• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - SIAKAD STIKes DHB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - SIAKAD STIKes DHB"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Coronavirus (COVID-19) merupakan wabah penyakit yang baru-baru ini disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV- 2), yang mengalami peningkatan pesat pada pasien yang terinfeksi di seluruh dunia (Yang et al. 2020). Pada Desember 2019, wabah pneumonia yang diketahui asalnya dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Kasus pneumonia secara epidemiologis terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Inokulasi sampel pernapasan ke dalam sel epitel saluran napas manusia, garis sel Vero E6 dan Huh7, menyebabkan isolasi virus pernapasan baru yang analisis genomnya menunjukkan bahwa itu adalah virus corona baru yang terkait dengan SARS-CoV, dan oleh karena itu dinamai virus corona sindrom pernapasan akut yang parah (Ciotti et al.

2020).

COVID-19 masuk di Indonesia, dimulai pada awal Maret 2020.

Penyebaran COVID-19 dapat melalui “human to human”. Bahkan pada saat ini, World Health Organization (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi bahwa penyebaran COVID-19 bisa melalui udara (Taniady et al. 2020).

Peningkatan jumlah kasus berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Sampai dengan tanggal 9 Juli

(2)

2

2020, WHO melaporkan 11.84.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020 Kementerian Kesehatan melaporkan 70.736 kasus konfirmasi COVID-19 dengan 3.417 kasus meninggal (CFR 4,8%) (Kementerian Kesehatan et al. 2021).

Indonesia telah menerapkan berbagai langkah kesehatan masyarakat termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) seperti penutupan sekolah dan bisnis, pembatasan perpindahan atau mobilisasi penduduk, dan pembatasan perjalanan internasional (Kementerian Kesehatan et al. 2021).

Peran Pemerintah dan Tenaga Kesehatan dalam Penanggulangan Covid-19 Peran Pemerintah Upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menanggulangi pandemi covid-19 yaitu sebagai berikut: Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan vaksinisasi. Pemerintah membeli 1,2 juta dosis vaksin sinovac, yang nantinya akan di distribusikan ke masyarakat Indonesia, dan menjadi program vaksin pertama, keputusan ini merupakan langkah dalam menekan penyebaran kejadi Covid 19 di Indonesia. Selain itu Pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yang mengatur pembatasan sosial berskala besar. Pemerintah

(3)

3

mengeluarkan kebijakan yang fokus terhadap pendapatan dan pengeluaran negara, yang erat hubungannya dengan kstabilitasan perekonomian negara, dan memperhatikan kebutuhan warga selama Penerapan PSBB (Pangesti and Wahidin 2021).

Peran dan Upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menanggulangi pandemi covid-19 dapat disimpulkan bahwa pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan vaksinisasi, pemerintah juga telah menerbitkan beberapa peraturan Perundang-undangan terkait pencegahan dan penanganan covid-19, pengambilan kebijakan yang fokus terhadap kestabilan ekonomi, memperhatikan kebutuhan warga selama penerapan PSBB pengadaan klinik rawat jalan dengan pelindung diri standar untuk layanan umum, kelompok klinik yang merupakan layanan kesehatan komunitas, dan pos skrining berbasis komunitas yang diberikan oleh pusat kesehatan masyarakat, ke klinik dan rumah sakit daerah (Pangesti and Wahidin 2021).

Menurut (Kementerian Kesehatan et al. 2021) tenaga kesehatan terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi program, serta pengelola program dan supervisor, diperlukan pelatihan dengan melibatkan instansi pelatihan kesehatan. Oleh karena itu, dinas kesehatan provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota perlu menyusun rencana kegiatan pelatihan.

Dalam situasi ini, posisi mahasiswa dengan perannya sebagai agent of change dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan masyarakat menuju peradaban baru. Selain berperan sebagai agent of

(4)

4

change, mahasiswa juga berberan sebagai social control yang dengan berbagai macam ide gerakan inovasinya mengkampanyekan new normal dalam tatanan hidup baru. Melalui kedua perannya ini dalam masyarakat, mahasiswa dapat menyukseskan kebijakan new normal sebagai politik bonum commune (Adon 2021).

Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut. Ada 4 (empat) peran penting mahasiswa yang merupakan harapan dari masyarakan yakni peran sebagai agent of change, social control, iron stock dan moral force. Peran tersebut tentu saja untuk tidak diartikan sebagai peran berat ataupun disalah artikan yang pada ujungnya masyarakan antipati dengan kegiatan yang diselenggrakan oleh mahasiswa (Elizagoyen and Pons 2008).

Mahasiswa adalah individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta atapun lembaga yang setingkat dengan perguruan inggi. Mahasiswa sendiri dipandang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan perencanaan dalam bertindak.

Bentuk peran mahasiswa sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi meliputi pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan,

(5)

5

kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/kuliah kerja nyata tematik (KKNT) (Tohir 2020).

Mahasiswa selalu memegang tiga pilar penting yang harus terus diamalkan dalam setiap kegiatan, sebagai wujud dari kewajiban kaum intelektual. Pilar-pilar kewajiban itu kemudian disebut Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi, selain melaksanankan pendidikan dan penelitian, mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengabdi kepada masyarakat.

Mahasiswa keperawatan adalah seseorang yang dipersiapkan untuk dijadikan perawat profesional di masa yang akan datang.

Adapun pada masa pandemi sekarang ini, Peran mahasiswa keperawatan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat umum, khususnya dibidang kesehatan. Hal ini kemudian dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan, seperti mengadakan sosialisasi, seminar, diskusi umum, penggalangan dana, dan turut serta menjadi relawan kesehatan. salah satunya yaitu, menjadi relawan vaksinator.

Berdasarkan hasil dari penelitian pendahuluan menggunakan google from yang dilakukan kepada 10 mahasiswa DIII Keperawatan dengan rincian 4 responden tingkat 2 dan 6 responden tingkat 3 pada tanggal 18 April 2022. Peneliti membuat sebuah kuesioner dengan jumlah 3 pertanyaan yang membahas mengenai peran mahasiswa kesehatan di lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat di masa pandemi COVID-19. Peneliti mendapatkan hasil, Peran Mahasiswa Kesehatan di lingkungan keluarga 8

(6)

6

dari 10 responden menjawab selalu mengedukasi dan melakukan pemeriksaan ke faskes ketika mengalami gejala covid-19, Peran Mahasiswa Kesehatan di lingkungan Kampus mendapatkan hasil, 9 dari 10 responden selalu mematuhi prokes tetapi 1 dari 10 responden jarang mengajak teman untuk mematuhi prokes. Peran Mahasiswa Kesehatan di lingkungan masyarakat mendapatkan hasil, 9 dari 10 responden selalu mematuhi prokes, 5 dari 10 responden selalu mengedukasi masyarakat untuk mematuhi prokes.

Dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul Gambaran Peran Mahasiswa Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung dimasa Pandemi Covid-19.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Gambaran Peran Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung Dalam Pencegahan Covid-19?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peran Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung Dalam Pencegahan Covid-19.

(7)

7 2. Tujuan Khusus

a. Gambaran mahasiswa keperawatan sebagai Agent of Change.

b. Gambaran mahasiswa keperawatan sebagai Social Control.

c. Gambaran mahasiswa keperawatan sebagai Iron Stock.

d. Gambaran mahasiswa keperawatan sebagai Moral Force.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Bagi Peneliti

Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan penulis dapat bertambah wawasan pengenai pengetahuan pada peranan mahasiswa terutama pada Peran Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung Dalam Pencegahan Covid-19.

2. Manfaat Bagi Mahasiswa

Dengan penelitian ini diharapkan seluruh mahasiswa bisa lebih mengetahui peran sebagai mahasiswa keperawatan.

3. Manfaat Bagi Institusi kesehatan

Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa/mahasiswi STIKes Dharma Husada Bandung tentang Peran Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung Dalam Pencegahan Covid-19.

(8)

8 E. Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup penelitian ini terdiri dari :

1. Lingkup Waktu

Adapun ruang lingkup waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2022.

2. Lingkup Tempat

Adapun ruang lingkup tempat penelitian ini dilaksanakan di kampus STIKes Dharma Husada Bandung.

3. Lingkup Materi

Adapun ruang lingkup materi penelitian ini berkaitan dengan Ilmu Keperawatan Medikal Bedah.

Referensi

Dokumen terkait

Standar Pelayanan Minimal SPM merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintah wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara

STIKes Dharma Husada Bandung bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya teori kesehatan lain terutama yang berkaitan dengan “Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny.H dengan

Tujuan Umum Menggambarkan Asuhan Keperawatan pada klien Skizofrenia dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi pendengaran dan penglihatan di Klinik Utama Kesehatan Jiwa Nur Ilahi

Bagi Puskesmas Ledeng Bagi Puskesmas dapat dijadikan acuan tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu dalam menangani Kegawatdaruratan Kejang Demam pada Anak Usia

mengatakan banyaknya warga yang menggunakan jamban cemplung sehingga mempengaruhi pembuatan selanjutnya yaitu dengan ikut-ikutan membuat jamban ceplung.12 Salah satu upaya mengatasi

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah penelitian yaitu Apakah terdapat “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap

Sebagai salah satu organisasi pelayanan kesehatan yang berkembang pesat, dari penelitian awal yang dilakukan terhadap Optik Safari, peneliti menemukan adanya beberapa hal pada

Bagi peneliti Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengalaman, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta mengetahui lebih dekat tentang Pendidikan kesehatan mengenai