• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Koleksi Deposit Pada Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemanfaatan Koleksi Deposit Pada Perpustakaan Politeknik Negeri Medan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Pemanfaatan Koleksi Deposit

Pada Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

Oleh :

LELY EMILIYANA, S.Sos.

NIP : 19750101 200112 2 002

POLITEKNIK NEGERI MEDAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN TINGGI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nyalah

saya masih diberi kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah

dengan judul “Pemanfaatan Koleksi Deposit Pada Perpustakaan Politeknik Negeri

Medan”. Adapun penyusunan makalah ini untuk mengetahui pemanfaatan koleksi deposit pada Perpustakaan Politeknik Negeri Medan.

Saya menyadari masih banyak kesalahan dalam peyusunan atau pun isi dari makalah

ini. Maka dari itu saya meminta maaf atas kesalahan serta kata-kata yang tidak tepat yang

terdapat dalam makalah ini.

Demikianlah makalah ini disusun, semoga dapat memberikan manfaat bagi semua.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Medan, Agustus 2014

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.1Rumusan Masalan ... 2

1.2Tinjauan Penulisan ... 2

1.3Ruang Lingkup ... 2

1.4Metode Penelitian ... 2

BAB II ISI 2.1 Pengertian Koleksi Deposit ... 3

2.2 Jenis-jenis Koleksi Deposit ... 5

2.3 Layanan Pengguna ... 6

2.3.1 Sistem Layanan Pengguna ... 6

2.3.1.1 Layanan Terbuka ... 7

2.3.1.2 Layanan Tertutup ... 8

2.4 Tata Cara Pelayanan Koleksi Deposit ... 9

BAB III PENUTUP 3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Polmed ... 11

3.2 Visi dan Misi Politeknik Negeri Medan ... 11

3.3 Struktur Organisasi ... 11

3.4 Jenis-jenis Koleksi Deposit ... 13

3.5 Layanan Pengguna ... 13

3.6 Fungsi dan Tujuan Layanan Koleksi Deposit ... 14

3.7 Tata Cara Layanan Koleksi Deposit ... 14

3.8 Petugas Bagian Koleksi Deposit ... 17

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 18

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era informasi dan teknologi sekarang ini, terdapat berbagai bentuk informasi

yang disajikan, baik dalam bentuk tercetak maupun berbentuk elektronik. Sehingga banyak

orang memerlukan informasi yang secara praktis dan cepat, baik dapat diperoleh melalui

perpustakaan maupun tempat lain yang menyediakan segala informasi misalnya saja

Warung Internet (Warnet).

Dengan beragamnya tempat pencarian alternatif yang menyajikan informasi yang

dibutuhkan, mengharuskan perpustakaan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas

informasi yang dimilikinya. Dan informasi tersebut tidak harus terbaru, namun dapat

memenuhi kebutuhan akan informasi yang dibutuhkan. Sehingga perpustakaan

mengharuskan mengadakan layanan tersendiri dalam pemenuhan koleksi tertentu, seperti

layanan koleksi deposit yang memiliki karakteristik tersendiri.

Pada koleksi deposit ini merupakan koleksi yang memiliki khazanah ilmu

pengetahuan yang merupakan hasil karya ilmiah dari suatu daerah atau instansi tertentu.

Oleh karena itu, kegiatan deposit dapat dilakukan di perpustakaan perguruan tinggi

bertujuan untuk melestarikan hasil-hasil karya dari civitas akademika.

Dengan adanya pengumpulan hasil-hasil karya ilmiah tersebut, maka perpustakaan

memiliki koleksi lengkap tentang perguruan tinggi, karya civitas akademikanya maupun

terbitan dari perguruan tinggi tersebut. Dilihat dari sisi lain juga pengguna perpustakaan

dapat memanfaatkan koleksi tersebut baik untuk kebutuhan studi maupun penelitian.

Melihat pentingnya peranan pada koleksi deposit bagi pengguna khususnya pengguna

yang akan mengadakan penelitian, maka dalam hal ini perpustakaan berusaha memberikan

pelayanan kepada pengguna dengan sebaik-baiknya agar informasi yang terkandung

didalamnya dapat dimanfaatkan.

Untuk itu peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang pemanfaatan dan pelayanan

koleksi deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan dalam membantu pengguna untuk

(5)

2

dalam penelitian ini adalah bagaimana pelayanan dan pendayagunaan koleksi deposit

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan bagi pengguna yang akan mencari informasi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka peneliti merumuskan masalah dalam

penelitian ini yaitu bagaimana pelayanan dan pemanfaatan koleksi deposit Perpustakaan

Politeknik Negeri Medan bagi pengguna yang akan mencari informasi.

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui sejauh mana Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

memberikan pelayanan dan pengunaan koleksi deposit.

2. Untuk mengetahui sejauh mana pengguna memanfaatkan koleksi deposit

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan.

3. Untuk mengetahui usaha dan tata cara pelayanan koleksi deposit yang dilakukan

dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pelayanan yang diberikan dan

penggunaanya.

1.4 Ruang Lingkup

Dalam penulisan penelitian ini, ruang lingkup yang dikaji meliputi koleksi deposit,

pelayanan dan penggunaan koleksi deposit pada Layanan Koleksi Deposit Perpustakaan

Politeknik Negeri Medan.

1.5 Metode Penelitian

Dalam pengumpulan data tulisan ini, penulis menggunakan metode :

1. Metode Studi Kepustakaan (Library Research Method)

Peneliti membaca dan mempelajari litratur yang relevan sesuai dengan penelitian

yang dibahas.

2. Metode Penelitan Lapangan (Field Research Method)

Peneliti melakukan observasi/pengamatan langsung ke objek yang diteliti pada

bagian Layanan Koleksi Deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan dan

(6)

3

BAB II

KAJIAN TEORITIS PEMANFAATAN KOLEKSI DEPOSIT

2.1 Pengertian Koleksi Deposit

Deposit merupakan istilah yang tidak asing lagi, dimana orang berpendapat bahwa

istilah deposit identik dengan tempat penyimpanan, namun dalam hal ini sesuatu atau

benda yang disimpan berbeda menurut profesi dan keahlian penyimpanannya. Misal saja

pegawai suatu bank berpendapat bahwa deposit adalah deposito yaitu penyimpanan uang

pada sebuah bank. Disisi lain bila pada profesi seorang dokter istilah deposit diartikan

sebagai tempat penyimpanan lemak didalam jaringan tubuh manuasia. Namun dalam hal

ini bukanlah deposit yang akan dibahas, melainkan deposit atau penyimpanan bahan

pustaka pada suatu perpustakaan.

Menurut Ensyclopedi Umum (1990:263) yang dimaksud dengan deposit adalah

“Penyimpanan atau Deposito”. Maka setelah dilihat dari defenisi deposit bahwa koleksi deposit adalah koleksi yang disimpan dan dikumpulkan pada tempat atau ruangan tertentu

agar koleksi yang ada didalamnya terhindar dari kerusakan, kehilangan dan penduplikasian

serta agar tetap lestari.

Pada suatu perpustakaan koleksi deposit merupakan koleksi yang khusus, dimana sifat

pelayanan berbeda dengan koleksi biasa. Pada umumnya koleksi deposit dapat

dipinjamkan, karena sifatnya yang khusus maka dilakukan usaha pelestarian terhadap

koleksi ini. Sebagai contoh di Indonesia perpustakaan yang menjalankan fungsi sebagai

pusat deposit adalah Perustakaan Nasional RI.

Koleksi deposit adalah kumpulan dari semua karya cetak dan karya rekam bangsa yang diserahkan oleh para penerbit dan pengusaha rekam kepada Perpustakaan Nasional RI sebagai hasil dari pelaksanaan udang-undang No. 4 tahun 1990 dan peraturan-peraturan pelaksanaanya. Karya cetak dan karya rekam tersebut wajib dilestasrikan, sebagai warisan budaya bangsa dan bukti peradaban bangsa Indonesia (Nelwaty,2002:19).

Dalam kaitan pelestarian tersebut, koleksi deposit dapat dimanfaatkan oleh bangsa

Indonesia dari genersi ke generasi untuk kepentingan umum dan penelitian. Oleh karena

itu kewajiban menyimpan dan melestarikan bahan pustaka menjadi perioritas utama dari

koleksi ini. Hal tersebut sesuai dengan tugas pokok Perpustakaan Nasional RI yaitu

(7)

4

selengkapnya, baik yang diterbitkan di Indonesia maupun di luar negeri sebagai khasanah

kebudayaan bangsa dalam arti yang luas serta melaksanakan pelayanan untuk kepentingan

pembangunan nasional dan kemajuan bangsa.

Hal ini dapat dilihat dari fungsi Perpustakaan Nasional (Sulistyo-Basuki, 1992:44)

sebagai berikut :

1. Mengumpulkan setiap bahan pustaka yang diterbitkan sebuah negara

2. Mengumpulkan atau memilih bahan pustaka terbitan lain mengenai negara bersangkutan

3. Menyusun bibliografi nasional artinya daftar buku yang diterbitkan disebuah negara. Bibliografi yang diterbitkan ada yang bersifat mutahir artinya mencakup periode mutakhir, misalnya pada tahun 1987 menerbitkan bibliografi yang mencakup terbitan tahun 1987. Ada pula bibliografi retrosfektif artinya bibliografi dengan cakupan waktu ke belakang

4. Menjadi pusat informasi negara bersangkutan. Biasanya jasa ini diberikan atas permintaan

5. Berfungsi sebagai antar pinjam perpustakaan di negara yang bersangkutan serta antar negara bersangkutan dengan negara lain. Umumnya perpustakaan nasional tidak meminjamkan buku langsung ke pembaca melainkan harus melalu perpustakaan lain

6. Sebagai tugas tambahan biasanya perpustakaan nasional memberikan jasa penterjemahan, latihan kerja bagi pustakawan, mencatat hak cipta atas buku.

Menurut (Sulistyo-Basuki, 1992:45) ketentuan perundang-undangan, tugas

perpustakaan nasional adalah :

1. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan pendayagunaan bahan pustaka yang diterbitkan di Indonesia sebagai koleksi deposit nasional

2. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan, pengembangan serta pendayagunaan bahan pustaka dengan mengutamakan bidang-bidang ilmu sosial dan kemanusiaan terbitan asing

3. Melaksanakan penyusunan dan penerbitan bibiografi nasional

4. Melaksanakan tugas sebagai pusat kerjasama antar perpustakaan di dalam negeri maupun diluar negeri

5. Memberikan jasa referensi studi, jasa bibliografi dan informasi ilmiah 6. Melaksanakan urusan tata usaha perpustakaan nasional

Dilihat dari kutipan diatas, bahwa perpustakaan nasional adalah perpustakaan yang

melakukan tugas penyimpanan, pemeliharaan dan pelestarian koleksi deposit nasional. Ini

berarti semua koleksi terbitan dan rekaman yang merupakan hasil karya yang baik

diterbitkan didalam maupun diluar negeri tentang Indonesia menjadi koleksi deposit

(8)

5

2.2 Jenis-jenis Koleksi Deposit

Diketahui bahwa koleksi deposit merupakan koleksi yang ditempatkan pada tempat

tertentu yang khusus dan mempunyai sifat khusus didalam melayankannya agar terhindar

dari kehilangan, kerusakan, dan penduplikasian oleh pihak tertentu. Jenis-jenis koleksi

deposit sangat bervariasi ada yang berupa karya cetak dan berupa karya rekam.

Menurut PP No. 70 Tahun 1991 RI tentang pelaksanaan Undang-undang No. 4 Tahun

1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam pada pasal 1 (1994:34) yang

dimaksud dengan karya cetak dan karya rekam adalah :

“Karya cetak adalah semua jenis terbitan dari setiap karya cetak atau artistik yang tercetak atau digandakan dalam sistem buku, majalah, surat kabar, peta, brosur dan

sejenisnya yang diperuntukkan bagi umum”. Sedangkan “Karya rekam adalah rekaman

dari setiap intelektual atau artistik yang direkam dan digandakan dalam sistem pita

piringan dan sistem lain sesuai perkembangan teknologi yang diperuntukkan bagi umum”.

Dari defenisi kedua kutipan tersebut adalah bahwa karya cetak dan karya rekam

adalah sama-sama terbitan atau rekaman dari karya intelektual dan karya yang

mengandung nilai artistik yang digandakan dan diperuntukkan bagi umum, namun berbeda

sistem penyajiannya.

Melihat adanya variasi dalam penyajian sistem karya cetak dan karya rekam, maka

jenis kedua karya terebut dapat dilihat secara terperinci pada PP No. 70 Tahun 1991 RI

tentang pelaksanaan Undang-undang No. 4 Tahun 1990 tentang karya cetak dan karya

rekam pada pasal 5 dan pasal 10 yang terdiri dari :

Pada pasal 5, yang termasuk dalam karya cetak terdiri dari :

a. Buku fiksi b. Buku non fiksi c. Buku rujukan d. Karya artistik

e. Karya ilmiah yang dipublikasikan f. Majalah

g. Surat kabar h. Peta

i. Brosur

(9)

6

Sedangkan yang termasuk karya rekam pada pasal 10 terdiri dari :

a. Film

b. Kaset audio c. Piringan hitam d. Video disk e. Disket

f. Sistem lain dengan perkembangan teknologi

Pada kutipan diatas dapat dinyatakan bahwa koleksi deposit itu tidak tergantung pada

sistem saja seperti koleksi-koleksi lainnya melainkan koleksi yang bervariasi yang terdiri

dari koleksi cetak rekam.

2.3 Layanan Pengguna

Kegiatan pelayanan pengguna pada dasarnya mengandung pengertian penyampaian

dan penyebaran informasi dari berbagai bahan pustaka kepada pengguna perpustakaan.

Pelayanan merupakan ujung tombak bagi suatu perpustakaan karena pada bagian inilah

pengguna berhubungan secara langsung dengan pustakawan dari suatu perpustakaan. Oleh

karena itu sikap dan penampilan pustakawan dapat berpengaruh terhadap citra

perpustakaan. Selain itu citra perpustakaan ditentukan juga oleh pendapat masyarakat atas

kesanggupan perpustakaan untuk mencapai suatu tujuan, dan bagaimana perpustakaan

dapat membantu pengguna dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Tujuan perpustakaan memberikan pelayanan yang baik, apabila bahan pustaka yang

dilayankan tersebut relevan dengan yang dibutuhkan oleh pengguna. Sehingga untuk hal

ini diperlukan penyesuaian antar permintaan dan penemuan bahan pustaka.

Seiring dengan penyediaan bahan pustaka yang dilakukan, fungsi perpustakaan tidak

boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan itu sendiri. Perpustakaan harus dapat

memberikan informasi kepada penggguna untuk mengadakan penelitian. Selanjutnya

perputakaan juga memberikan kesempatan kepada pembaca untuk rekreasi.

2.3.1 Sistem Layanan Pengguna

Disetiap perpustakaan pelayanan menempati kedudukan yang paling terpenting oleh

karena itu perlu adanya suatu sistem yang digunakan dalam pelayanan. Sehingga proses

(10)

7

didasarkan pada berbagai faktor, misalnya : jumlah koleksi, jumlah staf perpustakaan, tata

ruang yang dimiliki perpustakaan, masyarakat yang dilayani atau pengguna dapat

mengetahui peraturan dan tata tertib yang berlaku, dengan demikian antara pustakawan

dan pengguna sama-sama mengetahui apa hak dan kewajibannya.

Sistem pelayanan pengguna yang dikenal ada dua yaitu : sistem pelayanan terbuka

(Open Access) dan sistem tertutup (Close Access).

2.3.1.1 Layanan Terbuka

Sistem layanan terbuka (Open Access) adalah suatu cara peminjaman yang

memungkinkan pengguna untuk masuk ke ruangan koleksi untuk memilih, mengambil

sendiri koleksi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Pada sistem ini

hendaknya pengguna mengenal pengelompokan koleksi yang dibuat perpustakaan, agar

pengguna tidak berputar-putar mengelilingi rak apabila mencari satu rak koleksi.

Dalam suatu sistem pelayanan sudah pasti ada keuntungan dan kelemahannya. Di

suatu sistem ini memberikan keuntungan disisi lain juga mempunyai kelemahan.

Menurut Lasa Hs (1994:5) keuntungan dan kelemahan sistem terbuka adalah sebagai

berikut :

a. Keuntungan sistem pelayanan terbuka :

1. Kartu katalog tidak segera rusak, karena sedikit yang menggunakannya. Pada umumnya mereka langsung menuju rak buku untuk memilih sendiri

2. Menghemat tenaga sebab dalam sistem ini pustakawan tidak perlu mengambilkan buku-buku yang akan dibaca maupun dikembalikan hari itu juga 3. Judul-judul buku yang diketahui dan dibaca lebih banyak

4. Akan segera diketahui judul buku yang sudah dipinjam nama dan alamat peminjam

5. Apabila calon peminjam tidak menemukan buku tertentu yang dicari, maka saat itu pula ia dapat memilih judul yang relevan

6. Kecil sekali kemungkinan terjadi salah paham antar pustakawan dan peminjam.

b. Kelemahan sistem pelayanan terbuka : 1. Frekwensi kerusakan besar

2. Memerlukan ruangan yang lebih luas sebab letak rak satu dengan yang lain memerlukan jarak longgar

3. Susunan buku menjadi tidak teratur, oleh karena itu pustakawan harus sering mengadakan reshelving

(11)

8

Melihat keuntungan dan kelemahannya, sistem pelayanan ini cocok untuk

perpustakaan besar karena pada pelayanan terbuka ini memerlukan ruangan yang luas

untuk penempatan bahan pustaka dan ruang baca. Namun pustakawan dituntut untuk

mengembalikan koleksi yang telah dibaca di tempat ke rak. Sistem pelayanan ini juga

memberikan kebebasan pada pengguna untuk memilih judul koleksi yang dibutuhkan dan

apabila koleksi yang dicarinya tidak ada, maka ia dapat memilih judul lain yang relevan.

Untuk menentukan sistem mana yang paling cocok, kiranya tidak ada ketentuan yang

mutlak untuk memilih salah satu sistem ini. Sebab apabila sebuah sistem pelayanan sudah

dianggap cocok dengan suatu perpustakaan, belum tentu cocok dengan perpustakaan lain.

Oleh karena itu sebaiknya dipilih sistem pelayanan yang cocok dengan kondisi setempat

dan lebih efisien serta sedikit menimbulkan kerugian.

2.3.1.2 Layanan Tertutup

Pada sistem ini perpustakaan tertutup bagi pengguna dalam arti mereka tidak boleh

mengambil koleksi ke rak secara langsung. Apabila pengguna membutuhkan suatu bahan

pustaka maka mereka menuliskan judul, pengarang dan nomor panggil koleksi kemudian

pustakawan akan mengambilkannya sesuai dengan apa yang diminta oleh pengguna.Dalam

sistem pelayanan tertutup ini peranan katalog sangat penting. Karena sebelum pengguna

memberikan judul apa yang akan dipinjamnya pengguna terlebih dahulu mencari di

katalog. Sebab tidak semua pengguna tahu judul, pengarang dan nomor panggil dalam

suatu buku. Selain itu pustakawan harus tanggap terhadap koleksi yang diinginkan oleh

pengguna. Dengan demikian tidak jarang pengguna dan pustakawan hanya menyebutkan

subjek atau pengarangnya saja.

Menurut Lasa Hs (1994:4-5) keuntungan dan kelemahan sistem pelayanan tertutup

adalah sebagai berikut :

a. Keuntungan sistem tertutup

1. Daya tampung koleksi banyak, karena jajran satu rak denga rak lain lebih dekat 2. Susunan buku akan teratur dan tidak mudah rusak

3. Tidak memerlukan meja baca diruang koleksi

b. Kelemahan sistem tertutup 1. Banyak energi terserap

2. Sering menimbulkan salah pengertian antara pustakawan dan peminjam

(12)

9

Melihat keuntungan dan kelemahan sistem tertutup ini, pelayanan ini sangat cocok

dengan perpustakaan kecil. Sebab pada sistem pelayanan tertutup ini tidak memerlukan

ruangan yang luas karena jajaran antara rak dengan rak lain bisa lebih dekat, tidak

memerlukan meja baca diruang koleksi dan tidak memerlukan banyak pustakawan untuk

melayaninya.

2.4 Tata Cara Pelayanan Koleksi Deposit

Pada prinsipnya pemberian pelayanan adalah sama yaitu menyampaikan informasi

kepada pengguna yang membutuhkannya. Pelayanan di perpustakaan merupakan hal yang

paling utama, oleh sebab itu penentuan sistem pelayanan di perpustakaan harus ditentukan

secara tepat. Tujuan penentuan sistem pelayanan ini agar pengguna dapat mengetahui tata

cara penggunaan koleksi sehingga antara pustakawan dan pengguna terjalin hubungan

yang baik dan sama-sama tahu hak dan kewajibannya. Disamping itu juga harus

diperhatikan apakah sistem pelayanan itu cocok dengan ukuran gedung/luas gedung,

jumlah pustakawan, jumlah koleksi dan jenis koleksi yang akan dilayankan.

Namun sistem pelayanan ini juga mempunyai kelemahan karena pengguna tidak dapat

mengambil sendiri koleksi yang dibutuhkannya, sementara pengguna tidak tahu secara

pasti judul apa dan pengarang siapa yang membuat tentang informasi yang dibutuhkannya,

karena pengguna koleksi ini hanya pada waktu tertentu saja tidak seperti koleksi biasa.

Sekalipun sistem pelayanan deposit ini adalah sistem tertutup, tetapi semua orang

dapat menggunakan jasa layanannya. Sebagai contoh Perpustakaan Daerah Sumatera Utara

melayani anggotanya sendiri diluar anggota perpustakaan itu. Peraturan penggunaan

koleksi deposit menurut pedoman kerja Perpustakaan Daerah Sumatera Utara (1992:12)

adalah :

- Menggunakan buku tamu

- Menggunakan kartu katalog untuk menemukan informasi yang diperlukan - Koleksi deposit tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang

- Mengisi formulir yang telah tersedia

- Catatlah judul, pengarang, nomor induk koleksi pada formulir peminjaman yang telah disediakan

- Menyerahkan pada petugas formulir yang telah diisi beserta kartu anggota/pengenal

- Petugas mencari buku sesuai dengan nomor induk buku

(13)

10

Tetapi bagi perpustakaan-perpustakaan lain tata cara/aturan pelayanan koleksi deposit

dibuat sesuai dengan aturan yang berlaku di perpustakaan tersebut. Dimana perpustakaan

berusaha semaksimal mungkin agar tata cara/aturan pelayanan koleksi deposit itu tidak

membebani pengguna dalam menggunakan koleksi, ini dan lebih bersifat efisien serta

sedikit menimbulkan kerugian.

Namun prinsipnya tata cara/aturan pelayanan koleksi deposit disetiap perpustakaan

adalah sama, dimana setiap pengguna diwajibkan harus mempunyai kartu anggota dan

menyerahkannya kepada pustakawan sebelum menggunakan koleksi deposit sebagai

pertinggal. Hal ini dilakukan untuk menghindari kehilangan dan kerusakan terhadap

(14)

11

BAB III

PEMANFAATAN KOLEKSI DEPOSIT PADA PERPUSTAKAAN POLMED

3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Polmed

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan didirikan pada tahun 1983, yaitu satu tahun

setelah berdirinya Politeknik. Perpustakaan Politeknik Negeri Medan berada di lantai II

Gedung Pusat Daya Penunjang, yang mempunyai luas ruangan ± 460 .

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan mempunyai jumlah buku teks sebanyak 4126

judul dan 12438 eksemplar, jumlah course note atau diktat sebanyak 763 judul dan 3720

eksemplar. Perpustakaan Politeknik Negeri Medan memiliki berbagai macam koleksi,

antara lain: buku teks, buku referensi, buku fiksi, tugas akhir, majalah, koran dan jurnal.

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan menyediakan sarana dan prasarana untuk

memberi kemudahan bagi pengguna dalam mengakses berbagai informasi yang

dibutuhkan.

3.2 Visi dan Misi Politeknik Negeri Medan

Visi Politeknik Negeri Medan

Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas dan terdepan di Asia Tenggara

pada tahun 2020 dalam pendidikan dan pelatihan vokasi serta pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan tenaga profesional yang beriman dan

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Misi Politeknik Negeri Medan

1) Memajukan pendidikan dan pelatihan yang menghasilkan tenaga profesional dengan

standar mutu nasional dan internasional.

2) Melaksanakan penelitian terapan untuk pengembangan aplikasi Ilmu Pengetahuan dan

Teknologi (IPTEK).

3) Menerapkan IPTEK untuk memajukan kewirausahaan, meningkatkan kesejahteraan

masyarakat bangsa dan negara.

3.3 Struktur Organisasi Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan merupakan suatu unit kerja yang didalamnya

(15)

12

tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas, merupakan prasyarat keberhasilan

pencapaian tujuan perpustakaan.

Secara makro Perpustakaan Politeknik Negeri Medan merupakan Unit Pelayanan

Teknis (UPT) yang mempunyai kedudukan setingkat tetapi degan peranan yang berbeda

dengan unit pelayanan teknis lainnya dalam struktur organisasi Politeknik Negeri Medan.

Perpustakaan Politeknik Negeri Medan dilayani oleh 12 (dua belas) staf yang terdiri

dari 3 (tiga) orang dengan latar belakang ilmu perpustakaan dan 9 (sembilan) orang dengan

latar belakang ilmu yang berbeda. Kegiatan kerja perpustakaan terbagi dalam beberapa

bagian.

Pada struktur organisasi dapat diketahui dengan jelas gambar kedudukan dan tugas

yang dilakukan dalam satu unit kerja atau instansi. Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

juga mempunyai struktur organisasi yang dapat dilihat dari gambar berikut :

STRUKTUR ORGANISASI UPT PERPUSTAKAAN

POLITEKNIK NEGERI MEDAN

Gambar : Bagan Struktur Organisasi Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

(Sumber : Perpustakaan Politeknik Negeri Medan) Ka. UPT

PERPUSTAKAAN

Sekr. UPT PERPUSTAKAAN

Pelayanan Teknis

Pelayanan Pengguna

Pengadaan

Pengolahan

Perawatan

Sirkulasi

Koleksi

Referensi

(16)

13

3.4 Jenis-jenis Koleksi Deposit

Pengadaan koleksi deposit perpustakaan merupakan salah satu kegiatan kerja

pelayanan teknis yang harus dilakukan oleh perpustakaan dalam usahanya untuk

memberikan informasi pada pengguna agar tujuannya dapat tercapai, yaitu mendukung

memperlancar dan meningkatkan kwalitas dalam melaksanakan kegiatan perguruan tinggi.

Salah satu tugas utama yang sangat penting bagi perpustakaan perguruan tinggi adalah

menyediakan koleksi yang dibutuhkan bagi civitas akademika sesuai denga tujuan dan

fungsinya. Oleh sebab itu perpustakaan berusaha semaksimal mungkin agar kebutuhan

koleksi tersebut selalu tersedia di perpustakaan.

Adapun koleksi deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan, sebagai berikut :

1. Hasil Penelitian dan Pengabdian Dosen/Pegawai

2. Tugas Akhir Mahasiswa

3. Terbitan berkala, seperti majalah, jurnal, bulletin dan terbitan pemerintah lainnya.

Mengingat pentingnya informasi yang ada pada koleksi deposit Perpustakaan

Politeknik Negeri Medan maka pada saat sekarang ini sebagian koleksi deposit telah

dipublikasikan dalam bentuk online. Sehingga dapat ditelusur dan dibaca oleh pengguna

melalui web perpustakaan.

3.5 Layanan Pengguna

Pelayanan yang diberikan oleh Perpustakaan Politeknik Negeri Medan adalah layanan

sirkulasi, layanan referensi, layanan terbitan berkala, layanan deposit. Perpustakaan

Politeknik Negeri Medan memberikan jam layanan deposit sama dengan jam layanan

lainnya. Adapun jadwal buka layanan perpustakaan adalah sebagai berikut :

Jadwal Layanan Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

Hari Buka Tutup

Senin s/d Jum’at 08.00 WIB 16.30 WIB

Sabtu 08.00 WIB 15.30 WIB

Perpustakaan yang baik dapat juga dilihat dari sisi pelayanannya, pengguna dapat

(17)

14

diberikan pustakawan kepada pengguna, maka diharapkan pengguna merasa betah di

perpustakaan, kondisi ini merupakan bagian dari tujuan perpustakaan.

Melalui pelayanan perpustakaan, pengguna dapat memperoleh informasi secara

optimal dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia. Tujuan perpustakaan

memberikan pelayanan merupakan hal yang penting karena dengan adanya pelayanan

yang efektif, maka pengguna dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya dengan

cepat. Dan tujuan memberikan pelayanan kepada pengguna dapat terlaksana dengan baik,

apabila bahan pustaka yang akan dilayankan tersebut relevan dengan yang dibutuhkan

pengguna. Dalam hal ini harus ada kesesuaian antara permintaan dan penemuan bahan

pustaka.

3.6 Fungsi dan Tujuan Layanan Koleksi Deposit

Layanan koleksi deposit memiliki fungsi dan tujuan yang sama yaitu untuk

meningkatkan salah satu layanan Perpustakaan Politeknik Negeri Medan. Adapun fungsi

lainnya yaitu membantu pengguna dalam pencarian koleksi yang diinginkan, menjamin

koleksi deposit agar tetap berada ditempatnya. Dengan adanya layanan deposit, kecil

kemungkinan terjadi kehilangan koleksi, karena tidak dapat dipinjam melainkan hanya

boleh dibaca ditempat.

3.7 Tata Cara Layanan Koleksi Deposit

Pelayanan koleksi deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan merupakan

pelayanan terbuka. Bahan pustaka tidak dapat dipinjam, hanya boleh dibaca ditempat.

Namun, perpustakaan menyediakan mesin fotocopy, apabila pengguna ingin mengkopi

bahan pustaka bisa melalui pustakawan dengan batas ketentuan hanya bisa mengkopi

maksimal 10 halaman saja.

Berikut peraturan pengunjung layanan deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan,

yaitu :

1. Pengguna koleksi deposit adalah anggota Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

yang masih aktif

2. Pengguna koleksi deposit harus menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan

meletakkannya pada tempat yang telah tersedia dibagian layanan deposit

3. Mengisi daftar pengunjung

(18)

15

Adapun tata cara pelayanan koleksi deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

adalah sebagai berikut :

1. Meletakkan Kartu Tanda Anggota (KTA) pada tempat yang telah tersedia dibagian

layanan deposit

2. Mengisi buku pengunjung

3. Melihat bahan pustaka yang dibutuhkan pada daftar yang telah tersedia

4. Apabila telah ditemukan lalu mencari langsung ke rak. Dalam hal ini tidak ada

batas maksimal hanya saja sekali ambil hanya boleh satu bahan pustaka, kemudian

setelah selesai lalu mengembalikannya ke rak, dan boleh mengambil bahan pustaka

yang lain lagi

5. Apabila pengguna ingin mengkopi bahan pustaka bisa melalui pustakawan dengan

batas ketentuan hanya bisa mengkopi maksimal 10 halaman saja.

(19)

16

DATA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN UNTUK KOLEKSI DEPOSIT TAHUN 2013

BULAN

Total Pengunjung Perpustakaan Periode Januari - Desember 2013 yaitu : 36443

Pada tabel dibawah ini, merupakan data koleksi deposit yang dibaca untuk tahun

2013.

Pemanfaatan Koleksi Deposit Tahun 2013

(20)

17

Dari data di atas, maka dapat dianalisa bahwa rata-rata pengunjung koleksi deposit per

bulan adalah 6092 : 12 = lebih kurang 508 orang. Sedangkan koleksi deposit yang

digunakan (dibaca) rata-rata per bulan adalah 18.276 eksemplar. Hal ini menunjukkan

bahwa koleksi deposit yang digunakan pengunjung rata-rata 3 judul per orang.

3.8 Petugas Bagian Koleksi Deposit

Koleksi perpustakaan harus senantiasa berkembang, demikian juga sumber daya

manusianya. Oleh karena itu perpustakaan membutuhkan pustakawan yang cukup dan ahli

dalam mengolah perpustakaan. Sri Rahyani Zulaikha dalam “Media Informasi” (2005:5)

menyarankan seorang pustakawan itu harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

a. Expertise/keahlian yang membentuk kemampuan khusus dalam berbagai bidang yang relevan dengan tugasnya

b. Disiplin yang tinggi dan dinamis, yang menjadi dasar keuletan dalam melaksanakan tugas

c. Etos kerja berkaitan dengan spirit, stamina, ketabahan, dan keuletan dalam melaksanakan tugas

d. Kecermatan dan ketelitian sebagai upaya untuk tidak melakukan kesalahan

e. Percaya diri merupakan aset penting dan mendasar untuk melaksanakan semua perilaku dalam melakanakan tugas

f. Kualitas merupakan kelengkapan individu untuk mengembangkan imajinasi yang kaya dengan berbagai alternatif baru yang diperlukan untuk membuat perubahan-perubahan.

Pada layanan deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan memiliki petugas

(pustakawan) sebanyak 2 (dua) orang, dengan perincian sebagai berikut :

No. Nama Pendidikan

1. Mahyudin Sitorus, S.E. Sarjana

(21)

18

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian dari bab-bab sebelumnya, penulis berkesimpulan sebagai berikut :

1. Koleksi deposit adalah salah satu koleksi yang khusus, yang memerlukan sifat dan

pelayanan yang khusus.

2. Pelayanan koleksi deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan menggunakan

sistem pelayanan terbuka (Open Access) untuk memudahkan pengguna

menemukan bahan pustaka yang dibutuhkannya.

3. Dengan adanya koleksi deposit maka koleksi perpustakaan semakin bervariasi,

dimana akan terkumpul koleksi berupa karya ilmiah, Hasil Penelitian dan

Pengabdian Dosen, dan Tugas Akhir Mahasiswa.

4. Dalam hal pelayanan koleksi deposit, perpustakaan menyediakan mesin fotocopy.

Apabila pengguna ingin mengkopi bahan pustaka bisa melalui pustakawan dengan

batas ketentuan hanya bisa mengkopi maksimal 10 halaman saja.

4.2 Saran

Seyogyanya pelayanan koleksi deposit Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

menggunakan sistem pelayanan tertutup (Closed Access) untuk menjaga kelestarian

koleksi agar terhindar dari kerusakan, kehilangan dan penduplikasian serta susunan koleksi

(22)

19

DAFTAR PUSTAKA

Arif, ikhwan. 2003. “Konsep dan perencanaan dalam Automasi Perpustakaan” Dalam Makalah Seminar Sehari :Membangun Jaringan Perputakaan Digital dan Otomasi

Perpustakaan menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuan”

http://1073443876_MakalahAP.doc06/04/20070

Ensiklopedi Umum. 1990. Deposit. Yokyakarta : kaisius.

Indonesia. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1994. Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidika Tinggi.

Indonesia. Undang-undang, Peraturan. 1992. Keputusan Presiden RI No. 11 tahun 1989, undang-undang RI No. 11 Tahun 1991. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.

Lasa, Hs. 1994. Jenis-jenis Pelayanan Informasi Perpustakaan. Yogyakarta : Gaja Mada University.

Nelwaty dan Lily Suarni. 2002. Pedoman Teknis Pengembangan Koleksi Layanan Perpustakaan RI. Jakarta : Proyek Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan RI.

http://www.pnri.go.id/uploaded_files/pdf/manuals_and_standarts/manuals/normal/2004 130105629.pdf.09/04/2007

Siregar. A. Ridwan dan Rasiman. 2004. Buku Panduan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. Medan : USU Press.

Sulistyo-Basuki. 1992. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Gambar

Gambar  : Bagan Struktur Organisasi Perpustakaan Politeknik Negeri Medan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menguji adanya reaksi harga dilakukan tes abnormal return selama periode peristiwa dengan analisis perhitungan berdasarkan konsep model-model keseimbangan yaitu

Keanekaragaman foraminifera bentik tertinggi terdapat pada titik lokasi BHL-36 yang terletak di bagian barat daerah penelitian dan terdiri dari 104

Buku “Aku Cinta Bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah Kelas V” Penerbit: Tiga Serangkai adalah salah satu buku yang digunakan sekolah-sekolah Madrasah Ibtidaiyah

Penelitian ini bertujuan menghasilkan panduan untuk meningkatkan kompetensi guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan kecerdasan sosial siswa SMP kelas VII,

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang diajar dengan Media Torso dan Media Gambar Pada materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ukuran perusahaan, komite audit dan ukuran dewan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap pengungkapan modal intelektual,

Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya abrasi di lokasi ini, di antaranya adalah adanya perbedaan kemiringan morfologi dasar laut yang cukup besar dari pantai ke

Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X dapat dikatakan baik; hal