PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III BATCH I
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
JUDUL AKTUALISASI
PEMBUATAN SISTEM PENGUMPULAN DAN
PENYEDIAAN ARSIP DOKUMEN PERIZINAN DI
SUBDIREKTORAT
PEMANFAATAN SDA
DISUSUN OLEH : NAMA : ARYA BAKTI GEWANGGA, S.T. NIP : 199212162019031006
FORMASI JAFUNG : TEKNIK PENGAIRAN AHLI PERTAMA
UNIT ORGANISASI : SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR DIREKTORAT BADAN PENATAGUNAAN SUMBER DAYA AIR DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT TAHUN 2019
ii
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III BATCH I
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
PEMBUATAN SISTEM PENGUMPULAN DAN PENYEDIAAN ARSIP DOKUMEN PERIZINAN DI SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN SDA
Disusun oleh :
ARYA BAKTI GEWANGGA, S.T. 199212162019031006
TEKNIK PENGAIRAN AHLI PERTAMA
SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR DIREKTORAT BADAN PENATAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR DISEMINARKAN PADA :
HARI : JUM’AT
TANGGAL : 6 SEPTEMBER 2019 MENTOR
Maria Ulfa Permatasari, S.T., MPSDA NIP. 198103232006042005
COACH
Ir. Antonius Budiono, MCM NIP. 195408041981121001
PENYELENGGARA BALAI DIKLAT PUPR WIL. V
YOGYAKARTA
Ir. Herman Suroyo, M.T. NIP. 196307141992031010
KEPALA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
i
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Laporan Aktualisasi “Pembuatan Sistem Pengumpulan Dan Penyediaan Arsip Dokumen Perizinan Di Subdirektorat Pemanfaatan SDA” dapat diselesaikan. Laporan Aktualisasi ini disusun sebagai salah satu persyaratan yang diperlukan untuk memenuhi syarat kelulusan Pelatihan CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Golongan III. Penulisan Laporan Aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih sebesar- besarnya kepada:
1. Allah SWT,. Atas segala rahmat dan karunia-Nya.
2. Orangtua yang senantiasa tidak henti-hentinya memberikan dukungan, doa, dan kasih sayang kepada penulis.
3. Bapak Ir. Herman Suroyo, M.T selaku Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah V Yogyakarta yang memfasilitasi akomodasi sehingga acara berjalan dengan lancar; 4. Bapak Maman Noprayamin ST, MT selaku Kepala Subdirektorat Pemanfaatan SDA
yang membantu dalam mendukung kegiatan aktualisasi yang dilakukan penulis sehingga dapat berjalan dengan baik;
5. Ibu Maria Ulfa Permatasari, S.T., MPSDA. dan bapak Agung Sriwinanto S.T., MPSDA selaku Mentor dan Pendamping Mentor yang telah memberikan bimbingan dan masukan selama kegiatan Aktualisasi;
6. Bapak Ir. Antonius Budiono, MCM. selaku Coach yang telah membantu dalam pelaksanaan coaching Aktualisasi yang telah ditetapkan;
7. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Jakarta, 4 September 2019
Penulis
P e
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Tujuan Aktualisasi ... 2 1.3. Ruang Lingkup... 2 1.4. Sistematika Penulisan ... 2
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA 2.1. Deskripsi Organisasi ... 3
2.2. Tugas Pokok Fungsi dan Struktur Organisasi Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air ... 3
2.3. Tugas dan Fungsi Subdirektorat Pemanfaatan SDA ... 5
BAB III DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI 3.1. Penetapan Isue Yang Diangkat ... 7
3.2. Gagasan Pemecahan Isu ... 8
3.3. Matrik Rancangan Aktualisasi ... 8
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI 4.1. Deskripsi Kegiatan Aktualisasi ... 28
4.1.1. Kondisi Eksisting ... 28
4.1.2. Kondisi yang Diharapkan ... 28
4.2. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ... 29
4.2.1. Proses Pelaksanaan Aktualisasi ... 29
4.2.2. Kendala / Hambatan dan Upaya dalam Pelaksanaan Aktualisasi ... 38
4.2.3. Analisis Dampak ... 39
BAB V PELAKSANAAN AKTUALISASI 5.1. Kesimpulan ... 40
Tabel 3. 1 Penilaian USG... 7
Tabel 3. 2 Maktriks Kegiatan Aktualisasi... 16
Tabel 3. 3 Timeline Kegiatan Aktualisasi... 27
Tabel 4. 1 Matriks Kegiatan Sosialisasi ... 29
Tabel 4. 2 Matriks Kegiatan Sosialisasi ... 30
Tabel 4. 3 Matriks Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data ... 31
Tabel 4. 4 Matriks Pengefektifan Ruang Arsip ... 33
Tabel 4. 5 Matriks Pengaksesan Data Arsip ... 34
Gambar 2. 1 Struktur Organisasi Ditjen SDA ... 4 Gambar 2. 2 Struktur Organisasi Direktorat BPSDA ... 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pelatihan dasar CPNS (Latsar CPNS) merupakan salah satu wadah atau sarana yang bertujuan untuk membentuk karakter CPNS agar dapat bertindak professional dalam mengelola tantangan dan permasalahan dalam dunia kerja, sehingga kelak ketika diangkat menjadi PNS para CPNS siap memenuhi fungsinya sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan public, dan pelayan masyarakat . Kegiatan pelatihan dasar ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian diklat yang akan dijalani CPNS selama 1 tahun dalam rangka membentuk karakter dan profesionalisme CPNS sesuai dengan amanat dari UU No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil dan Negara. Adapun kegiatan Latsar disusun untuk memenuhi target menciptakan PNS yang professional dan berkarakter melalui 4 agenda kegiatan diantaranya :
a. Agenda I
Pada agenda ini ditanamkan nilai-nilai sikap dan perilaku, keprotokolan, dan bela ` negara.
b. Agenda II
Penanaman nilai-nilai dasar PNS yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima prinsip ini biasa disebut dengan ANEKA.
c. Agenda III
Pembekalan CPNS terkait Peran dan Kedudukan PNS dalam NKRI, dimana terdapat 3 hal yang termasuk ke dalam agenda ini yaitu manajeman ASN, pelayanan public, dan whole of government.
d. Agenda IV
Agenda terakhir ini adalah agenda habituasi dimana CPNS ditugaskan untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dari agenda-agenda sebelumnya di unit organisasi dimana ia ditempatkan.
Isu yang diangkat dapat mengambil tema dalam ruang lingkup Agenda 3, dan pendekatan solusi yang diambil menggunakan nilai-nilai dasar PNS seperti yang telah diajarkan pada Agenda 2.
1.2. Tujuan Aktualisasi
Tulisan ini mempunyai tujuan sebagai bentuk implementasi dan pengaktualisian nilai-nilai dasar PNS, nilai-nilai dasar organisasi serta memahami kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, sehingga CPNS dapat melakukan pembiasaan dan dapat menjadi tunas perubahan bagi unit organisasinya. Akhirnya akan mempermudah CPNS dalam melaksanakan aktualisasi dan habituasi pada unit organisasi dimana CPNS ditempatkan.
1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi dan habituasi ini terbatas pada kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh CPNS di Subdirektorat Pemanfaatan Sumber Daya Air, Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
1.4. Sistematika Penulisan
Dalam laporan ini, susuanan penulisan dilakukan melalui urutan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang dilakukannya rancangan aktualisasi dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA
Bab ini menjelaskan secara umum kegiatan – kegiatan yang ada di lingkungan kerja BAB III DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI
Bab ini menjelaskan cara pengambilan isu terhadap masalah yang terlihat selama masa On the Job Training 1 (OJT 1), metode yang dilakukan untuk mendapatkan isu utama, dampak dari isu dan gagasan untuk menyelesaikan isu/ permasalahan yang diperoleh. Bab ini juga memberikan analisa keterkaitan isu dengan peran dan kedudukan PNS (Agenda 3), kegiatan pemecahan isu dengan nilai-nilai dasar PNS (Agenda 2) dan kontribusi pemecahan isu terhadap Visi dan Misi Organisasi serta penguatan nilai organisasi.
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
2.1. Visi dan Misi Ditjen Sumber Daya Air
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) sebagai bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan dengan mengelola dan membuat kebijakan terkait infrastruktur sumber daya air. Adapun visi yang dimiliki Ditjen SDA haruslah selaras dengan visi yang dimiliki kementeian PUPR yaitu “Terwujudnya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Andal
dalamdukung Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”. Dalam mewujudkan visi tersebut maka peran Ditjen SDA adalah
menjalankan salah satu misi dari 5 misi Kementerian PUPR berdasarkan Renstra 2015-2019 yaitu “Perumusan kebijakan di bidang konservasi sumber daya air, pendayagunaan
sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sumber air permukaan, dan pendayagunaan air tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.
2.2. Tugas Pokok Fungsi dan Struktur Organisasi Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air
Berdasarkan Peraturan Menteri No. 03/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pasal 146, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memiliki tugas menyelenggarakan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas tersebut berdasarkan pasal 147 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan fungsi:
1. Perumusan kebijakan di bidang konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sumber air permukaan, dan pendayagunaan air tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan
berkelanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengelolaan sumber daya air.
5. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sumber daya air. 6. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Adapun struktur organisasi Ditjen SDA sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri No. 15/M/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tergambar dalam gambar 2.1 berikut:
Gambar 2. 1 Struktur Organisasi Ditjen SDA
Mengacu kepada Peraturan Menteri No. 03/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pasal 168 tugas dari Direktrat Bina Penatagunaan SDA adalah melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan penatagunaan sumber daya air, sementara fungsi dari direktorat Bina Pengelolaan SDA diatur dalam pasal 169, dimana untuk menunjang tugasnya fungsi Direktorat BPSDA adalah:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan perencanaan wilayah sungai,
pengaturan dan pemantauan, kelembagaan, pemanfaatan sumber daya air, serta hidrologi dan lingkungan sumber daya air;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan perencanaan wilayah sungai, pengaturan dan pemantauan, kelembagaan, pemanfaatan sumber daya air, serta hidrologi dan lingkungan sumber daya air;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan
perencanaan wilayah sungai, pengaturan dan pemantauan, kelembagaan, pemanfaatan sumber daya air, serta hidrologi dan lingkungan sumber daya air;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pembinaan perencanaan wilayah
sungai, pengaturan dan pemantauan, kelembagaan, pemanfaatan sumber daya air, serta hidrologi dan lingkungan sumber daya air;
e. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pembinaan perencanaan wilayah
sungai, pengaturan dan pemantauan, kelembagaan, pemanfaatan sumber daya air, serta hidrologi dan lingkungan sumber daya air; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha di lingkungan direktorat.
Adapun Struktur organisasi dari Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air dapat dilihat pada gambar 2.2
Gambar 2. 2 Struktur Organisasi Direktorat BPSDA 2.3. Tugas dan Fungsi Subdirektorat Pemanfaatan SDA
Subdirektorat Pemanfaatan SDA merupakan lokasi pelaksanaan rancangan aktualisasi, adapun berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No. 3/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pasal 183 menyebutkan bahwa Subdirektorat Pemanfaatan Sumber Daya Air mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria rekomendasi teknis dan perizinan serta penyelenggaraan proses perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air. Dalam melaksanakan tugas tersebut adapun subdirektorat ini memiliki fungsi yang diatur dalam pasal 184 Peraturan Menteri PUPR No. 3/M/2019, yang diantaranya:
a. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria rekomendasi teknis perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air, rekomendasi teknis untuk kegiatan di luar bidang pengelolaan sumber daya air pada sumber air dan saran teknis pengalihan alur sungai;
b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air;
c. pemberian bimbingan teknis dan supervisi penyusunan rekomendasi teknis perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air, rekomendasi teknis untuk kegiatan di luar bidang pengelolaan sumber daya air pada sumber air dan saran teknis pengalihan alur sungai;
d. penyusunan rekomendasi teknis pengalihan alur sungai;
e. pelaksanaan administrasi perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air; dan
f. pemantauan dan evaluasi penggunaan izin penggunaan dan pengusahaan sumber daya air yang telah ditetapkan.
Subdirektorat Pemanfaatan SDA seperti yang dapat dilihat pada organogram di gambar 2.2 terdiri dari Seksi Pemanfaatan Sumber Daya Air I dan Seksi Pemanfaatan Sumber Daya Air II, adapun tugas kedua seksi tersebut adalah sama yaitu melakukan penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria rekomendasi teknis, saran teknis pengalihan alur sungai, dan perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air, pemberian bimbingan teknis dan supervisi penyusunan rekomendasi teknis dan saran teknis pengalihan alur sungai, penyusunan rekomendasi teknis pengalihan alur sungai, pelaksanaan administrasi perizinan penggunaan dan pengusahaan sumber daya air, pemantauan dan evaluasi penggunaan izin penggunaan dan pengusahaan sumber daya air yang telah ditetapkan.
BAB III
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI
3.1. Penetapan Core Isu
Salah satu alat bantu yang bisa digunakan untuk memilih isu adalah analisis USG. Analisis ini menggunakan pertimbangan :
1. Urgency
Seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness
Seberapa serius suatu isu harus dibahas, dikaitkan denganakibat yang akan ditimbulkan.
3. Growth
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak segera ditangani. Bentuk penilaian atas kriteria diatas disajikan dalam bentuk Tabel 3.1 dibawah ini. Skala penilaian dilakukan antara skala 1 sampai 5, dimana semakin tinggi keterkaitan isu dengan kriteria USG maka semakin tinggi nilai yang diberikan.
Tabel 3. 1 Penilaian USG
No. Issue Urgency Seriousness Growth Total
1 Informasi progres kemajuan dokumen
perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA 3 3 3 9 2 Keteraturan berkas izin pengusahaan dan
penggunaan SDA 4 4 4 12
3
Manajemen tingkat stress pegawai di lingkungan kerja Subdirektorat Pemanfaatan SDA
3 4 3 10
Sumber: Uji USG, 2019
Berdasarkan penilaian diatas maka isu yang digunakan dalam pembuatan rancangan aktualisasi ini adalah Keteraturan berkas dokumen perizinan di Subdirektorat Pemanfaatan Sumber Daya Air, Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
3.2. Gagasan
Penetapan gagasan dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan dan keterjangkauan dalam merealisasikan gagasan tersebut tanpa melupakan substansi permasalahan yang ingin diselesaikan. Adapun gagasan yang dipilih dalam rancangan aktualisasi ini adalah pengaplikasian manajemen ASN yaitu “Pembuatan Sistem
Pengumpulan Dan Penyediaan Arsip Dokumen Perizinan Di Subdirektorat Pemanfaatan SDA”. Penjelasan lebih lanjut tentang tahapan kegiatan dalam
mengaktualkan gagasan tersebut akan dijelaskan lebih lanjut pada bab berikutnya.
3.3. Matrik Rancangan Aktualisasi 3.3.1. Kegiatan
Dalam merealisasikan gagasan pembuatan “Pembuatan Sistem Pengumpulan
Dan Penyediaan Arsip Dokumen Perizinan Di Subdirektorat Pemanfaatan SDA”,
kegiatan yang akan dilakukan selama masa habituasi adalah :
3.3.2. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Salah satu mata pelatihan agenda II adalah Penanaman nilai-nilai dasar PNS yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima prinsip ini biasa disebut dengan ANEKA. Selama perancangan dan pelaksanaan agenda aktualisasi, CPNS diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN agar terbentuk kader ASN yang profesional dan berkarakter. Nilai-nilai dasar ASN tersebut dijelaskan sebagai berikut:
a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau instansi untuk memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya. Diharapkan nilai akuntabilitas dapat tercermin dengan kegiatan aktualisasi pembuatan Bina O&P Booklet yang akan dilakukan. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan adalah:
1. Kepemimpinan: Pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya dengan memberikan contoh dengan berkomitmen tinggi dalam melaksanakan pekerjaan
2. Transparansi: Mendorong komunikasi untuk menciptakan kerjasama antar kelompok serta meningkatkan kepercayaan dan keyakinan pada pimpinan secara keseluruhan
3. Integritas: Menjunjung tinggi dan mematuhi hukum yang berlaku sehingga dapat memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada publik serta stakeholders 4. Tanggung jawab: Menyadari konsekuensi dari setiap tindakan yang telah
dilakukan
5. Keadilan: Sebagai landasan utama dari akuntabilitas untuk menjaga kinerja tetap optimal
6. Kepercayaan: Rasa keadilan akan membawa sebuah kepercayaan yang akan melahirkan akuntabilitas
7. Keseimbangan: Untuk mencapai akuntabilitas diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas
8. Kejelasan: Mengetahui kewenangan, peran, dan tanggung jawab, misi, kinerja yang diharapkan, dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi 9. Konsistensi: Menjamin stabilitas agar tidak terjadi melemahnya komitmen dan
kredibilitas anggota organisasi
b. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme merupakan pondasi bagi aparatur sipil negara untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Dalam kegiatan aktualisasi, terdapat lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Pancasila bermaksud menjadikan nilai-nilai moral ketuhanan sebagai landasan pengelolaan kehidupan dalam konteks masyarakat yang majemuk, tanpa menjadikan salah satu agama tertentu mendikte negara.
2. Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Sila kedua Pancasila memiliki konsekuensi ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ini berarti negara menjalankan fungsi “melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. Konsekuensi ke luar berarti menjadi pedoman politik luar negeri bebas aktif dalam rangka, “ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Keberadaan Bangsa Indonesia terjadi karena dia memiliki satu nyawa, satu asal akal, yang tumbuh dalam jiwa rakyat sebelumnya yang menjalani satu kesatuan riwayat, yang membangkitkan persatuan karakter dan kehendak untuk hidup bersama dalam suatu wilayah geopolitik nyata.
4. Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Pelayanan publik hendaknya memahami kebutuhan rakyat sebagai pemegang saham utama pemerintahan. Dalam demokrasi sosial, pelayanan publik berperan dalam memastikan seluruh warga negara, tanpa memandang latar belakang dan golongan, mendapat jaminan kesejahteraan.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial, para pendiri bangsa menyatakan
bahwa Negara merupakan organisasi masyarakat yang bertujuan
menyelenggarakan keadilan. Keadilan sosial juga merupakan perwujudan imperative etis dari amanat pancasila dan UUD 1945.
c. Etika Publik
Nilai etika publik menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan sehingga dalam setiap kegiatan dan aktifitasnya setiap pegawai harus mengedepankan kode etik PNS. Apabila nilai etika publik tidak dilaksanakan dengan baik, maka masyarakat tidak akan peduli terhadap apa yang sudah dibangun oleh pemerintah dan tidak ada rasa saling memiliki. Kepercayaan publik akan menurun atau menghilang apabila kondisi teresebut dibiarkan saja.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak. 4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif. 6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi. 11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. 13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
d. Komitmen Mutu
Dalam melaksanakan setiap pekerjaan, pegawai hendaknya selalu memegang komitmen mutu dalam setiap menjalankan ketugasannya dengan selalu berorientasi pada mutu, efektif, efisien, profesional dan inovatif. Adapun komitmen mutu tercermin dalam beberapa hal seperti sifat independensi (kebebasan dari kondisi yang mengancam), objektif (tidak memihak), serta selalu berpedoman pada norma-norma dan standar pemeriksaan yang telah ditetapkan. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu :
1) Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak hanya diukur dari performans untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas, ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
2) Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan
sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
3) Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin. 4) Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
e. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam melaksanakan setiap pekerjaan, pegawai harus selalu mengedepankan Sembilan nilai-nilai dasar anti korupsi meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, adil, serta memiliki integritas yang tinggi dalam setiap melaksanakan kegiatan. Jika nilai-nilai anti korupsi dalam pelaksanaan tugas pengawasan tidak dilaksanakan, maka yang akan terjadi adalah: (a) usaha untuk mendapatkan gratifikasi melalui penyalahgunaan wewenang dalam
(b) tidak jujur, tidak peduli dan tidak mau bekerja keras dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan sehingga terjadi manipulasi data
(c) tidak mandiri dalam melaksanakan tugas sehingga terpengaruh dalam pembuatan keputusan temuan pemeriksaan
3.3.3. Kontributor terhadap Visi, Misi dan Organisasi
Visi dan Misi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah sebagai berikut :
1. Visi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Terwujudnya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang Andal dalam Mendukung Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.
2. Misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
a. Mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air termasuk sumber daya maritime untuk mendukung kedaulatan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi.
b. Mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sitem logistik nasional.
c. Mempercepat pembangunan infrastruktur pemukiman dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak.
d. Mempercepat pembangunan infrastruktur PUPR secara terpadu dari pinggiran didukung industry konstruksi yang berkualitas untuk kesinambungan pembangunan daerah.
e. Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi bidang PUPR yang meliputi SDM, pengendalian dan pengawasan, keskretariatan, serta penelitian dan pengembangan.
Pada Visi Kementerian PUPR diatas dapat dilihat terdapat kata gotong royong. Kementerian ini sangat mendukung adanya semangat kebersamaan, semangat untuk bekerja dalam tim. Tantangan yang ada untuk mewujudkan visi ini adalah adanya kurangnya pemahaman mengenai tugas dan fungsi unit organisasi. Diharapkan dengan
adanya gagasan pemecahan isu berupa pengadaan buku informasi bisa menjadi salah satu alternatif untuk memudahkan seorang pegawai dalam berorganisasi.
Gagasan pemecahan permasalahan dengan tema Peningkatan Pemahaman CPNS terhadap tugas dan fungsi Unit Organisasi diharapkan dapat memberikan kontribusi pada ketercapaian Misi Kementerian PUPR, secara spesifik yaitu pada: Misi Rencana Strategis PUPR 2015-2019 no 5, yang berbunyi “Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan, kesekretariatan, serta penelitian dan pengembanagan untuk mendukung fungsi manajemen meliputi perencanaan yang terpadu, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat dan pengawasan yang ketat”.
3.3.4. Penguatan Nilai Organisasi
Nilai organisasi yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat biasa disebut dengan akronim I-PROVE, dimana penjabaran dari nilai tersebut adalah Integritas, Profesional, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika Akhlakul Karimah. Nilai-nilai tersebut diharapkan semakin menguat dengan adanya output dari rancangan aktualisasi ini yang berupa buku informasi terkait Sub direktorat yang ada di Unit Kerja. Adapun beberapa nilai yang dapat dikuatkan dengan adanya buku ini adalah :
a. Integritas
Adanya kegiatan aktualisasi diharapkan dapat membuat CPNS dapat berlaku jujur, bersikap dan berperilaku sesuai antara perbuatan dan ucapan, konsisten, disiplin, berani dan tegas dalam mengambil keputusan di lingkungan kerja.
b. Profesional
Hasil rancangan aktualisasi diharapkan dapat membantu CPNS dalam memahami bidang kerjanya. Pemahaman tersebut dapat digunakan sebagai modal untuk bertindak dan bekerja secara professional.
c. Orientasi Misi
Pemetaan langkah kerja diharapkan bisa dilaksanakan setelah CPNS membaca buku informasi output rancangan aktualisasi tersebut. CPNS bisa menyiapkan diri karena telah mengetahui apa saja contoh pencapaian kinerja seperti yang akan dicantumkan dalam output rancangan aktualisasi.
CPNS diharapkan mampu berpikir ke depan dengan membaca buku informasi hasil rancangan aktualisasi. Pemikiran yang inovatif dapat terlahir apabila seorang CPNS mengetahui dengan betul apa yang menjadi tugas dan fungsinya.
e. Akhlakul Karimah
Adanya kegiatan aktualisasi ini diharpakan CPNS memiliki budi pekerti, akhlak dan tingkah laku (tabiat) yang terpuji, baik dan yang mulia sesuai dengan ajaran agama yang harus dimiliki oleh semua manusia yang hidup di dunia. Dengan demikian keberadaan CPNS Kementerian PUPR dapat bermanfaat dan memberikan kenyamanan bagi lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.
3.3.5. Rancangan Aktualisasi
Rancangan Aktualisasi terdapat pada Tabel 3.2 terdapat pada halaman 17
Unit Kerja : Subdirektorat Pemanfaatan Sumber Daya Air, Direktorat Bina
Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Identifikasi Isu : Informasi progres kemajuan dokumen perizinan pengusahaan
dan penggunaan SDA
: Keteraturan berkas perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA
: Manajemen tingkat stress pegawai di lingkungan kerja
Subdirektorat Pemanfaatan SDA
Isu yang Diangkat : Belum keteraturan dalam pengarsipan berkas dokumen perizinan
berdampak kondisi terbatasnya ruangan di unit pelayanan perizinan (Subdirektorat Pemanfaatan SDA).
Gagasan Pemecahan Isu : Pembuatan sistem pengumpulan dan penyediaan dokumen
dokumen perizinan di unit pelayanan perizinan (Subdirektorat Pemanfaatan SDA).
Tabel 3. 2 Maktriks Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil
Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 1 Pensosialisasian Sistem Arsip Dokumen Perizinan. 1. Menkonsultasi dengan Kapala Subdirektorat, Kasi Satu atau Kasi Dua
Pemanfaatan SDA. Tersosialisasinya
pola pengumpulan, penyimpanan dan penyeragaman format penyajian laporan. Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik (Memelihara Etika Luhur), merupakan bentuk sopan santun terhadap atasan sebelum memulai suatu kegiatan. Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan dapat: 1. Menyelenggarakan
tata kelola sumber daya organisasi yaitu sumber daya manusia. 2. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi. Etika Akhlakul Karimah Hubungan antara pegawai dan atasan dengan mengedepankan budi pekerti, akhlak dan tingkah laku (tabiat) yang terpuji, untuk mengawali suatu kegiatan diunit
organisasi. 2. Melakukan Pembuatan
bahan paparan sosialisasi terkait dengan pola verifikasi, pengumpulan, dan
penyimpanan arsip dokumen perizinan . Nilai-nilai dasar ASN: Akuntabilitas (Tanggung Jawab), merupakan bentuk tanggung jawab atas suatu kegiatan yang suatu kegiatan.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 3. Mempersiapkan media sosialisasi melalui diskusi kepada mentor Nilai-nilai dasar ASN: Akuntabilitas (Tanggung Jawab), merupakan bentuk tanggung jawab atas suatu kegiatan yang telah
direncanakan.
4. Melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak terkait mengenai pola verifikasi, pengumpulan, dan
penyimpanan arsip dokumen perizinan . Kegiatan
dilakukan dengan
menggunakan media sosial, media komunikasi daring (baik melalui jaringan komunikasi/grup maupun jaringan pribadi) . Nilai-nilai dasar ASN: Nasionalisme (Keadilan), merupakan bentuk kenetralan dengan berkoordinasi dengan setiap staf yang berada dalam ruangan Subdirektorat SDA.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 2 Pensortiran Arsip Dokumen Perizinan. 1.Melakukan pensortiran dokumen perizinan
berdasarkan Permen PUPR Nomor 01/PRT/M/2016 tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air.
Dokumen perizinan dapat lebih mudah dicari pada saat dibutuhkan menyangkut pemantauan izin pengusahaan dan penggunaan SDA. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Mutu) merupakan sesuatu bentuk kegiatan yang tetap berpatokan pada standar (aturan) yang berlaku Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan dapat: 1. Meningkatkan pengelolaan regulasi 2. Meningkatkan
budaya kerja berkinerja tinggi dan berintegritas
Profesional Dalam menerapkan rancangan kegiatan dapat membantu memberi kontribusi di unit organisai
menjalaskan tugas dan fungsinya
2.Melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen
perizinan berupa detail desain kelayakan teknis dan
rekomendasi teknis. Nilai-nilai dasar ASN: Anti Korupsi (Jujur) merupakan sesuatu bentuk kegiatan yang yang terdapat pada sembilan nilai dasar anti korupsi.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 3.Menentukan dokumen perizinan sudah siap diarsip dengan tanda pelepas (release mark) untuk diarsip.
Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Mutu) merupakan sesuatu bentuk kegiatan yang tetap berpatokan pada standar (aturan) yang berlaku 3 Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data Arsip Dokumen Perizinan.
1. Membuat nomor unik map dan bindek dokumen
perizinan Pengusahaan dan Penggunaan SDA.
Dokumen perizinan dapat lebih mudah dicari pada saat dibutuhkan karena terdapat kode map dan bindek yang dapat dicari dengan menggunakan program makro. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Inovasi) merupakan pemikiran baru yang konstruktif guna peningkatan pada kegiatan di unit organisasi. Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan dapat: 1. Meningkatkan layanan dukungan manajemen. 2. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi. Orientasi Misi,
langkah kerja yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan output
rancangan aktualisasi.
Visioner
Metode dan cara yang dilakukan untuk mencapai kinerja yang efektif dan efisien dalam rangka mempermudah tugas di unit organisasi.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 2. Mengumpulkan penyimpanan dokumen perizinan di map dan bindek disertai dengan nomor unik yang menujukan keterangan daftar isi. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efisien) merupakan menjalankan tugas mencapai hasil tidak menimbulkan keborosan ruang pada unit kerja.
3. Membuat daftar nomor unik bindek beserta
keterangannya pada program makro. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efisien) merupakan menjalankan tugas mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan ruang pada unit kerja.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 4 Pengefektifan Ruang Arsip Dokumen Perizinan. 1. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan berwenang dalam hal ini unit pelayanan perizinan.
Label lemari penyimpanan berkas perizinan Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik (Memelihara Etika Luhur), merupakan bentuk sopan santun terhadap atasan sebelum memulai suatu kegiatan. Dengan melakukan kegiatan ini diharapkan dapat
menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi yaitu sarana prasarana pendukung. Profesional, Dalam menerapkan rancangan kegiatan dapat membantu memberi kontribusi di unit organisai
menjalaskan tugas dan
fungsinya.
Orientasi Misi.
langkah kerja yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan output. 2. Melakukan pembaharuan
label lemari penyimpanan berdasarkan Balai Besar Wilayah Sungai atau Balai Wilayah Sungai. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efisien) merupakan menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan ruang pada unit kerja.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7
3. Melakukan label akses media penyimpanan
pelacakan berkas perizinan.
Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efisien) merupakan menjalankan tugas dan mencapai hasil pada unit kerja
5
Pengaksesan Data Arsip Dokumen Perizinan .
1.Membuat link google drive atau server yang bisa diakses langsung dari QR Code.
Link pengaksesan data dan panduan pengarsipan. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Inovasi) merupakan pemikiran baru yang konstruktif guna peningkatan pada kegiatan Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan dapat: 1. Meningkatkan pengelolaan regulasi 2. Meningkatkan layanan dukungan manajemen 3. Meningkatkan pemanfaatan teknologi Orientasi Misi,
langkah kerja yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan output
rancangan aktualisasi.
Visioner,
pemikiran yang
konstruktif guna dalam memberikan peningkatan pada kegiatan di unor
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 2. Melakukan pengunggahan data nomor unik bindek dokumen perizinan, nomor lemari penyimpanan, keterangan terkain surat pemohonan izin. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Inovasi) merupakan pemikiran baru yang konstruktif guna dalam memberikan peningkatan pada kegiatan di unit organisasi 4. Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi yaitu sarana prasarana pendukung
3. Berkoordinasi dengan mentor mengenai panduan posedur pengarsipan dokumen perizinan dan panduan operasional penyimpanan pada google drive. Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik (Memelihara Etika Luhur), merupakan bentuk sopan santun terhadap atasan sebelum memulai suatu kegiatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7
4. Membuat panduan posedur pengarsipan dokumen perizinan. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efektif) merupakan metode yang digunakan untuk mempermudah agar mencapai tujuan sesuai target. 5. Membuat panduan operasional penyimpanan pada google drive.
Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efektif) merupakan metode yang digunakan agar mencapai tujuan sesuai target.
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 6 Pemberian Testimoni Penerapan Kegiatan. 1. Melakukan koordinasi dengan atasan tentang
efetifitas pengarsipan di Unit Kerja. Testimoni Sistem Kegiatan Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik (Memelihara Etika Luhur), merupakan bentuk sopan santun terhadap atasan sebelum memulai suatu kegiatan. Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkana adanya Keterbukaan informasi menyangkut kegiatan yang dilaksanakan di unit organisasi
Etika dan Akhlakul Karimah
Hubungan antara pegawai dan atasan dengan mengedepankan budi pekerti, akhlak dan tingkah laku (tabiat) yang terpuji, untuk mengetahui respon dari pelaksanaan kegiatan
diunit organisasi. 2. Meminta testimoni dari
Atasan di lingkungan unit organisasi tentang efektifitas metode pengarsipan. Nilai-nilai dasar ASN: Akuntabilitas (Kejelasan) Merupakan kegiatan yang dilakuakan untuk merespon misi, kinerja, kegiatan yang dilakukan di unit kerja
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 3. Melakuakan dokumentasi kegiatan koordinasi dan testimoni di ruangan
Subriktorat Pemanfaan SDA.
Nilai-nilai dasar ASN: Akuntabilitas (Transparan) merupakan kegiatan mendorong komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan dan keyakinan. Sumber: hasil rancangan aktualisasi, 2019.
Tabel 3. 3 Timeline Kegiatan Aktualisasi
Sumber: hasil rancangan aktualisasi, 2019.
25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4
1. Pensosialisasi Sistem
a. Menkonsultasi dengan atasan
b. Melakukan pembuatan bahan paparan sosialisasi c. Mempersiapkan media sosialisasi
d. Melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak terkait
2. Pensortiran Surat Permohonan Perizinan
a. Melakukan pensortiran dokumen perizinan
b. Melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perizinan c. Menentukan dokumen perizinan (realese mark)
3. Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data
a. Membuat nomor unik map dan bindek dokumen perizinan b. Mengumpulkan penyimpanan dokumen perizinan di map dan bindek c. Membuat daftar nomor unik bindek pada program makro
4. Pengefektifan Ruang Arsip
a. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait b. Melakukan penomoran loker/lemari penyimpanan c. Melakukan pembaharuan label loker / lemari penyimpanan
5. Pengaksesan Data
a. Membuat link google drive atau server yang diakses di QR Code b. Melakukan pengunggahan data nomor unik bindek
c. Berkoordinasi dengan mentor mengenai panduan pengarsipan d. Membuat panduan posedur pengarsipan surat permohonan izin e. Membuat panduan operasional penyimpanan google drive
6. Pemberian Testimoni
a. Melakukan koordinasi dengan atasan
b. Meminta testimoni dari Atasan di lingkungan unit organisasi c. Melakuakan dokumentasi kegiatan koordinasi dan testimoni
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI
4.1. Deskripsi Kegiatan Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN pada agenda habituasi selama 30 hari kerja dilaksanakan dari tanggal 25 Juli 2019 sampai dengan 4 September 2018. Lokus dilakukan di Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, di Subdirektrat Pemanfaatan Sumber Daya Air. Berikut ini adalah deskripsi kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di Subdirektrat Pemanfaatna Sumber Daya Air.
4.1.1. Kondisi Eksisting
Kondisi eksisting pada lokus aktualisasi sebagai berikut :
a. Belum teraturnya lemari penyimpanan dokumen perizinan pada ruangan.
b. Dokumen perizinan diletakkan pada ruangan penyimpanan Unit Pelayanan Perizinan (UPP) belum rapi, sehingga berkas dokumen perizinan sulit dicari pada saat diperlukan.
c. Dokumen perizinan masih bercampur antara Balai Besar Wilayah Sungai atau Balai Wilayah Sungai dan tidak adanya penanda jenis perizinan antara perizinan pengusahaan SDA dan Penggunaan SDA pada satu dokumen.
d. Dokumen perizinan diletakkan dimeja atau kursi begitu saja tanpa dikumpulkan secara rapi dalam satu map atau bindek.
e. Belum adanya daftar dokumen dan kode dokumen sehingga menyulitkan untuk mencari dokumen secara cepat.
Belum adanya perogram pencarian dokumen yang memudahkan untuk melacak dokumen berdarakan kode dokumen teretentu.
4.1.2. Kondisi yang Diharapkan
Kondisi yang diharapkan pada lokus aktualisasi sebagai berikut : a. Teraturnya Lemari penyimpanan dokumen perizinan.
b. Kemudahan untuk mencari dan mengeluarkan dokumen perizinan pada saat diperlukan kembali.
c. Menggunakan map untuk menyimpan dokumen dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.
d. Dokumen perizinan tiap balai tidak tercampur satu sama lain dan terdapat penanda (realese mark) untuk membedakan antara dokuemen perizinan pengusahaan SDA dan Penggunaan SDA
e. Adanya daftar dokumen dan kode dokumen untuk mempermudah pencarian dokumen perizinan.
Adanya program pencarian dokumen yang memudahkan untuk melacak dokumen berdasarkan kode dokumen, program bisa diupdate secara berkala dan diunduh secara langsung melalui QR Code.
4.2. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi 4.2.1. Proses Pelaksanaan Aktualisasi
a. Sosialisasi Sistem Arsip Dokumen Perizinan
Tabel 4. 1 Matriks Kegiatan Sosialisasi
Kegiatan Pensosialisasian Sistem Arsip Dokumen Perizinan.
Hari / Tanggal 29 Juli 2019 dan 30 Juli 2019
Output Persetujun atasan dalam pelaksanaan aktualisasi
Deskripsi Dalam kegiatan ini penulis meminta persetujuan kepada Kepala
Subdirektorat Pemanfaatan SDA, kemudian menjelaskan maksud tujuan dan gambaran kegiatan aktualisasi serta meminta arahan dan masukan terkait isu yang dibahas. Sesuai arahan Kepala Subdirektorat Pemanfaatan SDA agar penulis berkoordinasi ke bagian Unit Pelayan Perizinan.
Dokumentasi Kegiatan
1. Koordinasi dan meminta izin kepada atasan (Kepala Subdirektorat Pemanfaatan SDA) Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik (Memelihara Etika Luhur),
2. Melakukan Pembuatan bahan paparan sosialisasi
3. Koordinasi dengan Kepala Seksi Pemanfaatan 1dan juga selaku Mentor
4. Melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak terkait
b. Pensortiran Arsip
Tabel 4. 2 Matriks Kegiatan Sosialisasi
Kegiatan Pensortiran Arsip Dokumen Perizinan.
Hari / Tanggal 1 Agustus 2019 - 30 Agustus 2018
Output dokumen perizinan yang siap diarsip dengan tanda pelepas
(release mark) berdasarkan jenis perizinan.
Nilai-nilai dasar ASN: Akuntabilitas (Tanggung Jawab), Nilai-nilai dasar ASN: Akuntabilitas (Tanggung Jawab), Nilai-nilai dasar ASN: Nasionalisme (Keadilan),
Deskripsi Sebelum dokumen diarsipkan makan setiap dokumen perizinan diperiksa terlebih dahulu kelengkapannya yaitu laporan kelayakan teknis dan rekomendasi teknis izin dari balai. Kemudain setiap dokumen diberikan tanda pelepas (realese mark) berdasarkan jenis perizinannya.
Dokumentasi Kegiatan
1. Pensortiran Berkas, pemeriksaan kelengkapan dokumen perizinan
2. Pemberian Realese Mark
c. Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data Arsip
Tabel 4. 3 Matriks Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data
Kegiatan Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data Arsip Dokumen
Perizinan.
Hari / Tanggal 6 Agustus 2019 - 30 Agustus 2019
Output Dokumen perizinan dapat lebih mudah dicari pada saat
dibutuhkan karena terdapat kode map dan bindek yang dapat dicari dengan menggunakan program makro.
Deskripsi Membuat nomor unik map dan bindek dokumen perizinan
Pengusahaan dan Penggunaan SDA, kemudian 3 dokumen yang
Nilai-nilai dasar ASN: Anti Korupsi Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Mutu)
sudah diberikan label realese mark dikumpulkan pada satu map dan map yang sudah diberikan label dengan nomor unik dikumpulkan pada satu bindek. Untuk mempermudah pencarian tanpa harus mencari secara manual maka dibuat kotak pencarian (search box) untuk memfilter dokumen berdasarkan perusahaan kemudian dibuat pula form pencarian lokasi berkas perizinan berdasarkan nomor surat dengan menggunakan VBA (Visual Basic for Applications) pada excel yang nantinya format dari file tersebut menjadi excel macro
Dokumentasi Kegiatan 1. Membuat nomor unik map dan bindek.
2. Mengumpulkan penyimpanan dokumen perizinan di map dan bindek disertai dengan nomor unik.
Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Inovasi) Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efisien)
3. Daftar dokumen perizinan dapat dilacak melalui program makro
d. Pengefektifan Ruang Arsip Dokumen Perizinan
Tabel 4. 4 Matriks Pengefektifan Ruang Arsip
Kegiatan Pengefektifan Ruang Arsip Dokumen Perizinan.
Hari / Tanggal 6 Agustus 2019 - 12 Agsutus 2019
Output Label lemari penyimpanan berkas perizinan yang dibedakan
bersarakan nama Balai Besar Wilayah Sungai atau Balai Wilayah Sungai.
Deskripsi Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan berwenang
dalam hal ini unit pelayanan perizinan yang memiliki ruang dokumen perizinan. Kemudian membuat label pada lemari penyimpanan berdasarkan Balai Besar Wilayah Sungai atau Balai Wilayah Sungai. Label di lemari juga diberikan QR Code untuk mendowload progam makro secara online untuk melacak keberadaan dokumen perizinan yang berada di map dan bindek.
Nilai-nilai dasar ASN:
Komitmen Mutu
Dokumentasi Kegiatan 1. Koordinasi dengan pegawai di Unit Pelayana Perizinan
2. Melakukan pemasangan label pada lemari penyimpanan dan akses download program makro
e. Pengaksesan Data Arsip
Tabel 4. 5 Matriks Pengaksesan Data Arsip
Kegiatan Pengaksesan Data Arsip Dokumen Perizinan
Hari / Tanggal 9 Agustus 2019 - 30 Agsutus 2019
Output Link penyimpanan (google drive) , QR Code, panduan prosedur
pengarsipan dokumen perizinan, dan panduan operasional penyimpanan.
Deskripsi Setelah membuat program makro yang memuat data lokasi berkas
perizinan, kemudian program makro tersebut disimpan secara online pada google drive. Penyimpanan pada google drive dapat diupdate setiap saat, dan untuk mempermudah dalam mendapatkan akses google drive maka link download dapat melaui QR Code yang terdapat pada lemari penyimpanan.
Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik (Memelihara Etika Luhur), Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efisien)
Dokumentasi Kegiatan
4 Pembuatan Link Google Drive dan QR Code
5 Melakukan pengunggahan data nomor unik bindek dokumen perizinan, nomor
lemari penyimpanan. Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Inovasi) Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Inovasi)
6 Berkoordinasi dengan mentor mengenai panduan posedur pengarsipan dokumen perizinan dan panduan operasional penyimpanan
7 Pembuatan Panduan Pengarsipan Dokumen dan Panduan penyimpanan
f. Pemberian Testimoni
Tabel 4. 6 Matriks Pengaksesan Data Arsip
Kegiatan Meminta testimoni tentang pengumpulan dan pembuatan sistem
arsip dokumen perizinan
Hari / Tanggal 2 September 2019 – 4 September 2019
Output Testimoni Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efektif) Nilai-nilai dasar ASN: Komitmen Mutu (Efektif)
Deskripsi Dalam kegiatan ini penulis meminta testimoni dari Atasan di lingkungan unit organisasi tentang efektifitas metode pengarsipan dokumen perizinan yang terdapat pada Unit Pelayanan Perizinan Subdirektorat Pemanfaatan SDA
Dokumentasi Kegiatan
1. Koordinasi dengan atasan tentang efetifitas pengarsipan di Unit Kerja, Meminta testimoni dari Atasan, dan Dokumentasi testimoni.
Maman Noprayamin ST, MT. Kepala Subdirektorat Pemanfaatan SDA
Maria Ulfa Permatasari ST, MPSDA. Dwi Darwanto S.Kom. Kepala Seksi Pemanfaatan I Pegawai Unit Pelayanan Peizinan
Nilai-nilai dasar ASN: Etika Publik
(Memelihara Etika Luhur),
Akuntabilitas
4.2.2. Kendala / Hambatan dan Upaya dalam Pelaksanaan Aktualisasi a. Uraian Teknik Aktualisasi
Kegiatan Aktualisasi “Pembuatan Sistem Pengumpulan Dan Penyediaan Arsip
Dokumen Perizinan Di Subdirektorat Pemanfaatan SDA” yang telah
dilaksanakan di tanggal 25 Juli 2019 sampai dengan 4 September 2019, meliputi : 1. Pensosialisasian Sistem Arsip Dokumen Perizinan.;
2. Pensortiran Arsip Dokumen Perizinan;
3. Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data Arsip Dokumen Perizinan; 4. Pengefektifan Ruang Arsip Dokumen Perizinan;
5. Pengaksesan Data Arsip Dokumen Perizinan;
6. Meminta Testimoni Tentang Pengarsipan Dokumen Perizinan.
b. Manfaat Pelaksanaan Aktualisasi
Selama melakukan kegiatan pengarsipan dokumen perizinan terdapat manfaat yang didapat dari kegiatan ini. Manfaat tersebut yaitu manfaat kegiatan aktualisasi secara pribadi dan manfaat kegiatan aktualisasi di unit organisasi. Manfaat pelasanaan kegiatan aktualisasi secara pribadi:
1. Lebih memahami nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi dalam bentuk penerapan kegiatan-kegiatan aktualisasi penulis.
2. Dapat memenuhi standar penilaian dalam proses pelatihan sebagai calon pegawai negeri sipil sehingga diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan aktualisasi ini penulis bisa lulus di proses pelatihan.
Manfaat pelasanaan kegiatan yang diharapkan di unit organisasi, yaitu :
1. Mempermudah pegawai unit pelayanan perizinan untuk merapikan dokumen perizinan yang sudah dikeluarkan.
2. Mempermudah Kepala Seksi Pemanfaatan SDA memperoleh dokumen perizinan terdiri dari laporan kelayakan teknis dan rekomendasi teknis. Pecarian dokumen perizinan dalam rangka pemantauan evaluasi izin pemanfaatan atau pengusahaan SDA yang diberikan kepada stakeholder, jika ditemukan pelanggaran terhadap izin.
c. Hambatan dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi
Hambatan dalam pelaksanaan habituasi yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. Berkas dokumen perizinan masih belum teratur atau masih ditumpuk antar dokumen perizinan Balai Wilayah Sungai sehingga dalam penyortiran berkas perizinan mengalami kendala waktu.
2. Tempat penyimpanan berkas perizinan di meja atau kursi tanpa penutup mengakibatkan dalam pernyortiran banyak ditemui debu dan berpotensi pada rusaknya dokumen.
3. Kurangnya pegawai yang secara khusus untuk merapikan berkas perizinan yang masuk dalam ruang penyimpanan.
d. Upaya Mengatasi Kendala
Upaya dalam mengatasi kendala yang ada dalam pelaksanaan aktualisasi:
1. Berkoordinasi kepada atasan tentang pengadaan map dan bindek untuk melaksanakan kegiatan pengarsipan dokumen perizinan. Sehingga diharapkan dengan penyimpanan dokumen pada map dan bindek tidak mudah rusak. 2. Ditunjuknya pegawai khusus yang ditugaskan untuk meneruskan merapikan
dokumen perizinan yang masuk pada ruang penyimpanan.
4.2.3. Analisis Dampak
Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan untuk menerapkan nilai-nilai dasar profesi di unit kerja. Dalam pelaksanaanya kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan komitmen mutu di Subdirektorat Pemanfaatan SDA khususnya di Unit Pelayanan Perizinan.
Apabila kegiatan ini tidak dilaksanakan tentunya akan berpengaruh kepada sulitnya mencari berkas perizinan yang sewaktu-waktu dilakukan evaluasi dari hasil pemantauan. Pemantauan kembali berkas perizinan dilakukan jika terjadi penyalahgunaan perizinan atau terdapat komplain dari masyarakat tentang keberadaan perizinan tersebut.
BAB IV
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Sistem pengarsipan dokumen perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA di Unit Pelayanan Perizinan (Subrektorat Pemanfaatan SDA) belum ada. Sehingga staf Unit Pelayanan Perizinan sering kesulitan dalam pencarian Dokumen Perizinan jika dibutuhkan oleh Kepala Seksi Pemanfaatan Subrektorat Pemanfaatan SDA dan Direktur Bina Penatagunaan SDA. Program makro yang dibuat untuk melacak keberadaan dokumen perizinan karena sebelumnya dalam pencarian dokumen perizinan mengandalkan ingatan pribadi petugas unit pelayanan perizinan yang menaruh di ruang penyimpanan. Pencarian dokumen perizinan diperlukan dalam evaluasi perizinan stakeholder jika terjadi pelanggaran dan keluhan masyarakat terhadap kegiatan yang dilakukan oleh stakeholder.
5.2. Rekomendasi
Adapun rekomendasi berdasarkan hasil habituasi, yaitu :
a. Map atau Bindek dapat dilakukan pengadaannya secara berkesinambungan sehingga dokumen perizinan tidak ada yang langsung diletakkan langsung di meja atau kursi ruangan penyimpanan.
b. Perlu adanya petugas tambahan yang ditugaskan untuk merapikan dokumen perizinan seterusnya, disebabkan petugas unit pelayanan perizinan bertugas untuk mengupdate proses perizinan stakeholder.
DAFTAR PUSTAKA
Permen PUPR No. 01/PRT/M/2016 tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Dayai Air
Lampiran I
Dokumentasi Kegiatan
1. Pensosialisasian Sistem Arsip Dokumen Perizinan
2. Pensortiran Arsip Dokumen Perizinan
Sosialisasi sistem Arsip dengan Kepala
Subdirektorat Pemanfaatan SDA, Bapak Maman Noprayamin ST, MT.
Sosialisasi sistem Arsip dengan Kepala Seksi Pemanfaatan I , Ibu Maria Ulfa Permatasari ST, MPSDA.
Persortiran dokumen perizinan anatara dokumen
pengusahaan SDA dan Penggunaan SDA
3. Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data Arsip
4. Pengefektifan Ruang Arsip Dokumen Perizinan
Pemberian label pada map penyimpanan dokumen arsip Pemberian label pada Bindek Sosialisasi dan koordinasi perihal sistem Arsip dengan Pegawai Unit Pelayanan Perizinan, Bapak Dwi Darwanto S.Kom.
5. Pengaksesan Data Arsip
6. Pemberian Testimoni
Input Data Nomor Dokumen (realese
mark), Nomor Map
dan Nomor Bindek
Testimoni kegiatan aktualisasi penulis oleh Kepala
Subdirektorat Pemanfaatan SDA, Bapak Maman Noprayamin ST, MT.
Testimoni kegiatan aktualisasi penulis oleh Kepala Seksi Pemanfaatan I, Ibu Maria Ulfa
Testimoni kegiatan aktualisasi penulis oleh Pegawai Unit Pelayanan
Perizinan, Bapak Dwi Darwanto S.Kom.
Lampiran II
Dokumentasi Bukti Fisik
Dokumen perizinan yang telah diberikan Nomor Map dan Bindek.
Lemari penyimpanan yang dikelompokkan berdasarkan Balai Besar Wilayah Sungai atau Balai Wilayah Sungai (Program makro yang memuat database posisi dokumen bisa diperoleh melalui QR Code)
Program makro untuk memfilter dokumen berdasarkan Perusahaan sehingga diperoleh nomor surat permohonan izin Program Makro untuk melacak posisi dokumen berdasarkan nomor surat pemohonan izin.
1. Melakukan persortiran berkas berdasarkan lokasi pengusahaan atau penggunaan SDA berada dibawah naungan Balai Wilayah Sungai atau Balai Besar Wilayah Sungai.
2. Membuat release mark (tanda pelepasan) untuk berkas perizinan dengan format penulisan seperti contoh berikut:
B.1/A.1/L.18/BBWSB/2016
3. Menulis format nomor realese mark pada kertas dengan format backgroud warna, dan menempelkannya pada berkas perizinan yang siap diarsipkan.
= Untuk berkas izin pengusahaan = Untuk berkas izin penggunaan
4. Mengelompokan berkas perizinan yang telah diberikan realese mark kedalam map mengikuti nomor map.
5. Mengelompokkan map berkas perizinan kedalam bindek mengikuti nomor bindek. 6. Mengelompokkan bindek pada loker berdasarkan Balai Wilayah Sungai atau Balai
Besar Wilayah Sungai.
Tahun Berkas Perizinan
Singkatan Nama Balai Wilayah Sungai/Balai Besar Wilayah Sungai
Kode Bindek
Kode Map
Kode Realease Mark Berkas
Nomor Urut (berdasarakan jumlah berkas yang perizinan yang dikerluarkan menurut Permen PUPR Nomor 01/PRT/M/2016) Nomor urut Map (Tiap map berisi
3 Dokumen perizinan) Nomor urut Bindek (berdasarkan nomor urut balai)
1. Buka file macro “02.Cari Berkas Arsip Surat Permohonan Izin”
2. Setelah muncul tampilan dashboard awal, pencarian nomor surat permohonan izin dapat dilakukan dengan mengklik tombol “Cari Nomor Surat”.
3. Selanjutnya pencarian nomor surat dengan mengisi cell searchbox, data nomor surat permohonan dapat dicopy. Klik “Ke File Pencarian Berkas” jika ingin melanjutkan proses pencarian berkas, sedangkan jika ingin mengedit filter penacarian bisa mengklik “Kembali Ke Awal”.
4. Setelah kembali ke tampilan dashboard awal klik “Cari Berkas Surat Perizinan” 5. Akan muncul tampilan form pencarian, selanjutnya copy paste nomor surat pada
kolom “Nomor Surat Permohonan Izin”. Selanjutnya Klik “Cari Berkas”. Maka posisi berkas perzinan akan tertera
This document is solely for the use of intended party. No part of it may be circulated, quoted, or reproduced for distribution outside the organization without prior written approval. This material was intended for brief presentation; it is not a complete record of the discussion.
Kegiatan Aktualisasi
PEMBUATAN SISTEM PENGUMPULAN DAN PENYEDIAAN ARSIP DOKUMEN PERIZINAN DI SUBDIREKTORAT
PEMANFAATAN SDA
DISUSUN OLEH : NAMA : ARYA BAKTI GEWANGGA NIP : 199212162019031006
FORMASI JAFUNG : TEKNIK PENGAIRAN AHLI PERTAMA UNIT ORGANISASI : DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
PELATIHAN DASAR CPNS PUPR BATCH I KELAS A | AGUSTUS 2019
OUTLINE PEMBAHASAN
1.ISU AKTUALISASI 2. KONDISI EKSISTING 3. KEGIATAN AKTUALISASI
A. Pensosialisasian Sistem Arsip Dokumen Perizinan B. Pensortiran Arsip
C. Pengumpulan Pola dan Penyimpanan Data Arsip D. Pengefektifan Ruang Arsip Dokumen Perizinan E. Pengaksesan Data Arsip