Deskripsi tingkat kepercayan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbngan klasikal
Teks penuh
(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 DAN IMPLIKASI TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling. Oleh: Maya Primasari 091114051. PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015. i.
(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ii.
(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. iii.
(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 09 April 2015 Peneliti. Maya Primasari. iv.
(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama. : Maya Primasari. NIM. : 091114051. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanat Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul: “DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberi hak kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk menyimpan, mengalihkan dalm bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk keperluan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selam tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 09 April 2015 Yang menyatakan,. Maya Primasari. v.
(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. MOTTO DAN PERSEMBAHAN. j "Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah." (Thomas Alva Edison) j Jadilah seperti karang di lautan yang kuat dihantam ombak dan kerjakanlah hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, karena hidup hanyalah sekali. Ingat hanya pada Allah apapun dan di manapun kita berada kepada Dialah tempat meminta dan memohon. Kupersembahkan skripsi ini untuk: j Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rakhmat dan hidayahnya yang telah memberikan kekuatan, kesehatan dan kesabaran untuk ku dalam mengerjakan skripsi ini j Papah, alm. Mamah dan keluarga tercinta yang senantiasa mendukung, mendoakan, mendampingiku dan menyayangiku j Prasetyan Handoko yang selalu memberikan dukungan dan semangat j Serta buat sahabat-sahabat yang selalu memberi dukungan j Almamaterku Untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta khususnya program studi Bimbingan dan Konseling terima kasih untuk kebersamaannya.. vi.
(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL. Maya Primasari Universitas Sanata Dharma 091114051. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal.Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif dengan metode survey. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 jumlah subjek penelitian adalah 102 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kepercayaan diri siswa yang disusun berdasarkan 5 aspek kepercayaan diri menurut Lauster (1990:2), yaitu (1) memiliki rasa aman, (2) yakin pada kemampuan diri sendiri, (3) memiliki konsep yang positif, (4) mandiri, (5) optimis.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Azwar (2007:108). Tingkat kepercayaan diri digolongkan menjadi 5 kualifikasi, yaitu “sangat tinggi”, ”tinggi”, “sedang”, “rendah”, dan “sangat rendah”. Uji reliabilitas kuesioner kepercayaan diri siswa, rµ= 0,883. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 10 siswa (10%) memiliki kepercayaan diri “Sangat Tinggi”, ada 78 siswa (76%) memiliki kepercayaan diri “ Tinggi”, ada 13 siswa (13%) memiliki kepercayaan diri “Sedang”, ada 1 siswa (1%) memiliki kepercayaan diri “Rendah”, dan tidak ada siswa yang memiliki kepercayaan diri “Sangat Rendah”. Kategori yang digunakan mengacu pada Azwar (2007:108). Hasil penelitian untuk skor item kepercayaan diri menunjukkan ada 34 item (72,3%) yang masuk dalam kategori “Sangat Tinggi”, ada 10 item (21,3%) yang masuk dalam kategori “Tinggi”, ada 3 item (6,4%) yang masuk dalam kategori “Sedang”, dan tidak ada item yang masuk dalam kategori “Rendah” dan “Sangat Rendah”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disusunlah topik-topik bimbingan klasikal untuk mengembangkan serta meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015. Topik-topik bimbingan yang dipilih lebih bersifat perseveratif atau pengembangan.. vii.
(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT DESCRIPTION OF THE LEVEL OF CONFIDENCE IN THE SEVENTH GRADE STUDENT’SAT BOPKRI THREE JUNIOR HIGH SCHOOL YOGYAKARTA ACADEMIC YEAR 2014/2015 AND ITS IMPLICATION TOWRDS THE SUGGESTED TOPICS OF CLASSICAL GUIDENCE. Maya Primasari Sanata Dharma University Yogyakarta 2015. This study aims to determine the level of confidence description seventh grade students of student’s at BOPKRI THREE Yogyakarta academic year 2014/2015 and their implications for the proposed topics classical guidance. In this study kind of research is descriptive research with survay method. The research subjects were students in the seventh grade junior BOPKRI three Yogyakarta academic year 2014/2015 the number of research subjects are 102 students. collecting data in this study using a questionnaire confidence disusu students based on five aspects of self-confidence by Lauster (1990: 2), namely 1) have a sense of security, 2) believe in yourself, 3) have a positive concept, 4) independent , 5) optimistic. Data analysis techniques used in this study refers to Anwar (2007: 108). Confidence levels are classified into five qualifiers, which is "very high", "high", "medium", "low", "very low". Reliability test questionnaire self-confidence of students rµ = 0,883. The results of this study showed that 10 students (10%) have confidence "very high", there are 78 students (76%) have a self belief "high", there were 13 students (13%) have confidence "moderate", there is one student (1%) have confidence "low", and no student who has the confidence "very low". The categories used refers to Anwar (2007: 108). research results for the confidence score of the items showed there were 34 items (72.3%) were included in the category of "very high", there are 10 items (21.3%) were included in the category of "high", ad 3 items (6.4 %) are included in the category of "moderate", and none of the items that fall into the category of "low" and "very low". Based on the results of the study, drafted topics classical guidance to develop and enhance confidence seventh grade students of BOPKRI THREE Yogyakarta academic year 2014/2015. Topics chosen guidance is more persevaratif or development. viii.
(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT atas anugerah dan kasihNya yang begitu besar sehingga terselesaikan juga penulisan skripsi ini yang berjudul: “DESKRIPSI TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP BOPKRI 3 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIKTOPIK BIMBINGAN KLASIKAL”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan program studi bimbingan dan konseling. Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah terlibat dalam proses penyusunan karya tulis ini. Oleh karena itu dalm kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Dr. Gendon Barus, M.Si. sebagai Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling yang sudah memberikan dukungan. 3. Dra. MJ. Retno Priyani, M.Si sebagai dosen pembimbing yang tak pernah lelah dan sabar menyediakan waktu untuk membimbing dan teliti mengarahkan serta memberikan masukan untuk menyelesaikan skripsi ini. 4. Juster Donal Sinaga. M.Pd sebagai Wakil Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membantu dalam proses administrasi ujian pendadaran. 5. Para Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta atas ilmu-ilmu dalam pengalaman yang diberikan selama ini sehingga memberikan bekal dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Segenap karyawan Universitas sanata Dharma, khususnya Mas A.S Priyatmoko yang telah membantu mengurus segala keperluan administrasi. ix.
(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Keluarga besar SMP BOPKRI 3 Yogyakarta, dan semua dewan guru yang telah menerima dan memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 8. Siswa-siswi kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 atas kerja samanya pada saat pelaksanaan penelitian sehingga skripsi ini dapat selesai. 9. Yang teristimewa kedua orangtuaku drg. Bambang Budiyanto dan Alm. Ibunda Tri Lestari yang senantiasa mendukung, memahami dan mendoakan peneliti serta atas kasih sayang yang diberikan selama ini. 10. Adikku dan kakakku yang tersayang, Dek Febri, Mas Angga dan Mbak Winda atas dukungan dan keceriaan selama ini. Terimakasih atas perhatian dan nasehatnasehatnya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 11. Prasetyan Handoko atas dukungan, kebersamaan dan kesabaran di saat penulisan skripsi ini. 12. Teruntuk teman-teman angkatanku yang selalu membantu, berbagi keceriaan dan melewati setiap suka dan duka selama kuliah, terimakasih banyak. “Tiada hari yang indah tanpa kalian semua”. 13. Teman-teman Mbak Ida, Breni, Tyas, dan teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu, terima kasih atas kebersamaan, dukungan dan canda tawamu selama ini. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati peneliti menerima saran dan kritik yang dapat membangun skripsi ini. Peneliti berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang membaca. Peneliti. x.
(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN................................................................................................. iii HALAMAN PENYATAAN KEASLIAN KARYA............................................................... iv HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH............................................ v HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN..................................................................... vi ABSTRAK.............................................................................................................................. vii ABSTRACT............................................................................................................................viii KATA PENGANTAR............................................................................................................. ix DAFTAR ISI........................................................................................................................... xi DAFTAR TABEL.................................................................................................................. xiv DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................... 1 A. Latar Belakang masalah............................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah........................................................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian......................................................................................................... 5 D. Definisi Operasional.................................................................................................... 6 E. Manfaat Penelitian....................................................................................................... 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA.................................................................................................. 8 A. Kepercayaan Diri......................................................................................................... 8 1. Pengertian Kepercayaan Diri................................................................................. 8 2. Ciri-ciri Percaya Diri............................................................................................. 10 3. Faktor-faktor yang Mempengaruh Kepercayaan Diri........................................... 12 4. Faktor-faktor Pembentuk Kepercayaan Diri......................................................... 15 5. Aspek-aspek Kepercayaan diri.............................................................................. 17. xi.
(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Cara-cara Mengembangkan Kepercayaan Diri................................................... 19 B. Remaja...................................................................................................................... 20 1. Pengertian Remaja.............................................................................................. 20 2. Tugas Perkembangan Remaja............................................................................. 21 3. Ciri-ciri Remaja.................................................................................................. 22 C. Bimbingan Klasikal.................................................................................................. 22 BAB III METODE PENELITIAN....................................................................................... 25 A. Jenis Penelitian.......................................................................................................... 25 B. Subjek Penelitian.......................................................................................................25 C. Instrumen Penelitian.................................................................................................. 27 D. Validitas dan Realibilitas........................................................................................... 30 1. Validitas Instrumen Penelitian............................................................................. 30 2. Reliabilitas Instrumen Penelitian......................................................................... 35 E. Prosedur Pengumpulan Data...................................................................................... 36 1. Tahap Persiapan................................................................................................... 36 2. Tahap Penelitian................................................................................................... 38 F. Teknik Analisis Data.................................................................................................. 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...................................................... 44 A. Hasil Penelitian.......................................................................................................... 44 B. Pembahasan................................................................................................................ 48 C. Usulan Topik-topik Bimbingan Pengembangan Kepercayaan diri............................ 49 BAB V PENUTUP................................................................................................................. 52 A. Kesimpulan.................................................................................................................. 52 xii.
(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Saran........................................................................................................................... 53 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 55 LAMPIRAN........................................................................................................................... 57. xiii.
(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LABEL Tabel 1. Jumlah Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 20145/2015 ................................................................................................... 26. Tabel 2. Jumlah Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 yang diteliti.................................................................................. 26. Tabel 3. Kisi-kisi Kuesioner Kepercayaan Diri Sebelum Uji coba............................. 29. Tabel 4. Rincian Item Valid dan Tidak Valid setelah Ujicoba.................................... 32. Tabel 5. Kisi-kisi Kuesioner Kepercayaan Diri Setelah Uji Coba.............................. 34. Tabel 6. Kriteria Gulford............................................................................................. 36. Tabel 7. Jadwal Pengumpulan Data Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015............................................................................... 38. Tabel 8. Norma Kategorisasi....................................................................................... 39. Tabel 9. Norma Kategorisasi Kepercayaan Diri.......................................................... 41. Tabel 10. Norma Kategorisasi Item............................................................................... 42. Tabel 11. Norma Kategorisasi Skor Item Skala Kepercayaan Diri............................... 43. Tabel 12. Penggolongan Tingkat Kepercayan Diri........................................................ 44. Tabel 13. Penggolongan Total Skor Item Kepercayaan Diri......................................... 46. Tabel 14. Item-item yang memiliki Skor Sedang.......................................................... 47. Tabel 15. Usulan Topik-topik Bimbingan Pengembangan Kepercayaan Diri............... 50. xiv.
(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kuesioner Kepercayaan Diri Uji Coba Penelitian................................ 58. Lampiran 2. kuesioner Kepercayaan Diri Penelitian................................................ 62. Lampiran 3. Data Excel Penelitian........................................................................... 65. Lampiran 4. Hasil Validitas item Ujicoba kuesioner............................................... 77. Lampiran 5. Hasil Reliabilitas (SPSS) .................................................................... 80. Lampiran 6. Surat Ijin Uji coba/Penelitian............................................................... 81. xv.
(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan memaparkan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, definisi operasional dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masa sekolah di SMP (Sekolah Menengah Pertama) adalah saat seseorang berusia 12 atau 13 sampai 14 atau 15 tahun. Masa ini merupakan masa di mana seseorang mulai menginjak masa remaja awal. Havighurst (Dariyo, 2004:79) mengatakan bahwa remaja awal memiliki tugas perkembangan yang menuntut perubahan besar dalam sikap dan pola perilaku mereka. Berdasarkan hal ini, siswa diharapkan dapat berproses dalam melakukan tugas perkembangannya tersebut. Sehingga sekolah juga berperan untuk membantu siswa supaya dapat mencapai tugas perkembanganya itu dengan baik. Masa SMP (sekolah menengah pertama) berada pada masa puber. Pada masa ini, terjadi perubahan dari masa anak-anak menuju ke dewasa. Hurlock (2004:184), menyatakan bahwa pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari makhluk aseksual menjadi makhluk seksual. Pada masa pubertas ini ditandai adanya beberapa perubahan dalam diri individu, seperti perubahan fisik, biologis, psikologi, dan juga sosial. Perubahan fisik misalnya mengalami peningkatan tinggi badan, berat badan, dan. 1.
(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2. mengalami perubahan dalam penampilannya. Meskipun ini merupakan satu proses kedewasaan yang normal, proses ini dapat memberikan kesulitan bagi individu yang mengalaminya. Dengan adanya perubahan dalam dirinya, individu dapat merasa kurang percaya diri. Kepercayaan diri adalah sikap yakin pada kemampuan diri sendiri sehingga mampu melaksana yang diinginkan, direncanakan. Memiliki rasa aman serrta memiliki konsep diri yang positif, keberanian, optimis terhadap masa depannya, dan yakin terhadap kelebihan yang dimilikinya. Kepercayaan diri tersebut didukung dengan aspek-aspek kepercayan diri yaitu memiliki rasa aman, yakin pada kemampuan diri sendiri, memiliki konsep diri yang positif, mandiri dan optimis. Kepercayaan diri merupakan bekal penting bagi perkembangan anak di masyarakat kelak. Kepercayaan diri juga penting dimiliki untuk usia remaja, tentunya sebagai salah satu modal untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Rasa percaya diri dapat diartikan sebagai keberanian dalam diri sehingga seseorang dapat melakukan hal-hal yang positif, dan baik bagi diri sendiri maupun bagi sesamanya. Hakim (2005:6) mengatakan bahwa rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan terhadap segala aspek yang dimiliki dan keyakinan tersebut dapat membantu merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Jadi orang yang percaya diri memiliki rasa optimis dengan kelebihan yang dimiliki dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan..
(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3. Surya (2007:56) juga mengatakan bahwa rasa percaya diri merupakan sikap mental optimisme dari kesanggupan anak terhadap kemampuan diri untuk menyelesaikan segala sesuatu dan kemampuan diri untuk penyesuaian diri pada situasi yang sedang dihadapi. Sikap optimisme inilah yang akan menjadikan orang itu percaya terhadap dirinya. Namun, tidak setiap anak remaja memiliki kepercayaan diri yang cukup. Masih banyak yang mengalami masa krisis kepercayaan diri baik yang ringan maupun yang berat yang nantinya dapat berpengaruh pada perkembangan anak itu sendiri, seperti dalam hal perkembangan akademiknya, perkembangan minat dan bakat, perkembangan dalam relasi sosialnya. Kepercayaan diri yang rendah dalam akademiknya yaitu anak merasa malu dan takut bertanya pada guru atau sama temanya saat ia tidak paham atau saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas. Kondisi ini dapat menyebabkan prestasi anak menurun. Kemudian pada hal pengembangan minat dan bakat, anak mengalami kesulitan dalam menyalurkan potensi yang ia miliki, dampaknya potensi yang ia miliki tersebut tidak dapat tersalur dengan baik. Selain itu dalam hal relasi sosialnya, anak akan banyak menutup diri tidak berani memulai atau membuka percakapan terlebih dahulu, lebih banyak diam, dan merasa minder. Kondisi seperti ini dapat mengganggu hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitarnya..
(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 4. Remaja seharusnya dapat mengembangkan perilaku prososialnya agar dapat diterima oleh kelompok sebayanya. Seharusnya perilaku prososialdigunakan remaja untuk dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan teman sebaya, orang tua maupun masyarakat dengan membantu orang yang membutuhkan pertolongan, berbagi atau bekerjasama secara positif. Namun bagi remaja, perilaku prososial sering disalah artikan dengan mengikuti ajakan serta tekanan dalam kelompok teman sebaya yang menyimpang. Misalnya agar dianggap solider dan bersahabat. Mereka akan merasa canggung dan takut ditolak oleh pergaulan baik dengan teman sebaya maupun orang dewasa. Kebanyakan para remaja yangg rendah kebutuhan. Ada yang mengekspresikan perasaannya dengan emosi yang meluap-luap dalam menanggapi situasi-situasi pergaulan sosial. Berdasarkan hasil penilitian di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015. Penelitih memilih kelas VII karena siswa kelas VII sedang mengalami masa perkembangan remaja awal dengan permasalahan-permasalahan seperti di atas sehingga ada kemungkinan kepercayaan diri mereka masih kurang. Selain itu, menurut bimbingan klasikal di SMP BOPKRI 3materi kepercayaan diri juga diberikan di kelas VII sehingga mendukung dan memudahkan peneliti untuk meneliti kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu judul.
(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 5. skripsi ini adalah ”Deskripsi Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 dan Implikasi Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Klasikal” B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2014/2015? 2. Berdasarkan hasil analisis item-item kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakartadapat dirumuskan topik-topik bimbingan klasikal apa sajayang sesuai siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 2. Merumuskan. topik-topik. bimbinganklasikal. pengembangan. kepercayaan diri bagi siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015, berdasarkan hasil analisis item-item kuesioner kepercayaan diri. D. Definisi Operasional 1.. Kepercayaan diri adalah sikap yakin terhadap kemampuan diri sendiri sehingga mampu melakukan sesuatu yang diinginkan,.
(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 6. direncanakan dan memiliki rasa aman serta memiliki konsep diri yang positif, keberanian, optimis terhadap masa depannya, dan yakin terhadap kelebihan yang dimilikinya. 2.. Bimbingan pribadi Bimbingan pribadi adalah bimbingan yang dilakukan untuk membantu konseli atau siswa dalam memahami keadaan dirinya baik fisinya maupun psikis, memahami akan makna diri sebagai makhluk Tuhan serta pemahaman akan segala kelebihan dan potensi diri yang dimiliki demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik.. 3.. Siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 adalah peserta didik yang secara resmi terdaftar di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. E. Manfaat Penelitian 1.. Manfaat Teoritis Manfaat teoritis dari penelitian ini, diharapkan untuk dapat memberikan gambaran serta informasi mengenai perkembangan dan pencapaian tingkat kepercayaan diri siswa pada remaja awal usia SMP sebagai salah satu konsep kajian psikologi remaja. Dan peneliti dapat memberikan sumbangan atau pemikiran dalam pengembangan tingkat kepercayaan diri siswa anak SMP BOPKRI 3 Yogyakarta..
(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2.. 7. Manfaat Praktis a. Guru BK di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta dapat memperoleh masukan empirik mengenai sejauh mana tingkat kepercayaan diri siswa dan dapat memperoleh manfaat implikatif bagi penyusunan program pengembangan kepribadian diri siswi di sekolah. b. Bagi peneliti, melalui penelitian ini peneliti belejar untuk lebih peka dan terampil dalam melakukan penelitian. c. Bagi peneliti lain, dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai sumber inspirasi atau bahan perbandingan apabila ingin mengembangkan penelitian dengan topik yang sama..
(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB II KAJIANPUSTAKA Bab ini akan menguraikan mengenai pengertian kepercayaan diri, ciri-ciri orang yang percaya diri, aspek-aspek kepercayaan diri, faktorfaktor pembentukan kepercayaan diri, faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepercayaan diri, cara-cara mengembangkan kepercayaan diri, pengertian remaja, dan pengertian bimbingan pribadi. A. Kepercayaan Diri 1. Pengertian Kepercayaan Diri Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerina secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan kebahagiaan dirinya. Percaya diri adalah modal dasar seorang manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. Seseorang mempunyai kebutuhan untuk kebebasan berpikir dan berperasan sehingga seseorang yang mempunyai kebebasan berpikir dan berperasaaan akan tumbuh menjadi manusia dengan rasa percaya diri. Salah satu tingkah pertama dan utama dalammembangun rasa percaya diri dengan memahami dan meyakini bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan yang ada. 8.
(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 9. didalam diri seseorang harus dikembangkan dan dimanfaatkan agar menjadi produktif dan berguna bagi orang lain hakimMario seto (2011) Percaya diri merupakan dasar dari motivasi diri untuk berhasil, agar termotivasi seseorang harus percaya diri. Seseorang yang mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri haruslah menginginkan dan termotivasi dirinya. Banyak orang yang mengalami kekurangan lalui bangkit melampaui kekurangan sehingga benar-benar mengalah kemalangan dengan mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk terus tumbuh serta mengubah masalah menjadi tantangan. Seorang yang percaya diri dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan tahapan perkembangan dengan baik, merasa bahagia, mempunyai keberanian, dan kemampuan untuk meningkatkan prestasinya, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta membuat keputusan sendiri merupakan perilaku yang mencerminkan percaya diri lie (Mario Seto, 2011,). Kepercayaan diri dan kebesaran hatinya membuatnya bersikap, bergaul, bersama orang lain dengan penuh percaya diri dan kemampuan menghadapi segala kesulitan dengan kepercayaan diri yang besar. Widarso (2005:xi) mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah kesadaran akan kekuatan dan kemampuan diri sendiri..
(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Orang harus menyadari dan memahami keadaan dirinya terutama kelemahan dan kekuatannya agar menjadi percaya diri. Hakim (2002:6) juga mengatakan bahwa kepercayaan diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya. Keyakinan tersebut membuat seseorang merasa mampu mencapai berbaggai tujuan dalam hidupnya. Berdasarkan berbagai pengertian tentang kepercayaan diri di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri adalah suatu sikap setiap orang untuk dapat menilai dirinya secara positif dengan cara mengenali kelemahan dan kelebihannya sehingga dia menjadi lebih yakin dan. optimis serta mampu menyelesaikan. masalahanya sendiri dan mampu merealisasikan apa yang diharapkan, diinginkan atau direncanakannya. 2. Ciri-ciri Percaya Diri Hakim (2005) menyebutkan beberapa ciri yang dimiliki remaja yang memiliki rasa percaya diri yaitu: 1. Selalu bersikap tenangdalam mengerjakan sesuatu. Sikap ini ditandai adanya tindakan sabar, tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu. 2. Mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi diberbagai situasi. Kemampuan beradaptasi dengan baik, gaya komunikasi yang menarik serta pintar bergaul dengan orang lain..
(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. 3. Memiliki kondisi mental dan fisik yang cukup untuk menunjang penampilannya. 4. Memiliki tingkat pendidikan formal yang cukup. 5. Memiliki kemampuan bersosialisasi. 6. Selalu beraksi positif dalam menghadap suatu masalah. Gael juga mengatakan ciri-ciri orang yang mempunyai kepercayaan diri lahir adalah sebagai berikut. a.. Komunikasi yang baik Orang yang percaya diri memiliki dasar yang baik dalam ketrampilan berkomunikasi dan dapat berkomunikasi dengan siapapun tanpa perasaan cemas, takut, dan khawatir.. b.. Ketegasaan Orang yang mempunyai rasa percaya diri, secara tegas mereka dapat menyatakan kebutuhannya secara langsung dan terus terang, dapat membela hak mereka dan hak orang lain, tahu bagaimana melakukan kompromi, serta dapat memberikan dan menerima kritikan secara bebas dan peka..
(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. c.. Pengendalian perasaan Orang yang percaya diri lebih dapat mengendalikan dirinya, sehingga dia tidak perlu khawatir akan lepas kendali. Selain itu, dia juga bisa mengatasi rasa takut, khawatir, dan frustasi yang ada dalam dirinya. Ciri-ciri orang yang percaya diri menurut Taylor. (2003:20) adalah merasa aman dan nyaman, yakin pada diri sendiri, melakukan pekerjaan sebaik mungkin sehingga pintu terbuka di kemudian hari, menetapkan tujuan yang tidak terlalu tinggi sehingga mampu meraihnya sesuai dengan kemampuan, memiliki kemampuan untuk bertindak percaya diri, memiliki kesadaran akan adanya kegagalan dan melakukan kesalahan dalam berusaha, merasa nyaman dengan diri sendiri dan tidak khawatir dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain, serta memiliki keberanian untuk mencapai sesuatu yang diingingkan. 3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri Menurut hakim (2005:12-22) mengatakan tentang faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kepercayaan diri seseorang. Faktorfaktor tersebut adalah: a. Cacat atau kelainan fisik Cacat anggota tubuh atau rusaknya salah satu indera merupakan kekurangan yang jelas terlihat orang lain. Orang.
(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. yang mempunyai cata pada fisinya akan merasakan ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Ia akan merasa rendah diri di hadapan orang lain. Reaksi atau respon orang lain atau lingkungan juga sangat mempengaruhi. Apabila orang lain memberikan respon negatif, misalnya mengejek dan dia tidak bisa menaggapi secara positif, maka akan timbul rasa rendal diri yang dapat mengakibatkan rasa tidak percaya diri. b. Sering gagal Kegagalan yang sering dialami oleh setiap orang dalam bidang tertentu akan menimbulkan kecerdasaan pada orang tersebut ketika dia mencoba lagi untuk memperoleh kesuksesan di bidang yang sama. Secara tidak langsung ini akan membuat seseorang merasa tidak percaya diri. c. Kurang cerdas Cerdas atau kurang cerdasnya seseorang akan tampak pada proses adaptasi seseorang pada lingkungan yang baru. Seseorang tidak akan mengalami kesulitan ketika dia harus berinteraksi dengan orang lain secara lisan apabila dia memiliki kecerdasaan. Akan tetapi, apabila dia mengalami kesulitan dalam berinteraksi maka dia memiliki kecerdasan yang kurang. d. Perbedaan lingkungan Perbedaan lingkungan juga mempengaruhi kepercayaan diri seseorang..
(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14. e. Sulit menyesuaikan diri Apabila. seseorang. mengalamai. kesulitan. dalam. menyesuaikan diri maka dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri pada seseorang. f. Mudah cemas dan takut Perasaan cemas dan takut dapat menyebabkan rasa tidak percaya diri pada diri seseorang. g. Pendidikan keluaraga Apabila keluarga dalam mendidik terlalu keras, terlalu melindungi dan memanjakan juga dapat menghambat rasa percaya diri seseorang. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktorfaktor yang mempengaruhi rasa percaya diri adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu kemampuan yang dimiliki individu dalam mengerjakan sesuatu yang mampu dilakukannya, keberhasilan individu untuk mendapatkan sesuatu yang mampu dilakukan dan dicita-citakan, keinginan dan tekat yang kuat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan hingga terwujud. Faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga dimana lingkungan keluarga akan memberikan pembentukan awal terhadap pola kepribadian seseorang. Yang kadua adalah lingkungan formal atau sekolah, dimana. sekolah. adalah. tempat. kedua. untuk. senantiasa. mempraktikkan rasa percaya diri individu atau siswa yang telah.
(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15. didapat dari lingkungan keluarga kepada teman-temannya dan kelompok bermainnya. Yang ketiga adalah lingkungan pendidikan non formal tempat individu menimba ilmu secara tidak langsung belajar. ketrampilan-keterampilan. sehingga. tercapailah. keterampilan sebagai salah satu faktor pendukung guna mencapai rasa percaya diri pada individu yang bersangkutan. 4. Faktor-faktor Pembentuk Kepercayaan Diri Kepercayaan diri tidak terbentuk sendiri, akan tetapi ada faktor-faktor yang membentuk kepercayaan diri. Faktor-faktor pembentukan itu adalah: a. Konsep diri Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam. setiap pembicaraan. tentang kepribadian. manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Para ahli psikologi kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsi dari konsep diri, sehingga terdapat beberapa pengertian. Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang.
(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16. berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan. b. Harga diri Merupakan harga diri atas kemuliaan karakter dari kita sendiri kita, yang meliputi keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Kita dituntut untuk memiliki halhal tersebut agar bisa memiliki harga diri yang tinggi yang sesungguhnya. Semuanya itu dapat kita wujudkan melalui pembelajaran setiap hari. Hari-hari yang kita jalani, seharusnya dapat kita jadikan kesempatan untuk mengikis karakter buruk dalam diri kita dan mengembangkan kebiasaan yang baik untuk mewujudkan harga diri yang sesungguhnya. Dengan inilah kita bisa menjadi orang yang benar-benar berharga. c. Pengalaman hidup Lauster (1990) mengatakan bahwa kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman yang mengecewakan adalah yang paling sering menjadi sumber timbulnya rendah diri. Lebihlebih jika pada dasarnya seseorang merasa tidak aman, kurang kasih sayang dan kurang perhatian..
(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17. 5. Aspek-aspek Kepercayaan Diri Menurut Lauster (1990:2) mengatakan aspek-aspek rasa percaya diri adalah memiliki rasa aman, yakin pada kemampuan diri sendiri, tidak mementingkan diri sendiri dan cukup toleran, memiliki ambisi yang normal, mandiri dan optimis. a. Memiliki rasa aman Rasa aman adalah perasaan yang terbebas dari perasaan takut dan ragu-ragu terhadap situasi atau orang-orang yang ada di sekelilingnya. Contoh individu yang memiliki rasa aman adalah tidak khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain, memiliki ketenangan sikap, dan merasa diterima oleh kelompok. b. Yakin pada kemampuan diri sendiri Yakin pada kemampuan pada diri sendiri adalah tidak merasa dirinya lebih rendah dari orang lain dan tidak mudah terpengaruh pada orang lain. Contoh individu yang yakin pada kemampuan diri sendiri adalah yakin terhadap apa yang dilakukan,tidak mudah terpengaruh, dan menyadari akan adanya kegagalan. c. Konsep diri yang positif Konsep diri adalah gambaran diri positif yang dipegang seseorang tentang dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang memiliki kepercayaan diri. Jika seseorang memiliki konsep diri.
(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18. yang negatif maka dia akan dikuasi perasaan yang dapat berpengaruh pada harga dirinya, ia akan merasa terbuang, pesimis, merasa tidak dibutuhkan oleh orang lain dan merasa kesepian, ia juga akan menjadi kuper (kurang pergaulan), sulit menerima diri apa adanya, pemalu dan curiga terhadap orang lain. Contoh individu yang memiliki konsep diri yang positif adalah menerima kekurangan yang ada dalam dirinya, memahami kelebihan yang ada dalam dirinya, dan mampu berkomunikasi baik dengan orang lain. d. Mandiri Mandiri tidak tergantung pada orang lain dan tidak mengandalkan dukungan orang lain dalam melakukan sesuatu. Itu dikarenakan adanya keyakinan yang kuat bahwa dirinya mampu, maka dia tidak akan mencari bantuan kepada orang lain (rohani, 2004:79). Contoh individu yang mandiri adalah tidak tergantung pada orang lain, dan mampu mengatasi masalah sendiri. e. Optimis Optimis adalah sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan..
(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19. Contoh individu yang optimis adalah mempunyai tujuan atau arah yang jelas, dan berani menghadapi tantangan. 6. Cara-cara Mengembangkan Kepercayaan Diri Rasa percaya diri dapat dikembangkan dalam diri setiap individu. Riyanto (2006:55-56) menyebutkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan rasa percaya diri antara lain: a. Belajar tampil di muka umum tanpa rasa takut. Hal ini dipengaruhi oleh konsep diri kita dan bagaimana kita menilai orang lain. Adanya konsep diri yang positif akan memudahkan kita dalam berelasi dengan orang lain dan menimbulkan rasa percaya diri b. Menanamkan keberanian untuk mengungkapkan diri atau menyatakan diri di hadapan orang lain. Hal ini berhubungan dengan relasi kita terhadap orang lain. Sikap ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri. c. Menumbuhkan kemampuan untuk memaafkan kesalahan dan keterbatasan diri sendiri. Kemampuan memaaafkan diri ini dapat. mermelihara. rasa. percaya. diri. bahkan. dapat. meningkatkannya karena lama-kelamaan kita akan mencitai diri kita sendiri..
(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20. d. Tampil apa adanya tanpa menutupi kekurangan yang ada. Percaya diri tumbuh karena seseorang mampu menerima dan menghargai dirinya apa adanya. e. Mengumpulkan keberhasilan-keberhasilan atau menambahkan hal-hal positif dalam diri.Keberhasilan itu tidak harus yang besar, walaupun keberhasilan itu tampak sederhana apabila disyukuri dan diusahakan terus-menerus maka hal itu akan menambah rasa percaya diri. B. Remaja 1. Pengertian Remaja Remaja sendiri berasal dari kata adolescence, yang berasal dari bahasa latin adolescence yang berarti tumbuh menjadi dewasa dan telah tumbuh ke arah kematangan yang tidak hanya kematangan fisik tetapi juga mencakup kematangan mental, emosional dan juga sosial. Masa remaja menurut Hartinah (2009:57) berlangsung antara 12 sampai dengan 21 tahun bagi wanita 12 sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentan usia remaja tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu usia 12 atau 13 tahun sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah remaja awal dan usia 17 atau 18 tahun sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah remaja akhir. Menurut piegat (Hurlock, 2004) menyatakan bahwa remaja adalah suatu usia dimana individu tidak merasa berada dibawah.
(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21. tingkat orang yang lebih tua, melainkan mereka sama atau paling tidak sejajar. Lie (2004:105) menegaskan bahwa pada masa remaja, anak sering merasa kebingungan terhadap perubahan-perunahan yang terjadi pada dirinya misal suara yang membesar pada laki-laki, dan menstruasi pada perempuan. Dengan perubahan-perubahan diri tersebut, anak seringkali tidak menyukai gambaran dirinya sendiri dan merasa dirinya tidak menarik. Konsep diri yang negatif akhirnya membentuk dan menimbulkan rasa tidak percaya diri. 2. Tugas Perkembangan Remaja Tugas-tugas perkembangan remaja menurut hurlock (1990) sebagai berikut: a. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita b. Mencapai peran sosial pria dan wanita c. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif d. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya e. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab f. Mempersiapkan karir ekonomi untuk masa yang akan datang g. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.
(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22. h. Memperoleh nilai-nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku dan mengembangkan ideologi. 3. Ciri-ciri Remaja Menurut Hurlock (1994) menyatakan ciri-ciri dari remaja yang terdiri dari: a. Masa terjadi perubahan sejak awal remaja, perubahan fisik terjadi dengan pesat, perubahan perilaku dan sikap juga berkembang. b. Masa. peralihan. dari. sa t u. tahap. perkembangan. ke. perkembangan berikunya secara berkesinambungan. c. Masa mencari identitas yang dicari remaja adalah berupa kejelasan siapa dirinya dan apa peran dirinya di masyarakat. d. Masa yang tidak realitas remaja yang cenderung memandang kehidupan melalui kaca mata sendiri, baik dalam melihat dirinya maupun melihat orang lain, mereka belum melihat apa adanya, tetapi menginginkan sebagaimana yang ia harapkan. e. Ambang masa dewasa dengan berlalunya usia belasan, remaja yang semakin matang berkembang dan berusaha memberikan kesan sebagai seseorang yang hampir dewasa. C. Bimbingan Klasikal Bimbingan adalah proses bantuan individu untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya (Winkel dan Hastuti, 2004:1) menurut (Winkel, 1997:520) Menyatakan bahwa bimbingan klasikal.
(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23. adalah suatu bimbingan yang diberikan kepada kelompok siswa yang tergabung dalam satu-satuan kelas dalam tingkat tertentu pada suatu jenjang pendidikan, pada waktu yang diterapkan pada jadwal bimbingan. Kegiatan-kegitan dalam bimbingan klasikal dilaksanakan sejalan dengan program yang telah direncanakan dan disepakati bersama oleh pihak-pihak terkait. Winkel. dan. Hastuti. (2004:565-566). bimbingan. klasikal. bermanfaat bagi tenaga bimbingan dan juga para siswa. Manfaat bimbingan klasikal bagi tenaga bimbingan adalah: 1. Mendapat kesempatan untuk berkontak dengan banyak siswa sekaligus dapat mengenal siswa. 2. Menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan yang dapat dilakukan dalam suatu kelompok. 3. Memperluas ruang geraknya, lebih-lebih bila jumlah tenaga alternatif disekolah hanya satu atau dua orang saja. Sedangkan manfaat bimbingan klasikal bagi para siswa antara lain: a. Menjadi lebih sadar akan tantangan yang dihadapi sehingga mereka. memutuskan untuk berwawancara secara pribadi dengan konselor. b. Lebih rela menerima dirinya sendiri, setelah menyadari bahwa. teman-temannya sering menghadapi persoalan, kesulitan, dan tantangan yang kerap kali sama c. Lebih berani mengemukakan pandanganya sendiri bila berada. dalam kelompok..
(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24. d. Diberi kesempatan untuk mendiskusikan sesuatu bersama dan. dengan demikian mendapat latiohan untuk bergerak dalam suatu kelompok, yang akan dibutuhkan selama hidupnya. e. Lebih bersedia menerima suatu pandangan atau pendapat bila. dikemukakan oleh seorang teman daripada pendapat hanya diketengahkan oleh seorang konselor sekolah saja. f. Tertolong untuk mengatasi suatu masalah yang dirasa sulit untuk. dibicarakan secara langsung dengan konselor karena malu atau bersifat tertutup. Akan tetapi, bimbingan klasikal juga mempunyai kekurangan. Kekurangan utamanya adalah bahwa dalam bimbingan klasikal, kontak relasi antara konselor dengan masing-masing siswa terbatas dan kurang mendalam sehingga konselor sulit mengetahui apakah tujuan dan sasarannya dapat diterima atau tidak oleh para siswa..
(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan menguraikan jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian (instrumen pengumpulan data dan penentuan skor), validitas dan rehabilitas (uji validitas instrumen dan uji rehabilitas instrumen), prosedur pengumpulan data (tahap persiapan dan tahap penelitian) dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survai. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Hal ini sejalan dengan pendapat Furchan (2005:447), yaitu penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala saat penelitian dilakukan. Sifat deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai kepercayan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 sehingga dapat ditentukan pula topik-topik bimbingan klasikal yang sesuai. B. Subjek Penelitian Menurut Furchan (2004:451), survai yang mencakup seluruh populasi yang akan diteliti disebut sebagi sensus, sedangkan survai yang hanya menyelidiki sebagian saja dari populasi itu dikenal sebagai survai sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP BOPKRI 3. 25.
(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26. Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 4 kelas. Adapun rincian jumlah siswa masing-masing kelas adalah sebagai berikut. Tabel I. Jumlah Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 NO. KELAS. JUMLAH. 1.. VII A. 31. 2.. VII B. 31. 3.. VII C. 31. 4.. VII D. 30. TOTAL. 123. Tabel 2 Rincian Jumlah siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 yang diteliti NO. KELAS. JUMLAH. 1.. VII A. 26. 2.. VIIB. 25. 3. VIIC. 25. 4.. VIID. 26. TOTAL. 102.
(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 Maret2015. populasi dalam penelitian adalah 102 siswa, namun peneliti hanya memilih kelas VII sebagai sampel subjek penelitian. Furchan mengatakan pengambilan sampel adalah 10% hingga 30% dari populasi yang ada. Peneliti hanya memilik sampel 30% dari populasi. C. Instrumen Penelitian 1. Alat Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang disusun oelh peneliti menggunakan teknik penyususnan skala model likert. Menurut sugiono (2011:199) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dapat berupa pernyataan atau pernyataanterbuka atau tertutup. Item-item dalam kuesioner ini dibuat berdasarkan aspek-aspek kepercayaan diri menurut lauster (1990). Kuesioner terbagi menjadi dua bagian bagian pertama memuat tentang identitas subjek, tujuan kuesioner, dan petunjuk kuesioner. Kmemudian bagian kedua memuat pertnyaanpertanyaan tentang kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner menggunakan model skala likert dengan menggunakan 4 pilihan jawaban.
(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28. dengan maksud untuk membantu responden bila tidak memahami alternatif jawaban yang ditengah. 2. Format Penyataan Kuesioner penelitian yang bersifat tertutup terdiri dari beberapa item pernyataan dengan menggunakan empat alternatif jawaban (genap). Penyajian pilihan jawaban dengan menggunakan empat alternatif jawaban ditempuh untuk menghadiri central tendency effect yaitu kecenderungan responden untuk memilih jawaban tengah atau netral. Adapun alternatif jawaban yang disediakan adalah “SS (Sangat Sesuai)”, “S (Sesuai)”, “KS (kurang Sesuai)”, dan “TS (Tidak Sesuai)”. 3. Penentuan Skor Penentuan skor untuk setiap jawaban dari masing item pernyataan adalah: a. Untuk pernyataan yang bersifat favorable (positif) terhadap aspek kepercayan diri, jawaban “SS (Sangat Sesuai)” diberi skor 4, “S (sesuai)” diberi skor 3, “KS (Kjurang Sesuai)” diberi skor 2, “TS (Tidak Sesuai)” diberi skor 1. b. Untuk pernyatan yang bersifat unfavorable (negatif) terhadap aspek keprcayaan diri, jawaban “SS (Sangat Sesuai)” diberi skor 1, “ S (Sesuai)” diberi skor 2, “ KS (Kurang Sesuai)” diberi skor 3, “TS (Tidak Sesuai)” diberi skor 4..
(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29. 4. Kisi-kisi Kuesioner Tabel 3 Kisi-kisi Kuesioner Kepercayaan Diri Sebelum Uji Coba Siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Aspek. Indikator. Item-item. ∑. Fav. Unfav. 1,29. 15,43. 4. b. Memiliki ketenangan sikap.. 2,30,45. 16,44,47. 6. c. Merasa diterima oleh kelompok.. 3,31,46. 17,48,60. 6. a. Yakin terhadap apa yang dilakukan.. 4,32. 18,49. 4. kemampuan. b. Tidak mudah terpengaruh.. 5,33. 19,50. 4. diri sendiri. c. Menyadari akan adanya kegagalan. 6,34. 20,51. 4. Memilki. a. Menerima. ada. 7,35. 21,52. 4. b. Memahami kelebiham yang ada dalam. 8,36. 22,53. 4. 9,37. 23,54. 4. a. Tidak bergantung pada orang lain.. 10,38. 24,55. 4. b. Mampu mengatasi masalah sendiri.. 11,39. 25,56. Memiliki rasa a. Tidak khawatir dengan apa yang a ma n. Yakin. dipikirkan orang lain. pada. konsep yang positif. diri. kekurangan. yang. dalam dirinya.. dirinya. c. Mampu berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Mandiri. 4.
(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30. Optimis. a. Mempunyai tujuan atau arah yang. 12,40. 26,57. 4. 13,41. 27,58. 4. 14,42. 28,59. 4. 30. 30. 60. jelas b. Memiliki harapan yang positif akan masa depan c. Berani menghadapi tantangan. Jumlah. D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Instrumen Penelitian Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria (Arikunto, 2003:65) Menurut Sugiyono (2011:173) instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk menguji validitas setiap butir soal maka skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor totalnya. Skor tiap butir soal dinyatakan skor X dan skor yang dinyatakan sebagai skor Y, dengan diperolehnya indeks validitas setiap butir soal, dapat diketahui butir-.
(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31. butir soal manakah yang memenuhi syarat dilihat dari indeks validitasnya (Arikunto, 2003:78). Peneliti menggunakan validitas dalam penelitian ini. Validitas isi adalah validitas yang seharusnya menjadi isi suatu tes. Validitas isi melihat kecakupan butir-butir setiap itemnya secara konseptual, dengan kata lain, pada tahap ini akan. melihat apa alat yang dibuat oleh penulis sudah. mewakili apa yang menjadi topik penelitian. Validitas isi dilakukan melalui Profesional judgment, penilaian oleh para ahli, dalam hal ini, Profesional judgment oleh pembimbing skripsi. Peneliti meminta pertimbangan dari dosen pembimbing dalam proses penyusunan ukur. Untuk menguji validitas instrumen digunakan rumus korelasi Product-Moment dari pearson, adapun hasilnya sebagai berikut:. 𝑅𝑥𝑦 = Keterangan:. N ∑XY − (∑X)(∑Y). �{𝑁∑𝑋) − (∑X)} {NXY − (∑Y)}. R xy. : korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir.. N. : Jumlah subyek. X. : Skor sub total kuesioner. Y. : Skor total butir-butir kuesioner. XY. : hasil perkalian antara skor X dan skor Y.
(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic Programme for Social Science) versi 15.0. perhitungan dengan SPSS menggunakan patokan 0,275. Jika koefisien korelasinya> 0.275 maka item yang bersangkutan dinyatakan valid. Sedangkan jika koefisien korelasinya <0,275 maka item yang bersangkutan dinyatakan tidak valid. Berdasarkan perhitungan statistik yang telah dilakukan peneliti , diperoleh 47 item yang dinyatakan valid dan 13 item dinyatakan tidak valid. Adapun hasil item-item yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel 4. Tabel 4 Rincian item Valid dan Tidak Valid setelah Uji Coba Penelitian Aspek. Indikator. Memiliki rasa a. Tidak khawatir dengan apa yang a ma n. No. Item. Valid. Gugur. 43. 1,15,29. 2,30,45,44, 47. 16. 6. 3,31, 48. 17, 46, 48. 6. 4, 18, 32, 49. 0. 4. 19, 33, 50. 5. 4. 20, 34, 51. 6. 4. 4. dipikirkan orang lain b. Memiliki ketenangan sikap. c. Merasa diterima oleh kelompok.. Yakin. ∑. No. Item. pada a. Yakin. kemampuan diri sendiri. terhadap. apa. yang. dilakukan. b. Tidak mudah terpengaruh. c. Menyadari kegagalan. akan. adanya.
(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33. Memilki konsep. a. Menerima kekurangan yang ada diri. yang positif. 21, 35, 52. 7. 4. 8,22, 36, 56. 0. 4. 9,23, 37, 54. 0. 4. 10, 24, 38. 55. 4. 11, 25,39, 56. 0. 4. 12, 26, 40. 57. 4. 13, 27, 58. 41. 4. 14,28, 42, 59. 0. 4. 13. 60. dalam dirinya. b.. Memahami kelebiham yang. ada dalam dirinya. c. Mampu berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Mandiri. a. Tidak bergantung pada orang lain. b.. Mampu mengatasi masalah. sendiri. Optimis. a. Mempunyai tujuan atau arah yang jelas b. Memiliki harapan yang positif akan masa depan c. Berani menghadapi tantangan.. Jumlah. 47.
(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34. Berikut adalah kisi-kisi penelitian setelah melakukan pemeriksaan uji coba kuesioner: Tabel 5 Kisi-kisi Instrumen Kepercayaan Diri Setelah UjiCoba Penelitian Aspek. Indikator. Memiliki rasa a ma n. a. Tidak khawatir dengan apa yang. ∑. Fav. Unfav. 0. 34. 1. 1,22,36. 35,37. 5. 2,23. 38. 3. 3,24. 11,39. 4. dipikirkan orang lain b. Memiliki ketenangan sikap. c. Merasa diterima oleh kelompok.. Yakin. Item-item. pada a. Yakin terhadap apa yang dilakukan.. kemampuan. b. Tidak mudah terpengaruh.. 25. 12,40. 3. diri sendiri. c. Menyadari akan adanya kegagalan. 26. 13,41. 3. Memilki. a. Menerima kekurangan yang ada dalam. 27. 14,42. 3. 4,28. 15,43. 4. 5,29. 16,44. 4. a. Tidak bergantung pada orang lain.. 6,30. 17. 3. b. Mampu mengatasi masalah sendiri.. 7,31. 18,45. 4. konsep yang positif. diri. dirinya. b. Memahami kelebiham yang ada dalam dirinya. c. Mampu berkomunikasi yang baik dengan orang lain.. Mandiri.
(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35. Optimis. a. Mempunyai tujuan atau arah yang jelas b. Memiliki harapan yang positif akan masa. 8,32. 19. 3. 9. 20,46. 3. 10,33. 21,47. 4. 24. 47. depan c. Berani menghadapi tantangan. Jumlah. 23. 2. Reliabilitas Instrumen Penelitian Menurur Azwar (2007:83) reliabilitas sebenernya mengacu kepada konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Menurut Sugiyono (2011:175) instrumen yang reliabel berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur berkalikali menghasilkan data yang sama (konsisten). Tingkat reliabilitas instrumen diungkapkan dengan koefisien alpha (∝).. Untuk menghitung indeks reliabilitas kuesioner digunakan program SPSS (Statistic Programme Social Science) versi 15.0 Rumus koefisiensi alpha (∝) adalah sebagai berikut: ∝ = 2 [ 1 – S12 + S22] Sx2. Keterangan : S12 dan S22. : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2. Sx2. : varians skor skala.
(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36. Hasil data uji coba di SMP BOPKRI 3 Yogyakarta diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (∝) yaitu 0,883 dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas. instrument masuk dalam kriteria tinggi. Artinya instrument ini memiliki keajegan yang tinggi. Perhitungan indeks reliabilitas. dikonsultasikan. menggunakan kriteria Gulford Masidjo (1995:209) seperti yang disajikan dalam tabel 6. Tabel 6 Kriteria Gulford Koefisien Korelasi 0,91-1,00 0,71-0,90 0,41-0,70 1,21-0,40 0-0,20. Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah. E. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan dan tahap kedua adalah tahap penelitian. 1. Tahap Persiapan Pada tahap ini peneliti melakukan beberapa hal sebagai persiapan sebelum melaksanakan penelitian, yaitu penyusunan kuesioner dan uji coba kuesioner..
(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37. a. Penyusunan kuesioner Kuesioner kepercayan diri pada penelitian ini disusun berdasarkan aspek-aspek kepercayaan diri menurut Lauster. Sebelumnya peneliti mengindetifikasikan terlebih dahulu aspek-aspek kepercayaan diri menurut Lauster (1990:2) dan merumuskan indikator-indikator dari masing- masing aspek. Indikator-indikator ini dirumuskan dari beberapa ciri orang yang percaya diri berdasarkan para ahli. Setelah itu peneliti merumuskan penyataan-ppernyataan yang mengungkap kepercayan diri berdasarkan. indikator. mengonsultasikan. dari. masing-masing. pernyataan-pernyataan. tersebut. aspek. kepada. Peneliti dosen. pembimbing sebelum merumuskan ke dalam format kuesioner. Setelah ada persetujuan dari dosen pembimbing, peneliti kemudian memasukan dalam format kuesioner dan meminta surat ijin uji coba/penelitian ke sekretariat kampus dan meminta tanda tangan kepada kaprodi. b. Uji coba kuesioner Sebelum melakukan uji coba peneliti menghubungi pihak sekolah SMP BOPKRI 3 Yogyakarta untuk memberikan surat dan menentukan tanggal untuk uji coba/penelitian. Uji coba dilakukan pada hari senin, 23 Februari 2015 sesuai dengan jadwal yang diberikan sekolah. Uji coba dilakukan pada dua kelas, yaitu kelas VIIC dan VIID..
(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38. 2. Tahap Penelitian Kuesioner. yang. telah. diujicobakan. dipergunakan. untuk. mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada sebagian siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta yang berjumlah 57 siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan jam bimbingan dan konseling. Pada tahap pelaksanaan peneliti data ke sekolah SMP BOPKRI 3 Yogyakarta sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama. Peneliti masuk kelas tidak didampingi dengan guru BK SMP BOPKRI 3 Yogyakarta yaitu Ibu Yanti. Peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu dan memberikan penjelasan umum tentang maksud dan tujuan penelitian ini. Peneliti membagikan lembar kuesioner dan menjelaskan petunjuk pengisian kuesioner serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Adapun jadwal penelitian disajikan dalam tabel 5. Kuesioner penelitian pada lampiran 1 dan data penelitian dapat dilihat pada lampiran 2. Tabel 7 Jadwal Pengumpulan Data No 1. 2. 3. 4.. Kelas VIIC VIID VIIB VIIA. Hari/Tanggal Senin /30 Maret 2015 Senin /30Maret 2015 Rabu /1 April 2015 Jum’at/ 3 April 2015. Waktu 10.00-10.40 10.40-11.20 08.30-09.10 10.00-10.40.
(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39. F. Teknik Analisis Data Langkah-langkah yang ditempuh penulis untuk menganalisis data penelitian tentang kepercayaan diri siswa SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 adalah sebagai berikut: 1. Menentukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang sudah diberikan oleh responden dan membuat tabulasi skor dari masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung total skor masing-masing subjek penelitian dan total skor tiap item pernyataan. Melakukan skoring dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS versi 15,0. 2. Membuat tabulasi data dan menghitung frekuensi jawaban pada setiap item “Sangat Setuju”, “Setuju”, “Tidak Setuju”, “Sangat Tidak Setuju”. 3. Membuat kategorisasi tingkat kepercayaan diri subjek penelitian secara umum berdasarkan model distribusi normal dengan kategorisasi jenjang. Tujuannya untuk menepatkan subjek penelitian ke dalam kelompokkelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontimun berdasar pada atribut yang dkiukur. Kontimun jenjang ini berpedoman pada Azwar (2007:108) yang mengelompokkan tingkat kepercayaan diri siswa dalam lima ketegori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Adapun norma kategorisasinya adalah sebagai berikut. Tabel 8 Norma Kategorisasi Kategori sangat rendah 𝑿 ≤ µ- 1,5 σ µ- 1,5 σ < X ≤ µ-0,5 σ Kategori rendah µ- 0,5 σ < X ≤ µ+0,5 σ Kategori sedang µ+0,5 σ < X ≤ µ +1,5 σ Kategori tinggi µ+1,5 σ < X Kategogi sangat tinggi.
(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40. Keterangan : Xmaksimal teoretik. : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala. Xminimum teoretik. : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala. σ (Standar deviasi). : Luas jarak rentangan yang dibagi menjadi 6 satuan deviasi standar.. µ (Mean teoretik). : Rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum.. 4. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari Xmaksimum teoretik, Xminimum teoretik, standar deviasi, dan mean teoretik. Kategori tinggi rendahnya kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta secara keseluruhan (dengan item total =47) diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut Xmaksimum. : 47x4 = 188. Xminimum. : 47x1 = 47. Range. : 240-47 = 193. σ (Standar deviasi teoretik). : 193:6 = 32,2. µ (mean teoritik). : (188+47) : 2 =117,5.
(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41. Tabel 9 Norma Kategorisasi Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Norma X≤ µ- 1,5σ µ- 1,5σ < X ≤ µ 0,5 σ µ- 0,5σ < X ≤ µ+0,5 σ µ + 0,5σ < X ≤ µ + 1,5 σ µ + 1,5 σ < X. Rentang Skor ≤ 69,2 69,2 - 101,4 101,4 – 133,6 133,6 – 165,8 ≥ 165,8. Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi. Selanjutnya data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan skor total yang telah diperoleh ke dalam norma kategorisasi di atas. Dengan demikian, dapat diketahui jumlah dan persentase kepercayan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta secara umum mulai dari yang sangat rendah sampai yang sangat tinggi. 5. Setelah mengkategorisasikan secara umum, kemudian dikategorisasikan juga skor setiap item dalam skala. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan item-item skala yang nantinya akan dijadikan dasar penyusunan topik-topik bimbingan klasikal . kategorisasi skor setiap item itu berpedoman pada Azwar (2007:108) yang mengelompokkan dalam lima kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Adapun norma kategorisasi untuk item-item skala adalah sebagai berikut..
(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42. Tabel 10 Norma Kategorisasi Item Xitem <µ–1,5 σ Kategori sangat rendah µ - 1,5 σ <item≤ µ - 0,5 σ Kategori rendah µ - 0,5 σ < Xitem≤ µ + 0,5 σ Kategori sedang µ + 0,5 σ < Xitem≤ µ + 1,5 σ Kategori tinggi µ + 1,5 σ < Xitem Kategori sangat tinggi Keterangan : Xitem maksimum teoretik. : Skor tertinggi yang mungkin dicapai item dalam skala.. Xitem minimum teoretik. : Skor terendah yang mungkin dicapai item dalam skala.. σ (Standar deviasi). : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar.. µ (Mean teoretik). : Rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum.. 6. Mencari kategorisasi tinggi rendahnya skor item-item secara keseluruhan dengan menggunakan N = 102. Perhitungannya sebagai berikut. Xitem maksimum teoretik. : 102 X 4. = 408. Xitem minimum teoretik. : 102 X 1. = 102. Range. : 408 – 102. = 306. σ (Standar deviasi). : 306 : 6. = 51. µ (Mean teoretik). : (408+102) : 2 = 255.
(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43. Penentuan kategorisasi skor item dapat dilihat dalam tabel berikut ini. Tabel 11 Norma Kategorisasi Skor Item Skala Kepercayaan Diri SiswaKelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Perhitungan Skor Kategori Xitem ≤ µ- 1,5 σ. Xitem ≤ 178,5. Sangat rendah. µ - 1,5 σ < Xitem≤ µ-0,5σ. 178,5< Xitem≤ 199,5. Rendah. µ-0,5σ < Xitem≤ µ+0,5σ. 199,5< Xitem≤ 280,5. Sedang. µ+0,5σ <Xitem≤ µ +1,5σ. 280,5< Xitem≤ 331,5. Tinggi. µ +1,5σ < Xitem. Xitem > 331,5. Sangat tinggi. 7. Dari kategori skor item tersebut, data kemudian dikelompokkan berdasarkan norma yang ada. Setelah itu, item-item yang memiliki skor yang masuk dalam kategori sangat rendah sampai sedang sellanjutnya dibahas dan dikembangkan menjadi topik-topik bimbingan klasikal..
(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menjelaskan hasil penelitian mengenai “Deskripsi Tingkat Kepercayan Diri Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Klasikal” A. Hasil Penelitian 1. Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Tinggi rendahnya kepercayaan diri siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 digolongkan berdasarkan norma kategorisasi yang mengacu pada pendapat Azwar (2007:108). Penggolongannya dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 12 Penggolongan Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Rentangan Skor X< 69,2 69,2 < x≤ 101,4 101,4 <x≤ 133,6 133,6 <x≤ 165,8 X> 165,8. Frekuensi 0 1 13 78 10. 44. Persentase (%) 0% 1% 13% 76% 10%. Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi.
(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45. Dari tabel 12 terlihat bahwa: a. Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi ada 10 siswa (10%) b. Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi ada 78 siswa (76%) c. Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang ada 13 siswa (13%) d. Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah ada 1 siswa (1%) e. Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat rendah tidak ada (0%) Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi hal ini perlu dipertahankan dalam diri siswa. 2. Usulan Topik-topik Bimbingan Klasikal Yang Sesuai Bagi Siswa-siswi Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Adapun penggolongannya berdasarkan norma kategorisasi yang mengacu pada Azwar (2007:108) adalah sebagai berikut..
(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46. Tabel 13 Penggolongan Total Skor Item Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Rentangan skor Frekuensi Persentase Kategori No. Item (%) X ≤ 178,5 0 0% Sangat Rendah 178,5 < X ≤ 199,5 0 0% Rendah 199,5 < X ≤ 280,5. 3. 6 , 4%. Sedang. 11, 18, 26. 280,5 < X ≤ 331,5. 10. 21,3%. Tinggi. 1, 5, 6, 7,14, 17, 27, 33, 34, 37. X > 331,5. 34. 72,3%. Sangat Tinggi. 2, 3, 4, 8, 9, 10, 12, 13, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 28, 29, 30, 31, 32, 35, 36, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47.
(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47. Dari tabel 13 bahwa total skor item siswa kelas VII SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 adalah ada 3 item (6,4%) “Sedang”, ada 10 item (21,3%) “ Tinggi”, ada 34 item (72,3%) “Sangat Tinggi”, dan ada 0 item (0%)yang memiliki tingkat skor item “Rendah” dan “Sangat Rendah”. Pengusulan topik-topik bimbingan pengembangan diambil dari item-item yang termasuk kategori sedang. Terdapat 3 butir item dalam kategori sedang, yaitu 11,18,26. Pada tabel 14 akan dibahas item-item yang memiliki skor sedang, sedangkan frekuensi pengusulan topik-topik terdapat pada lampiran 5. Tabel 14 Item-item Yang Memiliki Skor Sedang No 2.. Aspek Kepercayaan Diri Yakin pada kemampuan diri sendiri. 4.. Mandiri. Nomor item dan pernyataan 11: saya takut tinggal kelas 26: saya sering menolak tugas yang diberikan kepada saya karena takut tidak bisa melakukannya dengan baik. 18: saya merasa tidak mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain..
Dokumen terkait
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.. 5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.. ).. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN
Siswa yang memiliki kemampuan mengelola emosi yang tinggi juga dapat lebih cepat bangkit dari kemerosotan dan kegagalan dalam hidup (Goleman, 2007:58). Jadi, siswa
[r]
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.. 5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.. ).. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN
Tugas utama seorang siswa adalah belajar. Kegiatan siswa mempelajari bahan mata pelajaan dapat dilakukan di sekolah dan luar sekolah. Waktu belajar di sekolah sudah ditentukan oleh
Tugas utama seorang siswa adalah belajar. Kegiatan siswa mempelajari bahan mata pelajaan dapat dilakukan di sekolah dan luar sekolah. Waktu belajar di sekolah sudah ditentukan oleh
PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESKRIPSI PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TENTANG