PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN IIIA BATCH 2
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
JUDUL AKTUALISASI
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI AIR TANAH DAN AIR BAKU
MELALUI PEMBUATAN PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI
ANDROID SIATAB PADA PUSAT AIR TANAH DAN AIR BAKU
DISUSUN OLEH : NAMA : NAFIDA SILMA, S.T. NIP : 199506272019032010
FORMASI JAFUNG : TEKNIK PENGAIRAN AHLI PERTAMA
UNIT ORGANISASI : DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT TAHUN 2019
ii
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN IIIA BATCH 2
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI AIR TANAH DAN AIR BAKU MELALUI PEMBUATAN PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI ANDROID SIATAB PADA
PUSAT AIR TANAH DAN AIR BAKU
Disusun oleh :
NAFIDA SILMA
199506272019032010
TEKNIK PENGAIRAN AHLI PERTAMA DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
DISEMINARKAN PADA : HARI : Jum’at TANGGAL : 27 September 2019 MENTOR Popi Oktapiyana, S.T., M.Sc. NIP. 198510112010122004 COACH RR. Nurindra Saptyaningsih,S.E., M.M.. NIP. 1962060519899032004 PENYELENGGARA BALAI DIKLAT PUPR WIL. V
YOGYAKARTA
Anwar, S.T., M.T. NIP. 197901182005021001 KEPALA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Ir. Moeh. Adam, M.M. NIP. 196503031992031002
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan pada kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapa menyelesaikan Laporan Rancangan Aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku Melalui Pembuatan Panduan Penggunaan Aplikasi SIATAB Pada Pusat Air Tanah dan Air Baku” dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan dari penyusunan laporan rancangan aktualisasi ini adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan pelatihan dasar CPNS di Kementerian PUPR. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini, yaitu :
1. Ibu Popi Oktapiyana, S.T., M.Sc. selaku mentor yang telah memberikan pengarahan selama penulisan rancangan aktualisasi
2. Ibu Rr Nur Indra Saptyaningsih, S.E., M.M. selaku coach yang telah memberikan pengarahan selama penulisan rancangan aktualisasi
3. Bapak Pramono, S.T., Sp.PSDA, selaku penguji pada seminar aktualisasi yang telah memberikan koreksi serta saran dalam rancangan aktualisasi;
4. Rekan-rekan siswa Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Angkatan II kelas C Yogyakarta yang telah memberikan semangat dan bantuan dalam penulisan rancangan aktualisasi
5. Keluarga penulis yang selalu mendoakan serta memberikan dukungannya. 6. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya rancangan aktualisasi ini.
Penulis menyadari bahwa Laporan Rancangan Aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat terbuka terhadap segala bentuk kritik, saran, dan masukan yang membangun agar rancangan aktualisasi ini menjadi lebih baik dalam pelaksanaan nanti.
Yogyakarta, Juli 2019
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR GAMBAR ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Tujuan... 2
1.3. Ruang Lingkup ... 2
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA ... 3
2.1. Deskripsi Organisasi ... 3
2.2. Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi Unit Kerja ... 6
2.3. Uraian Tugas Jabatan Peserta (SKP) ... 8
BAB III DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI ... 10
3.1. Penetapan Isu yang Diangkat ... 10
3.2. Gagasan Pemecahan Isu ... 11
3.3. Matriks Rancangan Aktualisasis ... 12
3.4. Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi ... 17
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI ... 18
4.1 Deskripsi Kegiatan Aktualisasi ... 18
4.2 Kendala dalam Pelaksanaan Aktualisasi ... 23
4.3 Upaya dalam Mengatasi Kendala ... 23
4.4 Keterkaitan Terhadap Nilai Dasar ASN ... 23
4.5 Keterkaitan Terhadap Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI ... 24
BAB V PENUTUP ... 25
5.1 Kesimpulan... 25
5.2 Saran ... 25
DAFTAR PUSTAKA ... 26 LAMPIRAN
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kementerian PUPR ... 5
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Pusat Air Tanah dan Air Baku ... 9
Gambar 4.1 Konsultasi dengan Mentor Terkait Pelaksanaan Aktualisasi ... 18
Gambar 4.2 Mempelajari Struktur Aplikasi Android SIATAB ... 19
Gambar 4.3 Kerangka Panduan Penggunaan Aplikasi Android SIATAB ... 19
Gambar 4.4 Membuat Draft Panduan Penggunaan Aplikasi Android SIATAB ... 20
Gambar 4.5 Konsultasi dengan Mentor terkait Panduan yang Sudah Dibuat ... 20
Gambar 4.6 Cover Panduan Penggunaan Aplikasi SIATAB ... 21
Gambar 4.7 Konsultasi dengan Mentor terkait Publikasi Panduan Penggunaan Aplikasi Android SIATAB ... 21
Gambar 4.8 Sosialisasi Panduan Penggunaan Aplikasi Android SIATAB ... 22
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Analisis USG ... 11 Tabel 3.2 Matrik Rancangan Aktualisasi ... 12 Tabel 3.3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi ... 17
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan instansi pemerintah yaitu Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk memberikan pelatihan dasar bagi semua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS dan dilakukan secara terintegrasi. Pelatihan dasar adalah pendidikan dan pelatihan dalam satu tahun masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pelatihan dasar terintegrasi yaitu penyelenggaraan Pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal di tempat Pelatihan dan di tempat kerja, sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktulisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya. Pelatihan tersebut diharapkan dapat menghasilkan PNS profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III, Kompetensi yang dibangun dalam Pelatihan Dasar CPNS adalah PNS sebagai pelayan masyarakat diukur berdasarkan kemampuan:
Menunjukkan sikap perilaku bela negara
Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
Mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
Menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.
Pada akhir rangkaian pelatihan dasar, Peserta Latsar diharapkan mampu menerapkan kompetensi yang disebutkan di atas dengan terlebih dahulu membuat rancangan aktualisasi yang
2
kemudian dapat dilaksanakan pada tahapan habituasi di unit kerja. Rancangan aktualisasi disusun berdasarkan isu yang ada pada lingkungan kerja serta terkait dengan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI. Gagasan pemecahan isu dituangkan dalam bentuk kegiatan yang harus memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai dasar PNS dan berkontribusi terhadap tercapainya visi dan misi organisasi serta berdampak pada penguatan nilai –nilai organisasi.
1.2. Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan aktualisasi adalah :
a. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan pelatihan dasar CPNS di Kementerian PUPR.
b. Mengaktualisasi nilai-nilai dasar ASN yaitu ANEKA yang berkaitan dengan isu pada Pusat Air Tanah dan Air Baku.
c. Berkontribusi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Air Tanah dan Air Baku
d. Mengimplementasikan rancangan kegiatan aktualisasi yang dikaitkan dengan nilai-nilai dasar profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
1.3. Ruang Lingkup
Aktualisasi dilakukan di Pusat Air Tanah dan Air Baku Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan menerapkan nilai-nilai dasar profesi PNS ke dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan kerja. Waktu pelaksanaan habituasi dibatasi selama 30 hari kerja dari tanggal 26 Juli s/d 4 September 2019.
3
BAB II
GAMBARAN UNIT KERJA
2.1. Deskripsi Organisasi
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (disingkat Kemen PUPR) adalah kementerian teknis yang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Kementerian PUPR menyelenggarakan 10 fungsi, yaitu :
a. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan jalan, penyediaan perumahan dan pengembangan kawasan permukiman, pembiayaan infrastruktur, penataan bangunan gedung, sistem penyediaan air minum, sistem pengelolaan air limbah dan drainase lingkungan serta persampahan, dan pembinaan jasa konstruksi;
b. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
c. Pengelolaan barang milik atau kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
d. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
e. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di daerah;
f. Pelaksanaan penyusunan kebijakan teknis dan strategi keterpaduan pengembangan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
g. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
h. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
4
i. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; dan
j. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden.
Di dalam susunan organisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bisa dilihat pada Gambar 2.1, terdapat beberapa unit organisasi yang berada di bawahnya, salah satunya adalah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA). Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan di bidang konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sumber air permukaan, dan pendayagunaan air tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengelolaan sumber daya air; d. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengelolaan sumber daya air;
e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan sumber daya air; f. Pelaksanaan administrasi direktorat jenderal sumber daya air; dan
g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terdiri atas satu Sekretariat Direktorat Jenderal dan lima direktorat, yaitu Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air, Direktorat Sungai Dan Pantai, Direktorat Irigasi Dan Rawa, dan Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan.
5
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kementerian PUPR
6
2.2. Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi Unit Kerja
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pusat Air Tanah dan Air Baku berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Direktur Jenderal Sumber Daya Air. Pusat Air Tanah dan Air Baku mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pembinaan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria, perencanaan dan konservasi air tanah dan air baku.
Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Air Tanah dan Air Baku menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan dan pembinaan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria air tanah dan air baku, serta konservasi air tanah dan air baku;
b. Penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan pada air tanah dan air baku, serta konservasi air tanah dan air baku;
c. Penyusunan perencanaan air tanah dan air baku, serta konservasi air tanah dan air baku; d. Pembinaan pengelolaan air tanah dan air baku, serta konservasi air tanah dan air baku; dan e. Pelaksanaan urusan tata usaha pusat.
Susunan organisasi Pusat Air Tanah dan Air Baku terdiri atas : a. Bagian Perencanaan dan Tata Usaha
Bagian Perencanaan dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan anggaran,bimbingan teknik, pengelolaan urusan tata persuratan dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, penatausahaan barang milik negara, dan rumah tangga. Bagian Perencanaan dan Tata Usaha terdiri atas :
Subbagian Perencanaan;
Subbagian Bimbingan Teknik; dan
Subbagian Tata Usaha.
b. Bidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat
Bidang Air Tanah Dan Air Baku Wilayah Barat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pembinaan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria, penilaian kesiapan pelaksanaan, pembinaan pengelolaan, serta pembinaan persiapan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pada air tanah dan air baku di wilayah Pulau Sumatera dan Jawa. Bidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat terdiri
7
atas:
Subbidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat I; dan
Subbidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat II. c. Bidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Timur
Bidang Air Tanah Dan Air Baku Wilayah Timur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pembinaan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria, penilaian kesiapan pelaksanaan, pembinaan pengelolaan, serta pembinaan persiapan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana pada air tanah dan air baku di wilayahPulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara,
Maluku, dan Papua. Bidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Timur terdiri atas:
Subbidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Timur I; dan
Subbidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Timur II. d. Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku.
Bidang Konservasi Air Tanah Dan Air Baku mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pembinaan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria, penyiapan inventarisasi, menetapkan zona konservasi, pemantauan dan evaluasi konservasi, menetapkan kawasan lindung dan melaksanakan pengendalian, perlindungan dan pelestarian penggunaan, pengendalian pengawetan dan penghematan penggunaan air tanah dan air baku serta melaksanakan pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air tanah dan air baku.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku Pusat Air Tanah dan Air Baku menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
Penyusunan dan pembinaan pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria konservasi air tanah dan air baku;
Pembinaan dan fasilitasi pelaksanaan pemantauan dan evaluasi, pengumpulan data dan informasi air tanah dan air baku serta jaminan mutu;
Pelaksanaan penyelenggaraan sistem informasi air tanah dan air baku;
Penyusunan dan penetapan kawasan lindung air tanah dan air baku;
Pelaksanaan pengendalian perlindungan dan pelestarian penggunaan air tanah dan air baku;
8
Pembinaan pelaksanaan pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air tanah dan air baku.
Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku terdiri atas:
Subbidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat; dan
Subbidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku Wilayah Timur.
Untuk lebih jelasnya lagi, susunan organisasi Pusat Air Tanah dan Air Baku bisa dilihat pada Gambar 2.2.
2.3. Uraian Tugas Jabatan Peserta (SKP)
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) merupakan unsur yang berhubungan dengan penilaian prestasi kinerja PNS. Sesuai dengan tugas yang diberikan kepada setiap CPNS Kementerian PUPR tahun anggaran 2018 maka disusunlah SKP sebagai syarat kelulusan CPNS. Adapun uraian kegiatan yang terdapat pada SKP, yaitu :
a. Menyusun tugas mandiri 1 b. Menyusun tugas mandiri 2 c. Mengikuti pelatihan bela negara d. Mengikuti pelatihan dasar
e. Mengikuti pengenalan kelitbangan
f. Mengisi buku (LogBook) lembar pencatatan tugas harian g. Melaksanakan penugasan selama On The Job Training (OJT)
9
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Pusat Air Tanah dan Air Baku
10
BAB III
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI
3.1. Penetapan Isu yang Diangkat
Penetapan isu dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan Environmental Scanning di tempat OJT yaitu Pusat Air Tanah dan Air Baku. Isu yang ditemukan pada saat melaksanakan kegiatan OJT di Pusat Air Tanah dan Air Baku, antara lain :
1. CPNS kurang memahami tugas dan fungsi Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku di Pusat Air Tanah dan Air Baku
2. Penggunaan aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku yang kurang optimal
3. Dokumen-dokumen di Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku di Pusat Air Tanah dan Air Baku tidak tertata dengan rapi
Dari beberapa isu yang diperoleh, dilakukan penentuan core isu dengan menggunakan metode penapisan untuk memperoleh isu yang menjadi prioritas. Metode yang digunakan adalah metode USG (Urgency, Seriousness and Growth) dengan tiga faktor untuk menentukan suatu masalah yang prioritas. Metode ini dilakukan dengan menggunakan matrik USG.
Urgency berkaitan dengan mendesaknya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
masalah. Semakin mendesak suatu masalah untuk diselesaikan maka semakin tinggi tingkat urgensi masalah tersebut.
Seriousness berkaitan dengan dampak dari adanya masalah tersebut terhadap organisasi.
Dampak ini terutama yang menimbulkan kerugian bagi organisasi seperti dampaknya terhadap produktivitas, keselamatan jiwa manusia, sumber daya atau sumber dana. Semakin tinggi dampak suatu masalah terhadap organisasi maka semakin serius masalah tersebut.
Growth berkaitan dengan pertumbuhan masalah. Semakin cepat berkembang suatu
masalah maka semakin tinggi tingkat pertumbuhannya. Suatu masalah yang cepat berkembang tentunya memiliki prioritas yang tinggi untuk segera diatasi.
Pada metode ini umumnya digunakan skor dengan skala tertentu, misalnya penggunaan skor dengan skala penilaian 1-5. Semakin tinggi tingkat urgensi, serius, atau pertumbuhan
11
masalah tersebut, maka semakin tinggi skor untuk masing-masing unsur. Berikut ini adalah hasil analisis dengan menggunakan meted USG :
Tabel 3.1 Analisis USG
No. Isu
Skor
U S G TOTAL
1
CPNS kurang memahami tugas dan fungsi Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku
di Pusat Air Tanah dan Air Baku
4 4 3 11
2
Akan adanya akan peluncuran aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan
Air Baku
5 4 4 13
3
Dokumen-dokumen di Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku di Pusat Air Tanah
dan Air Baku tidak tertata dengan rapi
3 3 5 11
(Keterangan : penialaian berdasarkan skala 1-5 (5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang, 2=kecil, 1=sangat kecil) Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa total skor tertinggi adalah isu nomor 2 (Akan adanya akan peluncuran aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku) dengan total skor 13. Skor 5 pada Urgency disebabkan oleh mendesaknya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut karena tingkat kebutuhan data sangatlah tinggi. Dengan demikian, berdasarkan hasil analisis isu menggunakan metode USG, isu yang dipilih adalah isu nomor 2.
3.2. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasarkan penilaian pada subbab 3.1, maka isu yang ditetapkan sebagai core isu adalah
“Akan adanya akan peluncuran aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku”.
Sehingga gagasan pemecahan dari isu yang diangkat yaitu “Pembuatan Panduan Penggunaan
Aplikasi Android SIATAB”.
Kegiatan-kegiatan dan tahapan kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dari isu “Akan adanya akan peluncuran aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku” adalah sebagai berikut:
1. Melakukan konsultasi dengan mentor dan co-mentor terkait panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
a. Mendiskusikan rencana penyusunan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dengan atasan
12
2. Menyusun Kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB a. Mempelajari struktur aplikasi android SIATAB
b. Membuat konsep kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB 3. Menyusun panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
a. Membuat Draft panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
b. Mendiskusikan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dengan mentor 4. Publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
a. Berkonsultasi dengan mentor untuk melakukan publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
b. Publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB setelah mendapatkan persetujuan dari mentor
5. Membuat laporan aktualisasi a. Menyusun laporan aktualisasi
b. Berkonsultasi dengan mentor terkait laporan aktualisasi
3.3. Matriks Rancangan Aktualisasis
Tabel 3.2 Matrik Rancangan Aktualisasi
Nama Nafida Silma, S.T.
NIP 199506272019032010=
Unit Kerja Pusat Air Tanah dan Air Baku
Identifikasi Isu 1. CPNS kurang memahami tugas dan fungsi Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku di Pusat Air Tanah dan Air Baku
2. Akan adanya akan peluncuran aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku
3. Dokumen-dokumen di Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku di Pusat Air Tanah dan Air Baku tidak tertata dengan rapi
Isu yang Diangkat Penggunaan aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku
yang kurang optimal
13 No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan konsultasi dengan mentor dan co-mentor terkait panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
1. Mendiskusikan rencana penyusunan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dengan atasan
Arahan dari mentor
Akuntabilitas : Kegiatan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
Komitmen Mutu :
Menjaga efektivitas program yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan kritik dan saran, serta target pencapaian kegiatan.
Etika Publik :
Berkonsultasi dengan atasan secara sopan dan santun
Nasionalisme :
Berdiskusi dengan atasan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Manajemen ASN dan WOG: Berkoordinasi dengan pihak mentor dan co-mentor
Pembuatan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB berkontribusi terhadap fungsi Pusat Air Tanah dan Air Baku yaitu Penyusunan perencanaan air tanah dan air baku, serta konservasi air tanah dan air baku
Proses konsultasi dengan mentor berkontribusi pada penerapan nilai-nilai iProVe yaitu Integritas, Profesional, dan Etika-Akhakul Karimah
2 Membuat Kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
1. Mempelajari struktur aplikasi android SIATAB 2. Membuat konsep kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB Kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB Akuntabilitas :
Proses pembuatan kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dapat dipertanggung jawabkan
Komitmen Mutu : Mampu menghasilkan dan menampilkan kerangka panduan SIATAB yang informatif dan mudah dimengerti.
Anti korupsi : Pembuatan kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dilakukan tanpa adanya plagiarism
Pembuatan kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB berkontribusi pada penerapan nilai-nilai iProVe yaitu Integritas, Profesional, dan Etika-Akhakul Karimah
14 No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 3 Membuat panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
1. Membuat Draft panduan penggunaan aplikasi android SIATAB 2. Mendiskusikan panduan
penggunaan aplikasi android SIATAB dengan mentor Draft panduan penggunaan aplikasi android SIATAB Akuntabilitas : Kegiatan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
Komitmen Mutu : sebagai bentuk menjaga efektivitas program yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan kritik dan saran, serta target pencapaian kegiatan.
Etika Publik :
Berkonsultasi dengan atasan secara sopan dan santun
Nasionalisme :
Berdiskusi dengan atasan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Anti korupsi : Penyusunan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dilakukan tanpa adanya plagiarism
Manajemen ASN dan WOG: Berkoordinasi dengan pihak mentor dan co-mentor
Pembuatan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB berkontribusi pada penerapan nilai-nilai iProVe yaitu Integritas, Profesional, dan Etika-Akhakul Karimah
15 No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 6 7 4 Publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB 1. Berkonsultasi dengan mentor untuk melakukan publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB 2. Publikasi panduan
penggunaan aplikasi android SIATAB setelah mendapatkan persetujuan dari mentor dan pihak terkait Panduan penggunaan aplikasi aplikasi android SIATAB yang telah terpublikasikan Akuntabilitas : Kegiatan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
Komitmen Mutu : Publikasi dilakukan secara informatif dan mudah dimengerti
Etika Publik :
Berkonsultasi dengan atasan secara sopan dan santun
Nasionalisme :
Berdiskusi dengan atasan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Manajemen ASN dan WOG: Berkoordinasi dengan pihak mentor dan co-mentor
Pelayanan publik : Transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan public
Proses publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB berkontribusi pada penerapan nilai-nilai iProVe yaitu Integritas, Profesional, dan Etika-Akhakul Karimah 5 Membuat laporan aktualisasi 1. Menyusun laporan aktualisasi 2. Berkonsultasi dengan mentor terkait laporan aktualisasi
Akuntabilitas : Kegiatan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
Komitmen Mutu : sebagai bentuk menjaga efektivitas program yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan kritik dan saran, serta target pencapaian kegiatan.
Etika Publik :
16 No. Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
secara sopan dan santun
Nasionalisme :
Berdiskusi dengan atasan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Anti korupsi : Penyusunan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dilakukan tanpa adanya plagiarism
Manajemen ASN dan WOG: Berkoordinasi dengan pihak mentor dan co-mentor
17
3.4. Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi
Jadwal rencana pelaksanaan aktualisasi disesuaikan dengan jadwal aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Batch 2 yaitu dari tanggal 13 Agustus sampai 23 September 2019. Untuk lebih jelasnya, dapat diihat pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
Rencana Realisasi
Menyusun Kerangka panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku 2
Menyusun panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku
Publikasi panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku Membuat laporan aktualisasi 3
4
5
No Kegiatan Agustus September
1
Melakukan konsultasi dengan mentor terkait panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku
18
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI
4.1 Deskripsi Kegiatan Aktualisasi
Kegiatan Aktualisasi dilaksanakan selama masa habituasi yaitu 30 hari kerja, dimulai dari tanggal 13 Agustus 2019 sampai dengan 23 September 2019. Tahapan kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut :
4.1.1 Melakukan konsultasi dengan mentor dan co-mentor terkait panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
Konsultasi dilakukan dalam rangka mendiskusikan rencana penyusunan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB.
19
4.1.2 Menyusun kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
a. Mempelajari struktur aplikasi android SIATAB
Gambar 4.2 Mempelajari Struktur Aplikasi Android SIATAB
b. Membuat kerangka panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
20
4.1.3 Menyusun panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
a. Membuat Draft panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
Gambar 4.4 Membuat Draft Panduan Penggunaan Aplikasi Android SIATAB
b. Mendiskusikan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dengan mentor
21
Gambar 4.6 Cover Panduan Penggunaan Aplikasi SIATAB 4.1.4 Publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
a. Berkonsultasi dengan mentor untuk melakukan publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB
Gambar 4.7 Konsultasi dengan Mentor terkait Publikasi Panduan
22
b. Publikasi panduan penggunaan aplikasi android SIATAB setelah mendapatkan persetujuan dari mentor
Gambar 4.8 Sosialisasi Panduan Penggunaan Aplikasi Android SIATAB 4.1.5 Membuat Laporan Aktualisasi
Berkonsultasi dengan mentor terkait laporan aktualisasi
23
4.2 Kendala dalam Pelaksanaan Aktualisasi
Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang dilakukan selama 30 hari kerja, antara lain sebagai berikut :
1. Aplikasi android SIATAB belum sempurna, masih ada beberapa kekurangan,
seperti : beberapa kali aplikasinya eror, dan ada beberapa menu yang belum bisa dibuka.
2. Aplikasi android SIATAB belum launching, dan waktu launchingnya jauh jauh
hari setelah pelaksanaan aktualisasi selesai, sehingga publikasi sulit untuk dilaksanakan.
4.3 Upaya dalam Mengatasi Kendala
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi selama kegiatan aktualisasi berlangsung, ada beberapa upaya yang dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1. Konsultasi dengan mentor terkait kekurangan aplikasi android SIATAB dan meng-update aplikasi android SIATAB.
2. Konsultasi dengan mentor dan publikasi dilakukan dalam lingkungan Pusat Air Tanah dan Air Baku terlebih dahulu.
4.4 Keterkaitan Terhadap Nilai Dasar ASN
Kegiatan aktualisasi ini memiliki keterkaitan terhadap nilai-nilai dasar ASN yang merupakan substansi mata pelatihan dasar CPNS 2018 yaitu nilai-nilai ANEKA. Keterkaitan tersebuat adalah sebagi berikut :
1. Akuntabilitas :
Nilai akuntabilitas tercermin dalam bentuk laporan aktualisasi dan transparansi kegiatan aktualisasi
2. Komitmen Mutu :
Nilai komitmen mutu tercermin dalam setiap kegiatan dengan adanya target pencapaian kegiatan
3. Etika Publik :
24
staf, ataupun dengan lingkungan sekitar yang selalu menjunjung tinggi kode etik yang ada.
4. Nasionalisme :
Nilai Nasionalisme tercermin dalam setiap kegiatan koordinasi baik dengan atasan, staf, ataupun dengan lingkungan sekitar yang dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
5. Anti korupsi :
Nilai etika public tercermin dalam transparansi kegiatan dan penyusunan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB yang dilakukan tanpa adanya plagiarism
5.5 Keterkaitan Terhadap Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI
Kegiatan aktualisasi pembuatan panduan penggunaan aplikasi android SIATAB di Pusat Air Tanah dan Air Baku merupakan salah satu bentuk pelayanan public di lingkungan Kementerian PUPR. Panduan penggunaan aplikasi android SIATAB yang merupakan output dari kegiatan aktualisasi ini dapat mengoptimalkan sistem informasi air tanah dan air baku yang akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia karena aplikasi android SIATAB menyediakan data terkait air tanah dan air baku yang ada di Indonesia bagi masyarakat Indonesia.
25
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan di Bidang Konservasi Air Tanag dan Air Baku, Pusat Air Tanah dan Air Baku, Kementerian Pekerajaan Umum dan Perumahan Rakyat, diperoleh kesimpulan bahwa buku panduan penggunaan aplikasi android SIATAB dapat dimanfaatkan dalam kegiatan system informasi air tanah dan air baku yang merupakan salah satu dari fungsi Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Bakau, Pusat Air tanah dan Air Baku. Hasil dari kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi organisasi dan juga berkontribusi terhadap tercapainya visi dan misi organisasi berdampak pada penguatan nilai –nilai organisasi.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan, terdaat beberapa saran untuk kegiatan ini di masa mendatang, yaitu :
1. Waktu pembuatan modul disesuaikan dengan waktu launching aplikasi. 2. Modul dapat dilengkapi dengan instruksi yang lebih detail agar dapat lebih
26
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2019. Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Lembaga Administrasi Negara . 2016. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta
Pemerintah Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5
PELAKSANAAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI AIR TANAH DAN AIR BAKU
MELALUI PEMBUATAN PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI
ANDROID SIATAB PADA PUSAT AIR TANAH DAN AIR BAKU
Oleh : Nafida Silma (NIP.199506272019032010)
Mentor : Popi Oktapiyana, S.T., M.Sc. (NIP. 198510112010122004)
Outline
Latar Belakang
01
Analisis Isu
02
Gagasan Pemecahan Isu
03
Pelaksanaan Aktualisasi
04
Keterkaitan dengan Mata Pelatihan
UU no 5 tahun 2014 tentang ASN dan
Perka LAN no.21 tahun 2016 tentang
Pembangunan Nilai-nilai dasar ASN dan
pengembangan Kompetensi bidang
01
02
Fungsi Bidang Konservasi Air Tanah
dan Air Baku yaitu Pelaksanaan
penyelenggaraan sistem informasi air
tanah dan air baku;
03
Latar Belakang
Aktualisasi
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
dan
Perumahan
Rakyat
nomor
03/PRT/M/2019 tentang Fungsi Bidang
Konservasi Air Tanah dan Air Baku
Analisis
Isu
No.
Isu
Skor
U
S
G
TOTAL
1
CPNS kurang memahami
tugas dan fungsi Bidang
Konservasi Air Tanah dan Air
Baku di Pusat Air Tanah dan
Air Baku
4
4
3
11
2
Akan adanya peluncuran
aplikasi android Sistem
Informasi Air Tanah dan Air
Baku
5
4
4
13
3
Dokumen-dokumen di Bidang
Konservasi Air Tanah dan Air
Baku di Pusat Air Tanah dan
Air Baku tidak tertata dengan
rapi
3
3
5
11
S
G
U
Berkaitan dengan dampak dari adanya
masalah terhadap organisasi
Seriousness
Berkaitan dengan pertumbuhan masalah
Growth
Berkaitan dengan mendesaknya waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan masalah
Urgency
Penentuan isu dilakukan dengan menggunakan
metode USG
Gagasan
Pemecahan Isu
“OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI AIR TANAH
DAN AIR BAKU MELALUI PEMBUATAN PANDUAN
PENGGUNAAN APLIKASI ANDROID SIATAB PADA
PUSAT AIR TANAH DAN AIR BAKU ”
Pembuatan Panduan
Penggunaan Aplikasi
Android SIATAB
“
Unit Kerja : Pusat Air Tanah dan Air Baku,
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Isu yang diangkat : Akan adanya peluncuran
aplikasi android Sistem Informasi Air Tanah
dan Air Baku
Gagasan Pemecahan Isu : Pembuatan
Kegiatan
Aktualisasi
02
03
04
Membuat Kerangka
panduan
penggunaan aplikasi
android SIATAB
Membuat panduan
penggunaan
aplikasi android
SIATAB
Publikasi panduan
penggunaan
aplikasi android
SIATAB
01
Melakukan konsultasi
dengan mentor dan
co-mentor terkait panduan
penggunaan aplikasi
android SIATAB
Jadwal
Rencana Aktualisasi
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
Menyusun Kerangka panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku 2
Menyusun panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku
Publikasi panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku
Membuat laporan aktualisasi 3
4
5
No Kegiatan Agustus September
1
Melakukan konsultasi dengan mentor terkait panduan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku