PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN
KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP SIKAP
KEJUJURAN SISWA DALAM BERGAUL
DI SMP NEGERI 27 MEDAN
TAHUN AJARAN 2014/2015
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan
Prasekolah Dan Sekolah Dasar
Oleh :
MASRIANTO NIM : 1102151008
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan RahmatNya berkah dan hidayahNya kepada penulis,
sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan sebaik – baiknya.
Skripsi yang berjudul : Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok
Melalui Teknik Diskusi Terhadap Sikap kejujuran Siswa Dalam Bergaul di SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015, adalah sebuah usaha yang disusun penulis untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat – syarat dalam mencapai gelar Serjana Pendidikan ( S.Pd ) pada Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Medan.
Penulis menyadari bahwa untuk kesempurnaan skripsi ini, penulis tidak
dapat menafikan partisipasi pihak lain yang turut memberikan bantuan moril
maupun materil, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih sedalam –
dalamnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas
Negeri Medan
2. Bapak Drs. Nasrun, M.S selaku Dekan, Prof. Dr. Yusnadi, M.S selaku
wakil dekan I, bapak Drs. Aman Simaremare, M.S selaku wakil dekan II
dan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, Mpd selaku wakil Dekan III.
3. Ibu Dra. Kemali Syarif, M. Pd selaku Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan
dan Bimbingan Sekaligus Dosen pembimbing Skripsi (PS), Ibu Dra.
Nurarjani, M.Pd selaku sekretaris jurusan Psikologi Pendidikan dan
ii
4. Bapak Drs. Ahmad Nosari selaku Dosen Pembimbing Akademik ( PA )
penulis, yang telah banyak memberikan bimbingan selama masa
perkuliahan di Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Unimed.
5. Ibu Prof. Dr.Sri Milfayetty, MS. Kons, S.Psi, Drs.Nasrun ,MS ,
Dra.Nuraini MS selaku dosen penyelaras sekaligus dosen penguji yang
telah banyak memberikan saran, arahan, dan kritikan dalam penyelesaian
skripsi ini, sehingga hasilnya menjadi lebih baik.
6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Psikologi Pendidikan dan
Bimbingan yang telah banyak memberikan Ilmu, bimbingan, dukungan,
saran dan motivasi kepada penulis selama berada didalam maupun diluar
perkuliahan.
7. Seluruh Staf dan Pegawai Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Medan atas kerjasama dan bantuan kepada penulis terutama dalam usaha
surat – menyurat.
8. Rasa hormat kepada Hj.Masraya,S.Pd Selaku Kepala Sekolah SMP Negeri
27 Medan, dan Ibu Sarah, S.Pd selaku sebagai Guru BK di SMP Negeri
27, seluruh guru – guru BK dan guru-guru yang mengajar, serta seluruh
staf tata usaha SMP Negeri 27 Medan yang membantu peneliti, terima
kasih atas izin, bantuan dan kerjasama kepada penulis selama penelitian di
sekolah tersebut.
9. Khusus buat keluarga tercinta teristimewa yang saya banggakan kedua
orang tua, Kaino (Bapak), Manikem (Mamak), Ismini (kakak), Isnarti
(kakak), Wiyono (abang), Winarto (abang), Sunaryo (abang), fitri (kakak),
iii
10.Sahabat-sahabatku Octivian Araneda, Eva Agustina Sihombing, Yuli
Ramadhana, Syeiha Gerar Hendri Suchi ,serta teman – teman seperjuangan
penulis satu bimbingan, Dewi Sartika, Mawaddah, Ayu Pratiwi dan Buat
Teman – teman BK Reguler B 2010 tanpa terkecuali yang telah banyak membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini.
11.Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada siswa/i SMP Negeri 27
Medan yang membantu penulis dalam pengisian angket, dan kesediannya
menjadi subjek penelitian dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.
Atas segala dukungan dan jasa mereka penulis tidak dapat membalasnya,
Seiring doa semoga Tuhan membalas segala kebaikan yang telah diberikan
kepada penulis, serasa mengharap berkatNya dan dengan segala kerendahan hati
penulis menyerahkan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Penulis menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan
skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita
semua terutama dalam dunia pendidikan pada umumnya dan khusus dalam bidang
bimbingan dan konseling . Terimakasih.
Medan, 18 Maret 2015 Penulis
i
ABSTRAK
Masrianto NIM 1102151008. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Diskusi Terhadap Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul di SMP Negri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Program Studi Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Medan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Adakah pengaruh pemberian
layanan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk mengembangkan sikap
kejujuran siswa dalam bergaul kelasVIII SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dalam mempengaruhi sikap kejujuran siswa dalam bergaul kelas VIII SMP Negeri 27 MedanTahun Ajaran 2014/2015.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain
pre-test post-pre-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negri 27 Medan yang berjumlah 10 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket
Keterampilan sosial sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan
reliabilitas angket. Teknik analisis data menggunakan uji tanda wilcoxon.
Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket yaitu angket sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul sebanyak 48 butir yang terlebih dahulu diujicobakan dan dianalisis oleh peneliti untuk mendapatkan angket yang valid dan reliable.
vi
3. Hipotesis ... 27
BAB III : METODE PENELITIAN ... 28
3.1. Jenis Penelitian ... 28
3.2. Subjek Penelitian... 28
3.3. Desain Penelitian ... 29
3.4. Operasionalisasi Variabel Penelitian... 30
3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 30
3.6. Teknik Analisis Data ... 34
3.7. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 35
BAB IV Hasil Penelitina dan Pembahasan ... 36
A. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 36
B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 39
C. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 41
D. Pengujian Hasil Hipotesis ... 44
E. Pembahasan Penelitian ... 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 47
DAFTAR PUSTAKA ... 49
DAFTAR ANGKET
Lampiran 1 Daftar Angket
Lampiran 2 Sebaran Data Uji Angket Kejujuran
Lampiran 3 Perhitungan Validitas Angket Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul
Lampiran 4 Perhitungan Reabilitas Angket Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul
Lampiran 5 Angket Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul Untuk Pre-test
Lampiran 6 Skor Data Pre-test Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul
Lampiran 7 Skor Data Post-test Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul
Lampiran 8 Tabel Tabulasi Data Penelitian
Lampiran 9 Perhitungan Kategori Sikap kejujuran siswa dalam bergaul Sebelum di beri Layanan
Lampiran 10 Perhitungan Harga Rata-rata (M), Standar Deviasi (SD) Pre-Test
Lampiran 11 Perhitungan Kategori Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul Setelah Diberi Layanan
Lampiran 12 Perhitungan Harga Rata-rata (M), Standar Deviasi (SD) Post-Test
Lampiran 13 Pengujian Hipotesis
Lampiran 14 Perhitungan Peningkatan Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali nilai-nilai dalam
kehidupan yang harus dijalankan sesuai dengan tata caranya masing-masing. Jika
nilai-nilai itu berjalan sesuai aturannya, maka bisa dipastikan hubungan dengan
sesama akan baik-baik saja dan juga akan dihargai karena nila-nilai itu diterapkan
dengan baik. Namun pada saat ini, nilai-nilai itu sepertinya mulai memudar
dikarenakan banyak sekali orang-orang yang lebih mengutamakan kepentingan
dirinya dari pada kepentingan orang lain, hal inilah yang menyebabkan banyak
nilai-nilai yang diabaikan begitu saja.
Orang yang muda tidak lagi menghargai dan menghormati yang lebih tua,
yang tua kurang menyayangi yang muda, kurangnya sikap disiplin, sopan santun,
ramah tamah, kejujuran serta nilai-nilai lain yang seharusnya penting untuk
dijalankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hubungan sosial dapat
berjalan dengan baik dan semestinya. Salah satu cara yang dapat dilaksanakan
agar nilai-nilai tersebut dapat tumbuh adalah dengan diterapkannya suatu
pendidikan yang disebut dengan pendidikan karakter. Ada beberapa nilai
karakater yang sangat penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
baik itu di rumah, di sekolah maupun dimasyarakat, seperti nilai religius,
kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin
tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta
2
Nilai-nilai inilah yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dari
masing-masing nilai-nilai tersebut peneliti lebih melihat nilai kejujuran yang
masing sangat kurang. Seringkali terjadi suatu penyimpangan-peyimpangan yang
disebabkan karena tidak adanya kejujuran dalam diri seseorang, baik itu kejujuran
pada diri sendiri maupun kejujuran terhadap orang lain. Kejujuran adalah dasar
utama dari kepercayaan yang akan menentukan hubungan seseorang dengan orang
lain. Jika seseorang mengarang cerita yang tidak sesuai dengan kebenarannya
untuk menutupi kesalahannya, maka sulit baginya untuk memperbaiki kesalahan
itu. Ketika seseorang tidak jujur terhadap dirinya sendiri tentang suatu kebenaran,
dia biasanya juga tidak jujur dengan orang lain. Jika orang memiliki dasar utama
yaitu kejujuran, maka dia tidak akan berbohong ataupun menipu, walau
sebenarnya dia memiliki kesempatan untuk melakukannya.
Siswa yang jujur akan mudah bergaul dan pasti akan di senangi banyak
teman, karena temannya tidak akan merasa curiga dan khawatir terhadap
perkataan dan perilaku orang yang jujur. Sebaliknya pula, bila siswa tidak jujur
apalagi telah di gelar sebagai pembohong, maka teman-temanya akan selalu
membenci dan mencurigai siswa pembohong itu. Adapun yang dikatakan dan di
perbuat oleh orang pembohong akan senantiasa di anggap dusta oleh orang lain.
Dewasa ini sikap kejujuran dikalangan siswa telah semakin luntur, dapat
dilihat berapa banyak siswa yang malu menyebutkan identitas dirinya serta
keluarganya dikarenakan takut jika teman-teman menjauhi, karena berasal dari
keluarga sederhana, siswa juga tidak mau jujur dan tidak mau mengakui pekerjaan
orang tuanya sebagai supir atau ibunya hanya seorang pekerja di rumah orang,
3
tenang menghadapi pelajaran atau ujian walaupun tanpa persiapan karena
nantinya pasti ada siswa lain yang memberi contekan, ada siswa yang tidak
khawatir akan diberi sanksi oleh guru jika mereka tidak mengerjakan tugas yang
diberikan oleh gurunya, ada siswa yang dengan tenangnya membuat contekan
pada saat ujian agar memperoleh nilai yang memuaskan atau minimal mencapai
batas ketuntasan minimal, ada siswa yang tidak melaksanakan piket pada
waktunya, bahkan ada siswa yang enggan mengikuti peraturan-peraturan sekolah.
Sepertinya siswa tidak mengenal kata malu. Mereka tidak malu untuk
mengakui keadaan dirinya dan keluarganya, tidak mengerjakan tugas, tidak malu
jika tidak dapat menjawab pertanyaan guru, dan tidak malu jika tidak dapat
menjelaskan materi yang telah dipelajarinya, dan tidak canggung untuk
mencontek pada saat ujian, tidak melaksanakan piket padahal sudah menjadi
kewajibannya, berjanji namun sering mengingkari bahkan selalu melanggar
disiplin sekolah.
Berdasarkan pengamatan, sikap kejujuran siswa pada siswa kelas VIII di
SMP Negeri 27 Medan yang berjumlah sebanyak 120 siswa, masih terdapat 72
siswa atau 60% siswa yang masih kurang mampu bersikap jujur. Hal ini
ditunjukkan dengan gejala-gejala diantaranya masih terdapat siswa yang tidak
mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan mencontek hasil karya teman,
membuat contekan pada saat ujian, menghindar ketika jadwal piket, ingkar janji
bahkan ada juga yang dengan sengaja melanggar peraturan-peraturan sekolah.
Hal ini dapat menjadi masalah apabila tidak segera di atasi, yang
menyangkut bakat dan kemampuan yang ada dalam diri akan terpendam dan tidak
4
diharapkan. Untuk itu perlu diupayakan suatu solusi yang dapat dilakukan untuk
mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan melalui penerapan layanan
bimbingan kelompok dengan teknik diskusi.
Layanan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi dilakukan secara
berkelompok yang artinya pada waktu dan tempat yang sama diberikan layanan
bimbingan kepada sejumlah siswa dengan topik atau materi masalah yang sama
dan diskusikan secara bersama. Kelompok dibentuk dengan jumlah siswa dari
setiap kelompok 8-10 orang, ukuran kelompok yang kecil ini bertujuan agar para
siswa dalam kelompok saling berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif satu
sama lain, sehingga setiap anggota kelompok dapat memperhatikan anggota
kelompok yang lain.
Dengan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi diharapkan dapat
menumbuhkan sikap rendah hati siswa, karena layanan bimbingan kelompok
melalui teknik diskusi bertujuan untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi
dan mewujudkan tingkah laku yang lebih efektif. Sikap kejujuran siswa dalam
berbaur di kalangan siswa SMP Negeri 27 Medan adalah modal utama untuk
memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan interpersonal (rasa
cemburu, dilema, dll) di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
(masyarakat). Melalui layanan bimbingan kelompok tehnik diskusi, diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk bersikap jujur dalam pergaulan baik
dengan guru, teman sebaya, dan orang yang disekitarnya.
Berangkat dari asumsi di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih
lanjut tentang: “Pengaruh penerapan layanan bimbingan kelompok terhadap sikap
5
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, peneliti mengidentifikasi ada
beberapa masalah yang harus dibahas dan diteliti yaitu:
1. Siswa SMP Negeri 27 Medan belum memahami arti dan makna dari
kejujuran.
2. Kurangnya sikap kejujuran siswa dalam bergaul di SMP Negeri 27
Medan.
3. Perlunya penerapan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 27
Medan terhadap sikap kejujuran siswa dalam bergaul di sekolah.
4. Siswa cendrung bersikap menyimpang karena kurangnya sikap jujur
dalam bergaul.
1.3. Pembatasan Masalah
Dari beberapa permasalahan yang diidentifikasi, maka peneliti membatasi
masalah penelitian ini agar tidak terlalu meluas yakni: Sikap kejujuran siswa
dalam bergaulyang diteliti adalah mengenai sikap siswa dalam perkataan,
tindakan dan pekerjaan melalui teknik diskusi di SMP Negeri 27 Medan.
1.4. Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan hal yang pokok dalam suatu penelitian.
Dalam perumusan masalah penulis membuat rumusan spesifikasi terhadap hakikat
masalah yang diteliti. Rumusan masalah dalam penelitian ini, penulis uraikan ke
6
kelompok teknik diskusi terhadap sikap kejujuran siswa dalam bergaul di SMP
Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015?
1.5. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
penerapan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap sikap kejujuran
siswa dalam bergaul di SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015.
1.6. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
Bagi peneliti akan bermanfaat untuk menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan tentang teori sikap kejujuran dalam bergaul, tentang bimbingan
kelompok serta lebih memahami tentang teknik diskusi dalam bimbingan
kelompok.
2. Bagi siswa
Menjadi terbimbing untuk bersikap jujur dalam bertindak, bergaul dan
berbicara.
3. Bagi Para Guru
Untuk dijadikan bahan acuan dalam menjalankan program-program di sekolah
sekaligus mendidik siswa untuk memiliki sikap kejujuran.
4. Bagi sekolah
Dapat dijadikan bahan masukan, menambah wawasan serta informasi tentang
pentingnya menerapkan bimbingan kelompok di sekolah tentang sikap
47 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
layanan bimbingan kelompok terhadap sikap kelas VIII SMP Negeri 27
Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini sesuai dengan hasil yang
diperoleh dari rata Pre-Test sikap kejujuran siswa = 72,3dan
rata-rata sikap Post-Test sikap kejujuran siswa = 96,4. Hal ini dapat dilihat
dari Uji Wilcoxon yang menunjuk kan bahwa pada taraf signifikan 5%
Jtabel = 8 makaJhitung = 0<8 sertaZhitung<Ztabel = -2,803 < -1,96.
Sehingga sikap kejujuran setelah mendapatkan bimnbingan kelompok
lebih besar dibandingkan sebelum mendapatkan bimbingan
kelompok.Maka hipotesis dapat diterima.
B. Saran-saran
Adapun saran yang dapat dikemukakan penulis dalam penelitian ini
adalah:
1. Kepala sekolah,Guru BK serta guru bidang studi lebih peduli dalam
upaya meningkatkan sikap kejujuran siswa dalam bergaul melalui
kegiatan bimbingan kelompok di sekolah melalui teknik diskusi.
2. Siswa dapat lebih meningkatkan sikap kejujuran dalam bergaul baik
di lingkungan sekolah atau di lingkungan rumah dan sikap positif
48
3. Mengingatkan Kepada pihak-pihak sekolah bahwa layanan
bimbingan kelompok melalui teknik diskusi dapat meningkatkan
sikap kejujuran siswa dalam bergaul maka sudah selayaknya
bimbingan kelompok melalui teknik diskusi secara berkelanjutan
tetap rutin dalaksanakan di sekolah.
4. Dari hasil penelitian skripsi ini,juga di hara pkan dapat di jadikan pegangan bagi pihak sekolah tentang sikap kejujuran siswa dalam
bergaul melalui pemberian layanan bimbingan kelompok melalui
teknik diskusi.
5. Penulis berharap bila skripsi ini,bisa bermanfaat bagi siapa saja
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
DATA PRIBADI
Nama :MASRIANTO
Tempat/Tanggal Lahir : Tengkoh,16 Februari 1990
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Nama Ayah : Kaino
Pekerjaan : Wiraswasta
Nama Ibu : Manikem
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat Orang Tua : Jl. Sibatu-batu Kamp.Tengkoh
RIWAYAT PENDIDIKAN
1.Tamatan : SD N 2 No 091310 Pargampualan Tahun 1998 s/d 2004
2.Tamatan : MTs Swasta Y.Pendidikan Islam Pematangsiantar Tahun
2004s/d 2007
3.Tamatan : Sma Y.Perguruan Keluarga Pematangsiantar Tahun
2007 s/d 2010
PENGALAMAN KULIAH
1. Pernah melaksanakan PPLT di SMA Negri 3 Kisaran
2. Melakukan Penelitian di SMP Negeri 27 Medan
Hormat Saya,