BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar pada berbagai bidang salah satu bidang yang berdampak akibat Covid 19 di Indonesia adalah bidang Pendidikan (Sulata & Hakim, 2020). Tak sedikit sekolah bahkan perguruan tinggi yang akhirnya menutup rutinitas akademiknya demi memutus mata rantai penularan Covid- 19 yang sampai dengan saat ini sudah menjangkit puluhan juta orang di seluruh dunia, dan yang lebih mengerikannya lagi bahwa belum ditemukannya penawar atau vaksin untuk menyembuhkan virus ini.
Dengan ditiadakannya aktivitas perkuliahan tatap muka maka kuliah online menjadi solusi untuk tetap menjalankan kegiatan belajar- mengajar di tengah penyebaran virus corona (Purwanti & Krisnadi, 2020).
Dimasa pandemi ragam alternatif penawaran aplikasi pembelajaran online kian laku (Sherina et al., 2021). Beragam pilihan aplikasi untuk perkuliahan daring diantaranya zoom, google classroom, email, dll. Salah satu perguruan tinggi STIKes Dharma Husada Bandung yang mengikuti kebijakan pemerintah dalan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan
Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), pembelajaran dilaksankan secara daring atau online.
Hal ini dilakukan guna mencegah dan menghindari penyebaran Covid-19 yang tengah melanda di berbagai negara termasuk Indonesia.
Pembelajaran daring merupakan sebuah inovasi pendidikan yang melibatkan unsur teknologi informasi dalam pembelajaran. Menurut (Mustofa et al., 2019) bahwa Pembelajaran daring merupakan sistem pendidikan jarak jauh dengan sekumpulan metoda pengajaran dimana terdapat aktivitas pengajaran yang dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. pembelajaran daring diselenggarakan melalui jejaring internet dan web 2.0 (Fitriyani et al., 2020), artinya bahwa penggunaan pembelajaran daring melibatkan unsur teknologi sebagai sarana dan jaringan internet sebagai sistem. Pembelajaran daring telah banyak dilakukan dalam konteks perguruan tinggi, terbukti dari beberapa penelitian yang menjelaskan hal tersebut (Kahar et al., 2021)
Pembelajaran daring memberikan manfaat dalam membantu menyediakan akses belajar bagi semua orang, sehingga menghapus hambatan secara fisik sebagai faktor untuk belajar dalam ruang lingkup kelas (Riaz, 2018), bahkan hal tersebut dipandang sebagai sesuatu yang efektif untuk diterapkan khususnya dalam perguruan tinggi, akan tetapi menurut (Pilkington 2018) tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua pembelajaran dapat dipindahkan ke dalam lingkungan pembelajaran secara online.
Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri mahasiswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah dalam kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh mahasiswa dapat tercapai. (Agustina & Kurniawan, 2020) menjelaskan bahwa motivasi belajar memegang peran penting dalam naik dan turunnya prestasi belajar.
Oleh karena itu, di masa pandemi COVID-19 ini motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil pembelajaran pada mahasiswa.
Motivasi dapat memengaruhi apa yang kita pelajari, bagaimana kita belajar, dan kapan kita memilih untuk belajar (Agustina & Kurniawan, 2020).
Hal ini juga ditunjukan dari penelitian yang menjelaskan bahwa mahasiswa yang termotivasi lebih cenderung melakukan kegiatan yang menantang, terlibat aktif, menikmati proses kegiatan untuk belajar dan menunjukkan peningkatan hasil belajar, ketekunan dan kreativitas (Fitriyani et al., 2020), selain itu, merancang lingkungan belajar yang memotivasi mahasiswa akan menarik perhatian mahasiswa (Keller, 2016) Namun, apabila mahasiswa kurang memiliki motivasi belajar maka yang terjadi adalah penurunan prestasi belajar. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Suviana, 2021) yang mengatakan bahwa lemahnya motivasi atau tidak adanya motivasi belajar akan melemahkan prestasi belajar mahasiswa. Motivasi dalam kegiatan belajar sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan
mungkin melakukan aktivitas belajar. Maka dari itu motivasi belajar perlu di tanamkan dalam diri sendiri.
Selain itu, motivasi belajar siswa juga berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran. Proses pembelajaran akan mencapai keberhasilan apabila siswa memiliki motivasi belajar yang baik. Oleh karena itu motivasi belajar sangat penting untuk dimiliki oleh setiap siswa, baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik (Emda, 2018)
Berdasarkan studi pendahuluan penelitian pada tanggal 05 April 2022 terhadap 9 orang mahasiswa tingkat 1 dan 2 Diploma Tiga Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada Bandung yang terdiri dari tingkat 1 berjumlah 5 orang dan tingkat 2 berjumlah 4 orang. Di dapatkan data 3 orang mahasiswa yang merasa kurang memiliki motivasi belajar karna sudah jenuh dengan pembelajaran daring dan 6 orang lainnya ada motivasi belajar karna ingin mendapatkan nilai yang memuaskan. Dan terdapat data 8 orang mahasiswa yang merasa bosan terhadap pembelajaran daring karna kurang efektif dan banyak dari mahasiswa yang jarang memperhatikan Ketika dosen sedang menyampaikan materi dan 1 orang mahasiswa yang semangat karna menurutnya belajar adalah kewajiban terhadap mahasiswa.
Fenomena tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang “Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat 1 dan 2 Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
A. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung Tahun 2022“.
B. Tujuan Penelitian a. Tujuan Umum
Mengetahui Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
b. Tujuan Khusus
1. Menggambarkan faktor intrinsik Adanya Hasrat dan keinginan Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
2. Menggambarkan faktor intrinsik Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar untuk Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
3. Menggambarkan faktor intrinsik Adanya harapan dan cita cita masa depan dalam Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung
4. Menggambarkan faktor ekstrinsik Adanya penghargaan dalam belajar dalam Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
5. Menggambarkan faktor ekstrinsik Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar untuk Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
6. Menggambarkan faktor ekstrinsik Adanya lingkungan yang kondusif dalam dalam Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Metode Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
C. Manfaat
a. Manfaat bagi Prodi
Agar dosen memahami setiap Mahasiswa Diploma Tiga Keperawtan Tingakt I dan II yang memiliki Motivasi Rendah, Sedang Atau Tinggi di STIKes Dharma Husada Bandung.
b. Manfaat bagi peneliti
Dapat menambah pengalaman dan pengetahuan tentang Motivasi Belajar Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II tentang Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
c. Manfaat bagi mahasiswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi mahasiswa dalam menggambarkan Motivasi Belajar Mahasiswa
Diploma Tiga Keperawatan Tingkat I dan II Tentang Pembelajaran Daring di STIKes Dharma Husada Bandung.
D. Ruang Lingkup a. Tempat
Penelitian ini adalah di STIKes Dharma Husada Bandung b. Waktu
Penelitian ini dilakukan di bulan April - Juni 2022