WEEKLY REPORT 03 January 2017

11 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

    

 

           

 

  DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Apresiasi IHSG dalam pekan lalu secara teknikal mengindikasikan trend penguatan dalam pekan ini. Sinyalemen penguatan IHSG terkonfirmasi dari indikator MACD dan Stochastics. Sinyal penguatan IHSG juga terkonfirmasikan dari lagging indicator baik MA5 maupun MA20. IHSG akan menguji level 5360.

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 5296.711 -5.855 16,958.450 9,551.001

LQ-45 884.619 -2.934 3,553.398 5,289.441

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

Dalam sepekan terakhir di akhir tahun 2016, bursa saham global cenderung berada dalam tekanan. Berbagai sentimen baik faktor ekonomi, politik mau pun keamanan mempengaruhi pergerakan bursa saham global. Bursa saham Indonesia menunjukkan performa relatif bagus diantara bursa saham global lainnya. Setelah sempat mengalami tekanan pasca pemilihan presiden AS dan kenaikan Fed Fund Rate Desember lalu, bursa saham Indonesia tampaknya cukup confidence untuk melanjutkan apresiasi. Pada 3 hari pertama perdagangan di minggu terakhir Desember 2016, IHSG rally dan mencatatkan kenaikan sebesar 3,91%. Hal itu dipicu oleh dinaikkannya outlook Indonesia dari stabil menjadi positif dengan peringkat BBB- oleh Fitch Ratings. BI menilai jika laju inflasi tahun 2017 terjaga dan pemerintah melanjutkan deregulasi kebijakan melalui Paket Kebijakan Ekonomi, maka Fitch Ratings bisa menaikkan peringkat Indonesia dari BBB- menjadi BBB. Selain itu survei terhadap beberapa perusahaan aset manajemen menunjukkan bahwa India dan Indonesia menjadi negara paling populer bagi investor dan menjadi pilihan investasi di tahun 2017 dibandingkan negara lain di emerging market. Hal itu menjadi katalis positif bagi Indonesia di tengah ketidakpastian global tahun 2017. Namun pada perdagangan akhir tahun 2016 IHSG ditutup melemah 0,11% ke 5296,711 karena aksi take profit, sehingga belum mampu kembali ke atas resistance 5300. Sepanjang tahun 2016 IHSG menguat 15,32%.

Ketidakpastian global berasal dari rencana The Fed untuk menaikkan Fed Fund Rate (FFR) lagi sebanyak 3 kali pada tahun 2017, kebijakan Donald Trump sebagai presiden AS periode 2017-2021, prospek pemulihan ekonomi global terutama di Cina dan AS serta faktor keamanan global. Banyak negara dan pelaku usaha mengkalkulasi kebijakan Trump sebagai presiden AS. Pasar juga mencermati komposisi kabinet pemerintahan Trump, terutama posisi menteri keuangan. Kebijakan ekonomi pemerintahan Trump dan kebijakan The Fed adalah yang paling dicermati dunia dan sedikit banyak mempengaruhi arah kebijakan negara lain.

Nilai rupiah pada minggu terakhir Desember 2016 sempat melemah hingga ke Rp 13.473/USD dipicu oleh faktor eksternal dan internal. Faktor internal karena meningkatnya permintaan US dolar menjelang akhir tahun untuk kebutuhan korporasi mau pun masyarakat. Sedang faktor eksternal antara lain karena sejumlah data ekonomi AS tercatat positif dan kenaikan harga minyak dinilai bisa mendorong inflasi AS, sehingga potensi kenaikan Fed rate makin terbuka dan mengapresiasi US dolar. Depresiasi rupiah itu berawal dari sentimen terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS pada November dan kenaikan FFR sebesar 25 bps pada Desember 2016. Namun sepanjang tahun 2016 rupiah terapresiasi 3,23%. Tampaknya sentimen eksternal relatif kuat dampaknya terhadap nilai rupiah dibanding dengan sentimen internal, seperti realisasi nilai pernyataan harta dalam program tax amnesty yang mencapai Rp 4.206 triliun hingga 29 Desember 2016. Pencapaian uang tebusan pada periode II tax amnesty tidak setinggi periode I. Realisasi penerimaan uang tebusan tax amnesty pada periode II hingga 29 Desember 2016 hanya Rp 8,8 triliun dibandingkan pencapaian pada periode I sebesar Rp 97,2 triliun. Hal itu karena sebagian Wajib Pajak besar telah mengikuti tax amnesty pada periode I.

Hari ini sebagai transaksi perdana perdagangan bursa efek Indonesia (BEI) tahun 2017, tentunya perdagangan saham tersebut juga akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik dari dalam negeri maupun faktor yang muncul dari luar negeri. Dari dalam negeri yang diperkirakan berdampak bagi pergerakan IHSG, berkenaan dengan pemerintah Indonesia memutuskan kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank NA dengan alasan lembaga tersebut dinilai menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional. Hal ini terkait dengan riset yang di keluarkan JP Morgan pada November 2016 yang menyatakan kepemilikan aset Indonesia dari overweight menjadi underweight. Riset yang di keluarkan JP Morgan bersamaan dengan maraknya dana asing yang keluar paska terpilihnya presiden Amarika Serikat (AS) Donald Trump. Pemerintah melayangkan konfirmasi atas keputusan tersebut. Beberapa hal menjadi pertanyaan pemerintah antara lain seperti cara analisanya. Hasilnya, pemerintah menemui beberapa hal yang ganjil dalam riset tersebut. Selain penurunan peringkat yang drastis, kondisi ekonomi dan politik di Indonesia saat ini lebih baik dibanding Brazil. Sementara Brazil hanya turun satu tingkat. Hal itu menimbulkan Indonesia menjadi sasaran spekulasi. Di Indonesia sendiri, JP Morgan berperan sebagai bank persepsi dan agen penjual utama surat utang pemerintah.

Di pihak lain, beberapa waktu lalu lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating meningkatkan outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif. Hal ini pun mengafirmasi rating Indonesia pada BBB- atau Investment Grade. Setelah Fitch Rating yang telah menaikan peringkat Indonesia, dikabarkan S&P segera akan mengkaji ulang kemampuan RI untuk membayar utang. Kemungkinan S&P bakal melakukan review pada kuartal I 2017. Apakah S&P akan mengikuti jejak dari Ficth Rating yang akan menaikan peringkat Indonesia tersebut ? Tentunya ini yang akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam penantiannya. Hal positif bagi Indonesia juga datang dari Bloomberg. Bloomberg menempatkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terbaik 2016 di antara delapan negara Asia - Australia. Menurut Bloomberg, Jokowi terbukti mampu menguatkan nilai tukar sebesar 2,41%, menjaga pertumbuhan ekonomi 5,02% yoy, serta memiliki tingkat penerimaan publik cukup tinggi 69%. Bloomberg juga menyebutkan bahwa Jokowi cukup piawai dalam berpolitik, terbukti dapat merangkul dua pertiga kursi di parlemen. Selain itu, program amnesti pajak juga berhasil diloloskan untuk membiayai program pembangunan infrastruktur.

Selain dari faktor di atas, rilis data ekonomi pekan ini baik dari AS maupun dari negara utama lainnya, akan menambah sentimen bagi pasar dalam pekan pertama perdagangan saham tahun 2017 ini. Namun di pekan ini potensi IHSG untuk apresiasi cukup terbuka lebar. • SMGR perkirakan pertumbuhan 4% pada 2017

• Krakatau Semen Indonesia siap beroperasi • BIPP tambah modal disetor ke 2 anak usaha • PTBA kebut akuisisi tambang baru

• PGAS tambah pelanggan baru di 9 kota pada Desember 2016 • INAF pacu kinerja tiga sektor

• INAF menargetkan penjualan Rp2,11 triliun di 2017 • Pengaluran KPR bersubsidi BBTN naik

• BBTN meluncurkan proyek KPR mikro • BBTN dan BCIC emisi surat utang • BBNI & Brimob Polri kerja sama • BBMD tutup 2 kantor kas di Surabaya • GREN terbitkan promissory note

• SKBM turunkan jumlah rights issue dari 71% jadi 45,74% dari modal • IIKP catat rugi Rp 18,75 miliar per 9M16 dari rugi Rp 9,9 miliar • SAME tambah penyertaan modal ke anak saua, SMA & SMN • TKIM tingkatkan modal ke anak usaha, SHJ

• CANI akan fokus efisiensi di tahun 2017

• CANI proyeksikan rugi 2017 sebesar USD 6,04 juta • APEX sasar target konservatif

WEEKLY REPORT

(2)

DAILY NEWS

3 January 2017

     

           

 

 

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

Semen Indonesia (SMGR) memperkirakan pertumbuhan penjualan semen sekitar 3-4% pada 2017 atau meningkat dibandingkan perkiraan pertumbuhan sekitar 1% pada 2016. Perseroan mengincar pertumbuhan di atas pertumbuhan penjualan secara keseluruhan di industri semen. Sementara itu, SMGR tengah menjajaki pembelian perusahaan lain yang terkait dengan semen, salah satunya adalah perusahaan bahan bangunan.

Pabrik Krakatau Semen Indonesia, perusahaan patungan antara Krakatau Steel (KRAS) dan Semen Indonesia (SMGR), akan beroperasi pada Mei tahun ini dengan nilai investasi mencapai Rp 451 miliar. KRAS dan SMGR masing-masing menguasai 50% saham. Kapasitas awal pabrik semen slag mencapai 700.000 ton. Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) melakukan tambahan setoran modal ke PT Tridaya Investindo dan PT Asri Kencana Gemilang masing-masing sebesar Rp 76,5 miliar menjadi Rp 144 miliar dan sebesar Rp 16 miliar menjadi Rp 41 miliar. Kedua anak usaha ini adalah anak usaha perseroan dengan kepemilikan 99,9%. Tujuan dari penambahan modal guna menambah modal kerja anak-anak perusahaan.

Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) tengah dalam tahap uji tuntas akuisisi beberapa perusahaan tambang batu bara yang memiliki cadangan di atas 200 juta ton di Kalimantan. Akuisisi tambang baru akan menambah cadangan batu bara perusahaan yang kini mencapai 3,4 miliar ton. Perusahaan akan mengakuisisi langsung perusahaan yang tengah dibidik karena cadangannya cukup besar.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) menambah pelanggan baru di sektor usaha kecil dan menengah (UKM) serta industri di 9 kota pada periode Desember 2016. Pelanggan baru tersebut antara lain di Area Batam, PGN menambah pasokan gas bumi ke PT Accord Mandiri, Hotel Best Western Premier Panbil, PT Fastcoat hingga ke Rumah Makan Mie Tarempa. Di Bekasi PGN memasok gas bumi ke PT Oceancash Felts dan PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia. PGN juga memasok ke PT Tirta Sukses Perkasa (Indofood Group) di Pasuruan, Hotel Alila SCBD (Jakarta), PT Madani (Medan), PT Indorack Multikreasi (Tangerang), dan PT Tenang Jaya Sejahtera (Karawang).

Indofarma (INAF) akan memperkuat kinerja tiga sektor pada 2017. Kontribusi pendapatan yang akan digenjot adalah dari program Jaminan Kesehatan Nasional, obat herbal, dan ekspo./ Dari program Jaminan Kesehatan Nasional, pada tahun lalu, KAEF menadapat sekitar Rp250 miliar, sedangkan tahun ini ditargetkan sekitar Rp350 miliar. Adapun di sektor obat herbal, INAF akan menggenjot kontribusi hingga 20% terhadap penjualan konsolidasi 2017, seiring dengan rampungnya pembangunan produksi obat herbal tahun lalu. Untuk ekspor, INAF menargetkan negara tujuan ekspor bisa bertambah hingga sembilan negara.

Indofarma (INAF) menargetkan penjualan hingga Rp2,11 triliun dengan laba bersih minimal Rp30 miliar, didukung oleh beberapa factor. Pertama, INAF telah merampungkan fasilitas produksi obat herbal. Kedua, perusahaan telah menyelesaikan pembangunan fasilitas laboratorium mikrobiologi/ Ketiga, fasilitas steril noncephalosporin direncanakan pada Mei 2017, serta penambahan minimal tiga cabang distribusi.

Bank Tabungan Negara (BBTN) sepanjang tahun lalu sudah mengucurkan KPR subsidi setidaknya 206.000 unit, naik dari tahun sebelumnya. Dengan realisasi tersebut, BBTN menargetkan penyaluran KPR bersubsidi tahun ini tumbuh 20% YoY.

Bank Tabungan Negara (BBTN) akan meluncurkan proyek percontohan KPR segmen mikro pada Januari 2017, dengan kisaran harga rumah sebesar Rp25-75 juta termasuk harga tanah. BBTN akan bekerja sama dengan BUMN Perum Perumnas. KPR mikro ini diharapkan akan mengurangi tingkat kekurangan rumah (backlog) untuk masyarakat yang saat ini mencapai 13,3 juta uni. BBTN menargetkan tingkat kekurangan rumah dapat berkurang sekitar 2,6 juta unit atau 20%.

Bank Tabungan Negara (BBTN) dan Bank Jtrust Indonesia (BCIC) berencana menerbitkan surat utang pada semester I-2017 untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. BCIC berencana menerbitkan surat utang pada semester I-2017 melalui medium term notes. Sementara itu, BBTN berencana menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 6 triliun. BBTN berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 3 triliun pada kuartal I-2017.

Bank Negara Indonesia (BBNI) menjalin kerja sama Pengamanan, Pengawalan, dan Penjagaan Bank dengan Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia (BRIMOB POLRI). Langkah ini akan memaksimalkan kenyamanan dan keamanan pelayanan BNI terhadap masyarakat yang membutuhkan transaksi perbankan. Selain kerja sama pengamanan, BNI juga melakukan kerja sama dalam layanan perbankan, khususnya untuk menunjang kesejahteraan anggota BRIMOB, dalam pengelolaan Tunkin, pinjaman pegawai dan Cash Management keuangan BRIMOB. Bank Mestika Dharma (BBMD) melakukan penutupan dua kantor kas di Surabaya Jawa Timur pada 30 Desember 2016. Usaha perseroan tetap berjalan seperti biasa karena kegiatan transaksi di dua kantor kas tersebut masih bisa dilakukan melalui kantor cabang dan kantor cabang pembantu terdekat.

Evergreen Invesco (GREN) berencana menerbitkan promissory note senilai Rp 2-3 triliun pada Januari 2017. Surat sanggup bayar ini akan dibeli oleh pengusaha Erick Thohir yang berkomitmen menyelamatkan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Sekar Bumi (SKBM) memangkas jumlah saham rights issue dari 2,29 miliar saham atau 71% menjadi 789,47 juta saham atau 45,74% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan nominal Rp 100 per lembar. Setiap pemegang 121 saham lama yang tercatat namanya hingga 10 Januari 2017 berhak atas 102 HMETD (rasio 121 : 102), dimana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan harga Rp 720 per saham. Dengan demikian total dana yang diraih mencapai Rp 568,42 miliar. PT Multi Karya Sejati (MKS) selaku pemegang saham pengendali perseroan akan melaksanakan hak sesuai dengan porsi kepemilikan dalam rights issue II yakni sebanyak 59,24 juta saham. Cum dan ex di pasar reguler dan negosiasi pada 5 dan 6 Januari 2017 dan di pasar tunai pada 10 dan 11 Januari 2017 dengan periode perdagangan pada 12-25 Januari 2017. Dana yang diperoleh sebesar Rp 268 miliar digunakan untuk pembayaran atas pengambilalihan 22.400 saham SBB milik Clareville International Limited, sebesar Rp 125 miliar untuk tambahan penyertaan modal ke SBB, Rp 150 miliar untuk penyertaan modal kepada anak usaha BPU dan sisanya Rp 12 miliar untuk modal kerja perseroan.

Inti Agri Resources (IIKP) membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar Rp 40,95 miliar per September 2016 dari sebelumnya Rp14.41 miliar. Rugi bersih naik menjadi Rp 18,75 miliar dari rugi bersih Rp 9,90 miliar per September 2015.

(3)

DAILY NEWS

3 January 2017

     

           

 

 

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

Sarana Meditama Metropolitan (SAME) melakukan penambahan penyertaan modal anak perusahaan yaitu sebanyak 125.000 saham senilai Rp125 miliar kepada PT Sarana Meditama Anugerah (SMA) dengan kepemilikan 99,99% dan sebanyak 25.000 saham senilai Rp 25 miliar ke PT Sarana Meditama Nusantara (SMN) dengan kepemilikan 99,99%. Penambahan modal ke SMA dan ke SMN dengan cara mengkonversi piutang perusahaan menjadi penyertaan saham. Dengan demikian modal disetor SMA berubah dari Rp 10 miliar menjadi Rp 135 miliar dan modal disetor SMN berubah dari Rp 10 miliar menjadi Rp 35 miliar. Tujuan penambahan modal kedua anak usaha tersebut guna memperkuat struktur permodalan dalam mengembangkan bisnisnya.

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) melakukan peningkatan modal ke anak usahanya yaitu PT Sumalindo Hutani Jaya (SHJ) dengan kepemilikan 99,9% menjadi Rp 800 miliar dari Rp 12,02 miliar. SHJ juga meningkatkan modal ditempatkan dari Rp 12,00 miliar menjadi Rp 369,50 miliar. Peningkatkan modal di anak perusahaan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan. Capitol Nusantara Indonesia (CANI) pada tahun 2017 masih akan fokus memperbaiki kinerjanya. Perseroan akan melakukan efisiensi besar-besaran pada tahun depan. Dengan adanya penekanan biaya, perusahaan berharap rugi usaha CANI akan turun dari USD 7.516.845 di tahun 2016 menjadi USD 6.025.082. Sedangkan rugi komprehensif pada tahun 2017 diperkirakan menjadi USD 6.042.174 dari tahun 2016 yang diproyeksikan akan sebesar USD 7.750.349. Pendapatan tahun 2017 diperkirakan masih akan mengalami penurunan menjadi USD 4.451.480 juta dari USD 4.550.028 juta di tahun 2016.

Apexindo Pratama Duta (APEX) membidik target pendapatan konservatif pada tahun ini yaitu di kisaran USD 100-110 juta. Untuk bottom line tahun lalu, perseroan diperkirakan masih merugi. Adapun untuk bottom line tahun ini, perseroan memproyeksikan dapat lebih baik daripada tahun lalu, meskipun akan sulit meraih laba bersih. Sementara itu, untuk 2017, perseroan sudah memperoleh omzet hingga USD 50 juta. Pada 2017, perseroan menganggarkan belanja modal USD 10 juta untuk perawatan berkala alat produksi.

(4)

      

 

 

 

 

 

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

MARKET DATA

3 January 2017

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change (IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 54.02 0.30 TLKM (US) 29 9,821 357 Natural Gas (US$)/mmBtu 3.50 -0.22 ANTM (GR) 0.05 634 0 Gold (US$)/Ounce 1150.71 -1.45

Nickel (US$)/MT 10020.00 -100.00

Tin (US$)/MT 21125.00 75.00 Coal (NEWC) (US$)/MT* 94.70 32.30

Coal (RB) (US$)/MT* 87.20 23.84 CPO (ROTH) (US$)/MT 702.50 -10.00

CPO (MYR)/MT 3203.50 -42.50 Rubber (MYR/Kg) 977.50 9.50

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 652.58 -0.22 *weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X) Market Cap

Country Indices Price

%Day %YTD 2016E 2017F 2016E 2017F (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 19762.60 -0.29 0.00 18.09 16.20 3.33 3.13 5,678.5 USA NASDAQ COMPOSITE 5383.12 -0.90 0.00 22.37 19.34 3.49 2.82 8,397.4 ENGLAND FTSE 100 INDEX 7142.83 0.32 0.00 14.68 13.39 1.76 1.70 1,842.4 CHINA SHANGHAI SE A SH 3249.59 0.24 0.00 13.06 11.50 1.39 1.27 4,077.3 CHINA SHENZHEN SE A SH 2059.91 0.15 0.00 23.17 15.13 2.80 2.46 3,197.2 HONG KONG HANG SENG INDEX 22000.56 0.96 0.00 11.17 10.18 1.07 1.01 1,794.1 INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5296.71 -0.11 0.00 14.56 12.95 2.16 1.96 427.0 JAPAN NIKKEI 225 19114.37 -0.16 0.00 19.00 17.23 1.70 1.59 2,891.4 MALAYSIA KLCI 1641.73 0.23 0.00 15.50 14.52 1.57 1.49 222.2 SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2880.76 -0.29 0.00 13.31 12.56 1.06 1.02 318.0

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 13,472.50 1.50 1000 IDR/ USD 0.07 0.0000 EUR/IDR 14,089.94 -72.86 EUR / USD 1.05 0.0003 JPY/IDR 114.73 -0.19 JPY / USD 0.01 0.0000 SGD/IDR 9,292.79 -15.26 SGD / USD 0.69 0.0004 AUD/IDR 9,694.57 25.76 AUD / USD 0.72 0.0012 GBP/IDR 16,544.23 -108.92 GBP / USD 1.23 0.0002 CNY/IDR 1,939.88 -2.79 CNY / USD 0.14 0.0002 MYR/IDR 3,003.06 -0.51 MYR / USD 0.22 -0.0001 KRW/IDR 11.14 -0.01 100 KRW / USD 0.08 -0.0001

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.75 JIBOR (IDR) Indonesia 7.80 BI 7-Day Repo Rate (%) Indonesia 4.75 LIBOR (GBP) England 0.26 ECB Rate (%) Euro 0.00 SIBOR (USD) Singapore 0.17 BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.03 BOE Rate (%) England 0.25 Z TIBOR (YEN) Japan 0.03 PBOC Rate (%) China 4.35 SHIBOR (RENMINBI) China 3.31

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

IDR AVERAGE DEPOSIT

Description November-16 October-16 Description Rate (%)

Inflation YTD % 2.59 2.11 1M 6.25

Inflation YOY % 3.58 3.31 3M 6.41

Inflation MOM % 0.47 0.14 6M 6.30

Foreign Reserve (USD) 111.47 Bn 115.04 Bn 12M 6.23741 GDP (IDR Bn) 3,216,799.00 3,084,775.50

(5)

      

 

 

 

 

 

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

MARKET DATA

3 January 2017

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

03 Dec Indonesia CPI YoY --

03 Dec US Construction Spending MoM Tetap 0.5%

03 Dec US ISM Manufacturing Naik menjadi 53.7 dari 53.2 03 Dec ISM Prices Paid Naik menjadi 55.5 dari 54.5

04 Dec US Domestic Vehicle Sales Turun menjadi 13.80 juta dari 13.85 juta 04 Dec US Total Vehicle Sales Turun menjadi 17.70 juta dari 17.75 juta 05 Dec FOMC Meeting Minutes --

05 Dec US Initial Jobless Claims -- 05 Dec US Continuing Claims -- Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

ASII IJ 8275 1.85 5.61 HMSP IJ 3830 -2.30 -9.67 TLKM IJ 3980 1.02 3.73 UNVR IJ 38800 -3.00 -8.46 BBCA IJ 15500 0.98 3.38 NISP IJ 2070 -10.00 -2.41 EMTK IJ 9975 5.00 2.48 KLBF IJ 1515 -2.57 -1.73 AMRT IJ 625 7.76 1.73 INAF IJ 4680 -10.00 -1.49 BTEK IJ 1230 23.00 1.27 PGAS IJ 2700 -2.17 -1.34 UNTR IJ 21250 1.43 1.03 SMGR IJ 9175 -2.39 -1.23 BDMN IJ 3710 2.77 0.88 AALI IJ 16775 -2.75 -0.85 BBNI IJ 5525 0.91 0.85 PWON IJ 565 -2.59 -0.67 MIKA IJ 2570 2.39 0.81 WSKT IJ 2550 -1.92 -0.63

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

PT Forza Land Indonesia Property & Real Estate

300-350 312.50 TBA TBA Sinarmas Sekuritas

PT Anugerah Berkah Mandiri

Property & Real Estate

800-1250 3,333.33 TBA TBA RHB Securities, Mandiri, CIMB

Securities PT Buyung Poetra

Sembada

(6)

      

 

 

 

 

 

 

3 January 2017

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

CORPORATE INFO

3 January 2017

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

ADRO $0.0019 Cash Dividend 28 Dec’16 29 Dec’16 03 Jan’16 13 Jan’16 CMNP 9 : 2 Stock Dividend 10 Jan’16 11 Jan’16 13 Jan’16 16 Jan’16

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

CENT Rights Issue 1:2 100.00 29 Dec’16 30 Dec’16 05 Jan – 11 Jan’17 SKBM Rights Issue 20:49 550.00 04 Jan’16 05 Jan’16 11 Jan – 17 Jan’17 BINA Rights Issue 1000:1075 240.00 20 Jan’16 23 Jan’16 27 Jan – 02 Feb’17 BULL Rights Issue 1:1 100.00 06 Feb’17 07 Feb’17 13 Feb – 21 Feb’17 PSKT Rights Issue 5:3 100.00 09 Feb’17 10 Feb’17 16 Feb – 22 Feb’17

RIMO Rights Issue 5:597 101.00 TBA TBA TBA

GREN Rights Issue 1:20 550.00 TBA TBA TBA

KICI Stock Split 1:2 -- TBA TBA TBA

UNSP Reverse Stock 10:1 -- TBA TBA TBA

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

POOL RUPSLB 09-Jan-17 MAYA RUPSLB 13-Jan-17 MYRX RUPSLB 13-Jan-17 SMDM RUPST 16-Jan-17 KOIN RUPSLB 18-Jan-17 AKKU RUPSLB 20-Jan-17 CTTH RUPSLB 20-Jan-17 BCIP RUPSLB 23-Jan-17 LTLS RUPSLB 25-Jan-17 RIMO RUPSLB 27-Jan-17 INDY RUPSLB 30-Jan-17 BUVA RUPSLB 31-Jan-17

(7)

      

 

 

 

 

 

3 January 2017

TECHNICAL ANALYSIS

3 January 2017

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

ASII

TRADING BUY

S1 8125 R1 8350 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 7900 R2 8575

Closing

Price 8275

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 8125-Rp 8575 • Entry Rp 8275, take Profit Rp 8575

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 33.74 Positif

MACD 10.07 Positif

True Strength Index (TSI) 46.21 Positif Bollinger Band (Mid) 3862 Positif MA5 7835 Positif 6,000 6,600 7,200 7,800 8,400 9,000

Jun Jul August September October November December

ASII Downward Sloping Channel

7,743.75 7,535.47 7,535.47 7,325 7,316.15 7,306.25 7,306.25 7,750 7,760 7,835 8,275 8,275 8,275 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

ASII - Stochastic %D(6,3,3) = 81.68, Stochastic %K = 98.99, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00 81.6795

80 20 81.6795 98.9899 98.9899 -100.0 -50.0 0.0 50.0 100.0 0.0

ASII - MACD (5,3) = -128.08, Signal() = -90.13

-128.084 -90.1295 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0

ASII - TSI(3,5,3) = 46.21, Volume() = 58,357,800.00

27.098 0.00000 46.2114

58,357,80

ASIIWilliam's % R(14)= 0 00Volume()= 58 357 800 00 0.00000 58,357,80

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

INDF

TRADING BUY

S1 7850 R1 8000 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 7700 R2 8150 Closing

Price 7925

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 7850-Rp 8150 • Entry Rp 7925, take Profit Rp 8150

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 35.08 Negatif

MACD 15.28 Positif

True Strength Index (TSI) 32.81 Positif Bollinger Band (Mid) 2480 Positif MA5 7665 Positif 7,000 7,500 8,000 8,500 9,000 9,500

Jun Jul August September October November December

INDF Downward Sloping Channel

Bullish Breakout 7,861.73 7,715 7,665 7,571.88 7,200 7,150 7,150 7,861.73 7,925 7,925 7,925 8,125 8,203.59 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

INDF - Stochastic %D(6,3,3) = 69.50, Stochastic %K = 84.73, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

69.4989 69.4989 20 80 84.7311 84.7311 -180.0 -120.0 -60.0 0.0 60.0 120.0 0.0

INDF - MACD (5,3) = -76.02, Signal() = -48.40

-76.0229 -48.3967 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0

INDF - TSI(3,5,3) = 32.81, Volume() = 8,171,400.00

12.1623 0.00000 32.8086

8,171,400

INDFWilliam's % R(14)= 21 62Volume()= 8 171 400 00 -21.6216 8,171,400

(8)

      

 

 

 

 

 

3 January 2017

TECHNICAL ANALYSIS

3 January 2017

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

BBRI

TRADING BUY

S1 11575 R1 11825 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 11325 R2 12075

Closing

Price 11675

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 11575-Rp 11825 • Entry Rp 11675, take Profit Rp 11825

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 19.72 Negatif

MACD -116.12 Positif

True Strength Index (TSI) 49.93 Positif Bollinger Band (Mid) 40181 Negatif MA5 11315 Positif 9,600 10,200 10,800 11,400 12,000 12,600 13,200

Jun Jul August September October November December

BBRI Wedge 11,209.4 11,188.5 11,188.5 10,857.4 10,857.4 10,775 10,425 11,301.3 11,315 11,450 11,675 11,675 11,675 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0

BBRI - Stochastic %D(6,3,3) = 68.24, Stochastic %K = 87.60, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

68.2419 68.2419 20 80 87.6041 87.6041 -180.0 -120.0 -60.0 0.0 60.0 120.0 180.0 240.0 300.0 0.0

BBRI - MACD (5,3) = -113.75, Signal() = -80.16

-113.751 -80.1643 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0

BBRI - TSI(3,5,3) = 49.93, Volume() = 38,741,600.00

24.2633 0.00000 49.934

38,741,60

BBRIWilliam's % R(14)= 18 18Volume()= 38 741 600 00 -18.1818 38,741,60

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

BBNI

TRADING BUY

S1 5425 R1 5625 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 5225 R2 5825 Closing

Price 5525

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI mendekati area overbought • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 5425-Rp 5625 • Entry Rp 5525, take Profit Rp 5625

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 12.12 Positif

MACD 3.74 Positif

True Strength Index (TSI) 36.92 Positif Bollinger Band (Mid) 1837 Positif MA5 5375 Positif 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600 5,800 6,000

Jun Jul August September October November December

BBNI Wedge Bullish Breakout 5,378.75 5,375 5,365.63 5,230 5,230 5,200 4,972.57 5,473 5,473 5,525 5,525 5,525 5,550 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

BBNI - Stochastic %D(6,3,3) = 50.99, Stochastic %K = 71.72, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

50.9864 50.9864 20 71.7236 71.7236 80 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 0.0

BBNI - MACD (5,3) = -37.73, Signal() = -22.27

-37.7263 -22.2679 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0

BBNI - TSI(3,5,3) = 36.92, Volume() = 28,427,800.00

13.4078 0.00000 36.9206

28,427,80

BBNIWilliam's % R(14)= 27 78Volume()= 28 427 800 00 -27.7778 28,427,80

(9)

      

 

 

 

 

 

3 January 2017

TECHNICAL ANALYSIS

3 January 2017

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

BBCA

TRADING BUY

S1 15375 R1 15600 Trend Grafik Major Up Minor Down

S2 15150 R2 15825 Closing

Price 15500

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 15375-Rp 15825 • Entry Rp 15500, take Profit Rp 15825

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 24.60 Negatif

MACD -3.91 Negatif

True Strength Index (TSI) 53.90 Positif Bollinger Band (Mid) 626 Positif MA5 14965 Positif 12,600 13,200 13,800 14,400 15,000 15,600 16,200

Jun Jul August September October November December

BBCA Bullish Breakout 14,965 14,853.1 14,756.3 14,125 14,125 14,125 13,978 15,000 15,425 15,425 15,500 15,500 15,500 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0

BBCA - Stochastic %D(6,3,3) = 77.26, Stochastic %K = 85.80, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00 77.2553

77.2553 20 80 85.7962 85.7962 -120.0 -60.0 0.0 60.0 120.0 180.0 0.0

BBCA - MACD (5,3) = -158.00, Signal() = -108.58

-158.003 -108.577 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0

BBCA - TSI(3,5,3) = 53.80, Volume() = 47,100,100.00

33.2316 0.00000 53.7967

47,100,10

BBCAWilliam's % R(14)= 3 51Volume()= 47 100 100 00 -3.50877 47,100,10

Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

ITMG

TRADING BUY

S1 16550 R1 17100 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 16000 R2 17650 Closing

Price 16875

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral

Prediksi • Trading range Rp 16550-Rp 17100 • Entry Rp 16875, take Profit Rp 17100

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 19.44 Positif

MACD -15.84 Positif

True Strength Index (TSI) 3.08 Positif Bollinger Band (Mid) 16715 Positif MA5 16330 Positif 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000

Jun Jul August September October November December

ITMG Broadening Wedge

16,715 16,375 16,330 15,600 15,500 15,500 14,915.3 16,875 16,875 16,875 17,900 18,614.3 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

ITMG - Stochastic %D(6,3,3) = 42.99, Stochastic %K = 66.00, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

42.9919 42.9919 20 66.0024 66.0024 80 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 400 0

ITMG - MACD (5,3) = -84.54, Signal() = -7.86

-84.5382 -7.85543 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0

ITMG - TSI(3,5,3) = 3.08, Volume() = 1,024,600.00

0.00000 -16.7879 3.0827

1,024,600

ITMGWilliam's % R(14)= 44 57Volume()= 1 024 600 00 -44.5652 1,024,600

(10)

      

 

 

 

 

 

 

3 January 2017

TRADING VIEW

3 January 2017

DISCLAIMER

This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in the report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

05-12-16 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Sell 16775 16775 16575 16050 16575 17100 17625 Positif Negatif Negatif 17950 14900 LSIP Trading Buy 1740 1740 1765 1675 1720 1765 1810 Positif Positif Positif 1905 1545 SGRO Trading Buy 1910 1910 1915 1875 1895 1915 1935 Positif Positif Positif 2000 1800

Mining

PTBA Trading Buy 12500 12500 12625 12275 12450 12625 12800 Positif Positif Positif 13625 11000 ADRO Trading Buy 1695 1695 1715 1625 1670 1715 1760 Positif Positif Positif 1770 1480 MEDC Trading Buy 1320 1320 1325 1285 1305 1325 1345 Positif Positif Positif 1435 1220 INCO Trading Buy 2820 2820 2860 2680 2770 2860 2950 Positif Positif Positif 3630 2620 ANTM Trading Buy 895 895 905 875 890 905 920 Positif Positif Positif 1005 850 TINS Trading Sell 1075 1075 1040 945 1040 1135 1230 Positif Negatif Negatif 1360 985

Basic Industry and Chemicals

WTON Trading Sell 825 825 820 805 820 835 850 Positif Negatif Negatif 885 795 SMGR Trading Sell 9175 9175 9075 8750 9075 9400 9725 Positif Negatif Negatif 9475 8050 INTP Trading Buy 15400 15400 15775 14475 15125 15775 16425 Positif Positif Positif 16800 14275 SMCB Trading Buy 900 900 910 880 895 910 925 Positif Positif Positif 1005 865

Miscellaneous Industry

ASII Trading Buy 8275 8275 8575 7900 8125 8350 8575 Positif Positif Positif 8150 7325 GJTL Trading Buy 1070 1070 1080 1010 1045 1080 1115 Positif Positif Positif 1260 950

Consumer Goods Industry

INDF Trading Buy 7925 7925 8150 7700 7850 8000 8150 Positif Positif Positif 8125 7200 GGRM Trading Buy 63900 63900 64425 62325 63375 64425 65475 Positif Positif Positif 67750 60025 UNVR Trading Sell 38800 38800 38200 36500 38200 39900 41600 Positif Negatif Negatif 42425 37825 KLBF Trading Buy 1515 1515 1555 1435 1495 1555 1615 Positif Negatif Positif 1590 1385

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Buy 1755 1755 1770 1700 1735 1770 1805 Positif Positif Positif 1890 1550 PTPP Trading Buy 3810 3810 3870 3650 3760 3870 3980 Positif Positif Positif 4040 3510 WIKA Trading Sell 2360 2360 2330 2230 2330 2430 2530 Positif Negatif Negatif 2620 2270 ADHI Trading Buy 2080 2080 2130 1985 2060 2130 2200 Positif Positif Positif 2280 1830 WSKT Trading Buy 2550 2550 2620 2400 2510 2620 2730 Positif Negatif Positif 2610 2210

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 2700 2700 2770 2570 2670 2770 2870 Positif Negatif Positif 2940 2260 JSMR Trading Buy 4320 4320 4380 4180 4280 4380 4480 Positif Positif Positif 4570 3900 ISAT Trading Buy 6450 6450 6525 6325 6425 6525 6625 Positif Positif Positif 6500 6000 TLKM Trading Buy 3980 3980 4020 3860 3940 4020 4100 Positif Positif Positif 4040 3670

Finance

BMRI Trading Buy 11575 11575 11750 11000 11375 11750 12125 Positif Negatif Positif 11575 10025 BBRI Trading Buy 11675 11675 11825 11325 11575 11825 12075 Positif Positif Positif 11750 10425 BBNI Trading Buy 5525 5525 5625 5225 5425 5625 5825 Positif Positif Positif 5550 5000 BBCA Trading Buy 15500 15500 15825 15150 15375 15600 15825 Positif Positif Positif 15425 14125 BBTN Trading Buy 1740 1740 1775 1675 1725 1775 1825 Positif Negatif Positif 1835 1590

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Buy 21250 21250 21525 20325 20925 21525 22125 Positif Positif Positif 23950 19200 MPPA Trading Buy 1480 1480 1540 1310 1425 1540 1655 Positif Positif Positif 1785 1320

(11)

 

 

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :