1
Indikator Pasar
Ulasan Pasar
Pergerakan IHSG
Market News Highlight
Source: BI, IDX, Bloomberg, Reuters, Chartnexus,
TrustOnline
Masih ada daya beli, IHSG menghijau...
Meski meninggalkan dua utang gap di 5076-5088 dan 5113-5127, laju IHSG masih nyaman berada di zona
hijau. Apalagi laju bursa saham Asia mampu berada di teritori positif sehingga menambah sentimen positif.
IHSG yang telah berada di area overbought pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk bertahan menghijau.
Pasca sempat sideways cenderung tertekan di awal sesi, pelaku pasar masih melakukan aksi beli sehingga
dapat mengantarkan IHSG kembali bertahan di teritori hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level
5168,27 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 5134,23 (level terendahnya) di awal sesi 1
dan berakhir di level 5168,27. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing
mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik
mencatatkan nett sell.
Estimasi Pergerakan IHSG
Pada perdagangan Kamis (14/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5130-5155 dan
resisten 5175-5182. White marubozu dekati upper bollinger band (UBB ). MACD mencoba golden cross
dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan kenaikannya.
Laju IHSG sempat berada di bawah target resisten (5143-5157) namun, mampu melewatinya seiring masih
maraknya aksi beli. Meski IHSG mampu melewati kekhawatiran pelemahan namun, ada baiknya tetap
mewaspadai potensi-potensi sentimen yang dapat menahan laju IHSG.
• Laju Rupiah berakhir melemah tipis setelah terimbas melemahnya Euro seiring penilaian masih
melambatnya pertumbuhan ekonomi di zona Euro. Angka inflasi Zona Euro yang melambat juga dinilai
ekonomi Eropa masih berjuang untuk terlepas dari perlambatan. Turunnya Yuan dan AUD seiring rilis
data-data ekonominya turut membuat laju Rupiah gagal melanjutkan kenaikannya. Laju Rupiah di bawah level
resisten 11650. Melemahnya sejumlah laju mata uang emerging market dan Eropa membuat US$ kian
kuat dan imbasnya pada melemahnya laju Rupiah. Tetap mewaspadai perubahan sentimen yang terjadi
(jika ada). Rp11691-11678 (kurs tengah BI).
• Turunnya angka new yuan loans, retail sales, dan industrial production China tidak langsung membuat laju
bursa saham China melemah, malah sebaliknya yang bergerak positif seiring perkiraan pemerintah China
nantinya akan mengucurkan stimulus untuk mengatasi perlambatan tersebut. Beda halnya dengan ASX
yang melemah di tengah positifnya rilis data-data ekonominya. Nikkei kurang lebih hampir sama seperti
bursa saham China yang menguat meski rilis data-data GDP nya mengindikasikan perlambatan.
• Positifnya rilis kinerja dari emiten EON SE., Swiss Life., dan Salzgitter AG. turut direspon positif pelaku
pasar sehingga laju bursa saham Eropa dapat berbalik positif. Sentimen positif kian bertambah dengan
rilisnya kenaikan inflasi Perancis, meningkatnya wholesale price index Jerman, dan keinginan BoE untuk
tidak terlalu cepat menaikkan suku bunganya. Kembali turunnya angka tingkat pengangguran dan
berita-berita positif emiten Inggris turut direspon positif pelaku pasar sehingga dapat mengimbangi rilis penurunan
industrial production Zona Euro dan turunnya claimant count change Inggris.
•
Rilis data MBA mortgage applications, penjualan ritel, dan business inventories AS yang di bawah estimasi
justru tidak membuat laju bursa saham AS melemah namun, sebaliknya melanjutkan penguatan.
Rendahnya rilis tersebut membuat persepsi akan ditundanya The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam
waktu singkat. Di sisi lain, turunnya index VIX dan berita-berita positif emiten turut direspon positif a.l
Amazon.com Inc., Vertex Pharmaceuticals Inc., InterMune Inc., dan lainnya.
2
www.trust.co.id
ACES akan tambah tiga gerai baru
PT Ace Hardware Tbk. (ACES) akan menambah tiga gerai baru lagi. Terbaru, akan membuka gerai
di Jalan A. P. Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan pada 16 Oktober, yang akan menjadi gerai
ke-108. Gerai ini akan stand alone (berdiri sendiri) karena berdiri di atas lahan 5.000 m². ACES
mengucurkan biaya investasi Rp 4 juta /m², atau sekitar Rp 20 miliar untuk gerai ini. Gerai di
Pettarani adalah gerai ke-4 di Makassar. Sementara itu, dua gerai baru lain yang juga akan dibuka
akan berlokasi di Tasikmalaya (Jawa Barat) dan Malang City Point (Malang, Jawa Timur). Hingga
Agustus 2014, ACES memiliki 107. Tahun ini, ACES menargetkan memiliki 110-115 gerai.
Diperkirakan rentang support 860-880 dan resistance 915-935. Doji star di MBB. RSI, William's %R,
dan Stochastic’s berbalik turun
Biaya eksplorasi ADRO 1H14 senilai US$1,65 juta
PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) mengeluarkan biaya eksplorasi periode Januari-Juli 2014 sebesar
US$1,65 juta. Realisasi biaya eksplorasi pada Juli 2014 tercatat sebesar US$222.952 dari anggaran
yang disediakan sebesar US$234.055. Adapun realisasi biaya eksplorasi secara YTD, tercatat lebih
tinggi dari anggaran yang disediakan. Realisasi hingga Juli mencapai US$1,659 juta dari anggaran
yang disediakan sebesar US$1,655 juta. Sementara itu, rencana pemboran periode Agustus 2014
terdiri dari tutupan dan paringin. Untuk tutupan, direncanakan akan dilakukan pengeboran eksplorasi
infill quality lubang inti oleh Geology sebanyak 11 titik dengan kedalaman 827 meter. Pengeboran
infill lubang terbuka kemudian dilakukan oleh Geology sebanyak 14 titik dengan kedalaman 2.285
meter. Diperkirakan rentang support 1235-1255 dan resistance 1300-1320. White marubozu di
bawah UBB. RSI, William's %R, dan Stochastic’s masih naik
Meski rugi, WIIM optimis 2H14 akan lebih baik
PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) optimis kinerja perusahaan akan kembali membaik pada Q3
dan Q4 tahun ini. Pada Q2-14 lebih baik dibandingkan dengan Q1-14. Pada semester II nanti, daya
beli masyarakat akan meningkat dan tren rokok dalam kondisi normal. Sepanjang 1H14, WIIM
membukukan rugi bersih senilai Rp53,4 miliar atau meningkat 32,5% dibandingkan dengan 1H13
yang senilai Rp79,2 miliar seiring dengan penurunan penjualan rokok sekitar 9,05% menjadi Rp 733
miliar dari perolehan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp806 miliar. Diperkirakan
rentang support 510-530 dan resistance 565-585. RSI, William's %R, dan Stochastic’s naik terbatas.
Pendapatan turun, OKAS dapat mendulang laba
Meskipun mengalami penurunan penjualan, laba PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS)
mengalami peningkatan signifikan yang merupakan sumbangsih dari geliat bisnis penyewaan alat
pengeboran (rig) dari anak usaha OKAS, PT Bormindo Nusantara. Hingga 1H14, perusahaan bahan
peledak itu membukukan pendapatan sebesar US$ 94,43 juta, turun 7,62% dari 1H13 yang
mencapai US$ 102,23 juta. Penurunan terjadi karena menurunnya permintaan amonium nitrat untuk
bahan peledak sebagai akibat melemahnya industri pertambangan terutama batubara yang saat ini
tertekan. Hingga 1H14, OKAS hanya memproduksi dan menjual amonium nitrat sebanyak 53.000
MT. Perolehan laba OKAS hingga 1H14 mencapai US$ 516.165, naik 170,43% dari 1H13 sebesar
US$ 190.865. Pada tahun 2014 ini, OKAS menargetkan pendapatan sebesar US$ 200 juta dan laba
bersih sebesar US$ 1 juta. Untuk mengatasi lesunya pasar bahan peledak dan jasa peledakan,
OKAS mencoba mempertahankan volume produksi dan penjualan melalui peningkatan pelayanan
secara menyeluruh termasuk pada jasa tambahan seperti blasting dan emulsi. Diperkirakan rentang
support 105-115 dan resistance 153-173 RSI, William's %R, dan Stochastic’s bergerak naik.
Laba MDRN turun
Setelah mendapatkan sanksi berupa peringatan tertulis I dari Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya
PT Modern International Tbk (MDRN) merilis laporan keuangan yang berakhir Juni 2014. Laba bersih
pemilik gerai 7-Eleven ini menyusut 11,8% dari Rp 35,65 miliar menjadi Rp 31,44 miliar. Penurunan
ini terjadi ketika penjualan bersih perusahaan justru meningkat. Penjualan bersih MDRN di enam
bulan pertama 2014 meningkat dari Rp 602,97 miliar menjadi Rp 702,75 miliar. Adapun,
kemerosotan laba bersih disebabkan membengkaknya sejumlah beban yang harus
ditanggung. Terutama, beban keuangan yang mencuat hingga 67,82% menjadi Rp 45,22 miliar.
Beban penjualan juga naik dari Rp 158,62 miliar menjadi Rp 176,35 miliar. Begitu juga, beban umum
dan administrasi yang melonjak dari Rp 30,19 miliar menjadi Rp 36,38 miliar.
Berita Emiten
Source: Chartnexus, t-online, & media online, diolah
UBB : Upper Bollinger Band | MBB : Middle Bollinger Band LBB : Lower Bollinger Band3
Stocks View
BoW : Buy on Weakness TB : Trading Buy TS : Trading Sell BAH : Buy And Hold
Code Open High Low Close Prev ∆% S1 S2 S3 Pivot R1 R2 R3 Spt Rst Rec PER
AALI 26,250 26,325 26,200 26,275 26,250 0.10 26,200 26,138 26,075 26,263 26,325 26,388 26,450 26,200 26,388 TS 22.31 BWPT 1,130 1,140 1,105 1,110 1,130 -1.77 1,103 1,086 1,068 1,121 1,138 1,156 1,173 1,103 1,156 BoW 41.90 LSIP 2,045 2,070 2,040 2,040 2,045 -0.24 2,028 2,019 1,998 2,049 2,058 2,079 2,088 2,028 2,079 TS 18.28 SIMP 905 915 895 905 905 0.00 895 885 875 905 915 925 935 895 925 TS 24.70 SSMS 1,345 1,360 1,345 1,350 1,345 0.37 1,340 1,335 1,325 1,350 1,355 1,365 1,370 1,340 1,365 TS 12.57 ADRO 1,270 1,285 1,270 1,285 1,265 1.58 1,270 1,263 1,255 1,278 1,285 1,293 1,300 1,270 1,293 TB 11.36 ANTM 1,250 1,255 1,245 1,245 1,250 -0.40 1,243 1,239 1,233 1,249 1,253 1,259 1,263 1,243 1,259 TS 21.14 ELSA 725 725 720 725 725 0.00 723 719 718 724 728 729 733 723 729 TS 19.73 HRUM 2,180 2,185 2,155 2,175 2,160 0.69 2,163 2,144 2,133 2,174 2,193 2,204 2,223 2,163 2,204 TS 11.62 INCO 4,035 4,100 4,020 4,100 4,035 1.61 4,028 3,984 3,948 4,064 4,108 4,144 4,188 4,028 4,144 TB 51.67 ITMG 27,550 28,100 27,500 28,000 27,400 2.19 27,475 27,188 26,875 27,788 28,075 28,388 28,675 27,475 28,388 TB 10.69 MEDC 3,390 3,515 3,390 3,515 3,390 3.69 3,390 3,328 3,265 3,453 3,515 3,578 3,640 3,390 3,578 SoS 17.02 PTBA 12,500 12,700 12,450 12,700 12,400 2.42 12,475 12,338 12,225 12,588 12,725 12,838 12,975 12,475 12,838 TB 12.36 TINS 1,470 1,475 1,455 1,460 1,460 0.00 1,455 1,445 1,435 1,465 1,475 1,485 1,495 1,455 1,485 TS 15.83 CPIN 4,000 4,070 3,985 4,070 3,985 2.13 3,993 3,946 3,908 4,031 4,078 4,116 4,163 3,993 4,116 TB 24.03 MAIN 3,115 3,160 3,115 3,160 3,115 1.44 3,115 3,093 3,070 3,138 3,160 3,183 3,205 3,115 3,183 TB 19.12 JPFA 1,270 1,300 1,270 1,290 1,260 2.38 1,265 1,253 1,235 1,283 1,295 1,313 1,325 1,265 1,313 TB 17.01 INTP 24,575 24,675 24,550 24,600 24,575 0.10 24,525 24,475 24,400 24,600 24,650 24,725 24,775 24,525 24,725 TS 17.20 SMGR 16,725 16,750 16,575 16,725 16,650 0.45 16,638 16,519 16,463 16,694 16,813 16,869 16,988 16,638 16,869 TS 16.64 SMCB 2,895 2,920 2,865 2,865 2,875 -0.35 2,853 2,831 2,798 2,886 2,908 2,941 2,963 2,853 2,941 TS 19.01 ARNA 1,010 1,015 1,010 1,015 1,010 0.50 1,010 1,008 1,005 1,013 1,015 1,018 1,020 1,010 1,018 TS 26.69 ASII 7,700 7,725 7,650 7,725 7,650 0.98 7,675 7,625 7,600 7,700 7,750 7,775 7,825 7,675 7,775 TB 14.62 GJTL 1,775 1,790 1,760 1,775 1,770 0.28 1,760 1,745 1,730 1,775 1,790 1,805 1,820 1,760 1,805 TS 29.19 IMAS 4,350 4,355 4,345 4,350 4,300 1.16 4,345 4,340 4,335 4,350 4,355 4,360 4,365 4,345 4,360 TB 27.32 AUTO 3,900 3,905 3,900 3,905 3,925 -0.51 3,900 3,898 3,895 3,903 3,905 3,908 3,910 3,900 3,908 TS 17.16 AISA 2,465 2,485 2,450 2,460 2,460 0.00 2,445 2,430 2,410 2,465 2,480 2,500 2,515 2,445 2,500 TS 19.19 GGRM 54,300 55,200 54,200 55,050 54,400 1.19 54,175 53,688 53,175 54,688 55,175 55,688 56,175 54,175 55,688 TB 21.53 ICBP 10,450 10,575 10,450 10,500 10,375 1.20 10,413 10,369 10,288 10,494 10,538 10,619 10,663 10,413 10,619 TB 26.68 INDF 7,125 7,125 7,075 7,125 7,100 0.35 7,100 7,063 7,050 7,113 7,150 7,163 7,200 7,100 7,163 TS 24.66 KLBF 1,650 1,650 1,615 1,630 1,640 -0.61 1,623 1,601 1,588 1,636 1,658 1,671 1,693 1,623 1,671 TS 36.95 ROTI 1,240 1,255 1,220 1,220 1,230 -0.81 1,213 1,199 1,178 1,234 1,248 1,269 1,283 1,213 1,269 TS 47.53 ULTJ 3,880 3,895 3,880 3,890 3,895 -0.13 3,878 3,871 3,863 3,886 3,893 3,901 3,908 3,878 3,901 TS 35.07 UNVR 31,375 32,000 31,250 32,000 31,350 2.07 31,313 30,906 30,563 31,656 32,063 32,406 32,813 31,313 32,406 TB 40.80 ADHI 3,195 3,220 3,170 3,185 3,195 -0.31 3,165 3,143 3,115 3,193 3,215 3,243 3,265 3,165 3,243 TS 10.37 ASRI 535 545 530 545 535 1.87 533 524 518 539 548 554 563 533 554 TB 9.93 BSDE 1,630 1,630 1,615 1,630 1,620 0.62 1,623 1,611 1,608 1,626 1,638 1,641 1,653 1,623 1,641 TS 9.42 CTRA 1,230 1,235 1,215 1,235 1,220 1.23 1,223 1,209 1,203 1,229 1,243 1,249 1,263 1,223 1,249 TB 15.92 CTRS 2,450 2,470 2,450 2,460 2,450 0.41 2,445 2,438 2,425 2,458 2,465 2,478 2,485 2,445 2,478 TS 10.62 CTRP 790 795 785 790 790 0.00 785 780 775 790 795 800 805 785 800 TS 9.93 LPKR 1,205 1,220 1,200 1,220 1,205 1.24 1,203 1,191 1,183 1,211 1,223 1,231 1,243 1,203 1,231 TB 17.96 LPCK 8,425 8,650 8,425 8,600 8,425 2.08 8,400 8,300 8,175 8,525 8,625 8,750 8,850 8,400 8,750 TB 9.31 SSIA 770 820 765 820 765 7.19 768 739 713 794 823 849 878 768 849 SoS 6.25 WIKA 2,775 2,815 2,765 2,790 2,765 0.90 2,758 2,736 2,708 2,786 2,808 2,836 2,858 2,758 2,836 TB 23.27 WSKT 875 895 875 875 875 0.00 865 860 845 880 885 900 905 865 900 TS 17.50 EXCL 5,800 6,000 5,750 6,000 5,775 3.90 5,775 5,638 5,525 5,888 6,025 6,138 6,275 5,775 6,138 SoS 39.93 INDY 710 715 705 710 710 0.00 705 700 695 710 715 720 725 705 720 TS -12.17 ISAT 3,910 3,930 3,885 3,885 3,905 -0.51 3,875 3,858 3,830 3,903 3,920 3,948 3,965 3,875 3,948 TS -9.22 JSMR 6,250 6,350 6,250 6,350 6,250 1.60 6,250 6,200 6,150 6,300 6,350 6,400 6,450 6,250 6,400 TB 27.72 PGAS 5,925 5,950 5,850 5,950 5,925 0.42 5,888 5,819 5,788 5,919 5,988 6,019 6,088 5,888 6,019 TS 12.00 TLKM 2,795 2,800 2,760 2,785 2,780 0.18 2,770 2,745 2,730 2,785 2,810 2,825 2,850 2,770 2,825 TS 15.95 BBCA 11,750 11,775 11,625 11,750 11,700 0.43 11,675 11,575 11,525 11,725 11,825 11,875 11,975 11,675 11,875 TS 18.34 BBNI 5,125 5,150 5,075 5,150 5,125 0.49 5,100 5,050 5,025 5,125 5,175 5,200 5,250 5,100 5,200 TS 9.41 BBRI 10,925 10,925 10,800 10,925 10,900 0.23 10,863 10,769 10,738 10,894 10,988 11,019 11,113 10,863 11,019 TS 10.74 BDMN 3,865 3,920 3,865 3,910 3,865 1.16 3,860 3,835 3,805 3,890 3,915 3,945 3,970 3,860 3,945 TB 9.78 BMRI 10,350 10,500 10,350 10,500 10,500 0.00 10,350 10,275 10,200 10,425 10,500 10,575 10,650 10,350 10,575 TS 11.67 PNBN 880 895 875 885 870 1.72 873 864 853 884 893 904 913 873 904 TB 8.51 AKRA 4,680 4,800 4,675 4,800 4,675 2.67 4,678 4,614 4,553 4,739 4,803 4,864 4,928 4,678 4,864 TB 26.01 BHIT 370 373 369 371 370 0.27 369 367 365 371 373 375 377 369 375 TS 325.88 BMTR 1,820 1,825 1,790 1,825 1,815 0.55 1,805 1,780 1,770 1,815 1,840 1,850 1,875 1,805 1,850 TS 36.62 SCMA 3,920 3,950 3,915 3,940 3,910 0.77 3,913 3,896 3,878 3,931 3,948 3,966 3,983 3,913 3,966 TB 31.76 MAPI 5,150 5,275 5,125 5,275 5,100 3.43 5,138 5,056 4,988 5,206 5,288 5,356 5,438 5,138 5,356 TB 38.99 MNCN 2,900 2,905 2,845 2,900 2,900 0.00 2,870 2,828 2,810 2,888 2,930 2,948 2,990 2,870 2,948 TS 21.13 MPPA 2,835 2,950 2,830 2,950 2,830 4.24 2,833 2,771 2,713 2,891 2,953 3,011 3,073 2,833 3,011 SoS 27.19 MYRX 605 610 600 610 610 0.00 603 596 593 606 613 616 623 603 616 TS 0.00 RALS 1,045 1,050 1,030 1,035 1,040 -0.48 1,030 1,020 1,010 1,040 1,050 1,060 1,070 1,030 1,060 TS 21.89 UNTR 23,675 24,400 23,650 24,400 23,675 3.06 23,663 23,281 22,913 24,031 24,413 24,781 25,163 23,663 24,781 TB 15.09 VIVA 270 291 270 284 268 5.97 267 258 246 279 288 300 309 267 300 SoS 170.08 Target properti Infranstrukur Keuangan Perdagangan Agrikultur Pertambangan Industri Dasar Aneka Industri Konsumer