diketahui, Go-Jek mendapat bantuuan dana dari ventura Northstar Group, NSI Ventures (perusahaan investasi yang bermarkas di Singapore).
Mencoba layanan baru Go Food, saya memutuskan untuk mencoba layanan pengiriman makanan. Kami memesan bakmie dari sebuah toko yang terletak di Senayan yang berjarak 3.5km (13min menurut Google peta) dari kantor kami. Saya memesan, setelah jam makan siang (pukul 3:39). Pengalaman pertama pemesanan saya sangat tidak menyenangkan. Butuh waktu 49 menit untuk hanya menemukan driver dan kemudian kecewa melihat bahwa aplikasi Go-Jek tidak bisa menemukan diver untuk mengambil pesanan. Saya menyerah dengan bakmi pesanan saya.
Dalam pandangan kami (a) harga yang wajar untuk mitra tenaga kerja, (b) membantu mengatasi kemacetan lalu lintas, dan (c) meningkatkan pendapatan driver dan juga menjadi awal mulai untuk usaha ini. Sedangkan potensi keberhasilan Go-Jek akan menjadi proxy yang baik untuk cerita pemulihan konsumsi di Indonesia, kita berpikir bisa mengeksekusi permintaan juga sangat penting.
Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 4,982.9 0.8 -3.1 0.8
MSCI EM 964.3 -0.7 -1.1 -8.6
HANG SENG 26,064.1 -0.8 -3.6 11.6
KOSPI 2,104.4 -1.2 1.8 4.7
FTSE 6,585.8 -0.7 -2.6 -3.4
DJIA 17,730.1 -0.2 -1.8 4.0
NASDAQ 5,009.2 -0.1 -1.7 11.8
Valuation
2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)
JCI 15.8 2.6 18.3
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 0 -25 -25
3yr 8.01 -3 9 46
10yr 8.31 0 8 16
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 13,320.00 -0.1 0.8 11.9
USD/KRW 1,122.97 -0.2 0.0 11.1
USD/JPY 122.79 -0.2 -1.4 20.5
USD/CNY 6.21 0.0 0.1 -0.1
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 56.9 -0.1 -4.4 -40.8
Gold 1,168.7 0.2 -0.5 -11.5
Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4
Palm Oil 682.5 -3.5 -4.2 -23.3
Rubber 127.3 0.0 -10.0 -11.6
Nickel 12,000.0 -1.6 -8.9 -38.1
Copper 5,759.0 -0.6 -3.0 -19.5
Tin 13,900.0 -3.1 -6.2 -37.0
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
1,200 5,500
(pt) JCI MSCI EM (pt)
Local flashes
SMRA: Semester I, SMRA kantongi marketing sales Rp 2,7 Triliun. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan marketing sales sebesar Rp 2,7 triliun sepanjang semester I 2015. Itu artinya, perseroan telah merealisasikan 49% target yang dipatok hingga akhir tahun. Jika dibanding dengan pra penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,4 triliun, realisasi ini meningkat 12,5%. Michael Yong, Sekretaris perusahaan SMRA mengatakan sebagian besar marketing sales berasal dari proyek Summarecon Serpong yakni apartemen dan cluster allogio. (Kontan)
PTPP: PP berhasil raup kontrak baru separuh target. Emiten konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) telah mengantongi kontrak baru Rp 13,3 triliun. Artinya, sepanjang semester I perseroan telah berhasil merealisasikan 49% dari target kontrak baru yang dipatok tahun ini. Dalam enam bulan pertama ini, perolehan kontrak baru PTPP hampir separuh dari target. Ini mengalami kenaikan sebesar 58,3%
dari periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 8,4 triliun. (Kontan)
KPIG: Tarik pinjaman, KPIG jaminkan sejumlah lahan. PT MNC Land Tbk (KPIG) menjaminkan aset sebagai kompensasi penarikan pinjaman bank. Perseroan memperoleh pinjaman dari PT Bank Bukopin Tbk senilai Rp 100 miliar. M Budi Rustanto, Wakil Direktur Utama KPIG mengatakan, sebagai jaminan pelunasan pinjaman itu, pihaknya menyerahkan hak guna bangunan atas lahan di Kedoya Utara atas nama PT Global Land Development milik perseroan. (Kontan)
ASII: Dongkrak profit, Astra turunkan utilitas pabrik. PT Astra International Tbk (ASII) bekerja keras untuk memperbaiki kinerja. Salah satunya adalah menekan biaya dengan harapan bisa meningkatkan keuntungan. Namun, di saat yang sama perseroan juga berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar otomotif di dalam negeri. Tira Adianti, Investor Relations ASII mengatakan, strategi untuk menurunkan biaya adalah mengatur inventori alias stock management. Hal ini diikuti dengan adanya penurunan utilisasi pabrik. (Kontan)
TLKM: Telkom Agresif Besarkan Bisnis Digital. Berkembangnya industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia memicu PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk memperbesar pendapatan dari segmen digital bisnis. Direktur Enterprise &
Business Telkom Muhammad Awaluddin mengatakan, dari direktoratnya, digital bisnis tercatat menyumbang kontribusi sebesar 67 persen ke pendapatan, sedangkan 33 persen dari tradisional. (Berita Satu)
JPFA: Japfa jajaki ekspor DOC ke Myanmar. PT Japfa Comfeed Indonesia menjajaki ekspor day old chicken (DOC) ke Myanmar. Cara ini dapat mengurangi kelebihan produksi DOC yang tengah terjadi di industri perunggasan. Selain juga sebagai cara untuk mendongkrak harga DOC yang saat ini jatuh akibat kelebihan produksi. Pekan lalu Delegasi dari Livestok Fisheries and Rural Development for Republic of the Union Of Myanmar beserta pelaku bisnis peternakan dan perikanan dari Myanmar menjajaki kemungkinan kerjasama bisnis. Japfa diharapkan dapat memasok supply dari produksi DOC ke Myanmar. (Kontan)
CTRS: Marketing sales Ciputra Surya terealisasi 51%. PT Ciputra Surya Tbk telah memenuhi sebagian target marketing sales. Tahun ini, entitas Grup Ciputra tersebut menargetkan marketing sales Rp 2,4 triliun. Nanik Santoso, Direktur Ciputra Surya bilang, hingga saat ini realisasi marketing sales perseroan telah mencapai 51%. Artinya, posisi marketing sales saat ini setara Rp 1,22 triliun. (Kontan)
Technical analysis
View from the Charts
Sejak terjadinya pembalikan arah pada basis support 4,850 awal pekan lalu, IHSG telah mengantongi peningkatan sebesar 1.2% dengan 2.6% lebar swing. Berlanjutnya akumulasi saham-saham big cap sepanjang perdagangan akhir pekan lalu telah membawa IHSG naik 0.8% dan ditutup pada level 4,983, yang sekaligus mendorongnya mencapai puncak overbought stochastic.
Hingga akhir sesi perdagangan pekan kemarin, investor asing kembali membukukan total nilai pembelian bersih yang kali ini sebesar IDR163.8bn dari total nilai transaksi IDR4.07tr diseluruh papan perdagangan. Peningkatan nilai index juga mendorong posisi harga menuju area positif, dan membentuk golden cross MA(5,20) yang merupakan salah satu indikator yang diharapkan mendorong potensi kelanjutan penguatan IHSG di awal pekan perdagangan ini. Namun demikian perketat stop loss harga 4,920, untuk mengantisipasi adanya tekanan pelamahan yang mungkin akan membayangi pergerakan IHSG sebagai akibat sentiment negatif pergerakan bursa- bursa utama global maupun regional yang bergerak pada area negatif..
Dengan demikian, kami perkirakan IHSG akan dibayangi oleh aksi ambil untung sekaligus mencoba untuk kembali bertahan pada area 4,950-5,010.
Chart 1. IHSG Daily Chart Chart 2. IHSG Intraday Chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Recommendation Trading
Close 4,982
Resistance 5,005
Support 4,950
Stop-Loss 4,920
Stocks on our focus list
PT Unilever Indonesia, Tbk (UNVR)
Bargain hunting pada UNVR di akhir pekan lalu telah mendorong saham tersebut untuk menguat 2.6% dan ditutup pada level harga IDR41,375. Dengan demikian selama sepekan kemarin, UNVR telah mencatatkan kenaikan 3.4% akumulasi yang sekaligus mendorongnya diperdagangkan pada 100% overbought level stochastic dalam area distribusi MACD positif.
Perketat posisi stop-loss harga IDR40,900, untuk mengantisipasi aksi ambil untung serta tekanan pada IHSG yang mungkin muncul. Kami perkirakan UNVR bergerak dengan potensi swing selebar 2.5%, dalam rentang harga IDR41,000.-41,500.
Recommendation Trading
Target Price 41,500
Close 41,375
Resistance 41,500
Support 40,900
Stop-Loss 40,500
Chart 3. UNVR
HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Selama sepekan kemarin, BMRI bergerak cenderung datar pada rectangle area IDR10,000-10,250. Dan pada akhir pekan lalupun BMRI gagal untuk melakukan penetrasi resistensi harga IDR10,200, ditutup menguat 0.99% di harga IDR10,175.
Waspadai pontesi pembalikan arah ataupun tekanan jual pada BMRI yang mungkin akan membayangi pergerakannya di awal pekan ini, salah satu alasannya adalah penguatan harga di akhir pekan lalu tidak didukung oleh besaran jumlah saham yang diperdagangkan. Dimana jumlah saham yang diperdagangkan kemarin, 49.8% lebih rendah dibandingkan jumlah saham yang diperdagangkan hari sebelumnya.
Pada posisi overbought 91.7% stochastic BMRI masih memiliki ruang untuk menguji kekuatan resisten IDR10,200 yang merupakan titik akumulasi keuntungan pada swing positif hari ini. Akumulasi keuntungan dapat dilakukan pada rentang IDR10,200-10,250.
Recommendation Trading
Target Price 10,250
Close 10,175
Resistance 10,200
Support 10,100
Stop-Loss 10,000
Chart 4. BMRI
HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Matahari Department Store, Tbk (LPPF)
Paska membukukan kenaikan 3.7% dan ditutup pada level harga IDR17,675, LPPF mulai terlihat kehilangan kekuatannya di akhir sesi perdagangan akhir pekan lalu. Munculnya aksi ambil untung pada saat mencapai IDR17,775 mengakibatkan LPPF gagal bertahan pada support IDR17,725nya.
Dengan memperketat stop-loss IDR17,150, akumulasi keuntungan yang telah diperoleh pada potensi swing IDR17,700-18,000. Selanjutnya kami perkirakan LPPF akan bergerak dalam rentang harga IDR17,500-18,000.
Recommendation Take Profit
Target Price 18,000
Close 17,675
Resistance 17,725
Support 17,450
Stop-Loss 17,150
Chart 5. LPPF
HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price
Note: The latest figure for India is Jul, 02th ;
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300
11,800 12,300 12,800 13,300 13,800
4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400 5,500 5,600
4/6 4/20 5/4 5/18 6/1 6/15 6/29
(IDR)
(pt) JCI Composite Index (L)
USD/IDR (R)
0.8 1.2
-2.3 1.5 1.6
0.7
-0.5
10.8
-4 0 4 8 12
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
-14
-193 12
-43
6 90 48
-387 0
-157 6
-96
-500 -400 -300 -200 -100 0 100 200
Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400
40 50 60 70
4/15 4/15 5/15 5/15 6/15 6/15 6/15
(USD/b) Brent (L) CPO(R) (USD)
(
70 75 80 85 90 95 100 105 110 115
4/15 5/15 6/15
(D-3M=100) Copper Nickel Tin
85 90 95 100 105 110 115 120 125
4/15 5/15 6/15 7/15
Silver Gold Platinum
Table. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,625 335,925 0.2 0.6 0.2 24.1 19.6 18.1 4.2 3.7 23.3 21.7
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 10,175 237,417 1.0 0.7 -3.6 5.4 12.7 10.8 2.4 2.0 20.9 19.7
Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 10,825 267,044 -0.5 3.3 -3.8 6.4 11.9 10.2 2.9 2.3 27.4 24.2 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 5,625 104,899 0.9 6.6 -11.8 18.5 10.6 8.9 1.9 1.6 20.2 18.3
Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,250 40,735 0.5 1.2 1.2 2.0 16.7 12.0 1.3 1.2 8.1 9.6
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 3,450 20,149 1.5 -2.8 -10.5 -18.8 12.5 9.1 2.0 1.4 17.2 17.2 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 995 4,682 2.1 -0.5 -12.3 40.1 12.0 9.9 1.9 1.5 16.7 17.0
Ciputra Property Tbk PT CTRP 570 3,506 1.8 -0.9 -12.3 -18.6 12.8 6.7 1.2 N/A 9.4 14.1
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 427 20,564 1.8 -3.4 1.7 22.0 9.9 10.3 4.0 2.8 50.1 29.3
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 575 11,298 0.9 -5.0 -1.7 22.6 10.0 8.0 1.8 1.5 19.5 20.0
Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,775 34,163 3.5 1.1 -5.8 17.9 8.5 12.5 2.2 1.9 29.9 16.4
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 890 3,035 2.3 4.7 -0.6 22.8 23.3 16.0 4.8 3.4 21.1 20.7
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,240 4,035 2.1 7.4 -8.9 -19.6 19.3 11.3 3.6 2.0 19.7 18.8
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,920 17,956 0.9 11.9 -6.6 28.6 36.7 24.9 5.7 4.0 17.7 15.7
Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 3,725 18,038 0.9 3.5 -5.9 105.2 32.5 25.3 7.2 5.8 24.3 25.4
Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,675 23,437 1.5 6.0 2.9 154.6 28.3 27.9 5.0 5.1 19.2 15.4
RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,725 59,048 3.5 1.5 -3.6 -1.5 18.9 13.7 2.4 2.1 16.0 15.8
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,685 78,985 2.1 0.0 -4.3 -0.6 41.6 33.2 9.1 7.4 23.6 22.6
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,400 8,964 1.9 -3.6 -2.7 9.9 112.8 31.2 3.3 3.1 3.0 10.6
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 41,375 315,691 2.6 3.4 -5.1 37.0 43.0 50.7 53.6 63.5 129.6 129.2
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 12,575 73,324 1.8 -0.2 -8.5 23.9 29.3 23.7 5.4 4.6 19.5 20.0
Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 690 4,896 0.7 0.0 -5.5 -39.2 15.8 15.7 1.7 1.4 10.8 9.2
Mayora Indah Tbk PT MYOR 25,975 23,231 0.2 5.6 -0.1 -12.7 46.3 28.6 4.7 4.6 10.3 18.7
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 635 10,890 0.0 -0.8 -6.6 -26.6 24.2 19.0 5.7 3.9 26.0 21.9
Gudang Garam Tbk PT GGRM 47,475 91,346 1.3 7.4 3.2 -9.7 21.8 15.7 3.5 2.5 17.2 16.1
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,160 5,872 0.0 1.3 -8.3 -17.1 37.2 24.2 7.3 5.0 21.6 22.2
AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,050 285,409 -0.4 3.3 0.0 -4.1 15.7 14.9 3.1 2.7 21.4 18.4
Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 3,700 10,232 -2.5 6.0 -6.9 -24.5 N/A 22.7 1.9 1.6 -2.2 6.1
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 2,400 11,567 0.4 2.3 -11.1 -37.1 23.2 18.3 2.2 1.2 9.8 6.5
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,930 295,344 0.0 -0.2 1.9 19.0 19.1 17.4 4.1 3.9 22.8 22.4
XL Axiata Tbk PT EXCL 3,320 28,357 -2.9 -11.7 -24.1 -38.8 N/A 100.6 3.0 2.0 -6.1 1.7
Indosat Tbk PT ISAT 4,000 21,736 -1.2 0.0 10.8 10.8 20.2 40.6 1.6 1.6 -13.3 3.0
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 6,000 40,800 2.6 9.1 -8.4 -0.8 34.2 25.3 4.9 3.8 14.9 15.2
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 8,975 43,049 0.6 -3.2 -1.9 13.6 35.3 26.9 11.5 6.6 32.7 30.3 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 675 6,438 0.0 -2.9 -11.2 -40.5 N/A 37.8 0.9 0.7 -6.3 2.2
Timah Persero Tbk PT TINS 690 5,139 -0.7 -4.8 -18.8 -50.0 13.5 10.7 1.6 1.0 12.2 8.9
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 8,275 19,067 0.3 -2.6 -14.5 -22.8 13.5 12.1 3.2 2.0 25.2 17.0 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 21,750 80,067 -0.2 3.7 0.0 -5.7 17.5 15.3 3.7 3.1 22.1 20.0
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 1,500 11,494 0.0 -1.3 -3.2 -42.3 25.1 15.8 1.9 1.2 7.6 7.4
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 12,250 72,661 -0.8 1.4 -7.9 -18.5 17.3 13.1 4.0 2.7 24.8 20.9
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,132.8 0.4 SRIL IJ 366 6,805 14.73
Mining 1,120.1 0.5 SMMT IJ 1800 5,670 10.09
Basic-Industry 434.0 0.5 EMTK IJ 11100 62,604 5.71
Miscellaneous Industry 1,219.3 -0.2 KAEF IJ 1045 5,804 5.03
Consumer Goods 2,228.4 2.0 LSIP IJ 1660 11,326 4.73
Property & Construction 517.8 1.4 SCMA IJ 2990 43,719 4.5
Infrastructure 1,039.7 0.3 LPCK IJ 9175 6,386 3.67
Finance 713.6 0.2 LPPF IJ 17675 51,574 3.67
Trade 921.7 1.4 SMRA IJ 1700 24,526 3.66
Composite 4,982.9 0.8 BSDE IJ 1775 34,163 3.5
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
UNVR IJ 2.6 41,375 SMAR IJ -9.4 4,525
EMTK IJ 5.7 11,100 BBRI IJ -0.5 10,825
PGAS IJ 3.0 4,280 ASII IJ -0.4 7,050
BMRI IJ 1.0 10,175 EXCL IJ -2.9 3,320
INDF IJ 3.5 6,725 SMGR IJ -0.8 12,250
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
1:00am JPY Leading Indicators 106.2% 106.4%
2:00am EUR German Factory Orders m/m 0.0% 1.4%
3:15am CHF CPI m/m 0.1% 0.2%
4:10am EUR Retail PMI 51.4
4:30am EUR Sentix Investor Confidence 15.6 17.1
4:30am GBP Housing Equity Withdrawal q/q -12.1B -13.0B
9:45am USD Final Services PMI 54.8 54.8
10:00am CAD Ivey PMI 56.2 62.3
10:00am USD ISM Non-Manufacturing PMI 56.5 55.7
10:00am USD Labor Market Conditions Index m/m 1.3
10:30am CAD BOC Business Outlook Survey
6:00pm NZD NZIER Business Confidence 23
7:30pm AUD AIG Construction Index 47.8
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purpo sed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any resp onsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting i n reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any i naccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.