• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN Hasil analisis SWOT

Dengan mengaplikasikan mettode analisis SWOT sebagaimana digambarkan pada Gambar 1, dan memasukkan berbagai aspek permaslahan yang ada, maka dapat dirumuskan berbagai strategi pemecahan maalah yang dipaparkan pada matrik SWOT sebagai berikut.

Tabel 2. Hasil Analisis SWOT IFAS EFAS Kekuatan (S) Kelemahan (W)  SDM memiliki keterbatasan dalam mengelola lingkungan  SDM memiliki keterbatasan dalam

menghasilkan air bersih

 Keterbatasan masyarakat dalam membuat drainase

 Keterbatasan masyarakat

dalam memetakan

ketersediaan air

 Keterbatasan masyarakat dalam melakukan

pemanenan air hujan

 Tidak ada air bersih

 Belum adanya masaterplan drinase

 Belum adanya gerakan pemanenan air hujan

 Belum adanya sosialisasi pengolahan limbah

 Keterbatasan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga

Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O

Terciptanya sumber air bersih

Terciptanya peningkatan masyarakat dalam mengelola lingkungan drainase, dan limbah

1. Pendampingan pengadaan air bersih 2. Pendampingan penyusunan masterplan lingkungan 3. Pendampingan gerakan

pemanenan air hujan 4. Pendampingan

pengelolaan limbah

keluarga

1. Memetakan sumber mata air 2. Pendampingan pembuatan sumur bur 3. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam menyusun masterplan lingkungan drinase 4. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah keluarga

Ancaman (T) Strategi S-T Strategi W-T

 Tidak adanya peta

masterplan lingkungan

 Tidak adanya kesedian air bersih

 Tidak adanya tata kelola lingkungan baik

1. Pembuatan peta

masterplan lingkungan 2. Pendampingan

pengolahan air bersih dan pengadaan air bersih 3. Pendampingan tata kelola

lingkungan 1. Meningkatkan kapasitas sdm masyarakat dalam menyusun masterplan lingkungan 2. Pendampingan peningkatan kapasitas sdm masyarakat dalam tata kelola lingkungan 3.

Hasil dari analisis SWOT sebagaimana dipaparkan pada tabel 2 tersebut kemudian dapat dibuat urutan prioritas program berdasarkan masing-masing aspek, yaitu aspek sumber daya manusia, sarana-prasarana, kelembagaan dan pemasaran (Tabel 3).

Tabel 3. Prioritas kegiatan program KKN-PPM di Desa Soko Purworejo

No Aspek Permasalaha

1.

Air Bersih

1. Ketidakmampuan masyarakat dalam mengelola sumber mata air

2. Ketidak mampuan warga dalam pemanfaatan air hujan

3. Ketidakmampuan warga masyarakat dalam memetakan sumber air alternatif

4. Ketidakmampuan warga masyarakat dalam menghitung kebutuhan air dengan jumlah penduduk

5. Air sumber hanya di alirkan ke parit tidak bersemen sehingga air akan mudah meresap sebelum sampai ke penampungan penduduk

2. Drainase

1. Drainase air hujan dibuat sembarangan

2. Drainase dibuat dengan metode parit yang tidak saling berhubungan

3. Air hujan terbuang percuma

4. Muara dari drainase harusnya kesungai akan tetapi limpasan air masuk ke pekarangan

5. Tidak adanya drainase sumur resapan

3. Limbah

1. Tidak ada limbah keluarga yang terkelola dengan baik

2. Limbah padat (sampah) di buang disekitar pekarangan rumah

3. Limbah cair tidak dibuatkan penampungan tertutup

Pelaksanaan Program

Dalam mengatasi permasalahan tersebut diatas maka metode yang digunakan supaya program dapat berkelanjutan adalah dengan pelatihan, pendampingan, dan implementasi

Profil Mitra kerjasama

jalinan kerjasama ini diharapkan dapat melibatkan beberapa lembaga mitra yang memiliki komitmen dan berkelanjutan yaitu :

1) Badan Keluarga berencana dan Pemberdayaan Masyarakat kabupaten purworejo

Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam pelaksanaan pengentasan KKN menunjuk Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat. Sehingga dalam pelaksaan kegiatan ini dapat terjadi sinergitas baik berupa pendanaan kegiatan maupun implementasi sehingga tercipta program yang selalu berkelanjutan

2) Pemerintah Desa Soko, dan perangkat Dusun.

Perbaikan Insfrastruktur lingkungan merupakan program kegiatan dalam hal tercapainya ketersediaan air bersih dan lingkungan yang sehat dan bersih, sehingga kegiatan ini dapat diusulkan dalam dana dari APBD musrenbang Desa, sehingga dapat mempercepat permasalahan di Desa berkaitan dengan lingkungan dan teciptanya program yang berkelanjutan.

1) Sasaran masyarakat pelaksanaan KKN PPM ini meliputi perangkat Desa, dusun, lembaga desa, RT/RW, Karang taruna,dan Kelompok PKK.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas , maka pelaksanaan kegiatan ini memuat tahapan sebagai berikut:

2) Persiapan dan Pembekalan

a) Sosialisasi ke masayarakat penguna program b) Persiapan dan pembekalan

3) Pelaksanaan kegiatan

a) Pendampingan peningkatan kapasitas SDM dalam membuat sumur bor b) Pendampingan pengelolaan drainase berwasan lingkungan/masterplan c) Pendampingan gerakan pemanenan air hujan

d) Pendampingan pemetaan sumber mata air alternatif e) Pendampingan pengelolaan sumur resapan dan biopori

Tahapan Realisasi Program

Untuk pelaksanaan pendampingan telah dilakukan koordinasi dan sosialisasi program-program kepada masyarakat sasaran, yaitu mempersiapkan masyarakat sasaran untuk terlibat kegiatan yang disepakati bersama masyarakat. Untuk menjalankan program kegiatan dimulai dari proses pertemuan bersama masyarakat sasaran, dimaksud mewujudkan atau membangun kesepahaman dan kesepakatan dalam kerjasama.

1) Pendampingan peningkatan kapasitas SDM masyarakat dalam membuat sumur bor

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan dan sosialisasi jika di Desa Soko Kabuapaten Purworejo mengalami krisis air bersih. Air sumber yang dekat dengan sungai sangat keruh akibat dari limbah dan sampah yang masuk ke dalam sumur. Saat musim kemarau air sumur tidak dapat memenuhi kebutuhan warga masyarakat .

Gambar 1. Kondisi sumur dan mata air warga di Desa Soko Purworejo

Gambar 2. Pembuatan sumur bor di Desa Soko Purworejo

2) Pendampingan pengelolaan drainase berwawasan Lingkungan

Drainase di Desa Soko Purworejo selama ini belum terkelola dengan baik dengan adanya gambar perencanaan yang sudah ada. Akibatnya drinase yang ada saat ini jika musim penghujan tidak berfunsi dengan baik dan berakibat airnya masuk ke dalam sumur warga.

3) Pendampingan gerakan pemanenan air hujan

Masyarakat di Desa Soko Kabuapaten Purworejo belum menyadari tentang pentingnya gerakan pemanenan air hujan. Hal tersebut akibat dari ketidak tahuan warga masyarakat jika air hujan dapat dimanfaatkan di saat musim kemarau.

Gambar 4. Sosialisasi gerakan pemanenan air hujan

4) Pendampingan pemetaan sumber mata air alternatif

Keterbatasan masyarakat dalam mencari alternatif sumber mata ir menjadikan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Soko. Hasil dari kegiatan ini berupa pemetaan lokasi tanah yang memiliki sumber mata air.

Gambar 5. Pemetaan sumber mata air alternatif

KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk program pendampingan perbaikan insfrastuktur lingkungan (air bersih,drinase,limbah) berbasis swadaya masyarakat ini adalah dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Pelaksanaan PPM ini mendapatkan respon yang positif dari pemerintah desa dan pemerintah kabupaten purworejo.

2) Pelaksanaan KKN-PPM ini menghasilkan satu sumur air bersih di Desa Soko

3) Hasil dari perencanaan /masterplan drainase akan ditindak lanjuti dengan program desa pada tahun 2017

SARAN

Saran dalam pelaksanaan kegiatan PPM pendampingan perbaikan insfrastuktur lingkungan (air bersih,drinase,limbah) berbasis swadaya masyarakat ini dapat ditindak lanjuti dengan kegiatan yang serupa sehingga keberadaan akan air bersih di Desa Soko Kabupaten Purworejo dapat terwujud dengan baik.