• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KASUS Impetigo Bulosa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KASUS Impetigo Bulosa"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

II.. LLAAPPOORRAAN N KKAASSUUSS A.

A. IdeIdentntitaitas s PaPasiesienn  Nama

 Nama : An. MS: An. MS JJeenniis s KKeellaammiinn : : PPeerreemmppuuaann U

Ussiiaa : : 5 5 bbuullaann A

Aggaammaa : : IIssllaamm T

Taangnggagal Pl Pememereriiksksaaaann : 2: 27 M7 Mararet et 202077 M

Meett!!""e Ae Annaammnneessiiss : A: Allll!!aannaammnneessiis #s #iibbuu$$

B.

B. AnAnamamnenesisiss .

. KeKellu%u%an an UtUtamamaa

&epu%'lepu% berisi (airan) terasa gatal "an

&epu%'lepu% berisi (airan) terasa gatal "an n*eri "i "aera% ketiak kiri.n*eri "i "aera% ketiak kiri. 2.

2. +i+i,a*,a*at Peat Pen*n*akiakit Sekt Sekararangang

Pasien "iantar ibun*a ke Puskesmas 2 -atura"en pa"a %ari Senin) 27 Maret 207 Pasien "iantar ibun*a ke Puskesmas 2 -atura"en pa"a %ari Senin) 27 Maret 207  pukul

 pukul 0.00 0.00 I- "engan I- "engan kelu%an kelu%an lepu%'lepu% lepu%'lepu% *ang *ang berisi (airan berisi (airan pa"a pa"a le%er "an le%er "an pun"ak pun"ak  kir

kiri i se/se/ak ak   %ar%ari i *an*ang g lallalu. u. AA,,aln*aln*a a timtimbul bul binbintitik k ke(ke(il il berberisi (airaisi (airan n *an*ang g kemkemu"iau"iann mem

membesabesar. r. -eb-eberaerapa pa gelgelembembung ung su"su"a% a% pe(ape(a% % "en"engan gan sensen"ir"irin*in*a a "an "an menmengelgeluaruarkankan (airan kekuningan

(airan kekuningan. . -ekas pe(a%an -ekas pe(a%an gelembgelembung ung tersetersebut mengering "an but mengering "an timbtimbul ul sisisisik k tipistipis "i sekitar bekas luka. Se/ak 

"i sekitar bekas luka. Se/ak  %ari ini pasien men"erit%ari ini pasien men"erita "emam) batuk) a "emam) batuk) "an pilek. Untuk "an pilek. Untuk  meng!bati kelu%an tersebut pasien su"a% memberikan be"ak gatal namun ti"ak kun/ung meng!bati kelu%an tersebut pasien su"a% memberikan be"ak gatal namun ti"ak kun/ung membaik.

membaik. .

. +i+i,a*,a*at Pat Pen*en*akiakit 1t 1a%a%ululuu a.

a. +i,+i,a*aa*at kelut kelu%an *a%an *ang samng sama sebea sebelumlumn*a "in*a "isansangkalgkal  b.

 b. +i,a*at sakit kulit "isangkal+i,a*at sakit kulit "isangkal (.

(. +i+i,a*,a*at at alalerergi gi "i"isasangkngkalal .

. +i+i,a*,a*at Peat Pen*n*akiakit Kelt Keluaruargaga a.

a. +i,+i,a*aa*at kelut kelu%an *a%an *ang samng sama "enga "engan pasan pasien "iien "isansangkalgkal  b.

 b. +i,a*at sakit kulit "isangkal+i,a*at sakit kulit "isangkal (.

(. +i+i,a*,a*at at alalerergi gi "i"isasangkngkalal 5.

(2)

Pasien tinggal bersama ke"ua !rang tuan*a. Pasien merupakan anak tunggal. Akti4itas  pasien lebi% ban*ak "i"alam ruma% bersama ibun*a.

C. Pemeriksaan Fisik  . Status eneralis

Kea"aaan umum : -aik  

Kesa"aran : 6!mp!s mentis Antr!p!metri : --:  kg) T-: 85 (m

Vital Sign : Na"i : 98;menit Perna<asan : 2 ;menit Su%u : 7.5=6

Kepala : Mes!(%epal) simetris) rambut %itam) "istribusi merata Mata : K!n/ungti4a anemis #';'$) sklera ikterik #';'$

>i"ung : Simetris) "e4iasi septum #'$) sekret #'$) "is(%arge #'$ Telinga: Simetris) sekret #'$) "is(%arge #'$

Mulut : Muk!sa bibir "an mulut lembab) sian!sis #'$) Tengg!r!kan : T ? T tenang) ti"ak %iperemis

&e%er : 1alam batas n!rmal T%!ra : Ti"ak "ilakukan Jantung : Ti"ak "ilakukan Paru : Ti"ak "ilakukan

Ab"!men : Ti"ak "ilakukan

Kelen/ar eta% -ening : ti"ak teraba pembesaran.

3kstremitas : Akral %angat) e"ema ) sian!sis 2. Status 1ermat!l!gis

a. &!kasi

+egi! <a(ialis) (!lli) aillaris) bra(%ii) <!ssa p!plitea) manus) pe"is "etra et sinistra.  b. 3<l!resensi

@esikel'bula %ip!pi!n "iatas kulit eritema berbatas tegas "engan er!si) krusta "an skuama pa"a bula *ang su"a% pe(a% "i le%er "an pun"ak kanan.

(3)

ambar . Status 1ermat!l!gis

D. Pemeriksaan Penunjang

Ti"ak "ilakukan pemeriksaan penun/ang.

E. Resume

Pasien "iantar ibun*a ke Puskesmas 2 -atura"en pa"a %ari Senin) 27 Maret 207  pukul 0.00 I- "engan kelu%an lepu%'lepu% *ang berisi (airan pa"a le%er "an pun"ak kiri se/ak  %ari *ang lalu. A,aln*a timbul bintik ke(il berisi (airan *ang kemu"ian membesar. -eberapa gelembung su"a% pe(a% "engan sen"irin*a "an mengeluarkan (airan. -ekas  pe(a%an gelembung tersebut mengering "an timbul sisik tipis "i sekitar bekas luka. Se/ak 

%ari ini pasien men"erita "emam) batuk) "an pilek. Untuk meng!bati kelu%an tersebut pasien su"a% memberikan be"ak gatal namun ti"ak kun/ung membaik. Pasien belum perna% mengalami kelu%an *ang sama sebelumn*a. Pasien ti"ak memiliki ri,a*at alergi. Keluarga ti"ak perna% mengalami kelu%an seperti pasien. +i,a*at pen*akit kulit "an alergi pa"a keluarga /uga "isangkal.

F. Diagnosis Kerja Impetig! -ul!sa . Diagnosis Banding . Pem<igus 2. Impetiginenisasi . Tinea sirsinata !. Penata"aksanaan . Me"ikament!sa

a. Antibi!tik !ral : Am!i(illin S*r   00 mg

 b. Antibi!tik t!pikal: Mupir!sin 2 (. Antipiretik: Parasetam!l s*r  75 mg 2. N!n me"ikament!sa

(4)

 b. K!mpres Na6l pa"a bula *ang su"a% pe(a% . 3"ukasi

a. Memberikan in<!rmasi mengenai pen*akit pasien.

 b. Memberikan e"ukasi kepa"a pasien untuk menggunakan !bat se(ara teratur "an tetap k!ntr!l.

(. Memberikan e"ukasi kepa"a pasien untuk ti"ak menggaruk "an meme(a%kan gelembung

". Men(ega% timbuln*a luka untuk meng%in"ari in<eksi sekun"er  e. Memberikan nutrisi *ang baik "an (ukup

<. Men/aga kebersi%an "iri "an lingkungan g. Istira%at *ang (ukup

I. Prognosis

Bu! a" 4itam : a" b!nam Bu! a" <un(ti!nam : a" b!nam Bu! a" sanati!nam : a" b!nam

(5)

#IN$AUAN PUS#AKA

%.& De'inisi

Impetig! bul!sa;4esik!bul!sa;(a(ar m!n*et a"ala% pen*akit in<eksi pi!genik akut kulit *ang mengenai epi"ermis super<isial) bersi<at sangat menular. Impetig! sering men*erang anak' anak terutama "i tempat beriklim panas "an lembap. 1itan"ai !le% lepu%'lepu% berisi (airan kekuningan "engan "in"ing tegang) terka"ang tampak %ip!pi!n #Imalig*) 205$.

Impetig! merupakan pera"angan super<isialis *ang terbatas pa"a bagian epi"ermis *ang "isebabkan !le% in<eksi bakteri Staphylococcus, Streptococcus, atau ke"uan*a. Impetig! bul!sa  biasan*a lebi% sering "isebabkan karena in<eksi bakteri Staphylococcus aureus. &esi *ang timbul "apat ter/a"i pa"a tempat *ang n!rmal atau pa"a tempat *ang sebelumn*a perna% terkena trauma. Impetig! biasan*a /uga merupakan pen*akit pen*erta # secondary infection$ "ari  pe"i(ul!sis) skabies) in<eksi /amur "an pa"a insect bites. Ter"apat 4esikel *ang biasan*a ti"ak 

mu"a% untuk mengalami ruptur kemu"ian *ang k%as "ari 4esikel ini 4esikel tersebut biasan*a membesar men/a"i bula. 1i "alam bula tersebut a,aln*a mengan"ung (airan *ang /erni%  ber,arna kuning) *ang kemu"ian beruba% ,arna men/a"i lebi% gelap) serta lebi% ber,arna kuning ke%itaman. Setela% ' %ari lesi ini biasan*a akan ruptur "an meninggalkan krusta *ang tipis) ber,arna (!kelat terang) "an satu lagi *ang k%as pa"a pen"erita impetig! bul!sa a"ala% %ip!pi!n #>ara%ap) 2000C 1/uan"a) 2007C -e%es%ti) 2007$.

%.% E(idemio"ogi

Impetig! ter/a"i "i seluru% negara "i "unia "an angka ke/a"iann*a selalu meningkat "ari ta%un ke ta%un. 1i Amerika Serikat impetig! merupakan 0 "ari masala% kulit *ang "i/umpai  pa"a klinik anak "an terban*ak pa"a "aera% *ang /au% lebi% %angat) *aitu pa"a "aera% tenggara

Amerika. 1i Inggris ke/a"ian impetig! pa"a anak sampai usia  ta%un seban*ak 2) perta%un "an )8 pa"a anak usia 5'5 ta%un. Sekitar 70 merupakan impetig! krust!sa. Impetig! "apat ter/a"i pa"a semua ras. &ebi% sering "i/umpai pa"a laki'laki) "an pa"a usia 2 sampai 5 ta%un. Impetig! bul!sa paling sering "i/umpai pa"a ne!natus "an ba*i) 90 kasus anak "i ba,a% 2 ta%un #6!le) 2007C !l<< et al.) 2007$.

(6)

Impetig! bul!sa "isebabkan !le% Staphylococcus aureus *ang merupakan pat!gen primer   pa"a impetig! bul!sa "an ecthyma. Dakt!r pre"isp!sisi antara lain:

a$ >igiene buruk 

 b$ Menurunn*a "a*a ta%an tubu%) misaln*a karena malnutrisi) anemia) pen*akit kr!nik) ne!plasma ganas) "an "iabetes mellitus

($ &ingkungan k!t!r "an musim panas "engan ban*ak "ebu

"$ Tela% a"a pen*akit lain "i kulit *ang mengakibatkan kerusakan epi"ermis) se%ingga <ungsi kulit sebagai pelin"ung akan terganggu "an memu"a%kan ter/a"in*a in<eksi #1/uan"a) 2007C -e%es%ti) 2007$.

Patomekanisme

Impetig! 4esik!bul!sa "isebabkan !le% eks!t!ksin Staphylococcus aureus *ang masuk  melalui kulit terluka akan men*ebabkan lepasn*a a"%esi "ermis super<isial *ang menimbulkan lepu% "an men*ebabkan terkelupasn*a kulit "engan membela%n*a sel granular epi"ermis. Pr!ses epi"erm!lisis ini akan "igantikan (airan ser!sa se%ingga membentuk bula. -ula %ip!pi!n bisa ter/a"i karena ke%ilangan "ari kemampuan a"%esi sel *ang "iakibatkan karena a"an*a eks!t!ksin A *ang beker/a pa"a "esm!glein I tersebut. 1esm!glein I ini berperan "alam mengatur pr!ses a"%esi sel. M!lekul'm!lekul eks!t!ksin tersebut beker/a sebagai antigen serin biasa *ang beker/a se(ara l!kal "an mengakti<kan sel lim<!sit T. 3ks!t!ksin ini /uga akan mengalami k!agulasi) "i mana t!ksin tersebut akan tetap terl!kalisasi pa"a bagian atas "ari lapisan epi"ermis "engan mempr!"uksi <ibrin t%r!mbus. Karena impetig! terbatas %an*a pa"a epi"ermis "an ti"ak  men(apai bagian *ang lebi% "alam) umumn*a pasien %an*a mengelu% gatal tanpa "isertai n*eri #>anaka,a) 2002C &e,is) 20C Imalig*) 205$.

Pa"a impetig! bul!sa) epi"ermis terpisa% tepat "i bagian ba,a% stratum granul!sum se%ingga membentuk bulla *ang berukuran besar *ang terletak pa"a  bagian super<isial kulit. Neutr!<il berpin"a% melalui epi"ermis sp!ngi!tik ke "alam  bulla) *ang /uga mungkin mengan"ung Staphylococcus aureus. Ka"ang'ka"ang sel akant!litik terli%at *ang mungkin "isebabkan !le% reaksi "ari neutr!<il. -agian atas "ermis mengan"ung neutr!<il "an lim<!sit *ang merupakan in<iltrat in<lamasi #Imalig*) 205$.

(7)

T!ksin eks<!liati< #T3$ *ang "i%asilkan !le% Staphylococcus aureus  beker/a seperti m!lekul spesi<ik pengurai 1esm!glein  #1sg$ "an se(ara langsung menguraikan #mem!t!ng$ 1sg tetapi ti"ak "apat beker/a menguraikan 1esm!glein  #1sg$. Pr!ses ini men*ebabkan mun(uln*a bula %an*a "i permukaan epi"ermis) ti"ak sampai ke lapisan kulit *ang lebi% "alam karena a"an*a mekanisme k!mpensasi !le% 1sg "i lapisan kulit *ang lebi% "alam #Imalig*) 205$.

ambar 2. Mekanisme t!ksin eks<!liati< pa"a impetig! bul!sa

(8)

Kelu%an utama *ang "irasakan pasien a"ala% gelembung "isertai (airan *ang "ia,ali rasa gatal tanpa "isertai rasa n*eri. Kelainan kulit "ia,ali "engan makula eritemat!sa *ang "engan (epat akan men/a"i 4esikel) bula "an bula %ip!pi!n. Impetig! bul!sa berisi (airan /erni% kekuningan berisi bakteri S.aureus "engan %al! eritemat!sa. -ula bersi<at super<isial "i lapisan epi"ermis) mu"a% pe(a% karena letakn*a subk!rneal) meninggalkan skuama anular "engan  bagian tenga% eritema #k!leret$) "an (epat mengering. &esi "apat melebar membentuk gambaran  p!lisiklik. Sering kali bula su"a% pe(a% saat ber!bat) se%ingga *ang tampak iala% lesi k!leret "engan "asar eritemat!sa. Krusta EvarnishlikeF terbentuk pa"a bagian tenga% *ang /ika "isingkirkan memperli%atkan "asar *ang mera% "an basa%. -ula *ang utu% /arang "itemukan karena sangat rapu%. Pasien berusia "i ba,a%  ta%un atau ba*i) akan tampak re,el karena rasa n*eri "i kulit membuat pasien merasa ti"ak n*aman. Kea"aan umum biasan*a baik #1/uan"a) 2007) Imalig*) 205$.

Pa"a ba*i) impetig! 4esik!bul!sa sering "itemukan "i "aera% selangkangan) ekstremitas) "a"a) punggung) "an "aera% *ang ti"ak tertutup pakaian. Pa"a anak "an "e,asa) tempat  pre"ileksi tersering pa"a impetig! bul!sa a"ala% "i ketiak) "a"a) punggung "an sering bersama'

sama "engan miliaria #Siregar) 2005$.

%.- Pemeriksaan (enunjang

a. Pe,arnaan ram: ter"apat bakteri S. Aureus) tampak kuman coccus  berkel!mp!k seperti anggur) ber,arna kebiruan *ang menan"akan bakteri gram p!siti<.

(9)

(. >ist!pat!l!gi: tampak 4esikel <!rmasi subk!rneum atau stratum granul!sum) sel akant!lisis) e"ema papila "ermis) serta in<iltrat lim<!sit "an neutr!<il "i sekitar pembulu% "ara% pa"a pleus super<isial.

". U/i sensiti4itas antibi!tik) untuk menentukan terapi antibi!tik *ang sensiti< untuk  mengera"ikasi bakteri pen*ebab in<eksi.

e. Penge(atan kalium %i"r!ki"a #KG>$) untuk men*ingkirkan kemungkinan in<eksi /amur  <. Tzanck test ) untuk men*ingkirkan kemungkinan in<eksi %erpeks simpleks #>ara%ap)

2000) !ll< et al.) 2007C -u(k) 2007$.

%. Diagnosis

1iagn!sis "itegakkan ber"asarkan anamnesa "an gambaran klinis "ari pen*akit)  pemeriksaan penun/ang "apat "igunakan untuk memberikan gambaran terapi ter%a"ap !bat'

!batan *ang sensiti< "an men*ingkirkan kemungkinan "iagn!sa ban"ing. . Anamnesis :

Pasien "engan impetig! bul!sa akan mengelu% a"an*a lepu%'lepu% berisi (airan kekuningan. Kelu%an "apat "isertai rasa gatal "i "aera% lesi "an "iperberat /ika berkeringat. &epu% timbul men"a"ak pa"a kulit *ang se%at) ber4ariasi mulai miliar %ingga lentikular  "an "apat berta%an 2' %ari. 1apat "isertai "engan ge/ala pr!"r!mal berupa "emam) malaise) "an m*algia. Tempat pre"ileksi biasan*a ter"apat pa"a ketiak) "a"a) punggung) ekstremitas atas "an ba,a% #Siregar) 2005$.

2. Pemeriksaan Disik 

Pemeriksaan <isis menun/ukkan bula "engan "in"ing tebal "an tipis) miliar %ingga lentikular) ka"ang ter"apat bula %ip!pi!n) "an kulit sekitarn*a ti"ak mengalami tan"a' tan"a pera"angan. Jika pe(a% menimbulkan krusta ber,arna (!klat) "atar) "an tipis #Siregar) 2005$.

. Pemeriksaan Penun/ang

Pa"a pemeriksaan penun/ang %ist!pat!l!gi tampak 4esikel <!rmasi subk!rneum atau stratum granul!sum) sel akant!lisis) e"ema papila "ermis) serta in<iltrat lim<!sit "an neutr!<il "i sekitar pembulu% "ara% pa"a pleus super<isial #Imagil*) 205$.

(10)

1iagn!sis ban"ing pa"a impetig! bul!sa a"ala% pem<igus #biasan*a bula ber"in"ing tebal) "ikelilingi "aera% eritemat!sa "an kea"aan umum buruk$) impetiginisasi #menun/ukkan ge/ala pen*akit primer "engan ge/ala k!nstitusi berupa "emam "an malaise$) tinea sirsinata #/ika lepu% pe(a%) bagian tepi masi% menun/ukkan a"an*a lepu%) tetapi bagian tenga% men*embu%$) "ermatitis %erpeti<!rmis) reaksi bul!sa karena !bat) lupus eritemat!sus bul!sa) s(abies bul!sa) reaksi pem<ig!i" bul!sa) "an "ermat!sis bul!sa linear IgA #Siregar) 2005C &e,is) 20$.

%.&0 Pengo1atan

Tu/uan peng!batan a"ala% untuk membersi%kan erupsi "an men(ega% men*ebarn*a in<eksi ke tempat lain. Jika ter"apat beberapa 4esikel;bula) "ipe(a%kan lalu "ibersi%kan "engan (airan antisepti( #beta"ine$ kemu"ian "iberi salep antibi!tik #kl!ram<enik!l 2 atau eritr!misin $. Jika ban*ak lesin*a) "an "iserta ge/ala sistemik berupa "emam maka "iberikan antibi!tik  sistemik seperti penisilin 0'50 mg;kg-- atau antibi!tik lain *ang sensiti<. 1apat pula "iberikan terapi t!pi(al seperti asam <usi"at "an mupir!sin *ang merupakan pili%an pertama pa"a impetig!  bul!sa #Siregar) 2005C Gakle*) 2009C 1/uan"a) 2007$.

Selain itu perlu "itekankan pentingn*a men/aga kebersi%an "iri "an meng%ilangkan <akt!r'<akt!r pre"isp!sisi agar ge/ala ti"ak bertamba% berat "an men(ega% kekambu%an. Terapi n!n'me"ikament!sa antara lain) meng%ilangkan krusta "engan (ara man"ikan anak selama 20'0 menit) "isertai mengelupaskan krusta "engan %an"uk basa%) men(ega% anak untuk menggaruk  "aera% le(et) "apat "engan menutup "aera% *ang le(et "engan perban ta%an air "an mem!t!ng kuku anak) lakukan "rainase pa"a bula "an pustule se(ara aseptik "engan /arum suntik untuk  men(ega% pen*ebaran l!kal) lan/utkan peng!batan sampai semua lesi sembu% "an "apat "ilakukan k!mpres "engan menggunakan larutan natrium kl!ri"a #Na6l$ 0)9 pa"a lesi *ang  basa% #Ar*unisari) 20$.

Tin"akan *ang bisa "ilakukan guna pen(ega%an impetig! "iantaran*a (u(i tangan segera "engan menggunakan air mengalir bila %abis k!ntak "engan pasien) terutama apabila terkena luka) /angan menggunakan pakaian *ang sama "engan pen"erita) bersi%kan "an lakukan "esin<ektan pa"a mainan *ang mungkin bisa menularkan pa"a !rang lain) setela% "igunakan  pasien) man"i teratur "engan sabun "an air #sabun antiseptik "apat "igunakan) namun "apat mengiritasi pa"a sebagian kulit !rang *ang kulit sensiti<$) %igiene *ang baik) men(akup (u(i

(11)

tangan teratur) men/aga kuku /ari tetap pen"ek "an bersi%) /au%kan "iri "ari !rang "engan impetig!) (u(i pakaian) %an"uk "an sprei "ari anak "engan impetig! terpisa% "ari *ang lainn*a. 6u(i "engan air panas "an keringkan "i ba,a% sinar mata%ari atau pengering *ang panas. Mainan *ang "ipakai "apat "i(u(i "engan "isin<ektan "an gunakan sarung tangan saat meng!leskan antibi!tik t!pikal "i tempat *ang terin<eksi "an (u(i tangan setela% itu #N!rt%ern Kentu(k* >ealt% 1epartment) 2005$.

%.&& Prognosis

Pr!gn!sis impetig! bul!sa umumn*a baik.Tanpa peng!batan pen*akit ini "apat sembu% "alam 2' minggu. Pada infeksi yang invasive dari S.aureus pada impetigo yang berat, dapat berkomplikasi menjadi selulitis, limpangitis, dan bakteremia, sehingga pada keadaan lanjut dapat menjadi osteomielitis, arthritis septic, pneumonia, dan sepsis. Toksin eksfoliatif juga bisa menyebabkan SSSS (Staphylococcal Scaldes-Skin Syndrome) pada anak dan pada orang dewasa dapat terjadi pada orang yang imunokompromais atau terdapat gangguan pada ginjal #Siregar) 2005C &e,is) 20$.

(12)

1iagn!sis impetig! bul!sa "i"apatkan "ari %asil anamnesis "an pemeriksaan <isik  ter%a"ap status "ermat!l!gis pasien) *aitu "i"apatkan %asil pasien mengelu% timbul kelu%an lepu%'lepu% *ang berisi (airan pa"a le%er "an pun"ak kiri se/ak  %ari *ang lalu. A,aln*a timbul bintik ke(il berisi (airan *ang kemu"ian membesar. -eberapa gelembung su"a% pe(a% "engan sen"irin*a "an mengeluarkan (airan kekuningan. -ekas pe(a%an gelembung tersebut mengering "an timbul sisik tipis "i sekitar bekas luka. Se/ak  %ari ini pasien men"erita "emam) batuk) "an pilek. Untuk meng!bati kelu%an tersebut pasien su"a% memberikan be"ak  gatal namun ti"ak kun/ung membaik.

Pa"a pemeriksaan status "ermat!l!gis tampak @esikel'bula %ip!pi!n "iatas kulit eritema berbatas tegas "engan er!si) krusta "an skuama pa"a bula *ang su"a% pe(a% pa"a le%er "an pun"ak kanan.

Selain "ari anamnesis "an pemeriksaan <isik) "iagn!sis impetig! bul!sa /uga "itegakkan ber"asarkan pemeriksaan lab!rat!rium. -er"asarkan kepustakaan pemeriksaan  penun/ang *ang "apat "ilakukan a"ala% pe,arnaan gram) untuk men(ari stap%*l!(!((us

aureus "an kultur (airan) menun/ukkan a"an*a bakteri stap%*l!(!((us aureus.

1iagn!sis ban"ing pa"a impetig! bul!sa a"ala% pem<igus) impetiginisasi "an tinea sirsinata. Penatalaksanaan pa"a kasus ini se(ara umum a"ala% meng%in"ari "an men(ega% <akt!r pre"isp!sisi) memperbaiki %*giene "iri "an lingkungan) "an meningkatkan "a*a ta%an tubu%. Penatalaksanaan se(ara k%usus a"ala% "iberikan Na6l 0)9  ) k!mpres pa"a bula *ang su"a% pe(a% . Pa"a bula *ang belum pe(a% "apat "ilakukan aspirasi bula. Kemu"ian "i!leskan antibi!tik t!pikal mupir!sin 2 . Kemu"ian "iberikan !bat sistemik *aitu am!i(illin sirup  00 mg;%ari. Untuk terapi simpt!matik "iberikan antipiterik parasetam!l sirup  75 mg.

Pr!gn!sis umumn*a baik) bergantung pa"a ke(epatan penanganan "an kemungkinan k!mplikasi *ang "apat ter/a"i. Pa"a pasien ini pr!gn!sis Bu! a" 4itam a"ala% b!nam karena  pen*akit ini ti"ak mengan(am /i,a) sebab "ari pemeriksaan <isik ti"ak "itemukan tan"a' tan"a k!mplikasi. Pr!gn!sis Bu! a" <un(ti!nam a"ala% b!nam karena <ungsi bagian tubu% *ang terkena ti"ak terganggu. Pr!gn!sis Bu! a" sanati!nam a"ala% b!nam karena ti"ak  mengganggu ke%i"upan s!sial pen"erita.

Referensi

Dokumen terkait

@una #engatasi kesulitan #ene#ukan ku#an penebab T anak dapat dilakukan penegakan diagnosis T anak dengan #e#adukan gejala klinis dan pe#eriksaan penunjang lain ang

Na4su makan pasien menurun Pasien 'uga merasakan mual hingga muntah eerapa kali isi air &#34;an makanan.. Na4su makan pasien menurun karena setiap makan semakin

ke pe+alaman +an -arang er%emu +engan pasien. )aa% i%u pasien %inggal +i rumah hanya ersama ke+ua anaknya +an rumah %e%angga erl(kasi -auh +ari rumahnya. )e%elah i%u

Kebutu'an akan lutein semakin meningkat karena lutein merupakan satusatun&amp;a sen&amp;a,a anti!ksi&#34;an &amp;ang berkaitan &#34;engan keja&#34;ian katarak pa&#34;a

SA-A&#34;I (apat (ilakukan setelah selesai masa hai( karena  pengaruh h'rm'n estr'gen (an pr'gester'n ren(ah (an kelenjar payu(ara saat itu (alam kea(aan ti(ak membengkak sehingga

Pelaksanaan Me#s 53 Pe&#34;anta$an He&#34;%#na&#34;ka -3 Pen!%&amp;atan &amp;r%nk%#lat%r Eksudat dan serous mengisi Penumpukan cairan di dalam Eksudat dan serous masuk.

Ri&#34;ayat Penyakit !ekaran : Pasien datan denan keluhan mata kanan seperti melihat bayanan  berupa aris hitam yan berbentuk melinkar tidak beraturan sejak (