• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. 6 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. 6 Universitas Kristen Petra"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1. Akuntansi

Akuntansi adalah proses identifikasi, perhitungan, analisis, dan pengkomunikasian informasi finansial yang dibutuhkan oleh manajemen untuk merencanakan, mengontrol dan mengevaluasi kinerja perusahaan (Weygandt, 2011).

Beberapa elemen dari istilah-istilah yang digunakan dalam akuntansi adalah :

 Assets, merupakan keuntungan ekonomi yang didapatkan atau dimiliki oleh entitas tertentu sebagai hasil dari sebuah event atau transaksi.

 Liabilities, merupakan kewajiban secara ekonomi yang harus dilunasi yang harus dilakukan di masa datang kepada entitas tertentu.

 Equity, merupakan hak residual atas entitas setelah dikurangi kewajiban. Dalam sebuah perusahaan, equity dapat juga diartikan sebagai kekayaan entitas. Ada dua sub-bagian utama di bagian ekuitas yaitu modal saham dan laba ditahan. Modal saham adalah jumlah yang telah diinvestasikan oleh pemegang saham dalam entitas. Laba ditahan adalah jumlah yang dihasilkan oleh aktivitas menghasilkan laba dan disimpan untuk digunakan dalam bisnis.

 Investments by Owners, merupakan penambahan net assets dari sebuah perusahaan yang dikarenakan adanya transfer dari entitas tertentu dalam rangka menambah atau mendapatkan ownership interests dalam perusahaan tersebut. Seringkali assets didapatkan dari investments by owners.

 Distributions to Owners, merupakan pengurangan net assets dari sebuah perusahaan karena adanya pemindahan assets, atau timbulnya liabilities tambahan. Distribution to Owners mengurangi ownership interests dalam sebuah perusahaan.

 Comprehensive Income, merupakan perubahan ekuitas dari sebuah entitas dalam suatu periode tertentu. Hal tersebut disebabkan oleh

(2)

 Revenues, merupakan pemasukan dan penambahan assets dari sebuah entitas tertentu atau pelunasan liabilitas atau kombinasi keduanya dalam sebuah periode tertentu.

 Expenses, merupakan pengeluaran dan penggunaan assets atau penambahan liabilitas atau kombinasi keduanya dalam sebuah periode tertentu.

 Gains, merupakan penambahan ekuitas.

 Losses, merupakan pengurangan ekuitas.

2.2. Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Romney & Steinbart (2012), sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data untuk memproduksi informasi yang diperlukan guna membuat keputusan.

Sistem informasi akuntansi terdiri dari 6 komponen yaitu :

1. Semua orang yang mengoperasikan sistem dan menjalankan berbagai macam fungsi

2. Segala prosedur dan instruksi, baik yang manual maupun otomatis, yang terlibat dalan pengumpulan, pemprosesan, dan penyimpanan data tentang aktivitas organisasi

3. Data tentang organisasi beserta proses bisnisnya

4. Software yang digunakan untuk memproses data dari organisasi 5. Infrastruktur dari teknologi informasi, termasuk komputer, alat

peripheral, dan alat jaringan komunikasi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan mengirimkan data dan informasi

6. Internal controls dan tingkat sekuriti yang menjaga data di dalam sistem informasi akuntansi

Keenam komponen tersebut membuat sistem informasi akuntansi untuk memenuhi tiga fungsi bisnis yaitu :

1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas perusahaan, sumber data, dan personel

(3)

2. Mengubah data menjadi informasi yang berguna untuk membuat keputusan jadi managemen dapat merencanakan, menjalankan, mengontrol, dan mengevaluasi aktivitas, sumber data, dan personel 3. Menyajikan kontrol yang cukup untuk menjaga aset organisasi,

termasuk data, untuk memastikan bahwa aset dan data tersedia bila diperlukan dan datanya akurat dan terpercaya

Dalam pencatatan data akuntansi, sangat penting untuk memahami terminologi yang akan dipakai. Terminologi dasar yang akan dipakai adalah sebagai berikut : (Kieso & Weygandt & Warfield, 2011)

Kejadian (event), merupakan peristiwa penyebab perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Kejadian ini dapat bersifat internal maupun eksternal.

Transaksi (transaction), merupakan kejadian eksternal yang melibatkan pertukaran antara dua entitas atau lebih.

Akun (account), merupakan catatan sistematis yang memperlihatkan pengaruh dari transaksi dan kejadian lainnya terhadap aktiva tertentu atau ekuitas.

 Akun Riil dan Nominal. Akun riil adalah akun-akun aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Akun nominal (temporer) adalah akun-akun pendapatan, beban, dan dividen.

Buku Besar (ledger), merupakan buku yang mengandung akun-akun.

 Jurnal, merupakan buku pencatatan awal di mana transaksi dan kejadian-kejadian lainnya dicatat pertama kali. Jumlah yang terdapat pada jurnal akan dipindahkan ke buku besar.

Pemindahbukuan (posting), merupakan proses pemindahan fakta- fakta dan angka-angka penting dari jurnal ke akun buku besar.

Neraca Saldo (trial balance), merupakan daftar semua akun terbuka dalam buku besar beserta saldonya.

Jurnal Penyesuaian (adjusting entries), merupakan ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memperbaharui semua akun menurut akuntansi akrual agar laporan keuangan yang tepat

(4)

 Laporan Keuangan, merupakan laporan yang mencerminkan pengumpulan, tabulasi, dan ikhtisar akhir dari data akuntansi.

Laporan keuangan terdiri dari dua laporan dasar, yaitu neraca dan laporan laba rugi (Sugiono, 2009). Neraca adalah suatu laporan sistematis yang menujukkan aktiva, modal, dan kewajiban suatu perusahaan. Laporan laba rugi adalah laporan ringkas tentang jumlah pendapatan/kerugian yang didapatkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

 Jurnal Penutup, merupakan proses formal yang dipakai untuk mengurangi semua akun nominal menjadi nol dan menentukan serta mentransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun ekuitas pemilik atau yang disebut juga “menutup buku besar”.

Terdapat lima siklus besar dalam sistem informasi akuntansi, antara lain siklus penjualan, siklus pembelian, siklus keuangan, siklus produksi, dan siklus penggajian. Penjelasan untuk siklus-siklus tersebut adalah :

 Siklus penjualan : siklus yang meliputi aktivitas bisnis yang terjadi secara berulang-ulang dan terkait dengan stok barang yang dijual ke customer dan mendapatkan uang sebagai bayarannya. Terdapat empat aktivitas bisnis dasar, yaitu pemesanan penjualan, pengiriman barang, penagihan dan pembayaran.

 Siklus pembelian : siklus yang meliputi aktivitas bisnis yang terjadi secara berulang-ulang dan terkait dengan pembelian, stok barang dan melakukan pembayaran untuk barang yang telah dibeli. Terdapat empat aktivitas bisnis dasar, yaitu pemesanan barang, penerimaan dan penyimpanan barang, retur pembelian, dan pembayaran.

 Siklus keuangan : siklus yang meliputi aktivitas bisnis yang terjadi secara berulang-ulang dan terkait dengan pembelian maupun penjualan. Ada empat aktivitas bisnis, yaitu update buku besar, posting ayat jurnal penyesuaian, mempersiapkan laporan keuangan dan menghasilkan laporan manajerial.

(5)

 Siklus produksi : siklus ini meliputi aktivitas-aktivitas bisnis yang berkaitan dengan pengubahan sumber daya menjadi barang maupun jasa.

Siklus penggajian : siklus ini meliputi aktivitas penggajian karyawan.

2.3. Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.

Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok 1. Penentuan biaya produk

2. Pengendalian biaya

3. Pengambilan keputusan khusus

Untuk memenuhi tujuan penentuan biaya produk, akuntansi biaya mencatat, menggolongan, dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa. Biaya yang dikumpulkan dan disajikan adalah biaya yang telah terjadi di masa yang lalu atau biaya historis. Umumnya akuntansi biaya untuk penentuan biaya produk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak luar perusahaan. Oleh karena itu, untuk melayani kebutuhan pihak luar tersebut, akuntansi biaya untuk penentuan biaya produk tunduk pada prinsip-prinsip akuntansi yang lazim (Mulyadi, 2005).

2.4. Metode Perpetual

Menurut Kieso, Weygandt, Warfield (2011) sebuah sistem inventory perpetual secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap perubahan pada akun inventory. Hal tersebut adalah laporan dari perusahaan tentang penjualan dan pembelian dari barang secara langsung pada akun inventory saat hal tersebut dilaksanakan. Fitur akuntansi dari sistem inventory perpetual adalah sebagai berikut:

1. Pembelian dari merchandise untuk resale atau raw materials untuk

(6)

2. Freight-in di debitkan kepada inventory, bukan pembelian. Pembelian mengembalikan dan mengijinkan dan diskon pembelian dikreditkan kepada inventory daripada akun yang berbeda.

3. Cost of goods sold disimpan pada saat setiap kali penjualan dengan melakukan debit pada Cost of Goods Sold dan melakukan kredit pada inventory.

4. Sebuah subsidiary ledger dari individual inventory records dipertahankan sebagai control measure. Subsidiary records menunjukkan kuantitas dan cost dari setiap tipe inventory.

2.5. Process Costing

Menurut Carter dan Usry (2004), dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses, bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya. Biaya yang dibebankan ke setiap unit ditentukan dengan membagi total biaya yang dibebankan dengan total unit yang diproduksi. Pusat biaya biasanya adalah departemen, tetapi bisa juga pusat pemrosesan dalam satu departemen. Persyaratan utama adalah semua produk yang diproduksi dalam suatu pusat biaya selama suatu periode harus sama dalam hal sumber daya yang dikonsumsi. Bila tidak, perhitungan biaya berdasarkan proses dapat mendistorsi biaya produk (hal. 156).

Dalam perhitungan biaya menggunakan process costing terdapat 3 elemen penting, yaitu :

- Biaya bahan baku (direct material) - Biaya tenaga kerja (direct labor)

- Biaya overhead pabrik (factory overhead)

Keuntungan dalam pemakaian process costing adalah process costing sendiri sangat cocok digunakan pada berbagai jenis aliran produksi secara fisik.

Aliran produksi secara fisik terbagi tiga, yaitu:

- Aliran Produk Berurutan (Sequential Product Flow)

Pada aliran produksi ini, produksi dilakukan secara berurutan dari awal hingga akhir. Sehingga bahan baku setelah melalui departemen pertama, akan diolah di departemen berikutnya dan begitu seterusnya.

(7)

- Aliran Produk Pararel (Parallel Product Flow)

Pada aliran produksi ini, produk yang dihasilkan agak lebih rumit.

Bahan baku yang digunakan lebih dari 1 dan melalui sejumlah departemen yang berbeda hingga akhirnya beberapa hasil olahan bahan baku tersebut menjadi barang jadi.

- Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow)

Aliran produksi ini tergolong cukup rumit, karena bahan baku akan berpindah-pindah departemen produksi untuk memenuhi produk final yang dibutuhkan

2.6 Visual Basic

Visual Basic adalah bahasa pemograman yang dibuat oleh Microsoft. VB saat ini merupakan bahasa pemograman yang sering digunakan oleh developer. Beberapa fitur dari Visual Basic adalah sebagai berikut:

1. Adanya fasilitas penanganan kesalahan yang real time (real time background compiler)

2. Menyediakan model pemograman data akses ActiveX Data Object (ADO).

3. Mendukung pembuatan aplikasi client-server serta aplikasi berbasis Windows dan web.

2.7 MySQL

MySQL adalah database yang digunakan secara umum oleh banyak programmer yang di dalamnya mudah untuk diintegrasikan dengan dengan berbagai aplikasi.

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian terhadap sumber daya manusia dalam kerangka SERVO menggali tentang keahlian-keahlian yang telah dimiliki oleh perusahaan, kesanggupan sumber daya manusia

Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva bersih, hubungan antar transaksi,

Suatu proyek konstruksi yang berskala besar dituntut adanya manajemen yang baik agar menghasilkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, di mana proyek merupakan suatu

Hal ini terjadi karena dengan melakukan upaya perencanaan pajak, perusahaan dapat melaksanakan kewajiban pajak dengan benar, di mana pajak yang dibayarkan berada

Selain itu, organisational innovaion juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk dapat mentransformasi pengetahuan dan ide yang dimiliki menjadi produk, proses,

Menurut Robbins dan Judge (2005, p. 27) mengemukakan bahwa organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku pilihan yang tidak menjadi bagian dari kewajiban

Pada pembelian tunai setiap transaksi pembelian dilakukan maka secara otomatis akun yang berada pada sisi credit adalah akun kas, yang akan mengurangi jumlah kas.. Format

Hasil penelitian ini adalah kesadaran Wajib Pajak memiliki efek positif dan signifikan terhadap kepatuhan pajak, Pengetahuan memiliki hubungan negatif dan signifikan