Top PDF PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PROSES

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PROSES

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PROSES

Adapun judul paper ini adalah “Pengaruh Cahaya Mahatari Terhadap Proses Ekofisiologi Pada Beberapa Tanaman” yang merupakan tugas mata kuliah Ekofisiologi Tanaman, Sekolah Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

3 Baca lebih lajut

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUM

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUM

Kacang hijau berasal dari polong-polongan. Kandungan yang terdapat di dalam kacang hijau yaitu protein (memperkuat daya tahan tubuh), kalsium dan fosfor (memperkuat tulang), vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan menghasilkan energi), vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh), vitamin E (membantu meningkatkan kesuburan), zat besi (membantu pementukan sel darah merah), ), magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak. Di dalam kacang hijau juga terdapat antioksidan yang berguna bagi tubuh yaitu mencegah penuaan dini dan mencegah penyebaran sel kanker, menjaga keasaman lambung, dan membantu memperlancar pencernaan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Laporan Pengaruh Cahaya Matahari Terhada

Laporan Pengaruh Cahaya Matahari Terhada

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang dapat diukur secara kuantitatif. Sedangkan perkemangan adalah proses menuju kedewasaan dari suatu organisme yang bersifat reversibel dan kualitatif. Pertumbuhan dan perkembangan dialami oleh setiap makhluk hidup , tak terkecuali pada tumbuhan.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh cahaya matahari docx 1

Pengaruh cahaya matahari docx 1

Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi ekosistem. Dengan tujuan untuk menghasilkan produktivitas bersih, tumbuhan harus menerima sejumlah cahaya yang cukup untuk membentuk karbohidrat yang memadai dalam mengimbangi kehilangan sejumlah karbohidrat akibat respirasi. Apabila semua faktor- faktor lainnya mempengaruhi laju fotosintesis dan respirasi diasumsikan konstan, keseimbangan antara kedua proses tadi akan tercapai pada sejumlah intensitas cahaya tertentu.

33 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Biologi Pengaruh Cahay

Laporan Praktikum Biologi Pengaruh Cahay

Dengan melakukan penelitian untuk menyusun laporan ini, dapat memberikan pengalaman khususnya untuk kami sebagai peneliti sekaligus penyusun karya tulis ini serta pengetahuan tentang pengaruh cahaya matahari dan air terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Serta, tidak lupa perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda yakni tempat gelap, ternaung, dan terang.

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu dan Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram di Tangerang

Pengaruh Suhu dan Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram di Tangerang

Bila membandingkan pertumbuhan jamur tiram yang diberi cahaya lampu 5 watt dengan cahaya lampu 15 watt, keduanya tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap suhu dan pertumbuhan jamur tiram, terlihat dari hasil perhitungan dengan uji ANOVA, dengan level signifikansi 5% hasil F hitung (3,007) lebih kecil dari F tabel (4,2). Dengan baglog yang diberikan pencahayaan dari sinar matahari secara langsung tidak menghasilkan tubuh jamur tiram. Pada hari ketiga, baglog yang diberikan cahaya lampu 5 watt tumbuh tubuh buah jamur tiram dan pada hari keenam jamur tiram dipetik dan memiliki berat 0,342 gram.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Cahaya Terhadap Proses Fotosint

Pengaruh Cahaya Terhadap Proses Fotosint

Didalam kondisi cahaya yang tidak normal biasanya fotosintesis terjadi pada tanaman dan melakukan penyerapan cahaya matahari hingga maksimal untuk fotosintesis yang selanjutnya akan mengubah dalam pemisahan reaksi (Wadhawa et al, 2010). Sevik et al (2012), menyatakan bahwa sebagian besar daun mendapatkan sinar matahari dan hanya melakukan penyerapan pada cahaya tanpak, hal tersebut memiliki perbedaan baik faktor internal maupun eksternal dari struktur tanaman. Oleh sebab itu jaringan yang tersedia bagi tanaman akan tumbuh lebih cepat apabila melakukan penyerapan cahaya dalam kondisi yang luas. Perbedaan proses fotosintesis pada setiap jenis tanaman C 3 akan mewakili
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Ringinsari Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2014/201

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Ringinsari Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2014/201

Matahari yang telah diciptakan Tuhan mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan. Semua makhluk hidup memerlukan sinar matahari. Dapat kamu bayangkan dunia yang dingin dan gelap gulita tanpa cahaya matahari, mengerikan bukan?. Tumbuhan sangat membutuhkan sinar matahari untuk membuat makanannya melalui proses fotosintesis. Hewan juga membutuhkan sinar matahari untuk kehidupannya. Manusia memanfaatkan cahaya matahari untuk keperluan hidupnya. Mulai dari menjemur pakaian sampai membuat pembangkit listrik tenaga surya
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Makalah Biologi   Pengaruh Cahaya Terhad

Makalah Biologi Pengaruh Cahaya Terhad

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah tanaman polong-polongan atau legumanggota suku Fabaceae yang dibudidayakan, serta menjadi kacang-kacangan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman yang berasal dari benua Amerika ini tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dengan daun-daun kecil tersusun majemuk. Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bo-gor,Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan bijiterganggu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERMUDAAN ALAMI TEGAKAN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) PADA BERBAGAI KEKERASAN PENJARANGAN DI HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

PERMUDAAN ALAMI TEGAKAN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) PADA BERBAGAI KEKERASAN PENJARANGAN DI HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Sebagai kawasan dengan produktivitas biomasa tertinggi, hutan mangrove memiliki potensi ekonomi yang besar. Tebang pilih dalam rangka pemanfaatan hutan mangrove mungkin menjadi sebuah alternatif dalam pemanfaatan hutan secara lestari dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya matahari yang sampai pada lantai hutan sebagai pengaruh dari perlakuan penjarangan dengan berbagai tingkat kekerasan ; untuk mengetahui hubungan antara besarnya intensitas cahaya matahari dengan permudaan alami tegakan bakau hitam. Metode penjarangan dengan mengurangi jumlah batang pada setiap pohon diterapkan dengan tiga kelas, yaitu kontrol, penjarangan ½ dan ¾. Permudaan alami tegakan bakau hitam diukur pada tahun ke 2 dan ke 3 setelah perlakuan penjarangan. Sebagai penunjang, data intensitas cahaya matahari diukur pada tiap-tiap perlakuan dan dihubungkan dengan keberhasilan permudaan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai dengan tahun ke 3, Penjarangan berpengaruh terhadap intensitas cahaya matahari yang diterima oleh lantai hutan pada tegakan bakau hitam. Intensitas cahaya matahari yang sampai di atas lantai hutan berkorelasi dengan keberhasilan permudaan alami bakau hitam.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN INTERSEPSI CAHAYA MATAHARI PADA TIGA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) DENGAN KERAPATAN TANAMAN BERBEDA PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz)

KAJIAN INTERSEPSI CAHAYA MATAHARI PADA TIGA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) DENGAN KERAPATAN TANAMAN BERBEDA PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz)

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi bumi. Energi ini dipancarkan sejauh kurang lebih 150 miliar km melewati ruang angkasa dalam bentuk radiasi. Radiasi dengan panjang gelombang antara 400-700 μ m adalah yang digunakan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Dalam proses fotosintesis tanaman, yang sangat berpengaruh terhadap produksi bahan keringnya adalah kualitas sinar (panjang gelombang), intensetas sinar (kuat pinyinaran) dan lama penyinaran (duration) (Ashari (2006) dalam Suryadi, 2013). Intersepsi cahaya matahari merupakan selisih antara radiasi yang datang dengan radiasi yang ditransmisikan. Intersepsi cahaya matahari dapat dipengaruhi oleh faktor antara lain ILD (Indeks Luas Daun), jarak tanam dan populasi tanaman (Fachrudin, 2003).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

FOTO ESAI PENAMBANG MATERIAL SISA ERUPSI GUNUNG MERAPI.

FOTO ESAI PENAMBANG MATERIAL SISA ERUPSI GUNUNG MERAPI.

objek depan dan belakang background foto. Sehingga akan dihasilkan karya yang menarik dan estetik. Memotret objek di antarakehidupan pekerja keras mempunyai tantangan tersendiri, yaitu fotografer harus mempunyai ilmu pendekatan sosial yang akan digunakan untuk mendekati sang objek untuk mau di ajak foto. Kemudian harus mampu berkesplorasi menentukan lokasi pemotretan dan menentukan sudut pandang yang tepat serta mampu menentukan pengaturan kecepatan rana dalam kamera agar mendapatkan hasil karya yang baik. Improvisasi dalam proses pemotretan yaitu faktor yang sangat penting dalam memutuskan waktu yang tepat untuk pemotretan fotografi ini, karena improvisasi ini adalah upaya untuk mengetahui datangnya atau jatuhnya cahaya terhadap objek yang akan kita bidik. Pemotretan disiang dan sore hari kita bisa mengimprovisasi cahaya matahari jadi tidak terlalu membutuhkan flash maupun alat bantu pencahayaan lain.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Efisiensi Pemanfaatan Energi Cahaya Matahari Oleh Fitiplankton Dalam Proses Fotosintesis.

Efisiensi Pemanfaatan Energi Cahaya Matahari Oleh Fitiplankton Dalam Proses Fotosintesis.

Cahaya matahari merupakan energi penggerak utama bagi seluruh ekosistem termasuk didalamnya ekosistem perairan. Cahaya adalah sumber energi dasar bagi pertumbuhan organisme autotrop terutama fitoplankton yang pada gilirannya mensuplai makanan bagi seluruh kehidupan di perairan. Fungsi ekosistem yang optimal harus ditunjang oleh adanya cahaya matahari. Ekosistem yang baik harus mampu mendukung kehidupan didalamnya. Salah satu ukuran kualitas suatu ekosistem adalah terselenggaranya proses produksi atau produktivitas primer yang mempersyaratkan adanya cahaya untuk keberlangsungannya. Semakin tinggi nilai produktivitasnya maka semakin besar pula dayadukungnya bagi kehidupan komunitas penghuninya. Sebaliknya produktivitas primer yang rendah menunjukkan daya dukung yang rendah pula. Produktivitas primer dapat didefinisikan sebagai laju penyimpanan energi radiasi matahari melalui aktivitas fotosintesis yang dilakukan produser primer yang mampu memanfaatkan zat- zat anorganik dan merubahnya menjadi bahan organik (Odum,1971; Barnes dan Hughes, 1982;Wetzel, 1983). Pada ekosistem akuatik sebagian besar produktivitas primer dilakukan oleh fitoplankton (Wetzel, 1983; Parson dkk, 1984). Steeman-Nielsen (1975) menyatakan bahwa kurang lebih 95% produksi primer di laut berasal dari fitoplankton.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terh

Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terh

Gambar 2 menunjukkan grafik rata-rata jumlah daun pada perlakuan naungan yang berbeda. Nampak pada grafik bahwa rata-rata jumlah daun tertinggi adalah pada perlakuan cahaya 100% atau bedeng tanpa naungan. Hal ini menunjukkan bahwa kedelai merupakan tanaman yang membutuhkan cahaya matahari optimal atau baik tumbuh pada kondisi tanpa naungan. Lukitasari (2010) menyatakan bahwa setiap tumbuhan mempunyai kebutuhan intensitas radiasi matahari yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi di lapang selain faktoe genetiknya. Kondisi tersebut secara bersamaan akan mempengaruhi sifat-sifat morfologi dan fisiologi tanaman bersangkutan. Lebih jauh dijelaskan bahwa jumlah daun merupakan cerminan potensi tanaman dalam menyediakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Tanaman yang tumbuh dengan naungan akan memiliki kompensasi hasil asimilasi yang lebih rendah dibandingkan tanaman yang tumbuh di tempat dengan cahaya matahari yang optimal (Levitt, 1980).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERH

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERH

Anda diminta untuk merencanakan, merancang dan menjalankan percobaan untuk mempelajari tanggapan dari kecambah biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) terhadap rangsangan cahaya seperti yang ditunjukkan dalam diagram di bawah ini. Anda dilengkapi dengan bahan dan peralatan sebagai berikut.

6 Baca lebih lajut

Analisis keragaman dan stabilitas genetik temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) Indonesia

Analisis keragaman dan stabilitas genetik temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) Indonesia

menunjukkan bahwa peningkatan indeks luas daun lebih banyak disebabkan oleh peningkatan lebar daun dibandingkan panjang daun. Bentuk daun yang lebar namun tidak panjang akan membantu efisiensi penangkapan cahaya sehingga proses fotosintesis akan tetap dapat dipertahankan walaupun pada intensitas cahaya rendah. Morfologi daun seperti ini akan lebih efisien menangkap cahaya karena daun cenderung tidak saling menaungi. Sebaliknya, daun yang panjang dan lebar akan mengurangi efisiensi penyerapan cahaya karena daun saling menaungi sehingga laju fotosintesis akan menurun. Penurunan laju fotosintesis akan menyebabkan pengu- rangan kandungan karbohidrat yang kemudian akan diikuti oleh perubahan metabo- lisme lain (Hale & Orcutt 1987). Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan penu- runan hasil panen yaitu bobot basah rimpang.
Baca lebih lanjut

159 Baca lebih lajut

Analisis keragaman dan stabilitas genetik temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb ) Indonesia

Analisis keragaman dan stabilitas genetik temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb ) Indonesia

menunjukkan bahwa peningkatan indeks luas daun lebih banyak disebabkan oleh peningkatan lebar daun dibandingkan panjang daun. Bentuk daun yang lebar namun tidak panjang akan membantu efisiensi penangkapan cahaya sehingga proses fotosintesis akan tetap dapat dipertahankan walaupun pada intensitas cahaya rendah. Morfologi daun seperti ini akan lebih efisien menangkap cahaya karena daun cenderung tidak saling menaungi. Sebaliknya, daun yang panjang dan lebar akan mengurangi efisiensi penyerapan cahaya karena daun saling menaungi sehingga laju fotosintesis akan menurun. Penurunan laju fotosintesis akan menyebabkan pengu- rangan kandungan karbohidrat yang kemudian akan diikuti oleh perubahan metabo- lisme lain (Hale & Orcutt 1987). Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan penu- runan hasil panen yaitu bobot basah rimpang.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Matahari Sebagai Bintang docx 1

Matahari Sebagai Bintang docx 1

Fotosfer merupakan lapisan gas panas tebalnya ± 320 km. Mengingat Matahari adalah gas, batas-batas lapisan ini tidak diketahui dengan jelas. Makin jauh dari pusat Matahari, batas lapisannya makin kabur dan suhunya makin rendah. Pada akhirnya, lapisan ini bercampur dengan lapisan berikutnya yaitu kromosfer. Suhu rata-rata lapisan fotosfer adalah 5.700 Kelvin.

11 Baca lebih lajut

PROGRAM Semester Kelas 2

PROGRAM Semester Kelas 2

4.2 Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari b Kegunaan panas dan cahaya matahari Mengetahui Kepala Sekolah Jakarta, Guru Mata Pelajaran.[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Konsentrasi Klorofil-adan Suhu Permukaan Laut dari Satelit Aqua MODIS serta Hubungannya dengan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis di Selat Malaka

Analisis Konsentrasi Klorofil-adan Suhu Permukaan Laut dari Satelit Aqua MODIS serta Hubungannya dengan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis di Selat Malaka

Ikan pelagis merupakan organismeyang mempunyai kemampuan untuk bergerak, sehingga tidak tergantung pada arus laut atau gerakan air yang disebabkan oleh angin (Nyabakken, 1998 dalam Susilo, 2010).Ikan pelagis merupakan ikan yang hidup pada lapisan permukaan perairan sampai tengah (mid layer). Pada daerah-daerah dimana terjadi proses kenaikan massa air (upwelling), sumberdaya ini dapat membentuk biomassa yang sangat besar. Ikan pelagis umumnya hidup secara bergerombol baik dengan kelompoknya mau pun jenis ikan lainnya namun terdapat kecenderungan ikan pelagis bergerombol berdasarkan kelompok ukurannya (Susilo, 2010).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...