• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman"

Copied!
237
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh : Aloysia Kirana Purnami NIM : 151134018. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh : Aloysia Kirana Purnami NIM : 151134018. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019. i.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN. Skripsi ini kupersembahkan untuk:  Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu memberikan berkat, rahmat, dan kasihNya tiada henti.  Kedua orang tuaku, Bapak Clemens Houf Bour Sapto Wahyudi dan Ibu Agnes Karya Wijayanti yang selalu mendoakan, mendukung, dan tak pernah lelah menyemangatiku hingga saat ini.  Adikku tercinta Theodora Putri Atmaji dan Theodosia Putri Dinanti yang selalu memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi.  Ibu Maria Melani Ika Susanti dan Ibu Kintan Limiansih selaku dosen pembimbing I dan pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan dan pengarahan dengan penuh kasih dan kesabaran.  Clara Violita Levinia Stara dan Natalia Istiyaningtyas yang selalu memberikan dukungan, motivasi, dan semangat dalam mengerjakan skripsi.  Para sahabatku sekaligus teman seperjuangan yang selalu ada untuk memberikan semangat, motivasi, dan bantuannya, yaitu Lois, Dinda, Ayu, Agatha, Yosie, Tiwi, Sasa, dan Anggun.  Sahabat Payung “Payung Teduh”, Agatha Yekti Pranaestuti dan Yosie Tiara Putri yang selalu berjuang dan bertukar pikiran bersama-sama dalam penulisan skripsi ini.  Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. iv.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO.  Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya (Matius 21:22).  Patience is needed when you want to achieve a succes.  Don’t lose the faith, keep praying, and keep trying.. v.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 28 Maret 2019 Peneliti. Aloysia Kirana Purnami. vi.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama. : Aloysia Kirana Purnami. Nomor Mahasiswa. : 151134018. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 28 Maret 2019 Yang menyatakan. Aloysia Kirana Purnami. vii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN Aloysia Kirana Purnami Universitas Sanata Dharma 2019 Latar belakang dalam penelitian ini adalah rendahnya karakter pada generasi muda, khususnya di tingkat satuan pendidikan sekolah dasar. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman dan mendeskripsikan upaya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah guru di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman yang berjumlah 310 guru. Sampel dalam penelitian ini adalah 170 guru yang ditetapkan melalui tabel penentuan sampel minimal menurut Krejcie dan Morgan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner (pertanyaan terbuka dan tertutup) dan studi dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri seKecamatan Depok Kabupaten Sleman telah diimplementasikan dengan hasil persentase sebanyak 90,76%. Upaya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas dilakukan dalam bentuk pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter melalui proses pembelajaran (intrakurikuler). Hasil persentase yang tertinggi terjadi pada cara mengelola kelas dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter sebanyak 98% responden. Sedangkan, hasil persentase yang terendah terjadi pada sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) sebanyak 76% responden. Kata kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, Berbasis Kelas, Sekolah Dasar.. viii.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION REINFORCEMENT CLASSROOM-BASED PROGRAM IN ELEMENTARY SCHOOLS EDUCATION IN DEPOK, SLEMAN Aloysia Kirana Purnami Sanata Dharma University 2019 The background of this research is the low quality of children’s character, especially at the elementary schools. Due to the situation, the Government has applied a Character Education Reinforcement Program which is based on classroom, culture and Community. The objectives of this research are to identify the implementation of Classroom-Based Character Education Reinforcement Program in public elementary schools of Depok, Sleman and to describe the efforts that have been carried out within the implementation of Classroom-Based Character Education Reinforcement Program in public elementary schools of Depok, Sleman. This research is a descriptive quantitative study using survey method. The population of this research is all public elementary school teachers of Depok, Sleman and the total number of the population was 310 people. From the population, 170 teachers were selected as the sample by using the minimum sample of determination based on Krejcie and Morgan table with simple random sampling technique. Next, the data were gathered through the questionnaire (using open-ended and close-ended questions) and the documentary study. The result of the research shows that the implementation of ClassroomBased Character Education Reinforcement Program in public elementary schools Depok, Sleman reaches 90,76%. The program is implemented in the form of Character Education Reinforcement integrated iinto the learning process (intracurriculary). The highest percentage is in the classroom management that relies on the integration of character values, reaches 98%. and the lowest percentage is found in the socialization of Character Education Reinforcement Program through Teacher Workgroup that reaches 76%. Keywords : Character Education Elementary School.. Reinforcement,. ix. Classroom-Based,.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman” dapat diselesaikan dengan baik. Dalam penyusunan skripsi ini, peneliti tidak lepas dari bantuan, dukungan, bimbingan, nasihat, dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Progam Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Ibu Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Progam Pendidikan Guru Sekolah Dasar sekaligus dosen pembimbing II yang telah membimbing dan memberi saran pada peneliti. 4. Ibu Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing, memberikan dorongan dan motivasi sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak Odo Hadinata, M.Pd. selaku Tim Pengembangan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk masukan yang diberikan selama penyusunan skripsi.. x.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Bapak Drs. YB. Adimassana, M.A. selaku Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan dosen-dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang telah membimbing dan memberikan motivasi kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Depok yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian. 8. Bapak dan Ibu validator instrumen penelitian di Daerah Istimewa Yogyakarta. 9. Kepala Sekolah dan guru SD Negeri kelas I sampai dengan VI seKecamatan Depok, yang telah memberikan izin dan berpartisipasi dalam penelitian ini. 10. Kedua orang tuaku, Bapak Clemens Houf Bour Sapto Wahyudi dan Ibu Agnes Karya Wijayanti yang selalu mendoakan, mendukung, dan tak pernah lelah menyemangatiku hingga saat ini. 11. Adikku tercinta Theodora Putri Atmaji dan Theodosia Putri Dinanti yang selalu memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi. 12. Sahabat Payung “Payung Teduh”, Agatha Yekti Pranaestuti dan Yosie Tiara Putri yang selalu berjuang dan bertukar pikiran bersama-sama dalam penulisan skripsi ini. 13. Sahabat-sahabatku sekaligus teman seperjuangan yang selalu ada untuk memberikan semangat, motivasi, dan bantuannya, yaitu Lois, Dinda, Ayu, Agatha, Yosie, Tiwi, Sasa, dan Anggun. 14. Teman-teman angkatan 2015 PGSD kelas E atas kerjasama dan selalu memberikan keceriaan selama berproses.. xi.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 15. Seluruh pihak yang telah banyak berjasa yang tidak dapat peneliti sebut satu persatu. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan, untuk itu peneliti mengharapkan kritik maupun saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.. Yogyakarta, 28 Maret 2019 Peneliti. Aloysia Kirana Purnami. xii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................................i ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................ HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................................ iii iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................................ v HALAMAN MOTTO ................................................................................................ PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA vii ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................................................ viii ABSTRAK ................................................................................................................................ ix ABSTRACT ................................................................................................................................ x KATA PENGANTAR ................................................................................................ xiii DAFTAR ISI ................................................................................................................................ DAFTAR TABEL ................................................................................................ xv xvi DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................ 1 BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................................ A. Latar Belakang Masalah ................................................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................................................ 10 C. Batasan Masalah ................................................................................................10 D. Rumusan Masalah ................................................................................................ 11 E. Tujuan Penelitian ................................................................................................ 11 F. Manfaat Penelitian ................................................................................................ 12 G. Definisi Operasional ................................................................................................ 12 14 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................................ A. Kajian Pustaka ................................................................................................ 14 1. Pendidikan Karakter ................................................................................................ 14 2. Program Penguatan Pendidikan Karakter ................................................................ 16 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas ................................ 31 B. Penelitian yang relevan ................................................................................................ 51 C. Kerangka Berpikir ................................................................................................ 60 D. Hipotesis Penelitian ................................................................................................ 62 64 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................................ A. Jenis Penelitian ................................................................................................ 64 B. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................................................ 66 1.Waktu ................................................................................................................................ 66 2. Tempat ................................................................................................................................ 67 C. Populasi dan Sampel ................................................................................................ 68 1. Populasi ................................................................................................................................ 68 2. Sampel ................................................................................................................................ 70 D. Variabel Penelitian ................................................................................................ 75 E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................................ 75 1. Kuesioner ................................................................................................................................ 76 2. Studi Dokumenter................................................................................................ 77 F. Instrumen Penelitian ................................................................................................ 78 1. Pertanyaan Terbuka ................................................................................................ 78. xiii.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Pertanyaan Tertutup................................................................................................ 81 3. Daftar Cek ................................................................................................ 84 G. Teknik Pengujian Instrumen ................................................................................................ 86 1. Validitas Isi ................................................................................................ 86 2. Validitas Muka ................................................................................................ 94 H. Teknik Analisis Data ................................................................................................ 95 100 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................................ A. Hasil Penelitian ................................................................................................ 100 1.Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ................................................................100 2.Deskripsi Responden Penelitian ................................................................ 103 3.Deskripsi Data Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se- 103 Kecamatan Depok ................................................................................................ B. Pembahasan ................................................................................................................................ 135 BAB V PENUTUP ................................................................................................ 146 A. Kesimpulan ................................................................................................................................ 146 B. Keterbatasan Penelitian ................................................................................................ 147 C. Saran ................................................................................................................................ 148 150 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 154 DAFTAR PUSTAKA GAMBAR ................................................................................................ 155 LAMPIRAN ................................................................................................................................ 219 BIOGRAFI PENELITI ................................................................................................. xiv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 3.15 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7. Contoh Pengintegrasian Nilai Karakter ke dalam RPP …....... Jadwal Penelitian……………………………………………... Jumlah Populasi Penelitian…………………………………… Penentuan sampel minimal menurut Krejcie dan Morgan……. Populasi dan Sampel Tiap Sekolah…………………………… Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Terbuka Berbasis Kelas…….. Instrumen Pertanyaan Terbuka……………………................. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Tertutup Berbasis Kelas…….. Instrumen PertanyaanTertutup…………………….................. Skor Jawaban InstrumenPenelitian…………………………… Daftar Cek Dokumentasi……………………………………... Konversi Nila Skala Lima……………………………………. Modifikasi Nilai Skala Lima ………………………………… Kriteria Skor Skala Lima …………………………………….. Rekapitulasi Hasil Validitas Isi……………………………….. Rekapitulasi Hasil Validitas Muka…………………………… Daftar SD yang diteliti ……………………………………….. Instrumen Pertanyaan Terbuka ………………………………. Instrumen Pertanyaan Tertutup ………………………………. Rerata Persentase Aspek Sosialisasi …………………………. Rerata Persentase Aspek Pra Observasi………………………. Rerata Persentase Aspek Observasi Kelas …………………… Rekapitulasi Persentase dari 3 Aspek…………………………. xv. 26 66 69 71 73 79 80 82 83 84 85 87 88 90 91 95 101 104 106 139 139 140 141.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 Gambar 4.11 Gambar 4.12. Keterpaduan olah hati, olah rasa/karsa, olah pikir, dan olah raga…………………………………………………... Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka ………………………. Keterlibatan Polisi dalam Sosialisasi di Sekolah Dasar…... Manajemen Kelas………………………………………… Penerapan Gerakan Literasi ……………………………… Literature Map Penelitian yang Relevan ………………… Grafik Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter ………………………………………………….. Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 1 ……………………..... Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 2 ……………………..... Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 3 ……………………..... Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 4 ………………………. Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 5……………………...... Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 6 ………………………. Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 7 ………………………. Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 8 ………………………. Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 9 ………………………. Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 10 ……………………... Grafik Persentase Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter pada Aitem 11………………………. xvi. 18 29 31 37 47 58 107 111 113 115 117 119 121 124 126 128 131 133.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18. Surat Izin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma………………. Surat Rekomendasi Penelitian dari Kesatuan Bangsa dan Politik...... Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari UPT Kecamatan Depok………………………………………………………………... Surat Keterangan Sudah Mengumpulkan Hasil Penelitian kepada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik……………………………....... Rangkuman Data SD Negeri di Kecamatan Depok, Kabupaten Bantul………………………………………………………………… Coding Data 37 SD Negeri di Kecamatan Depok………………........ Rekap Data Implementasi Instrumen Checklist …………………....... Rekap Data Implementasi Instrumen Uraian……………………........ Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Tertutup (Checklist) ……………….. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Terbuka (Uraian)…………………… Surat Pengantar Instrumen ……………………….. ……………........ Identitas Responden………………………………………………….. Instrumen Penelitian Pertanyaan Tertutup dan Terbuka…………...... Surat Permohonan Izin Validasi……………………………………... Data Mentah 10 Validasi Ahli……………………………………….. Hasil Rekap Validasi Instrumen Pertanyaan Tertutup dan Terbuka.... Hasil Validasi Instrumen Pertanyaan Terbuka dan Tertutup………... Daftar Cek Dokumentasi……………………………………………... xvii. 156 157 158 159 160 161 166 171 177 178 179 180 181 184 185 215 216 218.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kegiatan untuk mengembangkan manusia yang berkualitas, terutama kepada peserta didik. Usaha untuk membangun bangsa dengan jati diri yang utuh, maka dibutuhkan sistem pendidikan yang memiliki materi yang holistik serta ditopang oleh pengelolaan dan pelaksanaan yang baik. Dengan demikian, pendidikan harus bermutu dan berkarakter (Suyadi, 2013: 4-5). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Samani dan Hariyanto, 2012: 42), karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Senada dengan pendapat Scerenko (dalam Samani dan Hariyanto, 2012: 42) mendefinisikan karakter sebagai atribut atau ciri-ciri yang membentuk dan membedakan ciri pribadi, ciri etis, dan kompleksitas dari seseorang, suatu kelompok atau bangsa. Berdasarkan kedua pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan sifat atau ciri pribadi seseorang dalam membedakan seseorang dengan yang lain. Dalam hal ini, karakter tidak sekedar sikap yang dicerminkan oleh perilaku, tetapi juga terkait dengan motif yang melandasi sikap. Oleh karena itu, ada pengaruh lingkungan sekeliling baik lingkungan sosial budaya maupun lingkungan fisik yang memengaruhi karakter, sehingga memunculkan. 1.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. suatu sikap yang kemudian diejawantahkan dalam perilaku (Samani dan Hariyanto, 2012: 48). Karakter seseorang berkembang berdasarkan potensi yang dibawa sejak lahir atau yang dikenal sebagai karakter dasar yang bersifat biologis. Menurut Ki Hajar Dewantara, aktualisasi karakter dalam bentuk perilaku sebagai hasil perpaduan antara karakter dan hasil hubungan atau interaksi dengan lingkungannya. Karakter dapat dibentuk melalui pendidikan, karena pendidikan merupakan alat yang paling efektif untuk menyadarkan individu dalam jati diri kemanusiaannya (Zubaedi, 2011: 13). Dengan pendidikan akan dihasilkan kualitas manusia yang memiliki kehalusan budi dan jiwa, memiliki kecemerlangan pikir, kecekatan raga, dan memiliki kesadaran penciptaan dirinya. Perkembangan karakter seseorang tidak bisa terlepas dari pendidikan, karena pendidikan merupakan upaya untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan menganut nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pendidikan karakter pada setiap sekolah. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, Megawangi (dalam Kesuma, dkk, 2011: 5) mengungkapkan, bahwa pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Winton (dalam Samani dan Hariyanto, 2012: 43) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai kepada para peserta didik. Berdasarkan kedua pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah upaya secara sadar.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. yang dilakukan oleh seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai karakter kepada setiap peserta didik, sehingga setiap peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun manfaat diterapkannya pendidikan karakter bagi peserta didik untuk saat ini adalah peserta didik memiliki kepribadian yang baik dan berkarakter sesuai dengan yang dicita-citakan bangsa Indonesia, sehingga dapat melakukan pembiasaan-pembiasaan yang positif dalam kehidupan sehari-hari mulai sejak dini. Selain itu, manfaat diterapkannya pendidikan karakter bagi peserta didik untuk masa depan adalah menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan memiliki karakter yang baik, sehingga mempunyai tujuan untuk meraih cita-citanya. Penanaman pendidikan karakter tidak bisa hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan atau melatih suatu keterampilan tertentu. Namun, penanaman pendidikan karakter perlu proses, contoh teladan, dan pembiasaan atau pembudayaan dalam lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan media massa. Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter pada setiap peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religiusitas, nasionalisme, produktif, dan kreatif (Zubaedi, 2011: 17-18). Pada kenyataannya, dengan adanya pengaruh globalisasi dan arus informasi, pendidikan karakter telah menjadi polemik di berbagai Negara. Sudarminta (dalam Zubaedi, 2011: 3) menjelaskan bahwa praktik pendidikan yang semestinya memperkuat aspek karakter atau nilai-nilai kebaikan sejauh ini.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. hanya mampu menghasilkan berbagai sikap dan perilaku manusia yang nyatanyata bertolak belakang dengan apa yang diajarkan. Hal ini disebabkan, minimnya perhatian tehadap pendidikan karakter dalam ranah persekolahan, yang menyebabkan berbagai penyakit sosial di tengah masyarakat. Di era globalisasi saat ini, situasi pendidikan karakter di Indonesia dirasakan mulai luntur. Beragam persoalan kebangsaan terus menerus mengalami kecemasan dan kekhawatiran mengenai krisis moral yang menimpa tunas-tunas bangsa. Berbagai kasus moral seolah mewarnai dinamika perkembangan pendidikan Indonesia, yang turut serta melibatkan kalangan peserta didik yang berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis karakter atau jati diri yang menjadi landasan fundamental bagi pembangunan karakter bangsa (nation character building). Berbagai peristiwa atau kejadian yang sering berlangsung dalam kehidupan sehari-hari melalui televisi maupun media cetak, menunjukkan betapa masyarakat Indonesia tengah mengalami degradasi jati diri dan menurunnya martabat bangsa yang berkeadaban. Di saat bersamaan pula terjadi amukan massal atau tawuran di kalangan anak muda yang mengakibatkan keresahan, karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan hidup masyarakat. Fenomena kriminalitas yang terjadi dalam kehidupan semua berkaitan dengan pendidikan, seperti peserta didik melakukan aksi tawuran, peserta didik yang menjadi korban kasus narkoba, peserta didik yang tidak bersemangat belajar, peserta didik yang menyontek saat ujian, peserta didik yang melakukan kekerasan dengan temannya sendiri, dan sebagainya. Merosotnya pendidikan moral yang terjadi pada yang terjadi pada anak usia sekolah dasar, dimungkinkan karena pengaruh.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. globalisasi yang melahirkan kemajuan dari sisi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika generasi muda tidak memiliki tameng yang kuat dalam membendung aroma negatif globalisasi, bukan tidak mungkin kebudayaan popular akan meruntuhkan nilai-nilai kearifan lokal tersebut (Ilahi, 2014: 2728). Kemerosotan nilai-nilai karakter bangsa ini dapat terlihat dalam beritaberita yang beredar, seperti berita yang termuat dalam (Liputan 6, 21 April 2018) belasan peserta didik sekolah dasar hendak tawuran dengan membawa senjata tajam terjadi di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Belasan peserta didik tersebut diduga hendak menyerang peserta didik yang berbeda sekolah. Polisi mengamankan barang bukti berupa 4 parang, 5 celurit, 2 golok, 2 gesper, 2 besi tumpul, dan 1 gir motor diikat gesper dari tangan para peserta didik. Berita lain yang termuat dalam (Liputan 6, 12 April 2012) yaitu kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional di berbagai daerah pada hari kedua terjadi, salah satunya di Grobogan, Jawa Tengah. Sejumlah peserta didik tertangkap ketika sedang mencontek dan bertukar jawaban ujian. Contekan jawaban UN tersebut dibawa peserta berupa lembaran kunci jawaban dan dari HP. Selain itu, berita yang termuat dalam (Tribun Jateng, 17 April 2018), terjadinya aksi bullying hingga menimbulkan aksi kekerasan dengan teman sekelasnya. Awal permasalahan tersebut terjadi karena peserta didik (korban) tersebut diejek bau amis. Lalu peserta didik (korban) tersebut tidak terima dengan ejekan temantemannya, kemudian membalas dengan omongan. Setelah itu, peserta didik (korban) dipukuli dan ditendang bagian perutnya. Setelah mengalami perlakuan kekerasan, peserta didik (korban) sempat dirawat di rumah sakit.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. karena mengalami gangguan pada kesehatannya, seperti perut mual, mimisan, dan pusing kepala. Melalui pemberitaan tersebut, semakin membuktikan bahwa pendidikan karakter belum terlaksana secara optimal. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran tersendiri khususnya bagi seorang guru, karena hal ini menimbulkan dampak negatif akan meningkatnya krisis moral. Jika krisis moral sudah menimpa kalangan remaja yang masih berstatus sekolah, ancaman terhadap generasi ini sesungguhnya semakin nyata dan bisa menjadi alarm negatif bagi potret buram pendidikan di Indonesia (Ilahi, 2014: 29). Melihat keprihatinan di atas, sekolah memiliki peran yang cukup dominan terhadap pembentukan karakter pada setiap peserta didik untuk menjadi lebih baik. Meskipun demikian, peran orang tua dan masyarakat juga jauh lebih penting. Oleh karena itu, agar karakter setiap peserta didik dapat terbentuk dengan kuat sesuai yang diharapkan, maka dalam hal ini Pemerintah Kemendikbud menerapkan suatu gerakan yang disebut dengan Gerakan Penguatan. Pendidikan. Karakter. yang. merupakan. kelanjutan. dan. kesinambungan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental yang termasuk dalam bagian integral dari Nawacita. Nawacita merupakan rancangan sembilan agenda prioritas Presiden Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla. Salah satu rancangan dari sembilan agenda prioritas yang berkaitan dengan pendidikan, terdapat pada butir kedelapan yang berbunyi “Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan. mengedepankan. aspek. pendidikan. kewarganegaraan,. yang. menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia” (Kompas, 21 Mei 2014). Revolusi Karakter Bangsa dan Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam pendidikan hendak mendorong pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma, yaitu perubahan pola pikir dan cara bertindak dalam mengelola sekolah, dengan menempatkan nilai-nilai karakter sebagai. dimensi. terdalam. pendidikan. yang. membudayakan. dan. memberadabkan para pelaku pendidikan. Penguatan Pendidikan Karakter merupakan gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter melalui pembentukan transformasi (perubahan sifat), transmisi (pesan dari seseorang kepada orang lain), dan pengembangan potensi peserta didik dengan cara harmonisasi olah hati (etik/nilai dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik) sesuai falsafah hidup pancasila (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 17). Oleh karena itu, program Penguatan Pendidikan Karakter sebaiknya diterapkan secara optimal, sehingga setiap peserta didik dapat mengembangkan perilaku yang berbudi luhur sesuai yang dicita-citakan bangsa Indonesia dengan menanamkan nilai-nilai utama karakter bangsa sesuai dengan yang tercantum dalam Permendikbud No. 20 Tahun 2018 Pasal 2 Ayat 2 yang menyatakan bahwa nilai sebagaimana yang dimaksud pada Ayat (1) merupakan perwujudan dari 5 (lima) nilai utama yang saling berkaitan yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang terintegrasi dalam kurikulum. Penguatan Pendidikan Karakter dilaksanakan dengan tiga pendekatan utama, antara lain: berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. Hal ini.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. sesuai dengan yang tercantum dalam Permendikbud No. 20 Tahun 2018 Pasal 6. Ayat. 1. yang. menyatakan,. bahwa. penyelenggaraan. PPK. yang. mengoptimalkan fungsi kemitraan tripusat pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 dilaksanakan dengan pendekatan berbasis: a) kelas; b) budaya sekolah, dan c) masyarakat. Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas merupakan proses pembentukan karakter yang terjadi dalam lingkungan pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan intrakurikuler, sedangkan. Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya. sekolah merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung prestasi PPK dalam mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah yang tercermin dari suasana dan lingkungan sekolah yang kondusif, dan Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat merupakan proses pembentukan karakter melalui pelibatan mitra yang ada di masyarakat, seperti tokoh masyarakat, orang tua, organisasi, dan lembaga. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas. Peneliti tertarik melakukan penelitian program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, karena peneliti ingin melihat sejauh mana peran guru dalam menanamkan karakter peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler. Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam Perpres No 87 Tahun 2017 Pasal 7 Ayat 1 yang menyatakan bahwa penyelenggaraan PPK dalam kegiatan intrakurikuler sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 Ayat (1) huruf a merupakan penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan penguatan materi pembelajaran, metode pembelajaran sesuai.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Oleh karena itu, setiap peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan integrasi perilaku yang positif dalam kehidupan. kesehariannya,. sebagai. akibat. dari. guru. yang. telah. mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter dalam proses pembelajaran yang dilakukannya. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Kecamatan Depok merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Sleman. Secara geografis bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Ngaglik, bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Mlati, sedangkan bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Gondokusuman, dan di bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Kalasan. Alasan peneliti memilih Kecamatan Depok sebagai tempat penelitian, karena memiliki jumlah satuan pendidikan sekolah dasar negeri yang paling banyak dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sleman, sehingga semakin banyak populasi yang diteliti, maka semakin menggambarkan karakteristik dari populasi tersebut. Selain itu, di Kecamatan Depok belum pernah ada penelitian tentang implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian survei, yang berjudul ”Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman”..

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. B. Identifikasi Masalah Penelitian ini didasari pada beberapa masalah, adapun masalah-masalah tersebut adalah : 1. Rendahnya karakter peserta didik yang ditunjukkan melalui tindakantindakan yang tidak bermoral. 2. Penekanan pendidikan karakter belum dilaksanakan secara optimal.. C. Batasan Masalah Agar penelitian tidak terlalu luas, maka masalah yang diteliti akan dibatasi sebagai berikut : 1. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah guru SD kelas I sampai VI di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. 2. Fokus penelitian pada implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas dan upaya yang dilakukan di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman 3. Jumlah sekolah dasar negeri yang diteliti terdiri dari 37 sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. 4. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling..

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. D. Rumusan Masalah Latar belakang masalah dan batasan masalah yang dikemukakan melandasi rumusan masalah dalam penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman telah diimplementasikan? 2. Bagaimana upaya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman?. E. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk : 1. Mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. 2. Mendeskripsikan upaya implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar negeri seKecamatan Depok Kabupaten Sleman..

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. F. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan makna yang bermanfaat bagi: 1. Peserta didik Hasil penelitian ini untuk memberikan pemahaman bagi peserta didik, akan pentingnya menumbuhkan nilai-nilai karakter yang harus dilakukan sejak dini. 2. Guru Hasil penelitian ini dapat memberikan inspirasi pada guru dalam menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter melalui proses pembelajaran di kelas. 3. Sekolah Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada kepala sekolah atau lembaga pendidikan di sekolah dasar sebagai bahan kajian dalam upaya membangun pendidikan karakter bagi setiap peserta didik. 4. Peneliti Hasil penelitian ini berguna untuk menambah wawasan dan pengalaman baru dalam melakukan penelitian survei pada implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas.. G. Definisi Operasional 1. Karakter adalah kebiasaan seseorang yang ditunjukkan dari cara berpikir dan berperilaku secara khas, sehingga menjadi ciri khas seseorang dalam membedakan seseorang yang satu dengan yang lainnya..

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. 2. Pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan oleh seorang guru untuk mendidik dan menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter adalah Program yang dibuat oleh pemerintah. bertujuan. untuk. memperkuat. karakter. peserta. didik. berlandaskan nilai-nilai utama karakter Bangsa Indonesia. 4. Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas adalah proses pembentukan karakter yang terjadi dalam proses pembelajaran melalui kegiatan intrakurikuler. 5. Sekolah Dasar adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal yang ditempuh dalam waktu 6 tahun..

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. Bab ini membahas teori yang mendukung, hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Bagian-bagian tersebut akan dijabarkan sebagai berikut.. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan uraian hasil pengkajian kita terhadap berbagai referensi yang dijadikan acuan dalam penelitian. Kajian pustaka misalnya dapat mengkaji beberapa hal sebagai berikut. 1. Pendidikan Karakter a. Pengertian Karakter Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Samani dan Hariyanto, 2012: 42) karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Pendapat lain yang diungkapkan Alwisol (dalam Zubaedi, 2011: 11) bahwa karakter diartikan sebagai gambaran tingkah laku yang menonjolkan nilai benar-salah, baik-buruk, baik secara eksplisit maupun implisit. Dalam tulisan bertajuk Urgensi Pendidikan Karakter, Suyanto (dalam Zubaedi, 2011: 11) menjelaskan bahwa karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk. 14.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa karakter adalah kebiasaan seseorang yang ditunjukkan dari cara berpikir dan berperilaku secara khas, sehingga menjadi ciri khas seseorang dalam membedakan seseorang yang satu dengan yang lainnya. b. Pengertian Pendidikan Karakter Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik, pendapat ini disampaikan oleh Winton (dalam Samani dan Hariyanto, 2012: 43). Di pihak lain, Wibowo (dalam Kurniawan, 2016: 31) mendefinsikan pendidikan karakter sebagai pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter luhur kepada peserta didik sehingga mereka memiliki karakter luhur tersebut, menerapkan dan mempraktikkan dalam kehidupannya, entah dalam keluarga, sebagai anggota masyarakat dan warga Negara. Sedangkan, pendapat yang disampaikan Burke (dalam Samani dan Hariyanto, 2012: 43) bahwa pendidikan karakter merupakan bagian dari pembelajaran yang baik dan merupakan bagian yang fundamental dari pendidikan yang baik Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan oleh seorang guru untuk mendidik dan menanamkan nilai-nilai.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. karakter kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.. 2. Program Penguatan Pendidikan Karakter a. Latar belakang Di era globalisasi saat ini, program Penguatan Pendidikan Karakter perlu diterapkan pada setiap satuan pendidikan di Indonesia. Mengingat bahwa saat ini krisis karakter telah menimpa anak muda di Indonesia, yang secara tidak langsung akan memengaruhi kepribadian dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari dengan menimbulkan dampak yang negatif. Jika generasi muda tidak memiliki tameng yang kuat dalam membendung aroma negatif, bukan tidak mungkin kebudayaan popular juga akan meruntuhkan nilai-nilai kearifan lokal (Ilahi, 2014: 27-28). Berkaitan dengan permasalahan tersebut, maka pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan di setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan karakter bukanlah sesuatu yang baru di dunia pendidikan. Salah satu tokoh pelopor pendidikan di Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak (Samani dan Hariyanto, 2012: 33). Menurut Ki Hajar Dewantara, komponen budi pekerti, pikiran dan tubuh anak tidak dapat dipisahkan melainkan saling terintegrasi..

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. Konsep pendidikan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara yaitu sistem among yang meliputi ing ngarsa sung tuladha (jika di depan memberi teladan), ing madya mangun karsa (jika di tengah-tengah atau sedang bersama-sama menyumbangkan gagasan, maknanya di samping guru memberikan idenya, peserta didik juga didorong untuk mengembangkan karsa atau gagasannya), dan tut wuri handayani (jika berada di belakang, maknanya menjaga agar tujuan pendidikan tercapai dan peserta didik diberi motivasi serta diberi dukungan psikologis untuk mencapai tujuan pendidikan sebenarnya sarat akan nilai-nilai karakter) (Samani dan Hariyanto, 2012: 33). Hal tersebut juga didukung dengan adanya program Penguatan Pendidikan Karakter. Program ini didukung oleh Pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, sehingga program Penguatan Pendidikan Karakter bisa terlaksana dengan baik. Dampak dari penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter adalah terjadinya perubahan yang mendasar di dalam ekosistem pendidikan dan proses pembelajaran sehingga prestasi mereka pun juga meningkat. Program Penguatan Pendidikan Karakter ingin memperkuat pembentukan karakter peserta didik yang selama ini sudah dilakukan di setiap satuan pendidikan (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 7). Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa program Penguatan Pendidikan Karakter bertujuan untuk memperkuat karakter peserta didik yang tercermin melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik, sehingga hal tersebut menimbulkan dampak yang positif khususnya bagi peserta didik..

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. b. Pengertian Penguatan Pendidikan Karakter Penguatan Pendidikan Karakter merupakan gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter melalui pembentukan transformasi (perubahan sifat), transmisi (pesan dari seseorang kepada orang lain), dan pengembangan potensi peserta didik dengan cara harmonisasi olah hati (etik/nilai dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik) sesuai falsafah hidup pancasila (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 17). Melalui penjelasan di atas, maka karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat bagian. Keterpaduan ini secara ringkas ditunjukkan dalam gambar 2.1 berikut: Gambar 2.1 Keterpaduan olah hati, olah rasa/karsa, olah pikir dan olah raga. Cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi ipteks, dan reflektif. Bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih. OLAH PIKIR. OLAH RAGA. OLAH HATI. OLAH RASA/ KARSA. Beriman dan bertakwa. Jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik. Ramai, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produkIndonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Berdasarkan gambar 2.1 di atas menunjukkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter saling berkaitan dengan olah hati (etik/nilai dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik) yang memilki keterpaduan dalam diri individu yang telah terintegrasi secara utuh dan menyeluruh. c. Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter memiliki tujuan (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 16) sebagai berikut : 1) Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai karakter sebagai jiwa atau generasi utama penyelenggaraan pendidikan. 2) Membangun dan membekali Generasi Emas Indonesia 2045 menghadapi. dinamika. perubahan. di. masa. depan. dengan. keterampilan abad 21. 3) Mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik/nilai dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik). 4) Merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekonomi pendidikan (kepala sekolah, guru, peserta didik, pengawas, dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter. 5) Membangun jejaring perlibatan masyarakat (publik) sebagai sumber-sumber belajar di dalam dan di luar sekolah..

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. 6) Melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa program Penguatan Pendidikan Karakter perlu diterapkan dengan tujuan untuk membekali peserta didik dalam menghadapi dinamika perubahan zaman yang semakin global, dengan mengajarkan pembiasaan-pembiasaan yang positif sejak dini dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sebagai manifestasi dari nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. d. Nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter Pendidikan karakter dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar karakter. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai (Zubaedi, 2011: 72). Dalam kaitan implementasi nilai-nilai dan proses-proses tersebut, pendidikan. bagi. peserta. didik. dilaksanakan. dengan. maksud. memfasilitasi mereka untuk menjadi orang yang memiliki kualitas moral, kewarganegaraan, kebaikan, kesantunan, rasa hormat, kesehatan, sikap kritis, keberhasilan, kebiasaan, insan yang kehadirannya dapat diterima dalam masyarakat (Samani dan Hariyanto, 2012: 50). Dalam rangka memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter, maka dicetuskan adanya Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang membudayakan dan memberadabkan para pelaku pendidikan. Terdapat lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Penguatan Pendidikan Karakter, antara lain sebagai berikut (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 8): 1) Religiusitas Nilai karakter religiusitas merupakan nilai yang mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religiusitas ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religiusitas ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai religiusitas antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan dan melindungi yang kecil dan tersingkir. 2) Nasionalisme Nilai karakter nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial,.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai nasionalisme antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. 3) Kemandirian Nilai karakter kemandirian merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merelisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai kemandirian antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. 4) Gotong royong Nilai. karakter. gotong. royong. mencerminkan. tindakan. menghargai semangat kerjasama dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/ pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerjasama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan..

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. 5) Integritas Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan. dan. menghargai. martabat. individu. (terutama. penyandang disabilitas) Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa ada lima nilai-nilai utama karakter antara lain religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Lima nilai-nilai utama tersebut perlu ditanamkan sejak dini, sehingga karakter peserta didik dapat terbentuk sejak dini dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan yang positif dan mampu menerapkan perilaku sesuai dengan nilai-nilai utama karakter, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. e. Pendekatan Basis Penguatan Pendidikan Karakter Dalam pelaksanaannya program Penguatan Pendidikan Karakter dilakukan berdasarkan tiga basis, antara lain :.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. 1) Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Pendidikan Karakter berbasis kelas merupakan locus educations utama yaitu di mana proses pembentukan karakter terjadi di dalam lingkungan pendidikan. Seluruh reformasi dalam bidang pendidikan, secanggih apa pun programnya, tidak akan efektif bila tidak menyentuh pokok persoalan sendiri, yaitu keseluruhan proses pengajaran yang terjadi di dalam kelas. Pengajaran di kelas yang efektif membawa perubahan besar dalam diri peserta didik. Carbrera (dalam Koesoema, 2018: 9) menyatakan bahwa, pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang memproduksi hasil yang dapat dilihat bagi perkembangan kognitif dan afektif peserta didik. Fokus pendidikan karakter pada peserta didik adalah interaksi dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran di kelas terdapat keseluruhan interaksi antara guru dan peserta didik, dinamika pembelajaran, pendalaman isi materi pembelajaran, pilihan model dan metode pengajaran, cara-cara evaluasi, dan penilaian yang terjadi selama pembelajaran inilah yang menjadi fokus pendidikan karakter berbasis kelas (Koeseoma, 2018: 9). Pengintegrasian program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas terdiri dari 6 jenis kegiatan, antara lain: pertama, pengintegrasian PPK melalui kurikulum; kedua, pengintegrasian PPK melalui manajemen sekolah; ketiga, pengintegrasian PPK melalui pilihan dan penggunaan model dan metode pembelajaran; keempat, PPK melalui mata pelajaran khusus; kelima, PPK melalui.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. gerakan literasi, keenam, PPK melalui layanan bimbingan konseling (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 27-29). Salah satu cara yang dilakukan oleh guru untuk memperoleh informasi mengenai pengintegrasian program Penguatan Pendidikan Karakter, yaitu melalui sosialisasi dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). Menurut Ratna (2010: 3), Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah dalam pembinaan professional guru yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, bertukar fikiran, berbagi pengalaman, melaksanakan berbagai demonstrasi, atraksi, dan simulasi dalam pembelajaran. Susilo (2017: 10), menyatakan bahwa keberadaan KKG merupakan bagian integral dari perwujudan sistem pembinaan kompetensi guru, yang didalamnya terdapat serangkaian kegiatan peningkatan mutu pendidikan, kemampuan professional guru. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (dalam Pratiwi, 2014: 10), tujuan KKG adalah sebagai berikut: 1) sebagai wadah pembinaan, pengarahan, penjelasan, diskusi penalaran kepada tenaga kependidikan, 2) meningkatkan semangat kerja guruguru di kelompok gugus untuk meningkatkan mutu, 3) sebagai wahana informasi, inovasi, dan mengajak tenaga kependidikan untuk berbekal diri agar dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berhasil dan sesuai target yang diharapkan. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter berbasis kelas adalah proses pembentukan.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. karakter yang terjadi dalam proses pembelajaran melalui kegiatan intrakurikuler. Oleh karena itu, demi terwujudnya pengintegrasian PPK berbasis kelas, secara optimal maka dibutuhkan sosialisasi tentang PPK, salah satunya sosialisasi PPK melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Salah satu contoh dari penerapan pendidikan karakter berbasis kelas. yaitu. mengintegrasikan. nilai-nilai. karakter. ke. dalam. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut ini merupakan tabel contoh penerapan pendidikan karakter berbasis kelas dengan mengintegrasikan. nilai-nilai. karakter. ke. dalam. Rancangan. Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang terdapat pada tabel 2.1 sebagai berikut: Tabel 2.1. Contoh Pengintegrasian Nilai Karakter ke dalam RPP Muatan Pelajaran PPKn. Kompetensi Dasar. Indikator Pencapaian. 3.1 Mengidentifikasi 3.1.1 hubungan antara simbol dan silasila Pancasila 3.1.2 dalam lambang Negara Garuda Pancasila. Menjelaskan arti simbol dalam lambang “Garuda Pancasila”. Menjelaskan contoh sikap yang dilakukan sesuai pada gambar yang berkaitan dengan pengamalan sila Pancasila kedua.. Bahasa Indonesia. 4.1 Menirukan ungkapan, ajakan, perintah, penolakan dalam cerita atau lagu anak-anak dengan bahasa yang santun. Memeragakan ungkapan kalimat ajakan sesuai dalam teks percakapan “Lani dan Dayu”.. 4.1.1. Karakter yang dikembangkan. Percaya Diri dan Cinta Tanah Air. Berdasarkan pada tabel 2.1 di atas, menunjukkan bahwa karakter yang dikembangkan, antara lain: nilai karakter cinta tanah air yang terdapat pada muatan pelajaran PPKn yang tercantum pada.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. kompetensi dasar 3.1 yaitu mengidentifikasi hubungan antara simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila dengan indikator pencapaian 3.1.1 menjelaskan arti simbol dalam lambang “Garuda Pancasila” dan 3.1.2 menjelaskan contoh sikap yang dilakukan sesuai pada gambar yang berkaitan dengan pengamalan sila Pancasila kedua. Sedangkan, nilai karakter percaya diri yang terdapat pada muatan pelajaran PPKn dan Bahasa Indonesia, yang tercantum pada kompetensi 4.1 yaitu menirukan ungkapan, ajakan, perintah, penolakan dalam cerita atau lagu anakanak dengan bahasa yang santun dengan indikator pencapaian 4.1.1 memeragakan. ungkapan. kalimat. ajakan. sesuai. dalam. teks. percakapan “Lani dan Dayu” . 2) Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung prestasi PPK dalam bidang akademik (olimpiade matematika, perolehan nilai UN terbaik se-Kecamatan) maupun non akademik (lomba MTQ, lomba taek wondo) dengan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah. Pengembangan PPK berbasis budaya sekolah termasuk di dalamnya keseluruhan tata kelola sekolah, desain Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 35)..

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah berfokus pada pembiasaan dan pembentukan budaya yang mempresentasikan nilai-nilai utama PPK yang menjadi prioritas satuan pendidikan. Pembiasaan ini diintegrasikan dalam keseluruhan kegiatan di sekolah yang tercermin dari suasana dan lingkungan sekolah yang kondusif (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 35). Langkah-langkah pelaksanaan PPK. berbasis. budaya. sekolah. dapat. dilaksanakan. dengan. menentukan nilai utama PPK, menyusun jadwal harian/ mingguan, mendesain kurikulum yang digunakan pada setiap tingkat satuan pendidikan, evaluasi peraturan sekolah, pengembangan kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler (wajib dan pilihan) (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 35). Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah adalah proses pembentukan karakter peserta didik melalui sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung prestasi PPK dalam bidang akademik (olimpiade matematika, perolehan nilai UN terbaik se-Kecamatan) maupun non akademik (lomba MTQ, lomba taek wondo) dengan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah, desain Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah. Salah satu contoh pelaksanaan PPK berbasis budaya sekolah, yaitu melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler wajib,.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. salah satunya ialah kegiatan pramuka. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada pada gambar 2.2 di bawah ini: Gambar 2.2 Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka. Sumber: http://depoktren.com/2017/12/03/kegiatan-pramuka-bangunkarakter-anak/.. Gambar 2.2 di atas merupakan foto ketika peserta didik sedang melaksanakan. kegiatan. ekstrakurikuler. wajib. yaitu. kegiatan. pramuka. Kegiatan pramuka merupakan contoh dari implementasi Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah yang dilakukan oleh peserta didik setiap satu minggu sekali disetiap sekolah. 3) Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pendidikan karakter berbasis masyarakat merupakan pembentukan karakter peserta didik dengan melibatkan keikutsertaan lembaga, komunitas, dan masyarakat lain di luar lingkungan sekolah. Oleh karena itu, berbagai macam bentuk kolaborasi dan kerjasama antar komunitas dan satuan pendidikan di luar sekolah sangat diperlukan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. dalam Penguatan Pendidikan Karakter (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 41-42). Berikut adalah beberapa contoh bentuk kerjasama dengan komunitas yang dapat membantu program Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah yang berfokus pada penguatan kekayaan pengetahuan peserta didik dalam rangka pembelajaran, antara lain: pembelajaran berbasis museum, cagar budaya, dan sanggar, monitoring dengan seniman dan budayawan lokal, kelas inspirasi, program siaran radio on-air, kolaborasi dengan media televisi, koran, dan majalah, gerakan literasi, literasi digital, kerjasama dengan perguruan tinggi: riset dosen-guru, program magang kerja, kerjasama dengan komunitas keagamaan. (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 4345). Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat adalah proses pembentukan karakter peserta didik dengan melibatkan keikutsertaan masyarakat seperti orang tua, organisasi, dan lembaga-lembaga terkait. Salah satu contoh pelaksanaan PPK berbasis masyarakat yaitu kerjasama pihak sekolah dengan pihak kepolisian, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan sosalisasi pada peserta didik. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada pada gambar 2.3 di bawah ini:.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. Gambar 2.3 Keterlibatan polisi dalam Sosialisasi di Sekolah dasar. Sumber: https://simomot.com/2014/04/17/tukang-sodomi-hukumseberat-beratnya-lebih-50-000-orang-tandatangani-petisigabung-yuk/. Gambar 2.2 di atas merupakan foto keterlibatan polisi dalam melaksanakan sosialisasi di sekolah dasar. Kegiatan sosialisasi tersebut menunjukkan kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak kepolisian. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh polisi terhadap seluruh peserta didik merupakan contoh dari implementasi Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat.. 5. Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas. a. Pengertian Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Pendidikan Karakter berbasis kelas adalah locus educations utama yaitu di mana proses pembentukan karakter terjadi di dalam lingkungan pendidikan. Seluruh reformasi dalam bidang pendidikan, secanggih apa pun programnya, tidak akan efektif bila tidak menyentuh pokok persoalan sendiri, yaitu keseluruhan proses pengajaran yang terjadi di dalam kelas (Koesoema, 2018: 9)..

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa pendidikan karakter berbasis kelas adalah proses pembentukan karakter pada setiap peserta didik yang dibentuk melalui proses pembelajaran atau kegiatan intrakurikuler. b. Jenis-jenis Pengimplementasian Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas 1) Pengintegrasian PPK dalam Kurikulum Pengintegrasian PPK dalam kurikulum ini memiliki arti, bahwa. di. dalam. proses. pembelajaran. guru. mampu. mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan dan menguatkan pengetahuan dalam menanamkan kesadaran peserta didik dan mempraktikkan. nilai-nilai. karakter,. khususnya. dalam. melaksanakan proses pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memanfaatkan materi yang tersedia di dalam kurikulum secara kontekstual dengan disertai penguatan nilai-nilai karakter (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 27) Langkah-langkah. menerapkan. PPK. (Tim. PPK. Kemendikbud, 27-28) melalui pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum dapat dilaksanakan dengan cara : a) Melakukan analisis KD melalui mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam materi pembelajaran, seperti KD yang tercantum dalam mata pelajaran PPKn kelas 4 tema 2 subtema 1 yaitu KD 4.5 Menyajikan laporan hasil pengamatan dan penelusuran informasi.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. tentang berbagai perubahan bentuk energi. Melalui KD tersebut, nilai karakter yang ingin dikembangkan yaitu nilai disiplin dan tanggung jawab. b) Mendesain RPP yang memuat fokus penguatan karakter dengan memilih model dan metode pembelajaran dan pengelolaan (manajemen) kelas yang relevan. Misalnya, dengan mempelajari KD 4.5 tersebut, peserta didik menyajikan laporan hasil pengamatan secara berkelompok. Oleh karena itu, model pembelajaran yang digunakan ialah model pembelajaran kooperatif dan menggunakan metode diskusi. Pengelolaan kelas yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik melalui pembelajaran kooperatif yaitu adanya nama-nama pada setiap kelompok. Contohnya, kelompok A dinamakan kelompok kedisiplinan, kelompok B dinamakan kelompok tanggung jawab, dan kelompok C dinamakan gotong royong. Melalui hal tersebut, peserta didik akan memahami dengan nilai-nilai karakter. c) Melaksanakan pembelajaran sesuai skenario RPP. Dalam hal ini, pembelajaran di kelas dilakukan sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Misalnya pada KD 4.5, guru merancang RPP menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode diskusi, maka pembelajaran yang dilakukan guru di kelas juga menerapkan model dan metode pembelajaran sesuai dengan RPP yang dirancang. d) Melaksanakan penilaian otentik atas pembelajaran yang dilakukan. Misalnya, dengan adanya kuis atau pretes. Dalam hal ini, penilaian.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. otentik dilakukan bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik e) Melakukan. refleksi. dan. evaluasi. terhadap. keseluruhan. pembelajaran. Contohnya, setelah melaksanakan pembelajaran, guru mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi secara singkat mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung dengan cara menanyakan kesulitan apa yang dihadapi mengenai materi yang telah dipelajari dan memberikan evaluasi terhadap kekurangan dan kelebihan peserta didik dalam belajar. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa pengintegrasian kurikulum dalam PPK ini dilaksanakan secara tidak langsung melalui proses pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memadukan materi pada setiap mata pelajaran dengan nilainilai karakter yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan dipelajari. Diharapkan setiap peserta didik dapat memahami materi dalam pengintegrasian kurikulum yang dipelajari, sehingga dapat mewujudkan penguatan karakter peserta didik yang baik dan menganut nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. 2) PPK Melalui Manajemen Kelas Pendidikan karakter di sekolah sangat terkait dengan manajemen kelas. Manajemen kelas adalah momen pendidikan yang menempatkan para guru sebagai individu yang berwenang dan memiliki otonomi dalam proses pembelajaran untuk mengarahkan, membangun kultur pembelajaran, mengevaluasi.

Gambar

Gambar 2.1  Keterpaduan olah hati, olah rasa/karsa, olah pikir, dan
Gambar 2.1 Keterpaduan olah hati, olah rasa/karsa, olah pikir  dan olah raga
Gambar 2.3 Keterlibatan polisi dalam Sosialisasi di Sekolah dasar
Gambar  2.5  di  atas  merupakan  foto  ketika  peserta  didik  sedang  membaca  buku  secara  individu  di  kelas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Latar belakang penelitian ini adalah lemahnya karakter anak bangsa sehingga dirancanglah program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat, kelas, dan budaya

IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN Petunjuk Pengisian: Mohon memberi

Penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah dilakukan dengan cara: membiasakan nilai-nilai dalam keseharian sekolah, keteladanan orang dewasa di lingkungan

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan dicanangkannya program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, masyarakat, dan budaya sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan dicanangkannya program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, masyarakat, dan budaya sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan

Melalui pengintegrasian nilai-nilai utama yang ditekankan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan penyusunan rencana pembelajaran, secara tidak langsung proses

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkann bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal bagi peserta didik di sekolah dapat membentuk karakter peserta didik

Bentuk penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Berbah yang dilakukan oleh guru antara lain adalah