• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA KONTEKSTUAL BERBASIS BUDAYA LOKAL BALI

Dalam dokumen SENARI 2014 Seminar Nasional Riset Inovatif (Halaman 78-83)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA KONTEKSTUAL

1. Pendahuluan

Pemerintah Indonesia melalui program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) berusaha untuk memperkenalkan masyarakat dan budaya Indonesia di dunia Internasional. Program ini juga merupakan salah satu program unggulan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (badanbahasa.kemdikbud.go.id). Salah satu bentuk implementasi program BIPA adalah terwujudnya program Darmasiswa.

Program ini memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing yang berasal dari negara- negara yang memiliki hubungan diplomatik untuk mempelajari bahasa, seni dan budaya Indonesia.

Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa di Asia yang diminati oleh masyarakat internasional yang berasal dari berbagai negara dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dalam Asian Youth Forum (Kompasiana, 2012) disebutkan bahwa Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang menjadi minat peserta untuk dipelajari selain bahasa Jepang, China dan Thailand. Ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa penting yang terdapat di benua Asia.

Hasil wawancara yang dilakukan pada staf subbagian kerjasama di bawah Biro AAKPSI menunjukkan bahwa sejak dimulainya program Darmasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun ajaran 2005/2006 sampai tahun ajaran 2012/2013, peserta Darmasiswa mengalami peningkatan jumlah lebih dari 50%. Selain itu, peserta BIPA juga berasal bukan hanya dari program Darmasiswa, namun juga mulai berkembang dengan adanya MoU antara Universitas Pendidikan Ganesha dengan universitas-universitas lain di luar negeri seperti dari Belanda, Belgia maupun Swedia.

Namun hasil observasi menunjukkan bahwa peningkatan kuantitas peserta BIPA tidak dibarengi dengan peningkatan bahan ajar dan media pembelajaran yang dapat mendukung lancarnya pelaksanaan program.

Pelaksanaan program mengalami beberapa kendala. Salah satunya adalah kurangnya bahan ajar termasuk buku ajar dan media audio-visual yang dapat menunjang lancarnya proses belajar mengajar. Ini menunjukkan bahwa usaha pemerintah Indonesia melalui program BIPA yang merupakan salah satu program unggulan

kementerian pendidikan dan kebudayaan secara praktis belum ditunjang dengan optimal. Adanya peningkatan pemasaran program BIPA baik melalui media cetak maupun online belum didukung oleh peningkatan bahan ajar. Bahan ajar yang tersedia kurang memadai dan sangat tidak variatif.

Masalah-masalah yang telah diuraikan sebelumnya perlu pemecahan secara mendesak dan solusinya perlu segera dilaksanakan. Pemecahan masalah yang dianggap paling memungkinkan dan bisa terjangkau adalah pengembangan bahan ajar BIPA kontekstual yang berbasis budaya lokal Bali. Bahan ajar yang kontekstual diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan para peserta BIPA untuk mempraktekkan bahasa Indonesia mereka dengan baik dan dapat digunakan dalam kehidupan mereka sehari- hari baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan di lingkungan sekitar maupun dalam pergaualan sehari hari.

Berbasis budaya lokal khususnya budaya Bali merupakan bagian dari pembelajaran bahasa yang merupakan bagian dari komunikasi antar budaya.

2. Metode

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan (research and development). Tahap pertama penelitian ini terdiri dari pengkajian teoretis kompetensi berbahasa Indonesia yang harus dicapai mahasiswa asing dalam pembelajaran BIPA serta menganalisis dan mengkaji topik-topik yang akan dikembangkan dalam bahan ajar yang diperoleh melalui telaah misi dan misi pembelajaran BIPA, konsultasi dengan ahli pembelajaran dan pengembangan BIPA, mengkaji literatur yang terkait dengan pembelajaran BIPA serta menelaah masukan peserta BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha. Tahap kedua

merupakan penyusunan dan

pengembangan bahan ajar melalui pengembangan topik pembelajaran dan menentukan aktivitas atau tudas-tugas yang dikerjakan mahasiswa yang dapat mengukur ketercapaian kompetensi yang telah dirumuskan.

Penelitian ini menggunakan paradigma pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini memperoleh data dari tiga subjek penelitian yang berbeda. Pertama, subjek penelitian ini adalah visi misi, kurikulum,

dan silabus BIPA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan informasi tentang kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa asing dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kedua, subjek penelitian adalah para pakar atau ahli BIPA yang memberikan masukan tentang isi dari buku ajar yang disusun.

Ketiga, subjek penelitian ini adalah mahasiswa peserta BIPA termasuk didalamnya peserta Darmasiswa RI dan peserta BIPA Undiksha.

3. Pembahasan Hasil

Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah identifikasi dan analisis kompetensi dan topik-topik pembelajaran BIPA. Kompetensi dasar dan topik pembelajaran BIPA yang dikaji dalam penelitian ini adalah kompetensi dasar dan topik pembelajaran BIPA untuk tingkat pemula atau tingkat dasar. Identifikasi dan analisis kebutuhan dilakukan untuk pembelajaran BIPA tingkat pemula didasarkan pada observasi awal yang telah dilaksanakan. Observasi awal yang dilaksanakan pada kelas BIPA angkatan tahun 2013 dan hasil wawancara yang dilaksanakan kepada pengelola Unit Layanan Bahasa, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menghasilkan data bahwa pembelajar BIPA yang mengikuti perkuliahan di Unit Layanan Bahasa Undiksha adalah pembelajar-pembelajar tingkat pemula/dasar, yaitu pembelajar yang baru mulai mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing.

Identifikasi dan analisis kompetensi serta topik-topik pembelajaran dilksanakan melalui telaah masukan ahli, telaah masukan peserta BIPA, analisis silabus pembelajaran BIPA dari program Darmasiswa yang disusun oleh Biro Perencanaan dan kerjasama Luar negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berdasarkan kajian dari telaah masukan ahli, analisis kebutuhan peserta BIPA tahun ajaran 2013/2014, analisis silabus BIPA dan visi misi BIPA dan kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa standar kompetensi yang perlu dikuasai oleh mahasiswa BIPA tingkat pemula adalah:

(1) Mampu memahami dan menggunakan ungkapan dasar dalam bahasa Indonesia yang digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari

(2) Mampu bertanya dan menjawab menggunakan kalimat-kalimat sederhana tentang diri sendiri atau orang lain.

(3) Mampu berinteraksi baik secara lisan maupun tertulis menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana.

Sesuai dengan telaah tentang standar kompetensi yang perlu dikuasai oleh mahasiswa BIPA, maka penulis menyusun kompetensi –kompetensi dasar yang perlu dikuasai oleh mahasiswa.

Kompetensi-kompetensi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kompetensi untuk mahasiswa tingkat pemula.

Kompetensi-kompetensi yang perlu dikuasai oleh peserta BIPA khususnya peserta pemula adalah 1) mampu mengucapkan salam, memperkenalkan diri sendiri dan memperkenalkan orang lain, 2) mampu menyampaikan asal diri sendiri dan asal orang lain, 3) mampu menyebutkan angka dan bilangan dan menggunakannya dalam konteks pergaulan sehari-hari, 4) mampu menggunakan kalimat-kalimat sederhana yang berhubungan dengan berbelanja dan kebutuhan sehari-hari, 5) mampu menyebutkan warna-warna yang berbeda dan mendeskripsikan warna-warna benda yang ada di sekitar, 6) mampu menyebutkan nana-nama anggota tubuh dan mendeskripsikan cirri fisik seseorang, 7) mampu menyebutkan benda-benda yang ada di sekitar rumah/kampus dan mendeskripsikan benda-benda tersebut, 8) mampu menyebutkan hari, tanggal, (waktu) dan mengaitkannya dengan konteks kegiatan sehari-hari, 9) mampu menyebutkan arah dan letak suatu benda dan 10) mampu menyebutkan dan menceritakan kegemaran diri sendiri dan orang lain.

Berdasarkan telaah kompetensi yang perlu dikuasi mahasiswa BIPA, maka toipik-topik yang direncanakan untuk dicantumkan dalam buku ajar, yaitu:

(1) Salam/Perkenalan

(2) Asal (Saya Berasal dari Bali) (3) Angka

(4) Berbelanja

(5) Warna ( Warna Bajuku Hijau) (6) Anggota tubuh dan deskripsi

diri

(7) Benda-benda di sekitar kitaBinatang di sekitar kita (8) Waktu dan kegiatan sehari-hari (9) Arah dan lokasi

(10) Hobi/kegemaran (Saya suka Berenang)

(11) Binatang di Sekitar Kita

Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, maka produk yang dirancang, yaitu berupa buku ajar BIPA terdiri dari 11 topik. Topik- topik tersebut dipercaya menjadi kebutuhan dasar yang diperlukan mahasiswa BIPA untuk mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dalam konteks kegitan sehari- hari.

Sementara aspek-aspek budaya Bali yang dicantumkan dalam buku ajar disesuaikan dengan topik-topik pembelajaran. Aspek-aspek budaya yang dicantumkan juga berdasarkan masukan peserta BIPA tahun ajaran 2013/2014 yang mengikuti kuliah bahasa Indonesia di Unit Layanan bahasa, Universitas Pendidikan Ganesha, masukan tim ahli BIPA yang merupakan peneliti mitra dan kajian literatur. Beberapa aspek budaya Bali yang akan dicantumkan adalah

(1) Cara berkenalan dan berkenalan dalam budaya Bali dan basa- basi dalam Budaya Bali,

(2) Cara berkendara dan lalu lintas di Bali

(3) Makna dibalik angka, angka- angka yang dianggap sakral dalam Budaya Bali (Kalender Bali)

(4) Tradisi menawar dalam budaya Bali

(5) Makna warna-warna tertentu dalam budaya Bali

(6) Dalam Budaya Bali, orang yang lebih muda tidak boleh menyentuh bagian-bagian tubuh tertentu orang yang lebih tua misalnya, kepala.

(7) Privasi dalam budaya Bali?

Dalam keluarga Bali hampir tidak ada privasi karena setiap anggota keluarga bisa keluar masuk setiap ruangan yang ada di rumah dan Bertingkah laku dalam lingkungan social (8) Kegiatan sehari-hari orang Bali (9) Konsep arah dalam Budaya

Bali.

(10) Apa yang dilakukan orang Bali ketika berkumpul

(11) Binatang-binatang yang dianggap suci di Bali

Dengan diidentifikasinya dan dianalisisnya kebutuhan mahasiswa BIPA baik kompetensi, topik-topik pembelajaran yang dikombinasikan dengan identifikasi aspek-aspek budaya Bali yang perlu diketahui oleh pembelajar BIPA, maka penelitian tahun pertama, tahap pertama telah usai dilaksanakan. Hasil penelitian tahap pertama ini merupakan dasar pelaksanaan penelitian tahun pertama tahap kedua

4. Simpulan

Berdasarkan kajian masukan ahli, masukan peserta BIPA tahun ajaran 2013/2014, analisis silabus BIPA dan visi misi BIPA dan kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa kompetensi- kompetensi yang perlu dikuasai oleh peserta BIPA khususnya peserta pemula adalah 1) mampu mengucapkan salam, memperkenalkan diri sendiri dan memperkenalkan orang lain, 2) mampu memperkenalkan asal diri sendiri dan asal orang lain, 3) mampu menyebutkan angka dan bilangan dan menggunakannya dalam konteks pergaulan sehari-hari, 4) mampu menggunakan kalimat-kalimat sederhana yang berhubungan dengan berbelanja dan kebutuhan sehari-hari, 5) mampu menyebutkan warna-warna yang berbeda dan mendeskripsikan warna-warna benda yang ada di sekitar, 6) mampu menyebutkan nana-nama anggota tubuh dan mendeskripsikan cirri fisik seseorang, 7) mampu menyebutkan benda-benda yang ada di sekitar rumah/kampus dan mendeskripsikan benda-benda tersebut, 8) mampu menyebutkan hari, tanggal, (waktu) dan mengaitkannya dengan konteks kegiatan sehari-hari, 9) mampu menyebutkan arah dan letak suatu benda, 10) mampu menyebutkan dan menceritakan kegemaran diri sendiri dan orang lain, dan 11) mampu menyebutkan dan mendeskripsikan binatang kesayangan.

Aspek-aspek budaya Bali yang dicantumkan dalam buku ajar disesuaikan dengan topik-topik pembelajaran. Aspek- aspek tersebut adalah 1) Cara berkenalan dan berkenalan dalam budaya Bali dan basa- basi dalam Budaya Bali, 2) Cara berkendara dan lalu lintas di Bali, 3) Makna dibalik angka, angka-angka yang dianggap sakral dalam Budaya Bali, 4) Tradisi menawar dalam budaya Bali, 5) Makna warna-warna tertentu dalam budaya Bali, 5) Dalam Budaya Bali, orang yang lebih muda

tidak boleh menyentuh bagian-bagian tubuh tertentu orang yang lebih tua misalnya, kepala, 6) Privasi dalam budaya Bali?

Dalam keluarga Bali hampir tidak ada privasi karena setiap anggota keluarga bisa keluar masuk setiap ruangan yang ada di rumah dan Bertingkah laku dalam lingkungan social, 7) Kegiatan sehari-hari orang Bali, 8) Konsep arah dalam Budaya Bali, dan 9) Apa yang dilakukan orang Bali ketika berkumpul, 10) binatang-binatang yang dianggap suci di Bali.

Daftar Pustaka

Adnyani, Ni Luh Putu Sri. 2011. Introducing Target Language Culture through Movie Watcing and Discussion. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 44 (1-3), 77- 83

Adryansyah. 2012. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tersedia pada http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lam anbahasa/info_bipa (diakses tanggal 2 Maret 2013)

Atmosumarto, Sutanto. 1994. Colloquial Indonesian. London: Routledge

Agustini, Ketut dan Made Windu Antara Kesiman. 2011. Pengembangan Media Ajar Berteknologi Hypertext untuk Perkuliahan Sistem Operasi Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Konsep subak.

Laporan Penelitian Hibah Pekerti.

Lembaga Penelitian Universitas Pendidikan Ganesha

Almatsier, A.M. 2002. How to Master the Indonesian Language. Jakarta:

Djambatan

Gall, Meredith, Joyce P Gall and Walter Raymond Borg. 2003. Educational Research; An Introduction. USA: Allyn &

Bacon Inc.

Hadisaputra, I Nyoman Pasek dan Ni Luh Putu Sri Adnyani. 2012. The Influence of Balinese Culture on EFL University Students Speaking Ability. Jurnal Lingua Scientia, 19(2), 21-42

Iswekke. 2012. Bahasa Indonesia Bagi penutur Asing. Tersedia pada http://luar- negeri.kompasiana.com/2012/11/02/baha sa-indonesia-bagi-penutur-asing--

500284.html (diakses tanggal 2 Maret 2013)

Kementerian Pendididan dan Kebudayaan.

2011. About Darmasiswa. Tersedia pada http://darmasiswa.kemdiknas.go.id/v2/ind ex.php?p=about (diakses tanggal 2 Maret 2013)

Padmadewi, Ni Nyoman. 2012. Pengembangan Bahan AjarbMata Kuliah Strategi Pembelajaran Bahasa untuk Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Ganesha. Laporan Penelitian Lanjut. Lembaga Penelitian Universitas Pendidikan Ganesha

Pasmidi, Ni Made. 2003. Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bagian dari LOTE pada Primary School di Australia.

Makalah disajikan dalam Kolita 1 Konferensi Linguistik Tahunan Atmajaya.

Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atmajaya. Jakarta 17-18 Februari 2003 Saragih, Amrin. 2002. Bahasa dan Konteks

Sosial: Pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik terhadap tata Bahasa dan Wacana. Medan: Universitas Negeri Medan

Suparwa, I Nyoman. 2010. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA): Materi Struktur dan Permasalahannya.

Denpasar: Universitas Udayana

Trijanto, Endang K. 2003. Budaya Malu dalam Berbahasa. Makalah disajikan dalam Kolita 1 Konferensi Linguistik Tahunan Atmajaya. Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atmajaya, 17-18 Februari 2003.

KARAKTERISTIK TEKS-TEKS SANGKALAN (REFUTATION

Dalam dokumen SENARI 2014 Seminar Nasional Riset Inovatif (Halaman 78-83)