• Tidak ada hasil yang ditemukan

Embun Pagi. Aug 14, For subscription of our Daily Focus, please contact us at The rapid growth of internet users

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Embun Pagi. Aug 14, For subscription of our Daily Focus, please contact us at The rapid growth of internet users"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Nur Marini +62-21-515-1140 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]

Internet and data users

Embun Pagi

The rapid growth of internet users

Jika Anda bertanya-tanya berapa banyak pengguna internet yang ada di Indonesia, Anda mungkin tertarik pada hasil survei berikut. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2014, pengguna internet di Indonesia mencapai 88.1 juta atau 34,9% dari total penduduk 252.400.000. Ini melebihi dari total pengguna penduduk Jerman (81 juta) dan dua kali lipat dari Argentina (43 juta).

Salah satu fakta yang menarik dalam hasil survei adalah bahwa pengguna internet aktif di Indonesia berkisar antara usia 13 sampai 25 tahun (mewakili 49% dari total penduduk). Dapat dikatakan bahwa profil pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang dikategorikan sebagai generasi Millenial. Apa yang disebut "digital natives" (yaitu, generasi yang lahir setelah tahun 1980) yang terhubung ke Internet pada tahap awal perkembangannya menyebar dengan cepat. Mereka adalah pengguna aktif dari layanan jejaring sosial dan media digital.

Seiring meningkatnya pendapatan kelas menengah yang mampu mengakses ke internet, penyedia layanan media sosial telah diadopsi untuk sarana baru untuk berkomunikasi. Jika kita perhatikan meningkatnya traffic data menggunakan berbagai jenis gadget, seperti ponsel, laptop dan PC. Mengingat latar belakang seperti itu, kami berharap pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Internet menyediakan infrastruktur dan jaringan internet yang memadai.

Data berikut menunjukan pertumbuhan baru untuk sektor jaringan dan sektor telekomunikasi agar bergerak cepat dengan inovatif untuk mendapatkan pasar yang berkembang dan dapat berdampak terhadap laporan keuangan mereka. Kami berharap bahwa operator dengan track record yang inovatif seperti TLKM, EXCL, ISAT, dan LINK mampu menarik konsumen dengan produk baru dan memberikan pertumbuhan pendapatan yang solid menuju ke depan.

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 4,584.3 2.3 -8.6 -13.1

MSCI EM 864.8 0.4 -8.4 -19.6

HANG SENG 24,018.8 0.4 -4.8 -3.6

KOSPI 1,975.5 0.4 -4.1 -4.3

FTSE 6,568.3 0.0 -2.7 -1.7

DJIA 17,408.3 0.0 -3.6 4.1

NASDAQ 5,033.6 -0.2 -1.2 13.3

Valuation

2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)

JCI 14.8 2.3 17.4

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.50 0 0 -25

3yr 8.16 -3 13 42

10yr 8.74 -5 47 53

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 13,768.00 -0.2 3.8 18.0

USD/KRW 1,173.63 -1.4 2.8 15.0

USD/JPY 124.43 0.2 0.8 21.5

USD/CNY 6.40 1.0 2.9 3.8

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 42.2 -2.5 -21.0 -53.8

Gold 1,115.1 -0.8 -3.5 -15.1

Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4

Palm Oil 585.0 -3.3 -11.4 -23.4

Rubber 116.9 0.0 -4.3 -12.5

Nickel 10,455.0 -1.4 -10.0 -44.0

Copper 5,185.0 -0.1 -6.8 -24.0

Tin 15,000.0 -0.8 3.4 -32.5

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

1,200 5,500

(pt) JCI MSCI EM (pt)

(2)

Local flashes

WIKA: Wika Bidik Pelabuhan Sorong. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan mendekati PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk menggarap proyek Pelabuhan Sorong di Papua Barat. Wika berminat menjadi kontraktor sekaligus investor pada proyek yang ditaksir senilai Rp 3 triliun tersebut. Direktur Keuangan Wika Aji Firmantoro mengatakan, perseroan ingin masuk kembali ke proyek baru pelabuhan. Sebelumnya, perseroan telah meneken kesepakatan dengan Pelindo I untuk kerja sama pembangunan dan pengelolaan Terminal Petikemas di Pelabuhan Batu Ampar Batam dan Pelintung Dumai.

(Berita Satu)

EXCL: Kurs Rupiah Terjerembab, Rugi Bersih XL Axiata Kian Bengkak. Pelemahan nilai tukar rupiah membuat kinerja emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) terpuruk dengan membengkaknya rugi bersih hingga 91,2% menjadi Rp850,89 miliar pada paruh pertama tahun ini dari Rp444,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, Jumat (14/8/2015), rugi selisih kurs yang dibukukan oleh XL Axiata meroket 458% dari Rp250,73 miliar menjadi Rp1,39 triliun. (Bisnis Indonesia)

SMGR: Semen Indonesia bidik pertumbuhan 4% di 2016. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) baru akan mengerek pertumbuhan bisnisnya di tahun 2016. Namun dengan catatan, pemerintah bergerak cepat merealisasikan belanja negara untuk pembangunan infrastruktur. Suparni, Direktur Utama Semen Indonesia mengatakan, pihaknya membidik pertumbuhan bisnis sebesar 4% untuk tahun mendatang. Angka ini terbilang mini karena perusahaan tidak menargetkan pertumbuhan (flat) untuk semester II/2015. (Kontan)

ITMG: Pendapatan Indo Tambangraya Megah Turun 14,5 %. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) meraih pendapatan sebesar US$ 824,5 juta sepanjang semester I – 2015, turun 14,5 persen dari periode sama tahun lalu sebesar US$ 965,2 juta.

Penjualan perseoran di sejumlah negara tercatat turun, kecuali untuk penjualan di Asia Tenggara. Manajemen Indo Tambangraya Megah menjelaskan, penjualan batubara perseroan ke Eropa, Taiwan, Tiongkok, Hongkong dan Korea Selatan turun menjadi sebesar US$ 205 juta dari sebelumnya sebesar US$ 390,6 juta. (Berita Satu)

KAEF: Kimia Farma mulai bangun hotel & RS di semester II. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan memiliki bisnis lain selain farmasi, yaitu hotel dan rumah sakit (RS). Rusdi Rosman, Direktur Utama Kimia Farma mengatakan, kedua properti ini akan menjadi aset perusahaan di masa mendatang yang menguntungkan untuk mengantongi sisi pendapatan. Pertama, perusahaan berkode saham KAEF akan membangun 1 hotel di Bandung dengan luas 2.200 meter persegi (m2). Gambarannya, Kimia Farma hanya menyiapkan tanah kemudian perusahaan akan menggandeng investor lokal untuk pembangunan dan operasional hotel. (Kontan)

BBRI: BRI Finalisasi Pinjaman US$ 550 Juta. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bakal menuntaskan proses pencairan pinjaman dari sindikasi 11 bank senilai US$ 550 juta pada September 2015. Pinjaman tersebut berubah menjadi pinjaman sindikasi dari sebelumnya club deal. Saat ini, BRI masih menunggu restu dari Bank Indonesia.

Perseroan menargetkan persetujuan Bank Indonesia akan tuntas pada akhir Agustus, dan penarikan pinjaman sudah dapat dilaksanakan pada pekan pertama September tahun ini. (Berita Satu)

ETWA: Penjualan biodisel anjlok, defisit ETWA membengkak. Defisit laba PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) membengkak. Hal ini terjadi seiring kerugian perseroan yang juga ikut bertambah sepanjang enam bulan pertama 2015. Mengutip laporan keuangan ETWA per akhir Juni 2015, defisit laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat sebesar Rp 171,38 miliar. Angka ini meningkat dari Maret 2015 yang sebesar Rp 141,74 miliar. (Kontan)

(3)

Technical analysis

View from the Charts

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat by 2.3% di level 4,584, mencoba mengikis kerugian sebesar -5.8% yang di alami dua hari berturut-turut akibat devaluasi mata uang Cina. Penguatan tersebut disebabkan oleh pernyataan asisten gubernur bank sentral Cina (PBOC) Zhang Xiaohui “Bahwasanya tekanan devaluasi mata uang Cina harus dibatasi dan dikendalikan, agar tidak bergulir seperti bola liar”. Disaat yang bersamaan, para investor asing kembali membukukan nilai penjualan bersih sebesar IDR1.7tr, menyusul akumulasi nilai jual bersih IDR1.3tr yang terjadi pada saat IHSG terpuruk beberapa waktu lalu.

Pada akhirnya IHSG diperdagangkan pada area support psikologisnya di level 4,504 yang merupakan rentang nilai pada 161.8% Fibonacci retracement, selanjutnya membuka kesempatan untuk menuju celah atas 4,619 yang masih tersisa akibat adanya kepanikan para pelaku pasar beberapa hari yang lalu. Posisi 36.9 oversold trading dari stochastic oscillator yang terdorong positif dari kondisi sebelumnya 5.8, menjadi katalis tambahan bagi IHSG untuk melakukan swing positif pada perdagangan di akhir pekan ini untuk kembali menguji resistensi harga di 4,590.

TBIG BBCA BBNI KLBF patut untuk dicermati hari ini, dilain sisi PBRX SRIL masih memiliki ruang serta momentum swing positif untuk trading.

Chart 1. IHSG Daily Chart Chart 2. IHSG Intraday Chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Recommendation Trading

Close 4,584

Resistance 4,590

Support 4,550

Stop-Loss 4,520

(4)

Stocks on our focus list

PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA)

Pada perdagangan kemarin BBCA mencatatkan kenaikan sebesar 0.4% serta mencoba bertumpu pada downtrend supportnya di area harga IDR12,925-12,940. Patut dicermati adanya ruang bagi BBCA untuk menutup celah harga yang terbentuk pada area IDR13,250-13,550, disusul pula dengan adanya peningkatan nilai oversold trading 33.3% yang tumbuh dari oversold 18.9%.

Berdasarkan asumsi tersebut, kami perkirakan pada perdagangan hari ini BBCA akan menjadi salah satu saham Blue Chip yang akan mendorong IHSG melanjutkan penguatannya serta memanfaatkan momentum positif pada lantai bursa. BBCA akan mencoba bergerak positif dalam rentang harga IDR13,200-13,375

Recommendation Trading Buy

Target Price 13,375

Close 13,200

Resistance 13,250

Support 12,900

Stop-Loss 12,400

Chart 3. BBCA

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(5)

BBNI juga merupakan salah satu saham pada sektor perbankan yang berhasil memanfaatkan momentum positif dengan membukukan penguatan sebesar 2.7% serta ditutup sedikit di atas support IDR4,625 yaitu pada level harga IDR4,630. Di awal sesi kedua perdagangan kemarin, BBNI mencoba uji kekuatan resistensi celah harga IDR4,990 denga swing yang sempat menyentuh level harga IDR4,730.

Dengan memperketat stop loss harga pada level IDR4,350, diharapkan signal positif pada area oversold 26.1% dan disusul adanya indikasi bargain hunting menjelang sesi penutupan perdagangan kemarin, kami perkirakan BBNI akan mencoba melanjutkan penguatannya, dan bergerak dalam rentang harga IDR4,625-4,700.

Recommendation Trading

Target Price 4,675

Close 4,630

Resistance 4,650

Support 4,625

Stop-Loss 4,350

Chart 4. BBNI

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(6)

PT Kalbe Farma, Tbk (KLBF)

Setelah berhasil melakukan technical rebound pada target support 161.8% Fibonacci Retracement, KLBF mencatatkan kenaikan sebesar 6.2% dengan ditutup pada level IDR1,545 mencoba menutup celah harga IDR1,550 yang terbentuk akibat adanya kepanikan pasar dua hari yang lalu.

Signal positif stochastic yang memasuki area overbought trading 52.8, dari posisi sebelumnya di 17.5, masih memberikan ruang bagi KLBF untuk menutup celah harga tersisa IDR1,550 selanjutnya mencapai target resistensi IDR1,590.

Dengan demikian KLBF diperkirakan masih akan mampu bergerak dalam rentang harga IDR1,530-1,600.

Recommendation Trading

Target Price 1,590

Close 1,545

Resistance 1,550

Support 1,520

Stop-Loss 1,380

Chart 5. KLBF

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(7)

Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price

Note: The latest figure for India is Aug, 12th ;

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 12,800

13,000 13,200 13,400 13,600 13,800 14,000

4,500 4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400

5/14 5/28 6/11 6/25 7/9 7/23 8/6

(IDR)

(pt) JCI Composite Index (L)

USD/IDR (R)

2.3

-4.6

-6.5

-11.1 2.0

-2.3

1.6

8.3

-16 -12 -8 -4 0 4 8 12

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

-145 -31

-85

-53 -21

-277

-585

-412

-211 -199

-85

-301

-700 -600 -500 -400 -300 -200 -100 0

Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

1,700 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400

40 50 60 70

5/15 5/15 6/15 6/15 7/15 7/15 8/15

Brent (L) CPO(R) (USD)

( (USDmn)

1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400

40 50 60 70

5/15 5/15 6/15 6/15 7/15 7/15 8/15

Brent (L) CPO(R) (USD)

( (USDmn)

70 75 80 85 90 95 100 105 110 115

5/15 6/15 8/15

(D-3M=100) Copper Nickel Tin

80 85 90 95 100 105 110 115

5/15 6/15 7/15 8/15

Silver Gold Platinum

(8)

Table. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15

FINANCIALS

Bank Central Asia BBCA 13,200 325,446 0.4 -4.3 -2.2 12.3 19.6 17.8 4.2 3.6 23.3 21.5

Bank Mandiri Persero BMRI 9,100 212,333 3.4 -7.1 -9.5 -13.3 12.7 10.0 2.4 1.8 20.9 19.1

Bank Rakyat Indonesia Persero BBRI 10,025 247,308 3.4 -7.0 -4.3 -8.2 11.9 9.7 2.9 2.1 27.4 23.9

Bank Negara Indonesia Persero BBNI 4,630 86,343 2.7 -10.5 -15.4 -10.1 10.6 8.0 1.9 1.3 20.2 16.6

Bank Danamon Indonesia BDMN 3,700 35,463 -0.8 -14.5 -11.5 -5.4 16.7 11.3 1.3 1.0 8.1 8.9

CONSUMER

Gudang Garam GGRM 46,500 89,470 -0.4 -1.8 -2.3 -15.5 21.8 16.2 3.5 2.5 17.2 15.6

Indofood CBP Sukses Makmur ICBP 12,250 71,429 -0.4 -3.7 -2.0 16.7 29.3 23.0 5.4 4.4 19.5 20.2

Indofood Sukses Makmur INDF 6,175 54,219 6.5 2.9 -5.4 -13.3 18.9 13.4 2.4 1.9 16.0 15.2

Kalbe Farma KLBF 1,545 72,422 6.2 -6.9 -7.2 -5.2 41.6 31.4 9.1 6.8 23.6 22.4

Unilever Indonesia UNVR 37,100 283,073 3.8 -3.5 -8.1 15.9 43.0 45.7 53.6 56.9 129.6 127.6

AGRICULTURAL

Astra Agro Lestari AALI 19,650 30,944 6.2 -1.8 -24.1 -25.2 15.3 16.3 3.3 2.6 23.5 15.8

PP London Sumatera Indonesia LSIP 1,160 7,915 1.3 -13.1 -25.4 -43.1 14.1 10.4 1.8 1.1 13.7 11.2

Sawit Sumbermas Sarana SSMS 1,880 17,907 5.6 -2.6 -3.1 39.3 22.2 18.1 5.4 9.7 27.6 29.0

INFRASTRUCTURE

XL Axiata EXCL 2,555 21,823 8.3 -10.7 -21.9 -57.4 N/A 135.5 3.0 1.5 -6.1 1.2

Jasa Marga JSMR 5,400 36,720 4.9 -2.7 -6.5 -15.0 34.2 23.2 4.9 3.4 14.9 14.7

Perusahaan Gas Negara PGAS 3,410 82,664 5.9 -11.4 -16.5 -42.7 16.1 9.5 4.2 2.0 27.6 20.0

Tower Bersama Infrastructure TBIG 7,300 35,015 -0.3 -7.6 -18.4 -13.4 35.3 22.5 11.5 6.1 32.7 30.9

Telekomunikasi Indonesia TLKM 2,825 284,760 0.9 -3.6 -2.2 2.0 19.1 16.9 4.1 3.8 22.8 22.2

BASIC-INDUSTRIES

Semen Indonesia SMGR 8,850 52,494 2.3 -10.4 -21.7 -47.1 17.3 10.1 4.0 2.0 24.8 19.7

Charoen Pokphand Indonesia CPIN 2,050 33,616 7.9 -14.2 -24.1 -49.6 35.3 14.7 5.7 2.6 16.7 20.8

Indocement Tunggal Prakarsa INTP 19,075 70,219 5.1 -3.5 -9.3 -22.5 17.5 14.0 3.7 2.7 22.1 19.5

Japfa Comfeed Indonesia JPFA 379 4,040 3.8 -11.0 -28.5 -70.6 30.6 31.6 2.1 0.8 6.9 0.8

MINING

Indo Tambangraya Megah ITMG 9,550 10,791 0.5 -11.6 -16.2 -65.9 6.9 5.4 1.6 0.9 22.3 15.6

Adaro Energy ADRO 498 15,929 2.7 -16.3 -19.7 -61.2 15.0 6.0 1.0 0.4 6.5 6.0

Aneka Tambang ANTM 545 5,198 6.9 -11.4 -11.4 -56.2 N/A N/A 0.9 0.6 -6.3 -0.1

Vale Indonesia INCO 1,835 18,233 0.0 -8.0 -26.3 -55.2 17.2 11.1 1.6 0.7 9.8 7.0

Tambang Batubara Bukit Asam PTBA 5,300 12,212 1.9 -15.2 -24.8 -58.3 13.5 8.0 3.2 1.3 25.2 17.4

TRADE

United Tractors UNTR 19,200 71,619 -0.5 -0.5 0.0 -21.3 12.0 11.6 1.8 1.8 15.4 15.8

AKR Corporindo AKRA 5,775 22,752 2.2 -2.1 10.5 20.3 19.8 20.4 3.0 3.7 15.9 17.3

Global Mediacom BMTR 1,285 18,245 4.0 -2.3 13.7 -29.6 27.4 15.7 1.8 1.5 6.9 11.4

Matahari Department Store LPPF 17,200 50,188 1.9 -4.4 -0.6 7.7 30.9 26.6 246.5 42.4 N/A 274.0

Media Nusantara Citra MNCN 2,045 29,195 4.9 -5.5 10.2 -29.5 20.2 15.8 4.0 3.0 21.6 19.3

Matahari Putra Prima MPPA 2,640 14,198 1.5 -5.7 -14.4 -10.5 29.6 24.6 5.8 4.1 18.0 18.2

Surya Citra Media SCMA 2,735 39,990 9.4 0.2 -5.7 -30.6 35.2 25.8 14.9 10.2 47.0 41.1

Siloam International Hospital SILO 15,525 17,948 0.2 -6.5 9.1 10.9 253.1 176.2 9.6 10.3 3.8 5.5

PROPERTY

Bumi Serpong Damai BSDE 1,670 32,142 5.0 -7.2 -10.5 2.5 8.5 11.9 2.2 1.7 29.9 16.2

Adhi Karya ADHI 2,180 3,927 8.7 -3.8 -12.8 -31.6 19.3 10.2 3.6 1.9 19.7 19.3

Alam Sutera Relaty ASRI 452 8,882 6.1 -11.4 -19.3 -17.1 10.0 6.4 1.8 1.2 19.5 19.2

Ciputra Development CTRA 1,070 16,227 4.9 -3.6 -15.1 -13.4 14.4 11.5 2.6 2.0 19.2 18.0

Lippo Karawaci LPKR 1,075 24,809 -0.5 -5.7 -9.7 -11.9 9.1 14.7 1.5 1.4 17.9 10.7

Pembangunan Perumahan PTPP 3,840 18,595 3.6 -1.5 -5.2 57.7 32.5 25.9 7.2 5.6 24.3 25.2

Pakuwon Jati PWON 375 18,060 4.5 -7.6 -10.9 -16.3 9.9 9.6 4.0 2.3 50.1 26.1

Summarecon Agung SMRA 1,655 23,876 0.0 -7.0 -8.1 22.6 15.7 17.8 4.0 3.7 28.2 21.8

Wijaya Karya WIKA 2,665 16,388 8.1 -0.6 -15.4 -4.5 36.7 24.5 5.7 3.7 17.7 15.0

Waskita Karya WSKT 1,780 24,906 4.7 -2.2 -4.6 108.7 28.3 29.1 5.0 4.0 19.2 14.3

MISCELLANEOUS

(9)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 1,802.4 4.2 SRIL IJ 381 7,084 25.74

Mining 929.8 0.8 TINS IJ 595 4,431 6.25

Basic-Industry 361.4 3.7 SMAR IJ 5000 14,361 11.11

Miscellaneous Industry 1,109.8 4.9 SCMA IJ 2735 39,990 9.40

Consumer Goods 2,064.3 2.7 SRTG IJ 4910 13,321 9.11

Property & Construction 484.2 2.7 JKON IJ 910 14,841 8.3

Infrastructure 950.1 1.9 BTPN IJ 3250 18,981 8.33

Finance 667.8 2.0 EXCL IJ 2555 21,823 8.26

Trade 894.7 1.1 WIKA IJ 2665 16,388 8.11

Composite 4,584.3 2.3 ANJT IJ 1400 4,669 -

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

ASII IJ 5.4 6,400 EMTK IJ -7.9 10,500

UNVR IJ 3.8 37,100 UNTR IJ -0.5 19,200

BBRI IJ 3.4 10,025 GGRM IJ -0.4 46,500

BMRI IJ 3.4 9,100 SMMT IJ -5.6 1,700

PGAS IJ 5.9 3,410 ICBP IJ -0.4 12,250

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

1:30am EUR French Prelim GDP q/q 0.2% 0.6%

2:00am EUR German Prelim GDP q/q 0.5% 0.3%

2:45am EUR French Prelim Non-Farm Payrolls q/q 0.1% 0.0%

4:00am EUR Italian Prelim GDP q/q 0.3% 0.3%

4:30am GBP Construction Output m/m 2.4% -1.3%

5:00am EUR Final CPI y/y 0.2% 0.2%

5:00am EUR Flash GDP q/q 0.4% 0.4%

5:00am EUR Final Core CPI y/y 1.0% 1.0%

All Day EUR Eurogroup Meetings

8:30am CAD Manufacturing Sales m/m 2.3% 0.1%

8:30am USD PPI m/m 0.1% 0.4%

8:30am USD Core PPI m/m 0.1% 0.3%

9:15am USD Capacity Utilization Rate 78.0% 78.4%

9:15am USD Industrial Production m/m 0.3% 0.3%

10:00am USD Prelim UoM Consumer Sentiment 93.5 93.1

10:00am USD Prelim UoM Inflation Expectations 2.8%

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purpo sed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated co mpanies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any re sponsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any i naccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their office rs and employees may have a position,

Referensi

Dokumen terkait

Hit and Run yang terjadi pada BBTN kemarin, pada akhirnya berhasil mengembalikan posisi saham emiten tersebut pada area positif dan di tutup menguat 1.3% di level harga

Serupa dengan pola perdagangan pada sektor perdagangan, indeks sektor consumer pun berhasil melakukan pembalikan arah pada support 1,860.0 bergerak positif dan

Dalam rangka memenuhi kebutuhan berbuka puasa, orang mempunyai selera makan yang tinggi untuk menghabiskan seperti makanan bergizi, suplemen, dan makanan manis..

Melihat kembali pergerakan pasar yang cenderung naik (sebelum penurunan di tanggal 27 April), kami terkejut melihat sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang

Sebagaimana beberapa saham property yang mencatatkan penguatan di penutupan perdagangan kemarin, LPKR pun mengalami penguatan sebesar 3.0% dan ditutup pada harga

Pada saat yang sama, harga emas meningkat c.1,0% dikarenakan oleh ketidakpastian dan volatilitas pasar yang berlangsung lebih lama dari ekspektasi pasar membuat

Ditutup mendekati area Fibonacci retracement 2,000-2,100 setelah berhasil bergerak positif dari swing negatif di area 2,026.9, membuka peluang bagi sektor konsumsi untuk

Sementara signal golden cross MA(5,20) muncul pada perdagangan kemarin, dimana ADHI membukukan kenaikan 13.0% dengan ditutup pada level harga IDR2,180 serta jumlah