• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. 9 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. 9 Universitas Kristen Petra"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

2.1. Sistem Informasi Manajemen

Menurut Nugroho (2008), Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah:

sebuah sistem informasi yang berfungsi mengelola informasi bagi manajemen organisasi. Peran informasi di dalam organisasi dapat diibaratkan sebagai darah pada tubuh manusia. Tanpa adanya aliran informasi yang sehat, organisasi akan mati. Di dalam organisasi, SIM berfungsi baik untuk pengolahan transaksi, manajemen kontrol maupun sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan. Konsep SIM sebenarnya telah ada sebelum komputer muncul, yaitu di mana segala macam informasi di dalam organisasi harus diolah dengan cepat, teliti dan andal. Namun, tanpa komputer konsep tersebut hanya menjadi teori. Sekarang, dengan adanya komputer, konsep SIM tersebut telah menjadi kenyataan (p. 16).

Informasi merupakan suatu hasil pengolahan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Pengaruh dari informasi bersumber pada bisnis yang berkembang semakin kompleks dan komputer yang saat ini telah mencapai kemampuan yang semakin baik.

Menurut Mcleod dan Schell (2001), sistem adalah:

Elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Proses yang terjadi di dalamnya disebut sebagai siklus kehidupan (system life cycle). Demi kelancaran sistem, manajer bekerja sama dengan spesialis informasi, yaitu seorang yang bekerja di perusahaan yang bertanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan sistem dengan berbasis komputer tersebut, yaitu analisa sistem, pengelola database, spesialis jaringan, programmer, dan operator.

Para spesialis informasi dapat berperan serta dalam tingkat yang beragam,

(2)

tetapi keseluruhan siklus, termasuk pengembangan dan pemakaian, harus dikelola oleh seorang manajer (p. 9).

Sistem informasi dalam manajemen perusahaan adalah sistem yang terbuka dan sistem lingkaran tertutup. Sistem informasi mendapatkan input berupa data-data atau kejadian yang ada di dalam perusahaan, kemudian diubah dengan pengolah informasi untuk memperoleh informasi. Pengolah informasi tersebut dapat berupa komputer, orang ataupun gabungan keduanya. Sedangkan yang menjalankan fungsi mekanisme pengendaliannya adalah para manajer perusahaan.

Output informasi yang dihasilkan dipakai oleh para manajer dalam mengambil keputusan untuk memecahkan persoalan dalam perusahaan dan untuk mencapai target dan tujuan perusahaan. Selanjutnya, keputusan-keputusan manajer diharapkan dapat membawa perubahan sehingga pada akhirnya output sistem memenuhi harapan manajer. Jadi, “Suatu sistem informasi terdiri atas elemen data, informasi, pengolah informasi dan manajer” (Nugroho, 2008).

2.2. Alat Perancangan Sistem

Untuk merancang sistem, baik proses maupun datanya, terdapat berbagai macam peralatan yang dapat dipakai. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Gambaran kelebihan dan kekurangan alat perancangan sistem dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Kelebihan dan kekurangan alat perancangan sistem Sumber: Nugroho (2008, p. 112)

PROSES DATA

DATA FLOW DIAGRAM

ENTITY RELATIONSHIP

DIAGRAM MANAJEMEN/

USER

SYSTEM FLOWCHART

DATA DICTIONARY

TIM AHLI

(3)

2.2.1. Alat Perancangan Proses

Peralatan yang dapat dipakai untuk merancang proses antara lain dengan diagram alir data dan diagram arus sistem.

a. Diagram alir data

Diagram alir data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran dari perpindahan data dalam suatu organisasi. DFD tidak menunjukkan logika.

DFD tidak seperti flowchart, pseudocode dan tool lainnya yang digunakan untuk mendokumentasikan logika dari program (Kroenke & Hatch, 1994).

DFD adalah sebuah alat dokumentasi grafik yang menggunakan simbol-simbol untuk menjelaskan suatu proses. DFD hanya menggunakan empat macam elemen. Elemen-elemen tersebut adalah: (Nugroho, 2008)

1. Elemen lingkungan

Elemen ini terdapat di luar sistem. Elemen-elemen ini menyediakan input data dan menerima output informasi. Dalam DFD, tidak ada perbedaan antara data dan informasi. Semua aliran dianggap sebagai data. Nama

“terminator” digunakan untuk menggambarkan elemen-elemen yang berhubungan dengan lingkungan, yang mereka gunakan sebagai tanda tempat sistem tersebut berakhir. Sebuah “terminator” sering dipakai dalam DFD dan digambarkan dalam bentuk empat persegi atau bujur sangkar.

Setiap simbol terminator diberi nama dengan menggunakan nama elemen- elemen yang berhubungan dengan lingkungan. Sebuah terminator dapat berupa:

Seorang pemakai (user), misalnya seorang manajer yang menerima laporan dari sistem.

Suatu unit kerja, misalnya bagian pemasaran yang menerima output laporan dari sistem.

• Sistem lain yang berhubungan dengan sistem kita.

2. Pemrosesan

Pemrosesan adalah sesuatu yang mengubah input menjadi output. Proses dapat digambarkan dalam bentuk sebuah lingkaran, sebuah bujursangkar, atau sebuah bujursangkar dengan sudut yang dibulatkan. Setiap simbol proses diberi nama sesuai proses kerja yang dilakukan.

(4)

3. Aliran data

Sebuah aliran data berisi suatu data yang bergerak dari suatu posisi ke posisi lainnya. Jadi, aliran data adalah data yang bergerak. Simbol anak panah digunakan untuk menggambarkan data flow dalam sebuah DFD.

Anak panah dapat digambarkan dengan garis lurus atau garis lengkung.

4. Penyimpanan data

Dalam terminologi DFD, yang dimaksudkan dengan penyimpanan data adalah tempat penyimpanan data. Data tersimpan adalah data yang tidak bergerak atau file. Untuk menggambar data, digunakan simbol-simbol yang berbentuk satu set garis paralel, segi empat terbuka dan bentuk lonjong.

Penggambaran sebuah DFD umumnya diawali dengan penggambaran diagram konteks (context diagram). Diagram konteks menggambarkan dengan siapa sajakah SIM yang dibangun berhubungan. Diagram konteks tidak menunjukkan arah aliran data. Tingkat ketelitian pada diagram alir data dibuat berjenjang. Pada tahap yang paling global/paling kasar, digambarkan DFD tingkat 0 (Nol). Selanjutnya, setiap modul proses dapat digambarkan lagi DFD rincinya. Simbol-simbol aliran arus data dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Simbol-simbol aliran arus data Sumber: Nugroho (2008, p. 114)

(5)

b. Diagram arus sistem

Diagram arus sistem (system flow chart) adalah peralatan yang sesuai untuk menggambarkan proses sistem informasi secara rinci. Hal ini disebabkan oleh adanya sekitar 40 simbol dalam diagram arus sistem yang dapat digunakan untuk menggambarkan proses sistem informasi.

Flowchart merupakan teknik analitikal yang digunakan untuk mendeskripsikan beberapa aspek dari sistem informasi dalam wujud yang lebih jelas, ringkas, dan secara logika. Flowchart menggunakan serangkaian simbol standar untuk mendeskripsikan dalam gambar, prosedur pemrosesan transaksi yang digunakan oleh perusahaan dan aliran data dalam suatu sistem (Romney &

Steinbart, 2000).

Menururt Nugroho (2008), diagram arus sistem dibagi dua, yaitu “untuk menggambarkan aliran sistem dan aliran program” (p. 116).

1. Aliran sistem

Diagram arus ini bertujuan menggambarkan aliran sistem informasi.

Simbol-simbol yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Beberapa simbol diagram arus sistem Sumber: Nugroho (2008, p. 116)

(6)

2. Aliran penalaran program

Simbol-simbol pada diagram ini tak banyak berbeda dengan diagram arus sistem untuk menggambarkan aliran sistem, kecuali diagram arus sistem untuk menggambarkan aliran program selalu dimulai dengan simbol mulai dan selalu diakhiri dengan simbol selesai. Simbol-simbol untuk menggambarkan diagram arus program antara lain seperti terlihat pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4. Simbol-simbol diagram arus program Sumber: Nugroho (2008, p. 117)

2.2.2. Alat Perancangan Data (Data Modeling)

Database merupakan sistem utama dari kumpulan data yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Sistem database dibangun untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan semakin membesarnya master file suatu organisasi. Suatu database memandang data sebagai sumber daya bagi suatu organisasi yang seharusnya digunakan dan diatur untuk seluruh organisasi, bukan hanya oleh departemen asalnya saja. Fokus dari database adalah data integrasi dan pembagian data kepada seluruh pengguna (Romney & Steinbart, 2000).

Data modeling adalah proses untuk menentukan database sehingga database tersebut sungguh memenuhi dan mewakili semua aspek dari suatu organisasi, termasuk interaksinya dengan lingkungan di luar organisasi tersebut.

(7)

Data model adalah representasi abstrak isi dari database. Untuk memodelkan suatu database, digunakan Entity Relationship Diagram (ERD). Entity Relationship Diagram memiliki beberapa elemen yaitu: (Hoffer, George, &

Valacich, 1999)

a. Entity merupakan kelas dari objek (objek bisa berupa orang, tempat, kejadian, atau konsep yang digunakan dalam lingkungan pengguna) dimana data dikumpulkan.

b. Attribute merupakan penggambaran karakteristik dari entitas yang ada.

c. Identifier merupakan kunci kandidat (candidat key) yang dipilih sebagai karakteristik unik dari tipe entitas atau identifikasi dari sebuah entitas yang sifatnya unik. Ada 2 macam identifier yaitu primary key dan foreign key.

Primary key merupakan atribut identifier yang memiliki karakteristik unik yang membedakan satu record dengan record lainnya dalam sebuah entitas.

Sedangkan foreign key adalah atribut dalam suatu entitas atau tabel yang merupakan primary key di entitas atau tabel asalnya.

d. Relationship merupakan hubungan yang terjadi antara dua buah entitas, dan digambarkan dengan garis. Simbol ERDnya dapat dilihat pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5. Simbol ERD

Sumber: Hoffer, George, Valacich (1999, p. 273)

Relationship memiliki tiga tipe yaitu:

1. One-to-one relationship

Terjadi bila maksimum cardinality untuk setiap entity yang berhubungan adalah satu.

(8)

2. One-to-many relationship

Terjadi bila maksimum cardinality dari satu entity yang berhubungan adalah satu dan maksimum cardinality untuk entity yang lain dalam hubungan ini adalah banyak.

3. Many-to-many relationship

Terjadi bila maksimum cardinality untuk kedua entity dalam hubungan ini adalah banyak.

Gambaran tentang tipe-tipe relationship dapat dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Relationship

Sumber: Hoffer, George, Valacich (1999, p. 278)

Relationship cardinality memiliki empat tipe yaitu:

a. Mandatory one cardinality

Terjadi bila minimum cardinality untuk setiap entity yang berhubungan adalah satu dan maksimum cardinality adalah satu.

b. Mandatory many cardinality

Terjadi bila minimum cardinality untuk setiap entity yang berhubungan adalah satu dan maksimum cardinality adalah banyak.

(9)

c. Optional zero or one cardinality

Terjadi bila minimum cardinality untuk setiap entity yang berhubungan adalah nol dan maksimum cardinality adalah satu.

d. Optional zero-many cardinality

Terjadi bila minimum cardinality untuk setiap entity yang berhubungan adalah nol dan maksimum cardinality adalah banyak.

Gambaran tentang simbol-simbol relationship cardinality dapat dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2.7. Simbol relationship cardinality Sumber: Hoffer, George, Valacich (1999, p. 281)

2.3. Sistem Penggajian

Sistem penggajian atau sumber daya manusia adalah serangkaian aktivitas bisnis dan pelaksanaan pemprosesan data yang berhubungan secara terus menerus. Sistem informasi penggajian mampu melakukan proses perhitungan gaji secara otomatis dimana komponen gaji seperti gaji pokok, tunjangan, komisi, bonus, lembur, cuti, perhitungan PPh 21, jamsostek dan lain-lain sudah termasuk di dalamnya sehingga memudahkan dalam penghitungan gaji (Romney &

Steinbart, 2000).

Terdapat tiga fungsi dasar yang disediakan sistem informasi akuntansi pada siklus penggajian atau sumber daya manusia:

(10)

a. Memproses data transaksi mengenai aktivitas pegawai.

b. Penyimpanan (safeguarding) aset perusahaan.

c. Menyediakan informasi guna pengambilan keputusan.

2.3.1. Aktivitas Siklus Penggajian

Terdapat beberapa aktivitas penting pada departemen sumber daya manusia mulai perekrutan dan penerimaan karyawan, pelatihan, pembagian tugas, kompensasi (penggajian), kinerja karyawan dan penghentian hubungan antara perusahaan dan karyawan. Untuk subsistem kompensasi terdapat tujuh aktivitas, yaitu: (Romney & Steinbart, 2000)

1. Update master payroll file

Master file yang berisikan data karyawan, harus sering di-update agar menghasilkan informasi-informasi yang terkini bagi pengguna. Seperti adanya penerimaan karyawan baru, perubahan tarif upah maupun pemberhentian karyawan.

2. Update tax rate and deductions

Pengubahan data tarif pajak dan deduksi penggajian lainnya dilakukan setelah adanya keputusan dari pemerintah dan perusahaan jasa asuransi.

3. Validate time and attendance data

Memvaliditas waktu kerja dan kehadiran karyawan di perusahaan. Dimana gaji karyawan yang akan dibayarkan berdasarkan pada jumlah waktu yang dicatat pada kartu absensi, sedangkan pembebanan overhead berdasarkan jam lembur.

Keuntungan menggunakan teknologi informasi antara lain lebih efisien dalam mengumpulkan data waktu kerja dan kehadiran secara elektronik, menghemat waktu dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan secara manual.

4. Prepare payroll

Pembayaran gaji karyawan disiapkan hanya untuk karyawan yang tercantum di dalam master file berdasarkan pada data mengenai waktu kerja dan tarif gaji.

5. Disburse payroll

Pembagian gaji bagi karyawan, dimana ada yang dibayarkan tunai atau sebagian dilakukan dengan mentransfer ke rekening masing-masing.

(11)

6. Calculate employer-paid benefits and taxes

Perhitungan pajak penghasilan yang dilakukan untuk pembayaran secara langsung oleh pihak pegawai sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku.

7. Disburse payroll taxes and other deductions

Aktivitas terakhir dalam proses penggajian adalah pembayaran pajak penghasilan dan deduksi lainnya dari setiap pegawai kepada pemerintah.

2.3.2. Pengendalian Atas Siklus Penggajian

Sistem akuntansi mempunyai sebuah siklus induk, yaitu yang disebut siklus buku besar (general ledger) dan beberapa siklus pendukung antara lain siklus pendapatan, siklus pengeluaran kas, siklus konversi, siklus utang, siklus piutang, siklus SDM, yang termasuk di dalamnya adalah penggajian (Nugroho, 2008).

Fungsi kedua dari sistem informasi akuntansi pada siklus penggajian adalah untuk menyediakan pengendalian internal yang cukup untuk memastikan:

(Romney & Steinbart, 2000)

a. Semua transaksi penggajian telah diotorisasi secara benar.

b. Semua transaksi penggajian dicatat secara benar/sah.

c. Semua transaksi penggajian yang telah diotorisasi dan sah dicatat.

d. Semua transaksi penggajian dicatat secara akurat.

e. Ditemukannya peraturan pemerintahan yang berlaku tentang pajak dan pengisian penggajian serta laporan manajemen sumber daya manusia.

f. Aset (kas maupun data) diamankan dari kehilangan atau pencurian.

g. Aktivitas siklus penggajian atau manajemen sumber daya manusia dilakukan secara efisiensi dan efektif.

2.3.3. Pajak Penghasilan Pasal 21

Pajak penghasilan pasal 21 atau lebih dikenal dengan nama PPh 21 merupakan pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji, honorarium, upah, tunjangan, pensiun, kegiatan dan imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi dalam

(12)

negeri. PPh pasal 21 dipotong, dilaporkan dan disetorkan secara benar oleh wajib pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh sehubungan dengan pekerjaan dari satu pemberi kerja (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2010).

Dasar hukum atas pajak penghasilan pasal 21 adalah Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan, ditambah peraturan direktur jenderal pajak (PDJP) Nomor: 15/PJ/2006 tentang perubahan keputusan direktur jenderal pajak Nomor KEP-545/PJ/2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak penghasilan pasal 21 dan pasal 26 sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan orang pribadi (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2010).

2.3.3.1. Penghasilan Bruto Pegawai

Penghasilan yang dipotong PPh pasal 21 adalah: (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2006)

a. Penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai atau penerima pensiun secara teratur berupa gaji, uang pensiun bulanan, upah, honorium (termasuk honorium anggota dewan komisaris atau anggota dewan pengawas), premi bulanan, uang lembur, uang sokongan, uang tunggu, uang ganti rugi, tunjangan isteri, tunjangan anak, tunjangan kemahalan, tunjangan jabatan, tunjangan khusus, tunjangan transportasi, tunjangan pajak, tunjangan iuran pensiun, tunjangan pendidikan anak, bea siswa, premi asuransi yang dibayar pemberi kerja, dan penghasilan teratur lainnya dengan nama apapun.

b. Penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai, penerima pensiun, atau mantan pegawai, secara teratur berupa jasa produksi, tantiem, gratifikasi, tunjangan cuti, tunjangan hari raya, tunjangan tahun baru, bonus, premi tahunan, dan penghasilan sejenis lainnya yang sifatnya tidak tetap.

c. Uang tebusan pensiun, uang tabungan hari tua atau jaminan hari tua, uang pesangon dan pembayaran lain sejenis sehubungan dengan pemutusan hubungan kerja.

(13)

2.3.3.2. Penghasilan Netto Pegawai

Besarnya penghasilan netto pegawai tetap ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi dengan: (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2006) a. Biaya jabatan, yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara

penghasilan sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan kotor (bruto) dengan jumlah maksimum yang diperkenankan sejumlah Rp 1.296.000,00 (satu juta dua ratus sembilan puluh enam ribu rupiah) setahun atau Rp 108.000,00 (seratus delapan ribu rupiah) sebulan.

b. Iuran yang terkait dengan gaji yang dibayarkan oleh pegawai kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau badan penyelenggara Tabungan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dipersamakan dengan dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.

2.3.3.3. Penghasilan Tidak Kena Pajak

Jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menurut Undang-undang Pajak Penghasilan (PPh) yang baru disahkan, dikutip dari RUU yang isinya sebagai berikut: (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2010)

(1) Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun diberikan paling sedikit sebesar:

a. Rp15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;

b. Rp1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;

c. Rp15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1); dan d. Rp1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan

untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

(2) Penerapan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh keadaan pada awal tahun pajak atau awal bagian tahun pajak.

(14)

(3) Penyesuaian besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan setelah dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

2.3.3.4. Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21

Tarif pajak PPh pasal 21 didapat dari penghasilan bersih (netto) dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Tarif pajak PPh pasal 21 untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri adalah: (Undang-Undang no.17, 2010)

1. Sebesar 5% (lima persen) atas penghasilan bruto sampai dengan Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);

2. Sebesar 15% (lima belas persen) atas penghasilan bruto di atas Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah);

3. Sebesar 25% (dua puluh lima persen) atas penghasilan bruto di atas Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah);

4. Sebesar 30% (tiga puluh persen) atas penghasilan bruto di atas Rp 500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).

2.3.3.5. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)

Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Terdapat dua macam SPT yaitu: (Direktorat Jenderal Pajak, 2011, p. 1)

1. SPT Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak.

2. SPT Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.

Tata cara pengisian dan penyampaian SPT adalah sebagai berikut:

(Direktorat Jenderal Pajak, 2011, p. 1)

(15)

1. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan.

2. Wajib Pajak yang telah mendapat ijin Menteri Keuangan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah, wajib menyampaikan SPT dalam bahasa Indonesia dan mata uang selain Rupiah yang diijinkan.

2.3.3.6. Tata Cara Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21

Penghasilan bruto yang diterima pegawai harian, pegawai mingguan, dan pegawai tidak tetap lainnya berupa uang harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan, dan uang saku harian yang jumlahnya tidak lebih dari Rp 110.000,00 (seratus sepuluh ribu rupiah) sehari. Jumlahnya tidak dipotong PPh pasal 21 sepanjang jumlah penghasilan bruto tersebut dalam satu bulan tidak melebihi Rp 1.115.000,00 (satu juta seratus lima belas ribu rupiah) dan dibayarkan secara bulanan (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2010).

Besarnya penghasilan kena pajak (PKP) bagi pegawai tetap adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan, iuran pensiun yang dibayarkan sendiri oleh pegawai kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan Menteri Keuangan. PKP tersebut termasuk iuran Tabungan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sendiri oleh pegawai kepada badan penyelenggara Jamsostek yang dipersamakan dengan dana pensiun dan PTKP, yang diterima atau diperoleh selama satu tahun atau jumlah yang disetahunkan (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2010).

Besarnya penghasilan kena pajak bagi distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya adalah penghasilan bruto setiap bulan dikurangi dengan PTKP per bulan (Peraturan Direktur Jenderal Pajak, 2010).

(16)

2.3.4. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)

Jamsostek adalah singkatan dari jaminan sosial tenaga kerja, dan merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial. Sebagai program publik, Jamsostek memberikan hak dan membebani kewajiban secara pasti (compulsory) bagi pengusaha dan tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No.3 tahun 1992 mengatur Jenis Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), sedangkan kewajiban peserta adalah tertib administrasi dan membayar iuran.

(PT JAMSOSTEK, 2010, par. 1-2)

Program jaminan sosial yang disediakan oleh Jamsostek meliputi:

(PT JAMSOSTEK, 2010, p. 1-3) a. JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja)

Kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat kerja merupakan risiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya. Untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh adanya risiko-risiko sosial seperti kematian atau cacat karena kecelakaan kerja baik fisik maupun mental, maka diperlukan adanya jaminan kecelakaan kerja. Kesehatan dan keselamatan tenaga kerja merupakan tanggung jawab pengusaha sehingga pengusaha memiliki kewajiban untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja yang berkisar antara 0,24% - 1,74% sesuai kelompok jenis usaha.

b. JHT (Jaminan Hari Tua)

Program Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.

Iuran Program Jaminan Hari Tua:

Ditanggung Perusahaan = 3,7%

Ditanggung Tenaga Kerja = 2%

(17)

Kemanfaatan Jaminan Hari Tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Jaminan Hari Tua akan dikembalikan/dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan hasil pengembangannya, apabila tenaga kerja:

Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia, atau cacat total tetap.

Mengalami PHK setelah menjadi peserta sekurang-kurangnya lima tahun dengan masa tunggu satu bulan.

Pergi keluar negeri tidak kembali lagi, atau menjadi PNS/POLRI/ABRI.

c. JKM (Jaminan Kematian)

Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris dari peserta program Jamsostek yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Jaminan Kematian diperlukan sebagai upaya meringankan beban keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang. Pengusaha wajib menanggung iuran Program Jaminan Kematian sebesar 0,3% dengan jaminan kematian yang diberikan adalah Rp 12 Juta terdiri dari Rp 10 juta santunan kematian dan Rp 2 juta biaya pemakaman dan santunan berkala.

d. JPK (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan)

Pemeliharaan kesehatan adalah hak tenaga kerja. JPK adalah salah satu program Jamsostek yang membantu tenaga kerja dan keluarganya mengatasi masalah kesehatan. Mulai dari pencegahan, pelayanan di klinik kesehatan, rumah sakit, kebutuhan alat bantu peningkatan fungsi organ tubuh, dan pengobatan, secara efektif dan efisien. Setiap tenaga kerja yang telah mengikuti program JPK akan diberikan KPK (Kartu Pemeliharaan Kesehatan) sebagai bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Manfaat JPK bagi perusahaan yakni perusahaan dapat memiliki tenaga kerja yang sehat, dapat konsentrasi dalam bekerja sehingga lebih produktif.

Iuran JPK dibayar oleh perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut:

Tiga persen (3%) dari upah tenaga kerja (maks Rp 1.000.000,00) untuk tenaga kerja lajang.

Enam persen (6%) dari upah tenaga kerja (maks Rp 1.000.000,00) untuk tenaga kerja berkeluarga.

(18)

Dasar perhitungan persentase iuran dari upah setinggi-tingginya Rp 1.000.000,00.

2.3.5. Tunjangan Hari Raya (THR)

Selain tunjangan-tunjangan pajak penggajian yang ada, para pengusaha akan dikenakan biaya imbalan balas jasa substansial lainnya. (Weygandt, Kieso,

& Kimmel, 2002)

Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu jenis tunjangan yang sering dipakai oleh beberapa perusahaan yang ada di Indonesia. Menurut Peraturan Menteri (Permen) 04/1994, yang dimaksud THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. Mungkin karena THR merupakan pendapatan tambahan, orang menyebutnya dengan istilah

“gaji ke-13”.

Menurut Permen 04/1994, setiap orang yang memperkerjakan orang lain disebut pengusaha dan wajib membayar THR. Peraturan perundang-undangan tidak mempersoalkan apakah seorang pengusaha itu perseorangan, memiliki perseroan terbatas, yayasan, atau perkumpulan. Pada intinya, setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR.

Menurut Pasal 2 Permen 04/1994, pengusaha wajib membayar pekerja yang sudah bekerja secara berturut-turut selama 3 bulan atau lebih. Peraturan ini tidak membedakan status pekerja, apakah karyawan tetap, karyawan kontrak, ataupun karyawan paruh waktu. Asal seorang pekerja telah bekerja selama 3 bulan berturut-turut, ia berhak atas THR.

Besar uang THR yang diterima seorang pekerja diatur melalui Pasal 3 Permen 04/1994 dengan rumus sebagai berikut.

1. Masa kerja 12 bulan atau lebih: 1 x upah sebulan.

2. Masa kerja 3-12 bulan:

Menurut Pasal 3 Ayat (2) Permen 04/1994, yang dimaksud upah adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap. Yang harus dicatat, ketentuan THR menurut Permen 04/1994 adalah ketentuan jumlah minimum. Apabila perusahaan memiliki aturan perusahaan, atau kesepakatan kerja bersama, atau

(19)

kesepakatan kerja yang memuat ketentuan jumlah THR lebih dari ketentuan peraturan tersebut, maka jumlah THR lebih kecil dari ketentuan yang diatur oleh peraturan tersebut, maka yang berlaku adalah ketentuan Permen 04/1994.

Banyak perusahaan yang memecat (PHK) karyawannya sebelum Hari Raya atau membuat kontrak yang berakhir sebelum Hari Raya untuk menghindari kewajiban membayar THR. Namun sebenarnya Permen 04/1994 sudah mengantisipasi melalui Pasal 6 yang mengatur bahwa pekerja yang dipecat (PHK) maksimum 30 hari sebelum Hari Raya si pekerja, ia tetap berhak atas THR. Lain halnya untuk karyawan kontrak. Karyawan yang kontraknya berakhir paling lama 30 hari sebelum Hari Raya si pekerja, ia tidak berhak atas THR. (PP FSP KEP SPSI, par. 1-6)

2.3.6. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)

Salah satu sarana untuk mewujudkan hubungan industrial adalah dibentuknya serikat pekerja. Pembentukan serikat pekerja ini diharapkan dapat menyerap aspirasi pekerja dan menjembatani kepentingan pengusaha dan pekerja sehingga tujuan idelanya, yakni hubungan harmonis antara pengusaha dan pekerja dapat tercapai. (Sembiring, 2010)

Menurut PT Karya Tama Rimba Cemerlang, SPSI merupakan lembaga yang menampung serikat pekerja seluruh Indonesia, dimana serikat ini memiliki biaya yang ditanggungkan pada karyawan setiap perusahaan yang telah bekerja lama. Potongan biaya yang dikenakan pada karyawan perusahaan berkisar antara Rp 8.500,00 per bulan. (Wahyudi, HRD, February 18, 2011)

2.4. Software Penunjang Aplikasi

Dalam skripsi ini, pembangunan aplikasi menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic .NET 2010 sebagai program coding dan desain interface, Microsoft SQL Server 2008 sebagai mediator penyimpanan database.

(20)

2.4.1. Microsoft Visual Basic .NET 2010

Visual Basic selain disebut sebagai bahasa pemrograman (Language Program), juga sering disebut sebagai sarana (Tool) untuk menghasilkan program-program aplikasi berbasis Windows. Secara umum ada beberapa manfaat yang diperoleh dari pemakaian program Visual Basic, di antaranya: (Subari &

Yuswanto, 2008)

• Dipakai dalam membuat program aplikasi berbasis Windows.

• Dipakai dalam membuat obyek-obyek pembantu program, seperti fasilitas Help, control ActiveX, aplikasi Internet, dan sebagainya.

• Digunakan untuk menguji program (Debugging) dan menghasilkan program akhir EXE yang bersifat Executable, atau dapat langsung dijalankan.

Pemrograman Microsoft Visual Studio .NET 2010 adalah sebuah platform untuk memnbangun, menjalankan, dan meningkatkan generasi lanjut dari aplikasi terdistribusi. .NET Framework merupakan platform terbaru untuk pemrograman aplikasi windows dari Microsoft dalam upaya meningkatkan produktivitas pembuatan sebuah program aplikasi. Hal ini memungkinkan terbukanya peluang untuk menjalankan program pada multi sistem operasi serta dapat memperluas pengembangan aplikasi Client-Server. Service-service yang terdapat pada Microsoft Visual Studio .NET 2010, antara lain: (Darmayuda, 2010)

• Sebuah model pemrograman yang memungkinkan developer membangun XML Web Service dan aplikasinya.

• Sekumpulan XML Web Service seperti Microsoft .NET My Service yang membantu developer menghasilkan aplikasi yang simpel dan terpadu.

• Sekumpulan server, termasuk Windows 2000 dan 2003, SQL Server 2005 64 bit, yang memadukan, menjalankan, dan mengoperasikan, serta menangani XML Web Services dan aplikasinya.

• Tool seperti Visual Studio .NET untuk membangun XML Web Service dan aplikasi untuk window dan web.

• Peranti lunak klien seperti Windows XP dan Windows Vista.

Lingkungan dari Visual Basic .NET 2010 tidak jauh berbeda dengan Visual Basic 6.0, kelebihannya memiliki IDE (Interface Development Environment) yang lebih lengkap dan terorganisasi. Hal ini mempermudah bagi

(21)

para pengembang untuk mencari objek-objek atau komponen yang terdapat pada toolbox yang kita inginkan untuk ditempatkan pada objek form, dengan meng-klik sebuah objek, kemudian diletakkan di atas form.

Menurut Darmayuda (2010), lingkungan kerja pada Microsoft Visual Basic .NET 2010 umumnya memiliki lingkungan sebagai berikut:

1. Title Bar, berfungsi untuk menampilkan nama project yang aktif atau sedang dikembangkan.

2. Menu Bar, berfungsi untuk pengelolaan fasilitas yang dimiliki oleh Visual Basic .NET 2010, sedangkan Tool Bar, berfungsi untuk melakukan perintah khusus secara cepat.

3. Form, adalah objek utama berfungsi untuk meletakan objek-objek yang terdapat pada Toolbox yang digunakan dalam melakukan perancangan sebuah tampilan program aplikasi.

4. ToolBox, berfungsi untuk menyediakan objek-objek atau komponen yang digunakan dalam merancang sebuah form pada program aplikasi.

5. Solution Explorer, berfungsi untuk menampilkan project beserta file-file pendukung yang terdapat pada sebuah program aplikasi.

6. Properties Windows, berfungsi untuk mengatur properties-properties pada objek (setting object) yang diletakan pada sebuah form.

2.4.2. Microsoft SQL Server 2008

SQL Server 2008 merupakan bahasa pemrograman yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database relasional guna mendukung aplikasi dengan arsitektur client-server. Konsep penerapannya adalah database ditempatkan di komputer pusat yang disebut dengan server dan informasinya digunakan bersama-sama oleh user-user yang menjalankan aplikasi pada komputer lokal yang disebut dengan client.

“Database merupakan sekumpulan data/informasi yang teratur berdasarkan kriteria tertentu yang saling berhubungan” (Yuswanto & Subari, 2005). Dalam dunia komputer, database bisa dikategorikan sangat spesial karena selalu menjadi hal utama dalam perancangan sistem komputer suatu perusahaan.

(22)

Tentunya ada alasan tersendiri mengapa database menjadi prioritas utama dalam kinerja manajemen perusahaan, diantaranya:

• Database tidak hanya berisi data tetapi juga berisi rencana atau model data.

• Database dapat menjadi sumber utama yang digunakan secara bersama-sama oleh berbagai pemakai dalam perusahaan sesuai dengan kebutuhan.

Pada model relasional, data direpresentasikan dalam tabel-tabel yang terbentuk dari baris-baris dan kolom-kolom informasi. Tabel itu sendiri dibentuk dengan mengelompokkan data-data yang mempunyai subjek yang sama. Pada model ini, membuat database berarti membuat satu himpunan tabel dan menentukan hubungan antar tabel. Seluruh operasi yang dikenakan atas database ini didasarkan atas tabel-tabel dan hubungannya.

Relational Database Management System (RDBMS) atau Sistem Manajemen Database Relasional digunakan untuk menyimpan informasi dimana user/pemakai dapat melihatnya dengan cara yang berbeda. Pada RDBMS terdiri dari suatu database, tabel, record, field, index, query, dan view. Beberapa elemen dari Sistem Manajemen Database Relasional akan dijelaskan sebagai berikut:

(Yuswanto & Subari, 2005) 1. Database

Merupakan sekumpulan data yang berisi informasi dan saling berhubungan.

Pengertian ini sangat berbeda antara database relasional dan non relasional.

Pada database non relasional, sebuah database hanya merupakan sebuah file.

2. Tabel

Sebuah tabel atau entiti dalam model relasional digunakan untuk mendukung antarmuka komunikasi antara pemakai dengan profesional komputer. Dalam tabel itu sendiri sebenarnya merupakan matriks dari item-item data yang diorganisir menjadi baris dan kolom.

3. Record

Record atau baris atau dalam istilah model relasional yang formal disebut dengan Tuple, adalah kumpulan data yang terdiri dari satu atau lebih suatu field. Pada setiap baris-baris ini tersimpan data-data dari subyek tabel yang bersangkutan. Disamping itu data-data yang ada dalam satu record bisa terdiri dari bermacam-macam tipe data.

(23)

4. Field

Field atau kolom atau dalam istilah model relasional yang formal disebut dengan Attribute, adalah kumpulan data yang mempunyai/menyimpan fakta yang sama/sejenis untuk setiap baris pada tabel. Yang perlu diperhatikan bahwa urutan data dalam suatu kolom untuk tiap-tiap baris tidak memiliki arti sehingga data-data tersebut tidak berpengaruh walaupun diubah.

5. Index

Index merupakan tipe dari suatu tabel tertentu yang berisi nilai-nilai field kunci atau field (yang ditetapkan oleh pemakai) dan pointer ke lokasi record yang sebenarnya. Nilai-nilai dan pointer ini disimpan dalam urutan tertentu dan dapat digunakan untuk menyajikan data dalam urutan database. Sebagai contoh pada buku telepon, satu index bisa digunakan untuk mengurutkan informasi berdasarkan nama keluarga dan nama depan. Index lainnya mungkin digunakan untuk mengurutkan informasi berdasarkan alamat tinggal seseorang.

6. Query

Query merupakan sekumpulan perintah SQL yang dirancang untuk memanggil kelompok record tertentu dari satu tabel atau lebih untuk melakukan operasi pada tabel. Meskipun SQL dapat dijalankan langsung dari program, query mengijinkan user untuk menamai perintah dan menyimpannya dalam database itu sendiri. Jika perintah-perintah SQL sering dipakai, sebagaimana perintah yang memanggil record untuk laporan bulanan tertentu, sebaiknya perintah SQL tersebut disimpan dalam databasenya.

Biasanya perintah SQL yang disimpan dalam database berfungsi sebagai kompilasi. Kompilasi query dapat memperbaiki kinerja program, karena mesin database (database engine) tidak harus menerjemahkan (menguraikan) perintah-perintah SQL.

Referensi

Dokumen terkait

Persepsi etis dalam penelitian ini diartikan sebagai tanggapan mahasiswa mengenai skandal akuntansi yang terjadi sesuai dengan orientasi etika yang mereka

Untuk menguji kinerja terhadap gempa, dilakukan analisis secara non-linier karena bangunan tidak lagi berperilaku linier elastis pada saat terjadi beban lateral yang besar.

Dalam peraturan perundang-undangan Perpajakan yang ada di Indonesia peraturan mengenai BUT terdapat dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 2 ayat

Jika kinerja lingkungan perusahaan baik maka terdapat kemungkinan kinerja keuangan juga dapat meningkat, hal ini sejalan dengan teori legitimasi karena perusahaan yang

Menurut Hariadi (2005) key success factor adalah variabel-variabel penting dalam lingkungan intern maupun ekstern perusahaan yang sangat mempengaruhi kesuksesan perusahaan dalam

Jadi brand personality adalah suatu cara yang bertujuan untuk menambah daya tarik merek dengan memberi karakteristik pada merek tersebut, yang bisa didapat melalui

Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan hasil tembakau yang dibuat di dalam negeri atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri dipungut dan disetor oleh

Konflik dengan arsitek mengenai tipe material yang digunakan 1 Komunikasi dan kepentingan diantara anggota tim proyek 1,2,3 Frekuensi pertemuan dengan ahli bangunan hijau 1