Bab 4 JOINT VENTURE
A. Pengertian Joint Venture dan Kontrak
1. Pengertian Joint Venture.
I
stilah joint venture dalam konteks ekonomi adalah suatu persetujuan di antara dua pihak atau lebih untuk melakukan kerjasama dalam suatu kegiatan di bidang bisnis. Pengertian tersebut kemudian dipertegas secara terperinci oleh Smith et. al. bahwa kerja sama bisa terjadi atas dasar suatu kontrak, bisa juga sebagai partner, atau bisa saja melalui saham.1Joint venture adalah kerjasama beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka tertentu. Biasanya kerjasama berakhir setelah tujuan tercapai atau pekerjaan selesai. Perbedaan antara joint venture dengan persekutuan fi rma (CV) adalah umur joint venture lebih pendek dari pada umur persekutuan yang biasa.2
In European law, the term joint venture (or joint undertaking) is an elusive legal concept, batter defi ned under the rules of company law. In France, the term “joint venture” is variously translated “association d’interprises,”
“enterprise conjointe,” “cointreprise” or enterprise commune.” In Germany,
“joint venture” is better represented as a “combination of companies” (konzern) (artinya: dalam hukum Eropa, istilah usaha patungan (usaha bersama) adalah konsep hukum yang sulit dipahami, lebih baik didefenisikan berdasarkan hukum perusahaan. Di Perancis, istilah “usaha patungan”
diterjemahkan beragam “association d’interprises,” “enterprise conjointe,”
“cointreprise” or enterprise commune.” Di Jerman, “usaha patungan” lebih baik diwakili sebagai “kombinasi perusahaan” (konzern).3
1Emmy Pangaribuan Simanjuntak, loc.cit, hlm. 23.
2Blogspot.co.id
3https://en.m.wikipedia.org
Bab 4
JOINT VENTURE
Berdasar pada pengertian di atas, kemudian dalam pelaksanaan diberikan batasan-batasan menurut aturan. Di Indonesia istilah joint venture ini hanya terbatas pada kerjasa sama pihak asing dengan pihak nasional menyangkut dengan modal usaha. Untuk itu maka menurut Sunaryati Hartono istilah “joint venture itu digunakan untuk berbagai macam bentuk kerja sama antara penanam modal nasional dengan (mitra usahanya) penanam modal asing.”4 Konkritnya kerja sama antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional semata-mata berdasarkan suatu perjanjian.
Dari pengertian di atas bila diakaitkan dengan bisnis yang terjadi di era globalisasi ini maka bisa diartikan sebagai suatu kegiatan di bidang ekonomi yang menggabungkan antara dua pihak, satu pihak adalah pengusaha nasional dan satu pihak lagi adalah pengusaha asing, dengan tujuan menarik modal asing masuk kedalam negeri, mendatangkan teknologi asing untuk peningkatan sumberdaya manusia, dan perbaikan menejmen di bidang bisnis lewat keberadaan sumber daya asing yang telah ada.
Joint venture dari sisi pengertian menurut Fridman dapat dibedakan dalam dua macam bentuk, yaitu (1) dilakukan dengan tidak melaksanakan penggabungan modal sehingga kerja sama tersebut hanya terbatas pada know how semata. Di dalam know how itu mencakup technical service agreement, franchise and brand use agreement, construction and other job performance contract, manajemen contract and rental agreements, dan (2) dilakukan dengan partisipasi modal. Dalam membedakan kedua bentuk tersebut, Fridman menyebut jenis pertama dengan joint venture dan jenis kedua dengan equity joint venture.5
Joint venture yang biasanya dinyatakan juga dengan istilah Foreign Collaboration, atau International Interprise ini, menurut Amiruddin Ilmar dalam menanggapai pendapat Friedman dengan mengemukakan beberapa ciri dari suatu kerja sama (joint venture) adalah sebagai berikut:6
1. suatu perusahan baru atau badan hukum baru yang didirikan baik oleh perorangan maupun badan hukum swasta asing dengan pihak modal nasional.
2. modal perusahaan joint venture terdiri dari know how dalam modal saham yang disediadakan oleh para pihak, dengan kekuasaan baik
4Sunaryati Hartono, Aspek-aspek Transnasional Dalam Penanaman Modal Asing di Indonesia, (Bandung: Bina Cipta, 1972), hlm. 127.
5B. Napitupulu, Joint Ventures di Indonesia (Jakarta: Erlangga, 1986), hlm. 24.
6Aminuddin Ilmar, Hukum Penanaman Modal di Indonesia (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm. 59.
Joint Venture
85
manajemen maupun pengambilan keputusan sesuai dengan banyaknya saham yng ditanam.
3. para pihak yang mendirikan perusahaan tersebut tetap memiliki eksistensi dan kemerdekaan masing-masing.
4. khusus untuk Indonesia seperti yang dikenal sekarang ini merupakan kerja sama antara modal asing dengan modal nasional.
Dikatakan joint venture melalui saham menurut Abdurrachman adalah suatu bagian dalam kepemilikan suatu enterprise (perusahaan) atau suatu modal yang ditanam dalam suatu perusahaan seperti yang diwakili oleh bagian-bagian dari modal itu yang dimiliki oleh individu masing- masing dalam bentuk sertifi kat saham.7
Pemikiran para ahli tentang joint venture tersebut selalu berbeda, namun perbedaan ini tidak keluar dari substansinya, artinya apapun perbedaannya namun tetap berada dalam lingkup kerjasama antara perusahaan asing dengan perusahaan nasional.
Dasar kesamaan titik sentrum di atas maka menurut Emmy Pangaribuan Simanjuntak8 bahwa suatu hal yang memiliki persamaan yaitu salah satu bentuk kerja sama yang dikenal dalam dunia usaha. Kerja sama itu bisa sebagian atau parsial diantara perusahaan yang secara yuridis dan ekonomis masih tetap berdiri sendiri. Konkritnya menurut Emmy Pangaribuan Simanjuntak, Joint venture merupakan salah satu bentuk kerja sama yang dikenal di dalam dunia usaha.
2. Pengertian Kontrak Joint Venture.
Kontrak joint venture merupkan suatu istilah yang diambil dari istilah bahasa inggris “joint venture contract” atau “joint venture agreement.”9 yang kemudian diartikan sebagai Kontrak Patungan antara pihak asing dengan pihak interprises nasional untuk melakukan kegiatan bisnis di wilayah negara Repulik Indonesia.
A joint venture (JV) is a business entity created by two or more patries, generally characterized by shared awnership, shared returns and risks, and shared governance.10 (artinya: Sebuah perusahaan patungan (JV) adalah badan usaha yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, umumnya ditandai dengan kepemilikan bersama, berbagai hasil dan risiko, dan tata kelola bersama)
7Munir Fuady, Hukum Perusahaan Dalam Paradigma, loc.cit, hlm, 35.
8Emmy Pangaribuan Simanjuntak, op.cit, hlm. 23.
9Salim H.S.,Perkembangan Hukum Kontrak Innominaat di Indonesia (Jakarta: Sinar Grafi ka, 2003), hlm. 51.
10https://en.m.wikipedia.org
Key elements of a joint venture’s design include: 1) the number of patries, 2) the geographic, product, technology and value-chain scope within which the join venture will operate, 3) the contributions of the parties, 4)the structural from (eachcountry has specifi c options, e.g. in the U.S.the main options are a C Corporation or an LLC/Partnership structure); 5) the valuation of initial contribution and ownership split among the parties; 6) the economic arrangements , post-deal (e.g. is the joint venture intended to general profi ts vs.
operate as cost-sharing of production-sharing venture; if a for-profi t entity, will the parties share profi ts in proportion to equity ounership, or some other way
?); 7) governance and control; 8) talent/HR model (will the Jv have its own staff on own payroll vs. second staff from the parent companies); 9) contractual arrangements with the parent companies for imputs, outputs or services; 10) exit and and evalutions provisions.11 (artinya: Elemen kunci dari desain joint venture meliputi: 1) jumlah partai; 2) lingkup geografi s, produk, teknologi dan ran tai nilai dimana JV akan beroperasi; 3) kontribusi para pihak;
4) bentuk struktural (masing-masing negara memiliki pilihan spesifi k, misalnya A.S. pilihan utamanya adalah C Corporation atau struktur LLC/
kemitraan); 5) penilaian kontribusi awal pemisahaan kepemilikan diantara para pihak; 6) pengaturan ekonomi, kesepakatan pasca (misalnya apakah usaha patungan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan umum vs.
beroperasi sebagai usaha bagi hasil; jika sebuah keuntungan entitas , akan pihak berbagi keuntungan secara proporsional dengan ekuitas kepemilikan, atau cara lain)?; 7) tata kelola dan pengendalian; 8) model talent/HR (apakah JV memiliki staf sendiri dalam gaji sendiri staf kedua dari perusahaan induk;
9) pengaturan kontrak dengan perusahaan induk untuk input, output atau layanan; 10) keluar dari ketentuan evolusi ?).
Companies typically pursue joint ventures for one of four reasons: to access a new market, particularly emerging markets; to gain scale effi ciencies by combining assets nd operations; to share risk for major investments or projects;
or to access skills and capabilities12 (artinya: perusahaan biasanya mengejar usaha patungan untuk satu dari empat alasan: untuk mengakses pasar baru, terutama usaha pasar negara berkembang; untuk mendapatkan efi siensi skala dengan menggabungkan asset dan operasi; untuk berbagi risiko untuk investasi besar atau proyek; atau untuk mengakses keterampilan dan kemampuan).
Peter Mahmud Marzuki mendefenisikan contract joint venture merupakan “Suatu kontrak antara dua perusahaan untuk membentuk
11 https://en.m.wikipedia.org
12https://en.m.wikipedia.org
Joint Venture
87
suatu perusahaan baru. Perusahaan baru inilah yang kemudian disebut perusahaan joint venture.”13
Erman Rajagukguk mengatakan bahwa joint venture agreement adalah “Suatu kerja sama antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional berdasarkan suatu perjanjian (kontraktual).14
Kedua pendapat tersebut memiliki kesamaan dan perbedaan, letak perbedaannya; Peter Mahmud mengatakan bahwa kerja sama itu harus membentuk satu badan usaha baru (interprises), sementara Erman Rajaguguk tidak menyebut sampai sejauh itu. Sekalipun ada perbedaan namun perbedaan itu bila dikaji secara mendalam dapat dikatakan bahwa satu diantaranya sudah mengarah kepada masalah teknis, artinya dilihat dari kesamaannya memiliki substansi yang sama yaitu harus ada dua unsur, masing-masing pihak asing (pemodal asing) dan pihak nasional (pemodal nasional) serta dinyatakan dalam suatu kontrak (perjanjian).
Dengan demikian dalam kontrak karya di bidang pertambangan mineral dan batubara yang berlangsung di Indonesia biasanya pihak perusahaan asing dan pihak perusahaan nasional mengawali dengan membentuk satu perusahaan baru, atau perusahaan asing kerjasama dengan pemerintah untuk mengolah secara langsung obyek usaha yang dinyatakan dalam kontrak karya, sebagai contoh kerja sama melalui saham yang dilakukan antara Newcrest Singapore Holdings PTE Limited dan PT Aneka Tambang Indonesia (Persero) kemudian atas saham keduanya mendirikan perusahaan (interprises) baru PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Perusahaan ini kemudian bekerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui Contract Of Work (COW) untuk mengolah emas-perak di Kao-Malifut Provinsi Maluku Utara; Contoh yang lain adalah Kontrak joint venture antara Newmont Indonesia Limited yang didirikan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat (AS) kantornya beramalat di tingkat 18 AMP Tower 535, Bourke Street Melbourne, Victoria. dengan PT. Puku Afu Indah, kedua perusahaan ini kemudian mendirikan PT. Newmont Nusa Tenggara.15
13Peter Mahmud Marzuki, makalah Kontrak dan Pelaksanaannya. Disampaikan pada seminar tentang hukum kontrak di Bali, 28 – 29 Juni 2002.
14Erman Rajagukguk, et.al. Hukum Investasi (Materi Ajar Hukum Bisnis) (Jakarta: Universitas Indonesia, 1995), hlm. 200.
15Salim H.S., Perkembangan Hukum Kontrak Innominaat Di Indonesia Buku Kesatu, Cetakan Pertama (Jakarta: Sinar Grafi ka, 2003), hlm. 51-52.