• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK DISKUSI TERHADAP SIKAP KEJUJURAN SISWA DALAM BERGAUL DI SMP NEGERI 27 MEDAN TAHUN AJARAN 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK DISKUSI TERHADAP SIKAP KEJUJURAN SISWA DALAM BERGAUL DI SMP NEGERI 27 MEDAN TAHUN AJARAN 2014/2015."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN

KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP SIKAP

KEJUJURAN SISWA DALAM BERGAUL

DI SMP NEGERI 27 MEDAN

TAHUN AJARAN 2014/2015

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan Pendidikan

Prasekolah Dan Sekolah Dasar

Oleh :

MASRIANTO NIM : 1102151008

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa

yang telah melimpahkan RahmatNya berkah dan hidayahNya kepada penulis,

sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan sebaik – baiknya.

Skripsi yang berjudul : Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok

Melalui Teknik Diskusi Terhadap Sikap kejujuran Siswa Dalam Bergaul di SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015, adalah sebuah usaha yang disusun penulis untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat – syarat dalam mencapai gelar Serjana Pendidikan ( S.Pd ) pada Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Medan.

Penulis menyadari bahwa untuk kesempurnaan skripsi ini, penulis tidak

dapat menafikan partisipasi pihak lain yang turut memberikan bantuan moril

maupun materil, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih sedalam –

dalamnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas

Negeri Medan

2. Bapak Drs. Nasrun, M.S selaku Dekan, Prof. Dr. Yusnadi, M.S selaku

wakil dekan I, bapak Drs. Aman Simaremare, M.S selaku wakil dekan II

dan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, Mpd selaku wakil Dekan III.

3. Ibu Dra. Kemali Syarif, M. Pd selaku Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan

dan Bimbingan Sekaligus Dosen pembimbing Skripsi (PS), Ibu Dra.

Nurarjani, M.Pd selaku sekretaris jurusan Psikologi Pendidikan dan

(7)

ii

4. Bapak Drs. Ahmad Nosari selaku Dosen Pembimbing Akademik ( PA )

penulis, yang telah banyak memberikan bimbingan selama masa

perkuliahan di Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Unimed.

5. Ibu Prof. Dr.Sri Milfayetty, MS. Kons, S.Psi, Drs.Nasrun ,MS ,

Dra.Nuraini MS selaku dosen penyelaras sekaligus dosen penguji yang

telah banyak memberikan saran, arahan, dan kritikan dalam penyelesaian

skripsi ini, sehingga hasilnya menjadi lebih baik.

6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Psikologi Pendidikan dan

Bimbingan yang telah banyak memberikan Ilmu, bimbingan, dukungan,

saran dan motivasi kepada penulis selama berada didalam maupun diluar

perkuliahan.

7. Seluruh Staf dan Pegawai Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri

Medan atas kerjasama dan bantuan kepada penulis terutama dalam usaha

surat – menyurat.

8. Rasa hormat kepada Hj.Masraya,S.Pd Selaku Kepala Sekolah SMP Negeri

27 Medan, dan Ibu Sarah, S.Pd selaku sebagai Guru BK di SMP Negeri

27, seluruh guru – guru BK dan guru-guru yang mengajar, serta seluruh

staf tata usaha SMP Negeri 27 Medan yang membantu peneliti, terima

kasih atas izin, bantuan dan kerjasama kepada penulis selama penelitian di

sekolah tersebut.

9. Khusus buat keluarga tercinta teristimewa yang saya banggakan kedua

orang tua, Kaino (Bapak), Manikem (Mamak), Ismini (kakak), Isnarti

(kakak), Wiyono (abang), Winarto (abang), Sunaryo (abang), fitri (kakak),

(8)

iii

10.Sahabat-sahabatku Octivian Araneda, Eva Agustina Sihombing, Yuli

Ramadhana, Syeiha Gerar Hendri Suchi ,serta teman – teman seperjuangan

penulis satu bimbingan, Dewi Sartika, Mawaddah, Ayu Pratiwi dan Buat

Teman – teman BK Reguler B 2010 tanpa terkecuali yang telah banyak membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

11.Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada siswa/i SMP Negeri 27

Medan yang membantu penulis dalam pengisian angket, dan kesediannya

menjadi subjek penelitian dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Atas segala dukungan dan jasa mereka penulis tidak dapat membalasnya,

Seiring doa semoga Tuhan membalas segala kebaikan yang telah diberikan

kepada penulis, serasa mengharap berkatNya dan dengan segala kerendahan hati

penulis menyerahkan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan

skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita

semua terutama dalam dunia pendidikan pada umumnya dan khusus dalam bidang

bimbingan dan konseling . Terimakasih.

Medan, 18 Maret 2015 Penulis

(9)

i

ABSTRAK

Masrianto NIM 1102151008. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Diskusi Terhadap Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul di SMP Negri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Program Studi Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Medan.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Adakah pengaruh pemberian

layanan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk mengembangkan sikap

kejujuran siswa dalam bergaul kelasVIII SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dalam mempengaruhi sikap kejujuran siswa dalam bergaul kelas VIII SMP Negeri 27 MedanTahun Ajaran 2014/2015.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain

pre-test post-pre-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negri 27 Medan yang berjumlah 10 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket

Keterampilan sosial sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan

reliabilitas angket. Teknik analisis data menggunakan uji tanda wilcoxon.

Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket yaitu angket sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul sebanyak 48 butir yang terlebih dahulu diujicobakan dan dianalisis oleh peneliti untuk mendapatkan angket yang valid dan reliable.

(10)
(11)

vi

3. Hipotesis ... 27

BAB III : METODE PENELITIAN ... 28

3.1. Jenis Penelitian ... 28

3.2. Subjek Penelitian... 28

3.3. Desain Penelitian ... 29

3.4. Operasionalisasi Variabel Penelitian... 30

3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 30

3.6. Teknik Analisis Data ... 34

3.7. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 35

BAB IV Hasil Penelitina dan Pembahasan ... 36

A. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 36

B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 39

C. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 41

D. Pengujian Hasil Hipotesis ... 44

E. Pembahasan Penelitian ... 44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 49

(12)

DAFTAR ANGKET

Lampiran 1 Daftar Angket

Lampiran 2 Sebaran Data Uji Angket Kejujuran

Lampiran 3 Perhitungan Validitas Angket Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul

Lampiran 4 Perhitungan Reabilitas Angket Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul

Lampiran 5 Angket Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul Untuk Pre-test

Lampiran 6 Skor Data Pre-test Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul

Lampiran 7 Skor Data Post-test Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul

Lampiran 8 Tabel Tabulasi Data Penelitian

Lampiran 9 Perhitungan Kategori Sikap kejujuran siswa dalam bergaul Sebelum di beri Layanan

Lampiran 10 Perhitungan Harga Rata-rata (M), Standar Deviasi (SD) Pre-Test

Lampiran 11 Perhitungan Kategori Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul Setelah Diberi Layanan

Lampiran 12 Perhitungan Harga Rata-rata (M), Standar Deviasi (SD) Post-Test

Lampiran 13 Pengujian Hipotesis

Lampiran 14 Perhitungan Peningkatan Sikap Kejujuran Siswa Dalam Bergaul

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali nilai-nilai dalam

kehidupan yang harus dijalankan sesuai dengan tata caranya masing-masing. Jika

nilai-nilai itu berjalan sesuai aturannya, maka bisa dipastikan hubungan dengan

sesama akan baik-baik saja dan juga akan dihargai karena nila-nilai itu diterapkan

dengan baik. Namun pada saat ini, nilai-nilai itu sepertinya mulai memudar

dikarenakan banyak sekali orang-orang yang lebih mengutamakan kepentingan

dirinya dari pada kepentingan orang lain, hal inilah yang menyebabkan banyak

nilai-nilai yang diabaikan begitu saja.

Orang yang muda tidak lagi menghargai dan menghormati yang lebih tua,

yang tua kurang menyayangi yang muda, kurangnya sikap disiplin, sopan santun,

ramah tamah, kejujuran serta nilai-nilai lain yang seharusnya penting untuk

dijalankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hubungan sosial dapat

berjalan dengan baik dan semestinya. Salah satu cara yang dapat dilaksanakan

agar nilai-nilai tersebut dapat tumbuh adalah dengan diterapkannya suatu

pendidikan yang disebut dengan pendidikan karakter. Ada beberapa nilai

karakater yang sangat penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

baik itu di rumah, di sekolah maupun dimasyarakat, seperti nilai religius,

kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin

tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta

(14)

2

Nilai-nilai inilah yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dari

masing-masing nilai-nilai tersebut peneliti lebih melihat nilai kejujuran yang

masing sangat kurang. Seringkali terjadi suatu penyimpangan-peyimpangan yang

disebabkan karena tidak adanya kejujuran dalam diri seseorang, baik itu kejujuran

pada diri sendiri maupun kejujuran terhadap orang lain. Kejujuran adalah dasar

utama dari kepercayaan yang akan menentukan hubungan seseorang dengan orang

lain. Jika seseorang mengarang cerita yang tidak sesuai dengan kebenarannya

untuk menutupi kesalahannya, maka sulit baginya untuk memperbaiki kesalahan

itu. Ketika seseorang tidak jujur terhadap dirinya sendiri tentang suatu kebenaran,

dia biasanya juga tidak jujur dengan orang lain. Jika orang memiliki dasar utama

yaitu kejujuran, maka dia tidak akan berbohong ataupun menipu, walau

sebenarnya dia memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Siswa yang jujur akan mudah bergaul dan pasti akan di senangi banyak

teman, karena temannya tidak akan merasa curiga dan khawatir terhadap

perkataan dan perilaku orang yang jujur. Sebaliknya pula, bila siswa tidak jujur

apalagi telah di gelar sebagai pembohong, maka teman-temanya akan selalu

membenci dan mencurigai siswa pembohong itu. Adapun yang dikatakan dan di

perbuat oleh orang pembohong akan senantiasa di anggap dusta oleh orang lain.

Dewasa ini sikap kejujuran dikalangan siswa telah semakin luntur, dapat

dilihat berapa banyak siswa yang malu menyebutkan identitas dirinya serta

keluarganya dikarenakan takut jika teman-teman menjauhi, karena berasal dari

keluarga sederhana, siswa juga tidak mau jujur dan tidak mau mengakui pekerjaan

orang tuanya sebagai supir atau ibunya hanya seorang pekerja di rumah orang,

(15)

3

tenang menghadapi pelajaran atau ujian walaupun tanpa persiapan karena

nantinya pasti ada siswa lain yang memberi contekan, ada siswa yang tidak

khawatir akan diberi sanksi oleh guru jika mereka tidak mengerjakan tugas yang

diberikan oleh gurunya, ada siswa yang dengan tenangnya membuat contekan

pada saat ujian agar memperoleh nilai yang memuaskan atau minimal mencapai

batas ketuntasan minimal, ada siswa yang tidak melaksanakan piket pada

waktunya, bahkan ada siswa yang enggan mengikuti peraturan-peraturan sekolah.

Sepertinya siswa tidak mengenal kata malu. Mereka tidak malu untuk

mengakui keadaan dirinya dan keluarganya, tidak mengerjakan tugas, tidak malu

jika tidak dapat menjawab pertanyaan guru, dan tidak malu jika tidak dapat

menjelaskan materi yang telah dipelajarinya, dan tidak canggung untuk

mencontek pada saat ujian, tidak melaksanakan piket padahal sudah menjadi

kewajibannya, berjanji namun sering mengingkari bahkan selalu melanggar

disiplin sekolah.

Berdasarkan pengamatan, sikap kejujuran siswa pada siswa kelas VIII di

SMP Negeri 27 Medan yang berjumlah sebanyak 120 siswa, masih terdapat 72

siswa atau 60% siswa yang masih kurang mampu bersikap jujur. Hal ini

ditunjukkan dengan gejala-gejala diantaranya masih terdapat siswa yang tidak

mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan mencontek hasil karya teman,

membuat contekan pada saat ujian, menghindar ketika jadwal piket, ingkar janji

bahkan ada juga yang dengan sengaja melanggar peraturan-peraturan sekolah.

Hal ini dapat menjadi masalah apabila tidak segera di atasi, yang

menyangkut bakat dan kemampuan yang ada dalam diri akan terpendam dan tidak

(16)

4

diharapkan. Untuk itu perlu diupayakan suatu solusi yang dapat dilakukan untuk

mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan melalui penerapan layanan

bimbingan kelompok dengan teknik diskusi.

Layanan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi dilakukan secara

berkelompok yang artinya pada waktu dan tempat yang sama diberikan layanan

bimbingan kepada sejumlah siswa dengan topik atau materi masalah yang sama

dan diskusikan secara bersama. Kelompok dibentuk dengan jumlah siswa dari

setiap kelompok 8-10 orang, ukuran kelompok yang kecil ini bertujuan agar para

siswa dalam kelompok saling berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif satu

sama lain, sehingga setiap anggota kelompok dapat memperhatikan anggota

kelompok yang lain.

Dengan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi diharapkan dapat

menumbuhkan sikap rendah hati siswa, karena layanan bimbingan kelompok

melalui teknik diskusi bertujuan untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi

dan mewujudkan tingkah laku yang lebih efektif. Sikap kejujuran siswa dalam

berbaur di kalangan siswa SMP Negeri 27 Medan adalah modal utama untuk

memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan interpersonal (rasa

cemburu, dilema, dll) di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah

(masyarakat). Melalui layanan bimbingan kelompok tehnik diskusi, diharapkan

dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk bersikap jujur dalam pergaulan baik

dengan guru, teman sebaya, dan orang yang disekitarnya.

Berangkat dari asumsi di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti lebih

lanjut tentang: “Pengaruh penerapan layanan bimbingan kelompok terhadap sikap

(17)

5

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, peneliti mengidentifikasi ada

beberapa masalah yang harus dibahas dan diteliti yaitu:

1. Siswa SMP Negeri 27 Medan belum memahami arti dan makna dari

kejujuran.

2. Kurangnya sikap kejujuran siswa dalam bergaul di SMP Negeri 27

Medan.

3. Perlunya penerapan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 27

Medan terhadap sikap kejujuran siswa dalam bergaul di sekolah.

4. Siswa cendrung bersikap menyimpang karena kurangnya sikap jujur

dalam bergaul.

1.3. Pembatasan Masalah

Dari beberapa permasalahan yang diidentifikasi, maka peneliti membatasi

masalah penelitian ini agar tidak terlalu meluas yakni: Sikap kejujuran siswa

dalam bergaulyang diteliti adalah mengenai sikap siswa dalam perkataan,

tindakan dan pekerjaan melalui teknik diskusi di SMP Negeri 27 Medan.

1.4. Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan hal yang pokok dalam suatu penelitian.

Dalam perumusan masalah penulis membuat rumusan spesifikasi terhadap hakikat

masalah yang diteliti. Rumusan masalah dalam penelitian ini, penulis uraikan ke

(18)

6

kelompok teknik diskusi terhadap sikap kejujuran siswa dalam bergaul di SMP

Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015?

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh

penerapan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap sikap kejujuran

siswa dalam bergaul di SMP Negeri 27 Medan Tahun Ajaran 2014/2015.

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

Bagi peneliti akan bermanfaat untuk menambah wawasan dan ilmu

pengetahuan tentang teori sikap kejujuran dalam bergaul, tentang bimbingan

kelompok serta lebih memahami tentang teknik diskusi dalam bimbingan

kelompok.

2. Bagi siswa

Menjadi terbimbing untuk bersikap jujur dalam bertindak, bergaul dan

berbicara.

3. Bagi Para Guru

Untuk dijadikan bahan acuan dalam menjalankan program-program di sekolah

sekaligus mendidik siswa untuk memiliki sikap kejujuran.

4. Bagi sekolah

Dapat dijadikan bahan masukan, menambah wawasan serta informasi tentang

pentingnya menerapkan bimbingan kelompok di sekolah tentang sikap

(19)

47 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh

layanan bimbingan kelompok terhadap sikap kelas VIII SMP Negeri 27

Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini sesuai dengan hasil yang

diperoleh dari rata Pre-Test sikap kejujuran siswa = 72,3dan

rata-rata sikap Post-Test sikap kejujuran siswa = 96,4. Hal ini dapat dilihat

dari Uji Wilcoxon yang menunjuk kan bahwa pada taraf signifikan 5%

Jtabel = 8 makaJhitung = 0<8 sertaZhitung<Ztabel = -2,803 < -1,96.

Sehingga sikap kejujuran setelah mendapatkan bimnbingan kelompok

lebih besar dibandingkan sebelum mendapatkan bimbingan

kelompok.Maka hipotesis dapat diterima.

B. Saran-saran

Adapun saran yang dapat dikemukakan penulis dalam penelitian ini

adalah:

1. Kepala sekolah,Guru BK serta guru bidang studi lebih peduli dalam

upaya meningkatkan sikap kejujuran siswa dalam bergaul melalui

kegiatan bimbingan kelompok di sekolah melalui teknik diskusi.

2. Siswa dapat lebih meningkatkan sikap kejujuran dalam bergaul baik

di lingkungan sekolah atau di lingkungan rumah dan sikap positif

(20)

48

3. Mengingatkan Kepada pihak-pihak sekolah bahwa layanan

bimbingan kelompok melalui teknik diskusi dapat meningkatkan

sikap kejujuran siswa dalam bergaul maka sudah selayaknya

bimbingan kelompok melalui teknik diskusi secara berkelanjutan

tetap rutin dalaksanakan di sekolah.

4. Dari hasil penelitian skripsi ini,juga di hara pkan dapat di jadikan pegangan bagi pihak sekolah tentang sikap kejujuran siswa dalam

bergaul melalui pemberian layanan bimbingan kelompok melalui

teknik diskusi.

5. Penulis berharap bila skripsi ini,bisa bermanfaat bagi siapa saja

(21)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS

DATA PRIBADI

Nama :MASRIANTO

Tempat/Tanggal Lahir : Tengkoh,16 Februari 1990

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Nama Ayah : Kaino

Pekerjaan : Wiraswasta

Nama Ibu : Manikem

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Alamat Orang Tua : Jl. Sibatu-batu Kamp.Tengkoh

RIWAYAT PENDIDIKAN

 1.Tamatan : SD N 2 No 091310 Pargampualan Tahun 1998 s/d 2004

 2.Tamatan : MTs Swasta Y.Pendidikan Islam Pematangsiantar Tahun

2004s/d 2007

 3.Tamatan : Sma Y.Perguruan Keluarga Pematangsiantar Tahun

2007 s/d 2010

PENGALAMAN KULIAH

1. Pernah melaksanakan PPLT di SMA Negri 3 Kisaran

2. Melakukan Penelitian di SMP Negeri 27 Medan

Hormat Saya,

Gambar

Tabel Tabulasi Data Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

layanan bimbingan kelompok terhadap sikap solidaritas siswa di SMP Negeri 1. Percut Sei Tuan Tahun

: Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Konsep Diri Siswa Kelas X SMA Swasta Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2013-2014.. Mahasiswa tersebut benar

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti yaitu layanan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk meningkatkan sikap

Berdasarkan hasil temuan penelitian disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu ada pengaruh yang signifikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik

Rumusan masalah dalam penelitian adalah “ Apakah ada Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Diskusi Kelompok Terhadap Kebiasaan Belajar Siswa Yang

Berdasarkan latar belakang di atas, makapeneliti merasa penting untuk melakukan penelitian dengan judul :pengaruh layanan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: “ Apakah ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi terhadap peningkatan sikap siswa pada peraturan

PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan kejujuran siswa kelas VII A SMP Negeri 17