BAB 150.
MENTERI INTI KESEDJAHTERAAN RAKJAT MULJADI DJOJO MARTONO:
§ 1890. Jang Mulia Saudara Ketua Dewan Perantjang Nasional, hadirin dan hadirat jang saja hormati, saja merasa gembira pagi hari ini men dapat kehormatan untuk berbitjara didepan. Sidang Depernas jang mulia ini dan kesempatan ini akan saja pergunakan untuk sekadar membitjarakan usahausaha kearah kesedjahteraan rakjat, jang sudah, sedang dan akan dikerdjakan sesuai dengan harapan Ketua Jang Mulia pada kami beberapa waktu jang lalu.
Akan tetapi sumbangan fikiran ini kami batasi pada bidang jang di serahkan oleh Paduka Jang Mulia Presiden/Perdana Menteri kepada kami pada waktu pengangkatan mendjadi Menteri Inti Kesedjahteraan Rakjat. § 1891. Didalam Undangundang Dasar Bab XIV pasal 33 terdapat suatu istilah jang mirip dengan bidang jang dibebankan kepada Menteri Kesedjahteraan Rakjat, jakni „Kesedjahteraan Sosial”. Pasal 33 ini tidak dapat mendjadi landasan langsung bagi tugas kami, akan tetapi dapat didjadikan pokok pedoman bagi usahausaha kesedjahteraan dan kehidup Wismo saja artikan, kami artikan rumah, dus saja kira Saudara.Poer wokoesoemo akan sependapat dengan kami, seseorang dari leluhur kita dahulu kalau menggambarkan orang jang hidup lajak, bukan minimaal atau maksimaal, seharusnja mempunjai rumah (wismo). Minimaal eis ja bukan, maksimaal eis ja bukan, tetapi tidak termasuk seseorang gelandangan, dus mempunjai wismo (rumah).
Wanito tidak berarti an sich de vrouw, tetapi wanito dalam arti jang luas jakni rumahtangga, Saudarasaudara. Sebaiknja seseorang jang hidup lajak itu mempunjai rumah dan rumahtangga.
Ketiga turonggo. Turonggo ini boleh diartikan pengangkutan pada djaman dulu leluhur kita, orang lakilaki itu kalau sudah berkuda, naik kuda, inilah djantan namanja, tetapi sekarang tidak lagi begitu. Oleh karena itu, turonggo hares diartikan tumpakan, voertuig, paling minimum speda, sjukur bromfiets, setidaktidaknja volkswagen.
Ini bare lajak bangsa Indonesia kembali kepada kepribadian sendiri, mempunjai rumah, getrouwd, rumahtangga, beranak bini, bersuami dan mempunjai bromfiets, andaikata.
Paling, paling kukilo, ini sebenarnja berarti perkutut Saudarasaudara, a la Djawa Tengah, tetapi bukan hanja otjehotjehan, bunjibunjian, radio pun termasuk kukilo. Dus punja wismo, punja rumah, punja rumah tangga, mempunjai volkswagen dan mempunjai radio dirumahnja. Ini gambaran jang sangat minimum daripada leluhur kita.
Jang kelima tjurigo, ini adalah alat, wapen/gaman. Djadi kita ini hidup dalam revolusi, dengan kembalinja Undangundang Dasar 1945, sedikitnja harus mempunjai stengun, tidak untuk merampok, tetapi un tuk mendjaga diri, Saudarasaudara.
§ 1892., lni kalau saja atau kami boleh meneliti hidup jang lajak, kese
djahteraan rakjat Indonesia kembali kepada kepribadiannja sendiri se sedikitnja digambarkan oleh leluhur kita tidak tertulis didalam suatu kitab — jang dilarang nantinja akan uitgelegd oleh salah suatu professor seperti biasa oleh Jang Mulia Saudara Ketua kita, tapi diwariskan dari ajah, dari embah, dari tjanggah, dari bujut, dari wareng sampai kepada tidak tahu darimana asalnja, tetapi setiap bangsa Indonesia jang betul betul mengikuti dari dulu, sedjak dahulu sampai sekarang,mengerti apa habisnja, artinja wismo, wanito, turonggo, kukilo dan tjurigo.
lni sekedar untuk memberikan suatu landasan bagi kami sendiri, bagaimana akan mengembalikan kesedjahteraan rakjat ini dalam bentuk pribadi bangsa Indonesia.
§ 1893. Sedangkan begrip sosial Saudarasaudara jang saja hormati; dalam hubungan kesedjahteraan rakjat, pun lain pengertian kami de ngan pengertian Plato, dengan pengertian Aristoteles, dengan pengertian Compte dan lain sebagainja jang menamakan sosiologi itu adalah kemas jarakatan dan lain dengan pengertian pudjanggapudjangga Barat.
Oleh karena itu, kami pun mentjari bahanbahan kuno jang sekiranja dapat dan tjotjok dengan djiwa pribadi bangsa Indonesia, jang masih tulen, belum ketjampuran seperti banjakbanjak diutarakan oleh Bung Karno, dari Barat kita mesti mentjari dari mana sumbernja begrip, begrip masjarakat didalam bangsa sendiri, maka saja/kami menemui suatu utjapan jang elok didalam bahasa Kawi, nanti Insja Allah akan saja ter
Angsung pangan wong kaluwen, disini letaknja program. Kabinet Kerdja, sandangpangan dari istilah kuno jang saja ambil dari aweh sandang wong kawudan, memberi pakaian kepada orang jang tidak berpakaian, angsung pangan wong kaluwen, memberi makan kepada orang jang kela paran. Aweh dan angsung artinja sama.
Pasal tiga, paring banju wong kasatan, memberi air seteguk – se perti jang ada dimedja Saudarasaudara sekalian ini— kepada orang jang haus, sehingga sampai sekarang ini mendjadi tradisi — djikalau Saudarasaudara jang saja muliakan sedikit kepedalaman, akan melihat ditiaptiap muka perumahan. jang seketjilpun, diwarungwarung, diko plakan, ada kendi atau gentong jang berisi air, tidak untuk situanrumah
Aweh kudung wong kepanasan, memberi sedikit alingaling kepada orang jang kena terik matahari (kepanasan).
Angsung. pajung wong kudanan, siapa jang kehudjanan diberinja eblekeblek atau pajung, bersama berdua.
Paring taken wong kelunjon, orang jang akan tergelintjir diberikan sebuah tongkat. Ini pekerdjaan sosial Saudarasaudara.
Karya sukaning prihatin, menghibur orang jang susah. Saja namakan karya sukaning prihatin kalau belum, kemarin sudah saja gerakkan di Departemen Sosial, dipekerdjaan sosial saja njatakan bentuklah suatu panitia untuk mendjodohkan kaum wanita dan kaum pria didalam Departemen ini satu sama lain mendjadi ada penghubungannja. Kalau Depernas belum, saja persilakan mengadakan panitia seksi jang utama. Ini pekerdjaan jang utama Saudarasaudara.
Karya sukaning prihatin dan ini pekerdjaan sosial, tidak bisa di dekritkan, tidak bisa dibikin undangundang, karena harus timbul dari djiwa hati masjarakat jang sosialistis a la Indonesia. Pekerdjaan jang panting bagi leluhur kita ialah mendjodohkan sex jang satu dengan jang: lain dengan ichlas, djudjurtidak ada pengharapan apaapa.
korban bandjir, menolong kepada ini, menolong kepada itu, memberi gedung, memberi subsidi untuk orang jang kena fitnah, semuanja diberes kan oleh Departemen Sosial, a la Sosialisme Indonesia.
§ 1895. Kalau ini kurang benar bahkan saja minta perhatian dari pada Saudarasaudara Anggota Dewan Perantjang Nasional jang lebih pandai dan lebih tjerdik daripada Menteri;Sosial, dalam hal ini saja per
silahkan nanti didalam mengadjukan pertanjaanpertanjaan tertulis, djuga nasehatnasehat, akan kita terima dengan perantaraan Jang Mulia Saudara Ketua.
§ 1896. Menurut rantjangan peraturan Presiden tentang tugas Men terimenteri Negara dan Departemendepartemen Pemerintahan jang oleh Kabinet telah — botch saja katakan — disetudjui, dapat kami djelaskan, bahwa tugas Menteri Intl Kesedjahteraan Rakjat adalah:
a. mempersiapkan, mengatur dan mengawasi pelaksanaan kebidjak sanaan umum Pemerintah mengenai kesedjahteraan rakjat.
b. mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugastugas pokok De partemen Kesehatan, Departemen $osial dan Departemen Agama.
a. mengatur, melaksanakan, mengkoordinir dan mengawasi kegiatan kegiatan untuk memadjukan dan mempertinggi taraf kehidupan sosial, memupuk, memelihara dan mempertinggi nilai mental, moral dan kesusilaan masjarakat dan meringankan penderitaan rakjat karena bentjana atau sebabsebab lain.
b. mengatur, mengawasi, menjus'un dan memelihara badanbadan sosial. temen Sosial jang ditimbulkan, ditumbuhkan sedjak tanggal 19 Agus tus 1945, djadi Departemen Sosial dalam Republik Indonesia ini bukan warisan Hindia Belanda Saudarasaudara, tetapi eigen product dari bangsa Indonesia, senantiasa membimbing dan mengikutsertakan masjarakat setjara aktif, sehingga swadaja masjarakat bersamasama dengan Peme rintah dapat dirasakan manfaatnja disegala bidang sosial. Sebab kami pertjaja dengan kegiatan sepihak sadja, tidak akan dapat dibangun suatu masjarakat sedjahtera seperti jang kita idamidamkan bersama, terutama karena anggaran jang tersedia bagi Departemen Sosial selalu dibawah 1 procent dari seluruh Anggaran Belandja Negara, djadi dibawah 1 pro cent, bahkan tahun ini 0,6 procent sadja. Dan dengan sendirinja tidak akan memberikan tjukup kekuatan untuk melaksanakan tugas jang se
luas itu. Usahausaba ini digerakkan setjara luas merata sampai kedesadesa berdasarkan swadaja rakjat sendiri, bimbingan dan mengikutsertakan masjarakat setjara aktif dapat terwudjud dalam: a. Lembagalembaga Sosial Desa, jang dengan bimbingan dan dorongan Departemen Sosial rakjat didesadesa dapat menghidupkan dan meng gerakkan inisiatifnja sendiri setjara gotongrojong untuk mempertinggi tarap kehidupannja.
§ 1898. Dapat kami laporkan disini, bahwa kini telah ada lebih ku rang 13.000 Lembagalembaga Sosial Desa jang dapat dikatakan mem berikan harapan baik dan masih akan lebih disempurnakan lagi.
Sebagai tjontoh dapat dikemukakan disini, kegiatan Lembaga So sial Desa dalam Kabupaten Pekalongan Saudarasaudara, jang telah mempunjai kekajaan lebih kurang Rp.7.822.000.— dalam simpanan uang, bahan makanan, perumahan rakjat, sekolahan, langgar, lumbung dan lainlain.
Disini kami lampirkan beberapa dokumen jang tentunja oleh Deper nas nanti akan dipergandakan, diperbanjak untuk Saudarasaudara dan terdapat disana nanti beberapa belas ribu Lembaga Sosial Desa jang telah kami tjantumkan didalam lampiran itu.
Begitu djuga kegiatan Lembaga Sdsial Desa di Growong, Kabupaten Bogor, 60 kilometer dari Bogor, jang dengan djalan gotongrojong dan kedjudjuran pimpinan dapat pula membangun desanja jang kini memiliki kekajaan tjukup lumajan. Kami sendiri telah pernah mehindjau, jakni pada tahun 1955 desa Growong, 60 kilometer dari Bogor itu, kemiskinannja sangat hebat, sehingga harus diadakan djaminan dari Departemen Sosial pada waktu itu, setiap bulannja Rp.10.000,— sekarang dengan selfhelp, selfsupporting dengan segala matjamnja sampai tidak ada rumah gedeg didalamnja, jang penduduknja hanja 1883 manusia lakilaki dan wanita, tidak ada seorang djanda jang tidak bekerdja, semuanja membikin genteng, membikin bata dan areng, jang keseluruhannja setjara gotongrojong di djual atau dipakai, untuk rumahrumahnja. Sekarang rumahnja gedung semua.
Adjaib Saudarasaudara, dalam waktu empat tahun setjara sosialis a la Indonesia itu, dapat mereka orang jang masih primitif, pemimpinnja seorang kijai jang ditaati, komando dari kijai itu is wet voor die kerels dan mereka itu taat kepada apa jang diperintahkan oleh Bapak Kijai jang satu ini; maling tidak ada, gelandangan tidak ada, rumah setengah batu semua, raja lihat dan selalu membangun. Hanja satu mereka tidak bisa membuat djembatan jang agak lumajan dilampaui oleh kereta atau oleh otonja Menterimenteri. Nah ini, mereka minta bantuan kepada kami supaja disediakan satu djembatan jang lajak, penghubung desa Growong dengan Ketjamatannja.
§ 1899. 2. Selain dalam bentuk Lembaga Sosial Desa, usahausaha mengikutsertakan rakjat, Saudarasaudara, untuk bersamasama mem beri pertolongan dan bantuan kepada usahausaha sosial, dapat dikemuka kan disini adanja beberapa jajasan swasta disampingnja Departemen Sosial, badanbadan jang lain, jang menghimpun uang untuk ikut serta mengalir
kan bantuan masjarakat jang legal, usahausaha amal untuk umum, so sial, kesehatan, pendidikan para kurban bentjana alam, bandjir dan lain lainnja, berwudjudkan jajasan dana bantuan,. jajasan dana sosial Dan ada lagi satu jang baru kita temui jakni Totalisator Nasional jang dengan persetudjuan Presiden, maka kita soak semua undian jang bersifat toto, melainkan itu jang kami idjinkan kepada K.O.I. (Komite Olympiade Indonesia), jang sudah berdiri sedjak di Djokja, kita berikan idjin untuk berdjudi setjara terpimpin, berdjudi terpimpin.
Ja, perlu semuanja harus terpimpin Saudarasaudara, djuga undian harus kita pimpin supaja sebagian daripada keuntungannja bisa kita per gunakan untuk membantu usaha sosial umum, kesehatan, pendidikan, kor ban bentjanabentjana alam dan lain sebagainja.
§ 1900. Usaha memupuk dan mempertinggi mental moral dan kesusi laan masjarakat dilaksanakan pertamatama dengan rakjat banjak dalam bentuk panitiapanitia, jang diantaranja melaksanakan kegiatan dalam pentjegahan, pendjagaan anggota masjarakat dari perbuatan jang menje satkan, jang melanggar kesusilaan dan lainlain. Kita sangat erat hubungan ga mereka merelakan bahwa hari sosial bersama dirajakan dengan hari ibu tanggal 20 Desember dan sampai kepada tanggal 22 Desember.
§ 1901. Disamping itu Saudarasuadara, diadakan djuga usahausaha reha bilisasi bagi para penderita tjatjat, karena kelahiran, lemah ingatan, karena korban revolusi, kekatjauan pemberontakan dan lainlain, dari keadaan tidak produktip mendjadi produktip kembali sehingga para penderita dapat berpartisipasi lagi dalam pembangunan masjarakat setjara penuh dan aktip.
Usaha rehabilisasi djuga dilaksanakan terhadap penderita gangguan sosial, seperti jatimpiatu, orangorang gelandangan dan lainlain pen derita tjatjat mental dan physiek jang dilaksanakan didalam pantipanti asuhan, pantikarja tersebar diseluruh Indonesia.
Saudarasaudara nanti akan dapat melihat dari lampiran jang segera akan kami madjukan kepada Jang Mulia Ketua nanti.
Usaha pembudajaan sukusuku jang hidupnja masih terasing, sudah sedjak lama diusahakan kearah penjusunan masjarakat jang teratur dan bertempat tinggal tetap, tidak lagi sebagai nomaden dan sebagainja.
§ 1903. Perlu ditjatjat disini, bahwa dalam bulan ini atas usaha Deper lain ditudjukan pada soal pembudajaan sukusuku jang hidup terasing, research tentang ruparupa problim sosial, bait setjara Minis maupun didalam
b. Bimbingan dan penjuluhan sosial Saudarasaudara, mempergiat usaha agar supaja kesadaran dan swadjaja masjarakat dalam bidang sosial te rus berkembang dan penambahan Lembaga Sosial Desa (L.S.D.) dalam planning kita sedikitnja pada achir tahun 1965 50.000 desa harus sudah mempunjai lembaga sosial desa merata diseluruh Indonesia.
Memberikan bantuan uang untuk stimulans, pelaksanaan berbagai usaha gotongrojong antara lain mendirikan Balaibalai permufakatan Lem baga Sosial Desa pada tingkatan Ketjamatan, Kabupaten dan Provinsi.
Mendirikan trainingcentra untuk kaderkader Lembaga Sosial Desa (L.S.D.) didaerahdaerah jang sudah madju dalam gerak Lembaga Sosial Desa (L.S.D.).
c. Usahausaha dalam bidang kesedjahteraan anak, keluarga dan masjarakat, mendirikan berbagai matjam pilotprojects dengan tudjuan untuk memperbaiki mutu technik pelaksanaan dan atau merintis djalan bagi sesuatu usaha baru.
Kebun pemuda untuk rekreasi dan pendidikan jang telah kita tjoba di Kebajoran Lama ada kurang lebih 10 a 13 hektare tanah kita bell, kita dja dikan kebun pemuda, „margaguna” dan disana diadakan satu rekreasi zaal untuk pertemuan para pemuda terpimpin, pertemuan tidak liar, tapi kita pimpin, diarahkan kemana, dengan ada muzikzaal, dengan ada satu lapangan untuk berolah raga dan disampingnja bertjotjok tanam, akan membawa tangan jang berguna bagi kita supaja anakanak itu didalam libur berrekreasi disana, terpimpin tentang mentalnja, kita omschakel se hingga sebagai manusia Indonesia jang tulen dan nantinja bisa menghibur dirinja dalam gedung Marga. Guna di Kebajoran Lama itu.
Antara lain sistim usaha anak dalam lingkungan keluarga, pun kita menitipkan anakanak didalam lingkungan keluarga, nantinja tidak lagi akan dipelihara, terpelihara semuanja di PantiPantiAsuhan, tapi hanja Palembang barangkali salah satu tempat didaerah Indonesia jang sudah mendjalankan hal itu, anak jatim piatu tidak ditampung dalam Panti Asuhan tapi diserahkan kepada keluarga seperti anak mereka sendiri.
d. Penampungan rehabilisasi orangorang gelandangan jang telah ki ta tjoba didalam lampiran jang nanti Saudara Ketua Jang Mulia akan me lihat dan Saudarasaudara sekalian berapa pertjobaanpertjobaan seperti di Bleder/Djawa Tengah dekat Kendal, di Tjengkareng didaerah Djakar ta Raja kita tampung beratusratus orang gelandangan dad segala matjam untuk dididik disana, diberi djaminan dan sesudahnja itu disalurkan ke.
Djatiluhur atau ditransmigrasikan keluar Djawa atau dikembalikan kepada desadesanja, djikalau mereka memang mempunjai sanaksaudara dan ti dak begitu terlantar, seperti halnja paham gelandangan ala Barat dan biasa nja orangorang gelandangan di Djakarta itu menurut Wall Kota sendiri menerangkan, mereka dapat suratdjalan dari Lurah desanja masingma sing untuk mengemis di Ibu Kota Djakarta.
Ini suratdjalan resmi Saudarasaudara, mengemis itu pekerdjaan jang istimewa di Djakarta, lalu.dilarang oleh Departemen Sosial plus Polisi dan
Militair, mereka itu ditangkap, ada jang dikembalikan, dilatih seperti di Rieder djuga dan ada pula diantaranja djuga gelandangan jang memang georganiseerd; dan sekarang ini Alhamdullillah dengan kerdja sama dengan Komando Militair Kota Besar (K.M.K.B.) Djakarta Raja 600 manusia sudah dapat diasramakan di Tjengkareng.
Sistim balai tetangga, terutama dikotakota besar akan kita kerah kan dalam plan 5 tahun itu dan ada lagi usaha kemasjarakatan pembudajaan terhadap orang sukusuku jang hidup terasing, Saudara tindjau sadja di Riau, didekat provinsi kita jang masih berdollar itu, ada suku laut jang hidup menjendiri, tidak merasa bahwa mereka itu manusia dan ini sudah mulai kita dekati sedjak Menterimenteri Sosial jang dulu sudah dibikin suatu asrama, tetapi mereka tidak mau menempati asrama itu, rumah nja diatas air Saudarasaudara. Siang dan malam terasing dari bangsa Indonesia jang lain. Ini akan kita dekatkan kepada pahainpaham Pantja Sila, Undangundang Dasar 1945, Demokrasi Terpimpin dan sosialisme a la Indonesia. Mudahmudahan berhasil dalam djangka 5 tahun ini.
Ini tipisch Solo kenapa ditaruh di Solo, saja sendiri tidak mengerti, karma tumpah darah saja dulu kenapa tidak di Bandung (tempatnja Bapak Sanusi Hardjadinata) tetapi itu di Solo dan dengan Dr Soeharso jang sangat tidur mimpi dengan R.C.nja itu, sehingga satusatunja expert didalam hal rehabilitasi penderita tjatjat ialah Dr Soeharso ini jang wereldberoemd sehingga diundang kemanamana dan menerima siswasiswa dari luar ne geri. Satusatunja , jang dibanggakan oleh Departemen Kesehatan, bahwa dokter Indonesia memberi peladjaran kepada dokterdokter Barat menge nai rehabilitasi Centrum ini.
§ 1905. Memperluas dan menjempurnakan pusatpusat pendidikan dan pengadjaran kegunaan bagi orangorang tunanetra (orangorang buta), di Bandung sudah kita ambit alih jaitu Zoogenaamde Blinden Instituut ka rena para pengurusnja tidak kuat lagi membiajainja, maka Pemerintah lalu mengambilalih dan untuk sementara Blinden Instituut (usaha tunane tra) di Bandung itu diambilalih oleh Pemerintah, sampai pada waktunja kita djandjikan, kalau panitianja sudah sanggup menerima lagi kita kem balikan sekedar dengan subsidi dari Pemerintah sadja.
Usahausaha tunanetra ini di Bandung ada, Pemalang, Muntilan, Su menep, Kandangan, Samarinda, Den Pasar, Ternate, Lolong — kalau tidak keliru di Sumatera Barat—dan Pungei di Sumatera Utara. Semuanja pendidikan tunanetra.
Kalau Saudarasaudara jang mulia sudah pernah melihat, sjukur kalau belum bisa mengikuti melihat bagaimana rasa didalam hati, waktu kami di Bandjarmasin menindjau tunanetra jang baru 6 bulan kita beri instru men musik, dalam waktu 6 bulan mereka sudah berani keluar didalam sa lah satu arena. Memang orangorang tunanetra itu biasanja lebih tjerdas gerajangannja daripada kita jang melihat ini. Ininja landep sekali, (Dengan menundjukkan djari)tadjam sekali, dan dari pegangannja itu mereka mengetahui, . ini djarinja Pak Menteri. Apa tandanja ? Op gevoel. Waktu saja salaman, siapa ini, Pak Menteri katanja. Angetnjalain katanja. Itu kata orang tunanetra.
Mengadakan usahausaha. rehabilitasi terhadap orangorang penderi ta penjakit djiwa, penjakit kusta dan lainlain.
Usahausaha pembukaan lapangan kerdja bagi mereka jang telah lu lus dari rehabilitasi antara lain melalui sheltered work shop. Sudah ada di Solo, mereka bikin suatu bengkel dan lain sebagainja jang disokong peru mahannja oleh Jajasan Dana Bantuan dan keachliannja oleh Departemen departemen jang lain, sehingga mereka merasa kembali kemasjarakat, se hingga ada seorang pemuda penderita tjatjat (kakinja jang satu sudahpalsu) dapat mendjadi supir (dapat diploma djuga). Ini, sangat menggembirakan
Di Malang, buat jang rendah, di Bandjarmasin buat jang rendah dan menengah.
Mendirikan kursuskursus kedjuruan sosial dilainlain tempat. Dalam planning djuga diseluruh Indonesia ditiaptiap tempat di propinsi, mudah mudahan dapat kita nanti sesudahnja, bidangbidang sosial ini kita serah kan didalam daerahdaerah Otonoom Atjeh, Medan, Sumatera Selatan, Djawa Barat, Djawa Tengah, Djawa Timur, Bandjarmasin, jang lain belum. Di Nusa Tenggara belum, di Sulawesi belum dan di Kalimantan jang lain djuga belum kita serahkan kedalam daerah otonomi daerah swatantra sen diri, karena memang seperti halnja di Nusa Tenggara propinsinja sadja be lum terbentuk, dus oleh karena itu nantinja kita bagi dalam 3 bagian. Dan ini perlu diadakan satu objek tersendiri jang mendjadi tanggung djawab daerahdaerah otonomi.
Bimbingan terhadap organisasiorganisasi sosial Swasta dalam rangka Demokrasi Terpimpin.
a. Menjelenggarakan musjawarahmusjawarah dan konperensikon perensi jang kita pimpin.
b. Membentuk Badan Kerdja Saran jang sekarang telah ada.
c. Memberikan bantuan keuangan dan tenaga untuk keperluankeper luan tersebut diatas, mensubsidi jatimpiatu, mensubsidi rumah rumah kerdja, pantipanti karya dan lain sebagainja.
Dan petundjukpetundjuk dimana perlu daripada kita sehingga tidak sedikit djumlahnja anakanak jatimpiatu, ada 3 orang sekarang jang sudah akan mendjadi Ir, satu di Bandung, satu orang akan mendjadi Dr, djuga disini di Djawa Barat dan satu lagi akan mendjadi pilot Saudara saudara. Kalau Saudara nanti sedjiwa dengan saja, saja itu djiwanja lemah. pula terhadap anak jatimpiatu, oleh karena itu saja mendjadi Menteri So sial Saudarasaudara. Tidak boleh Menteri Sosial itu keras dan kedjam. Itu tidak boleh. Ahli Ekonomi sadja tidak boleh, karena Menteri Sosial itu harus memberi tok. Djadi harus lemah, djuga kepada anak jatimpiatu.
Kalau Saudara melihat anakjatim jang kita pimpin beberapa tahun sudah mendjadi tjalon Ir, mau menangis, seperti melebihi kalau saja me saudara, seperti halnja kalau Saudarasaudara semua bersama Bapak Jang Mulia Prof. Dr Mr Mochamad Yamin mendapat satu eere saluut dari Presidenmu, ini gandjarannja kan lebih dari tjaptjay saru piring. Waktu mendengarkan eere saluut pada SaudaraSaudara, saja bukan Anggota De wan Perantjang Nasional salaman sama Wakil Ketua III, salaman sama Pak Ukar dan salaman kepada….oh, Wakil Ketua II tidak ada. Saja ikut senang itu eere saluut Saudarasaudara. Ini bagi saja Menteri Sosial melihat anak jatim mendjadi tjalon Ir. Sekian mengenai sosial.
§ 1906. Sekarang boleh kami teruskan Saudara Ketua Jang Mulia jang mengenai kesehatan. Sesungguhnja didalam Undangundang Proklamasi 1945 tidak ada situ pasalpun jang menjinggung bidang kesehatan. Namun diinsjafi oleh Pemerintah bahwa bidang kesehatan ini merupakan pokok kehidupan masjarakat untuk mentjapai kesedjahteraan, maka oleh Peme rintah kini djuga telah dibentuk suatu Rentjana Undangundang tentang kesehatan rakjat jang telah diterima oleh Kabinet Inti dan akan segera di madjukan kepada Dewan Perwakilan Rakjat Saudarasaudara.
Oleh karena tidak adanja pengakuan mengenai kesehatan didalam Undangundang Dasar, maka oleh Pemerintah telah diambil faham dari Konstitusi World Health Organization (W.H.O.) jang lebih luas dari faham jang biasanja dianut oleh umum, seorang barulah dapat dikatakan benar benar sehat kalau orang itu memiliki kesedjahteraan badan, rochani dan sosial jang sempurna dan tidak hanja keadaan jang bebas dari penjakit, tjatjad dan kelemahan.
§ 1907. Usaha Pemerintah dalam bidang kesehatan ditudjukan kearah pengertian ini, maka kiranja sangat luaslah tugas itu, oleh karenanja dirasa perlu dibentuk suatu Departemen chusus jang dulu oleh Pemerintah Hindia Belanda hanja merupakan suatu bagian sadja dari Departemen Onderwijs en Eredienst (O.&E.), gezondheid adalah bagian jang ketjil dari Departemen Onderwijs en Eredienst pada waktn pendjadjahan.
§ 1908. Adapun rentjana pembangunan jang kini sedang disusun oleh Departemen Kesehatan dapatlah disadjikan sebagai berikut: (Bundel lam pirannja sudah kami haturkan dan tadi sudah diberi terima kasih oleh Jang Mulia Saudara Ketua).
a. Pentjegahan dan pemberantasan penjakit terdiri atas usahausaha sebagai berikut:
4. Organisasi kesehatan dalam masjarakat (Kesehatan Masjarakat Desa, Pendidikan Kesehatan pada Rakjat) dan lainlain (Urban dan Rural Health).
Usahausaha ini memerlukan: (a) Research
(b).Rentjanarentjana pelaksanaan
(c) Pendidikan chusus
2. Memperbanjak paberikpaberik produksi bahanbahan pembantu assem bling. (Pabrik botol, karton, plastik, ampul dan lainlain). Terdapat dalam lampiran Saudara nanti kalau ada waktunja diperiksa sebaik baiknja.
3. Membentuk paberikpaberik obat dengan bahan dari Dalam Negeri.
4. Mendirikan paberikpaberik besar sebagai antibiotika, hormon dan lainlain.
Untung besar dalam Panitia ini, didalam Anggota ini Saudara mendapat kanNjonja Dr Subandrio, salah seorang jang aktif tidak sadja, tetapi djuga madju sekali mengenai planning. Djadi Saudarasaudara bisa nanti bitjarabitjara dengan beliau jang ada sebagai Anggota jang ter hormat ini.
5. Mempergunakan tanamtanaman obatobat dalam negeri dalam produk si, seperti jang kits sudah lihat di Tawangmanggu, ja Djenderal, itu ada tanamtanaman kita jang bisa dibikin untuk obat njamuk, untuk obat obat ini dan itu, sehingga tidak perlu import lagi terlalu banjak bulk jang dari luar negeri. Dan ini didalam plan lima tahun diterangkan sampai kepada ongkosongkosnja, kalau bisa disetudjui oleh Pemerin tah dan diterima baik oleh Parlemen dan ada fulusnja, tentu akan dilak
Pembasmian malaria sadja Saudarasaudara jang saja muliakan me merlukan biaja Rp. 3 miljard sebagai counterpartfund.
Vaksinasi pentjegah: tjatjar, cholera, typhus sudah berdjalan baik, teta pi masih djauh dari sempurna.
Vaksinasi pentjegah: tetanus, kinkhoest, diphteri, polio belum baik atau belum dimulai, tetapi harus dapat dilaksanakan dalam djangka waktu 57 tahun jang akan datang.
Perbaikan nilai makanan Rakjat, Saudarasaudara;
Imbangan Protein harus ditjapai setjepattjepatnja. Protein atau protein batjaannja terserah pada Iidah masingmasing. dan usahausaha Swasta. Didalam usaha itu setidaktidaknja harus ada
raming: ibu dan Anak. Sekarang baru ditiaptiap Kabupaten, tidak semua mempu njai gedunggedung demikian, tetapi seharusnja setiap Ketjamatan harus ada sebuah poliklinik dengan Balai Kesedjahteraan Thu dan Anaknja.
§ 1909. Rentjana pembangunan Farmasi, dipersilakan melihat surat Nota Seksi Obatobatan dari Departemen Kesehatan kepada Dewan Pe rantjang Nasional, Saudara Ketua Jang Mulia, tanggal 8 Desember 1959.
Djangka pendek: Intensifikasi assembling obatobat jang bahannja diimpor sebagai bulk. Intensifikasi dan pembangunan industri obatobat jang bahannja sekarang sudah ada, inelusif vaccin & sera.
Djangka pandjang atau sedang: Perluasan industri obatobat dengan menggunakan hasilhasil kimia dasar jang sekarang masih belum ada. Pem buatan pabrikpabrik antibiotica. Dalam sektor pembalut dan plester perlu segera dikerahkan mesinmesin jang ada untuk produksi maksimum (benang) dan perluasan pabrikpabrik sesuai dengan keperluan rakjat. Pabrik plester perlu segera didirikan berlubung dengan kebutuhan jang banjak dan untuk menghemat pemakaian pembalut.
Kami harus memperhitungkan, bahwa kebutuhankebutuhan obat obat makin lama (akin meningkat. Buat Amerika Serikat katanja 64 dollard per persoon. Tidak hanja penduduk bertambah dengan 1,5 djuta sedikitnja setahun, tetapi djuga berhubung dengan kemadjuan pengetahuan umum mengenai perlunja obatobat.
Distribusi obatobat dalam waktu sekarang perlu dilaksanakan setjara efficient dengan melalui garis jang sependekpendeknja, sedapatdapatnja dari import atau pabrik langsung keapotikapotik dan poliklinikpoliklinik. Dalam isinja ini, Saudarasaudara, kalau nanti ada pertanjaan, bagaimana tjaranja Pemerintah akan memurahkan obatobat, ini djawabnja sudah.
Departemen Kesehatan saja sendiri mengikuti, sudah diadakan dan akan, sedang diadakan.
Djumlah importir dan pedagang besar jang terlalu banjak harus di salurkan kepada pembuatan apotikapotik baru. Laba harus dikurangi labanja para importir itu —, sehingga harga obat mendjadi rendah (target: Anggota jang mulia Depernas. Malah saja minta petundjuk kalau begitu, bagaimana baiknja, begini, begini, begini.
Rentjana pembangunan rumah sakit umum besar provinsi 300 djuta, rumah sakit umum ketjil Kewedanaan 1.500 djuta, poliklinik dan laborato rium 200 djuta, djumlah 2 miljard.
Rentjana pendidikan kurang lebih .a miljard, pabrikpabrik assembling
½ miljard, pabrikpabrik barn miljard, pabrikpabrik antibiotica 1 miljard, djumlahnja kurang lebih 2 miljard untuk djangka waktu 5 tahun itu, dan oleh karena itu, dalam djangka 5 tahun nanti Departemen Kesehatan membutuh kan 7,3 miljard, kalau ingin menjehatkan rakjat daripada seluruh Indonesia ini.
Dan gambaran jang lebih tegas dan lebih detail Saudara Jang Mulia nanti dapatkan dari lampiranlampiran jang sudah kita sediakan.
§ 1910. Saudara Ketua jang Mulia, sekarang kami meningkat, kalau tidak jang terpenting, seperti keputusan Saudara bersama jang saja sudah mendengar dari Saudara Sekertaris Djenderal Pak Hutasoit, maka soal mental adalah punt pertama daripada Saudarasaudara Ddpernas, maka datang artinja kami menerangkan soal Departemen Agama.
Departemen Agama Saudara Ketua Jang Mulia, sebagai salah satu instansi jang termuda diantara ketiga Departemen itu, jang ada didalam lingkungan Koordinasi Menteri Kesedjahteraan Rakjat kami, baik tua umur maupun pengalamannja didalam pemerintahan, mempunjai tugas jang tidak kurangkurang pentingnja, kalau tidak kami namakan jang ter
penting, jang tidak berdasarkan ketulusan, jang berdasarkan kerohanian dan kementalan namanja.
Diantara sebabsebab adanja Departemen Agama dalam Pemerintahan Republik Indonesia ialah guns memenuhi kewadjiban Pemerintah terhadap UndangUndang Dasar pasal 29, jang menerangkan bahwa :Negara berda sar Ke Tuhanan Jang Maha Esa" dan negara mendjamin kemerdekaan tiaptiap penduduk untuk memeluk agamanja masingmasing dan untuk beribadah menurut agama dan kepertjajaannja itu.
Teranglah bahwa lapangan pekerdjaan Departemen Agama ialah me ngurus segala halihwal jang bersangkutpaut dengan agama dalam arti seluasluasnja.
Pada zaman pendjadjahan Hindia Belanda dulu segala soal jang ber talian dengan keagamaan langsung atau tidak langsung diurus dibawah pengawasan beberapa djawatan, misalnja oleh pamongpradja (pengang katan penghulu, anggbta Raad van Agama, urusan mesdjid, zakat fitra, hadji, perkawinan, pengadjaran agama dan lainlain), sedang organisasi dan pekerdjaan Mahkamah Islam Tinggi dengan Raad agamanja, penasihat pengadilan oleh Departemen Justisi; Adapun Kantoor voor Inlandse zaken pada waktu itu mendjadi penasehat Pemerintah Hindia Belanda dalam hal keagamaan jang seluasluasnja. Sedang urusan agama Kristen mengenai Gredjagredja, pendetapendeta dan rama pastoorpastoor jang dibiajai oleh Pemerintah, diselesaikan oleh bahagian Eredienst dari Departemen Onderwijs en Eredienst dulu. Dengan adanja Departemen Agama dalam negara Republik Indonesia ini Saudarasaudara, semuanja jang tersebut itu tadi diurus oleh saw instansi sadja ialah Departemen Agama. Segala agama masuk didalamnja. Dengan Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 1949 jungto nomor 8 tahun 1950 jang berkalikali telah mendapat perubahan dan telah dirumuskan tugas kewadjiban Departemen Agama, diantara lain, lapangan pekerdjaan Kementerian Agama tidak sedikit melaksanakan asas Ketuhanan Jang Maha Esa, mendjaga bahwa tiaptiap penduduk mem punjai kemerdekaan untuk memeluk agamanja, membimbing, menjokong, memelihara, mengembangkan aliran agama jang sehat. Menjelenggarakan, memimpin, mengawasi pendidikan agama disekolahsekolah negeri. Me mimpin, menjokong serta mengamatamati pendidikan dan pengadjaran dimadrasahmadrasah dan perguruanperguruan agama jang lainlain.
§ 1911. Mengadakan pendidikan guruguru dan hakim agama. Menje lenggarakan segala sesuatu jang bersangkutpaut dengan pengadjaran rocha ni kepada Anggotaanggota tentara, rumahrumah pendjara dan tempat tempat lain jang dipandang perlu.
Mengatur, mengerdjakan dan mengamatamati segala jang bersang kutan dengan pentjatatan nikah, rudjuk dan talak bagi orang Islam. Mem beri bantuan materiil untuk perbaikan dan pemeliharaan tempattempat beribadah, mesdjid, geredja, tempat pedanda di Bali. Itu; djuga termasuk lingkungan dari Departemen Agama, jang baru sadja kita beri satu asrama untuk kijaikijai para pedanda di Ubud tidak ketjil biajanja, hampir satu djuta Saudarasaudara.
Mengurus, menjelenggarakan dan mengawasi segala sesuatu jang ber sangkutan dengan peradilan agama dan Mahkamah Islam Tinggi.
Menjelidiki dan menentukan, mendaftarkan dan mengawasi pemeli haraan wakafwakaf.
Mempertinggi ketjerdasan umum dalam hidup bermasjarakat dan hidup beragama
Kalau tugas ini disimpulkan maka ada 3 perkara:
a. Mengatur, mengawasi dan melaksanakan peribadatan serta mekaksana kan hukumhukum dan peradilan keagamaan dan segala sesuatu jang berhubungan dengan itu.
b. Mengatur, mengawasi dan menjelenggarakan usahausaha pendidikan, pengadjaran dan penjiaran agama.
c. Menjusun, memelihara badanbadan jang diperlukan untuk menjeleng garakan tugastugas tersebut dengan ketentuan perumusan tugas ke wadjiban tersebut, maka fungsi Departemen Agama dalam Pemerintah Republik Indonesia merupakan pendukung dan pelaksana utama dari pada asas Ketuhanan Jang Maha Esa, sila pertama dari filsafah Pantja Sila.
§ 1912. Adapun pelaksanaan tugas tersebut dikerdjakan oleh 4 Djawatan, jakni Djawatan Urusan Agama, Djawatan Pendidikan Agama, Djawatan Penerangan Agama dan Djawatan Peradilan Agama, jang masingmasing mempunjai instansi vertikal sampai kedaerahdaerah.
Selama kurang lebih 13 tahun Departemen Agama telah melalui be berapa phase, jaitu phase restorasi, unifikasi, reorganisasi, uniformasi dan lain sebagainja jang sedjak tahun 1955 sudah dapat melaraskan pemba ngunan dalam bidangbidang perkantoran, peralatan, pengangkutan serta personalia jang tjukup mempunjai skill dalam tugastugasgja masingmasing. § 1913. Untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dalam pengadjaran aga ma disekolahsekolah menengah negeri, mama diusahakan berdirinja Per guruan Tinggi Agama Islam Negeri (P.T.A.I.N.) di Djokja dan Akademi Dinas Ilmu Agama (A.D.1.A) di Kebajoran Djakarta, jang rentjananja kedua perguruan tinggi ini baik di Djokjakarta maupun di Djakarta akan dipersatukan mendjadi satu Universitas Islam Negeri.
Senapas dengan usaha Departemen Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan Saudarasaudara, dalam menjelenggarakan sekolahsekolah wadjib heladjar, maka Departemen Agama setelah mengadakan pembitiara an berulangulang telah mengadakan pula madrasah wadjib beladjar jang pada phase pertama ini bare membantu kurang lebih 2000 Madrasah dengan djumlah bantuan jang belum seberapa.
Dalam lapangan peribadatan, Departemen Agama dalam planning lima tahun jang pertama ini antara lain mengadakan usaha penjempurnaan didalam perdjalanan ibadah Hadji, jang pada pokoknja menghilangkan badanbadan swasta, didalam penjelenggaraannja jang semestinja hanja diurus oleh badan resmi sadja, jakni dengan pengeluaran penetapan Menteri Agama nomor 36 tahun 1959 pada tanggal 15 Agustus 1959, dengan tidak diberinja wewenang mengurus hadji kepada Panitia Hadji Indonesia (P.H.I.).
kembali beberapa peraturan Menteri mengenai Panitia Kas Mesdjid (P.K.M). penting bagi masjarakat beragama di Indonesia, jaitu Undangundang Perkawinan.
Konsolidasi dan penjempurnaan dalam lapangan pendidikan, penga djaran dan penjiaran agama dengan beaja 5,6 miljard dalam lima tahun itu, penjempurnaan perlengkapan kantorkantor sadja 0,9 milijard, djuga untuk daerahdaerah jang sekarang banjak mengalami kerusakan, kelandjutan gedunggedung dan lain sebagainja 1 miljard. Pembangunan alat perhu bungan darat sungai serta perdjalanan dinas kurang lebih hanja 0,2 miljard, dus djumlah semuanja 7 .miljard 200 djuta rupiah, Saudarasaudara jang
saja muliakan.
§ 1914. ltulah kurang lebih isinja, pertanggungan djawab bukan, tetapi saransaran kami kepada Saudarasaudara, jang Depernas tidak kurang pentingpentingnja dengan kedudukan Kabinet maka jang merantjangkan itu semuanja, maka dengan ini sebelum saja sudahi tjeram'ah saja atau ke terangan saja jang serba pendek, jang banjak hilaf didalamnja karena saja melihat kalau tentang perkara hukumhukum itu banjak juristen seperti
Saudara Mr. Sudarisman Purwokusumo, Saudara Prof. Mr Djokosutono jang tidak datang pada hari ini dan lainlain. Kalau didalam perkara agama, saja lihat kijaikijai dari Ponorogo dan kijai Muslich jang tidak boleh di abaikan pandangannja selalu kesajangannja membantukan, begini pekerdjaan kita didalam pemerintahan sedapat mungkin setjara djudjur. Tetapi pokok semuanja dapat tertjapai kalau kita bersauna ini baik Merited maupun pegawai nja semua sudah diretool djiwanja, mentalnja mendjadi orang jang djudjur dan ichlas tidak memiliki sesuatu prosen dari apotik atau dari importir, itu baru selesai saja kira. Kalau itu belum, maka saja sangat setudju sekali sekalipun tidak diminta oleh Saudarasaudara atas planning Saudara, bahwa mentale omsehakeling masuk bidang jang pertama daripada Depernas.
Saja dengar kemarin waktu nderek Presiden itu saja manggutmanggut dalam hall, tetapi disini tidak, saja setudju itu, bahwa mental harus nomor satu. Lainnja itu scundair bagi saja. Orang boleh pintar mendjadi Mr, Prof., Dr, Kijai, Hadji, tetapi kalau mentalnja mbako Saudarasaudara, retool sadja, retool sadja sudah.
Sekian, terima kasih Jung Mulia Ketua !