Bab 6 IMPLEMENTASI PMA DI BIDANG
C. Perimbangan Hak dan Kewajiban Newcrest
Tbk Indonesia.
Pada sejarah/ Profi l Perusahaan Penambangan Newcrest Mining Limited Australia dinyatakan, Perseroan Terbatas (PT) Newmont mendirikan sebuah anak perusahaan di Australia tahun 1966 dengan sebuah fi losofi bahwa “standar yang tinggi dari sebuah eksplorasi ilmiah dan pengembangan usaha tambang yang profesional serta manajemennya adalah sebuah uji coba dan pembuktian atas ”kekayaan” para pemegang saham (disarikan dari laporan tahunan 1993).
Selama hampir 40 tahun fi losofi tersebut masih melekat dalam anak perusahaan tersebut-Perusahaan Tambang Newcrest, dan telah menguatkan terbentuknya sebuah kelompok penghasil yang tangguh.
Di tahun 1971, hanya sesaat setelah pendirian anak perusahaan tersebut, sumber tambang Telfer di barat daya Australia ditemukan dan menjadi tambang inti dari sebuah “porto folio” (dokumen investasi dan penyertaan saham) yang mungkin berubah setelah beberapa dekade; tetapi setelah sekian lama perputaran waktu, akan terlihat skala dan seberapa pentingkah temuan tambang yang pertama tersebut.
Sewa lahan penambangan yang pertama di daerah Peterson Rangers terjadi pada tahun 1972 (dengan penyertaan PT Newmont Australia) dan pada bulan Juli 1975 tambang siap di gali sebesar 3,8 juta ton dan telah terindikasi dengan kadar emas 9,6 gram/ ton, di tahun itu juga pengggalian telah dimulai. Selama dari 15 tahun berikutnya Telfer telah memproduksi
sekitar 6 juta ons emas (1 ons = 31,1 gram) dan menjadi pasokan utama untuk Newmont, dan tentu saja juga untuk PT Newcrest. Tetapi bagian dari korporasi (badan hukum yang sah) yang terakhir tersebut telah menjadi bagian sejarah yang menarik dari profi l perusahaan secara keseluruhan.
Di tahun 1987 PT Newmont Australia telah tercatat pada Bursa Saham Australia dengan jumlah aset sebagai berikut: Tambang Emas Telfer (70 %), Celebration (60 %) dan eksplorasi yang meluas di sekitar daerah Kalgoorlie dan Queensland. Perusahaan hanya memproduksi di bawah 200.000 0ns emas (dari saham Neomont) pada tahun itu dengan biaya sekitar 260 dolar untuk setiap ons nya. Telfer memiliki persediaan emas sebanyak 1,5 juta ons.
Hanya 25 % dari PT Newmont Australia yang telah muncul dalam bursa penawaran publik dan sisanya (75 %) dipegang oleh anak perusahaan Newmont.
Di tahun 1989 “berdasarkan catatan rekor yang sangat tinggi atas penanaman modal di Australia, sebuah program pemasaran hasil tambang emas di masa depan diluncurkan. Program tersebut dirancang untuk menutup pajak perusahaan sementara upaya menjaga pendayagunaan lahan tambang secara maksimal untuk penentuan emas di masa depan terus bertambah” (disarikan dari laporan tahunan 1989).
Di tahun 1990 dengan sangat mengejutkan perusahaan menjual 19,9 Saham Newmont kepada Perusahaan Tabang Emas Poseidon dan pada saat yang bersamaan Poseidon meluncurkan tender penjualan saham kepada Newmont dengan maksud merger bersama perusahaan tambang BHP yang kemudian alih penawaran tersebut dan mengalami kegagalan.
Merger tersebut menjadi perusahaan tambang terbesar ketiga di Australia pada Desember 1990. Sebagai sebuah pernyataan tentang ambisinya di masa depan, perusahaan merger tersebut diberi nama ulang PT Newmont ditahun yang sama dan menyusun starategi pertumbuhannya.
Di tahun 1991 property Newmont hanya memiliki 14 % saham dari merger tersebut dan PT BPH menguasai menguasai 23,1 %. Kedua kelompok tersebut mengindikasikan keinginan mereka untuk melepaskan kepemilikan saham-saham tersebut.
Harga saham kelompok usaha PT Newcrest saat itu besarnya berklisar 4,40 dolar per lembar. Di pertengahan tahun 1991 merger PT BHP dan pengambilalihan lahan tambang Australia di tahun 1990, produksi Newcrest 695,535 ons, yang merupakan jumlah dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dengan ongkos produksi 366 dolar per onsnya. Ambisi
Implementasi PMA Di bidang Pertambangan...
179
pertumbuhan telah terpenuhi dan harga sahamnya terus meningkat berkisar 5,74 dolar per perlembarnya.
Jumlah aset dari merger tersebut sekarang adalah sebagai berikut:
Tefl er (100 % - 337,041 ons), New Celebration (80% - 119,425 ons), Boddington (20% -398,107 ons), Ora Banda (100 %), Tuckabianna (100 %), Browns Creek (100 %), Perusahaan Tambang Parkes (100 %), Perusahaan Tambang Pasir Woodburn (100 %) dan Coronation (45 %).
Di tahun 1991 Pemerintah Ferderal melarang segala bentuk aktivitas atas prospek Coronation, dimana perusahaan tambang emas BPH telah merger dan pada periode yang sama telah menanam modal 34 miliar dolar pada usaha tambang Woodburn.
Dari sudut pandang eksplorasi, “usaha yang solid dari Newcrest untuk menjadi perusahaan tambang yang penting dan diakui reputasinya ditunjukkan dengan berdirinya perusahaan-perusahaan yang baru dan pengembangan usaha lepas pantai di Jakarta Indonesia, dan di Santiago , Chili, Amerika Selatan dengan menempatkan ekspatriat dan tenaga lokal sebagai staf pada kantor-kantor cabang tersebut” (disarikan dari laporan tahunan 1991).
Perusahaan tambang Brown”s Creek di New South Wales (Australia) ditutup tahun 1992 meski saat itu temuan-temuan yang posetif dari eksplorasi (penggalian) yang dilakukan terus terjadi di lembah Cadia hingga wilayah selatan Orange dan semakin membawa perusahaan kedalam wilayah yang sangat prospektif.
Di Indonesia, eksplorasi berlanjut di Kepulauan Halmahera Provinsi Maluku Utara dengan sistem-sistem alterasi emas yang “tidak biasa” (berbeda) untuk merepresentasikan temuan eksplorasi lepas pantai Newcrest yang pertama kali.
Di tahun 1993 terbukti dengan kuat hasil dari sistem”pemblokiran karang-karang” yang diterapakan di Telfer Main Dome, merupakan rekor penjualan emas bagi perusahaan, sukses angka penjualan pada New Celebration dan sebuah eksplorasi utama di bukit Cadia menuai kesuksesan pula dengan perincian sebagai berikut: 97 juta ton dengan kadar emas 1,1 gram emas per ton/ 3,4 juta ons emas dan 400 juta pon (1pon = 0,454 Kg) tembaga.
Penanaman modal pada usaha tambang dan wilayah yang terfokus membayar deviden dan pasar memperlihatkan harga saham Newcrest $ 6,70, dengan penanaman modal keseluruhan pada perusahaan sebesar $ 1,54 miliar.
Dalam tahun yang sama, pencatatan pada bursa saham dihapuskan dengan pengunduran diri BPH dan anak perusahaan. Newmont dari kepemilikan saham gabungan sebesar 37 % pada skala Internasional dan iklim investasi di Australia. Respon pasar terhadap penjualan ini ternyata sangat posetif dan Newcrest mendapat penghargaan dengan naiknya harga saham dan pencatatan pada bursa saham Internasional.
Selama periode 1994/ 1995 dengan produksi dan profi t yang kuat perusahaan melakukan eksplorasi yang ekstensif dan memperoleh sukses tambahan di Telfer, Lembah Cadia dan di Wilayah Gosowong Halmahera Provinsi Maluku Utara Indonesia. Prospek lembah Cadia sekarang telah diasumsikan sebagai wilayah ekplorasi yang memainkan peran dalam temuan zone mineral tambahan pada wilayah timur Cadia dan daerah wilayah timur jauh Cadia. Pada tahap ini, konsep Proyek Cadia yang pertama telah direncanakan dan di Indikasikan berpotensi untuk skala yang luas, untuk skala yang rendah, emas dan tembaga dengan penamaan “skala ekonomis”
dengan maksud agar dikenal lebih dahulu di dalam dunia industri tambang di Australia. Proyek Cadia ini juga telah “menuliskan” ulang bagaimana pola pendekatan eksploitasi dan pengembangan perusahaan tambang Newcrest di masa depan.
Di tahun 1996 Newcrest membuat gebrakan “sapu bersih” akuisisi perusahaan dengan investasi sebesar $ 470,1 miliar atas kelompok perusahaan-perusahaan tambang Normandia.
Laporan tahunan 1996 dari pejabat perusahaan menyebutkan bahwa untuk beberapa kurun waktu, saya menggaris bawahi maklumat dewan untuk meningkatkan daya tahan/ performence perusahan dari segi produksi emas dan profi tnya. Merger pada perusahaan-perusahaan Normandia dilihat sebagai suatu jalan untuk mencapai tujuan ini. Tegasnya, merger yang diusulkan bukan merupakan keputusan akhir ketika dewan perusahaan memandang bahwa merger itu tidak akan bermanfaat bagi para pemegang saham PT Newcrest. Sebagai hasilnya, kita memutuskan bahwa saham-saham atas kelompok usaha Normandia bisa dipastikan sebagai penjamin bagi suksesnya Newcrest.
Dari laporan tahunan yang sama, disebutkan bahwa tujuan- tujuan kelompok usaha-usaha Newcrest adalah “memindahkan Newcrest kepada sebuah perusahaan penghasil yang diakui/ dikenal berskala dunia/
internasional …menunjuk pada kebutuhan perusahaan untuk mencapai kritik massa yang lebih luas dengan penyebaran skala internasional yang diperlukan.”
Implementasi PMA Di bidang Pertambangan...
181
Dalam tahun yang sama, wilayah Gosowong di Provinsi Maluku Utara Indonesia telah menjadi area temuan tambang yang sangat penting bagi kelompok perusahaan dan uji kelayakan proyek bukit Cadia telah berakhir, proyek tersebut telah disepakati dan harga perlembar saham tetap pada harga $ 6. Proyek Cadia telah menghabiskan investasi dana yang relatif besar menurut ukuran perusahaan. Dan antisipasi dilakuakan untuk menanggung risiko yang muncul. Tetapi, pada bagian lain dari bisnis ini, pada sebagian besar operasional produksinya terjadi “slip” (melenceng dari yang diharapkan) dan program pengurangan biaya segera diberlakukan untuk mempertahankan profi tabilitas dimana untuk pertama kalinya terjadi peningkatan harga jual sebesar $ 400 untuk per ons emas (gold). Pos pengeluaran bagi eksplorasi memuncak pada tahun ini yaitu $ 84 miliar termasuk di dalamnya secara substantif biaya untuk usaha eksplorasi di lepas pantai.
Setahun kemudian, di tahun 1997 perusahaan tengah menghadapi masalah-masalah utama, seorang Direkturnya, John Quinn, mengundurkan diri, pada tahun tutup buku terjadi penambahan modal $ 300 juta dan langkah-langkah diambil dengan penarikan saham atas kelompok Normandia-sebuah “kehilangan” dalam jumlah yang signifi kan, Secara operasional masalah-masalah teknis yang signifi kan (termasuk di dalamnya bencana yang diakibatkan banjir) yang terjadi di Telfer dan menghambat proyek Telfer bagi pencapaian target yang telah ditetapkan 600.000 ons emas di tahun 1999. Biaya produksi kelompok perusahaan sekarang telah meningkat menjadi $ 444 per ons nya. Saat itu merupakan tahun krisis bagi Newcrest sekaligus sebagai “turning point” (tahun titik balik) yang dibutuhkan kelompok perusahaan. Pasar tidak merespons dengan antusias terhadap keadaan tadi, para penanam modal internasional menarik diri sehingga terjadi penurunan harga saham yang tajam: $ 1,50 per lembarnya.
Bagaimanapun, ada sisi posetifnya, yaitu eksplorasi yang sukses pada porsi yang lebih dalam di sistem lubang penggalian Cadia (dengan kode) NC498 dengan interaksi wilayah 71 meter dari kadar emas 7,20 gram per ton dan 1,60 % tembaga. Hal ini menghantar pada temuan di Wilayah Ridgeway dari persediaan yang diestimasi memiliki kandungan tambang terbesar 3 juta ons emas. Pada tahun yang sama juga dilakukan penyusunan pendanaan bagi proyek penambangan di wilayah perbukitan Cadia dan perusahaan mencapai kemajuan peningkatan kualitas produksi dan dibuatlah keputusan untuk mengembangkan proyek di Wilayah Gosowong Pulau Halmahera Provinsi Maluku Utara Indonesia.
Di tahun 1998 dihasilkan profi t sebesar $ 440 miliar dari proyek Cadia dan dengan demikian penurunan usaha Ridgeway bisa diatasi. Tetapi
masalah masih ada, yaitu pada Telfer; khususnya pada masalah limbah bahan tembaga yang terlapisi asam sianida yang menyebabkan masalah pada jalur
“penggilingan/ pelumatan”.
Operasi Cadia menunjukkan perfomannya yang terhebat di tahun 1999 dan memberi perbaikan hasil bagi kelompok perusahaan yang sangat dirasakan; sementara itu evaluasi untuk jangka panjang untuk usaha Telfer di masa depan telah diakselerasikan dipercepat) dengan sebuah fokus pada potensi ”tonase” yang lebih besar untuk sistem yang diterapkan pada Telfer.
Strategi yang memfokuskan pada proyek-proyek berskala besar dengan ongkos produksi yang rendah sekarang menjadi fokus kunci bagi kelompok perusahaan dan sebagai bagian dari fokus ini proyek Ridgeway sebesar $286 juta telah disetujui oleh Dewan Perusahaan di tahun 1999.
Profi t yang dihasilkan di akhir Juni 2000 menunjukkan “kekuatan perusahaan” yaitu sebesar $ 64,7 miliar dan merefl eksikan permulaan yang sangat mengesankan pada proyek Gosowong di Halmahera Provinsi Maluku Utara Indonesia.
Agustus 2000 operasi Telfer dihentikan dengan pertimbangan tingginya biaya produksi yang menyebabkan terjadinya prevalensi kandungan asam sianida pada tembaga di jalur “proses pelumatan” yang ditemukan pada area utama daerah pertambangan Telfer. Pengkajian secara sustantif dari proyek Telfer terus berlanjut dan sekarang di fokuskan pada sebuah proyek dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan memperbaiki skala yang direncanakan sebelumnya.
Kemajuan yang luar biasa juga telah dilakukan dengan penggantian sumber-sumber cadangan yang mana telah diwujudkan dengan proyek pemasangan pipa-pipa pada proyek kelompok perusahaan, khususnya di lembah Cadia. Cadangan yang disebutkan dalam laporan tahunan 2000 sekarang “berdiri” pada 11,4 miliar ons, sementara lahan yang baru 31 juta ons emas.
Di tahun 2001 difokuskan pada skala perusahaan dan biaya produksi yang rendah, proyek tambang Celebration telah dijual dengan harga $ 6,1 juta setelah dikurangi pajak dan biaya-biaya lainnya.
Biaya produksi kelompok perusahaan di tahun 2001 bagaimanapun mencerminkan keuntungan dari penjualan dan strategi fokus pada kualitas proyek dengan pos anggaran Newcrest sebersar $ 290 per ons emas, biaya total $ 439 per ons nya.
Implementasi PMA Di bidang Pertambangan...
183
Agustus 2001 perusahaan membuka sumber tambang pertamanya dengan pengkajian ulang proyek Telfer, sekitar 18,4 juta ons emas. Pada bulan-bulan berikutnya sumber-sumber dan cadangan-cadangan bagi proyek itu dioperasikan dan secara detil (terperinci) diumumkan pada Maret 2002 yang mengindikasikan sebuah propyek berdasarkan “kandungan” 20 juta ons emas dan sebuah sumber dengan cadangan emas 26 juta emas.
Pengumuman ini hampir mengguncang cadangan kelompok perusahaan sebesar 28,5 juta ons dan menambah sumber-sumber yang ada sekitar 54 juta ons. Pasar telah mengharap angka yang lebih rendah dari proyek Telfer dan sentimen posetif yang terjadi di pasar telah mendongkrak kenaikan harga saham hampir mencapai $ 7 per lembarnya. Harga saham memuncak pada $ 8,41 bersamaan dengan tender yang dilakukan perusahaan Auriongold yang menambah modal Newcrest menjadi $ 2,4 miliar.
Di tahun 2002 “hedging” (usaha yang dilakukan untuk mencegah kehilangan/mempertahankan posisi perusahaan) menjadi sebuah permasalahan bagi perusahaan dengan kurs mata uang yang rendah dan memicu posisi mata uang “FX” dan mengakibatkan potensi terjadinya kehilangan cukup besar bagi kelompok perusahaan.
Juni 2004 setiap 4 tahun dilaporkan pemisahaan yang terjadi pada tahun tutup buku untuk hasil emas yang mencapai $ 665 per ons dan ongkos buku “FX” sebesar $ 108 per ons dengan perkiraan jumlah keseluruhan $ 557 per ons: harga emas yang dicapai pada tahun itu.
Pada kuartal Juni 2002 lebih jauh terlihat bahwa tahun-tahun dimana segala upaya dilakukan untuk eksplorasi dan strategi fokus pembayar dividen pada setiap kuartal (per empat bulan) dihasilkan dari proyek Ridgeway yang memproduksi 67.000 ons emas dengan harga $ 103 per ons nya dan perbaikan selanjutnya masig mungkin terjadi.
Semua itu, sejalan dengan performa yang sangat baik dari proyek Cadia, telah membawa penurunan biaya kelompok perusahaan sebesar 230 dolar Amerika untuk setiap ons emas dan ongkos keseluruhan sebesar 396 dolar Amerika untuk setiap ons emas. Dengan cakupan proyek Telfer yang mengindikasikan biaya potensial yang sama, sekarang terlihat jelas di pasar bahwa posisi ini bisa sangat potensial selama kurun waktu 2 dekade (20 tahun).
Moto yang original dari anak perusahaan yang diciptakan pada tahun 1966 sesungguhnya adalah bahwa “Newcrest merupakan perwujudan standar yang tinggi dari eksplorasi ilmiah dan pengembangan perusahaan